Friendzone (Chapter 1)

Friendzone (Chapter 1)

Title     : Friendzone (Chapter 1)

Author : Nadya R. (@nadyareviena)

Genre : Romance

Length            : Double Shoot

Rating : PG-13

Main cast:      Byun Baekhyun

Song Ahin

Oh Sehun

Other cast:     Lee Hyeri

Kim Minji

 

Hai. Aku Song Ahin. Aku kuliah di Kyunghee University. Ketika sedang berjalan, tiba-tiba..

“Song Ahin!” aku mendengar seseorang memanggilku. Byun Baekhyun. Yap, dia sahabatku dari kecil dan aku menyukainya. Tapi tetap kupendam saja perasaanku ini.

“Ada apa?” tanyaku.

“Besok ulang tahunku. Dan aku mau mengundangmu ke rumahku untuk merayakannya. Kau mau datang?” katanya.

Ya ampun Byun Baekhyun tanpa ditanya tentu aku mau datang. Ini kesempatan besar bukan?

“Hm.. Boleh juga. Jam berapa?” kataku senang.

“Jam 11 dirumahku. Ok?” katanya.

“Baiklah, aku pasti datang. Aku ke kelas dulu ya Baek.” Aku lari ke kelas. Aih senangnya~

***

“Hyeri! Lee Hyeri!” aku memanggil Hyeri, sahabatku yang sering kujadikan tempat curhat tentang perasaanku pada Baekhyun.

“Ada apa, Ahin?” tanya Hyeri.

“Hyeri, Baek mengundangku ke rumahnya untuk  merayakan pesta ulang tahunnya besok! Ya ampun ini kesempatan besar bukan?” kataku antusias.

“Benarkah? Yasudah besok nyatakan saja perasaanmu padanya! Kalau begitu belikan dia hadiah yang spesial Ahin. Dia pasti senang.” kata Hyeri.

“Tapi aku harus kasih dia apa?” kataku sambil memikirkan sesuatu yang harus kuberikan pada Baekhyun.

“Bagaimana kalau kartu? Tapi di kartu itu kau nyatakan semua perasaanmu. Dia pasti kaget.”

“Ah, kau benar juga. Baiklah pulang kampus nanti aku akan buat kartunya.”

*skip*

Pulang kampus aku langsung ke rumah dan membuat kartu untuk ulang tahunnya besok. Aku menulis semua tentang perasaanku padanya.

“Ah selesai juga~” aku senang sekali. Begini kah perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta?

“Oh iya, besok aku pakai baju apa ya?” pikirku. Aku membuka lemari bajuku dan mencari baju untuk ke rumahnya besok. Aku mencoba semua bajuku. Akhirnya aku memutuskan untuk memakai rok selutut lalu memakai kaos dan sepatunya aku memakai boot saja.

“Bagaimana ya wajah Baek saat membaca kartu buatanku? Aku ingin cepat-cepat esok hari” kataku pada diriku sendiri.

*esok harinya*

Aku bersiap-siap ke rumah Baek. Aku memakai bajuku dan berdandan sedikit agar tidak menor. Aku ke rumah Baek jalan kaki. Yah, wajar saja rumah kami bisa dibilang lumayan dekat. Setelah sampai, kuketuk pintu rumahnya. Dan seseorang membuka pintu nya. Seorang yeoja. Siapa ya? Kakaknya?

“Halo! Kau Ahin ya? Ayo masuk Baek sudah menunggumu di dalam.” Kata yeoja itu lembut.

“Ah ya terima kasih.” Kataku. Aku masuk ke rumah Baek dan kulihat dia sedang mengobrol dengan Sehun. Sehun juga sahabatku tapi aku tak pernah bilang ke Sehun kalau aku menyukai Baekhyun.

“Hai Ahin! Wuah kau manis hari ini.” kata Baek memujiku.

“Wah tumben kau manis Ahin.” kata Sehun.

“Terima kasih. Kalian juga tetap tampan seperti biasanya.” kataku senang karena dipuji manis oleh Baekhyun.

