Don’t Kiss Me! (Chapter 3)

| Title : Don’t Kiss Me! (Chapter 3) |

| Author : gishafz (@ginashafanm) |

| Main Cast : Milania Van Dijk (OC) & Byun Baekhyun (EXO) |

| Support Cast : Kim Tae Hyun (Milan’s Father) |

| Genre : Drama, Family, Romance, Little Comedy, and Hurt/Comfort |

| Lenght : Multi Chapter |

| Rating : WARNING! PG-17 or Mature |

| My Personal Blog : http://gishafz.wordpress.com/|

| Credit Poster : ARTLIGHT |

Poster DKM - by artlight

Disclaimer : Baekhyun dan casting yang lain seutuhnya milik Tuhan Yang Maha Esa dan orang tuanya masing-masing. Tetapi fanfiction ini seutuhnya milik author. Cerita ini hanya fiktif belaka, imajinasi dan khayalan author sendiri. Jika ada kesamaan cerita dan ide itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

A/NWARNING! Typo beredar dimana-mana. Harap perhatikan rating sebelum membaca. Adakah readers yang menunggu fanfiction ini?

Summary : “Ini semua karena lelaki Byuntae itu! Kau seorang Byuntae, Byun Baekhyun!”

| DILARANG KERAS UNTUK COPY+PASTE FANFICTION INI TANPA SEIZIN AUTHOR |

~ Selamat Membaca ~

-^- Author’s POV -^-

“Ya! Dia semakin mendekat!!” geram Milania.

Kekhawatiran dan ketegangan membaluti perasaan gadis keturunan Belanda-Korea ini. Jika ia pergi ke kamar mandi tidak mungkin pikirnya. Ia memutuskan dengan bulat untuk berlari ke arah balkon.

“Aku akan menangkapmu…” desis Baekhyun yang hendak memeluk gadis itu. Tapi sayangnya Milania tak masuk kedalam pelukan Baekhyun. Ia cepat berlari menghindar dari lelaki Byuntae itu.

Shit! Aku kalah cepat.” Geram Baekhyun tak suka.

Milan berlari ke ranjang dan akan melompati ranjang itu menuju balkon kamarnya. Tapi sepertinya hari ini bukan hari keberuntungan Milania. Dengan kuat tangan Baekhyun menarik lengan gadis itu hingga mereka berdua terjatuh bersamaan di atas ranjang. Tubuh Baekhyun berada diatas tubuh Milania. Nafas mereka seperti berlomba untuk mendapatkan oksigen segar.

Tanpa menarik nafas Baekhyun langsung berkata, “Aku sudah menangkapmu, Milania-ssi.”

Milania tidak dapat memberontak seperti tadi. Anggota badannya sudah sangat lelah untuk melawan lelaki yang tenaganya 2 kali lipat jauh lebih besar daripada dirinya. “Baiklah-baiklah aku kalah. Kau boleh merebut ciuman pertamaku.” Milania mengkibas-kibaskan tangannya karena sungguh hawa disini sangat panas melebihi 40 derajat sekali.

Semudah itukah gadis itu menyerah? Yakin?

Baekhyun meninggikan alis kanannya, “Benarkah? Kau tidak mengajakku bermain lagi?” ujar lelaki itu menggoda sembari menggelitik tubuh Milania. Gadis itu tidak dapat menahan geli sehingga suara tertawa geli terlontar keras dari mulutnya.

“Kyaaa~ Hahahahah geli, Baekhyun. Cepat hentikan!” teriak Milan sambil berupaya melepaskan tangan Baekhyun yang tengah asyik menggelitik area sekitar pinggangnya. Mata Milania sedikit berair karena tak kuat menahan gelitikan lelaki itu. Gadis itu hanya bisa menutup matanya lekat dan tertawa sekencang-kencangnya untuk menahan rasa geli yang tengah melanda tubuhnya.

6 Menit di lalui dengan suara tertawa geli dari Milania akibat Baekhyun tak henti-hentinya menggelitik tubuh gadis itu.

Bantal dan guling yang semula tertata rapih sekarang sudah tercecer dilantai. Terutama kain seprai ranjang Milania yang awalnya terpasang apik kini sudah berantakan tak karuan karena ulah Baekhyun yang terus menggelitik tubuh Milania tanpa jeda sedikitpun.

Karena gadis itu tidak kuat, Milania langsung menghentikan kedua tangan Baekhyun dengan kedua tangannya. “Berhenti aku sudah tidak kuat, Baekhyun.” Perintah Milania seraya menampik tangan Baekhyun dari pinggang rampingnya.

Sesudah itu terjadilah kontak mata antara Baekhyun dan Milania. Mata mereka sedang berpandang satu sama lain. Entah sihir apa yang membuat Milania mengukirkan bibirnya dengan senyuman manis untuk Baekhyun. Satu detik kemudian Baekhyun membalas senyuman gadis itu. Mata Baekhyun beralih kembali ke bibir mungil milik Milania. Baekhyun perlahan mendekatkan wajahnya dengan wajah gadis itu.

