Werewolf Beside You (Prolog)

Werewolf Beside You

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

늑대인간, 당신옆에(PROLOG+THE FIRST STORY)

by @ayeolaapark

Cast: Lee Sara, Park Chanyeol (as Werewolf), Park Chanyeol (as Human), Kim Jongin, Wu Yi Fan, and other cast || Length: Chaptered || Genre: Fantasy, Thriller, Tragedy, Angst (in ending) and Romance.

Ratting: G

Inspiration: Novel/Movies: Werewolf Boy (90% IDE SENDIRI)

Disclaimer:

PURE CREATED BY ME! NO PLAGIARISM!

DILARANG COPY PASTE CERITA TANPA IZIN!

Maaf, typo bersebaran dimana-mana. Masih amatir dan mainstream karena baru pemula. Well, happy reading!

Pertemuan singkat antara 2 makhluk yang berbeda… Dan terasa seperti ‘dejavu’.

“Perkenalkan… Aku… Aku Lee Sara. Penghuni baru rumah sebelah.”

“Aku Park Chanyeol.”

 

Rasa ‘cinta’ adalah perasaan yang baru ia rasakan membuatnya merasa lemah.

“Chanyeol… Bolehkah aku mencintaimu?”

“Kupikir… Aku tidak pantas untuk kau cintai, Sara.”

“Tapi… Aku rasa… Aku mencintaimu, Park Chanyeol.”

“Aku juga mencintaimu, Lee Sara.”

Namun, mereka harus berpisah karena adanya perbedaan.

.

.

.

 

THE FIRST STORY…

.

.

.

.

—Seoul, 2015—

 

Pertengahan musim dingin sama sekali tidak mengganggu aktifitas rutin para penduduk Ibu Kota negara yang amat terkenal saat ini. Semua orang masih bisa berlalu-lalang walaupun ribuan butiran salju menutupi jalan. Cokelat panas dan kopi kini adalah minuman bersahabat yang mereka nikmati karena dapat meredakan rasa dingin mereka.

Tepat pada saat itu, pesawat Canada Airlines mendarat dengan baik di bandara Incheon Internasional Airport. Walau, cuaca kurang baik, jadwal penerbangan masih tetap berjalan tanpa kendala sedikit pun. Penumpang diantaranya adalah sepasang suami istri yang sudah sangat menunjukkan umurnya. Sepertiga perempat rambut sepasang suami istri sudah memutih, namun kegigihan mereka kemari, umur bukanlah penghalang bagi mereka untuk menginjakkan kakinya kembali ke negara, dimana mereka di lahirkan, dan sempat mereka tinggali selama bertahun-tahun.

Ya, negara Korea Selatan.

Seorang gadis manis berkuciran satu sedang menunggu mereka dengan ponsel digenggaman tangan mungilnya. Lengkungan manis terlukis di wajah cantiknya saat dia melihat mereka, kakek dan neneknya. Pelukan hangat dan rindu langsung ia berikan kepada mereka yang tubuhnya sudah tidak tegap lagi seperti masa mereka muda, semuda cucunya ini.

“Soojung-a, aku tidak mengira kau akan sebesar ini sekarang.” Ucap sang nenek.

Long time no see, nek, kek. Soojung sangat merindukan kalian.” Balas sang cucu dengan manisnya—Jung Soojung.

“Soojung, terima kasih sudah menyempatkan waktunya menjemput kami.” Ujar sang kakek kemudian dengan senyum sang kakek yang masih terlihat ketampanannya semasa muda.

“Tidak masalah, kek. Dengan senang hati Soojung menjemput nenek dan kakek yang Soojung sayangi ini. Ayo kita ke rumahku.” Ajak Soojung sambil mengambil alih mendorong koper-koper kakek dan neneknya yang tersusun rapih di trolley.

Ketiga orang itupun keluar dari bandara dan langsung menuju parkiran mobil, tempat dimana Soojung memparkirkan mobil kecilnya, pemberian dari orang tua sekaligus anak dari kakek neneknya. Dengan sigap, Soojung memasukkan koper-koper yang berat itu dengan sedikit bantuan Kakeknya. Setelah koper-koper sudah masuk bagasi, mereka pun memasuki mobil. Soojung menstater mobilnya dan menjalankan mobilnya pelan.

“Nenek, apa nenek tidak ingin berjalan-jalan dulu? Kebetulan, ayah dan ibu masih bekerja dan pulang malam. Dengan senang hati Soojung akan mengantarkan nenek kemana saja, Soojung baru punya surat izin mengemudi tahun ini.” Celoteh Soojung panjang-lebar, namun matanya masih terfokuskan ke jalanan yang tertutup salju tipis.

Sekelibet memori, kenangan terputar seketika bagaikan kaset hitam-putih di benak sang nenek. Kenangan yang tidak pernah terlupakan olehnya, walaupun sangat ingin berusaha melupakannya. Kenangan masa mudanya yang manis, namun sedikit pahit. Kehilangan seseorang yang sangat ia rindukan sampai sekarang… Yah, sebenarnya bukan seseorang.

“Nenek ingin ke rumah lama nenek, di Gangwon-do Yanggu. Nenek sangat ingin ke sana. Kau tau tempatnya dimana? Nenek akan memberi alamatnya.” Jawab sang nenek setelah berdiam diri memutuskan keinginannya.

