Locker Boy – Chapter 3

Judul                            : Locker Boy – Chapter 3

Author                         : Rezita Alfira

Genre                          : Fluff, Romance, Cute, Marriage Life(chapter selanjutnya), Comedy.

Length                         : Chaptered

Casts                            : Sehun (EXO-K) – Chorong (Apink)

Other Cast                   : EXO-K members, Kim Serin(OC//Kai’s Yeodongsaeng)

Rating                          : PG-13

LOCKER BOY PHOSTER

Credit Poster: by Haruru98 – http://cafeposterart.wordpress.com

Langsung aja ya readers-deul, seperti biasa pidatonya sudah disiapkan dibawah kekeke, enjoy!

:Locker Boy:

***

Kini semua sudah berkumpul di meja bernomor 17, semua dalam arti, Chorong beserta Eomma dan Appa-nya, Sehun beserta Adik, Eomma dan Appa-nya juga. Keheningan pun terjadi di antara Sehun dan Chorong. Mereka saling menautkan alis mereka masing masing, masih terlalu bingung, sebenarnya apa yang akan dilakukan keluarga mereka?

“Kalian sudah saling mengenal ya?” pertanyaan dari Eomma Sehun pun terdengar

“Err….ne Ahjumma, aku adik kelas dari Sehun sun..sunbae? heheh”

“Ne, kami saling kenal, memangnya kenapa eomma?”

“Kenapa kalian bisa datang kesini berbarengan?” SKAK! Pertanyaan dari Eomma Chorong pun membuat Sehun menyekat nafasnya, apa yang harus ia jawab? Sementara alasan mereka datang bersama karena Sehun yang memaksa Chorong untuk pulang dengannya, dan ternyata tujuan mereka sama, ke restaurant Indonesia ini.

“Kalian sudah berpacaran ne?” Lagi lagi perkataan dari Appa Chorong membuat Sehun membulatkan matanya, begitu juga dengan Chorong.

“Kenapa tidak menjawab, Sehun-aah? Chorongie?….jadi eomma simpulkan bahwa perjodohan ini lebih gampang ya.” Sekarang mungkin kedua mata Chorong dan Sehun ingin melompat keluar karena terlalu kaget mendengar perkataan dari Eomma Sehun.

“Woah Oppa, kalian berarti sebentar lagi akan menikah.” Dan yang terakhir, perkataan Aira, adik Sehun, membuat Sehun dan Chorong semakin menyekat nafas mereka.

“Apa? Perjodohan? Menikah? Eomma…” Chorong mulai mengeluarkan suaranya, merengek tidak tentu, sementara yang ada di pikiran Sehun berbeda dengan apa yang ada di pikiran Chorong.

Entah kenapa, Sehun ingin sekali mengatakan bahwa ia ingin menerima perjodohan itu. Sedikit demi sedikit hati Sehun mungkin sudah terambil oleh Chorong.

“Ah benarkah kami berdua akan dijodohkan? Dan menikah? Di usia-ku yang masih 20 dan Chorong 19? Aku rasa aku setuju” ujar Sehun sambil sedikit menyeruput Orange Juice yang tadi ia pesan, Chorong benar benar kaget mendengar perkataan Sehun, sama seperti yang lainnya.

“Sunbae…apa yang kau lakukan eoh?”

“Baiklah, kalau kalian berdua setuju, appa rasa, kalian bisa menikah 2 minggu lagi.” Ujar Appa Sehun.

Tolong jelaskan apa yang sebenarnya terjadi sekarang ini, batin Chorong. Sehun yang melihat kebingungan di wajah Chorong mulai merasa ketidak-enakan akibat tindakannya barusan.

“Bagaimana Sehun? Chorong?”

“Aku terserah saja.” Jawab Chorong lemas, Sehun yang melihat tingkah Chorong, semakin merasa bersalah karena jawabannya tadi.

“Ah ne Appa, aku setuju, 2 minggu lagi. Kalau begitu, izinkan aku dan Chorong pergi dari sini, kami ingin ke taman di ujung jalan, nanti Chorong akan aku antarkan pulang, Ahjumma, Ahjussi, ne?” Eomma dan Appa Chorong pun mengangguk senang mendengar perkataan Sehun.

