THE CHASE (Chapter 1)

title: THE CHASE

author: EL (@chrscyn)

co-author: kxanoppa (@berty5192)

cast: all EXO members

rate: general

genre: fantasy/supranatural, adventure, alternative universal, bromance, tragedy, mystery

lenght: chapter

poster: Jungryu14

 qzawoy3mx40ek0j4g

EL: berhubung author sedih karena game kesukaan author ditutup, jadi author mencoba membuat cerita game kesukaan author (grand chase) menjadi versi exo, namun author beri perubahan. ini author lakukan untuk salam perpisahan dengan game itu. oke. read, comment, like. gomawo. trailer bisa dilihat disini.

kxanoppa: penggunaan nama tempat, istilah, nama-nama tokoh kami ambil dari game grand chase. tapi untuk jalan cerita, alur, penokohan semua murni hasil pemikiran kami selaku authors. so please don’t do such plagiarism. hargai karya kami ini, no copy, no bash. please RCL and suggestions are sure welcome J

+++

{Chapter 1}

Gerbang kerajaan telah dibuka, mempersilahkan para manusia dan elf yang berkepentingan untuk berhadapan langsung dengan ratu Serdin. Saat itu tengah diselenggarakan upacara penobatan di

kerajaan Serdin.

Ratu pun membuka suaranya, “Wahai anak muda, hari ini aku menobatkanmu sebagai ksatria pedang terhebat nomor dua di seluruh negeri.”

Seorang pemuda terpilih yang awalnya menundukkan kepalanya seraya berlutut tanda hormat di hadapan singgasana ratu tiba-tiba mendongakkan kepalanya dengan tidak sopan. Ekspresi tak suka kentara sekali di wajahnya. Sifat aslinya pun terlihat.

“Maafkan hamba, yang mulia, bukan maksud hamba bersikap tidak sopan. Tetapi atas dasar apa engkau menobatkan hamba menjadi yang nomor dua? Siapakah orang tersebut yang menjadi nomor satu?”

Ratu Serdin tertawa lembut, “Anak muda, kau benar-benar berlatih pedang dengan serius. Sampai-sampai buta dengan legenda,” ucapnya.

“Legenda itu menceritakan tentang seorang master gladiator. Dia lah ksatria pedang nomor satu itu. Akhir-akhir ini, desas-desus tentang keberadannya melebar luas,” bisik seseorang bertelinga lancip yang berlutut di sebelah pemuda pemarah itu. “Maaf yang mulia, hamba telah memotong pembicaraan,” lanjutnya ketika mengetahui bahwa sang ratu tengah menatapnya.

“Tidak apa-apa anak muda. Apa kau seorang elf? Kudengar, elf adalah seseorang yang memiliki kelas lebih tinggi dari manusia karena kecerdasannya. Dan kupikir hal itu benar setelah melihatmu,” puji sang ratu.

Elf itu tersenyum bangga dibalik wajahnya yang menghadap karpet merah kerajaan, membuat pemuda pemarah itu kian kesal.

“Oh, maafkan hamba yang mulia, hamba datang terlambat!” tiba-tiba datanglah seorang pemuda yang lebih pendek dari dua pemuda yang sudah datang dan berlutut lebih dulu darinya. Ia datang dengan tergopoh-gopoh, terlihat sangat tidak sopan. Namun, sang ratu tidak mempermasalahkannya dan justru terhibur dengan kedatangan pemuda ceria itu.

“Byun Baekhyun,” bahkan sang ratu sudah mengenal namanya dengan baik.

Lagipula, siapa yang tidak tahu tentang Byun Baekhyun selain pemuda pemarah itu? Baekhyun adalah penyihir muda yang masuk ke dalam guild Veigas. Guild dengan peringkat nomor satu di seluruh negeri. Ia tumbuh sebagai seorang yang ceria, juga terlihat penuh kasih sayang. Jauh berbeda dengan pemuda pemarah itu.

