Story of The First love and The Endless love (Chapter 4)

New Picture (30) 

Title                       : Story of The First love and The Endless love

Author                  : Dhini Joo

Length                  : Chapter 4

Genre                   : Family, School Life, Sad (maybe)

Main Cast           : Bae Suzy, Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Park Jiyeon

Other Cast          : Suzy oemma, Jiyeon appa, Etc.

Disclaimer          : This is my story, don’t bash, don’t plagiat and happy reading.

Chapter 4-nya udah siap nih, dan ff ini akan end di chapter ke-5, ada yang nungguin gak ya. Happy reading….

 

Story of The First Love and The Endless Love—[Chapter 4]

(Before part 3)

 

“dia menderita kanker otak, penyakitnya sudah mulai memburuk. Tolong keluarganya untuk membujuknya untuk segera kemoterapi..” kata dokter yang membuat Suzy semakin tertegun.

 

Suzy masih diam, ia keluar dari ruang dokter itu. Bejalan dengan lesu, memikirkan semua perkataan dokter itu tentang Baekhyun. Tak terasa air mata pun menetes. Suzy pun tak sadar mengapa air ,mata itu bisa keluar. Suzy memegang pipinya yang telah basah itu.

 

‘wae..? naega wae uro..? wae..?’ batin Suzy yang bingung kenapa ia mengeluarkan air matanya.

Setelah di depan pintu kamar Baekhyun, Suzy langsung menghapus air matanya. Lalu Suzy membuka pintunya, ia melihat Baekhyun sedang duduk hendak turun dari ranjangnya tadi.

“kenapa aku bisa disini..?” Tanya Baekhyun sambil memakai sepatunya.

Sebenarnya Suzy masih shock mendengar Baekhyun mengidap penyakit yang mengerikan seperti itu. Suzy melihat namja yang biasanya selalu tersenyum dan mengganggunya ini, ternyata dibalik senyumnya yang ceria terdapat sebuah lubang yang kapan saja bisa membuat namja itu jatuh kedalamnya.

“hei, kenapa kau melihatku seperti itu..?” Tanya Baekhyun yang sudah berdiri tepat di hadapan Suzy yang sedari tadi masih berdiri di pintu.

Suzy tersadar dari lamunannya tentang Baekhyun.

“kajja..” ucap Suzy kelagapan. Suzy pun langsung keluar kamar diikuti dengan Baekhyun.

Baekhyun lalu melihat cara berjalan Suzy yang sedikit menjanggal.

“hei, Suzy-ah. Kenapa dengan kakimu..?” Tanya Baekhyun yang mencoba menyamakan langkahnya dengan Suzy.

Suzy tak mengubrisnya dan tetap berjalan seraya menatap lurus kedepan. Baekhyun lalu berjongkok dan memegang kaki Suzy yang membuat Suzy kaget plus sedikit kesakitan.

“ah, apo..” ringis Suzy yang sepertinya reflex.

“hei, kakimu terluka. Ayo kita obati kakimu dulu..” Baekhyun yang sudah berdiri menatap Suzy.

Suzy lalu kembali berjalan dengan tatapan tetap lurus kedepan.

“hei, kau bisa…” perkataan Baekhyun dipotong oleh Suzy

“nan kwaenchana, aku mau pulang..” kata Suzy sambil berbalik dan melihat Baekhyun lalu kembali berjalan.

Baekhyun yang mendengar itu pun tak bisa berbuat apa-apa jika Suzy berkata seperti itu.

“sangat susah bergaul dengan gadis keras kepala yang stadiumnya sudah tinggi..” gumam Baekhyun sendiri.

Sejujurnya Suzy masih memikirkan tentang Baekhyun. Ia tak bisa berhenti memikirkan tentang keterkaitan Baekhyun dengan sebuah kata yang menyeramkan yaitu, kanker otak. Mereka sudah berada di depan rumah sakit.

“kau mengantarku menggunakan taksi kan..? berarti motorku masih di rumahmu kan..” kata Baekhyun melihat Suzy yang berdiri disampingnya.

Suzy tak melihat kearah Baekhyun. Ia masih hanyut dengan pikirannya sendiri.

“hei, Bae Suzy. Wae geure..? kenapa kau terus melamun sejak tadi berjalan..?” Tanya Baekhyun yang bingung karena Suzy tak menatapnya. Karena biasanya Suzy memang tak menjawab pertanyaannya tapi pasti selalu menatapnya.

Suzy yang tersadar pun kelagapan. Ia lalu melambaikan tangannya untuk memberhentikan taksi.

Di dalam taksi tak ada satu suara pun yang terdengar. Tapi, tiba-tiba Suzy melihat kearah Baekhyun yang duduk disampingnya.

