Innocent Girl

 Innocent Girl

innocent

 

JUDUL : innocent girl

Main cast : IU,OH SEHUN,LUHAN

AUTHOR: KIM SHIE , Twitter:@lusidwimawarni

GENRE : ROMANTIC AND SAD

RATING :  PH 13 +

LENGTH : ONESHOOT

NOTE : mian kalo gaya bahasa nya ancur, hehe dimaklumin yap.. Namanya juga bukan penulis >,<              NO PLAGIAT!

———

Setelah usai mempersiapkan diri, IU pun melangkahkan kakinya untuk menuju rumah sehun yang berada tepat di samping rumahnya, dengan membawa bublle choco buatannya sebagai hadiah anniversary nya dengan oh sehun.

Hanya butuh 3 langkah untuk sampai di rumah oh sehun. Setelah sesampai gerbang, iu menarik nafas dengan pelan dan mengeluarkannya dengan perlahan. “aigoo..aku tidak boleh gugup.  aku harus berani melakukannya..fighting fighting!!” ucap iu pelan dan mulai beranjak jalan menghampiri pintu rumah oh sehun.

Tingnong..tingnong.. iu dengan pelan memencet bell rumah oh sehun. Saat iu ingin memencet bellnya untuk yang kedua kalinya,ia menurunkan tangannya kembali dan merasa panik dengan membulatkan mulutnya saat melihat gagang pintu yang mulai bergerak dan dengan mendengar suara sehun yang terucap di dalam rumah “ tunggu sebentar, aku akan keluar” ucap sehun yang masih didalam rumah , iu sontak langsung berekspresi panik dan memutuskan untuk bersembunyi di samping tembok dekat pintu.

“Nugu ?? ” ucap sehun sambil membuka gagang pintu rumahnya, sehun pun ber ekspresi bingung karna tidak ada siapapun di luar. Sehunpun merasa jengkel dan memutuskan untuk kembali sarapan. Saat baru membalikan badan untuk kembali, langkahnya terhenti karna munculnya iu secara tiba tiba di belakang tembok dekat pintu rumahnya

“HAPPY ANNIVERSARY SEHUN SHI, sekarang kita resmi satu tahun!! Hmmm, tutuplah matamu sejenak! Aku akan memberikan sesuatu untumu” ucap iu dengan tersenyum gembira yang membuat sehun menjadi tersenyum kecil, namun hanya sesaat karna sehun berusaha untuk menutupi senyumannya.

“meo? Jangan terlalu kekanak kanakan iu , apa yang ingin kau berikan? Berikan pada ku!” ucap sehun dengan penuh rasa penasarannya.

“apa kau penasaran? Jika benar, tutuplah matamu sejenaak” ucap iu yang mulai memanas karna sifat sehun yang sangat batu.

“apa kau memaksaku?” ucap sehun sambil mulai menunduk dan mendekati wajah mungil iu. “ aku tidak mau! Aku akan pergi jika kau terus memaksaku. Hmmm” ucap sehun sambil mencubit pipi iu. “ aigoo.. kau sangat chubby” ucap sehun yang terus mencubit pipi iu berkali kali dan diiringi oleh senyuman sehun yang membuat matanya semakin menyipit.

“ ahh, appayo sehun shi!! Lepaskaaann” ucap iu sambil berusaha melepaskan cubitan sehun yang semakin kencang. “tidak, aku tidak mau.. kau harus berikan hadiahmu dulu” ucap sehun yang masih mencubit pipi iu. “ aaaa kau memang batu! iyaa..iyaa lepaskan dulu cubitanmu” ucap iu dengan ekspresi wajah yang kesakitan. “ baiklah..” ucap sehun sambil melepaskan cubitannya itu.

