DO or DIE ? (Chapter 1)

DO OR DIE?

goldenhydro82-do-or-die

Title : DO or DIE? [Chapter 1]

Author : Goldenhydro82 (@mnurulfah)

Cast :

-HuangZi Tao (EXO-M)

-Baek Su Min (OC)

Other cast:

-Kris(EXO-M)

-Baekhyun (EXO-K)

-Chanyeol (EXO-K)

-Chen (EXO-M)

-Lay (EXO-M)

-All Member EXO

Leght : chaptered

Genre : Fantasy, Romace, Adventure.

Rating : T

Note : maaf kalo rada gak jelas, soalnya ini pertama kali buat ff~.  Asli ide sendiri, no copas. Jangan lupa tulis kritik dan saran di comment ya^^ buat koreksian aja, supaya bisa lebih baik buat ff selanjutnya!. Terima kasih~

 

Happy Reading~

 

Haruskah aku melakukannya? Bisakah aku melakukannya? Ya,Tao kau pasti bisa!!!. Tao memantapkan langkahnya dan turun dari bus. Berjalan menuju ke sekolah barunya dan juga hidup barunya. Hidup barunya. Tao tersenyum pahit. Dia benar-benar merasa miris karena telah melepaskan hidup yang begitu indah bersama orang yang sangat ia cintai. Tidak ada orang lain di dunia ini yang ia cintai selain orang itu. Teringat akan hal itu,Tao melihat telapak tangannya lalu mengepalnya dengan kuat. Ia begitu merasa menyesal.

“annyeong haseyo.. anak-anak sekarang kita kedatangan murid baru asal China. Perkenalkan dirimu” ucap sang guru. Namun Tao hanya menunduk dan melihat seluruh ruangan kelas tanpa menegakkan kepalanya,lalu ia menatap sang guru.. cukup lama sehingga sang guru merasa takut dengan tatapan dibalik poni yang tidak tercukur rapih hampir menutupi matanya  dan menyuruh Tao untuk segera duduk.

Kringgggg….

Bel pulang berbunyi,Tao merasa lega. Ia menghembuskan napasnya dan tiba-tiba ia teringat sesuatu dan segera berlari keluar kelas. Entah apa yang harus dilakukan, ia pergi ke atap sekolah di sebuah ruangan yang cukup gelap dan banyak kardus-kardus mungkin ini sebuah gudang sekolah. Tao mengambil iPodnya dan menyelipkan earphone ke telinga. Memutar lagu kesukaannya dan orang yang sangat ia cintai.

“Tao… ma… maafkan a-aa-aku… a-aaaaku… ssssa-saaa-saarang-hae”.

Tao terbangun akan mimpinya yang mengingatkan kepada kejadian  tragis itu. Ia kembali melihat telapak tangannya dan mengepalkannya. Ia benar-benar tidak bisa menjalankan ini semua. ia merasa lelah,berdosa,dan… rindu. Ia merasa marah kepada dirinya sendiri. Tanpa di sadarinya ia mengepakkan tangannya dan keluarlah kobaran api yang begitu besar. “AAAAARRRGHHH!” Tao berteriak dan melemparkan kobaran-kobaran tersebut ke segala penjuru arah yang tepat mengenai kardus-kardus kosong. Kardus tersebut terbakar dan apinya merembet ke seluruh ruangan. Ia meluapkan seluruh amarahnya hingga seluruh tubuhnya berwarna merah dan matanya berapi-api.

“kyaaa!…” terdengar suara pekikkan yeoja. Mata ku menjelajah ke seluruh ruangan dan mendapati seorang yeoja yang tertindih balok kayu. Aku segera mengangkat balok kayu tersebut dan menggendong yeoja itu ke luar gudang. “kau tidak apa-apa?” tanyaku. “ne,terima kasih” jawabnya sambil merapikan roknya yang kotor. “siapa kau?apa yang kau lakukan di dalam?” tanya yeoja tersebut dan melihat ku penuh selidik. Aku membalikkan badan dan memilih untuk diam. “kenapa kau masih berada disini?bukankah sekarang sudah larut malam?” tanya yeoja itu yang cukup membuat ku ingin mengusirnya. “yaa! Aku bicara pada…” “PULANGLAH!” aku membalikan badan dengan mata yang berapi-api. Yeoja itu terkejut karena melihat ku seperti ghost rider. Tatapan matanya terlihat sangat ketakutan. Akhirnya aku memutuskan untuk berlari dan kembali ke dalam gudang yang sudah terbakar dan menghilang.

