You Can See Me, Right..? (Chapter 1)

Title                       : You Can See Me, Right..?

Author                  :  Zhang Wen Qian

Length                  : Chaptered

Genre                   : Friendship, Mystery (maybe),  Life , Romance (bit/maybe)

Main Cast           : Kim Jongin (Kai), Jung Eunji, Byun Baekhyun

Other Cast          : Kim Namjoo, Sohn Naeun, etc

Disclaimer          : This is my story please don’t bash, Happy Reading… Don’t Be Sider..

 

–You Can See Me, Right..?—[Chapter 1]

 New Picture (31)

Bel masuk sudah berbunyi sejak 15 menit yang lalu. Sekarang seluruh murid sedang mengikuti pelajaran dikelasnya masing-masing. Tapi tidak dengan Jongin atau yang lebih sering disapa Kai. Kai bersama temannya Baekhyun masih berjalan dikoridor sekolah yang sepi dengan santai. Lalu Kai dan Baekhyun berhenti

di depan pintu kelas 3-3.Kai langsung membuka pintu itu yang membuat seluruh murid beserta guru yang sedang mengajar melihat kearah belakang. Kai dan Baekhyun masuk dengan santai tak memeperdulikan bahwa mereka sedang dilihati seluruh orang yang berada diruangan itu.

“Kim Jongin, Byun Baekhyun… ini yang kedua kalinya kalian terlambat minggu ini…” kata Han ssaem dengan kesal.

Kai dan Baekhyun tampak tak perdu;I dan malah langsung duduk dikursi mereka.

“ingat! Terlambat yang ketiga kalinya kalian harus memebersihkan toilet lagi seperti minggu lalu..” kata Han ssaem lagi yang terkesan sangat tegas dan cukup mengerikan.

“ne…” jawab mereka dengan lemas.

Han ssaem pun kembali melanjutkan pelajarannya yang sempat tertunda karena kedatangan Kai dan Baekhyun. Kai lalu mengeluarkan buku dari dalam tasnya. Lalu Kai berdirikan bukunya dalam keadaan terbuka, bukannya menyimak pelajaran Kai malah tertidur dengan buku yang menutupi kepalanya apanila kita melihat dari depan.

Sedangkan dikelas 3-2. Terlihat seorang yeoja sedang menopang wajahnya akibat rasa kantuk yang dideranya. Sesekali ia membetulkan posisinya akibat wajahnya jatuh dari tangan yang menopang wajahnya.

Titt…Titt…Titt…

Bel istirahat berbunyi, yeoja setengah tertidur tadi pun langsung terbangun dan berlari menuju keluar kelas. Ia menabrak beberapa teman-teman kelasnya karena menerobos mereka berjalan yang membuat mereka marah.

“HEI..Jung Eunji, aish..” yeoja itu kesal karena ditabrak oleh yeoja yang bernama Eunji itu.

Eunji lalu berjalan dikoridor sekolah yang ramai karena jam istirahat. Eunji lalu masuk ke kelas lain dan seperti mencari seseorang. Lalu Eunji pun bertanya pada yeoja-yeoja yang sedang mengobrol.

“hei, apa kalian melihat Kai dan Baekhyun..?” Tanya Eunji dengan tidak sopan yang membuat para yeoja itu risih dan kesal.

“ah, molla..” jawab salah satu yeoja dengan risih.

“aish, aku hanya bertanya..” Eunji pun meninggalkan yeoja-yeoja itu.

***

Kai dan Baekhyun sedang duduk berhadapan dan memakan makanan mereka di kantin. Sesekali Baekhyun mengambil makan Kai dan Kai menatapnya. Baekhyun hanya tersenyum merasa tak bersalah.

“hei, tapi Eunji dimana..?” Tanya Baekhyun melihat kearah Kai.

“kenapa kau menatapku..? mana aku tahu, sedari tadi kan aku bersamamu..” jawab Kai dengan nada sedikit kesal.

“oh iya..” Baekhyun hanya cengir lalu melanjutkan memakan makanannya.

Lalu tiba-tiba seseorang yang menaruh lengannya di leher Baekhyun sembari duduk disampingnya dan membuat Baekhyun kaget.

“hei, aku mencari kalian sedari tadi..” kata yeoja itu yang ternyata adalah Eunji.

“ah, kamchagiya… hei, hilangkan kebiasaanmu membuatku kaget…” Baekhyun melepaskan lengan Eunji yang berada dilehernya.