“kwae…kwaenchana…?” Tanya Suzy dengan malu. Baekhyun tersenyum melihat Suzy bertanya seperti itu.

“apa itu penting..?”

Suzy menatap baekhyun seperti bertanya apa maksud pertanyaannya tadi.

“kau hanya mengucapkan kata yang menurutmu penting. Apa itu penting, menanyakan kondisiku..?” kata Baekhyun sembari menggoda Suzy.

Suzy diam sejenak, ia tak tahu harus menjawab apa.

“kenapa kau datang..?” Tanya Suzy tiba-tiba. Baekhyun diam menatap Suzy tanda bingung.

“kenapa kau datang kerumahku..? ada perlu apa? Dengan Jiyeon..?”

Ekspresi Baekhyun langsung berubah menjadi sedikit serius.

“masalah yang di perpustakaan tadi, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk mencampuri urusan-mu” Baekhyun berkata dengan sangat hati-hati.

Suzy menghela nafasnya, ia merubah pandangannya kea rah depan tak melihat kearah Baekhyun. Baekhyun yang menyadari bahwa akan sulit bagi Suzy untuk memaafkan jika seperti ini.

“nan jinjja mianhe, aku sangat…” perkataan Baekhyun dipotong oleh Suzy.

“apa…. Orang tua…” perkataan Suzy yang gantung itu membuat Baekhyun bingung.

Sebenarnya Suzy sama sekali tak memikirkan masalah yang di perpustakaan sore tadi. Suzy masih memikirkan tentang penyakit Baekhyun.

‘apa orang tuamu tau tentang penyakitmu..? itu yang ingin ku katakan… apa mereka tahu..?’ batin Suzy.

“wae? Orang tua ku kenapa..?” Tanya Baekhyun.

Ternyata sudah sampai di depan rumah Suzy. Mereka pun langsung turun. Suzy langsung membuka pagar dan hendak meninggalkan Baekhyun.

“Suzy, maafkan aku..” kata Baekhyun sekali lagi yang melihat Suzy sudah masuk kedalam halaman rumahnya sedangkan ia masih berada di luar lingkungan rumah Suzy.

Suzy menghentikan langkahnya. Lagi-lagi ia mengeluarkan air matanya. Suzy berusaha untuk menahannya, tapi entah kenapa kekuatan air mata itu lebih kuat. Pipinya pun sudah mulai basah lagi.

“pulanglah, jangan pergi kemana-mana lagi..” kata Suzy yang berusaha mengatur nafasnya agar Baekhyun tidak mengetahui ia menangis. Setelah mengatakan itu Suzy kembali berjalan memasuki ke rumahnya.

Baekhyun masih berdiri melihat Suzy berjalan memasuki rumahnya.

‘kenapa ia berkata seperti itu..? apa dia mengkhawatirkanku..?’ batin Baekhyun. Baekhyun masih berdiri sesaat sambil melihat kea rah Suzy bejalan tadi. Setelah itu Baekhyun pun naik ke motornya yang masih terparkir sejak ia datang ke rumah Suzy tadi.

Pada saat Suzy masuk ternyata sudah ada appa Jiyeon yang berdiri yang sepertinya menunggu Suzy. Suzy pun cepat-cepat menghapus pipinya yang basah.

“Suzy…” panggil appa Jiyeon yang terdengar tegas. Suzy pun menghampiri appa Jiyeon itu.

“kau darimana saja..? habis berkencan..? kau tahu bahwa oemma-mu tadi pingsan..?” Tanya appa Jiyeon yang sepertinya marah terhadap Suzy.

‘ah matta, oemma pingsan tadi..’ batin Suzy yang baru mengingatnya. Entah apa yang membuatnya lebih memetingkan membawa Baekhyun ke rumah sakit dari pada melihat oemma-nya.

“kenapa kau diam..?” Tanya appa Jiyteon lagi.

“mianheyo, aku salah..” kata Suzy lemas.

“lain kali, kau harus lebih memperhatikan oemma-mu. Appa membiarkanmu untuk berpacaran bukan berarti kau harus melupakan keluargamu..” pesan appa yang terkesan sangat tegas.

“ne, mianheyo. Aku salah..” Suzy mengulang kata-katanya.

“masuklah ke kamarmu, istirahatlah..” kata appa Jiyeon.

Suzy pun langsung memberi hormat dan menaiki tangga. Tapi, tiba-tiba Suzy menghentikan langkahnya dan melihat kearah appa Jiyeon.

“apa oemma baik-baik saja..?” Tanya Suzy. Appa Jiyeon tersenyum mendengar itu dari Suzy, seolah-olah itulah kata-kata yang ia tunggu sedari tadi.

“ne, kau beristirahatlah..” kata appa Jiyeon tersenyum.

