Without A Reason (Chapter 1)

without a reason

Without A Reason

Chapter 1

AUTHOR  =

  • JinniJ [@JennyPuspaM]

MAIN CAST =

  • Kim Jinni as You
  • Oh Sehun

SUPPORT CAST  =

  • EXO member
  • Oh Hayoung [Apink]

GENRE  =

  • ROMANCE
  • COMEDY
  • ABSURD

RATING = PG 16

LENGTH = Multi Chapter

SUMMARY = Apakah mencintai seseorang butuh alasan ?

DISCLAIMER =  OC and the plot of story are mine and pure from my idea. Don’t plagiarism. Thank you.

AUTHOR’s NOTE =  Big thank’s for awesome pict @repalupi12 >.<

Ini fanfic pertama aku . mohon bantuan kritik dan sarannya ya hehe ^w^ I’m sorry for typo yah hihi .Buat Oh Hayoung bakal ada di chapter chapter ke 3 atau ke 4 .

Jinni POV

“Oppa nawaseo” triakku seraya memasuki dorm oppaku ini , sembari mengelilingi tempat ini yang sangat lebar .

“Oppaaa ! Oppa ! Nawaseoyo oppa !” Triakku lagi . Namja dengan kulit seputih susu menyembulkan wajahnya dari dalam salah satu ruangan.

“Heeey kau siapa ? Berani beraninya triak triak dirumah orang ! Tidak diajari sopan santun kau ? Nappeun saram ! hey haksaeng kau mendengarkanku” kata namja yang memiliki kulit seputih susu ini , aku berjalan meninggalkannya yang berbicara tak karuan itu.

Haksaeng ? Bagaimana tau kalau aku ini pelajar ? Aku melirik pakaianku sekilas . Heol , benar dari sepulang sekolah dan di pesawat aku tidak mengganti bajuku hingga sekarang.

Aku meninggalkan koperku di depan pintu dan menyusup masuk lebih dalam ke dorm oppaku ini . “Hei yeodongsaeng ! Neo waseo” ucap namja paling tinggi yng pernah ku temui.

“Kris oppa ! Aigoo neomu bogosipeoseo , I think you will forget me” ucapku sambil mengerucutkan bibirku.

Well kenapa aku bisa mengenal Kris oppa itu karena Junmyeon oppa sering mengajak Kris oppa berkunjung ke rumahku saat grup ini sedang hiatus.

“Ya hyung , kau mengenalnya ? Dia dongsaengmu ? Heol !” Sehun menyikut lengan Kris oppa.

“Dia-” ucapan Kris oppa terpotong saat seseorang ah bukan banyak orang masuk ke dalam dorm luas ini .

“Aaaa Jinni-ya !!” Triak namja yang tingginya tak lebih rendah dari sehun.

Aaaah akhirnya penantian panjangku telah datang “oppa !! Aku menunggumu dari tadi ! Kau tau namja susu itu tidak sopan padaku !” Ucapku kesal pada oppaku.

Oppaku menarikku untuk naik ke lantai dua “Jinni-ya kau akan tidur di kamar pojok itu , ingat yang ku katakan kemarin ? Jangan membuat gaduh dan bawa kopermu naik kesini oppa masih harus berbicara dengan manajer hyung” ucap Junmyeon oppaku dengan sangat cepat.

Aku melirik sekilas kelantai bawah dan turun . Oh my god aku baru menyadari kalau koperku terlalu besar dan terlalu berat , oh no I can’t bring this . Ah bukankah di rumah ini banyak namja huhu aku akan menyuruh mereka membantuku.

Sejauh mataku memandang yang ada hanyalah Oh Sehun yg sedang duduk di pinggir tangga . Well , not bad “eem Sehun oppa would you help me please” ucapku sambil ber aegyo ria.

Sehun namja yg aku ajak bicara berdiri dari duduknya dan membelakangiku “kau siapa ? Haruskah aku membantumu huh ?!”

Hell , dia belum tau aku yeodongsaeng-nya Junmyeon oppa . Haha akan aku adukan pada oppa nanti.

“Kau tak mau membantuku ? Baiklah aku akan memberitahukan Junmyeon oppa” kataku dengan nada mengejek.

Dia melirik dengan death glare-nya , huh dia pikir aku takut padanya. “Kau yeodongsaeng Junmyeon hyung ? Jadi kau yang namanya Kim Jinni ?”