“Byun Baekhyun, bawakan aku makanan..” kata Eunji menatap Baekhyun yang duduk disebelahnya.

“hei, kau fikir aku pembantumu..? ambil saja sendiri, lagipula kenapa kau selalu bicara secara informal denganku dan Kai..? kau tidak tahu apa kalau aku dan Kai itu lebih tua darimu..?” Baekhyun ngomong panjang lebar karena merasa kesal terhadap Eunji.

“aish, kau terlalu banyak bicara. Sudah cepat ambilkan saja..” Eunji lalu mendorong Baekhyun.

Baekhyun pun pergi dengan kesal.

“aish, mengapa bisa aku jatuh cinta dengan yeoja seperti itu..” gumam Baekhyun.

“hei, apa kau sudah mendapatkan uangnya..?” Tanya Eunji kepada Kai.

“belum..” kata Kai lesu menatap Eunji yang duduk dihadapannya.

“ah, bosku tidak memberiku gajinya lebih awal.” Eunji terlihat frustasi.

Kai hanya tersenyum. Baekhyun lalu datang sambil membawa beberapa jajanan lalu kembali duduk ditempatnya tadi. Baekhyun lalu memberikannya kepada Eunji dengan wajah yang masih cemberut.

“gumawo, aigoo… anak pintar..” Eunji tersenyum sambil mengelus kepala Baekhyun.

Baekhyun lalu menepisnya dengan memegang tangan Eunji.

“hei, bisakah kau memanggilku oppa..?” Tanya Baekhyun yang masih memegang tangan Eunji.

Eunji menatap Baekhyun sebentar lalu langsung melepaskan tangannya dari genggaman tangan Baekhyun.

“michyeosseo, tidak akan pernah..” kata Eunji sambil membuka jajanannya.

Baekhyun lalu mengacak-ngacak rambutnya karena frustasi dengan sikap Eunji. Kai lalu tersenyum geli melihat kelakuan kedua sahabatnya.

“hei, kenapa kau begitu ingin dipanggil oppa oleh Eunji..?” Tanya Kai yang berusaha menahan tawanya.

“bukan untuk apa-apa, bukankah kita lebih tua darinya..? apa salahnya jika ia memanggil oppa untuk kita, apa kau tidak ingin diperlakukan seperti itu..? setidaknya satu orang, sudah kita yang lebih tua disekolah ini tapi kita tidak pernah diperlakukan seperti umur kita” jelas Baekhyun panjang lebar.

“aku tidak terlalu memetingkan kalau soal umur..” Kai tampak santai.

“kau dengar itu..? lagipula kita sama-sama kelas 3 iyakan..?” Eunji melahap makanannya.

“tapi, kau itu lebih muda setahun dari kami..” Baekhyun terlihat sangat ingin dipanggil oppa.

“kalian salah sendiri, bagaimana bisa kalian tidak lulus 3 kali..? aku baru 2 kali tidak lulus..” kata Eunji.

“jadi kau bangga karena tidak lulus 2 kali..? seharusnya kau sudah harus lulus tahun 2010..” Baekhyun seperti memulai pertengkaran diantaranya dan Eunji.

“kalau begitu bagaimana dengan kau…? Seharusnya kau lulus tahun 2009..” Eunji tak kalah emosi.

“hei,hei,hei.. kalian ini, sudahlah hentikan saja..” Kai mencoba menghentikan mereka sembari menahan tawa.

“kenapa kau tertawa..?” tany Eunji.

“kalian itu sangat lucu, sama-sama tidak lulus ditahun seharusnya malah bertengkar..” Kai mulai tertwa Karena tak sanggup menhan tawanya lagi.

“ah, kenapa hidupku sangat sial.. kenapa aku harus cinta dengan yeoja menjengkelkan seperti dia..” kata Baekhyun.

“itu berarti, kau telah termakan pesonaku..” Eunji menggoda Baekhyun.

Tiba-tiba seluruh murid berlari keluar dari kantin. Kai, Baekhyun, dan Eunji melihat dengan bingung.

“ada apa..?” kata Eunji yang tidak mengalihkan pandangannya kearah semua murid itu berlari.

Kai dan Baekhyun hanya diam tanda tidak tahu sambil tetap melihat kearah yang sama dengan Eunji. Eunji lalu mengubah posisi duduknya seperti awal.