Suzy memasuki kamarnya dengan lesu. Ia melihat Jiyeon sudah terlelap di atas tempat tidurnya. Bukannya Suzy langsung menuju ke tempat tidurnya untuk melepas semua penatnya, ia malah duduk di meja belajarnya dengan tatapan yang kosong. Suzy kembali memikirkan tentang Baekhyun. Tiba-tiba Suzy membuka laptopnya dan ia mengetik sebuah kata yang ia pikirkan sedari tadi, ‘kanker otak’.

Suzy melihat beberapa artikel tentang kanker otak. ‘ciri-ciri kanker otak, penyebab kanker otak, akibat kanker otak’ semua artikel yang Suzy lihat, Suzy pun membukanya. Matanya mulai berkaca-kaca lagi setelah membaca beberapa akiba kanker otak. Di situ tertulis ‘mengeluarkan darah dari hidung, sering mual dan ingin muntah’.

Lalu Suzy mengingat pada saat di perpustakaan yang Baekhyun tiba-tiba mengeluarkan darah segar dari hidungnya. Suzy juga mengingat pada saat Baekhyun memegangi perutnya dan berlari ke toilet untuk muntah.

Pipinya mulai basah lagi. Air matanya mengalir dengan lembut di pipi Suzy. Matanya masih terbuka lebar karena membaca artikel itu. Sedangkan air matanya masih terus bergilir untuk keluar dari pelupuk matanya. Tiba-tiba tangisan Suzy semakin keras, ia reflex membekap mulutnya sendiri agar suara tangisannya tak terdengar. Tangisan Suzy semakin pecah, ia membekap mulutnya semakin kuat.

***

Suzy memperhatikan pelajaran dengan sangat serius. Chanyeol lalu menatap Suzy yang duduk disebelahnya. Tapi kali ini tatapan Chanyeol berbeda, bukan seperti biasanya. Tatapan Chanyeol seperti tatapan yang kecewa, sakit hati. Tiba-tiba terdengar suara dari loadspeaker.

 

“annyeonghaseyo, tolong perhatian seluruh murid dan guru”

Jung ssaem yang sedang menulis di papan tulis pun berhenti menulis.

“hei, dengarkan..” teriak Jung ssaem.

 

“tolong diharapkan sekarang semua kelas untuk membersihkan kelasnya masing-masin, karena aka nada pemeriksaan oleh kantor pusat. Tolong kepada guru yang sedang mengajar untuk membimbing mereka, kamsahamida…” pengumuman itu selesai.

Kelas mulai ricuh dengan murid-murid yang merasa senang karena mereka tidak harus melanjutkan pelajaran mereka.

“hei, diam. Cepat bagi yang namja segera membuang sampah dan mengangkat meja ke belakang kelas. Bagi yang yeoja, ambil sapu dan juga membersihkan penghapus beserta papan tulisnya. OSEO…” kata Jung ssaem tegas.

Murid-murid pun tidak bisa protes dan segera melakukan tugasnya. Suzy langsung membereskan bukunya dan memasukkannya kedalam tas. Lalu Suzy menuju kearah belakang kelas untuk mengambil sapu. Setelah menyapu Suzy mengumpulkan sampahnya lalu memasukkannya ke tong sampah. Suzy melihat sekelilingnya yang sangat sibuk. Suzy yang merasa tugasnya sudah selesai pun memutuskan untuk keluar kelas.

Suzy menyusuri koridor sekolah. Lalu Suzy melewati kelas Baekhyun. Suzy melihat kearah dalam kelas lewat jendela. Terlihat sepi, mungkin karena kelas ini di tugaskan untuk membersihkan lapangan. Tapi Suzy lalu melihat Baekhyunyang sedang mengangkat beberapa meja. Baekhyun membawa beberapa meja sekaligus untuk dikumpulkan di bagian belakang kelas. Suzy pun menghampirinya lalu ia memegangi meja yang di pegang Baekhyun. Baekhyun lalu kaget, ia melihat kearah sebelah kirinya dan ia melihat Suzy.

“a..apa yang kau lakukan..?” Tanya Baekhyun yang bingung dan juga terkejut melihat Suzy berada disampingnya secara tiba-tiba.

“palli, ini sangat berat..” Baekhyun pun segera berjalan beberapa langkah lalu meletakkan mejanya di lantai.

“kenapa kau berada disini..?” Tanya Baekhyun yang berusaha untuk duduk diatas meja.

“hanya lewat..” jawab Suzy datar. Baekhyun tersenyum seakan bahwa ia tahu alasan sebenarnya.

“eiii, kau ingin membantuku kan..?” goda Baekhyun.