Lagi dan lagi. Kegiatan seperti ini selalu saja terhenti karena bunyi teriakan.

Don’t Kiss Me!” Jari telunjuk Milania tepat berada di tengah bibir Baekhyun. Sontak membuat lelaki itu membulatkan matanya sempurna kearah Milania. Baekhyun memampangkan raut wajah keterkejutan luar biasa ibarat orang yang baru saja bertatapan muka dengan hantu.

Milania yang melihat itu hanya tertawa puas.

Baekhyun meneguk air liurnya sendiri, “Tapi kau bil-” omongan Baekhyun terputus ketika jari telunjuk Milan kembali berada dibibirnya.

“Aku hanya bercanda, Baekhyun.” Ujarnya manis sambil mengusap lembut pipi kanan pria bereyeliner tebal itu dengan tangan kanannya.

Itu membuat Baekhyun terkesiap luar biasa. “Gadis ini? Ada apa dengan dia? Tadi ia marah-marah tidak jelas karena tidak ingin dicium. Sedangkan kini? Ia mau menerimanya? Baiklah ini kesempatanku. Kesempatan itu tidak datang dua kali.”Kalimat itu terus berbunyi nyaring dipikiran Baekhyun. Seolah-olah mendukung penuh keputusan lelaki itu.

Baekhyun menarik nafas dan membuangnya pelan, “Baiklah. Pejamkan matamu, Chagiya.” Perintah Baekhyun sambil menyeringai dan mengacak pelan rambut calon kekasihnya itu.

Gadis itu perlahan memejamkan matanya tanpa melunturkan senyuman manis terhadap Baekhyun.

Baru saja Baekhyun akan menempelkan bibirnya dengan bibir Milania. Gadis itu memekik keras dan siapapun yang mendengarnya dipastikan langsung menutup kedua telinganya termasuk Baekhyun. “Bisa-bisa telingaku tuli.” Baekhyun mengadu di dalam hatinya.

“Enak saja kau memerintahku, Bodoh! DON’T KISS ME!” Milania berseru keras tepat diwajah Baekhyun. Suaranya terdengar bagaikan bunyi sirine mobil ambulance.

Milania mendorong tubuh Baekhyun hingga tubuh pria itu hampir terjungkal. Untung saja Baekhyun bisa mengatur keseimbangan tubuhnya dengan lincah. Apabila tidak bisa, dapat dipastikan ia tersungkur seperti kejadian sebelumnya. Bokong mendarat duluan menghantam lantai yang dingin.

Baekhyun menggeram kesal sambil mengepalkan kedua tangannya, “K-kau membuat aku hampir terjatuh! Aku akan menciummu sekarang juga!!” seru Baekhyun tiap kata semakin meninggikan nadanya. Persetan dengan Milania yang akan kabur yang penting ia sudah mengunci pintu kamar gadis itu.

Mendengar kalimat Baekhyun tadi membuat Milania bergidik tak suka. “Siapa dia? Memaksaku untuk berciuman dengannya.” Murka Milania dalam hati.

“Yak! Kau tidak akan bisa menciumku, Bodoh!” teriak Milania dengan nada lebih menekan. Memandang pria itu dengan tatapan membunuh. Kebalikannya dengan tatapan Baekhyun yang terarah kepada Milania justru tatapan penuh nafsu. #FixBaekhyunYadong

Melihat pandangan Baekhyun seperti itu membuat Milania ingin bergegas menjauhi Baekhyun untuk berlari menuju balkon kamarnya. Itu satu-satunya tempat teraman dibandingkan dengan kamar mandi. Baekhyun bisa saja mendobraknya. Baru saja Milania akan berlari tetapi kaki gadis itu sudah terlebih dahulu di cengkeram kuat oleh satu-satunya manusia di kamar Milania yang lain dan tak bukan adalah Byun Baekhyun.

“KAU TIDAK AKAN PERNAH LEPAS DARIKU!” ucap Baekhyun menaikan suaranya dengan tangan yang masih memegang erat kaki putih mulus milik Milania.

Milania menoleh kearah Baekhyun, “Ya! Lepaskan kakiku, Byuntae!” geram gadis itu tanpa menatap Baekhyun melainkan menatapi kakinya yang telah tersentuh oleh lelaki mesum. “Aku akan mandi kembang tujuh rupa untuk menghilangkan sentuhan najis lelaki itu.” Batin Milania.

Baekhyun menggeleng kasar sambil menarik kaki Milania, “Tidak akan sampai aku berhasil menciummu!” ujar Baekhyun bersikeras. Ia semakin mencengkram kuat kaki Milania. Dapat dipastikan kaki gadis itu memerah saat ini.

“Baekhyun. Kumohon lepaskan!” Pinta Milania sambil berusaha melepaskan tangan Baekhyun yang masih memegang kedua kakinya itu. Semua tenaga ia kerahkan untuk terbebas dari setan berwajah tampan itu. Tak peduli dengan tenaga yang sudah menipis yang terpenting Milania bisa terlepas dari lelaki mengerikan bernama Byun Baekhyun itu.

“TIDAK AKAN!” seru Baekhyun tanpa menghentikan kegiatan menarik kaki Milania.