“kenapa dengan kaki mu Su Min?” tanya teman ku,Min Ah yang menyadarkan ku. “ah.. anniya,ha-haa-hanya terjatuh kemarin da-dari bus..” jawabku dengan sedikit terbata-bata. “benarkah?… kau itu ceroboh sekali! Lain kali,hati-hatilah…” aku mengganggukan kepala dan tersenyum untuk meyakinkannya. Ku ambil sebuah buku dan pura-pura membacanya. Aku tak ingin terlihat sedang ketakutan karena kejadian semalam. Kejadian yang benar-benar membuatku ingin mati saat membayangkannya. Namun.. benarkah ada makhluk semacam itu? Atau memang hanya halusinasi ku saja? Ah! Tidak mungkin. ATAU ITU… HAN???. “TIDAK MUNGKIN!!!” aku berteriak dengan keras untuk membantah pikiran gila ku. Seluruh murid yang ada di kelas menatap ke arah ku dengan tatapan bertanya-tanya. Aku merasa malu dan segera berlari ke luar kelas,saat di depan pintu kelas aku menabrak sesuatu. Rasanya panas. Saat menenggakkan kepala, betapa terkejutnya diriku. Ternyata itu adalah murid baru yang datang kemarin. Aku merasa tambah malu dan segera berlari menuju kamar mandi.

Su Min tidak berniat untuk kembali ke kelas karena telah mengalami kejadian yang begitu memalukan, bukan hanya karena itu saja ia juga ingin memikirkan tentang murid baru itu. Saat Su Min menabraknya, lengan namja itu begitu terasa panas. Apakah mungkin ia sedang demam?. Setelah ia mendongak dan melihat tatapan matanya ia terkejut. Tatapannya seperti busur panah berujung tajam melesat dengan cepat dan tepat menusuk jantung.  Membayangkannya saja sudah membuat bulu kuduknya merinding. Walaupun menakutkan,tapi Su Min penasaran dengan tatapan laki-laki itu. Ada hal tersirat dari tatapan matanya. Sepertinya ia sedang mengalami satu masalah yang membuat hidupnya berada di ujung tanduk. Untuk memuaskan rasa penasarannya,ia bertekad untuk mendekatinya. Dan karena hal itu juga ia melupakan kejadian semalam.

—-

Bukankah itu murid baru itu?untuk apa dia ke atap gedung sekolah?apakah aku harus menghampirinya?. Dengan perasaan ragu-ragu Su Min berjalan perlahan menghampirinya. Semakin dekat jarak mereka, semakin cepat pula detakan jantung Su Min. Ya Tuhan, bagaimana ini?aku penasaran namun aku juga takut, BAEK SU MIN! Ayolah! Kau pasti bisa!. Sekitar 1 meter jarak yang membentang di antara mereka, tao terbangun dan membuat Su min terkejut. “ehh? Kau terbangun, maafkan aku.. a-aa-aku tidak bermaksud mengganggu mu… ma-maa-maafkan aku..” Su min menundukkan kepalanya karena merasa tidak enak hati telah membangunkannya. “untuk apa kau kesini?” tanya Tao. “hmmm… aku hanya ingin meminta maaf kepada mu soal kejadian pagi tadi..” Eun ha merasa sedikit lega karena Tao bertanya kepadanya. “anggap saja kejadian itu hanya mimpi” Tao menjawab dengan sangat dingin. Sedetik kemudian suasana menjadi hening, hanya terdengar hembusan-hembusan angin sore yang menerpa gedung sekolah.

Su min merasa risih dengan suasana seperti ini, akhirnya ia duduk di samping Tao di tepi atap sekolah. “hmmm… bolehkah aku menanyakan sesuatu?…” tanyanya dengan ragu-ragu. “…..” tidak ada jawaban. Su min menengok ke arah Tao dan ternyata ia sedang bersandar kepada pagar pembatas sambil memejamkan matanya. Apakah ia tertidur? Su min membatin. Su min menatap wajah Tao, lebih tepat dengan matanya. Matanya terlihat berbeda dari orang korea kebanyakan, karena lingkaran mata abu-abu tersebut Tao terlihat seperti orang yang gagal dalam perkelahian.  “ada apa?” tiba-tiba Tao membuka matanya. “tidakkk…. apakah kau… demam?” Su min bertanya untuk menutupi rasa malunya. Tao tidak menjawabnya, namun ia seperti terlihat sedang memikirkan sesuatu. “PULANGLAH!” teriakkan Tao membuat Su min terkejut. “ada aapa?apakah kau sakit?” suara Su min berubah menjadi panik. Tao mengambil tasnya dan segera berlari. “hey, tunggu!…” Eun ha merasa heran mengapa Tao berlari. Apakah sesuatu terjadi?. Su min berniat untuk mengikuti Tao, namun karna kaki Su min yang sedang terluka ia enggan untuk berlari. Su min membalikkan tubuhnya kembali dan melihat segulung kertas berwarna coklat tua dan segera mengambil gulungan tersebut.