“Heol , Oh Sehun ini bukan waktunya untuk pengenalan , bantu aku mengangkat koperku , baru aku akan menceritakannya padamu , jebal Sehun oppa” kataku dengan ber aegyo dan penuh penakanan pada kata jebal dan kata oppa.

“Geurae , tapi kau harus membelikanku 2bubble tea setelah ini” apa apaan namja susu ini meminta imbalan , heol !!

“It’s okey Sehun oppa”

SKIP Time

“Hyaaaaaa!!!” Triakku begitu melihat segerombolan namja yang tidak , eeum tidak menggunakan pakaian atasnya dan itu membuat kotak kotak di perut mereka terlihat .

Kris oppa keluar dari kamarnya sembari mengenakan kaosnya. “hey hey Jinni-ya wae ? wae ??”

“Oppa mereka bertelanjang dada di depanku” renggekku manja di depan Kris oppa.

“Hey Kai ! Tao ! Chanyeol ! Pakai bajumu . Bukankah kalian tau akan ada adik dari Junmyeon yang akan tinggal disini . Perbaikilah sikap kalian” ucap Kris oppa sembari menarikku menuju lantai bawah.

Namja namja itu hanya berbalik menuju kamar . Mengambil baju mereka tentunya . Dan kembali lagi untuk melanjutkan game mereka . Heol , bukankah itu Jongin . He’s my friend in the social media , I got him in here .

“Hey Kim Jongin , don’t you remmember me ? Jinni ? Kim Jinni” ucapku membuat semua namja yg aku hitung cuman ada 7 ini menengok ke arahku semua.

Kai mengerutkan keningnya mengingat sesuatu mungkin , nan molla. “Eeem Jinni ? Kim Jinni ? Aaah aaah araseo araseo ! Kau yang bertanding game denganku di game online itu kan ? Bukankah kau di jepang kenapa kau disini ? Apakah kau yang dibilang adik Junmyeon hyung itu?” Cerca Kai panjang lebar.

Well , mungkin belum sepenuhnya dari mereka mengenalku. Haruskah aku mengenalkan diriku di depan mereka sekarang . Heol , dimana Junmyeon oppa kenapa dia tak membantuku mengenalkanku pada mereka.

“Ne Jongin-ssi aku yeodongsaeng dari Junmyeon oppa . Aku kesini untuk belajar dengan Junmyeon oppa , untuk ujian masuk universitas . Aku harus belajar bersama Junmyeon oppa , karena kurikulum di Jepang dan di Korea berbeda aku masih harus banyak belajar lagi . Maka dari itu aku tinggal disini bersama kalian . Mohon bantuannya oppa-deul” ucapku panjang lebar .

“Kau akan masuk universitas mana Jinni-ssi”

“Kenapa kau dulu bersekolah di jepang Jinni-ssi”

“Jinni-ssi apa kau masuk sekolah internasional?”

“Apa kau bisa memasak Jinni-ssi”

“Apa kau suka bermain game online sama seperti Kai , Jinni-ssi”

“Kenapa kau pulang kesini Jinni-ssi bukankah kau punya rumah”

Doeng doeng pertanyaan mereka membuatku pusing . Aaa Junmyeon oppa eodinde , bantu aku keluar dari pertanyaan ini doa-ku dalam hati.

“Hyaa hyaa mworaneungoya , apa yang kalian tanyakan pada yeodongsaengku yang manis ini , bukankah aku sudah menceritakan semuanya pada kalian huh” Junmyeon oppa merangkul pundakku menjauhi kerumunan yg para namja itu buat.

Mereka hanya ber O ria dan oppaku menambahkan beberapa kata lagi di sela sela membawaku kabur dari kerumunan namja tampan itu. “Ah iya Oh Sehun kau masih menyimpan buku buku pelajaranmu kan ? Aku akan meminjamnya untuk Jinni pelajari . Tanpa banyak alasan Sehun”

Baru saja aku melihat Sehun akan membuka mulutnya tapi dia mengatupkannya kembali , ternyata dia sangat takut pada oppaku ini hihi lucu sekali . Eeh apa Sehun ? Lucu ? Oh tidak Jinni pikirkan kembali kata katamu.