“Baiklah, di hari yang cerah ini, kalian bertiga sudah tahu bahwa kalian akan dinobatkan sebagai ksatria di bidang kalian masing-masing. Namun, ada hal yang perlu kalian ketahui. Kalian akan bergabung dan membentuk sebuah kelompok elite yang dinamakan EXO CHASE. Apakah kalian bersedia untuk menjalankan misi penting ini bersama-sama?”

“Apakah misi itu mengharuskan tiga orang untuk menyelesaikannya? Hamba rasa, hamba sanggup untuk melakukannya sendiri,” jawab Byun Baekhyun.

“Maksudmu, kau tidak bersedia?” tanya sang ratu dengan nada kecewa.

“Hamba bersedia, wahai yang mulia. Misi ini juga demi kebaikan bersama. Hamba tidak mungkin bisa menolak, karena hamba adalah perwakilan dari para elf di pulau Eryuell,” sahut elf itu seraya mengeratkan pegangannya pada sebuah tali yang mengikat peralatan panah yang berada di punggungnya.

Ratu akhirnya merasa senang setelah mendengar penuturannya. “Terima kasih, boleh kutahu siapa namamu, anak muda?” tanyanya.

“Nama hamba Park Chanyeol, yang mulia,”

“Maaf yang mulia. Hamba juga bersedia,” sahut Baekhyun.

Ratu langsung berdiri mengetahui Baekhyun yang berubah pikiran. Ratu turun dari singgasananya dan mendekati pemuda yang membawa pedang.

“Kalau begitu, Kris—“ ucap sang ratu dengan tatapannya yang mengarah pada pemuda tampan beralis tebal, yang berlutut tepat di sisi kiri Chanyeol. “Kau adalah pemimpinnya,” lanjutnya. Pemuda itu balas menatap ratu tak percaya.

“Kau adalah pemimpin EXO CHASE. Kau yang akan berdiri di depan. Kupercayakan semuanya padamu. Misi EXO CHASE adalah menemukan dan menghentikan aksi kegelapan Kaze.”

Kris menautkan alisnya, tampak berpikir sejenak sebelum berucap, “Maaf yang mulia, tapi hamba belum menyatakan diri bahwa hamba menyetujui misi ini,”

“Jadi kau menolaknya? Kau berniat mengkhianati kepercayaanku ini?” tanya ratu.

“Aku tahu kau ragu karena kasus ayahmu yang gagal melaksanakan misi dan justru menghilang. Aku bisa memakluminya, tapi—tidak bisakah setidaknya kau membuktikan padaku bahwa kau tidak akan berakhir sama seperti ayahmu?” lanjut ratu sarkastis.

Kris semakin berpikir keras karena keraguannya, yang sangat terlihat dari keningnya yang berkerut. “Kau bisa memanfaatkan misi ini untuk sekaligus mencari keberadaan ayahmu,” ucapan ratu membuat kerutan di keningnya perlahan memudar. Ia rasa ucapan ratu benar dan itu cukup untuk meyakinkan hatinya.

“Baiklah. Hamba akan melakukannya.”

+++

Keesokan harinya, mereka bertiga bersiap untuk segera berangkat melacak keberadaan Kaze yang sebelumnya mempersenjatai diri mereka dengan senjata-senjata epic yang sudah dipersiapkan oleh pegawai istana.

“Maaf, tuan, aku lebih suka dengan senjata panahku sendiri,” ucap Chanyeol kepada pegawai istana. Dan memang benar, busur panah milik Chanyeol memiliki kualitas yang lebih bagus karena daerah asalnya adalah pusat pembuatan senjata mengingat kecerdasan para ­elf.

Akhirnya, mereka semua benar-benar sudah siap. Tanpa berkata apapun, Kris berjalan keluar istana mendahului Chanyeol dan Baekhyun.

“Hey, alis tebal! Kenapa kau meninggalkan kami begitu saja?” celetuk Baekhyun yang masih sibuk dengan barang-barangnya sendiri.