Suzy menatap Baekhyun lalu pergi berjalan hendak keluar dari kelas Baekhyun. Tapi, Suzy menghentikan langkahnya setelah melihat bayangan Baekhyun di sebuah termos yang berbahan dasar stainless. Suzy melihat dengan mata yang terbuka lebar, Suzy sedikit shock melihat Baekhyun dari termos itu sedang memegangi kepalanya dengan kuat karena merasa kesakitan. Suzy menatapnya dengan sedih. Suzy ingin sekali membantu Baekhyun. Tapi, apa yang bisa ia lakukan.

‘eotteokhae..? ya tuhan, tolong hentikan rasa sakit itu..’ batin Suzy.

Suzy pun memutuskan untuk pergi. Ia tak mau melihat itu semua lagi. Suzy  pun terus berjalan, pada saat berada di pintu Suzy menoleh ke rah Baekhyun sesaat. Baekhyun masih tampak memegangi kepalanya dengan kuat tapi Baekhyun tidak menyadari bahwa ia sedang dilihat oleh Suzy. Suzy pun langsung meninggalkan Baekhyun.

Suzy berjalan dengan lemas. Di dalam pikirannya, ia masih memikirkan Baekhyun yang memegangi kepalanya dengan kuat. Mata Suzy mulai berkaca-kaca. Tiba-tiba ada seseorang yang beridri di hadapan Suzy. Sebelum menatapnya Suzy membersihkan matanya yang berair tadi.

“ada yang mau ku bicarakan denganmu..” kata Chanyeol.

***

Suzy dan Chanyeol sedang berdiri berhadapan di pojok tangga.

“apa kau menyukaiku..?” Tanya Chanyeol dengan nada yang datar.

Suzy menatapnya dan tak menjawab.

“jawab aku, aku sedang bertanya..” Chanyeol yang mulai tegas. Suzy menatapnya bingung karena Chanyeol tidak pernah se-serius ini sebelumnya.

“sudah kubilang sedang kucoba..” jawab Suzy.

“sampai kapan…?”

Suzy terlihat bingung dengan apa yang di ucapkan oleh Chanyeol.

“apa maksudnya..? tentu aku akan terus berusaha untuk menyukaimu atau bahkan mencintaimu..” kata Suzy yang mulai terlihat kesal karena perkataan Chanyeol membuatnya bingung.

“ani, maksudku bukan sampai kapan kau akan berusaha untuk menyukaiku. Tapi sampai kapan kau akan memainkan perasaanku..” kata Chanyeol yang sepertinya sangat kecewa.

Suzy membelalakkan matanya.

“aku sudah mendengar semua pembicaraanmu dengan Baekhyun kemarin sore..” kata Chanyeol.

 

[Flashback On >>]

Chanyeol mengelap keringatnya dengan handuk lalu memakai jam tangannya sambil melihat jam berapa.

“jam 15.30. apa Suzy masih belajar dengan Baekhyun..? ah, aku aku akan pulang bersamanya..” gumam Chanyeol sendiri.

Chanyeol pun memakai tas ranselnya sambil melambaikan tangan kepada teman-temannya yang sedang duduk melepas kepenatan setelah bermain sepak bola.

Chanyeol berjalan menuju kea rah perpustakaan. Sesekali ia pun mengambil minumannya dan meminumnya. Setelah ia sampai di depan perpustakaan, ia melihat kearahj dalam karena memang pintunya pintu kaca yang tembus pandang. Chanyeol mencoba mencari Suzy. Setelah melihat Suzy Chanyeol pun tersenyum dan menghampiri Suzy. Tapi Chanyeol menghengtikan langkahnya karena terdengar suara Suzy yang keras dan terdengar seperti marah.

 

“memang apa perduliku..? kenapa kalau mereka sakit hati..? apa ada hubungannya denganku..” Suzy dengan nada menantang dan marah.

Chanyeol diam mematung. Chanyeol ingin mendengar yang lebih jelas lagi.

‘apa maksudnya..?’ batin Chanyeol.

 

“jadi kau hanya mempermainkan Chanyeol…?”

 

“geure, aku mempermainkannya untuk membuat Jiyeon cemburu. Wae..?” Suzy mulai menunjukkan kemarahannya.

Chanyeol sangat terkejut ketika mendengar itu.

‘jadi yang ia maksud sakit hati itu, aku..? dia mempermainkanku..?’ batin Chanyeol yang terlihat sangat kecewa dan sakit hati.

 

“apa kau tidak mempunyai hati..? bagaimana bisa kau memainkan hati orang lain…” Baekhyun pun terlihat marah karena kelakuan Suzy yang sudah kelewat batas.

Chanyeol pun langsung meninggalkan  Suzy dan Baekhyun. Chanyeol langsung berjalan keluar dengan kecewa dengan perkataan Suzy.

 

[Flasback Off <<]

Suzy terlihat shock karena ternyata Chanyeol mendengar yang ia katakan kemarin.