“ayo kita lihat..” Eunji menatap Kai.

“haruskah..?” kata Kai yang merasa ragu.

“ayolah, sekedar hanya melihat..” Eunji lalu menarik tangan Kai dan Baekhyun secara bersamaan.

***

Terlihat sangat ramai di depan toilet yeoja. Eunji pun menerobos kerumunan itu dengan masih memegang tangan Baekhyun dan juga Kai. Terlihat jelas raut wajah kesal dari murid-murid yang diterobos oleh Eunji. Akhirnya mereka bertiga berada tepat didepan. Tenya ada seorang yeoja yang pingsan ditoilet.

“mwoya..? apakah dia mati..?” Baekhyun mulai ketakutan.

Eunji lalu menjitak kepala Baekhyun yang membuat Baekhyun menatapnya tajam.

“hei babo, jaga sedikit omonganmu..” kata Eunji yang membuat Baekhyun memanyunkan bibirnya.

“aish, ddo..? bagaimana bisa mereka membuat yeoja itu kaget..” gumam seorang yeoja yang berdiri tepat disebalah kanan Kai.

Kai lalu melihat yeoja yang bergumam disampingnya. Yeoja itu pun perlahan menatap Kai juga. Mata mereka pun bertemu. Yeoja itu pun terlihat kaget.

“a…pa ka..u melihat..ku..?” yeoja itu tergagap ketika melihat Kai menatapnya.

Kai memasang wajah bingung karena pertayaan yeoja tersebut. Kai sempat terlamun beberapa detik sampai akhirnya ia disadarkan Eunji.

”hei, minggir sedikit kubilang. Mereka ingin membawanya keluar..” Kai pun cepat-cepat bergeser karena yeoja yang pingsan tadi hendak dibawa ke UKS.

Murid-murid yang lain pun perlahan mulai meninggalkan tempat itu dan mulai melanjutkan aktivitas mereka kembali. Tapi Kai beserta Baekhyun dan Eunji masih berdiri disitu.

“hei, kau melamunkan apa..? oh ya tadi kau bicara dengan siapa..?” Tanya Eunji yang bingung melihat Kai.

“dengan yeoja…” Kai melihat kesebelah kanannya tapi tidak ada apa-apa.

“yeoja mana..?” Baekhyun ikut penasaran.

“tadi ada yeoja disini..” Kai mulai merasa bingung dengan ketidakadaan yeoja yang berbicaranya tadi.

“ah sudahlah, ayo kita kekantin lagi…” Eunji kembali meletakkan kedua lengannya di leher kedua teman namjanya ini.

“hei,hei Jung…Eunji..” Baekhyun berusaha melepaskan lehernya dari lengan Eunji, tapi Eunji malah berjalan dan membuat Kai dan Baekhyun berjalan seperi berlutut.

***

Kai dan kedua temannya pun kembali ke kantin dan duduk ditempat mereka semula tadi. Mereka kembali memakan makanan yang mereka tinggalkan tadi. Tiba-tiba Kai berhenti memakan makanannya dan melihat kearah tempat duduk tepat disamping Eunji.

“sedang apa kau duduk disini..?” Tanya Kai yang sepertinya tidak senang kedatangan yeoja yang berbicara dengannya tadi di toilet.

“wah, kau benar-benar bisa melihatku..” yeoja itu tampak sangat bahagia, terlihat dari senyumannya yang menghiasi bibirnya.

Eunji dan Baekhyun serempak menoleh kearah sebelah kiri mereka. Dan Eunji dan Baekhyun tidak menemukan apa-apa disebelah Eunji.

“Kai-ya, kau sedang bicara dengan siapa..?” Baekhyun lalu menoleh kearah Kai dengan wajah yang bingung.

Kai juga bingung, kenapa Baekhyun bertanya seperti itu.

“kalian tidak lihat, yeoja yang disebelah Eunji..?” mereka bertiga sama-sama bingung.

Eunji dan Baekhyun serempak menggelengkan kepala mereka. Eunji kembali melihat kesamping kirinya untuk memastikan.

“tidak ada siapa-siapa disampingku, kau bercanda..?” kata Eunji.

“Kai-ya, kau jangan bercanda..” Baekhyun ketakutan.

Kai yang merasa bingung dengan perkataan teman-temannya pun kembali menoleh ke yeoja yang duduk dismaping Eunji.

“hei, siapa kau..?” Kai mulai ketakutan juga.