Untuk masalah menarik gadis bertubuh mungil seperti Milania hanya perkara mudah bagi Baekhyun. Karena pada masa SMA dulu, Baekhyun pernah bergabung dalam kelompok tarik tambang. Jadi ia mempunyai trik dan strategi untuk menumbangkan lawannya. Sekelebat ingatan tentang trik dan strategi yang melintas di pikiran Baekhyun membuat lelaki itu tersenyum miring.

Dan TAP! Baekhyun dapat menarik Milania dengan satu kali tarikan. “Ini berkat trik dan strategi tarik tambang. Hahahaha.” Batin Baekhyun sambil tersenyum evil.

Milania terbaring dengan posisi terlentang bebas menghadap Baekhyun. Gadis itu setengah sadar dan rasa pening menerpa kepalanya. Itu semua karena tarikan Baekhyun begitu kuat membuat kepala Milania lebih dahulu mendarat ke ranjang sebelum tubuhnya. Milania memegangi kepalanya dan meringis kecil. Gadis itu sedikit memijat pelipisnya berharap semua rasa pening yang mendatangi kepalanya berkurang.

Pijatan Milania ternyata ampuh. Rasa pening yang melandanya tadi kini sudah berangsur-angsur menghilang. Gadis ini sangat bersyukur jika kepalanya sudah tidak pening. Jika ia pening berkelanjutan bisa saja Baekhyun melakukan sesuatu terhadapnya. Milania sepenuhnya sadar lantaran mendengar suara mengerikan ditelinganya.

“Aku sudah menyiapkan diri untuk menciummu, Milania.”

Suara siapa lagi jika bukan suara lelaki mesum bernama Byun Baekhyun. Milania yang mendengarkan suara itu mengumpat tak suka didalam hati. “Dasar Byuntae! Kau GILA! Kau GILA!”

Mata Milania yang tadinya menyipit kini sudah membulat sempurna. Ia ingin mendongak kepalanya lalu menatap jijik lelaki yang bertuturan seperti itu. Ketika Milania mendongakkan kepalanya, ia terperangah setengah mati dan sedikit mundur ke belakang lantaran wajah Baekhyun berada tepat didepan matanya terlebih hidung gadis itu bersentuhan dengan hidung Baekhyun.

“Aku sudah tidak sabar untuk melakukannya denganmu, Milania.” Baekhyun tersenyum jahil kearah Milania. Gadis itu hanya bisa memalingkan wajahnya dan meneguk air liurnya. Ia tak tahu harus melakukan apa. Yang ia bisa lakukan adalah menutup jalur pendengaran dan matanya dengan rapat.

“Hey! Lihat kesini, Honey.” Perintah lelaki itu sambil memutar kepala Milania dengan tangan kirinya agar pandangan gadis itu lurus terhadap Baekhyun.

Kepala Milania sepenuhnya terarah ke Baekhyun. Mata gadis itu terkunci rapat dengan bibir bergetar hebat. Milania takut jika ia membuka matanya lelaki itu akan menatapnya dengan tatapan gairahnya. Milania sangat membenci pandangan Baekhyun bila sudah seperti itu.

“BUKA MATAMU! ATAU AKU AKAN MELALUKANNYA SEKARANG JUGA DENGAN KASAR!”

“Iya.” Balas Milania datar.

Milania segera membuka matanya perlahan lalu mengerjap-ngerjapkannya karena cahaya lampu yang tiba-tiba masuk ke celah-celah matanya membuat matanya terasa perih. Gadis itu tampak rapuh dan tak memiliki tenaga sedikit pun untuk melawan Baekhyun. Milania sudah ingin sekali mengibarkan bendera putih.

“BYUN BAEKHYUN! APA YANG KAU LAKUKAN!” Milania berteriak histeris ketika menyaksikan pemandangan yang sangat tidak diinginkan muncul dihadapannya. Ia melihat kegiatan seperti itu hanya di film saja belum pernah ia melihat nyata. Melihat hal itu membuat tubuh Milania perlahan-lahan mematung diam tak berkutik. Ia hanya bisa memajang raut wajah tak suka.

Baekhyun menggeleng kepalanya, “Apa kau belum pernah melihat kegiatan seperti ini? Kasihan sekali.” Ucap Baekhyun dengan nada sedikit mencibir. Baekhyun menatap lurus gadis dihadapannya dengan tajam lalu beralih melongok kancing kemejanya –Baekhyun- yang sedang Baekhyun lepas.

Dengan lambat Baekhyun melepas satu per satu kancing kemejanya tanpa memandang gadis dihadapannya yang saat ini sedang menatap Baekhyun tak percaya dengan mulut menganga lebar. Lelaki itu dapat memastikan saat ini Milania tengah menegang melihat pemandangan didepannya. Aktivitas membuka kancing baju kemeja. Bukan untuk hal yang bukan-bukan namun hawa disini terhitung panas membuat tangan Baekhyun bergerak untuk melepas kemejanya –Baekhyun-.