“Ayo sini kita makan kue nya bersama-sama.” kata yeoja yang tadi membukakan pintu untukku.

“Oh iya. Kita belum kenal kan? Siapa namamu? Namaku Song Ahin, sahabat Baekhyun dari kecil.” kataku memperkenalkan diriku pada yeoja itu.

“Ah iya. Namaku Kim Minji. Aku tunangannya Baekhyun.” kata yeoja itu sambil tersenyum.

DEG!

Tunggu, tunangannya… Baekhyun? Setahuku Baek belum pernah menjalin hubungan dengan siapapun.

“Ah iya, aku belum memberitahu kalian tentang Minji ya? Dia tunanganku. Kita bertunangan sejak 1 tahun yang lalu. Tapi dulu Minji tinggal di Amerika. Kemarin dia pulang ke Korea dan akan tinggal disini.” kata Baekhyun.

“Wah kau hebat Baek sudah punya tunangan! Iya kan, Ahin?” kata Sehun.

“Ahaha iya selamat Baek.” kataku sambil menahan perasaanku yang sudah hancur. Sebenarnya aku ingin menangis sekarang. Ternyata selama ini Baekhyun sudah punya tunangan..

“Baek, aku ingin ke toilet. Dimana toiletnya?” tanyaku.

“Oh, toilet ada di sana.” kata Baekhyun menunjuk toilet.

Aku segera ke toilet dan mengunci pintunya. Di toilet aku menangis mengeluarkan emosiku. Jadi selama ini aku menyukai orang yang sudah tidak mungkin menjadi milikku. Betapa bodohnya aku. Ahin bodoh! Bodoh!. Aku merogoh tas ku lalu mengeluarkan kartu yang kubuat untuk Baekhyun. Dengan berat hati kurobek kartu itu sampai hancur dan membuang nya ke toilet lalu menyiram toiletnya. Aku menghentikan tangisku dan mencuci mukaku. Jangan sampai mereka tahu bahwa aku menangis tadi. Setelah kupastikan mukaku normal kembali, aku keluar toilet. Aku melihat Baekhyun sedang tertawa bersama Minji. Dan terlihat sekali, Baekhyun benar-benar bahagia.

“Ahin kemarilah! Kita makan kuenya!” kata Sehun.

Aku mengangguk. Sehun memberiku sepotong kue. Aku memakannya namun lesu. Pikiranku kosong. Bisakah aku menghilang dari dunia ini sekarang juga? Perasaanku benar-benar sakit.

“Kau tak apa Ahin? Kau tampak lesu.” Kata Minji.

“Ah aku tak apa.” kataku berusaha seceria mungkin. Aku tak mungkin membenci yeoja ini. Karena dia bisa membuat Baekhyun bahagia, aku tak apa-apa. Walaupun hati kecilku menangis tanpa henti.

“Benarkah? Kau lesu sekali. Mau kuantar pulang?” tanya Sehun.

Aku memikirkan tawaran Sehun. Memang lebih baik aku pulang daripada aku semakin sakit melihat Baekhyun bersama Minji.

“Boleh. Maaf merepotkanmu Sehun. Baek aku pulang dulu ya? Maaf aku tak bisa lama-lama. Kadonya nanti saja ya?” kataku pamit pada Baekhyun.

“Santai saja Ahin. Tak apa. Istirahat ya dirumah. Terima kasih sudah datang.” Kata Baekhyun tersenyum.

“Ayo Ahin.” Kata sehun.

Sehun menarikku keluar rumah Baekhyun dan kami jalan bersama pulang ke rumahku.

“Sehuna~ Boleh aku bertanya?” kataku.

“Boleh, mau tanya apa?” kata Sehun.

“Apa kau pernah merasakan Friendzone? Rasanya sakit sekali ya?” kataku spontan.

Awalnya Sehun agak kaget aku bertanya seperti itu. Lalu dia menjawab.

“Pernah. Yah tentu sakit melihat teman kita yang kita sukai menyukai orang lain. It’s hurts because we will never be with him or her.” Kata Sehun.