‘bagaimana ia bisa mendengarnya..?’ batin Suzy.

“selama ini aku benar-benar serius denganmu. Aku berusaha untuk tidak mempermainkan yeoja lagi, aku akan berusaha untuk tulus padamu, menjagamu, melindungimu. Tapi disaat aku ingin berubah malah yeoja yang membuatku ingin berubah yang mempermainkanku, apa ini karma untukku..?” Chanyeol terlihat sedih. Chanyeol pun meninggalkan Suzy.

Suzy sebenarnya merasa tidak enak hati. Ia merasa bersalah. Suzy hendak menahan kepergian Chanyeol dengan menahan tangannya. Tapi, Suzy ragu-ragu untuk melakukannya dan Suzy pun membiarkan Chanyeol pergi. Suzy hanya melihat kepergian Chanyeol, ia merasa sudah sangat keterlaluan. Ia mempermainkan hati seseorang hanya untuk kepuasan hatinya untuk melihat orang yang ia benci menjadi sakit hati.

Di kelas Suzy sekarang tidak ada guru yang mengajar. Jadi mereka bebas, ada yang belajar, ada yang lari-larian atau mengobrol dengan teman-temannya. Suzy termasuk yang mengulang pelajaran. Suzy membaca buku-buku pelajarannya.

Lalu entah apa yang membuat Suzy menatap Chanyeol yang duduk di sebelah kanannya. Suzy melihat Chanyeol yang sedang membaca sebuah komik. Lalu Chanyeol yang mungkin sadar bahwa ia sedang dilihat oleh seseorang pun menoleh ke sebelah kirinya. Suzy sedikit terkejut karena Chanyeol melihat ke arahnya. Tapi tak seperti biasanya yang Chanyeol selalu memulai pembicaraan, Chanyeol malah berdiri menghampiri meja Jiyeon.

Mata Suzy kembali ke bukunya. Lalu ia kembali melihat kea rah depan, dan ia melihat Chanyeol sedang tertawa dengan lepas bersama dengan Jiyeon.

‘mengapa aku begitu jahat..?’ batin Suzy.

Suzy hanya melihat Chanyeol dengan tatapan merasa bersalah. Sebenarnya Suzy ingin meminta maaf, tapi entah mengapa kata itu terlalu berat untuk diucapkan. Selama hidupnya ia belum pernah mengatakan maaf untuk seseorang.

***

Keesokan harinya. Suzy dan Jiyeon sedang sarapan, mereka duduk berhadapan.

“neo, kau sudah putus bukan dengan Chanyeol..?” Tanya Jiyeon wajah yang tersenyum.

Suzy hanya diam dan menatap tajam Jiyeon.

“ah, ternyata benar… baguslah, Chanyeol pasti sudah bosan dengan yeoja sepertimu..” kata jiyeon yang mulai membuat Suzy panas.

“apa maksudmu..?”

“ya.. yeoja sepertimu itu biasanya itu hanya disebut yeoja semalam. Setelah semalam akan dibuang..” kata Jiyeon sambil tersenyum licik.

Suzy makin menatap tajam lalu mengebrak meja makan dan langsung pergi meninggalkan Jiyeon.

***

Waktu istirahat pun tiba. Suzy membereskan buku-bukunya lalu Suzy berdiri dan melihat ke sebelah kanannya yaitu Chanyeol. Chanyeol melihat Suzy, Chanyeol lalu berdiri tapi ia menuju kearah meja Jiyeon.

“Jiyeon-ah, kajja..” ajak Chanyeol.

“oe, Chanyeol-ah.. kajja” Jiyeon pun bangkit dari tempat duduknya.

Suzy hanya melihatnya.

‘aku ingin mengatakan maaf, tapi kau baru melihatku saja…’batin Suzy.

***

Setelah istirahat ternyata ada rapat guru. Murid-murid pun merasa bebas. Sedangkan Suzy tetap duduk di kursinya sambil membaca buku. Chanyeol sedang bermain sepak bola karena memang tak ada guru. Sedangkan Jiyeon asyik bergosip dengan teman-temannya.

Tiba-tiba ada seorang namja yang tiba-tiba berdiri disamping meja Suzy. Suzy pun mendongak ke atas untuk melihat wajah namja itu. Dan ternyata itu adalah Baekhyun.

“ayo kita ke perpustakaan..” ajak Baekhyun dengan ceria.

“untuk apa..?”

“sekarang lagi kosong, aku merasa bosan. Jadi, aku akan ajarkan materi selanjutnya sekarang. Dan kulihat kau juga tidak terlalu sibuk” kata Baekhyun.

Suzy lalu mengambil beberapa bukunya dan pergi mendahulukan Baekhyun. Ternyata murid-murid yeoja yang sedari tadi melihat Baekhyun dan Suzy pun sedikit bingung.