Kris menoleh dengan wajah yang jauh dari kata ramah. “Pemimpin selalu berada di depan,” ucapnya kemudian kembali berjalan menuju keramaian di luar istana.

“Butuh bantuan?” tanya Chanyeol kepada Baekhyun yang membawa barang cukup banyak.

“Oh, tentu saja. Terima kasih! Seharusnya yang menjadi pemimpin adalah kau. Kau lebih bijaksana dan baik hati,” ucap Baekhyun dengan suara yang sengaja dibesar-besarkan agar Kris mendengarnya.

Tentu saja, Kris kembali menoleh ke belakang. “Apakah kau tidak bisa menutup mulutmu itu? Berisik sekali,” ucapnya.

“Aku sedang tidak berbicara denganmu!”

“Hey, sudahlah. Jangan bertengkar. Lihatlah, penduduk beramai-ramai melihat kita,” timpal Chanyeol berusaha menyudahi pertengkaran.

Suasana di luar istana dipenuhi dengan penduduk kota yang penasaran dengan kelompok elite EXO CHASE yang baru terbentuk. Banyak anak-anak kecil yang berlari-larian hanya untuk melihat mereka bertiga. Bahkan sampai ada yang terjatuh dan menangis.

“Astaga, jangan menangis di kakiku!” ucap Kris ketika mendapati anak kecil yang rapuh telah jatuh di kakinya.

Dengan terpaksa Kris mengusap-usap kepala anak kecil itu hingga ia mulai menghentikan tangisnya. Beberapa saat kemudian, muncullah seseorang dari kerumunan penduduk yang sepertinya adalah kakak dari anak kecil itu.

“Xiao, kemarilah,” panggil orang itu, matanya sangat tajam, namun terlihat sangat menyayangi anak kecil bernama Xiao itu.

“Tao-ge!” anak kecil itu kemudian berlari kepada pemuda yang memanggilnya. “Mereka keren sekali, apakah Tao-ge bisa seperti mereka?” lanjut anak itu sambil menunjuk ke arah Kris. Kris masih memandanginya.

“Hey! Kris! Katamu pemimpin selalu berada di depan?!” celetuk Baekhyun lagi yang ternyata sudah berada jauh di depan bersama Chanyeol.

Kris langsung melanjutkan langkahnya sambil sesekali melihat pemuda yang sepertinya bernama Tao itu.

+++

[Sebelumnya…]

Seorang pemuda dengan rambut hitam dan tatapan bengis tampak sedang melakukan pemanasan dasar dalam bela diri seperti biasanya. Namun, ia tidak pernah bosan melakukannya. Padahal, ia tidak pernah menggunakannya dalam pertarungan. Sama sekali tidak pernah. Toh, untuk apa? Ia tidak pernah mencari masalah apapun dengan orang-orang. Ia hanya bisa mengajarkan bela diri itu kepada anak-anak kecil yang bernasib sama dengan dirinya dulu. Yatim piatu.

Tak lama seorang pria paruh baya muncul secara tiba-tiba dari balik punggungnya, dengan gerakan mengejutkan. Pria itu melayangkan kakinya, siap untuk menendang Tao kapan saja. Namun perkiraan pria itu untuk bisa menyerang Tao salah, karena pemuda jangkung itu sudah lebih dulu menyadarinya. Tao berbalik dengan cepat dan menangkis tendangan pria itu dengan kedua tangannya.

“Kemampuanmu semakin baik, huh?” ujar pria itu kemudian berputar—melepaskan kakinya dari tepisan tangan Tao—dan berniat melayangkan kakinya yang lain. Namun lagi-lagi Tao menghardiknya dengan cepat. Mereka pun melanjutkan aksi bela diri tersebut dengan teknik gerakan yang semakin cepat. Hingga beberapa saat kemudian, Tao berhasil ditaklukkan oleh pria itu dengan gerakan mengunci.

