Help! (Chapter 5 – END)

HELP!

help2_kim-sooki_melurmutia song jisyu

Title : Help!

 

Author : Kim Sooki

 

Leght : Chapter

 

Rating : PG –  15

 

Genre : Mystery, Fantasy, Adventure

 

Main Cast :

Kim Joonmyun (EXO-K) | Jisyu song (OC)

 

Other Cast :

Member EXO-K/EXO-M

 

 

A/N : Hai, aku baru pertama ngepost ff tentang misteri:D jadi aku butuh banyak saran dan kritik dari para readers disini. Aku masih butuh bimbingannya XD.  Kamsanida.

 

 

-$$$-

 

“J-F” eja Suho dengan pelan. Tiba-tiba badannya limbung dan pemandangan dihadapannya seketika menajdi gelap gulita.

“Suho !” teriak Jisyu. Suho bangkit dari duduknya, “Aku di mimpi?”

Jisyu mengangguk pelan, “Suho. Kau sudah tau pelakunya, bukan?”

“J-F. Itu yang Chanyeol berikan padaku. Kau tahu siapa itu?”

Jisyu tampak kesana-kemari berfikir dengab keras, “Kurasa ayahku pernah memanggil seseorang dengan awalan F. Entahlah.”

“Wait, kurasa saat kusadap perbincangan Chanyeol dengan seseorang. Chanyeol mengucapkan kata ‘Naf’.”

“FAN!” tebak mereka bersamaan. “Aku tahu Suho, yang dimaksud Chanyeol adalah. Jonathan Fan atau Jonathan Kris.”

“Baiklah, aku harus menyergapnya. Thank You, Jisyu hwang.”

“You’re welcome.” Jisyu membungkuk pelan.

 

-$$$-

 

Suho perlahan-lahan membuka matanya pelan, dan menatap sekelilingnya. “Are you okay, Mr.Kim?” tanya Chen. Suho hanya mengangguk pelan.

“Siapa pelakunya ?” tanya Chen pelan. Miss.Park tampak gelisah menatap kearah jendela ruangannya.

“Miss.Park tenanglah, aku akan membantumu. Chen tunggu disini. Aku akan memberitahu ketika kau mendata profil pelaku itu.”

“Kau tidak butuh pistolmu, Mr.Kim?” Chen mendekatinya dengan sebuah tas tenteng yang berisi pistol kesayangannya.

Suho membukannya dan mengambil pistol kesayangannya.

“Tunggu disini.” Suho berpaling dan berjalan keluar dari ruangannya. Ia mempercepat langkahnya.

Ia membuka mobilnya dengan cepat, dan mendorong gas mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia harus menemui Kris ya pelaku itu.

Ia menatap jam tangannya, 6.30 p.m.

“Selesaikan ini semua, Jonathan Fan.”

 

-$$$-

TING..TONG

Suho menekan bel rumah itu dengan tidak sabaran. Tiba-tiba interkomitu berbunyi, “Let me guess, are you Mr.Kim?”

“Yeah. Bisakah kau membuka pintu ini? Aku ingin berbicara sesuatu.”

“Eheem..aku takut kau akan menangkapku, Mr.Kim.” ejeknya.

Tiba-tiba pintu terbuka.

Sontak Suho mengacungkan pistolnya didepannya, tapi ia kalah cepat. Kris telah menodongnya dengan 2 pistol sekaligus.

“Kau ingin berbicara baik-baik, atau haruskah kita berlumuran darah?” tawar Kris dengan dingin.

“Letakkan pistolmu.” Suho membungkuk dan melempar pistolnya kearah Kris. Kris tersenyum dan memberinya isyarat agar ia masuk ke dalam.

Suho memasuki rumah itu dan duduk di sofa mewah milik Kris.

“Jadi, kau tau aku pelakunya?”

Suho mengangguk pelan, “Ya, dan aku tau kau juga mengawasi kami dari gedung seberang. Aku merasakannya.”

“Kau hebat, pantas kau tersohor di New York.”