“ada apa dengannya..? bukankah dia berpacaran dengan Chanyeol..?” kata Hyomin.

“dia sudah putus dengan Chanyeol, dia pasti ketahuan selingkuh dengan Baekhyun” kata Jiyeon sambil melirik Baekhyun yang masih berdiri di meja Suzy.

Baekhyun pun langsung pergi menyusul Suzy yang sudah pergi duluan.

‘Suzy putus dengan Chayeol..? apa karena aku..?’ batin Baekhyun.

“tapi, setahuku mereka hanya sebatas teman..” kata Eunjung yang membuat Jiyeon dan Hyomin menatapnya.

“maksudmu apa..?” Tanya Hyomin.

“iya, kau tahu kan kalau Baekhyun juara 2 olimpiade untuk bahasa inggris…?’

“ne..” kata Hyomin yang memasang wajah penasaran.

“Suzy memintanya untuk mengajarkannya, setiap pulang sekolah pasti mereka ke perpustakaan” jelas Hyomin.

Jiyeon hanya diam mendengar itu dari Hyomin.

‘jadi selama ini pelajaran tambahan yang ia maksud ini..?’ batin Jiyeon.

***

Suzy sedang mencatat apa yang Baekhyun jelaskan tadi. Baekhuun pun menulis tugasnya yang belum selesai. Suzy berhenti menulis untuk merenggang otot-otot tangannya yang pegal karena menulis terlalu panjang. Lalu Suzy melihat Baekhyun menulis. Tapi tangan Baekhyun tak bergerak. Suzy sedikit shock melihat itu.

Sedangkan Baekhyun yang tak sadar bahwa ia sedang dilihat oleh Suzy pun masih berusaha untuk menggerak tangannya untuk menulis. Suzy lalu mengingat bahwa ini adalah salah satu akibat dari kanker otak yaitu kelumpuhan sebagian atau seluruh anggota tubuh.

Suzy masih terus melihat itu, ia tak tahu apa yang harus ia perbuat. Sedangkan Baekhyun masih berusaha untuk menggerakkan tangannnya. Suzy lalu memegang tangan Baekhyun yang membuat Baekhun menatap Suzy.

“ayo kita makan ice..cream” Suzy terlihat ragu sambil menatap Baekhyun. Baekhyun terlihat bingung.

“oe..? oh, ne.. kajja..” Baekhyun menganggukkan kepalanya ragu.

‘apa dia tahu..? tapi, darimana ia tahu..? ah, tidak mungkin dia bisa tahu’ batin Baekhyun

Suzy yang tersadar pun langsung melepas genggamannya ke tangan Baekhyun lalu langsung berdiri. Baekhyun lalu membereskan buku-bukunya tapi Suzy mungkin yang geregetan karena Baekhyun kembali menggunakan tangannya pun langsung menarik tangan Baekhyun.

“bukunya tinggalkan saja..” Baekhyun pun berdiri karena tarikan dari Suzy.

Suzy dan Baekhyun duduk di kursi yang berada di bawah pohon yang rindang di taman belakang sekolah mereka. Mereka duduk sambil melahap ice cream mereka masing-masing.

“ayo kita bermain game..” ajak Baekhyun sambil melihat kearah Suzy yang duduk di samping kanannya.

“game apa…?” kata Suzy dengan datar yang melihat kea rah Baekhyun.

Bukannya menjawab, Baekhyun malah tersenyum bahagia sambil melahap ice creamnya lagi. Suzy merasa aneh terhadap sikap Baekhyun.

“wae..? apa yang lucu..?”

Baekhyun lalu melepas tawanya yang membuat Suzy memandangnya dengan aneh. Baekhyun lalu menatap Suzy.

“ternyata kau telah berubah..” kata Baekhyun tersenyum. Suzy masih menatapnya.

“kau, kau mulai menjadi orang yang menarik..” kata Baekhyun.

“apa maksudmu..?”

“ani, ayo kita main game…. Oh ya, nanti aku akan bertanya sebuah pertanyaan dank au harus menjawabnya dengan jujur, kalau kau bohong kau akan…..” Baekhyun menggantungkan kata-katanya.

“mwo..?”

“akan kucium..” kata Baekhyun yang mendekatkan wajahnya ke wajah Suzy yang membuat Suzy menatapnya sangat dekat, bahkan hidung mereka sudah tinggal tiupan angin maka hidung mereka bisa menempel.

Setelah sadar Suzy buru-buru menjauhkan wajahnya dan melahap ice creamnya. Baekhyun yang sepertinya salah tingkah pun melahap habis ice creamnya.

“memangnya ada game seperti itu..?” Suzy memulai pembicaraanya setelah mereka merasa malu.

