Whats Wrong With EXO? (Chapter 1)

Whats Wrong With EXO?

whats-wrong-with-exo

CREDIT POSTER: Pinkeucho @bluegreenfanfiction

▼▼▼▼▼▼

What’s Wrong with EXO?

▼▼▼▼▼▼

Prolog

List of Project:

Profile Lee Kwang Soo Seosaengnim

Cara Mengatasi Rambut Rontok

Makanan Unik dari Berbagai Negara

DANGER PROJECT!! Interview with Wolf Squad

“Apa maksudnya mewawancarai Wolf Squad berbahaya?Mereka hanya sekelompok siswa kurang kasih sayang.”

“Kau itukan hanya bertugas di editor.Jelas kau tak pernah tau bagaimana rasanya berhadapan dengan mereka.Sebelum kau datang, tim bulletin kita sudah mengajak mereka interview tapi ditolak dengan tidak sopan.”

“Terserah!”

▼▼▼▼▼▼

1st Day, Go!

▼▼▼▼▼▼

Jika kalian bertanya apa itu Wolf Squad maka akan aku jelaskan hal itu. Aku tidak tau benar tentang mereka tapi cukup untuk memberi informasi kepada kalian.Wolf Squad sendiri hanya sekedar sebutan bagi geng EXO.Sebentar, pasti kalian bingung dengan EXO.Jadi, EXO sendiri adalah geng yang beranggotakan dua belas member yang katanya-uhuk-tampan. Ewww!

Lalu mereka dibagi lagi menjadi dua tim yang setiap team terdiri dari enam member. Kiss Team dan Hug Team. Entahlah, apakah mereka gemar mencium dan memeluk orang sembarangan tapi sungguh itu bukanlah hal yang sopan.Untuk mempersingkat penyebutan, karena-sungguh-repot-jika-kita-memanggil-mereka-kiss-dan-hug, jadi panggil mereka dengan sebutan XOXO.

Pertama, Kiss Team. Terdiri dari Suho, Kyungsoo, Baekhyun, Chanyeol, Kai, dan Sehun.Mereka adalah team utama di EXO.Yang dimana markas EXO sendiri ada di daerah Gangnam tak jauh dari sekolah.Jadi merekalah yang menjaga dan merawat markas mereka.

Kedua, Hug Team. Terdiri dari Luhan, Kris, Tao, Chen, Lay, dan Xiumin.Untuk sementara mereka tinggal di China untuk urusan bisnis keluarga mereka. Perlu diingat, umur mereka sama sepertiku. Tujuh belas tahun.

Aku tidak tahu bagaimana mereka—Kiss Team dan Hug Team—bisa saling kenal.Sedangkan mereka tinggal di Negara yang berbeda. Kata Saerin, mereka itu sudah berteman dari kecil. Itulah mereka bisa membentuk sebuah geng seperti ini.

Lalu bagaimana dengan Wolf Squad? Kiss Team lah yang menjadi Wolf Squad sekolah kami. Gangnam International High School.Merekalah orang-orang yang disegani setelah para guru di sekolah.Mereka menjadi pujaan, idola, dan pria idaman bagi para siswi disini.Maka dari itu sebutan Wolf sangatlah cocok bagi mereka yang sukanya merebut perhatian siswi dengancepat, secepat Wolf menangkap mangsanya.Itu pendapat anak-anak sekolah.

Aku tak memihak kepada Wolf Squad dan EXO.Aku juga tak pernah bertemu dengan mereka sejak hari pertamaku masuk ke sekolah ini.Aku tak tertarik dengan mereka. Semua seluk beluk EXO yang aku sebutkan tadi hanyalah sebuah cerita ulang dari Saerin, teman satu tim-ku di Timeline—nama majalah sekolah di GIHS.