Sehun menarik pelan pergelangan tangan Chorong untuk keluar dari restaurant itu.

Sehun dan Chorong kini duduk bersampingan di bangku taman yang tidak jauh dari restaurant khas Indonesia itu, Chorong masih saja mengunci mulutnya rapat rapat.

“Wae?”

“Gwenchana sunbae.” Sehun menghela nafas panjang mendengar jawaban Chorong.

“Aku bisa batalkan perjodohannya kalau kau tidak m..”

Sunbae, apa yang kau pikirkan? Mengapa aku tidak mau menerima perjodohan dan segera menikah dengamu? Itu bahkan suatu hal yang sangat aku inginkan eoh? Kau tahu sendiri kalau…” Chorong menghentikan perkataannya

“Kalau apa?”

“Huf…Kalau aku menyukaimu.” Sehun tersenyum mendengar perkataan Chorong yang ia pikir sangat jujur dari lubuk hatinya.

“Jadi kenapa kau memasang wajah seperti itu kalau sebenarnya kau ingin menikah denganku? hei Chorong, coba lihat wajahku.” Sehun membenarkan posisi duduknya agar mudah wajahnya untuk Chorong lihat, Chorong menautkan alisnya, bingung mengapa Sehun menyuruhnya untuk melihat wajahnya.

“Kau tahu kenapa aku menerima perjodohan dan rencana pernikahan itu? kau tahu kenapa aku memilihmu sebagai gadis yang aku cium di depan banyak orang?” Chorong menggelengkan kepalanya, mata Chorong tetap fokus pada wajah Sehun.

“Karena aku tahu bahwa kau benar benar menyukaiku, hey, mungkin aku sedikit percaya diri, tapi nyatanya benar kan? Pertama, caramu melihatku, kau ingat kejadian di lantai 3? HanGyul menyatakan cintanya padaku. Dan waktu itu, kau terus memandangi tanganku yang digenggam HanGyul, bukankah itu kecemburuan?”

“Sunbae…hah kali ini kau benar.” Chorong tertawa kecil saat menjawab pertanyaan Sehun.

“Yang kedua, terimakasih untuk membuatku selalu tersenyum.”

“Eh?”

“semua coklat darimu itu selalu membuatku tersenyum. Dan aku benar benar beruntung ada gadis cantik yang menyukaiku, walaupun aku sudah mengecewakan hatimu. Kau tetap saja menaruh coklat di lokerku setelah kau melihat tanganku digandeng mesra oleh HanGyul, bukankah itu luar biasa?”

Chorong merasakan pipinya mulai memanas mendengar perkataan dari Sehun, kata per kata yang Sehun lontarkan cukup membuat hatinya berdegup 1000 kali lebih cepat.

“Apakah itu sebuah alasan untuk menerima perjodohan dan rencana pernikahan?” Sehun tertawa kecil mendengar pertanyaan Chorong.

“Ani, alasan utamanya, karena aku ingin mencoba membuka hatiku untukmu, hati untuk seorang gadis yang benar benar menyukaiku. Mungkin aku belum sepenuhnya menyukaimu, Park Chorong, tapi percaya padaku, aku akan melakukannya.”

Chorong tersenyum mendengar perkataan Sehun, melihatkan sederet gigi putihnya, tersenyum terlalu senang malah. Tidak menyangka adalah yang Chorong rasakan saat ini, bagaimana bisa seorang Oh Sehun mengatakan kata kata romantis seperti itu?

“Jadi..”

“Jadi, kita sekarang adalah calon pasangan suami dan istri, mengerti nyonya Park?”

“Ne! Hehehehehe.”

“Dan bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan sunbae? Itu terkesan…emm…”

“Ne Oppa.” Sehun sedikit tersontak mendengar ujaran Chorong, dan berakhir tersenyum.

“Mulai besok dan seterusnya, kau akan menjadi penumpang di mobil ku, arraseo? Aku akan mengantar dan menjemputmu. “

“HanGyul sunbaenim…”

“Haruskah disaat romantis seperti ini kau memikirkan gadis gila itu? eishh” Sehun mengacak acak rambutnya sendiri mendengar perkataan Chorong.