“Seandainya aku tidak menyadap telpon genggam Chanyeol aku tidak akan tau kau pelakunya, Jonathan Kris. Atau Wu Yi Fan?”

“Kenapa kau melibatkan Chanyeol di kasus ini?”

“Dia berutang balas budi padaku.”

“Benarkah?”

“Ya, aku memberi dia dana untuk kuliah jurusan tekhnik kimia, lalu ia kabur begitu saja. Lalu, ia kembali padaku.”

“Apa hubungannya dengan Jisyu hwang?”

“Ah. Aku lupa menjelaskan sesuatu. Dulu aku berteman baik dengan ayahnya, kami teman yang saling melengkapi, tetapi ia berubah ketika dia menjadi orang sukses. Saat itu aku mulai menjadi orang yang terkenal dan sukses. Kami saling bersaing satu sama lain, itu membuat hubungan kami renggang. Aku selalu menjadi nomer 2 diantara perusahaan terkemuka di Korea, dia menjadi no.1. Aku tidak masalah akan hal itu. Tapi, ketika aku mengalami bangkrut, aku meminjam sedikit uangnya. Ia tidak mau meminjamkannya, bahkan saat istriku melahirkan anakku yang ke-3. Ia tidak mau membantu, istriku meninggal karena pengobatannya tiba-tiba berhenti. Kami tidak punya uang. Aku benar-benar membenci keluarga Song ! Ia mengambil istri dan anakku !” kesalnya.

“Aku memberi rumah mereka gas penidur, aku membuat gas ini dengan bantuan Chanyeol yang ahli kimia. Setelah memastikan mereka tertidur, aku membakar rumah mereka. Sialnya Jisyu kabur dengan mudah.”

“Kau salah. Jisyu selamat karen bantuan Chanyeol.”

“Chanyeol? Apa maksudmu?”

“Dia menyelamatkan Jisyu, ia menyayangi Jisyu seperti anaknya sendiri. Ia tidak akan merelakan gadis itu mati begitu saja. Kau tau jika Chanyeol adalah mantan seorang agen?”

“Ya, kudengar dia adalah pemimpin.”

“Chanyeol mengajarkan tentang agen pada Jisyu. Ia tahu sesuatu buruk akan menimpa gadis itu.”

“Aku melihat semuanya, aku tahu Chanyeol seorang mantan agen ketika aku memberinya sebuah granat kecil. Tapi, ia cukup bodoh untuk dilabui. Tidak sepertimu.”

“Itu pujian yang bagus.”

“Kurasa aku harus membawamu sekarang, aku bosan berbasa-basi.”

“Tidak secepat itu.” Kris mendekat dengan 2 pistol yang mengenai kepalanya. Suho menghela nafas, kenapa ia tidak bergerak cepat?

“Kau melupakan 1 cerita lagi, Mr.Kim.”

“What?”

“Lay kekasih Jisyu adalah putraku. Lay yang membuat Jisyu hamil. Aku benar-benar murka mengetahui putraku akan menikahi gadis sialan itu. Saat ia melahirkan, aku mendekatinya dan membunuhnya. Tanpa bukti, suara. Sialnya, aku tidak membunuh bayi haram itu.”

“Aku mengetahuinya jika Lay putramu.”

“Bagaimana bisa?”

“Dia memutar nama Jonathan, ia membuat marga baru disini. Jisyu tidak tahu jika Lay adalah putramu, anak dari seorang pembunuh ayahnya.”

“Siapa kau?”

“Kim Joonmyun. Detektif terkenal sejuta pesona.”

Kris meludah pelan dan menekik Suho dengan kencang, membuat Suho sedikit merasa kesusahan mengambil nafas. Wajah Suho yang putih terlihat mulai pucat, bibirnya yang merah menjadi sedikit kebiruan.

Ia bahkan tidak bisa berbicara. Tangannya memukul Kris, tapi tenaganya mulai habis ketika ia ditekik seperti ini.

Suho berusaha sekuat tenaga.