▼▼▼▼▼▼

Deretan mobil hitam mengkilap sudah tersusun rapi di tempat parkir sekolah.Jika dilihat lagi, tempat ini tidak mirip dengan tempat parkir biasa.Entahlah aku tidak bisa mendeskripsikannya.Tempat ini sungguh luas dan tampak elite. Terlebih lagi terdapat tempat khusus dimana akan ada deretan motor-super-keren bertengger.

Tin. Tin. Tin.

Aku terkesikap setelah mendengar klakson sialan itu berbunyi bertalu-talu.Kini aku menjadi sorotan semua orang disini.Apa salahku? Apakah aku menganggu akses jalan mereka.Maksudku Wolf Squad?

Astaga.Benar.Kali ini dan entah kenapa aku bisa berdiri disini.Walaupun menurutku aku tidak terlalu dekat berdiri di wilayah mereka. Lalu, satu persatu dari mereka turun dengan anggunnya dari motor mereka dengan warna yang berbeda, ada merah, hijau, kuning, biru, hitam, dan putih. Astaga.Apakah mereka juga merupakan reinkarnasi Power Ranger?

Tampaknya dugaanku benar.Sekarang mereka membentuk sebuah formasi 1-2-3 ke belakang.Rasanya aku sudah tak tahan untuk tertawa.Tapi aku masih bertahan untuk bersikap layaknya siswa baru disini.Yah, aku harus mengikuti tradisi sekolah ini.Lalu, kenapa mereka diam?

Lama sekali mereka diam dan hanya tegak sambil memasang wajah sok keren.

Tunggu.Apakah aku boleh tertawa sekarang?

“BUAHAHAHAHAHAHA! KALIAN… KALIAN… SUNGGUH LUCU… BUAHAHAHAHA!”

Dan duar! Aku tak bisa lagi menahan ini.Aku kembali mengulang kejadian sebelumnya. Dari cara mereka turun dari motor yang secara otomatis membuat otakku memutar lagu Paradise dari T-Max, lalu warna dari masing-masing motor mereka, dilanjutkan dengan acara susun formasi yang ingin membuatku menjadi dubber dadakan dan mengatakan “Berubah!”.Dan yang lebih parahnya lagi, wajah mereka yang tidak ada cocoknya untuk memasang tampang keren.

Sementara aku berusaha untuk tenang setelah beberapa waktu tertawa terbahak-bahak di depan enam orang yang masih saja mencoba memasang wajah keren.

“Sebaiknya kalian mengatakan satu sampai lima kata saja daripada kalian hanya berdiri dan memasang wajah aneh seperti itu.”Pintaku yang masih sibuk memegang perutku yang sakit karena tertawa terlalu keras.

“Kau pikir kami badut?” salah satu dari mereka menyahut.

“Hei, nona apakah kau tidak merasa bersalah.”

“Apakah kau orang bodoh atau hanya berlagak bodoh?”

“Kau hanya ingin mencari perhatian, kan?”

“Sebaiknya kau minggir.”

Astaga (sudah berapa kali aku menyebutkan astaga). Dimulai dari Si Mata Besar, Si Siwon Palsu, Si Hitam, Si Jangkung, dan terakhir Si Imut Penggemar Eyeliner. Well, satu persatu dari mereka  menyahut perkataanku tadi.

“Baiklah.Jika kalian menginginkanku untuk meminta maaf atas kejadian bahwa aku menutup jalan akses kalian ini.” dan akupun berjalan menjauh.“Aku minta maaf.Soal bodoh tidak bodohnya aku, itu terserah kalian.Ajang mencari perhatian?Hm, aku rasa itu usulan bagus untuk project baru di Timeline. Dan, baiklah aku akan menyingkir.”Aku menjawab pertanyaan mereka sekaligus.Baiklah kali ini aku harus memberi penghargaan kepada diriku atas tindakan hebatku ini. Aku lihat mereka memasang death glare mereka. Apalagi si pucat satu ini, yang aku yakini dia adalah Oh Sehun. Well, daritadi dia hanya diam seribu bahasa sambil menatap tajam kearahku.