“Yaedeula makanannya sudah siap . Silahkan atur tempat duduk kalian di meja makan” ucap seseorang di dalam dapur , mungkin kyung kyung oppa atau Yixing oppa.

Kruyuk kruk kruk . Astaga aku belum memasukan apapun kedalam perutku “oppa nan neomu baegopayo” menatap manik mata Junmyeon oppa . Tanpa pikir panjang oppaku yang sangat pengertian ini menggiringku ke meja makan yang sudah ada satu lusin makanan dan satu lusin namja tampan yang duduk.

“Heol apa yang kau lakukan , ingin ikut makan bersama ? Menambah repot saj-” ucap sehun terhenti karena tatapan oppaku , Junmyeon oppaku yang membuatnya berhenti berkata kata . Yippi aku menang lagi Oh Sehun hahaha.

Makan malam sudah selesai , mereka semua sudah pergi mengikuti kegiatan masing masing . Tidur , bermain , menyuci piring , ber selca ria (?) .

Dan aku apa yang aku lalukan? “Jinni-ya palli ! Bukankah kau kesini untuk belajar bukan untuk bengong huh ? Yak Oh Sehun aku sudah mengambil semua bukumu di laci akan aku pinjam untuk Jinni belajar , ne ? Jinni-ya palli kita belajar di atas”

Aku mengikuti oppaku untuk belajar di balkon lantai dua . Memang disini cukup sunyi , karena kegiatan para namja tampan itu berada dilantai bawah.

“Baiklah Jinni kau baca buku ini dulu oppa akan keluar sebentar , ne” ucap oppaku , belum sempat aku menjawab dia sudah kabur meninggalkanku. “aigoo kenapa dilantai dua ini sangat sepi , so scary” ucapku lantang.

But suddenly grubak grubak…

“Who is that ! Who is you ! Show me your face” kataku setengah berteriak dengan mata tertutup.

“Ini aku bodoh , mana janjimu ? 2 bubble’ku dimana Kim Jinni ??” Aku masih belum membuka mataku , bagaimana hantu bisa minum bubble batinku.

“Kau masih belum mau membuka matamu huh , total hutang bubblemu 4 . Karena Junmyeon hyung menyuruhku mengajarimu jadi imbalannya 2 bubble lagi . Arra”

Heol , aku membuka mataku ternyata hanya namja susu ini. “sejak kapan aku menyetujui semua ini huh” aku berjalan menghadap Sehun yang berada di depanku. “sejak Junmyeon hyung menyuruhku tadi”

“Hey namja susu , bukankah oppaku yang menyuruhmu kenapa kau yang menyuruhku membayar imbalannya ?” Ucapku dengan menyelentik dahi namja susu didepanku ini.

“Hya appo !! Namja susu ? Sejak kapan namaku ganti ? Sejak kapan eommaku menyuruhmu mengganti akta kelahiranku , micheosseo?”

Tak diduga tak disangka ke 11 namja tampan itu termasuk oppaku sedang melihatku dan namja susu ini beradu argumen . Apa yang mereka rencanakan sebenarnya .

Tao namja dengan lingkar hitam di bawah matanya terkikik geli melihat Sehun. Aku yang tak tahan dengan sikap mereka dan berteriak sekuat tenagaku (?). “HYAA!! What are you doing in there ! Go away !!!” Kataku dengan sangat sangat lantang . Hingga Do Kyungsoo yang berdiri paling belakang terjatuh saking kagetnya.

Sehun ? Sehun heran apa yang sebenarnya aku katakana. “hyaa mworaneungoya ? Museun soriya?” Astaga bukankah yg aku katakan bahasa inggris dasar ? Bagaimana dia tak tahu apa artinya astaga.

“Jinni-ya kau mengatakan apa tadi” ucap Baekhyun oppa bingung. “dia bilang apa yang kita lakukan disini dan menyuruh kita pergi” jelas Kris oppa orang satu satunya yang mengerti dengan apa yang aku katakana.

Perlu kalian ketahui Junmyeon oppa sangatlah bodoh di pelajaran bahasa asing , dan member lainnya ? Jangan tanya . mereka hanya mengerti ‘yes’ dan ‘no’ . Well , hanya Kris oppa satu satunya yang bisa mengertiku.

“Hyung-deul apa yang kalian lakukan disana ? Junmyeon hyung ? Kau bilang akan pergi ? Apa kau mengerjaiku dan Jinni , huh?” Dari nada bicaranya aku pikir Sehun sedikit kesal .

