Suddenly Fall in Love

Suddenly Fall In Love

Title: Suddenly Fall In Love

 

Author: @diantrf

 

Cast:

Moon Myeonsa (OC) | Park Chanyeol (Exo)

 

Genre: Fluff | Rating: G | Length: Ficlet

 

Notes:

Author punya beberapa pengumuman penting di akhir cerita, jadi mohon dibaca ya^^

 

0o0

 

Moon Myeonsa, gadis manis itu kini tengah berjalan tergesa untuk segera mencapai ruang guru. Salahkan mengapa gedung sekolahnya begitu luas dan sialnya kelasnya berada cukup jauh dengan ruangan itu. Alhasil ia kini harus melebarkan langkah kakinya yang terbilang pendek itu agar segera sampai.

Tinggal hanya melewati ruang musik dan ia akan langsung sampai tepat di depan pintu ruang guru. Namun memang nasib naas, pintu ruang musik itu telah lebih dulu terbuka dan lebih sialnya lagi ia tidak sempat menghentikan laju kakinya. Dan tentunya kita sudah tahu apa yang selanjutnya terjadi.

 

 

BRUK!

 

 

Tumpukkan buku dalam genggamannya terjatuh, begitu pula dengan buku milik orang yang ditabraknya. Dan mengapa pula kita memfokuskan pandangan kepada buku Sejarah menyebalkan itu? Yang perlu kita perhatikan saat ini adalah tubuh ramping Myeonsa yang tengah berada dalam pelukan seseorang.

 

Oh, persis seperti dalam drama picisan kebanyakan. Tatapan mereka bertemu. Namja tinggi dengan kulit susunya yang hampir seputih milik Myeonsa, rambut kemerahan acak-acakannya yang justru terlihat menawan, dan yang terakhir kacamata baca yang membingkai wajah rupawanya.

 

Entahlah apakah waktu benar berhenti atau ini hanya khayalannya saja. Myeonsa adalah orang yang pertama sadar dari awkward moment itu. Ia langsung membungkuk dan meminta maaf berkali-kali. Lalu segeralah ia merapikan tumpukan bukunya dan segera pergi menuju ruang guru, meninggalkan namja itu yang bahkan tak sempat menolong atau sekedar menanyakankan ‘gwenchana?’

 

 

“Senang mengenalmu, Moon.”

 

 

Namja itu tersenyum lalu merapikan buku-bukunya yang terjatuh di lantai. Setelahnya ia pergi menyusul teman-temannya yang lain menuju kantin. Tangannya menggenggam sesuatu yang terjatuh dan belum sempat Myeonsa ambil. Hanya sebuah benda, dan namja itu sudah memegang kartu As-nya.

 

0o0

 

Saat ini Myeonsa tak dapat fokus dengan makanannya sendiri. Pertama, otaknya seakan hampir meledak begitu mengetahui olimpiade Sejarah akan dimajukan tanggal pelaksanaannya. Siapa peduli dengan orang yang menjaga Korea atau raja pertama yang berkuasa? Yang Myeonsa pedulikan saat ini adalah otaknya yang butuh istirahat.

 

Namun bukannya ia menemukan ketenangan, karena masalah yang kedua yaitu otaknya yang semakin bekerja keras memikirkan namja yang bertabrakan dengannya tadi. Myeonsa seakan tak dapat berpikir jernih. Otaknya seperti kaset dengan pita kusut yang semakin ditarik paksa maka akan semakin kusut.

 

Dan, oh! Myeonsa baru sadar jika namja itu ternyata berada tepat beberapa meja dari mejanya. Saat ini ia sedang makan sendiri di kantin karena sahabatnya tak mau menemani. Untuk beberapa detik, mata Myeonsa tak dapat lepas dari gerak-gerik namja itu.

 

Caranya makan yang seperti anak kecil, saat ia bercanda dan tertawa dengan teman-temannya, dan cara ia menatap Myeonsa. Tunggu, apa kalimat terakhir? Namja itu menatap Myeonsa? Menatapnya?!