Sedikit demi sedikit tubuh Milania terasa bergetar tak karuan. Terlebih dengan Baekhyun yang kini memandangnya seperti menginginkan sesuatu dari dirinya. Melihat tatapan seperti itu membuat Milania muak. Ia bangkit dari ranjang berhadapan dengan Baekhyun lalu melangkahkan kakinya menuju balkon. Ia harus lolos dari lelaki itu, pikir Milania.

“Cih..” desis Milania pelan supaya Baekhyun tak mendengarnya.

“BYUN BAEKHYUN APA YANG KAU LAK—” kalimat Milania terpotong ketika Baekhyun menarik paksa pinggangnya dan menghempaskan tubuh gadis itu ke ranjang dengan keras tanpa perasaan.

Dengan hitungan detik Baekhyun langsung menindih tubuh Milania. Ia memegang tengkuk leher Milania dengan kuat sedangkan tangan yang lain melingkar di pinggang gadis itu agar mempersulit pergerakannya. Baekhyun memperkecil jarak antara ia dan Milania hingga sama sekali tidak ada jarak diantara mereka. Bisa dibilang tubuh mereka bersentuhan karena tidak ada jarak sama sekali bahkan untuk milimeter.

“BAEKHYUN! LEPASKAN AKU!” perintah Milania sambil menghujani dada bidang Baekhyun dengan pukulan keras.

“TIDAK AKAN!” Baekhyun terus mempersempit jarak diantara mereka hingga dada Milania menyentuh dada Baekhyun. Lelaki itu terus memperkuat genggaman tangan tiap detiknya.

Baekhyun sama sekali tidak memperdulikan keadaan Milania yang saat ini sedang sesak karena oksigen yang dihirupnya semakin sedikit. Dada Milania serasa sesak ketika ia memukul dada Baekhyun.

Milania memukul berkali-kali dada Baekhyun kelewat keras, “BAEKHYUN! LEPASKAN AK—” ucapan Milania terputus tatkala Baekhyun seketika membungkam bibir Milania dengan bibirnya.

Baekhyun terlalu terburu-buru untuk melakukan ini.

Baekhyun mencium bibir Milania dengan penuh nafsu yang sekarang tengah menguasai akal dan pikirannya. Akal sehat Baekhyun seolah-olah hilang begitu saja ketika mencium bibir Milania. Ciuman Baekhyun terbilang cukup kasar dan agak menuntut. Baekhyun menarik tengkuk leher Milania dengan kuat untuk memperdalam ciuman panasnya. Lelaki itu mengulumnya, melumatnya bahkan menghisapnya sesekali. Rasanya lebih nikmat dibandingkan ketika lelaki itu mencium leher jenjangnya. Rasa yang sangat sulit didefinisikan dengan kata-kata. Rasanya hanya Baekhyun yang tahu.

“Aku berhasil merebut ciuman pertamanya.” Gumam Baekhyun bangga di dalam hati.

Milania membulatkan matanya berbentuk O sempurna. Ia terkejut dengan aksi Baekhyun yang terbilang cukup membuatnya shock bukan main. Benda tipis dan basah mendarat dibibirnya, gadis itu mengetahui jika itu adalah bibir. Tepatnya bibir Baekhyun. Milania ingin menangis dan menjerit sekerasnya sekarang juga karena ia tidak kuat. Gadis itu memukul-mukul dada Baekhyun agar ia dapat menghentikan ciuman panas yang membuat Milania sulit bernafas.

Pukulan Milania bukan berarti apa-apa untuk lelaki bermarga Byun itu. Rasanya tidak terlalu sakit melainkan geli. Merasa risih dengan pukulan Milania, Baekhyun dengan cepat menyergap tangan Milania dan memposisikan tangan itu disebelah kepala gadis itu tanpa menghentikan kegiatan mencium bibir gadis itu. Baekhyun semakin memperdalam ciuman panas dan nafsunya.

“Lephh-pash-kanhh! Berrhh-hentihhh..” gumam Milania yang masih menutup mulutnya.

Milania hanya bisa mengunci rapat bibirnya dengan sekuat tenaga dan tidak membalas sedikit pun ciuman panas yang diciptakan oleh Baekhyun. Gadis itu tidak membuka celah sececah pun untuk Baekhyun mengakses mulutnya.Ia bersikukuh agar dirinya tak membalas ciuman itu terlebih jika terbawa suasana. Apabila ia terbawa suasana dapat dipastikan akan ada hal yang tidak baik. Terutama letak mereka saat ini berada di ranjang.

Milania menggigit bibir atasnya berusaha menghalau suara desahan aneh yang bisa saja keluar dari bibirnya dengan refleks.

Gadis itu terus meronta-ronta seperti cacing tanah yang menggeliat jika diberi garam. Tetapi Baekhyun tidak menghiraukannya melainkan sibuk menciummi bibir Milania tanpa memberi kesempatan sedikit pun untuk gadis itu memperoleh suplai oksigen. Baekhyun tidak merasakan sama sekali bibir Milania bergerak untuk membalas ciumannya. Baekhyun merasa jengkel kemudian dengan sengaja ia menggigit bibir bawah Milania dengan kuat otomatis membuat Milania mau tak mau membuka mulutnya dan saat itu juga Baekhyun menjelajah mulut Milania. Milania menitikkan air mata begitu saja. Perih dan sakit itulah rasanya.