“Kau sudah jauh lebih hebat dari pertama kali aku mengangkatmu, Tao,” ucap pria itu diikuti dengan senyumnya, sebelum melepaskan teknik kunciannya dari Tao.

Tao meregangkan otot di leher dan juga kedua tangannya.

“Kau tidak ingin melihat kelompok elite yang siang ini akan keluar dari istana?” tanya pria paruh baya itu, sekaligus mantan prajurit yang telah mengangkat Tao sebagai anaknya.

“Haruskah aku pergi ke sana? Untuk apa?” tanyanya.

“Kupikir kau pergi bersama Xiao. Dia sudah pergi kesana lebih dulu untuk melihatnya,” balas ayah angkatnya itu—tuan Huang.

“Xiao? Dia pergi? Sendirian?” tanya Tao lagi dan hanya di balas anggukan oleh tuan Huang.

Mengetahui itu, Tao pun memutuskan untuk segera menyusul dan mencari adik tirinya. Bukan karena ia ingin melihat upacara penyambutan kelompok elite yang dimaksudkan oleh ayahnya, melainkan karena ia tidak ingin terjadi apa-apa pada adik perempuannya. Meskipun ia terlihat sadis dengan mata tajam dan tubuhnya yang tinggi, ia tetap seorang Tao yang berhati lembut dan menyayangi keluarganya.

Ada alasan di balik ketidaktertarikan Tao akan kelompok elite istana. Bukan berarti Tao membenci kelompok itu, ia hanya merasa bahwa pembentukan kelompok itu tidak adil baginya. Jauh di dalam lubuk hatinya, ada perasaan iri. Tao adalah seorang yang tangguh dengan kemampuan bela dirinya yang hebat, namun tak seorangpun benar-benar ‘melihat’ kemampuannya itu selain ayah dan saudara angkatnya sendiri. Ia hanya ingin bisa lebih menunjukkan dirinya dan diakui oleh pihak kerajaan, khususnya ratu Serdin.

+++

“Hey! Kalian!” tiba-tiba terdengar suara pemuda yang memanggil kelompok elite EXO CHASE ketika sudah berada jauh dari kerumunan penduduk kota. “Ada sesuatu yang tertinggal!” ucapnya lagi sambil membawa sebuah botol ramuan yang sepertinya adalah milik Baekhyun.

“Oh, apakah itu milikmu, Baekhyun?” tanya Chanyeol, satu-satunya orang yang mau menoleh ke sumber suara.

Baekhyun yang dipanggil Chanyeol akhirnya ikut menoleh ke belakang dan memeriksa tasnya yang ternyata tidak terdapat botol ramuan yang dimaksud.

“Ya, kurasa itu milikku,” akhirnya Baekhyun dan juga Chanyeol menghentikan langkahnya, diikuti dengan Kris.

Baru saja pemuda itu hendak memberikan botol ramuan tersebut pada Baekhyun, tiba-tiba ada seseorang dengan masker hitam yang menutupi sebagian wajahnya merebut botol itu dengan cepat dan bermaksud melarikan diri.

Baekhyun pun panik, “Bagaimana ini? Ramuan itu sangat penting!” ucapnya.

Dengan cepat pencuri itu berusaha di kejar oleh pemuda baik tadi. Pemuda baik itu—yang ternyata adalah Tao—berlari sekuat tenaga untuk bisa menyamai langkah cepat pria bermasker misterius itu. Tak kehabisan akal, begitu sampai di desa para penduduk Tao mencari celah jalan lain sebagai alternatif, membelah keramaian yang ada untuk bisa menghadang sang pencuri. Segera setelah Tao berhasil mencapai pencuri itu, ia menjatuhkan dirinya dengan teknik sliding yang tidak sulit baginya untuk bisa menjegal pencuri itu sehingga membuat botol ramuan itu kembali ke tangannya. Orang bermasker itu tidak terima dan berusaha untuk merebutnya kembali, seolah ramuan itu adalah sesuatu yang sangat penting baginya. Namun lagi-lagi ia justru terkena pukulan yang sangat keras, tepat di perutnya. Baru saja pencuri itu berniat untuk melukai Tao dengan senjata dagger yang dibawanya, namun tidak jauh di belakang Tao ia melihat kelompok elite telah menyusul. Tak mau terlibat dalam pertarungan yang akan membahayakan nyawanya sendiri, pencuri itupun memutuskan untuk melarikan diri, setelah sebelumnya sempat bertatapan dengan pria berpedang—Kris.