Junmyeon hyung ? Oppaku yang diajak bicara malah tertawa terbahak bahak disusul tawaan namja namja tampan lainnya.

Hey tell me what happend with it ? Oppa moodku sudah rusak untuk belajar” ucapku dengan penekanan pada kata mood yang sudah rusak . Aku pergi meninggalkan Sehun yang masih membeku di tempatnya.

Aku turun ke lantai bawah , menyusuri jalanan yang susah kulewati . You know what ? Tangga ini di penuhi ke 11 namja namja usil ini “get out from my way!” Ucapku dan hanya Kris oppa yang bangkit dari tempatnya . Dan aku berdeham lagi . Gotcha jalan yang kulewati kembali mulus.

Kris oppa menghampiriku yang sedang mencari gelas untuk minum. “Jinni-ya mianhae”

“Gwenchana oppa , aku hanya sedang pms . Ah Jongin eodiseo oppa ?”

“Jongin ? Dia sedang bermain game bersama Sehun di ruang sebelah , wae ?”

“Ani , aku hanya akan mengajaknya bermain game” aku meninggalkan Kris oppa dan berjalan mencari sosok Joingin.

Waah itu Jongin dengan namja susu menyebalkan itu. “awas” ucapku menyingkirkan Sehun yang duduk bersebelahan dengan Kai.

“Jongin-a kau harus bertanding denganku secara off line kali ini” tak menghiraukan Sehun yang dari tadi mempoutkan bibirnya.

“Tapi aku sedang bermain dengan Sehun , Jinni-ya” ucap Kai sembari menatap Sehun yang masih mempoutkan bibirnya itu.

Aku pun mengalah meninggalkan namja susu dan kopi itu melanjutkan game mereka. “eeem geundae Sehun-a , Baekhyun oppa eodiseo”

Sehun melirikku sekilas. “Sehun Sehun aku ini lebih tua darimu ! Panggil aku oppa”

“Eem Sehun oppa , Baekhyun oppa eodigawaseoyo ?” Kataku dengan sangat lembut .

“Nah seperti itu , baru yeodongsaeng yang manis . Baekhyun hyung nan molla” ucapnya tanpa menatapku sama sekali.

Apa dia bilang manis , aku manis ? Astaga dia bilang aku manis ? Rasanya kepalaku baru saja tertindih taman bunga . Sadarkan dirimu Jinni-ya ! Sadarkan dirimu.

“Kenapa kau membeku seperti itu , mengganggu-ku bermain game saja”

Bayanganku buyar begitu kata kata menyakitkan dari Oh Sehun keluar . Menyebalkan ! Aku mengurungkan niatku untuk bertemu Baekhyun oppa . Aku menaiki tangga menuju kamarku bukankah lebih baik aku tidur . “Hyak Oh Sehun ini sudah malam kecilkan suara gamemu ! Aku mau tidur” selaku ketika berjalan menaiki tangga.

Sehun ? Sehun hanya menatapku dan kembali menuju layar besar itu melanjutkan gamenya bersama Kai . Astaga bukankah dia menyebalkan sekali.

In The Morning

Aku bangun dari tidurku yang tidak indah ini . Bagaimana aku bisa tidur semalam namja namja itu sangat berisik sekali kalian tau !!

Setelah mandi aku turun ke lantai dasar tempat oppa-deul bersarang . Well , kenapa disini sepi sekali “Kyung kyung oppa , dimana yang lainnya” tanyaku pada Kyungsoo oppa.

“Member EXO-M sedang ada acara di Ilsan . Junmyeon hyung dan Baekhyun mereka sedang mengisi acara radio . Chanyeol sedang shooting untuk reality show barunya . Kai dan Sehun masih tertidur . Dan aku sedang membuat makanan . Kau lapar ?”

“Huum oppa neomu baegopayo”

“Baiklah selagi aku membuat makanan untukmu maukah kau membangunkan Sehun , Jinni-ya”

“Hah ! Naega wae oppa ? Naega wae ?” Hah membangunkan namja menyebalkan itu dikamarnya ? ANDWAE !!

“Ayolah Jinni-ya berbagi tugaslah denganku , nanti aku yang akan membangunkan Jongin”

“Hm geurae oppa” aku berjalan menuju kamar namja menyebalkan Oh Sehun itu . Mendobrak pintu dengan keras.