Air mata yang menggenangi pelupuk mata gadis itu sejak tadi kini sudah mengalir sedikit demi sedikit dari rongga matanya yang tertutup. Ia meremas kain seprai karena tak bisa berbuat apa-apa selain pasrah apa yang Baekhyun lakukan padanya. Bayangkan dengan tubuh tertindih, jarak yang dangkal dan tangannya yang terkunci, Milania bisa berbuat apa selain meronta-ronta?

Mengingat juga First Kissnya sudah berhasil dirampas oleh Baekhyun. Milania merasa hatinya kini remuk tak berbentuk lagi karena mengingat dimana first kissnya dilakukan dengan kasar. Terutama ia sama sekali tak menginginkan ciuman panas seperti ini ia menginginkan ciuman hangat dan penuh kelembutan. Milania begitu kecewa. Sangat kecewa.

10 menit berlalu. Namun Baekhyun belum juga menghentikan kegiatannya. Ciuman Baekhyun saat ini mengarah ke bagian bawah. Tetapi Baekhyun menghentikannya ketika merasakan pipinya yang basah dan sedikit air yang masuk ke rongga mulutnya. Rasanya asin. Apa Milania menangis? Pikir Baekhyun. Dengan kontan Baekhyun menarik wajahnya agar bisa melihat keadaan Milania.

Bibir berwarna merah yang bengkak, mata yang sembap, wajah yang pusat pasi dan raut wajah ketakutan seperti itulah kondisi Milania saat ini. Didetik itu juga pikiran dan akal Baekhyun berangsur pulih dan tersadar. Ia tak seharusnya melakukan ini pada Milania kelak yang ada gadis itu akan membencinya. Baekhyun merasa dia adalah pecundang besar. Ia kecewa atas perlakuan kasarnya pada Milania ketika ia menciumnya. Semestinya ia memperlakukan Milania dengan lembut.

Tangan Baekhyun tergerak untuk mengusap bulir air yang sedari tadi ia perhatikan membasahi pipi Milania. Baekhyun sungguh sangat menyesali perbuatannya.

“BODOH! Kau BODOH, BYUN BAEKHYUN! Gadis itu justru akan membencimu. Dasar pecundang! Kau bertindak tanpa memikirkan apa masalah yang akan datang.” Umpatan itu terus Baekhyun putar dengan volume terbesar didalam otaknya. Ia amat merutuki kebodohannya yang terpandang menjijikan menurut Baekhyun sendiri.

“Hiks..Hiks..Hiks..” suara Milania dengan sesenggukan yang terselip di nadanya. Nafasnya sedikit memburu dan dadanya naik turun. Baekhyun yakin ia sedang menghirup udara sebanyak-banyaknya karena saat Baekhyun mencium bibir Milania, ia sama sekali tidak memberi peluang gadis itu untuk bernafas bahkan satu detik pun Baekhyun tak memberinya.

Baekhyun kembali mengangkat tangannya menuju pipi gadis itu. Tujuannya untuk menyingkirkan air bening yang menyimbahi pipi Milania. Baekhyun baru saja menyentuh ditegaskan sekali lagi baru saja Baekhyun menyentuh permukaan pipi Milania tetapi gadis itu menepis tangan Baekhyun lalu mendaratkan tamparan keras di pipi kiri lelaki.

“JANGAN SENTUH AKU, BRENGSEK!” seketika mata Milania terbuka lebar. Nadanya terdengar begitu tajam, dingin, dan juga suara sesenggukannya yang larut dalam suara itu. Ia mendorong dada Baekhyun. Tak peduli jika dorongannya membuat lelaki itu akan terjengkang ke belakang.

Milania sigap bangkit dan refleks membelakangi Baekhyun lantaran ia sangat tidak ingin melihat wajah lelaki bernama Baekhyun itu. Ia amat tidak berhasrat untuk melihat mukanya bahkan untuk sedetik pun Milania tak sudi. Gadis itu memilih menekuk dan memeluk lututnya sambil menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajah kusutnya.

Baekhyun mendadak diam tak bergeming ketika Milania menampar wajahnya. Ia hanya bisa menundukkan kepalanya lemah tak bersemangat seraya mengusap pipi kirinya. Rasanya perih dan panas. Tetapi Baekhyun memilih mengabaikan rasa sakitnya.

Dalam hati Baekhyun, ia memang pantas mendapat perlakuan apapun dari Milania dan dia harus menerima dengan lapang dada jika memang gadis itu akan membenci dirinya kelak. Sebab semua bermula dari kesalahan Baekhyun sendiri yang memicu Milania bisa geram bahkan jengkel padanya. Dia menerima semua itu. Harus.