 

 

Moon Myeonsa, seharusnya kamu segera mengalihkan pandanganmu! Apakah bumi kehilangan oksigennya? Myeonsa sepertinya membutuhkan napas buatan atau setidaknya tabung oksigen untuk bernapas beberapa detik ini.

 

Namja itu juga terpaku beberapa detik di posisinya saat mengetahui Myeonsa tengah memandangnya. Namun kesadaran namja itu pulih lebih dulu dan ia terlihat membersihkan kacamatanya dengan lengan kemejanya. Myeonsa masih terpaku. Sungguh, namja itu sangat menawan dan manis.

 

Ia kembali menatap Myeonsa, memakai kacamatanya perlahan dan tersenyum sekilas sambil mengedipkan kedua matanya. Dua? Oh tidak, kejadian itu sangat cepat sehingga Myeonsa tak tahu pasti apakah namja itu mengedipkan kedua matanya.. atau hanya satu?

 

Myeonsa terkekeh sendiri melihat tingkah manis namja itu. Ia lalu segera melanjutkan makannya sebelum bel masuk kembali berbunyi. Dan sepertinya gadis manis itu tak menyadari jika namja yang ia perhatikan tadi kini sedang memandangnya sambil tersenyum manis.

 

0o0

 

Belum cukup dengan kegiatan olimpiadenya, Myeonsa kembali disibukkan dengan ekskul jurnalistiknya. Ia kini sedang mengambil gambar di lapangan basket indoor sekolahnya. Tim inti kelas tiga melawan adik kelas pendatang barunya, atau bisa dibilang seleksi.

 

Bangku penonton hanya diisi beberapa orang karena saat ini memang masih jam belajar dan hanya anggota basket dan jurnalistik yang diperbolehkan izin dari kelas. Myeonsa seperti gadis polos kehilangan arah yang hanya berjalan sambil melamun di pinggir lapangan.

 

Ia bingung ingin mengambil foto dan membuat berita seperti apa. Otaknya terlalu lelah dengan semua kegiatannya. Myeonsa hanya melihat beberapa hasil fotonya sepuluh menit yang lalu. Namja itu, bintang basket tahun ini yang memenuhi kameranya. Namja tinggi menawan itu, mengapa mereka selalu dipertemukan?

 

Entahlah memang takdir sedang menunjukkan kerja kerasnya hari ini atau apa. Namja itu kehilangan fokusnya dan tak sengaja melempar bola ke luar lapangan. Dan mungkin tanpa perlu dijelaskan pun kalian sudah tahu apa yang akan terjadi.

 

 

DUG!

 

 

Aish..

 

 

Myeonsa memegangi kening sebelah kanannya yang terkena bola cukup besar itu. Semua mata memandang kearahnya dan tentu saja sang pelaku segera berlari kearahnya untuk memastikan keadaan gadis itu. Oh tidak. Myeonsa tak bisa berbuat apapun selain menahan napasnya karena gugup.

 

 

Gwenchana? Ada yang sakit?”

 

 

Mata biru Myeonsa kini terfokus pada bulatan hazeld yang menerobos masuk menatapnya. Namja itu menyingkirkan poni panjangnya yang memang dibelah ke kanan dan memegang pundaknya. Tinggi Myeonsa yang hanya sebatas leher namja itu sukses membuatnya harus mendongak untuk menatap wajahnya.

 

Ia hanya menggeleng seperti anak kecil. Sangat menggemaskan. Namja itu tersenyum sambil mengusap kening Myeonsa yang terkena bola. Ada sedikit memar disana, membuat namja itu sedikit banyak merasa bersalah.

 

 

Cup~

 

 

“Maaf, ya? Jangan lupa nanti malam memarnya diobati. Semoga cepat sembuh!”

 

 

Oh Tuhan, bunuh saja Myeonsa saat ini agar ia bisa terbang tanpa batas di langit. Namja itu mencium keningnya lembut. Sangat. Walaupun hanya terjadi sepersekian detik namun Myeonsa bisa merasakan ketulusan darinya. Dan tak lupa senyum manis sebelum namja itu berlari kembali menuju lapangan basket.