“Kai-ya..” panggil Eunji pelan lalu kembali melihat kearah sebelah kirinya dan memang tidak ada apa-apa.

“mereka tidak akan bisa melihatku, tapi kau benar-benar bisa melihatkukan..?” yeoja itu tetap tersenyum melihat Kai.

“tidak bisa melihat..?” Kai kembali dibuat bingung.

Eunji dan Baekhyun pun makin diselimuti ketakutan. Eunji dan Baekhyun saling tatap, tatapan ketakutan. Perlahan Baekhyun pun bergeser tempat duduk, diikuti dengan Eunji.

“aku ini hantu..” kata yeoja itu kepada Kai.

“mw…mwo..? ha..han..tu..?” Kai sangat terkejut dengan apa yang dikatakan yeoja itu.

“hantu..?” Eunji dan Baekhyun serempak mengucapkannya sambil bertatapan.

“oe, aku hantu. Kau benar-benar bisa melihat ku kan..? Bisakah kau membantuku..?” yeoja itu tetap ramah bicara dengan Kai.

“Ka…Kai-ya, aku dan Eunji per..gi dulu..an..” Baekhyun langsung berlari bersama Eunji meninggalkan Kai sendirian dengan yeoja yang mengaku hantu itu.

“hei..” Kai mencoba memanggil Bakhyun dan Eunji tapi apa mau dibuat mereka sudah lari dan entah kemana perginya.

“jebal, kau bisa membantukukan..? selama ini hanya kau yang bisa melihatku..” kata yeoja itu lagi.

“michyeosseo… memangnya aku siapa kau..? apa perduliku..? pergi kau, dan jangan pernah ganggu aku lagi..” kata Kai yang mencoba untuk tenang dan tidak takut.

Senyuman yeoja itu pun luntur seketika saat Kai berkata seperti itu. Yeoja itu menatap Kai dengan memohon. Tapi Kai malah pergi dan tidak memperdulikan hantu yeoja itu.

***

“ahjumma, kami akan membayarnya minggu depan. Tolonglah…” mohon Eunji kepada ahjumma yang sepertinya adalah pemilik rumah atap yang ditempati Eunji.

“minggu lalu kau juga berkata seperti itu..” ahjumma itu kesal dan marah.

Lalu terlihat seorang namja menaiki tangga, pandangan ahjumma dan Eunji pun beralih kepada namja itu.

“Kai-ya..” panggil Eunji setelah melihat bahwa itu adalah Kai.

“ahjumma, ini bayaran untuk bulan lalu..” Kai menyerahkan sebungkus uang kepada ahjumma itu.

“untuk bulan ini..?” ahjumma itu bertanya.

“minggu depan, minggu depan kami pasti membayarnya..” kata Kai pasti.

“baiklah, kalian harus siapkan uangnya..” pesan ahjumma itu lalu pergi meninggalkan Kai dan Eunji.

“darimana kau mendapat uang itu..? kau bilang bos-mu tidak memberi gaji lebih awal untukmu..” Tanya Eunji penasaran.

“dari…” Kai ragu-ragu mengatakan yang sebenarnya.

Ekspresi Eunji langsung berubah, Eunji lalu mendengus kesal.

“Naeun..?” Tanya Eunji dengan menahan rasa kesalnya.

Kai diam tak tahu harus merespon apa.

“sudah berapa kali kubilang jangan pernah meminjam uang dari yeoja itu. Aku tidak menyukainya…” kata Eunji kesal.

“karena dia menyukaiku…? Eunji-ya, lihatlah Baekhyun..” kata Kai lembut.

“tapi aku menyukaimu, bukan Baekhyun..” kata Eunji tulus.

Kai menarik nafas panjang lalu membelai rambut Eunji lembut sambil menatap Eunji.

“hei, apa yang kalian lakukan..?” teriak seorang namja yang ternyata adalah Baekhyun.

Kai lalu menurunkan tangannya yang mengelus rambut Eunji tadi. Baekhyun lalu menghampiri mereka dan melingkarkan tangan kanannya dileher Eunji.

“kau mencoba berselingkuh dibelakangku..?” kata Baekhyun dengan nada penuh godaan.

“michyeosseo..?” Eunji langsung menepis tangan Baekhyun dan memasuki rumah atapnya.

“hei,ada apa dengannya..?” Baekhyu bertanya pada Kai karena melihat Eunji bersikap seperti itu.