Sepertinya masalah ini sudah selesai.Karena tak ada satupun dari mereka yang menjawab permintaan maafku tadi. Dasar anak-anak yang tidak sopan!

Akupun berjalan meninggalkan tempat ini.

▼▼▼▼▼▼

Sepertinya aku sudah mengibarkan bendera perang kepada Wolf Squad.Entahlah aku juga tidak terlalu peduli.Kejadian di tempat parkir tadi sukses membuatku menjadi trending topic di sekolah.Sorotan mata dan bisikan tak berguna itu terus saja menemaniku berjalan menuju kelas.Sampai akhirnya saat aku memasuki kelas, Saerin langsung heboh menghampiriku.

“Yak, Minyoung-ah!Apakah kau bodoh, huh?”

Dia marah? Huh, dasar bodoh. Kenapa dia malah membela Wolf Squad ketimbang teman satu tim-nya?

“Menurutmu?” jawabku santai dan terus berjalan menuju tempat dudukku.

“Keurreom.Dari pertama masuk sekolah, kau itu sudah masuk di dalam wilayah mereka.”

“Kau lihat kursi-kursi kosong di sekelilingmu?Itulah tempat duduk mereka.Dan kau duduk di antara mereka.” Kata Saerin.

“Tunggu, coba kau jelaskan sedikit lebih terperinci.” Akhirnya, ia membuka gerbang penasaranku mengenai enam kursi kosong ini.

“Di depanmu, Oh Sehun lah yang duduk disini.Dikananmu ada Baekhyun dan dikirimu ada Chanyeol.Dibelakangmu ada Kim Jongin atau Kai, di samping kiri Kai ada Suho dan di samping kanannya ada Kyungsoo. Dan kau duduk dibelakang Sehun, di depan Kai, dikanan Baekhyun dan di kiri Chanyeol.” Saerin mengucapnya tanpa jeda sedikitpun.

Jadi enam kursi kosong selama ini adalah tempat duduk mereka. Tapi kenapa mereka tidak pernah masuk saat jam pelajaran. Aku tau.Ini pasti karena status mereka yang merupakan donator terbesar di sekolah dan lagi pula salahsatu dari mereka adalah cucu dari pemilik sekolah.

Tapi apakah dengan status mereka itu bisa membuat mereka bertindak seenaknya?

Sepertinya aku sudah salah memilih sekolah.

Aku lalu sadar dari lamunanku mengenai mereka.Dan kulihat Saerin berjalan mendekat kearahku.Ia lalu mencengkram pundakku.Rasanya, lumayan sakit.

“Sekarang apakah kau mengerti, Jung Min Young?”

Ya aku mengerti.

▼▼▼▼▼▼

Aku sedang duduk sendirian di kantin. Sekali lagi, sepertinya aku sudah mempunyai dua penghargaan.Pertama, mengenai kejadian tadi pagi. Sepertinya itu akan menjadi masalahku di kemudian hari. Dan yang kedua, ini kali pertama untukku bisa duduk di kantin sekolah.Selama ini, selama aku bersekolah di sekolah ini yang kurang lebih baru empat bulan aku hanya menghabiskan waktu istirahat di perpustakaan.

Biasanya akuakan membaca buku-buku tebal di perpustakaan. Tetapi karena aku sudah membaca buku-buku dengan kategori Cerita Fiksi yang tersusun rapi dalam satu rak tinggi maka dari itu aku sedang dalam masa hiatus.

Aku sempat berpikir keras mengenai tempat istirahatku setelah perpustakaan, seperti taman belakang sekolah. Tetapi menurutku, disana—di taman maksudku, banyak sepasang murid yang bermesraan. Itu sama sekali bukan hiburan bagiku. Bukannya aku iri dengan mereka yang bisa bermesraan di sekolah, hanya saja itu terlalu berlebihan.Apalagi jika mereka sampai berciuman. Eww!