 

 

Apakah masih ada lagi keajaiban seperti kejadian tadi di hidupnya?

 

0o0

 

Taman adalah tempat favorit Myeonsa setelah ruang kelasnya sendiri. Jika ia bisa puas tertidur di kelas, maka saat ini Myeonsa sedang asyik membaca buku ditemani semilir angin yang bermain lembut di sekitarnya. Gadis itu terlihat menawan dengan rambut hitam panjangnya yang ditiup angin.

 

Bukan novel atau buku percintaan lainnya, melainkan buku Sejarah menyebalkan. Namun entah mengapa ia sangat menikmati waktu luangnya ini. Guru sedang rapat dan ia lebih memilih untuk belajar ketimbang tidur di kelas. Ia tak boleh mengecewakan guru yang sudah melatih dan memberinya kepercayaan.

 

 

Hey, kau disini juga? Kelas sangat membosankan saat guru tak ada.”

 

 

Deg!

 

 

Suara berat itulah yang membuatnya tak bisa tidur belakangan ini. Wajah itulah yang memenuhi otaknya dalam mimpi. Tuhan, mengapa Kau membuat Myeonsa mati kutu saat berada dalam jarak pandang namja ini? Myeonsa sudah seperti patung porselen dalam posisi duduk.

 

Namja itu mengambil tempat di samping Myeonsa. Ia menyandarkan kepalanya di sandaran bangku dan memejamkan matanya. Saat ini ia tak memakai kacamata, membuat Myeonsa lebih leluasa menikmati wajah menawan itu.

 

 

“Bolehkah aku bertanya sesuatu?”

 

 

Myeonsa hanya mengangguk saat namja itu membuka matanya dan bertanya padanya. Lagi-lagi senyum manis itu yang membuat Myeonsa tak dapat bernapas dengan tenang. Mungkin beginilah rasanya menjadi astronot di luar angkasa yang kekurangan oksigen.

 

 

“Apakah kau mengenal gadis manis yang kemarin ada di lapangan indoor?”

 

 

Gadis itu terdiam. Pertanyaan ambigu itu membuatnya bungkam karena tak sanggup memikirkan hal terburuk. Kenyataan pahit bahwa namja yang diam-diam telah membuatnya jatuh hati itu telah menyukai orang lain. Apa mungkin gadis manis itu adalah teman satu ekskulnya?

 

 

“Ya-yang..mana? Dan ada perlu apa kau menanyakan hal itu?”

 

 

Hanya wajah polos yang berhasil Myeonsa tunjukkan. Ia terlalu takut untuk menunjukkan ekspresi kecewanya dan membuat namja di sampingnya menyadari hal itu. Mau ditaruh mana wajahnya jika sampai hal itu terjadi?

 

 

Hmm.. Hanya ingin mengembalikan barangnya yang terjatuh waktu itu.”

 

 

Sebuah kartu pelajar berhasil teraih oleh tangan kecilnya. Mata bulatnya langsung membesar saat menyadari kartu siapa itu. Itu kartu pelajarnya. Tertera dengan jelas nama Moon Myeonsa disana. Ya Tuhan, Myeonsa sudah mati rasa dan tak dapat menyimpulkan apa yang terjadi saat ini.

 

 

“I-ini..”

 

Ah ya, dan tolong bilang padanya bahwa mengambil barang milik orang lain itu sanksinya sangat berat.”

 

Mwo?!”

 

 

Wajah polos namja itu terlihat santai mengucapkan hal itu, berbanding terbalik dengan wajah Myeonsa yang sudah seperti orang kehilangan mobil pribadinya seharga satu juta won.

 

Hening. Otak Myeonsa bekerja sangat lambat untuk mencerna setiap kode yang namja di sampingnya ucapkan. Terlalu bingung dan takut untuk menebak apa yang terjadi. Ia takut terbang terlalu tinggi namun nantinya malah jatuh dan hancur berkeping-keping.