Bingo! Perkataan Sehun sangat benar.

Yeah you right.” Kataku.

And you fallin in love with Baekhyun huh? Right?” kata Sehun.

“Apa? Bagaimana kau tahu hah??” kataku kaget. Bagaimana dia bisa tahu?

“Karena aku peka. Sikapmu pada Baekhyun berbeda daripada kau bersikap pada orang lain seolah-olah Baekhyun adalah orang paling spesial di hidupmu.” Kata Sehun.

“Ah iya. Kau benar. Lalu katamu kau pernah merasakan friendzone, memangnya kau menyukai siapa?” tanyaku.

“Rahasia. Dia yeoja yang ceria, manis and for me she’s the perfect girl I ever meet.” Kata Sehun.

“Benarkah? Dia sahabatmu?” kataku.

Yeah, dan kita sangat dekat. Tapi saat aku tahu dia menyukai orang lain, itu sangat sakit. Mau move on pun rasanya sulit sekali karena dia masih berada di sekitarku.” Kata Sehun.

“Wah, sabar ya.” Kataku. Tak terasa kita sudah sampai di rumahku.

“Sehuna, terima kasih sudah mengantarku pulang ya.” Kataku tersenyum. Aku sedikit terhibur bisa berbagi cerita dengannya.

“Sama-sama. Masuk gih. Cepat move on ya.” Kata Sehun.

Yeah, semoga saja bisa.” Kataku terkekeh lalu  masuk ke rumah.

“Tentu kau bisa, karena aku akan membuatmu jatuh hati padaku.” Kata Sehun dalam hati lalu pergi.

***

Di rumah aku langsung ke kamarku. Di dalam kamar, aku menangis lagi.

“Baek, kenapa kau tak pernah peka terhadap perasaanku? Sehun saja peka, dan kau tidak? Jahat. Kau jahat Baek.” Kataku dalam hati sambil menangis.

*esok siangnya di kampus*

Saat istirahat aku diam di kelas. Baek sedang bersama Minji. Yah, Minji memang kuliah disini setelah pindah lagi ke Korea. Di kelas aku cuma diam sambil mendengarkan lagu James Blunt – You’re Beautiful.

I saw your face, in the crowded place

And I don’t know what to do

Cause I’ll never be with you

-You’re Beautiful – James Blunt

“Ya Ahin! Kenapa daritadi pagi kau tampak diam saja?” tanya Hyeri yang mengamatiku dari pagi. Memang sih sejak pagi aku diam saja. Saat dosen menerangkan pun aku tak bisa konsentrasi cuma karena Baek.. ah sudahlah jangan sebut namanya. Itu membuatku sakit.

“Hyeri, dia sudah punya tunangan dari satu tahun yang lalu. Dan aku baru mengetahuinya kemarin.” Kataku lesu.

“Dia? Maksudmu.. Baekhyun?” tanya Hyeri.

Aku cuma menganggukan kepalaku. Dan Hyeri tampak kaget.

“Sabar Ahin, cobalah untuk move on. Masih banyak laki-laki disini. Kau tak bisa terus-terusan menutup hatimu karena hanya Baek. Coba buka hatimu untuk orang lain.” Kata Hyeri.

“Tapi sulit Hyeri. Bagaimana cara aku menghapus perasaanku padanya yang sudah ada sejak lama sekali. Kau tahu? Rasanya sakit ketika melihat tiba-tiba ada seorang wanita yang sudah menempati tempat di hati Baek.” Kataku.

“Kau harus berusaha. Walaupun aku tahu move on tak semudah membalikan telapak tangan, tapi perlahan-lahan kau pasti bisa. Kau hanya perlu mencoba untuk menganggapnya sahabatmu saja bukan orang yang spesial untukmu.” Kata Hyeri.

Tiba-tiba Sehun duduk di sebelah bangku tempat aku duduk.

“Benar kata Hyeri, kau tak mau menghancurkan kebahagiaan Baekhyun hanya untuk kepuasan hatimu kan?” kata Sehun.