Dan, pilihanku jatuh ke kantin sekolah. Ini jauh lebih baik ketimbang duduk di taman yang penuh dengan aura dosa.

Aku duduk di dekat jendela yang langsung menghadap ke lapangan tempat para siswa bermain sepak bola serta sekelompok siswi yang tak henti-henti berteriak histeris.

Oh, baiklah sepertinya aku harus memesan makanan untuk menemaniku duduk di kantin. Akupun membeli sekotak susu vanilla, roti isi cokelat, dan beberapa makanan ringan kesukaanku.

Sebenarnya jika dilihat dari jajanan-jajanan di kantin ini dinilai sangatlah mewah. Tidak seperti kantin sekolah biasa yang hanya menyediakan susu, roti, ramen, ataupun makanan ringan lain. Tapi disini kalian bisa menemui spageti ataupun macaroon dengan mudah.

Jika aku lihat lagi waktu istirahat masih dua puluh menit lagi.Berarti aku baru menghabiskan waktu kira-kira sepuluh menit.Ini jauh berbeda saat aku berada di perpustakaan.semuanya berlalu begitu cepat walaupun aku hanya sekedar duduk dan membaca beberapa tumpukan novel.

Entah hanya perasaanku saja atau memang ini benar terjadi.Sejak tadi siswa-siswi selalu memandangiku dengan tatapan yang aneh.Entahlah. Tapi ini sama sekali membuatku terganggu. Walaupun aku terus mencoba mengalihkan pandangan sambil menyedot susu kotak milikku yang hamper habis ataupun mengunyah kasar roti isi cokelat yang entah sejak kapan roti ini berubah menjadi keras.

“OMONAAA!”

Tiba-tiba saja di belakangku ada yang berteriak. Reflex akupun menoleh dan

“OMONAAA!” aku juga berteriak sama sepertinya karena tak kalah terkejut.

Sampai-sampai aku tersedak gara-gara susu vanilla ini.

Lalu mereka melangkah maju kearahku—dengan gaya yang sok keren—dan kulihat si pucat menatapku sinis.

 

▼▼▼▼▼▼

Tiba-tiba tubuhku membeku.Entah sejak kapan jantungku berdetak dengan cepat dan entah sudah berapa tetesan keringatku bercucuran.Kenapa aku menjadi penakut seperti ini?

▼▼▼▼▼▼

Dari enam orang-sok-keren ini hanya Si Pucat lah yang memberi tatapan yang paling sinis kearahku—bukan berarti yang lainnya tidak memasang tatapan sinis. Dia juga berjalan di depan sedangkan yang lain berada dibelakangnya. Aku mengepal tanganku kuat ketika aku menyadari bahwa mereka sudah berada di dekatku.

Aku meneguk ludahku.Matilah aku.

Apakah mereka masih mempermasalahkan hal tadi pagi?Dan apakah mereka sekarang ingin memberiku hukuman?

Lalu aku berdiri dari tempat dudukku.Astaga.Ternyata semua mata sedang menatap kearahku.Ada yang  berbisik-bisik bahkan ada yang berteriak “Matilah kau murid baru!”. Aku tatap mata Sehun.Walaupun aku harus berusaha keras untuk mendongak kearahnya.Sekarang aku tahu kenapa dia menjadi idola para siswi. Well, walaupun aku bukan penggemar mereka—Wolf Squad terutama Sehun, aku tidak bisa berbohong jika orang di depanku ini memang nyaris sempurna.

Matanya yang agak sayu, bola matanya yang indah, hidungnya yang menawan, serta bibir yang tipis dan berwarna merah muda.Semuanya tampak jelas sekarang. Karena jarak tatapku dengan Sehun hanya sekitar lima belas sentimeter.

“Baiklah.Ada urusan apa kalian menghampiriku?” tanyaku yang memang tak ingin menatap Sehun terlalu lama. Bisa-bisa aku diteror oleh penggemar Sehun yang lain.

Sehun lalu mengalihkan pandangannya kerah jendela di sebelah kiriku.