Baekhyun mengangkat kepalanya. Ia menatap punggung Milania yang sedang membelakangi tubuhnya, “Milania, maafkan aku.” Nada Baekhyun terdengar tulus dan bersungguh-sungguh tetapi Milania masih belum bisa memaafkan Baekhyun sekarang juga karena ia masih mengingat jelas bagaimana lelaki itu memperlakukannya. Milania masih memutar jelas rekaman kejadian itu.

Lagi. Zat berwujud air kembali turun dengan perlahan membasahi pipi Milania.

“Semudah itukah kau meminta maaf, Baekhyun?” ujar Milania datar tanpa membalikkan badan untuk memandang Baekhyun.

Kepala Baekhyun serasa mendapatkan hadiah spesial berisi bom atom. BUM! Suara ledakan itu bergema di otak Baekhyun. Lelaki itu sudah menduga Milania pasti akan mengatakan kalimat itu. Hancur sudah perasaan Baekhyun saat ini. Ingin rasanya ia membanting benda apapun di sekitarnya untuk meluapkan amarah pada dirinya. Ia sangat ingin memiliki kekuatan Time Controler agar bisa kembali ke masa lalu ketika Baekhyun dan Milania masih baik-baik saja.

“Aku salah. Aku mengakui itu. Aku memang bersalah. Kau boleh mencerca’ku sepuasmu, Milania. Aku memang layak mendapatkan itu semua.”

Milania mendongakkan kepalanya kemudian menyeka air matanya dengan kasar. Mendengar perkataan itu menarik dirinya untuk menoleh sedikit ke arah Baekhyun. Gadis itu sungguh penasaran dengan raut wajah lelaki itu saat ini. Entah apa yang membuatnya sangat ingin tahu bagaimana ekspresi lelaki itu.

Milania melirik ke arah Baekhyun dengan ekor matanya. Raut wajah Baekhyun begitu sangat miris menurut Milania. Raut wajah yang begitu menyiratkan rasa penyesalan dan kekecewaan sangat nyata di wajah Baekhyun. Milania hanya menyunggingkan senyuman miring penuh dengan kepuasaan dan ekspresi gadis itu begitu mendukungnya seperti karakter tokoh antagonis saat ini.

Baekhyun kembali angkat bicara.

“Aku tahu kau akan sulit untuk memaafkan aku, Milania. Tetapi, untuk kali ini saja. Aku mohon kau bisa memaafkan aku. Tolong.”

Milania merasa bersalah jika ia tak memaafkan Baekhyun. Namun pikirannya selalu saja mengulang kembali kejadian antara dia dan lelaki itu. Hatinya masih terasa berat apabila ia memaafkan Baekhyun begitu saja. Gadis itu memerlukan pertimbangan sebelum memutuskan, apa ia akan memaafkan Baekhyun atau tidak untuk selamanya.

“Aku tidak bisa jawab sekarang.”

Milania menegakkan tubuhnya dan mencugatkan kepalanya. Ia menghapus air mata yang masih membasahi permukaan pipinya dengan kedua tangannya. Gadis itu bangkit dari ranjang lalu berdiri tegap tanpa membalikkan badan untuk sekadar menatap Baekhyun. Milania merapihkan sedikit penampilannya karena gadis itu yakin penampilannya saat ini tergolong kusut dan berantakan.

Baekhyun hanya bisa memandang aktivitas gadis itu dengan pandangan letih dan penuh kecewa. Suasana hati lelaki itu tengah hancur berkeping-keping. Ia cukup frustasi Milania tak bisa menjawab pertanyaannya sekarang. Baekhyun pasrah apabila Milania benar-benar tidak membuka celah sedikit pun untuk memaafkan dirinya. Lelaki itu mencengkram kuat dadanya.

Sesudah merapihkan penampilannya, Milania berjalan menjauh dari Baekhyun beranjak ke pintu keluar kamar. Gadis itu ingin keluar sekarang juga dan pergi jauh-jauh dari lelaki yang membuat dirinya seperti ini. Milania membutuhkan ketenangan untuk menghilangkan semua kesesakkannya. Karena jika tubuhnya terus dekat dengan Baekhyun membuat dada gadis itu semakin sesak.

Milania memutar gagang pintu dengan kasar namun tak dapat dibuka. Ia mengingat kembali sesuatu. Ya! Pintu ini dikunci lebih tepatnya sengaja dikunci. Gadis itu yakin Baekhyun lah orang yang telah sengaja mengunci pintu kamarnya. Milania semakin geram dan menggengam gagang pintu dengan kuat.

“Apa Baekhyun mengunci pintu kamarku agar ia bisa berduaan denganku? Brengsek!” batin Milania.

“BYUN BAEKHYUN! Dimana kau menyembunyikan kuncinya!? BERIKAN PADAKU!” ujar Milania keras dan tajam. Ia tidak menghadap Baekhyun melainkan tetap berhadapan lurus kearah pintu dengan tangan yang masih memegang gagang pintu.

Baekhyun yang tadinya menunduk mau tak mau mengangkat kepalanya karena ia tersentak dengan ucapan Milania. Ia meminta sebuah kunci, pikir Baekhyun. Tanpa aba-aba Baekhyun spontan merogoh saku celana kanannya untuk mencari benda bernama kunci pintu. Ya, karena lelaki itu menyimpannya di saku celana sebelah kanan.