Setelah sehun melepaskan cubitannya, iu dengan gesit mengambil cerminnya yang berada didalam  tas, tampa ia sadari hadiahnya tergeletak begitu saja saat ia lebih memilih untuk mengambil cermin didalam tasnya  “omo…pipi ku mejadi merah seperti ini. Aigoo… kau memang namja paling menyebalkan sehun shi” ucap iu dengan kesal. “ miaannn” ucap sehun dengan diirngi tawa nya dan setelah itu ia melihat kantung kecil bewarna merah jambu yang berada di samping bawah badan iu.

“ apa kah ini hadiah darimu, kenapa warna bungkusannya sangat jelek?” ucap sehun sambil mengambil kantung kecil berwarna merah jambu.

“ yaa.. bisakah kau menghargai hadiah ku?” ucap iu dengan kesal karna sikap sehun.

“ahh mian hae.. wah buble choco?” ucap sehun setelah membuka kantung kecil dari iu.. Dengan gesit sehun pun mengambil bublle choco dan meminumnya dengan nikmat.

“ apa kau menyukainya?” ucap iu dengan diirngi senyuman gembiranya. “ itu adalah buatan ku.. aku berusa…” ucapan iu terhenti saat sehun mengatakan terimasakasih dengan singkat dan cepat. “gomawoyo” ucap oh sehun dengan diirngi tertawa dan langsung pergi menghampiri mobil dan meninggalkan iu sendiri.

“aaa.. apa kau meninggalkan ku? aaaa Waee? Kenapa lagi lagi kau meninggalkan ku sehun shi!!” ucap iu dengan nada kencang dan melemparkan salah satu sandal milik luhan ke mobil yang dikendarai oh sehun yang telah beranjak pergi. “aigoo.. aku bisa gila harus terus berpacaran dengan orang sepicik kau sehun shi” ucap iu dengan pelan.

Tak disadari ucapan iu terdengar oleh luhan yang baru keluar dari pintu rumah. “ah, oppaa…” ucap iu dengan ekspresi kaget dan memukul pelan kepalanya. Luhan hanya tertawa kecil saat melihat tingkah laku iu yang lucu baginya.

“oppa.. oppa.. naik lah speda denganku, karna aku sudah berbicara yang tida tidak, aku akan mengantarmu kesekolah, aasalkan.. asalkan jangan beri tau perkataanku tadi oleh oh sehun. Please oppa! Aku bisa mati jika oh sehun mengetahui ucapan ku tadi” ucap iu sambil memohon.

“jeongmal? Apa kau bisa?”

“ aigooo aigoo, tubuh ku memang kecil tapi tenaga ku melebih superman, itu hal mudah bagiku, gajaa oppa” ucap iu sambil menarik tangan luhan dan berlari menuju sepeda yang berada didepan gerbang.

“apa oppa sudah siap? Pegangan yang erat oppaa.. kita berangkat..” ucap iu sambil beranjak pergi dengan speda sederhana miliknya. Luhan selalu memasang ekspresi wajah panik saat sedang di gonceng oleh iu. “yaa.yaa… bisakah kau pelan sedikit iu shi?” ucap luhan dengan ekspresi panik.

“aigoo.. sekarang oppa tau kan, tenagaku sangat kuat melebihi superman.. aku akan mengayuh speda ini lebih kencang oppa agar kita cepat sampai” ucap iu sambil mengayuh spedanya dengan gesit yang membuat luhan semakin ketakutan. “ yaa..yaa..yaaaa” ucap luhan dengan panik dan dengan reflex luhan pun memegang pinggul iu dengan erat yang membuat iu berekspresi kaget dan perlahan membuat  ayunanan speda iu semakin pelan.

Saat memelankan ayunan spedanya, iu membulatkan mata saat melihat mobil sehun dari kejauhan yang berada di pinggir jalan .