“Ya, kakek juga tidak pernah berkunjung ke rumah nenek dulu.” Ujar sang kakek mulai angkat bicara. Soojung pun mengangguk dan tersenyum kembali mengiyakan permintaan neneknya yang ingin berkunjung ke rumah neneknya dulu.

Membutuhkan waktu sekitar 60 menit mereka sudah sampai di Gangwon-do Yanggu, tepatnya rumah yang dulu pernah neneknya tinggali dulu. Kaki sang nenek pun terpijak tepat pada depan pagar rumah yang sangat sepi dan terlihat agak angker ini karena sudah lama tidak ditinggali. Terakhir penghuni rumah disini adalah Ny. Lee Sara—tepatnya nenek Soojung.

Mata sang nenek berbinar melihat kembali rumah pemberian almarhum sang ayah yang hanya ditinggalinya dulu sekitar 3 bulan saja. Waktu yang lumayan singkat, namun tersirat banyak kenangan yang tidak akan terlupakan. Ny. Lee Sara, atau yang sering Soojung panggil nenek itu memang kini sudah pikun, namun kenangan masa lalunya masih ia ingat jelas dalam memorinya.

Butiran salju lembut sedari tadi menimpa rambut dan tubuhnya. Dingin, namun matanya memanas. Ia sangat ingin menitikkan air mata yang sudah terkumpul pada kelopak matanya. Tiba-tiba, sebuah syal warna putih tergulung di lehernya. Bukan, bukan dia bahkan bukan Soojung yang memakaikannya. Tapi suaminya—Tn. Park Chanyeol, atau yang sering Soojung panggil dengan sebutan kakek.

“Udara sangat dingin, kau harus melindungi kulitmu dari dingin. Lihat, kedua pipimu sudah memerah.” Ujar Tn. Park Chanyeol pada istrinya yang ternyata sudah ada di sampingnya.

Ya, Ny. Lee Sara menderita penyakit saluran pernafasan menahun. Bronkitis. Penyakit ini sudah lama di deritanya sejak kecil. Dan penyakit ini tidak mudah untuk di sembuhkan total. Karena penyakit ini belum terbilang ringan. Umur Ny. Lee Sara yang sudah menginjak 70 tahun membuatnya sering mengalami infeksi pernafasan, batuk berdahak, sesak napas, cepat lelah, pipi tampak kemerahan, sakit kepala, dan gangguan pada penglihatan.

“Terima kasih, Tn. Park.” Kata Ny. Lee Sara pada suaminya dengan senyuman khasnya. Membuat keriput yang ada di ujung matanya makin mengkerut.

Tiba-tiba, Soojung ada diantara mereka dengan senyum manisnya. Matanya menatap ngeri bangunan yang ada di depannya sambil menggenggam kedua tangan kakek neneknya. Sekaligus memberi rasa hangat pada kedua orang yang ia sayangi dan ia rindukan.

“Ini rumah nenek dulu?” Tanyanya polos. Nenek tersenyum dan mengangguk iya pada cucu semata wayangnya.

“Nenek tidak akan tinggal disini lagi kan? Rumah ini sudah sangat tua sekali, dan… menyeramkan.” Lanjutnya dan menatap neneknya dengan mata yang sendu.

Ny. Lee Sara sedikit tersentak dan mengedarkan pandangannya ke segala arah, kemudian menggeleng pelan. ‘Menyeramkan’. Kata yang cucunya katakan membuat Ny. Lee Sara kembali teringat dengan kenangannya dengan seseorang yang orang bilang ‘menyeramkan’. Pandangan kini mengarah pada bangunan putih yang ada di sebelah rumah yang ia tinggali dulu. Ny. Lee Sara memejamkan matanya sejenak berusaha menahan air mata yang akan tumpah pada saat kapan pun. Kemudian menatap bangunan putih tua itu dengan mata yang sendu.

Ia kembali dengan memorinya. Kenangan 50 tahun yang lalu. Kenangan 50 tahun lalu yang masih teringat jelas di ingatan Ny. Lee Sara. Bagai kaset rusak yang telah berkarat, film-film itu terputar di ingatan Ny. Lee Sara.

.

.

Makhluk itu…

.

.

.

.

Dimana makhluk itu?

.

Apa dia masih hidup?

.

Masihkah dia mengingatku yang sudah tua ini?

.

.

.

Wait the Next Story

.

.

.

A/N:

Maaf baru dibuat prolog, soalnya ini baru permulaan. Bingung kenapa ‘Park Chanyeol’ ada 2? Next chapter insyaallah ada penjelasannya. RCL ya, kalau banyak yang minta lanjut, bakal dilanjutin. +10 likes/comments langsung next chapter. No siders kalau bisa, hehe.

Follow me on instagram; @fychanyeol | Also posted on; fychanyeol.wordpress.com | Thanks for reading!

 

 

 

27 pemikiran pada “Werewolf Beside You (Prolog)

  1. Pengeng cepat2 Chap 1nya nih!
    Kyaknya kenangannya Ny. lee sara ttng park chanyeol, tpi ko park chanyeolnya ada 2 yah?
    Next! Keep writing!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s