“aniya, ayo masuk..” ajak Kai.

***

Kai, Baekhyun dan Eunji sedang duduk disofa yang saling berhadapan sambil memakan ramen. Eunji lalu melihat sesuatu diatas meja yang membuat ia bingung.

“ige mwoya..?” Eunji memegang benda itu dan itu terlihat seperti kunci mobil.

“ah itu, kunci mobil baruku..” kata Baekhyun yang membuat Eunji dan Kai kaget.

Kai yang sedang memakan ramennya pun tersedak.

“uhuk..uhuk…” Eunji lalu memberinya minum dan Kai pun meminumnya.

“mobil..? uang dari mana kau bisa memeli mobil..?” Eunji terlihat tak percaya.

“tanahku yang berada didesa sudah laku, jadi aku membelinya mobil..” Baekhyun tersenyum senang.

“hei, kenapa kau menjualnya..?” kata Kai yang masih sedikit tidak percaya.

“appa-ku pasti merestuinya dari surga sana, lagipula ini akan bermanfaat untuk kita..” kata Baekhyun.

“oemma-mu..?” kata Eunji.

“hei, sudah berapa kali kubilang jangan sebut oemma-ku. Dia sudah bahagia dengan laki-laki lain disana..” jawab Baekhyun.

Kai dan Eunji pun mencoba mengerti dengan situasi Baekhyun. Kai dan Eunji pun memiliki masalah keluarga masing-masing. Itulah mengapa mereka bisa berteman seperti ini, mereka menganggap kalau mereka senasib.

Keluarga Eunji, appa-nya meninggal karena dibunuh. Oemma-nya sudah meninggal sejak melahirkan Eunji, jadi dari kecil ia sudah memiliki oemma tiri. Tapi setelah appa-nya meninggal, oemma tirinya menguasai seluuruh harta kekayaan yang ditinggalkan appa Eunji. Eunji yang merasa sudah tidak sanggup pun memutuskan meninggalkan kehidupannya dan pergi mencari kehidupan yang lain.

Sedangkan keluarga Kai, sejak kecil ia hanya tinggal bersama oemma-nya. Ternyata oemma-nya adalah selingkuhan dari orang yang memiliki nama juga di korea selatan. Tapi Kai tidak pernah tahu siapa appa-nya, bagaimana wajahnya, siapa namanya Kai juga tidak tahu. Yang ia tahu hanya, pada saat kecil appa-nya selalu mengirimkan uang untuk biaya mengurusku. Tapi itu tak bertahan lama, menginjak umur 4 tahu appa-nya tidak pernah mengirimkan uang lagi entah apa alasannya. Oemma Kai sekarang telah tiada, dan ia sekarang hanya memiliki kedua temannya ini.

Setelah makan Eunji lalu mencuci piring makan mereka tadi. Sedangkan Baekhyun dan Kai hanya duduk disofa tadi dan entah apa yang mereka lakukan. Tapi, tiba-tiba Kai melihat hantu yeoja itu lagi duduk disebelah Baekhyun.

“hei, sudah kubilang jangan pernah ganggu aku lagi..” kata Kai yang lebih terlihat seperti membentak.

Baekhyun yang sedari tadi bermain handphone-nya pun menoleh kearah Kai dengan tatapan yang bingung. Suara Kai sampai terdengar kedapur, sambil melepas celemeknya Eunji menghampiri Kai.

“hei, kenapa kau..?” kata Eunji yang sudah berada di tempat Kai dan Baekhyun.

“jebal, tolonglah aku..” pinta hantu yeoja itu kepada Kai lagi.

“hei, hantu yeoja gila. aku tidak punya waktu untuk menolongmu jadi pergilah sekarang” bentak Kai.

Baekhyun dan Eunji yang mendengar ‘hantu yeoja gila’ pun mengangakan mulut mereka tanda sangat terkejut.

“h…ha..han..tu..?” Baekhyun lalu menoleh kesamping kirinya. Dan seperti biasa memang tak ada apa-apa yang dilihat oleh Baekhyun.

“hantu yeoja yang tadi siang..?” Eunji masih tak percaya dan masih berdiri mematung ditempatnya tadi.

Baekhyun yang sudah diselimuti ketakutan pun perlahan menuju kearah Eunji dan bersembunyi dibelakang tubuh Eunji.