:—:

Percakapan antar anggota keluarga terjadi di kediaman keluarga Kim. Yang isinya adalah, Nyonya dan Tuan Kim, serta kedua anak mereka, Kim Jongin dan Kim Serin. 4 anggota keluarga itu sekarang tengah santai berbincang dan mengobrolkan aktifitas sehari hari mereka di ruang tengah keluarga.

“Eomma, Appa, aku naik duluan eoh? Aku mengantuk sekali, daahh” Serin beranjak meninggalkan ruangan tengah dan berjalan menaikki tangga untuk ke kamar tidurnya yang berada di lantai atas.

Serin merebahkan tubuhnya ke kasur secara kasar. Tiba tiba, ponsel Serin bergetar, menandakan bahwa ada satu pesan masuk. Byun Baekhyun, ternyata itu pesan dari Baekhyun, namja yang belakangan ini selalu ada di hati dan otak Serin.

From: Baekhyun Sunbae

Serin-aah, bisa kau sekarang berada di balkon kamar tidurmu? Ppali juseyo.

Serin menautkan alisnya membaca pesan dari Baekhyun, dan Serin pun mengikuti perintah Baekhyun untuk berdiri di balkon kamarnya.

“M..mphh” Mulut Serin tiba tiba di bekap oleh seseorang yang berada di sampingnya.

Sunbae?!?!” Baekhyun melihatkan sederetan giginya saat mendengar perkataan Serin.

“Aku bisa sampai disini dengan itu.” Baekhyun menunjuk tangga panjang yang ia gunakan untuk sampai ke balkon kamar Serin, sungguh romantis.

“Woah…” Serin masih terpukau oleh perlakuan Baekhyun. Benar benar namja mungil yang romantis. Tapi tiba tiba..

“Serin-aah, mian.” Chu~ Baekhyun mengecup cepat bibir Serin lalu melepaskannya kembali, satu kecupan singkat yang Baekhyun daratkan di bibir Serin. Sementara Serin hanya membulatkan matanya.

“Berpacaran?” tanya Baekhyun pada Serin, jantung Serin semakin berdetak cepat mendengar permintaan dari namja yang ada di depannya ini.

“Benarkah? Hm…ne? hehehe, arraseo, aku ingin menjadi pacarmu, tuan mungil” Baekhyun kaget mendengar jawaban Serin yang ternyata benar benar menerima dirinya sebagai pacarnya, Baekhyun memeluk sangat kencang tubuh Serin. Tapi pelukan itu berakhir saat Serin mengetuk kepala Baekhyun.

“Cepat pulang, kau bisa direbus oleh Kai Oppa kalau ketahu..”

“Hey, aku melihat semuanya. Yya Byun Baekhyun….” ujar Kai yang ternyata sedari tadi sudah melihat semua adegan itu, tapi Kai hanya tersenyum melihat tingkah Baekhyun dan adiknya itu tertangkap basah sedang berbicara di balkon.

“Oke, kali ini aku akan menyetujuimu, tuan Byun” Oh, ini suatu keajaiban.

:—:

Alarm milik Chorong berbunyi lumayan keras pagi ini. Mendengar itu, seperti biasa, Chorong langsung terbangun dari mimpi indahnya dan bergegas untuk mandi, bersiap, dan berangkat ke kampus.

Chorong menyeret handuk mandinya dan dengan secepat kilat, Chorong hilang dibalik pintu kamar mandi yang ada di dalam kamarnya itu. Chorong menyisir rambut panjang kecoklatannya itu, rambut yang panjangnya lebih dari bahu Chorong itu dibiarkan terurai, bibir gadis itu semakin cantik saat ditambahkan warna pink muda dari lipgloss yang Chorong pakai.

Kaus putih polos dengan mantel berwarna biru langit dan jeans biru tua yang Chorong pakai sangat cocok untuk kaki yang indah semampai itu. Chorong menuruni tangga dan berjalan ke arah ruang makan. Tapi sepertinya ada yang janggal saat Chorong melewati ruang tamu.