“Hyung.”Ujarnya.

Lalu Chanyeol dan Baekhyun tiba-tiba saja duduk ditempatku.Serta menyingkirkan susu kotak milikku yang sudah kosong.

“Yak, Kai, Kyungsoo, dan Suho hyung ayo cepat duduk.” Teriak Baekhyun.

Dan sekarang Kai, Kyungsoo, dan Suho sudah duduk rapi di kursi di depan Baekhyun dan Chanyeol.Aku lalu mengalihkan pandangan mereka.Apa ini? Sepertinya aku harus…

Aku merasakan tanganku ditahan oleh Sehun ketika aku hendak pergi meninggalkan tempat ini. Aku menoleh kearah Sehun tetapi ia malah masih menghadap kearah jendela. Tiba-tiba pundakku dicengkram oleh Baekhyun dan lalu ditariknya.

Lantas aku terduduk dengan kasar.Aku merasakan nyeri di bagian belakangku. Oh, mereka sungguh keterlaluan. Tak sengaja aku melihat sisa roti dan beberapa cemilanku masih berada di posisinya kecuali susu kotak yang sudah dibuang oleh Baekhyun. Dengan cepat aku rampas semuanya.

“Minggir!” aku mendongak dan ternyata Sehun malah ingin duduk di sampingku.

“Tidak mau.” Jawabku kasar serta memasang tatapan sinis kearahnya.Dia tersenyum.

Dan lagi-lagi, Baekhyun menarikku paksa kearahnya yang menyisakan ruang kosong untuk Sehun.

Ini penganiyayaan!

“Hey.” Aku berteriak.Ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi.Mereka kira aku boneka.Aku lalu berdiri dan mengalihkan pandangan kearah Baekhyun yang sedaritadi dialah yang sering menyakitiku. Hebatnya, ia hanya memasang wajah tak bersalah. “Apa kalian tidak lihat jika masih banyak tempat kosong, huh?”

“Ini tempat kami.” Timpal Si Mata Besar.

“Apa maksudnya?Jelas-jelas aku sudah duduk disini daritadi.”

“Kau baru duduk disini sekitar lima belas menit. Sedangkan kami sudah menduduki sekitar satu tahun.” Ujar Kai. “Kau tidak melihat ada gambar Wolf di meja ini?” sambungnya lagi dan menunjukkan sebuah gambar serigala tepat di tengah meja.

Sejujurnya, aku tidak tau jika gambar itu merupakan symbol mereka.Yang aku pikirkan, gambar serigala itu yah hanya sekedar gambar yang ditempelkan di setiap meja.Tetapi, tidak.Hanya meja inilah yang mempunyai gambar tersebut.

Kali ini dadaku mulai terasa sesak.Bagaimana ini?Kenapa aku bisa bertingkah seperti ini.

Aku mulai bangkit dari duduk kemudian melangkah mundur dan tatapanku masih tetap terpaku kepada mereka.

“Minyoung-ah!” tiba-tiba Saerin datang dan tak lupa memasang senyuman kepada mereka.Dan ketika pandangannya, Saerin, tertuju padaku dia lalu memberikan death glare-nya. Huh.

“Maafkan Minyoung. Dia murid baru disini.Jadi, aku mohon lepaskan dia, ne?Annyeong!”

Saerin meminta maaf kepada mereka—dasar bodoh.Ia lalu menarik tanganku, membawaku ikut dalam lariannya. Ia membawaku pergi menjauh dari mereka. Jauh.Jauh.Sampai akhirnya kami sudah meninggalkan kantin itu.

▼▼▼▼▼▼

 

20 pemikiran pada “Whats Wrong With EXO? (Chapter 1)

  1. Asik.. oh sehun jd ketua geng.. haahaha
    Berharap banyak kejutan di cerita ini nantinya.. ditunggu kelanjutannya!! 🙂

    go go power ranger! ~~
    *di jitak author*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s