Langit sudah berubah menjadi gelap. Eun ha melihat arloji warna hitamnya yang melingkar dengan sempurna di pergelangan tangan kanannya yang menunjukkan pukul 8 malam. Ia melihat keluar jendela bus sambil memperhatikan kota Seoul di malam hari. Tiba-tiba ia teringat sesuatu. Ia merogoh kantong blazer sekolahnya dan mengambil segulung kertas yang ia temui. Karena penasaran, ia membukanya dan melihat isi dari kertas tersebut. “magic… horrific… hentagon…. sepertinya aku pernah mendengar kata tersebut. Namun kertas apa ini?” rasa penasaran Su min pun hidup kembali.

Seperti biasanya, setelah bel pulang sekolah Tao selalu naik ke atap gedung untuk melampiaskan perasaannya yang campur aduk. Ia duduk bersandar sambil memejamkan mata. Ia sedang mengingat kembali momen-momen yang sangat membahagiakan baginya. Saat ia bersama orang itu, tiang penyangga kehidupannya. Semua hal yang ia ketahui, diajarkan olehnya.

“aku bosan melakukan ini semua. bisakah kau mengajarkan ku jurus yang lebih menantang? Seperti naga api? Atau api bintang?”

“kau ini hanya bisa mengeluh saja.. lakukan saja apa yang ku katakan. Semua jurus itu ada waktunya…”

Tao mendengus kesal, perasaan amarahnya memuncak, emosinya tak terkendalikan. Tubuhnya berubah menjadi api yang menyala-nyala. “kau… sangat menjengkelkan!”

Dan…. BOOOOM!

Tubuh namja itu terkena jurus-jurus api yang di lemparkan Tao. Dan ia jatuh tersungkur di atas tanah.

“aku sudah muak dengan semua perkataan mu! Cih! Untuk apa aku belajar darimu toh, kamu sendiri tidak bisa mengurus hidupmu sendiri!…”

“Tao-ya… ma… maafkan a-aa-aku… a-aaaaku… ssssa-saaa-saarang-hae”

Tao terbangun dari mimpinya dengan nafas yang tersengal-sengal, detak jantung yang tidak karuan dan seluruh tubuhnya dipenuhi keringat. Matanya menjelajah ke seluruh arah dan ternyata ia berada di atas gedung sekolah. Ia mencoba menenangkan diri. Tao menelan ludah dan teringat sesuatu. Tao memeriksa kantong blazer dan celana namun tak ditemukan juga. Ia menarik tasnya dengan kasar dan membuka paksa tas namun hasilnya nihil juga.

“mencari ini?” gulungan kertas berwarna coklat dengat pita merah tersodorkan di depan matanya. Saat matanya mengikuti tangan yang menggenggam gulungan kertas tersebut ia terkejut. Dengan cepat ia menarik gulungan tersebut. Su min tertawa melihat reaksi Tao. Tanpa perintah, Su min duduk bersila di sampingnya.

“ternyata kau tertarik juga dengan legenda”

“hmmm….?”

“horrific…. itu adalah sebuah dunia yang paling menyeramkan. Belum ada satu pun manusia yang pernah menginjakkan kakinya disana. Disana terdapat sebuah negri hentagon yang hanya dihuni oleh 7 bersaudara paling ditakuti. Mereka memiliki kekuatan yang dapat membunuh manusia hanya dengan mengedipkan mata saja”.

DEGGG!

“da-daari mana… kau ta-ta-tahhu?” nada suara Tao terdengar seperti ketakutan, sesungguhnya ia senang karena teka-teki wasiat ini mulai menemukan titik awal.

“tidak mudah… aku mengumpulkan seluruh informasi yang ku dapat dari buku,internet dan mencocokkan seluruh informasi tersebut dan jadilah kesimpulan yang ku buat..” Su min tersenyum.

Giginya begitu rapih dan putih. Bibir tipis merah muda tersebut di hiasi dengan lip gloss sehingga terlihat mengkilap. Tao terpesona akan senyumannya.

“hey, Tao! Apa yang kau pikirkan? Aku bertanya padamu dari tadi. Namun kau hanya melamun saja..” ucap Su min terus terang. “ahhh… maaf..  lalu, apakah arti dari kata magic itu?dan siapa saja 7 bersaudara itu dan apa kekuatan yang mereka punya?” tanyanya dengan sangat panjang lebar. “aku tidak begitu yakin… namun aku masih mencari informasinya untuk memastikan. Ada apa?kau ingin ikut mencarinya?”. Haruskah aku menerima tawarannya?tapi, haruskah aku memberi tahunya tentang diriku?. “baiklah..” “oke! Besok setelah pulang sekolah kita akan bertemu di perpustakaan…”.