Aku langsung diam. Benar kata mereka berdua. Menganggap Baekhyun bukan orang spesial ku. Dan tak mungkin juga aku memaksa Baekhyun agar mau bersamaku. Saat melihatnya bersama Minji saja dia sudah terlihat sangat bahagia. Aku tak mau merusak kebahagiaannya. Namun bagaimana caranya? Hati kecilku tetap menginginkan Baek bersamaku…

“Benar kata kalian. Tapi.. bagaimana caranya menghapus perasaanku padanya?” kataku.

“Buka hatimu untuk orang lain Ahin.” Kata Hyeri.

Aku memikirkan kata-kata Hyeri itu. Membuka hati untuk orang lain. Tapi.. untuk siapa? Ah aku harus menyegarkan pikiranku. Sebotol jus kaleng di kantin mungkin cukup.

“Aku ke kantin dulu ya. Aku mau menyegarkan pikiranku dulu.” Kataku bangkit lalu pergi ke kantin sendiri.

Hyeri melihat aku jalan ke kantin dan memalingkan wajahnya ke Sehun.

“Nah, Oh Sehun. Masih mau mempertahankan dia di hatimu? Sepertinya sulit. Kalian berdua sama-sama mengalami Friendzone.” Kata Hyeri.

“Aku akan menunggu dia. Karena aku yakin aku bisa membuat dia tersenyum lagi.” Kata Sehun.

“Kau laki-laki yang kuat ya. Well, jika kau mau mendapatkan hatinya, bantu dia untuk menghapus perasaannya pada Baek. Buat dia merasa nyaman di dekatmu.” kata Hyeri.

Yeah, aku tahu. Aku ke kantin dulu ya.” Kata Sehun berdiri lalu ke kantin.

*di kantin*

Di kantin orang-orang ribut sekali. Ternyata Baekhyun dan Minji sedang di kantin berdua. Pantas saja. Banyak yang menggoda mereka. Huft, ternyata aku salah kesini. Aku segera membeli jus kaleng. Saat aku mau kembali ke kelas, tiba-tiba Baekhyun memanggilku.

“Song Ahin, Kemarilah! Kita makan bersama!” kata Baekhyun.

DEG! Makan bersama? Sebodoh apa dia mengajak wanita lain makan bersama sedangkan dia sedang berdua bersama PACARNYA sendiri. Aku bingung antara mengiyakan atau menolak. Tiba-tiba Sehun datang dan merangkulku. Aku benar-benar kaget.

“Maaf Baek, Ahin mau mengajariku di kelas habis ini. Lain kali saja ya?” kata Sehun.

“Astaga Oh Sehun kau datang tiba-tiba seperti hantu saja.” Kataku polos.

“Ayolah aku mau menolongmu. Ayo ke kelas lagi.” Kata Sehun berbisik padaku.

“Baek, aku duluan ya? Aku mau ke kelas lagi.” Kataku.

Okay.” Kata Baekhyun.

Aku dan Sehun segera ke kelas lagi. Dan Sehun tetap merangkulku. Hm.. Cukup nyaman juga hihi. Saat sampai di kelas, orang-orang di kelas melihat ke arah kami semua. Memangnya salah ya dirangkul sahabat sendiri?

“Ehem, sudah move on nih?” kata Hyeri spontan.

“Ya! Lee Hyeri! Kami kan sahabatan, memangnya salah?” kataku antara sebal dan malu.

“Sudah sudah sana duduk. Tuh dosennya sudah datang lagi.” Kata Sehun.

Kami semua pun langsung duduk.

“Tak apa kalau sekarang kau cuma menganggapku sahabatmu. Tapi nanti aku pasti menjadi orang yang spesial untukmu.” Kata Sehun dalam hati sambil melihat ke arah Ahin.