‘dia benar-benar berubah..’ batin Baekhyun. Baekhyun tersenyum menatap Suzy.

“tentu saja ada, baiklah karena kau yeoja aku akan membiarkanmu untuk bertanya tentangku duluan” kata Baekhyun.

Suzy pun langsung mengingat tentang kanker otak yang di miliki oleh Baekhyun. Ekspresi Suzy sangat tidak bisa di tebak, serius, sedih, iba, kasihan. Entah apa yang Suzy rasakan.

“mwo..? palli..” Baekhyun yang terdengar tidak sabar.

“apa…. kau mempunyai orang tua..?” Tanya Suzy yang sedikit ragu.

Bakhyun tertawa mendengar pertanyaan Suzy.

“hahaha… pertanyaan macam apa itu..? hahaha..” Baekhyun tertawa dengan lepas. Sedangkan Suzy sama sekali tak tertawa ia hanya melihat Baekhyun dengan tatapan yang sulit diartikan.

‘apa kau mempunya orang tua? Apa orang tuamu tahu tentang penyakitmu? Bagaimana perasaan mereka saat mendengar tentang penyakitmu itu? Itu yang ingin ku tanyakan sebenarnya..’ batin Suzy yang sepertinya sangat frustasi karena ia tidak bisa menyampaikannya.

Baekhyun pun berhenti tertawa dan mulai menjawab pertanyaan Suzy.

“aku hanya punya oemma, aku sangat mencintainya..” jawab Baekhyun sambil menatap lurus kedepan.

“wae? Kenapa kau sangat mencintainya?..” Tanya Suzy lagi yang ikut memandang lurus kedepan.

“karena dia yang pertama, orang pertama yang aku lihat di muka bumi ini adalah oemma. Semua hal yang aku lakukan pertama kalinya pasti dia orang pertama yang melihatnya. Pada saat aku mulai bicara, berjalan, berlari pertama kali aku melakukannya pun di depan oemma. Saat aku terluka, orang pertama yang melihat lukaku adalah oemma” kata Baekhyun yang terlihat sangat damai dan tentram menceritakan tentang oemma-nya.

“appa..?”

“eobsseo… aku tidak tau dia pergi kemana. Tapi, aku tidak pernah mempermasalahkan dia tidak ada bersamaku sekarang. Aku sudah sangat bahagia hidup bersama oemma-ku” Baekhyun menoleh kearah Suzy, Suzy pun melihat Baekhyun.

“hei, kau bertanya banyak sekali..” kata Baekhyun yang baru tersadar.

“bukan salahku..” Suzy tak perduli sambil melahap habis ice creamnya.

“aish… kenapa aku selalu tertipu denganmu..” Baekhyun terlihat kesal. Suzy hanya diam tak mengubrisnya.

“baiklah, sekarang giliranku. Ceritakan tentang appa-mu..” kata Baekhyun dengan suara tegas dan lantang.

Suzy yang sangat terkejut pun tersedak.

“uhuk…uhuk..” Baekhyun lalu memukuli punggung Suzy pelan.

Suzy lalu menepisnya kasar dan menatap Baekhyun tajam.

“wah, akhirnya kau kembali seperti biasanya..” kata Baekhyun yang melihat Suzy tiba-tiba berubah.

“apa maksudmu..?” Tanya Suzy ketus.

“ya, kau harus menceritakan tentang ayahmu. Kalau tidak kau akan ku cium..” Baekhyun sedikit mengancam.

“kau mencoba menipuku..?” Suzy mulai terlihat marah.

“hei, kau juga pernah menipuku. Cepat ceritakan, aku tidak mau tahu alasanmu” Baekhyun tersenyum jahil.

Suzy mendengus kesal. Ia menatap Baekhyun taja sedangkan Baekhyn hanya tersenyum jahil. Suzy lalu diam dan berfikir keras.

‘eotteokhae..? apakah aku harus mengatakannya..?’ batin Suzy yang khawatir.

“apa yang kau tunggu, palli. Akan kucium kau..” ancam Baekhyun lagi sambil berusaha mendekatkan wajahnya lagi ke wajah Suzy tapi Suzy menjauh.

‘kau harus menceritakannya, aku tidak mau mati penasaran’ batin Baekhyun.

“tapi…” Suzy terlihat ragu.

“aish, palli..” paksa Baekhyun.

Suzy menarik nafasnya dalam-dalam.

“aku benci appa-ku, sangat membencinya. Setiap aku menonton drama yang pemainnya terkena amnesia, aku selalu berdoa agar aku terkena amnesia agar aku tidak mengingatnya” kat Suzy dengan berat dan berusaha menahan rasa sedihnya.

Baekhyun yang mendengar sambil melihat Suzy pun merasa kasihan, walaupun ia masih sedikit bingung.