“konon katanya, beribu tahun yang lalu ada sebuah dunia dimana semua ‘lucky human’ berkumpul dan hidup bahagia. ‘lucky human’ sendiri berarti manusia yang beruntung karena memiliki kekuatan yang luar biasa. Walaupun memiliki kekuatan, mereka tetap tunduk kepada sang pencipta. Tapi, ketujuh bersaudara itu tidak mau tunduk dan patuh kepada sang pencipta. Mereka bersumpah tidak akan menyembah Tuhan dan akan memperbudak manusia sehingga mereka dapat menguasai dunia..” sekarang Tao dan Su min sedang berada di perpustakaan sekolah, ruangannya tidak begitu besar namun suasananya sangat nyaman. Ruangan yang dipenuhi dengan beberapa rak buku dan beberapa set meja dan bangku. Saat memasuki ruangan ini, bau khas buku dan aroma jeruk yang dipasang dekat pendingin ruangan tercium menjadi satu. Tao melihat sekeliling, hanya ada segelintir murid yang sedang berdiskusi dan penjaga perpustakaan, suasanya sungguh menenangkan, membuat orang enggan untuk meninggalkan ruangan ini.

“kekuatan apa yang mereka miliki? Dan bagaimana cara membunuh  mereka?” tanya Tao.  “entahlah.. aku belum mencarinya, coba kau cari di internet tentang para Atheis..” dengan sigap Tao mengetik kata tersebut di laptop milik Eun ha yang sudah tersambung langsung dengan internet dan membaca satu per satu judul artikel yang keluar.

“hey Eun ha! Siapkan buku dan pulpen mu, catat baik-baik apa yang kukatakan. Dalam artikel ini, ada beberapa maksud dari kata Atheis..” Eun ha memegang sebuah buku kecil berwarna merah dengan tangan kanan memegang sebuah pulpen. Telinga kanannya di majukan ke arah bahu Tao, rambut panjang sepunggung hitamnya yang di urai diselipkan ke belakang telinga. Tao bisa mencium aroma coklat dari rambutnya yang berkilau, matanya yang membulat seketika itu juga membuat Tao terpesona. Wajahnya yang putih, bersinar bagaikan mentari pagi.

“kenapa melamun?” suaranya membuat Tao tersadar dari pesona Su min. Tao segera menjauhkan bayangan-bayangan Su min dan mengingat prinsipnya bahwa ia tidak boleh jatuh cinta.

15 pemikiran pada “DO or DIE ? (Chapter 1)

  1. Ceritanya bgus.. tpi bingung awalnya
    And nama pemeran utamanya itu eun ha ato sumin
    Bingung
    Tpi bagus kok cuma kurang panjang aja

    Next chapt ditunggu lohh…
    Author 대박

  2. waw aku suka ff brgenre fantasy tpi aku bingung eun ha itu sypa??? typo atau bgaimana??? ffnya bagus chingu, tapi boleh aku kasih saran?? kalau ganti yg bicara bleh gk di kasih stu paragraf biar gk trlalu padet dan trlihat rapi, sbenernya gk masalah bwat aku tpi kurang rapi ajh mnurutkuu kalo ganti yg bicara gk d.ksih stu paragraf, biar yg bca d.juga lbh enak. . dan kurang panjang chingu next chap panjangin ne . . fighting chingu aku tunggu next chap . .

    • typo chingu 😦 miann-_-v
      awalnya aku juga mau pisahin kata langsungnya dr paragraf, tapi aku suka bingung sendiri jadinya-_- aku sering banget baca novel, aku baru sadar kalo model bahasa dan gaya penulisan di novel sm ff itu agak beda. makanya aku jadi gugup sendiri kalo lg nulis-_-
      tapi sarannya bagus banget loh chingu, aku kira kalo readers itu gak pernah merhatiin tentang paragraf heheheh.
      ne, di ff selanjutnya aku bakal panjangin alurnyaaa’-‘>
      gomawooo ❤ ❤ ❤

      • kalo aku d.prhatiin krena itu juga bntuk knyamanan aku mmbca, smakin nyaman smakin mudah dapetin feel 😉 . . ok chingu aku tunggu next chap yg lbih pnjang, eh tpi laynya kpan muncul?? krena ada cast lay jdinya aku bca hehehe aku biasnya lay . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s