Brugg..

Suho melemparkan tinjunya tepat mengenai rahang kiri Kris. “Kau membuatku hampir mati, Kris.”

Suho mendekatinya dengan sebuah pistol ditangannya, ia menodongkan pistol itu dihadapan Kris yang tersungkur dilantai dengan darah dibibirnya.

“Menyerahlah.”

“Kau yang menyerah.” Seseorang mendekati dan menmpelkan sebuah pistol di kepalanya.

“Good Job, Christine.” Kris mencoba bangkit, ia mendekati Suho dengan tangan mengepal, ia meninju perut Suho dengan keras. Membuat badan Suho yang kecil tersungkur kebawah.

Kris mendekatinya dan menendang perutnya keras. Bahkan gadis yang bernama Christine itu, mengikuti apa yang dilakukan Kris.

Suho dapat merasakan high heels gadis itu mengenai kakinya, gadis itu terus menginjak kakinya dengan high heels-nya.

Suho mulai merasa dunianya berputar-putar, ia merasa semua gelap. Ia mencoba sekuat tenaga tidak pingsan.

Tapi, sakit yang ia rasakan mengganggunya terus.

Tiba-tiba pintu itu dibuka, seorang gadis memasuki dengan baju santai dan celana jeans hingga mata kaki.

“Jisyu?” titah Suho pelan.

“Apa aku terlambat?” ucap seseorang, bukan suara seorang gadis tapi seorang pria. Terakhir yang Suho lihat adalah, kris menembak perutnya dengan pistol mahalnya.

Saat itu juga, penglihatannya buram.

 

-$$$-

 

Suho mengeliat pelan, ia mencoba membuka matanya dengan lebar. Bau yang menyengat mengganggu tidurnya.

Suho mencoba mengerjapkan matanya pelan, ia melihat dinding tembok berwarna putih yang menyilaukan mata, sebuah nampan berisi makanan, dan selang infus yang berada ditangannya.

Ia dirumah sakit?

Siapa yang membawanya?

“Kau sudah sadar?” ucap seseorang mendekatinya, Suho mencermati wajah orang itu dengan jelas.

“Lay?” Lay hanya tersenyum dan mengangguk kecil.

“Aku menyelamatkanmu dari ayah dan selingkuhannya. Maaf aku terlambat.” Ucap Lay yang tampak menyesal.

“Tidak apa-apa, dimana mereka sekarang?”

“Kantor polisi. Aku memanggil bawahanmu, Chen. Untuk mengurusnya. Jadi, kau tidak perlu cemas.”

“Bagaimana kau tau aku berada di rumah ayahmu?” Suho menatap Lay tidak percaya. “Sebenarnya saat itu aku benar-benar lelah, tetapi anakku Jonanthan Syuri membuatku sadar. Ia mengatakan bahwa ada seorang gadis cantik meminta pertolonganku, putriku bilang gadis itu bernama Jisyu. Aku sadar dan segera menolongmu.”

“Dimana putrimu sekarang?”

“Aish, kenapa orang ini tidak tahu aku ada dibelakangnya, daddy?” ucap seseorang dengan suara cempreng, sontak Suho membalikkan badan.

Gadis itu mirip dengan ibunya, “Apakah dia putrimu?” Lay hanya mengangguk senang.

“Siapa namamu gadis manis?” tanya Suho pelan. Gadis itu mendekatinya, pipinya yang tembam membuat Suho ingin mencubitnya, ia urungkan ketika ia tahu tangannya masih sakit.

“Jonathan Syuri. Aku anak dari Jonathan Lay. Ibuku sudah meninggal, aku berharap bertemu ibuku.” Ucap gadis itu.

“Kemarilah.” Lay menarik Syuri dalam pelukannya. Ia tahu putrinya yang berumur 5 tahun itu rindu akan seorang ibu. Bahkan ia belum sempat merasakan kasih sayang ibunya.

“Dad, bisakah aku bertemu dengan mom?”

Lay mengangguk pelan.