“Sun..eh, Oppa!?!” Sehun melambaikan tangannya. Kini Sehun tengah duduk bersama Appa Chorong di ruangan tengan rumah gadis cantik itu.

“Kajja kita sarapan dulu” tiba tiba suara eomma Chorong dari arah ruang makan pun terdengar. Lalu, Chorong, Sehun dan appa-nya pun berjalan ke arah ruang makan untuk menyantap sarapan pagi mereka.

“Sehun, mulai sekarang panggil aku dengan sebutan eommonim saja eoh? Dan kau bisa memanggil ayah Chorong dengan sebutan appa, sama seperti Chorong” Sehun mengangguk dan tersenyum mendengar perintah dari Eomma Chorong, sementara Chorong hanya tersenyum mendengar ujaran eommanya.

“Oh iya, karena kemarin malam kalian pulang terlebih dahulu, aku dan eomma-mu sudah membicarakan tanggal pernikahan kalian, tepat hari sabtu 2 minggu lagi. Jadi, bisakah kalian fitting baju pengantinnya nanti sore setelah pulang kuliah?” Chorong dan Sehun hanya saling bertatapan mendengar ujaran nyonya Jung itu.

“Emm…terserah eomma saja.”

“Keurrae, nanti aku akan kesana bersama Chorong, eommonim” Eomma Chorong pun tersenyum mendengar ujaran Sehun.

Selesai berbincang masalah fitting baju pengantin yang akan di laksanakan nanti sore, Sehun dan Chorong pun langsung berpamitan.

“Eomma aku berangkat dulu, Appa, annyeong.” Chorong pun berpamitan dengan Eomma dan Appa nya, yang disusul dengan pamitan dari Sehun.

“Haruskah ada kecanggungan di dalam mobil ini? Ya Park Chorong, kau ingat bukan? Kita ini calon suami ist…”

“Eissshhh, oppa! Kau tahu, aku merasa seperti…err…aneh? eomma, appa, dan dirimu selalu saja menyebutkan ‘calon suami dan istri’ itu membuatku sedikit…ah lupakan” Sehun tertawa mendengar gerutu Chorong, lucu sekali, batin Sehun.

Yeobo…” goda Sehun sambil mencolek dagu Chorong, dan itu membuat Sehun ingin tertawa terbahak bahak

“Kyaaaaa oppa! Jangan lakukan itu, aaaaa aku aneh mendengarnya”

“Oke oke, aku mengerti. Ohya, hari ini, aku mau memperkenalkan cal..oke oke, aku ingin memperkenalkan dirimu kepada teman temanku, tenang saja, hanya Baekhyun, Chanyeol, Suho, Kai dan Kyungsoo.” Chorong mengangguk mendengar perkataan Sehun.

“Apakah mereka galak?”

“Mereka itu idiot dan konyol”

“Ayo turun, kita sudah sampai”

Chorong dan Sehun pun keluar dari dalam mobil sport itu, kini semua pandang mata tertuju pada Sehun dan Chorong, tapi mata mata itu lebih terfokus kepada Chorong. Beberapa mahasiswa dan mahasiswi mulai berbisik bisik.

“Oppa aku takut.” Sehun tersenyum tipis mendengar ucapan Chorong. Lalu, Sehun menjulurkan telapak tangannya ke hadapan Chorong.

“Genggam tanganku, maka rasa takutmu akan hilang.” Chorong menarik sudut bibirnya mendengar perkataan Sehun, mulai dirasakannya pipinya memerah terhadap perlakuan Sehun. Chorong menerima telapak tangan Sehun, alhasil, mereka berjalan dengan tangan yang saling bergandengan.

Woah, Park Chorong itu sangat beruntung mendapatkan hati Sehun sunbae

Ahh, neomu kyeopta, mereka terlihat cocok

Eishh, Oh Sehun, aku sudah lama mengincar Chorong

Mereka cocok sekali, aku iri

Bisikan bisikan para mahasiswa di kampus itu terdengar di telinga Chorong dan Sehun, mereka hanya tersenyum mendengarnya.

“Masuklah ke kelas.” Sehun menepuk nepuk pundak Chorong.