“oppa, lihat dipinggir sana, apa itu mobil oh sehun shi?” ucap iu sambil membulatkan mulut dan matanya. “meo? Ah Jika benar, buat apa dia memarkir mobilnya dipinggir sana ” ucap luhan sambil memandangi mobil yang masih berada di kejauhan darinya

”molla, aku akan mengeceknya oppa” ucap iu sambil mulai mengencangkan ayunan spedanya dan membuat luhan menjadi kesal akan sikap iu yang sangat perhatian oleh oh sehun. Setelah beberapa detik iu mengayunkan spedanya, iu pun sampai di tempat dimana mobil oh sehun terparkir.

“yaaa oh sehun shi? Apa kau ada didalam? Ada apa dengan mu?” ucap iu sambil menerawang kaca mobil oh sehun yang gelap. “ sehun shi.. sehun shi.. apa kau didalam? “ ucap iu sambil mengedor kaca mobilnya dengan pelan.

“ya.. iu shi, apa kau yakin kalau ini mobil sehun?” ucap luhan yang membuat iu kembali berfikir ulang. “aigoo. Benar juga ya oppa, tapi mobil ini sangat terlihat mirip dengan mobil oh sehun, oppa” ucap iu sambil mengarahkan pandangan ke luhan. “molla.. ayo kita`pergi saja iu shi, kita akan telat nanti” ucap luhan sambil menarik tangan iu dengan pelan.

Setelah memutuskan untuk pergi, oh sehun datang secara tiba tiba dari warung yang berada di samping mobilnya.

“aah akhirnya kau datang juga.. Aku sengaja memarkirkan mobilku disini untuk menunggu mu.” Ucap sehun yang saat itu belum mengetahui keberadaan luhan di samping mobilnya  yang sedang mengikat tali sepatunya.. “Ayo kita berangkat sekolah” ucap sehun sambil membuka kan pintunya untuk iu.

“ meo?” ucap iu dengan ekspresi bingung, yang membuat sehun merasa aneh. “apa kau ingin berangkat dengannya?” ucap luhan sambil berdiri setelah membenarkan tali sepatu miliknya.

“ apa kau berangkat dengannya? Lagi lagi kau terlihat sangat dekat dengan luhan hyung iu shi! Apa kau ingin berselingku dari ku? hah” ucap sehun dengan nada kencang dan memandang wajah iu dengan mata membulat yang membuat iu meneteskan air matanya.

“ hentikan tangisanmu! Kau selalu saja membuat ku kesal dan marah” ucap sehun dengan nada semakin kencang yang membuat dirinya sendiri meneteskan satu per satu air mata di pipinya. “miaannnhae.. neomu miaan..”  ucap iu dengan tangisan nya.

“yaa.. bisa kah kau tidak membuat iu menangis sehari saja, sehun shi?” ucap luhan dengan marah yang membuat pandangan sehun beralih kepandangan luhan.

“Ya luhan hyung, aku tau kau adalah hyung ku. tapi bisa kah kau tidak  merusak hubunganku dengan iu? Hah?” ucap sehun dengan pelan namun penuh dengan emosional dan mengepalkan tangannya dengan kencang yang menandakan perasaan marah dengan luhan.

Sehun mengalihkan lagi pandangannya ke iu dan berjalan pelan menghampirinya. “iu shi, berangkat lah dengan ku!!” ucap sehun dengan pelan yang berusaha menurunkan emosinya dan tersenyum kecil dengan iu.

“meo?” ucap iu dengan penuh dilemanya.

“mian, jangalah menangis lagi” ucap sehun sambil mengelap air mata di pipi iu dan memegang tangannya dengan lembut.

iu pun merasa tenang dan tersenyum kecil kepada sehun

“ ayo masuk kedalam mobilku” ucap sehun sambil menarik tangan iu dengan pelan.

Namun senyumannya memudar saat mengingat luhan yang tidak bisa menaiki spedanya sendiri dan membuat langkah kaki iu terhenti begitu saja.

“wae? Apa kau tidak mau bareng dengaku? Apa kau tidak mencintai ku lagi? Ayo masuklah dalam mobil” ucap sehun yang mengepal tangan iu semakin kencang dan mencoba menariknya lagi secara perlahan. “ya.. sehun shi..” ucap iu yang menahan genggaman tangan oh sehun dan melepaskannya yang membuat sehun merasa aneh.