“hei, apa kau serius..? apa kau hanya bercanda..? ingin membuat kami takut..” Eunji mulai mencurigai tingkah laku Kai.

Baekhyun lalu berusaha berdiri tegap dan berfikir ada benarnya juga dengan apa yang dikatakan Eunji.

“benar, apa kau mempermainkan kami..?” Baekhyun tampak serius.

“ani, jinjjaro… aku tidak bohong, dia memang disini. Hei hantu gila, kau pergi sekarang kau lihat, teman-temanku sekarang tak mempercayai aku lagi” Kai berdiri dan menunjuk kearah pintu agar sang hantu dapat segera pergi meninggalkannya.

Hantu yeoja itu tampak sedih.

“aku mohon, selama aku menjadi hantu cuma kau yang bisa melihatku dan aku mohon bantu aku..” hantu yeoja itu kembali memohon kepada Kai.

“kau jangan memohon seperti itu kepadaku..” kata Kai keras.

“wah, acting-mu benar-benar bagus..” kata Baekhyun yang menganggap Kai bercanda.

“hei, berhentilah berpura-pura..” kata Eunji yang sepertinya muak dengan tingkah Kai yang membuatnya dan Baekhyun menjadi seperti orang bodoh.

“aish, dia benar-benar ada…” kata Kai yang frustasi kepada Baekhyun dan Eunji karena mereka tidak percaya.

Baekhyun dan Eunji hanya tersenyum meremehkan.

“hei, kau lihat mereka sekarang menganggapku gila..” kata Kai kepada hantu yeoja itu.

“kau benar-benar gila..” kata Baekhyun yang melihat Kai bicara dengan hantu itu.

“apa aku harus buktikan kepada mereka kalau akau memang ada..? aish, tapi ini melanggar aturan..” gumam hantu yeoja itu sendiri.

“hei, kenapa kau hanya diam..? buktikan kalau kau itu ada..” kata Kai lagi.

“aish..” kata hantu yeoja itu yang sebenarnya ragu-ragu dengan tindakannya.

Hantu yeoja itu mulai berjalan menuju Eunji dan Baekhyun berdiri. Hantu itu lalu meniup telinga Baekhyun. Kai tersenyum melihat itu, ia merasa bahwa yang ia katakan adalah benar. Baekhyun yang merasa telinganya ada angin pun merasa kegelian. Eunji yang melihat Baekhyun pun sedikit merasa bingung.

“hei, Byun Baekhyun.. kau kenapa..?” Tanya Eunji yang bingung.

“entahlah, aku merasa ada angin ditelingaku..” kata Baekhyun sambil memegangi telinganya dan masih bingung.

“kalian lihat kan..? aku tidak bohong..” kata Kai mencoba meyakinkan kedua temannya itu.

Eunji dan Baekhyun hanya diam dan menatap Kai dengan tatapan masih penuh kecurigaan. Hantu itu pun kembali ketempat duduknya tadi lalu mengambil kunci mobil Baekhyun yang berada diatas meja tadi. Baekhyun dan Eunji membelalakkan mata mereka, mereka melihat kunci itu seperti terbang.

“eo…tteo..khae..?” mulut Eunji menganga melihat itu.

“ma…mal..do an…dw..dwae..?” kata Baekhyun dengan suara yang bergetar.

Baekhyun dan Eunji masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

***

Baekhyun dan Eunji duduk bersebelahan dan Kai berada dihadapan mereka.

“sekarang kalian percayakan..?” kata Kai.

Baekhyun dan Eunji menganggukkan kepala mereka dengan tatapan kosong. Bagaikan kehilangan raga mereka, tubuhnya sedang duduk disini sedangkan rohnya entah kemana. Sedangkan hantu yeoja itu sedang berdiri disamping Kai.

“dimana dia..?” Tanya Baekhyun kepada Kai.

Kai melirik karah kanannnya. Baekhyun lalu melihat kearah yang ditunjuk Kai lalu ia menutup mukanya karena takut. Sedangkan hantu yeoja itu hanya melihat Baekhyun dengan tersenyum, walaupun Baekhyun tak bisa melihatnya.

“kau bilang ia meminta tolong kepadamu..? dia meminta tolong apa..?” Tanya Eunji yang berusaha untuk tenang.

“molla, aku belum bertanya…” jawab Kai sekedarnya.

“kalau begitu tanya sekarang..” suruh Baekhyun yang mencoba untuk tenang juga.