“ini terlalu berlebihan, tuan Oh. Tapi terimakasih, hehehe, aku masuk dul..”

Chu~ Sehun mendaratkan bibirnya di atas bibir Chorong, hanya kecupan singkat, bahkan sangat singkat. Lalu tersenyum, ya, Sehun tersenyum. Sehun suka membuat dan melihat pipi Chorong berubah warna, menjadi sedikit kemerahan. Blushing.

“Yak! Oh Sehun! kau tidak bisa mencium bibirku seenaknya!!! Hhhh” Chorong mengacak acak rambutnya lalu langsung meninggalkan Sehun di depan kelasnya, Chorong masuk ke kelasnya tanpa pamit dengan Sehun, namja itu membuatnya frustasi.

MWO?! KYAAAAAAAA PARK CHORONG CHUKKAE!!! YA TUHANN”

“Ya! Kim Serin, eishh, suaramu terlalu besar kau tahu?! Dan terimakasih, aku juga tidak menyangka kalau Sehun bisa seperti itu” Chorong mengangkat kedua bahunya. Chorong baru saja menceritakan semua yang terjadi kemarin, dari acara perjodohan sampai ia akan menikah dengan namja yang baru beberapa menit yang lalu mencium bibirnya.

“Semoga aku dan Baekhyun oppa juga bisa sepertimu. Hihihi”

“Apa maksudmu?” Chorong menautkan kedua alisnya. Dan tiba tiba tersadar.

“Kau sudah berpacaran dengan Baekhyun sunbae?!?! JINJJARO? WOAHHH CHUKKAE SERIN-AAH!!”

“Ya! Park Chorong, kau berisik sekali. Ne, aku sudah berpacaran dengan Baekhyun sunbae, resmi, perdana, dan spektakuler, tadi malam. Dan Kai oppa membolehkan aku menjalin hubungan dengannya.” Serin menepuk tangannya sendiri, itu membuat Chorong tertawa. Serin juga menceritakan bagaimana proses Baekhyun sampai ke balkon kamarnya.

:—:

“Lihat ini, ada 2 pasangan baru kita, hahahaha” ujar Chanyeol sambil menepuk nepuk tangannya. kini, Sehun, Chorong, Baekhyun, Serin, Suho, Kyungsoo, Kai dan Chanyeol duduk di satu meja yang sama di kantin. Seperti janji Sehun pada Chorong untuk mengenalkan calon istrinya itu kepada teman temannya.

Sehun dan Chorong pun menceritakan bagaimana mereka bisa dijodohkan dan bagaimana proses mereka untuk menikah 2 minggu lagi. Begitu juga dengan Kai yang menceritakan kejadian tadi malam di balkon kamar Serin. Kai menceritakan kebodohan Baekhyun untuk menyatakan cinta pada adiknya itu, Serin.

“Woahh, kisah cinta kalian seperti di drama drama yang ada di TV, daebak” ujar Kyungsoo sambil meneguk Peach Tea yang beberapa menit yang lalu ia pesan.

“jadi, hari ini kalian akan pergi fitting baju pengantin?” pertanyaan dari Kai mendapat jawaban berupa anggukan dari Chorong dan Sehun.

“Kalau begitu, aku akan membayar biaya baju pernikahan mu. Anggap saja itu sebagi kado dariku” ujar Suho sambil mengaduk aduk Caramel Latte yang ia pesan.

“Suho sunbae… kau yang akan membelikan baju pernikahanku dan Sehun?!?!” Chorong membulatkan matanya mendengar ucapan Suho.

“Chorong-ssi, uang dan kartu kredit miliknya tidak akan pernah habis, jadi jangan terlalu bahagia jika mendengar seperti itu” Baekhyun menambahkan.

“Gomawo hyungdeul! Kekekeke” Sehun menyolek dagu Suho dan yang lain pun tertawa.

“Aku juga ingin, jika aku dan Serin menikah, kau yang harus membayar baju pengantinnya, Arra?!?!” Baekhyun menunjuk nunjuk wajah Suho menggunakan garpu, yang lain hanya bisa terkikik geli. Keceriaan mereka berakhir ketika seseorang datang ke meja mereka. Siapa lagi kalau bukan HanGyul.