“kenapa kau membencinya..? seberapa besar kau membencinya?” Tanya Baekhyun.

Suzy lalu menatap Baekhyun dalam dan menarik nafasnya dalam-dalam.

‘ini pasti berat baginya’ batin Baekhyun. Baekhyun pun mencoba menenangkan Suzy dengan mengelus pundak Suzy pelan dan penuh perasaan.

“kwaenchana, ceritakan saja padaku..” Suzy lalu mencoba menceritakannya.

“aku membenci appa-ku sebesar kau mencintai oemma-mu..”

“ne..? bagaimana bisa kau membencinya seperti itu..?” Baekhyun memasang wajah tak percaya, terlihat juga dari nada bertanyanya kepada Suzy.

appa-ku menjualku dan oemma-ku…” Baekhyun langsung membelalakkan matanya dan reflex membuka mulutnya karena sangat terkejut dan masih sulit dicerna oleh otaknya.

“men….ju..al..? neo…?” Baekhyun sangat terkejut mendengar itu.

Baekhyun dan Suzy saling bertatapan dengan dalam. Baekhyun menatap dengan sangat kasihan dan iba sedangkan Suzy menatap dengan tatapan berat.

“aku bukan lagi yeoja yang suci, aku sudah kotor. Sebenarnya aku marasa tidak enak hati dengan Chanyeol, dia mencintaiku dengan tulus. Tapi, dia berhak mendapatkan yeoja yang lebih baik dari pada aku. Namja seperti Chanyeol tidak pantas bersamaku, terlalu berharga bagiku” Baekhyun lalu melepaskan tangannya yang sedari tadi memegang bahu Suzy. Ia terkesan sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Suzy.

“Sekarang kau pasti menjauhiku, aku tahu. Ini bukan yang pertama kali. Gumawo sudah mau mendengarnya..” Suzy hendak berdiri dan meninggalkan Baekhyun.

Tapi, Baekhyun lalu menarik tangan Suzy yang membuat Suzy terduduk kembali dan Baekhyun memeluknya. Suzy terkejut dan membelalakkan matanya.

“kwaenchana, menangislah..” kata Baekhyun yang masih memeluk Suzy.

Suzy masih diam dan tidak percaya Baekhyun sedang memeluknya.

“uro..” kata Baekhyun lagi.

Mata Suzy mulai berkaca-kaca. Suzy berusaha menahannya tapi apa mau dibuat. Air matanya sudah berada di pelupuk mata Suzy dan sudah mulai mengalir membasahi pipi Suzy. Suzy mulai menitikkan air matanya. Baekhyun yang merasa bahunya sudah mulai basah pun mengetahui bahwa Suzy sedang menangis. Tangisan Suzy pun semakin keras. Suzy mendekatkan mulutnya kebahu Baekhyun agar suara tangisannya tidak terdengar Suzy terus menangis. Baekhyun lalu mngusap punggung Suzy berusaha untuk menenangkan Suzy.

Tiba-tiba Baekhyun berhenti mengelus punggung Suzy lalu memegang kepalanya kuat.

‘aish, kenapa sekarang..’ batin Baekhyun.

Baekhyun mencoba menahan rasa sakitnya, ia berusaha tidak mengeluarkan suara agar Suzy tidak mengetahuinya. Tapi, Suzy merasa bahunya basah. Suzy pun berusaha berhenti menangis.

‘apa dia menangis..?’ batin Suzy.

“Baekhyun-ah..” panggil Suzy sambil berusaha untuk melepaskan pelukannya kepada Baekhyun.

Baekhyun tidak bergerak sama sekali.

“Baekhyun-ah..” panggil Suzy lagi lebih keras.

Baekhyun pun tetap tidak bergerak. Suzy pun memutuskan untuk melihat wajah Baekhyun yang berada di bahu Suzy. Suzy sangat tyerkejut melihat Baekhyun tidak sadarkan diri, dari hidungnya keluar darah segar. Suzy pun langsung mendorong tubuh Baekhyun agar ia bisa melihat lebih jelas, Suzy mendudukan Baekhyun seperti tadi Baekhyun duduk.

“Baekhyun-ah…? Baekhyun-ah..” Suzy mencoba menyadarkan Baekhyun.

Tapi Baekhyun tetap tidak sadar. Suzy pun hendak berdiri dan memanggil bantuan tapi pada saat ia berdiri Chanyeol berdiri di hadapannya.

“Chanyeol-ah, palli. Bawa Baekhyun..” Suzy terdengar panik. Chanyeol hanya diam dan menatap Baekhyun dan Suzy secara bergantian.

“MWOYA… PALLI…” teriak Suzy yang makin panic karena Chanyeol masih tetap beridri.

–TBC–

14 pemikiran pada “Story of The First love and The Endless love (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s