Tiba-tiba pintu Suho terbuka lebar. Seorang perawat memasuki ruangan Suho dengan santai, ia tidak mengucapkan apapun.

“Jisyu?” ucap Lay.

“Hai Lay. Terima Kasih telah menolong Suho.” Ucapnya. Lay mendekatinya dan memeluknya erat, “Aku merindukanmu Jisyu. Apa kau bahagia disana? Kau tidak ingin bertemu putri kita?”

“Benarkah? Dimana dia?”

Lay membalikkan badan dan menyuruh Syuri mendekatinya. Gadis itu mendekati Lay dengan takut-takut, “Bukankah ini gadis yang kemarin, dad?”

Jisyu mencoba mensejajarkan tingginya dengan Syuri, “Kau benar sayang. Aku adalah gadis yang kemarin. Apa kau tidak merindukanku?”

“Dia adalah ibumu.” Ucap Lay pelan. Syuri memandang Jisyu dalam, tiba-tiba matanya mulai berkaca-kaca, “Benarkah? Apakah dia ibuku?”

“Tentu saja.” Ucap Lay. Syuri memeluk Jisyu dengan erat, “Akhirnya aku bertemu dengan mom. Aku merindukanmu, mom. Aku ingin kau disini bersamaku, jangan tinggalkan aku.” Gadis itu mengucapkan tengah menangis, Jisyu menyeka air mata putri kecilnya lembut.

“Mom tidak akan kemana-mana. Mom masih ada disini. Dihatimu.” Tunjuk Jisyu pada letak hati putrinya.

“Tapi, mom punya tugas penting sekarang. Mom harus pergi, jaga dad baik-baik. Cubit saja jika dad jahat padamu.” Jisyu mencubit pelan pipi Syuri. Ia bangkit dan menghampiri Suho.

“Thank You, Mr.Kim. Kau telah menemukannya, aku benar-benar berterima kasih. Kau memang sangat hebat.”

Jisyu menatap semua orang yang berada di ruangan itu. “Kurasa aku harus pergi. Selamat tinggal. Jaga diri kalian baik-baik.” Jisyu berjalan keluar dari ruangan dan menutupnya rapat.

Lay bangkit dan membuka pintu itu, gelap. Tidak ada orang yang berlalu-lalang disana.

“Dia pergi.”

“Be pantient Lay. Aku yakin kau bisa.” Suho tersenyum menenangkan. Lay mengangguk pelan, “Kurasa aku harus kembali ke rumah. Syuri tampak mengantuk. Aku pamit.”

Lay menggendong Syuri yang mulai tertidur. Lay keluar ruangan dengan pelan.

Suho menatap langit-lagit yang masih berwarna hitam, bertaburan dengan bintang. “Selamat tinggal, Jisyu hwang. Aku senang mendapat kasus darimu.” Ucapnya pelan dengan kekehan kecil.

Suho membayangkan bagaimana bingungnya Chen jika ia akan menceritakan kasus ini padanya.

 

-FIN-

 

HAHAHA! Akhirnya selesai. Syukur alhamdulliah 😀 giman-gimanan ? RCL please. Comment kalian sangat membantu dan mendukungku~ Khamsanida sudah mau membaca cerita aneh ini /wink/ . Maaf aku belum sempat ganti yang tiffany, iya tiffany itu Jisyu -_- mianhamnida

Maaf buat typonya, dan bahasa inggris yang amburadul ke kanan-ke kidul (?)

 

7 pemikiran pada “Help! (Chapter 5 – END)

  1. annyeong..
    mian baru komen disini..

    ffnya daebak thor…
    tapi kapan-kapan klimaksnya jangan cepat2 ya thor.. mian sebelumnya..

    ditunggu karya yang lain.. annyeong^.^

  2. Bagus thor hanya saja alurx terlalu cepat, dikejar deadline. Tp tetap saja author keren bisa bikin cerita berbau detektif. Kuharap cerita misteri yg lain publish lg dan lebih seru pastix. Fighting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s