“kau mau minta tolong apa..?” Tanya Kai sambil menoleh kearah hantu itu.

“tolong kau selidiki penyebab kematianku, aku sama sekali tidak ingat tentang kejadian selama aku hidup..” kata yeoja itu.

“dia memintaku untuk membantu mencari bagaimana dia bisa mati..?” kata kai yang menoleh kearah Eunji.

“wae..?” Tanya Baekhyun.

“dia lupa ingatan..” jawab Kai sekedarnya.

“hantu juga bisa lupa ingatan..?” gumam Baekhyun sendiri.

“eotteokhae..?” Tanya Eunji langsung.

“eotteokhae..?” Kai bertanya kepada hantu yeoja itu.

“naega eotteokhae ara, makanya aku meminta tolong kepadamu..” kata hantu yeoja itu.

“dia tidak tahu, makanya dia meminta tolong dengan kita..?” kata Kai lagi menghadap kepada Eunji.

“kita..?” kata Baekhyun.

“bagaimana kita bisa mencarinya..? kita bahkan tidak mengenalinya..” kata Eunji yang terlihat tidak nyaman dengan kehadiran hantu itu.

Kai lalu menoleh kearah hantu yang berada disampingnya dan ingin mengatakan yang dikatakan Eunji tapi Kai malah mengacak-ngacak rambutnya dan berguling-guling disofa. Kai terlihat sangat frustasi, ia terus berguling-guling sembari mengeluarkan seperti suara teriakan dan tetap mengacak-ngacak rambutnya.

“hei, neo wae geure..?” Tanya Baekhyun bingung.

“aish, michigetta. Aku sangat lelah mengeulang pertanyaan kalian..” Kai kembali mengajak-ngacak rambutnya setelah mencawab pertanyaan Baekhyun.

“geurom eotteokhae, hanya kau yang bisa melihatnya..?” kata Eunji.

Hantu yeoja itu hanya melihat Kai yang seperti orang gila.

“hei, hantu gila. bisakah kau membuat mereka melihatmu..? aku sangat lelah jika seperti ini, atau kau tinggalkan aku saja aku benar-benar tidak sanggup..” Kai seperti mau menangis karena tak sanggup menghadapinya.

“hei berhenti memanggilku hantu gila, aku mempunyai nama..” hantu itu mulai marah.

“aish molla, molla..” Kai tampak sangat putus asa dan frustasi.

“apa yang mereka bicarakan..?” kata Eunji pelan sambil mendekat kepada Baekhyun yang duduk disebelahnya tapi tetap melihat kearah Kai.

“entahlah..” Baekhyun menjawab Eunji sambil tetap menatap Kai yang menurutnya aneh.

“sebenarnya, ada cara untuk membuat mereka bisa mendengarku, tapi tidak bisa melihatku..” kata hantu yeoja itu ragu-ragu.

“mwo..?” Kai langsung bertanya dengan wajah yang penuh harapan.

***

Baekhyun dan Eunji menatap dengan mata tak berkedip dan mulut sedikit terbuka dua mangkuk besar berisi daging mentah.

“hei, michyeosseo..?” teriak Eunji yang membuat Kai yang duduk dihadapannya kaget.

“jebal, kalian pasti bisa. Apa kalian tega melihatku menderita sendirian..?” Kai terus memohon.

Baekhyun mendengus pasrah sambil menatap Eunji yang duduk disebelahnya. Eunji dan Baekhyun lalu mendekatkan wajah mereka secara bersamaan ke mangkuk yang berisi daging itu. Eunji yang mersa tak tahan dengan baunya pun menjauh.

“ah, aku tidak bisa..” Eunji terlihat sama sekali tidak bisa menahan bau daging itu.

“bagaimana kita bisa memakan 2 kilo daging mentah..?” kata Baekhyun lesu.

“hanya ini satu-satunya cara supaya mereka bisa mendengarku..” kata hantu yeoja itu.

Kai lalu menatap kedua temannya itu dengan penuh harapan. Eunji dan Baekhyun lalu mengambil mangkuk mereka masing-masing dengan wajah ingin menangis.

***

Baekhyun dan Eunji terduduk lemas di sofa mereka. Dan terlihat mangkuk yang penuh berisi daging tadi sekarang bersih tanpa sisa. Kai tersenyum bahagia melihat kedua temannya yang terduduk tak berdaya diatas sofa.