HanGyul langsung duduk disamping Sehun dan langsung menjatuhkan kepalanya di bahu Sehun. Chorong yang juga duduk disamping Sehun mulai merasakan…cemburu? melihat itu, yang lain hanya memutar bola mata mereka. Kini Sehun diapit oleh Chorong dan HanGyul.

“Oppa aku lelah sekali hari ini, jinjja…” HanGyul semakin erat memeluk Sehun. Sehun hanya bisa sedikit menyingkir, dan berulang kali Sehun mengidarkan pandangannya ke yeoja yang ada di sebelah kanannya, yaitu Chorong.

MWO? Adik kelas ini?! Satu meja dengan kita? Oppa! Eishh, yang benar saja.”

“Ayolah HanGyul-ssi, dia itu pacar Sehun, kau masih juga tidak percaya?” ujar Kyungsoo sambil mengibaskan tangannya di depan wajah HanGyul.

“Ani, aku tidak percaya, ya walaupun mereka sudah berciuman di depanku secara langsung. Itu hanya skenario, aku yakin seratus persen. Dan kau! Jangan harap bisa merebut Sehun dariku, ne oppa?” HanGyul semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Sehun.

“Berkhayal-lah HanGyul sunbaenim.” Ternyata ujaran dari Chorong terdengar oleh HanGyul. Tidak. Ini bahaya.

“Kau bilang apa?”

“Aku? Oh, aku bilang, kau hanya berkhayal. Terlalu berkhayal mal..” Ujaran Chorong terpotong karena…HanGyul menyiram Chorong dengan Orange Juice yang Chorong pesan.

“YOON HANGYUL! PARK CHORONG!” Sehun membentak kedua gadis itu, kini seisi kantin bisa melihat kejadian itu.

“Oppa kau membentakku?!”

PLAK! Ditambah HanGyul menampar pipi Chorong.

“KAU YANG MEMBUATKU DITOLAK OLEH SEHUN KAU TIDAK PERNAH MERASAKAN APA YANG AKU RASAKAN YEOJA MURAHAN!!!!” Kini HanGyul mencengkram kerah mantel yang Chorong pakai. Chorong hanya bisa menahan air matanya, kemudia menepis tangan HanGyul jauh jauh darinya.

“Oppa neo micheoso?! Kau membela HanGyul sunbae? ”

“Chorongie bukan begitu caranya menyelesaikan masalah. Ini tidak akan terjadi kalau kau tidak memulainya lebih dulu.”

“AKU? Aku yang memulainya lebih dulu? Oppa sadarlah! Dia yang pertama kali mengatai diriku. Kau aneh eoh?” Chorong mendorong bahu Sehun dan kini Chorong melangkahkan kakinya keluar dari kantin. Semua baju yang Chorong kenakan basah, untungnya selalu tersedia di loker Chorong, persiapan baju ganti.

:—:

Ponsel Chorong bergetar menandakan ada satu pesan masuk.

From: Sehun Oppa

Chorongie, aku sudah menunggu di lobby, cepatlah kesini. Kau tidak lupa kalau kita akan pergi fitting baju pengantin kan? Aku tunggu.

Chorong memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku mantelnya, tanpa membalas pesan Sehun terlebih dahulu. Serin yang melihat itu hanya bisa menautkan alisnya.

“Janganlah bertengkar dengan Sehun sunbae, sebentar lagi kalian akan menikah” Chorong hanya mengangguk meng-iyakan ucapan Serin.

“Arraseo, aku duluan ya” Chorong melambaikan tangannya pada Serin, dan Serin ikut membalasnya.

Chorong melangkahkan kakinya dari lantai 2, dimana kelasnya berada, ke lobby gedung kampus tempat Sehun menunggu. Dari kejauhan, Chorong sudah dapat melihat punggung Sehun. Sehun berdiri sambil memainkan ponselnya menunggu Chorong.

“kajja” perkataan Chorong membuat Sehun mengalihkan pandangannya dari ponsel ke wajah Chorong.