“Oh Sehun !! Ireonabwa !! Ireona ! Ireona !” Seruku seraya menarik selimut biru miliknya . Astaga you know what !!

“Oh Sehun pakai bajumu dan cepat turun ! Kyung kyung oppa sudah membuatkan sarapan untukmu dan jika kau tak akan turun jatahmu akan aku makan” tanpa pikir panjang aku menarik lengan namja ini untuk bangun.

Ada apa dengan namja ini dia memelukku , wajahku serasa terpenuhi dengan oksigen , bagaimana tidak jarak kami sangat dekat , hidungku saja menyentuh hidungnya . It’s not funny Oh Sehun ! “jatah sarapan yah ? Morning kiss ?” ucapnya dengan mata yang masih tertutup.

Astaga dia ! Dia menciumku ! “Heh bodoh ! Apa yang kau lakukan ! Kau gila huh ! Micheoseo” ucapku mendorong badannya menjauhiku dan menjambak rambut blonde namja ini . Matanya masih tertutup apa dia mengiggau.

Melihat ada sesuatu yang bisa disiram , aku mengambil air di meja sebelah dan menyiramkannya pada namja susu ini . Byur ~

Okay akhirnya namja ini terbangun dari tidurnya. “Jinni neo micheoseo huh ! Micheoseo !”

“Micheoseo katamu ?! micheoseo ! Neon micheoseo Oh Sehun ! Cepat bangun dan pakai bajumu” aku berlari meninggalkan namja gila ini dan menuju ke dapur.

Kyungsoo oppa dan Jongin yang sudah duduk di meja makan memperhatikanku dengan wajah yang aneh , ada apa dengan mereka.

Kyung kyung oppa angkat bicara. “Jinni-ya ada apa dengan wajahmu , wajahmu merah sekali Jinni-ya . Kau sakit ?”

Hah merah ? Wajahku merah . Aku berlari menuju kamar mandi untuk berkaca melihat wajahku . Heol , benar pipiku mengeluarkan semburan merah yang sangat merah apa ini karena Oh Sehun tadi .

SKIP Time

Jongin menghampiriku yang sedang duduk sendiri di taman belakang. “Jinni-ssi apa tadi Sehun me-” aku langsung mendongakan kepalaku menatap Jongin yang tepat duduk disebelahku.

Apa yang harus kulakukan ? Apa sebaiknya aku berbicara padanya. “eem Jongin-a tadi pagi Sehun menciumku saat aku sedang membangunkannya”

Jongin membelalakan matanya. “mwo ? Jinjaro ? Hah jinja ? Jeongmal ?” Heol , kenapa dia kaget bukannya ini yang tadi dia mau bicarakan.

“Bukannya kau akan menanyakan tentang ini tadi , kenapa kau kaget huh”

“Bukan itu maksudku Jinni-ya , aku tadinya mau bertannya apa Sehun mencariku . Kau malah cerita seperti itu , dimana dia menciummu hah ?”

“Dia menciumku disini Jongin-ssi , sepertinya tadi dia mengiggau” ucapku seraya menunjuk bibirku.

“Aish ! Sehun jinja micheoseo , baiklah cerita ini hanya kau dan aku yang tau arra . Jangan sampai semua tau , bisa tamat riwayat Sehun nanti”

Aku menganggukan kepalaku dan pergi menuju kamar . Pikiranku melayang lagi membayangkan kejadian pagi ini yang benar benar gila , apa Sehun benar benar mengigau.

“Jinni-ya ireona ireona” Junmyeon oppa memanggilku keluar , astaga ada apa ini apa Jongin sudah membocorkannya.

“Begini , Sehun ak-“

“Chamkanman chamkanman , apa oppa akan membicarakan itu , huh ?”

“Itu apa maksudmu ? Karena oppa sudah membaca semua pelajaran Sehun dan banyak yg oppa tak ketahui jadi lebik kau belajar dengan Sehun ya , aku sudah membicarakan ini padanya , dia setuju dan mulai nanti malam kau belajar di kamar Oh Sehun ya”

Heol micheoseo ?! Astaga bersama Sehun lagi ? Oh Sehun lagi ? Namja gila itu ? Andwae !