“ mian hae sehun shi, aku sudah janji akan mengantarkan luhan oppa, jika aku meninggalkannya sendiri dia pasti akan merasa kebingungan bagaimana cara mengendarai speda dengan benar, kau tau kan kalau luhan oppa trauma untuk mengendarai speda sendiri?” ucap iu dengan perasaan tidak rela namun membuat luhan tersenyum kecil dengan tingkah iu yang lebih memilihnya.

“meo? Kau menolakku? Kau selalu saja lebih mementingkah luhan hyung di banding aku. Berpacaran saja dengannya!! Jangan dengan ku, kau memang Anak manja yang labil. Kita putus saja. Aku tidak ingin lagi melihatmu. Jauhi aku mulai dari sekarang” ucap sehun dengan mata berkaca dan beranjak pergi dengan membawa mobilnya.

“sehun shi.. gajimayooo.. mian haeyoo sehun shi.. kau salah paham.. jangan bersikap seperti ini pada ku” ucap iu dengan diiringi tangisan sambil memukul pelan mobil kaca oh sehun yang beranjak pergi meninggalkannya.

Oh sehun yang berada dalam mobil tanpa sadar meneteskan perlahan air mata di pipinya. “wae? Kenapa aku meneteskan airmata untuk anak manja sepertinya? Dia memang  tidak pernah bisa berubah, dia masih saja seperti dulu. Yeoja yg polos,manja dan labil. Aku sudah tidak tahan dengan sikapnya yang terlalu tidak peka seperti ini” ucap sehun sambil memukul kencang setir mobilnya dengan penuh emosional.

“oppaa… apa sikapku salah? aku hanya ingin mengantarkanmu saja, kau kan tidak bisa menaiki speda. Aku berfikir bagaimana oppa berangkat sekolah nanti kalo aku pergi lebih dulu dengan oh sehun?” ucap iu dengan diirngi tangisan yang sangat kencang.

“ya iu shi, kalau sehun benar mencintaimu, dia akan balik lagi padamu. Berhentilahn menangis! Hmm” ucap luhan sambil mendekati wajah iu dan menghapus air mata nya secara perlahan. “oppaa.. aku sangat mencintainya” ucap iu dengan diirngi tangisan sambil beranjak memeluk ke dekapan tubuh luhan yang hangat dan nyaman.

“berhentilah menangis” ucap luhan sambil mengelus kepala iu dengan lembut dan penuh kasih sayang. Walau hati luhan merasa perih, namum baginya kebahagiaan iu lebih penting dibandingkan perasaanya sendiri. Luhan sangat menyayangi iu lebih dari sekedar oppa, namun iu tidak pernah menyadari hal itu.

Sesampai sekolah, iu terus berada di samping luhan. Hening sepi yang dirasakan luhan saat bersampingan dengan iu, baginya ini adalah hal yang sangat langka. Keceriaan iu hilang bagaikan ditelan bumi. iu memandang seluruh orang didepannya dengan pandangan kosong, namun pandangannya seakan hidup kembali saat melihat oh sehun yang berjalan didepannya dari kejauhan.

“ sehun shi” ucap iu dengan pelan sambil membulatkan matanya. Jarak sehun dan iu pun semakin dekat, yang membuat sehun semakin sakit saat melihat iu dan luhan bersama. Bukan senyuman licik dan kejailanannya yang iu temui seperti biasanya saat sehun beranjak datang di hadapannya, namun hanya sebuah pandangan kosong dari sehun yang terus mengarahkan matanya kedepan tanpa memperdulikan iu dan luhan yang berada di sampingnya. Yang membuat iu membulatkan mata dan mulutnya.

“aigooo.. ya sehun shiiii!!” ucap iu dengan teriak kepada sehun yang telah pergi menghiraukannya. Sehun tetap mengarahkan pandangannya kedepan, batinnya ingin sekali datang menghapiri iu  namun emosiaonalnya melarang untuk melakukannya.