“Ah, kau sudah disini, ayo” Sehun dan Chorong pun menuju ke parkiran mobil Sehun.

Suasana canggung lagi lagi terjadi di dalam mobil sport itu, Chorong hanya memandang lurus kedepan, sementara Sehun daritadi bingung, kenapa sikap Chorong berubah. Fokus menyetir adalah satu satunya aktifitas Sehun. Sehun meminggirkan mobilnya di ujung jalan. Menghentikan mobilnya. Chorong tersadar akan itu.

“apakah tempat fitting bajunya ada disini?” tanya Chorong datar, Sehun menggelengkan kepalanya.

“Kau masih marah padaku?” Chorong menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Sehun.

Mianhe.” Sehun menggenggam pergelangan tangan Chorong.

“Apanya yang minta maaf, kau tidak perlu minta maaf.” Jawab Chorong ketus kepada Sehun. sangat ketus malah.

“Cemburu?” Chorong menggelengkan kepalanya pelan, lalu menundukkan kepalanya.

“Ayolah jujur” Kini Chorong menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya, lalu menganggukan kepalanya pelan.

Mianhe oppa, aku masih terlalu terbawa cemburu, aku masih childish.”

Gomawo. Dan aku juga minta maaf karena aku sadar aku salah juga tadi.” Kini Chorong mendongakkan kepalanya yang tadinya menunduk, dan membalas tatapan Sehun, Chorong menautkan alisnya, bingung mengapa Sehun berterimakasih padanya.

“Cemburu artinya kau benar benar menyayangiku, gadis kecil.” Sehun mengacak acak pelan rambut Chorong.

“Bukannya itu childish?” Sehun tertawa lalu menggelengkan kepalanya, sekarang Sehun mulai lagi menjalankan mobilnya yang tadinya berhenti.

“Jadi kau sadar kalau kau childish? Besok aku akan adakan kejutan untukmu.”

“Oppa berhentilah membuat onar”

“Kau tidak ingin mengakui calon suami mu yang tampan ini? Eishhh” Akhirnya Chorong bisa tertawa mendengar perkataan Sehun, dan itu membuat Sehun lega.

“Pipi-mu masih sakit karena ditampar oleh HanGyul?” Chorong menggelengkan kepalanya. Mobil Sehun pun berhenti karena lampu merah. 90 detik untuk waktu tunggu sampai lampu hijau kembali menyala. Sehun menarik leher Chorong. Chu~

Sehun mendaratkan ciumannya di pipi kanan Chorong yang tadi siang ditampar oleh HanGyul. Chorong berhasil merubah warna pipinya sekarang, merona.

“Itu obat untuk tidak sakit sehabis terkena tampar atau pukulan.” Chorong mengangguk pelan dan tersenyum mendengar perkataan Sehun.

Ngomong-ngomong, kau ingin kita mempunyai berapa anak?” pertanyaan Sehun membuat Chorong menyubit lengannya kencang dan jangan ditanya pula, pipi Chorong mulai memerah.

“Ahhhh, appo. Hey, aku serius. Bagaimana kalau…2 anak laki laki? Dan 2 anak perempuan? Kau sanggu…” kini Sehun memberhentikan perkataannya karena Chorong menjewer telinga Sehun.

“Jangan berkata yang aneh aneh Oh Sehunn!!!!” dan mereka pun tertawa di dalam mobil itu.

…TBC…

Halo! Hehehe, bagaimana chapter 3 nya? Kayanya 2 chapter lagi akan selesai! Hhehehehe aduh aku deg degan nunggu para readers baca ff ini. Pokoknya, terimakasih semuanya. Gatau lagi bingung mau bilang apa? Hehehe

Yasudah, jangan lupa komentarnya dan juga like nya ya! hehehe(Maksa) gak juga sih wkwkwk. Yasudah, Annyeong!!!!

Iklan

104 pemikiran pada “Locker Boy – Chapter 3

  1. Semakin seru nih thor. Ah FF nya tuh seru banget >.< Walaupun FF perjodohan udah bertebaran dimana-mana. Yang satu ini seru loh. Tulisannya juga bagus. Next reading

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s