“Oppa bukankah Jongin juga bisa mengajariku , Jongin saja dari pada Sehun , oppa jebal”

“Kau mau membandingkan Jongin dan Sehun ? Jika kau belajar dengan Jongin kau tak akan lulus masuk ujian universitas itu haha” ucap Junmyeon oppa mengibaskan tangannya dan meninggalkanku yang masih mengannga mendengar ucapannya.

Sehun Room

Namja itu meringkuk di balik selimutnya dengan headphone di telingannya , terdengar jelas dia sedang menyalakan mp3nya , bagaimana tidak ? Aku yang berdiri di depan pintu kamarnya saja dengar lagu yang dia putar.

Tidak berbelit belit aku tarik selimut yang menutupi setengah badannya itu. “Oh Sehun! Kupingmu bisa rusak jika kau menyalakan mp3 sekencang itu! Kau gila huh ?!”

Sehun melepas headphone merah miliknya dan melirikku dengan death glare aneh miliknya. “kau bicara apa huh dan apa pedulimu ? Kau menggangguku , pergi !”

“Kata Junmyeon oppa kau akan mengajariku tentang semua pelajaran ini” aku menjatuhkan setumpuk buku di depan wajah Sehun . Ada juga namja sangat menyebalkan seperti dia.

“Junmyeon hyung ? Aku belum bertemu dengannya hari ini , kau gila Jinni-ya” ucapnya dengan terus mempperhatikan handphone hitam miliknya itu.

Aku mendengar cekikikan beberapa orang di balik pintu, dan benar saja 4 namja itu sudah bertengger disana .

“Junmyeon oppa ! Kyung kyung oppa ! Chanyeol oppa ! Jongin ! What are you doing in the-” belum selesai aku mengucapkan mantraku mereka sudah mengunci kamar ini.

Hah ? Apa ? Mengunci ? Aku di kunci di kamar ? Berdua dengan makhluk astral ini . Jangan katakan padaku jika ini benar terjadi.

“Oppa buka pintunya !! Oppa !!” Triakku tapi tak ada sahutan sama sekali . Aku membalikan badan menatap Oh Sehun yang dengan santainnya hanya menatapku dengan tatapan datarnya.

“Kau ? Apa yang kau lakukan ? Bantu aku membuka pintu ini bodoh !”

“Mereka sudah merencanakannya , sudah diamlah disini sampai mereka membukakannya dengan sendirinya . Tunggu mereka senang dulu Jinni-ya”

Aku meredam amarahku , benar juga kata namja ini . Lebih baik aku belajar dengannya dengan tenang. “eum baiklah , dengan seperti ini kita bisa belajar dengan tenang”

“Apa katamu ? Kita ? Belajar ? Kau yang belajar bukan aku , cepat buka bukumu”

On the Another Side

“Hyung apa tak apa kita mengurung mereka berdua di dalam” tanya Chanyeol.

“Iya hyung bagaimana kalau mereka berbuat yang tidak tidak ” Kyungsoo ikut menambahi.

“Biarkan saja , biar mereka berdua tidak berkelahi terus . Aku akan mengurungnnya hingga besok pagi , jangan ada yang membukakannya , arra !” Junmyeon dengan tegas menjelaskan pada mereka.

Jongin yang mendengarkan para hyung-nya berbicara , tak berniat ikut menanggapi tindakan konyol hyung-deul nya itu . Karena menurutnya itu bukanlah hal penting.

—-

Jam sudah menunjukan pukul 11 malam, Jinni yang masih terkurung di kamar bersama Sehun . Mungkin karena kelelahan berkelahi dengan Oh Sehun berjam-jam , Jinni mengantuk dan menutupkan matannya di samping Sehun yang sudah lebih dulu tertidur.

Author POV

In The Morning

Sehun dan Jinni yang secara tidak langsung tidur dalam satu ranjang yang sama, saling mengaitkan pegangan masing masing di pinggang orang didepan mereka.

Paginya Junmyeon terlonjak kaget melihat yeodongsaeng-nya tidur bersebelahan dengan Maknae grupnya ini , dia baru ingat kata Kyungsoo kemarin malam . Benar saja ini sudah terjadi , Junmyeon yang frustasi berteriak membangunkan sepasang dongsaengnya yang masih tertidur lelap.

“Ya ya ya !! Ireona ireona ! Micheoseo !! Aish ! Aku menyuruh kalian untuk berbaikan bukan untuk tidur bersama aish !!” Junmyeon menjambak rambutnya kesal dan merutuki dirinya sendiri.