Kris yang menatap pencuri itu tepat di matanya, merasa cukup terusik. Pencuri misterius itu memiliki tatapan mata yang tajam dengan alis yang tebal, memberikan kesan tegas pada dirinya.

“Kau berhasil mendapatkannya kembali! Terima kasih banyak!” seru Baekhyun lega seraya mendekati Tao.

“Lari mu ternyata sangat cepat!” timpal Chanyeol. Ucapan Chanyeol itu menyadarkan Kris dari segala pemikirannya.

Kris berjalan mendekati Tao, memperhatikan penampilan Tao dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan yang sinis. “Kau seorang fighter?” tanya Kris kemudian.

Fighter?” balas Tao tak mengerti.

“Kau memiliki kemampuan bela diri yang sangat baik. Bagaimana kalau kau bergabung bersama kami?” tawar Kris.

“Bagaimana mungkin? Bukankah untuk masuk dalam kelompok elite haruslah memiliki persetujuan dari pihak kerajaan?” tanya Tao lagi.

“Aku pemimpin kelompok ini,” jawab Kris. “Aku bisa memutuskan apapun yang berkaitan dengan kelompok ini,” lanjutnya. “Ikutlah bersama kami. Kemampuanmu akan sangat membantu.”

Tao terdiam. Ia tidak tahu jawaban apa yang harus ia berikan saat itu, meskipun dalam hatinya ia sangat ingin bisa terlibat dalam kelompok elite kerajaan.

Akankah ia menerima tawaran itu?

(Kai muncul membawa tulisan TBC, kemudian menghilang /poof!/)

Terimakasih buat para readers yang udah baca chapter 1 ini. Mohon komen/tanggapannya. Kalo ada saran, kami juga terima kok biar bisa buat nambah ide. Untuk lanjutannya kami pastikan akan jauh lebih seru dengan cast-cast lainnya yang akan segera bermunculan. Menurut kalian, siapa yang akan muncul di chapter selanjutnya dan siapa pemuda bermasker misterius itu?

Tunggu kelanjutannya J

Iklan

36 pemikiran pada “THE CHASE (Chapter 1)

  1. Aaa kereeen!!
    lg asik” baca tiba”…
    ‘Kai muncul membawa tulisan TBC kemudian menghilang’
    -_-
    hening seketika..
    mulut nganga..
    mata langsung belotot -sbner.a udh belntot sih-
    idung terbang.. *ini apa sih*
    tp ya udh lah,, chap 2.a jg udh ada kan 🙂
    btw, kurang panjang.. next chap bisa lebih panjang ga?
    itu aja sihh..
    tunggu aku di chap 2!!
    oh ya,, satu lagi.. yg pake masker item thu siapa? sehun? soal.a kan dia prnah selca pake kacamata item, topi item, jaket biru, sama masker item itu lho.. *okay, ini ga nyambung*

    • aku ngakak baca komenmu dear XD
      aku tunggu kedatanganmu di tempat lain/? chapter selanjutnya maksudnya XD
      gomawo bgt ya mwaah ❤

  2. Lagi asik asik nya baca, ehh kau oppa datang bawa tulisan tak yg sangat mengganggu..
    Ini mah kependekan thor tapi ga papa deh tetep keren kok..
    *langsungngacirkepart2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s