*pulang kuliah*

Aku jalan di koridor bersama Sehun dan Hyeri. Tadinya Baek mengajakku dan Sehun pergi bersama dia dan Minji, tapi agar aku bisa move on aku menolak dengan alasan aku harus mengerjakan tugas dari dosenku. Begitupun Sehun, dia bilang akan membantu tugasku. Jadi Baek hanya pergi dengan Minji. Saat jalan, aku melihat papan pengumuman. Ternyata minggu depan akan ada promnight di kampus dan setiap orang yang datang wajib membawa pasangannya.

“Hei kalian. Lihat, minggu depan ada promnight. Kalian akan datang?” tanyaku pada mereka berdua.

Yeah of course aku datang.” Kata Hyeri.

“Kau datang dengan siapa?” tanyaku.

“Siapa lagi kalau bukan Park Chanyeol eoh?” katanya. Ah iya, dia kan pacaran dengan Chanyeol. Hanya dia dan Chanyeol berbeda jurusan di kampus.

“Kau akan datang? Dengan siapa?” kata Hyeri.

“Entahlah, aku tidak tahu. Tapi sepertinya menyenangkan kalau datang.” Kataku.

“Kau mau datang? Denganku saja, aku belum janjian sama yeoja lain.” Kata Sehun.

“Iya, kau sama Sehun saja. Lumayan kan bikin yeoja lain iri. Banyak yang mengincar Sehun lho.” Kata Hyeri iseng.

“Aish apa-apaan kau Lee Hyeri? Jangan-jangan kau suka sama Sehun?” kataku asal ceplos.

“Ya ampun ya tentu saja tidak. Sudah ada Chanyeol ya maaf.” Kata Hyeri sambil tertawa.

“Gimana? Mau datang denganku?” tanya Sehun.

“Hm.. Boleh. Tapi aku ga punya gaun untuk promnight.” Kataku sedih.

“Lalu apa gunanya kau punya sahabat yang suka belanja heh?” tanya Sehun sambil menunjuk Hyeri. Yah memang Hyeri senang sekali belanja. Dia bisa ke mall seminggu sekali mungkin.

“Ya! Oh Sehun!” kata Hyeri memukul lengan Sehun.

“Sudahlah. Hyeri temani aku beli gaun besok ya? Kan besok weekend.” Kataku sambil beraegyo.

Okay” kata Hyeri.

Setelah itu Hyeri pulang dengan Chanyeol. Sehun juga langsung pulang. Aku sedikit iri dengan Hyeri. Pasti senang punya seseorang yang sangat sayang dengan kita. Hah.. Aku jadi ingat Baekhyun lagi..

“Dasar Ahin bodoh! Lupakan Baekhyun! Lupakan!” kataku dalam hati.

Aku pulang naik bis. Saat sampai rumah aku masuk ke kamarku dan merebahkan diriku di kasur. Aku mengambil iphone ku dan membuka instagram. Aku iseng membuka instagram Baekhyun dan melihat post nya dengan Minji. Dan seketika, entah kenapa rasanya hatiku sakit lagi. Di foto itu mereka berdua sedang berpelukan dan terlihat sangat bahagia. Aku menaruh iphone ku dan segera mengganti baju.

“Sudahlah, aku tak mungkin mendapatkan hatinya.” Kataku dalam hati.

Aku merebahkan diriku lagi dan menangis lagi sampai akhirnya aku tertidur.

 

-Chapter 1 End-

Gimana ceritanya? Left your comment please. Don’t be silent rider. Thank you for reading my story.:)

 

17 pemikiran pada “Friendzone (Chapter 1)

  1. Thorr keren, cuma Feelnya belum kena
    Aku Juga pernah Friendzone, oh thor, dia suka sama orang Lain -_- *curcol
    Next Thor and Keep Writing

  2. Aku suka sama ceritanya..
    Biarpun agak menyakitkan kayaknya cuma ada di friendzone..
    Mudah”an sehun bisa bikin Ahin ngelupain baekhyun..

  3. Aku suka sama ceritanya..
    Biarpun agak menyakitkan kayaknya cuma ada di friendzone..
    Mudah”an sehun bisa bikin Ahin ngelupain baekhyun..
    Ditunggu next chapternya ya author..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s