“ya oppaa.. dia menghiraukanku? Othokeo oppa? Othokeeyoe?” ucap iu dengan diiringi tangisan yng membuat siapa saja marah saat mendengar tangisannya.”ya iu shi, sudah berhentilah!! Jangan menangis sekencang ini lagi” ucap luhan dengan kekesalannya karna tidak ingin mendengar tangisan yang berisik dari iu.

Terlintas difikiran luhan untuk menghiburnya, namun ia merasa ragu karna dirinya yang tidak merasa humoris. Fikiran luhan pun ia musnahkan dan mencoba humoris untuk membuat iu memberhentikan tangisan berisiknya.

“lihat lah iu.. aku bersikap aegyoo didepanmu.. buinngg..buiinnnggg..!!!” ucap luhan dengan ekspresi aegyonya dan berusaha seimut mungkin didepan iu. iu pun berhenti menangis dan diam sejenak. “yeehhheeett!!” ucap luhan dengan gesit yang membuat iu terkaget dan beranjak menjadi tertawa terbahak bahak. Tanpa iu sadari, sehun menghentikan langkah kakinya saat mendengar iu menghentikan tangisannya dan beranjak menjadi tertawa. Sehun pun membalikan tubuhnya, emosinya semakin meluap saat melihat hyungnya sendiri memberi aegyo yehet ciptaannya yang biasa sehun berikan saat iu marah.

“aiiggooo… oppa kau sangat lucu.. berhentikan ber aegyoo! Perutku bisa sakit oppa” ucap iu dengan diiringi tertawa yang semakin parah dan mencoba untuk menghentikan aegyo luhan yang terus menerus dilakukannya. “hentikaan oppaaa” ucap iu yang kedua kalinya.

Aku tidak akan berhenti, berjanjilah dulu dengan ku agar selalu tersenyum” ucap luhan yang masih berekspresi aegyo nya. “ne, aku akan selalu tersenyum, hentikanlah oppa” ucap iu yang masih tertawa.

“bagus kalau begitu, mana jari kelingkingmu? Kita akan bersepakat” ucap luhan sambil menunjukan jari kelingkingnya. “baiklah oppa” ucap iu dengan tersenyum dan menyatukan jari kelingkingnya dengan jari luhan.

Saat melihat tingkah luhan,Sehun pun semakin memanas dan mengepal kan tangannya dengan kencang, emosinya semakin meluap dan memutuskan untuk datang menghapiri iu dan luhan.

“yaa!! Bisa kah kalian menghentikan semua ini?” ucap sehun dengan nada keras dan memanatap mata iu setelahnya. “ya iu, kau harus memilih, kau tidak boleh labil seperti ini! Siapa yang kau cintai sebarnya?” ucap sehun dengan terus menatap mata iu.

iu pun membulatkan mata dan merasa bingung apa yang telah dikatakan oleh oh sehun. Dengan gesit oh sehun menarik tangan iu dengan kencang, yang membuat iu merasa kesakitan.

“ya.. iu shi, tanpa kau jawab pun aku akan tau jawabanmu” ucap sehun yang terus memegang tangan iu.  “ yaa. Jangan terlalu kencang.. genggamanmu membuat tangan ku menjadi sakit” ucap iu sambil mencoba melepaskan genggaman sehun.

“ahh mian hae..” ucap sehun yang menghentikan langkahnya dan mengalihkan pandangannya ke tangan iu yang terlihat memerah. “aigoo.. kenapa jadi merah seperti ini?” ucap sehun sambil menghalus lembut tangan iu dan meniupnya dengan perlahan yang membuat iu tersenyum kecil.

“gomawoyo sehun shi” ucap iu dengan diiringi senyumannya. “meo?” ucap sehun yang masih maniup dan memegang tangan iu.