Bukannya bangun dari tidurnya Sehun dan Jinni malah lebih merekatkan pelukan mereka.

Junmyeon yang sudah naik pitam memanggil Baekhyun yang sedang mengintip di depan pintu. “yak baek ireona , kau berteriaklah yang keras . Bangunkan mereka dengan suaramu itu”

Baekhyun yang disuruh langsung mengangguk dan menjalankan aksinya. “IREONABWA!!!”

Tanpa hitungan menit keduanya sudah bangun . Mengucek mata bersamaan dan menjerit bersamaan.

“Oh Sehun apa yang kau lakukan”

“Kim Jinni apa yang kau lakukan”

Jinni yang heran dengan keadaan ini melirik oppanya yang sedang frustasi. “oppa ! Neo micheoseo!”

“Jinni bukan aku yang gila ! Kau yang gila ! Aku akan bilang pada abeoji ! Dan kau Oh Sehun , kau harus menikahi dongsaengku”

‘What the hell’ batin Jinni.

“Heol , oppa apa apaan ini . Aku tidak melakukan apapun dengan Sehun , tanyakan saja padanya . Dan bukankah yang mengurungku disini adalah oppa” bentak Jinni.

Sehun yang kali ini menjadi korban tak bisa tinggal diam. “hyung apa katamu ? Menikah ? Aku tak melakukan apapun pada dongsaengmu ! Dadanya saja rata” ucap Oh Sehun dengan nada datarnya.

“Hah ? Jadi kau sudah menyentuh dada dongsaengku ? Kau benar benar harus menikahi dongsaengku Oh Sehun”

“Bu.. Bukan begitu hyung aku tidak melakukan apapun . Sungguh hyung percayalah padaku”

Jongin yang tadinya berada di balkon langsung berlari ke kamar Sehun . Bagaimana tidak berlari ketakutan , hyung-nya berteriak dengan amat kerasnya.

“Hyung wae irae ?”

“Jongin kau tau mereka tidur dalam satu ranjang yang sama” jawab Baekhyun dengan menunjukan jarinya kepada Jinni dan Sehun.

“Waaaah , bukankah Kyungsoo hyung sudah mengingatkanmu semalam , hyung . Kau salah mengurung mereka kemarin , kau yang salah seutuhnya hyung”

Junmyeon semakin frustasi , dia baru ingat tentang ide gilanya yang benar benar membuatnya gila. “Oh Seh-” kata kata junmeyon menggantung mendengar ada kalimat lain yang dilontarkan namja jakung di depan pintu kamar sehun.

“Junmyeon ada apa ini , memberku baru datang tadi pagi dan kau membuat kami tak bisa tidur sekarang . Jinni-ya what are you doing in there ?” Astaga tambah satu orang lagi Kris oppa mengintrogasiku.

Aku memberikan kode pada Kris oppa agar membawaku pergi dari situasi gila ini . Ayolaah Kris oppa bantu aku batinku.

“Jinni-ya ikut aku , kita bicara di taman belakang” akhirnya Kris oppa menangkap kode kode yang aku pancarkan (?).

‘Oppa kita harus membawa Sehun juga , bisa bisa dia akan dipanggang Junmyeon oppa jika tetap disana’ ucapku setengah berbisik pada Kris oppa.

Kris oppa memanggil Tao dan membisikan sesuatu padanya .

“Oppa , Sehu-” ucapanku terputus.

“Tao yang akan mengurusnya” sergah Kris oppa.

TBC

17 pemikiran pada “Without A Reason (Chapter 1)

  1. hahahahahhahaha ngakak ane baca ini 😀
    sehun nikahi aja dah 😀
    sehun sama jinni aja 😀
    kris suka sama jinni enggak kan ya ?
    next thorrrr 🙂

  2. Hahahah!!!!
    Ini keren!!
    Kasihan Sehun sama Jinni, jadi korban bullying, kkk~~
    Ehh, yang salah itu nggak suho aja, Sehun sama Jinni juga salah, ngapain pakek peluk-peluk segala #plakk*abaikanyangsatuini
    Haha, nggak kebayang kalau nanti Sehun bener-bener dituntut nikahin Jinni, padahalkan mereka nggak ngelakuin apa-apa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s