Baekhyun menemukan kunci itu. Ia langsung bangkit dari ranjang lantas berjalan mendekati Milania. Kepalanya merunduk kembali ketika berjalan. Ia juga tak ingin menatap Milania karena ia sangat malu dan bersalah.

“Ini kuncinya.” Ucap Baekhyun sambil memberikan benda itu kearah Milania dengan mengangkat tangan kanannya.

Milania langsung berbalik dan tubuhnya menghadap Baekhyun namun wajahnya enggan untuk memandang wajah Baekhyun. Gadis itu memalingkan wajahnya.

Milania langsung meraih kunci ditangan kanan Baekhyun dengan kasar tanpa berbicara sedikit pun atau sekadar berucap “terimakasih”. Gadis itu langsung memasukkan kunci itu dan memutar gagang pintu. Setelah pintu itu dapat terbuka Milania kontan keluar lalu menutup pintu kamarnya dengan kasar hingga menimbulkan suara keras. Milania meninggalkan lelaki itu sendirian di kamar.

Satu detik kemudian tubuh Baekhyun sudah terduduk di lantai yang dingin. Lelaki itu mengistirakatkan punggungnya di pintu kamar. Ia membenamkan wajahnya diantara kedua tangannya. Badan lelaki itu bergetar lalu menangis perlahan. Lelaki yang kuat bisa saja rapuh jika seseorang yang dicintainya membencinya bukan? Contohnya seperti Baekhyun.

~(˘▾˘)~***~(˘▾˘)~

Milania berlari melewati lorong-lorong menuju taman belakang. Baginya itu adalah tempat yang paling sunyi dan tenang untuk menyejukkan pikiran dan hatinya saat ini. Gadis itu terus berlari dengan cepat karena jarak kamar dan taman belakang itu cukup jauh. Milania terus berlari dan tak terasa ia sudah berhadapan dengan pintu yang menghubungkan ke taman belakang.

KLEK! Milania berhasil membuka pintu itu.

Milania langsung disambut dengan hembusan angin yang damai menelusup ke dalam kemeja kebesarannya. Sejuk, tenang dan tentram itulah kalimat yang Milania pikirkan. Tanpa menunggu lama gadis itu kemudian berlari mengarah ke pohon Maple sembari terus menyeka air matanya yang terus mengalir tak henti-hentinya. Ia sangat senang dapat keluar dari penjara Byun Baekhyun.

Milania langsung terduduk dan menyandarkan dirinya di bawah pohon Maple. Angin yang terus bertiup dengan pelan membuat gadis itu betah berlama-lama disini. Milania memejamkan matanya untuk menghilangkan rasa sesak yang membebani dadanya. Ia perlahan menghirup oksigen dari hidungnya lalu mengeluarkannya melalui mulut.

Baru saja Milania mulai merasa rileks tetapi kejadian di kamar itu muncul kembali di dalam otaknya membuat Milania mengerang sambil mencengkram sejumput rumput dan mencabutnya. Gadis itu ingin menghapus semua kejadian itu agar tak berdampak buruk baginya. Tapi itu tak bisa karena setiap gadis itu melupakannya selalu saja tersisip memori peristiwa itu. Terutama bagian kissnya.

“Aku memaafkannya atau tidak sama sekali?”

Milania mengangkat tangannya mengarah ke bibir mungilnya. Ia mengusap lembut bibirnya yang sedikit bengkak itu sampai ia teringat sesuatu, “Bibir ini telah diciumnya. Apakah firstkiss ku sudah ia ambil? Dia sudah merenggut ciuman pertamaku?” pertanyaan itu terus menumpuk di pikiran Milania.

“Aku tidak membalas ciumannya sama sekali bahkan aku menutup rapat bibirku. Apa itu masih disebut firstkiss?” ujar Milania tanpa berhenti mengelus bibirnya dengan lembut.

Milania meneguk air liurnya, “Dia menciumku dengan kasar dan tak manusiawi. Apa itu masih disebut firstkiss?” Milania semakin bingung dengan semua itu. Dia tidak tahu apa hal-hal yang mengkategorikan seseorang sudah pernah melakukan firstkiss.

Milania terus memacu kinerja otaknya untuk lebih cepat berpikir. Gadis itu tampak tengah berpikir keras untuk menjawab semua pertanyaan yang ada didalam pikirannya.

“Se-sepertinya,” Milania menggantungkan kalimatnya sebelum menutup mulut dengan kedua tangannya, “Itu memang firstkiss.”

Air mata kembali mengucur dengan perlahan melewati pipi Milania. Milania menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia sangat malu. Bagaimana jika ada orang menanyakan, “Bagaimana dengan firstkiss-mu?” dan Milania harus menjawab apa? Apa dia harus berkata jujur, “Firstkiss-ku dilakukan dengan kasar dan tak manusiawi. Itu terjadi dikamar.”