“ gomawo sudah membuat ku bahagia karna sikapmu yang sosweet dan juga misterius” ucap iu yang membuat sehun menjadi salah tingkah dan tertawa setelahnya.

“ ah Sehun shi, kenapa tadi kita meninggalkan luhan oppa sendiri? Kan kasihan” ucap iu sambil mengalihkan pandangannya kebelakang dimana luhan berada. pertanyaannya membuat sehun menghentikan tertawanya. dan melepaskan genggamannya dengan kencang yang membuat iu kesakitan.

“ah sehun shi, neomu appayoo”

“yaa.. bisakah kau tidak  memikirkan luhan jika bersamaku? Apa kah kau tidak sadar jika kedekatanmu dengan luhan membuat ku panas? Ha?” ucap sehun dengan penuh emosional. “omo.,. kau tidak menyebutkan namanya dengan kata “hyung” sehun shi?’ ucap iu dengan kepolosannya. “YAA!!!” ucap sehun dengan berteriak yang membuat iu menunduk ketakutan akan sifat oh sehun.

“kau memarahi ku?” ucap iu dengan mata berkaca kaca dan membuang muka setelahnya, dan melangkahkan kaki perlahan meninggalkan oh sehun untuk masuk kelas dan mengikuti pelajaran pertama. “ na, neomu saranghaeyo iu shi. Itu yang membuatku cemburu saat kau lebih memilih luhan hyung di banding aku” ucap sehun yang membuat langkah kaki iu terhenti .

“ Bisa kah kau merasakan cinta yang begitu sangat sepertiku?” ucap sehun yang membuat hati iu berdebar dan tertawa pelan, setelahnya iu pun berbalik badan.

“ ya sehun shi, luhan oppa adalah sesosok kaka cowo bagiku, aku sangat menyayanginya sebagai oppa terbaiku, luhan oppa selalu memberikan ku semangat yang membuatku semakin bangkit. Jangan lah kau membencinya karna diriku sehun shi, jika kau bertanya siapa yang ku cintai, tentulah kau . Buat apa aku terus mengejarmu? Jika aku tidak mencintaimu ? Tentu aku sangat mencintamu. Nado saranghamda sehun shi” ucap iu yang berubah menjadi iu yang dewasa dengan diringi senyuman setelahnya.

Sehun pun membalas senyuman iu yang membuat matanya semakin menyipit. Sehun pun melangkah kan kakinya satu persatu untuk menghapiri iu dan menundukan badannya untuk mendekati wajah sehun ke wajah iu. iu fikir sehun ingin mengecup bibirnya hingga iu menutup matanya namun kenyataanya salah, sehun masih sama seperti dulu, namja jail dan cuek.

“yaa iu shi, kau sudah mulai dewasa rupanya” ucap sehun sambil memberantaki rambut panjangnya yg membuat iu kaget dan membuka matanya kembali.  iu pun berekspresi kesal saat menyadari rambutnya yang telah dicatok menjadi ancur . iu terus berceloteh marah dan membuat sehun meletakan jari telunjuknya di depan bibir imut iu. Yang membuat iu terdiam dan tersenyum, sehunn yang masih menundukan badannya pun dengan gesik mencium bibir iu dengan halus dan damai.

Posisi yang begitu nyaman bagi mereka berdua namun tidak bagi murid yang  berada di dalam kelas tepat di samping iu dan sehun berciuman, sontak seluruh murid pun beranjak keluar. iu dan sehun terus berciuman tanpa menghiraukan orang disekitarnya, bagi mereka dunia bagaikan miliki mereka berdua. Murid murid semakin berteriak saat melihat sehun dan iu terus berciuman dengan waktu yang lama.

Setelah beberapa detik berlalu, sehun pun melepaskan ciumannya. Seluruh murid murid pun berteriak, bagi murid korea ini adalah hal yang sangat sosweet. Sifat sehun kepada iu membuat seluruh yeoja murid cemburu. Muka iu memerah saat mendengar teriakan para murid yang membuat iu sangat merasakan malu.