“gumawo, kalian memang benar-benar chingu sejatiku..” kata Kai.

“annyeong, kalian bisa mendengarku sekarang bukan..?” suara hantu yeoja itu yang terdengar ceria.

Baekhyun dan Eunji terlihat terkejut.

“Baekhyun-ah, kau mendengarnya..?” Tanya Eunji tak percaya.

“n..ne..” Baekhyun menjawab dengan suara yang bergetar.

“baiklah, jika kalian semua sudah bisa mendengarku aku akan mulai mengenalkan diriku. Namaku Kim Namjoo..” hanya Kai yang melihat kearah hantu itu yang duduk disebelah kirinya.

Eunji dan Baekhyun hanya melihat kearah yang dilihat Kai dengan tatapan sedikit ketakutan.

“kalian tidak usah takut, aku tidak akan memakan kalian..” kata Namjoo tersenyum walaupun Eunji dan Baekhyun tidak bisa melihat.

“tunggu, kau bilang kau tidak mengingat apa-apa. Kenapa kau bisa mengetahui namamu..?” Tanya Kai yang mulai curiga.

“hei, apa kau tidak lihat nametag dibajuku ini..?” kata Namjoo sambil menunjukkan nametag yang berada di dada sebelah kirinya.

“mengapa kau mempunyai nametag..? memangnya kau apa..?” Tanya Eunji yang mencoba mencari dimana Namjoo berada.

“hei, apa kau tidak lihat seragamku..?” kata Namjoo lagi kepada Kai.

Kai lalu menatap Namjoo dari ujung kepala hingga kaki.

“dia memakai seragam sekolah kita..” kata Kai tak percaya.

“jinjja..? berarti dia juga murid disekolah kita..?” Tanya Baekhyun sambil melihat kearah Kai.

“aku juga tidak tahu, pada saat aku menjadi arwah aku tidak mengingat apa-apa. Tapi, karena aku memakai seragam ini makanya aku kesekolah kalian. Pasti aku juga salah satu murid disitu, sangat beruntung aku mati menggunakan seragam ini..” cerita Namjoo yang tetap menatap Kai begitu juga dengan Kai.

“apa enaknya mati..?” gumam Baekhyun sendiri.

“jadi, kita harus bagaimana sekarang..?” Eunji mulai berfikir.

“pertama, kita harus mencari tahu asal usul Namjoo” kata Kai menatap Eunji.

“oh ya, aku minta tolong satu lagi…” kata Namjoo tiba-tiba.

“dasar hantu gila..” gumam Baekhyun.

“ddo mwo..?” kata Kai yang terlihat kesal.

“temukan jasadku juga..” kata Namjoo.

“jasadmu belum ditemukan..?” Tanya Kai sedikit terkejut.

“ne, kalau jasadku ada dan sudah dimakamkan atau dikremasi dengan layak pasti aku tidak akan disini..” kata Namjoo.

“apa maksudmu..?” tanya Baekhyun yang bingung.

“kau tidak tahu apa, arwah yang masih gentayangan itu jasadnya pasti tidak diketahui dimana. Makanya para hantu yang jasadnya belum ditemukan sepertiku, mereka berusaha mencari orang yang bisa melihat mereka lalu mengatakan dimana jasad mereka. Tapi nasib buruk menimpaku, sudah jasad belum ditemukan lupa ingatan lagi jadi aku tidak mengingat bagaimana aku bisa mati..” cerita Namjoo panjang lebar.

“kau benar-benar malang..” respon Baekhyun.

“terus, bagaimana kita mencari asal usul si Namjoo itu..?” Tanya Eunji yang kembali pada pokok permasalahan.

“kalau dia murid disekolah kita, pasti ada catatan kesiswaannya..” kata Kai dengan cerdasnya.

“wah, kenapa kau tiba-tiba jadi pintar..” puji Baekhyun melihat cara Kai berbicara.

“jadi, kita harus mencuri catatan itu..?” Eunji mulai serius.

“ya, paling tidak harus mengingatnya” kata Kai lagi.

“mengingat..?” guman Baekhyun.

Kai dan Baekhyun lalu menatap Eunji dengan penuh arti. Eunji yang merasa ditatap aneh oleh kedua temannya itu pun sedikit bingung.

“mw…mwo..?” Eunji gagap.

***

–TBC—

 

 

13 pemikiran pada “You Can See Me, Right..? (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s