Milania terus menggeleng kepalanya dengan cepat. Ia tak ingin menerima kenyataan jika firstkissnya seperti itu. Iya ingin firstkissnya dilakukan dengan lembut tanpa unsur nafsu sedikit pun. Milania ingin firstkissnya didasari dengan cinta satu sama lain.

“Ini semua karena lelaki Byuntae itu! Kau seorang Byuntae, Byun Baekhyun!”

~(˘▾˘)~***~(˘▾˘)~

Seorang lelaki paruh baya yang tengah terduduk dan berkutat dengan laptop di meja kerjanya. Matanya berpusat sepenuhnya pada layar laptop. Lelaki itu menggunakan kacamata baca lumayan tebal. Matanya melirik ke arah kanan dan kiri menandakan dia sedang membaca dengan serius. Suara ketukan keyboard membuat suasana di ruangan itu tidak terlalu sunyi.

CIT! Suara pintu ruangan kerja lelaki itu terbuka.

Mendengar suara itu membuat lelaki paruh baya itu menghentikan aktivitas membacanya untuk menatap siapa yang sudah membuka pintu. Tertangkap sebuah objek berpostur tak terlalu tinggi, rambut panjang yang tergerai indah, mata yang sembap, dan leher yang terbalut dengan syal berwarna pink bercampur dengan polkadot.

Lelaki itu mengangkat sebelah alisnya, “Hey, anakku. Ada apa kau datang kemari? Apa Baekhyun sudah menceritakan tentang perjodohan kau dan dia?” tanya lelaki itu seraya melepas kacamata bacanya dan menaruh di sebelah kanan laptop.

Ayah Milania memandang anaknya dengan penuh tanda tanya. Mengapa mata anak ini sembap? Pikir Ayah Milania. Lelaki paruh baya itu terus memandang anaknya dari atas sampai bawah. Ada yang aneh menurutnya. Sejak kapan gadis itu memakai syal? Oh mungkin hawa dirumah ini dingin jadi anak itu memakai syal, pikir Ayah Milania.

“Ayah, Aku ingin bicara. Ini penting.” Milania terduduk di sofa berwarna hitam legam di bagian kiri meja ruangan kerja Ayahnya. Gadis itu melambaikan tangan lalu menepuk-nepuk sofa sebelah kirinya mengisyaratkan agar Ayahnya duduk disitu.

Ayahnya mengangguk lalu berdiri dari kursi meja kerjanya menuju sofa yang Milania maksud.

Lelaki itu terduduk dan menyandarkan punggungnya di punggung sofa. Setelah itu ia menengok kesebelah kanan untuk menatap anaknya, “Mengapa matamu sembap, Nak?” tanya Ayah Milania penasaran sambil memasang raut wajah penuh keingintahuan.

“Sembap? Padahal aku sudah mencuci muka.” batin Milania.

Milania menggidikkan bahunya dan menggelengkan kepalanya, “Itu tidak penting.”

Ayah Milania hanya menganguk pelan sebagai jawaban sedangkan didalam hatinya ia sangat ingin tahu apa yang menyebabkan mata anaknya itu menjadi sembap.

“Kau ingin bicara apa, Nak?”

“A-aku..” Milania menghentikan kalimatnya karena lidahnya begitu kelu untuk mengatakan kalimat ini.

“Hm?” Ayah Milania bergumam sembari mempusatkan pandangannya ke mata Milania. Ayah Milania begitu penasaran, sebenarnya apa yang ingin anak bungsunya katakan.

“Aku tidak ingin dijodohkan dengan Baekhyun, Ayah.”

.

.

.

(“¬_¬)TBC (˚☐˚!!)

A/N :

Hello Readers~! Ketemu sama author lagi *bow*

Maaf ngepostnya telat!! Huhuhu T.T Sumpah demi apa nih author banyak tugas sekali jadi ngerjain FF ini sedikit terbengkalai, maafkan ya say (‘: maafkan kalau memang ada bagian yang gak nyambung, ada typos, dan ada yang kurang mengerti. Author yakin pasti di chapter ini yang komentar berkurang 😥 huhuhu sedih T.T #bagian ini abaikan|| Author minta kritik dan saran yang membangun ya (:

#curcol : Sebenernya bias author itu D.O tapi kenapa bisa castingnya Baekhyun? Author juga gatau karena author mikirnya Baekhyun buat dijadiin casting di FF ini :v hahah 😀

Apabila author telat posting FF ini disini, kalian bisa chek di salah satu blog author : http://gishafz.wordpress.com/ atau http://gishafz.blogspot.com/

Kira-kira mau dilanjut gak nih Chapter 4-nya? Ini semua tergantung readers. Kalau mau dilanjut, readers komentar yah ^^ biar author lebih semangat ngerjain dan imajinasi author keluar semua (:

Terimakasih buat para admin yang bertugas sudah memposting FF saya*bow*

Copyright ©2014 gishafz. All rights reserved.

Iklan

119 pemikiran pada “Don’t Kiss Me! (Chapter 3)

  1. y ampun baekhyun byuntae bgt
    thor jangan bikin perjodohan ini d batalkan dong kasian baekhyun kayaknya dia suka sm milania
    lanjut bc penasaran nih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s