“ya iu, mian telah membuat mu menangis karna ku. aku janji akan berubah menjadi namja yang lebih perhatian denganmu dan tidak akan bersikap kasar lagi denganmu, tapi ubahlah sikap polos mu itu, jadilah diri iu  yang peka akan perasaanku, stuju?” ucap sehun yang masing membungkukan badannya.

“meo? Apa aku anak yg polos?” ucap iu dengan kesal. “iya, kau sangat polos!” ucap sehun sambil memberantaki rambutnya untuk yang kedua kalinya dan menegakan kembali badannya “ya.. sehun shii, kau membrantaki rambutku lagi. Aigoooo aigoo!” ucap iu dengan kesal sambil merapihi rambutnya.

Tampa sehun dan iu sadari, luhan memperhatikan pristiwa yang membuat hati luhan tercabik-cabik. Luhan terus membulatkan matanya saat melihat mereka berdua berciuman. Namun disisi lain hati luhan pun bahagia bisa melihat adik tercintannya yaitu sehun dan orang yang dia cintai bahagia. Luhan adalah namja berhati krystal. Tidak masalah baginya untuk merasakan sakit. Tapi bisa melihat orang yang ia cintai bahagia. Luhan mencintai iu bukan terobsesi akan diri iu maka baginya cinta tidaklah  harus memiliki.dan tidak semua perasaan harus untuk diungkapkan.. luhan pun tersenyum setelahnya..

“yaa sehun shi, itu oppa kan?” ucap iu yang melihat luhan dari kejauhan, sehun hanya mengangguk dan berkata “kau tidak menghampirinya? Aku tidak akan marah, aku akan belajar untuk menjadi lebih dewasa” . “jeongmal?” ucap iu dan berlari menuju luhan, dan diikuti sehun yang menyusul dibelakangnya.

“oppa” ucap iu dengan tersenyum manis.

“ mm? iu shi, apa kamu bahagia?” ucap luhan dengan  diiringi tawanya.

“ hmm, neomu haengbokhae  oppa” jawab iu dengan tersenyum dan menganggukan kepalanya

“ jeongmal?”

“neomu neomu jeongmal oppa” ucap iu dengan gembira

“aku akan merasa lebih bahagia jika kau juga bahagian iu” ucap luhan sambil memberantakan rambut sehun.

“ aigooo.. ini ketiga kalinya rambut ku hancur sepert ini” ucap iu dengan kepolosannya yang membuat luhan tertawa akan sikapnya.

Setelah itu luhanpun mengarahkan pandangannya ke sehun “ya sehun shi, karna kau ingin berbuah menjadi namja yang lebih perhatian, hyung akan melepas kan iu, dan hyung akan mempertanggung jawabkan perasaan iu oleh mu” ucap luhan

“ kau tau ini apa?” ucap luhan sambil memberikana kepalan tangannya oleh sehun

“meooo?” jawab sehun dengan kaget.

“hyung akan mengajarmu jika kau membuat iu meneteskan air mata sebutir saja, mengerti?” ucap luhan dengan diirngi tertawa.

“aigoo.. tanpa hyung suruh pun, aku akan melakukannya” ucap sehun yang mencoba membela dirinya dengan diiringi senyuman setelahnya.

Sikap sehun dan luhan membuat iu tertawa gembira.”ya.. ada apa dengan mu?” ucap sehun meledek.        “ meo?” jawab iu dengan kaget dan menghentikan tertawanya. Setelah itu luhan dan sehun pun tertawa karna sikap iu yang begitu lucu dan polos, dan iu pun menyusul tertawa setelahnya. Merekapun tertawa dan bahagia bersama.

SELESAI~

Hehe gimana ff nya? Jelek ya? Haha.. tolong di comment ya. Kirimin kritik dan syaran juga ya kalo bisa;)

Iklan

2 pemikiran pada “Innocent Girl

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s