 

 

Hhhh.. Gadis itu sudah mengambil hatiku tanpa izin. Dan ia dengan seenaknya tak mau mengembalikannya padaku. Lalu aku harus bagaimana? Apakah aku tega meminta hatiku kembali.. Atau membiarkan ia memilikinya?”

 

 

Myeonsa langsung menoleh menatap sang asal suara. Matanya tak sengaja menangkap name-tag namja itu. Park Chanyeol. Nama yang indah, sesuai dengan senyum manisnya. Apakah gadis yang sedaritadi dimaksud Chanyeol adalah dirinya? Karena memang kartu pelajar itu miliknya. Ya, miliknya.

 

 

“Moon.. Ah, bolehkah aku hanya memanggilmu seperti itu? Kurasa aku mencintaimu sejak pandangan pertama..”

 

“A-aku..”

 

“Jika kuperbolehkan kau memiliki hatiku.. Apakah kau akan menjaganya?”

 

 

Waktu benar-benar berhenti saat ini. Tatapan lembut Chanyeol mengunci pergerakan Myeonsa. Bahkan saat bibir mereka saling menyapa pun Myeonsa hanya bisa terdiam, menerima rasa manis yang Chanyeol berikan padanya.

 

Chanyeol menarik Myeonsa agar besandar di dadanya. Tangan kirinya memeluk pinggang kecil Myeonsa dengan sayang dan yang satunya tanpa henti mengelus rambut panjang Myeonsa, sesekali menyingkirkan poninya yang menutupi wajah karena tertiup angin.

 

 

“Sepertinya gadis itu tak hanya mengambil hatiku, tapi juga mencuri ciuman pertamaku. Gadis itu sungguh jahat padaku, Moon.. Apakah kau mau membantuku menghukum gadis itu?”

 

 

Ia mengeratkan pelukannya pada Myeonsa. Ini mimpi. Pastilah ini mimpi. Myeonsa tak mempercayai semua ini. Pasti ia terlalu lelah membaca dan sedang tertidur di bangku taman. Ini terlalu indah, Tuhan.. Bagaimana ini?

 

 

“Bantu aku menghukumnya agar ia selalu berada di dekatku dan tak boleh kabur kemana-mana. Ia akan kujadikan tawanan hatiku atas segala kejahatannya.”

 

 

Myeonsa terkekeh sendiri mendengar segala omongan Chanyeol. Seakan-akan Chanyeol sedang membicarakan gadis lain, padahal gadis itu adalah dirinya sendiri. Myeonsa semakin menyukai Chanyeol. Segala hal dalam dirinya.

 

 

“Baiklah. Kurasa gadis itu akan menjaga hatimu sebaik mungkin. Dan ia juga rela menjadi tawanan hatimu. Dan..”

 

 

Cup~

 

 

“Kukembalikan ciumanmu yang tadi, hehe.”

 

 

Dan hari itu diakhiri dengan canda tawa mereka. Sepasang manusia yang saling mencintai hanya karena tatapan. Hanya karena takdir yang tak bisa mereka elak lagi keberadaannya. Takdir memang telah tersurat, namun kita tak pernah tahu kapan takdir itu menghampiri. Dan cinta yang datang tiba-tiba itu benar-benar berhasil membuat Chanyeol mencintai segala hal dalam diri gadis manis bernama Moon Myeonsa.

 

 

FIN

 

 

Huaa Angel balik lagi sama fluff hehe. Kenapa Myeonsa namanya rada mirip sama Cheonsa ya? Wkwk Angel juga gatau kenapa. Ini couple baru Angel namanya YeolSa, dan sama kayak yang HunSa juga ff ini akan dibuat series hihihi. Semoga bakal suka ya.

 

Oke itu berita baiknya, berita buruknya adalah… hiatusnya Angel untuk beberapa minggu kedepan._. Oke jangan bunuh Angel sekarang *berlindungdibalikBaekhyun*. Angel lagi pusing banget mikirin acara pameran dan ulangan kenaikan kelas nanti tanggal 2, jadi mohon pengertiannya. Dan Angel bakalan sebutin utang ff Angel satu-satu.

 

White Love (123): Baru sampe chap tiga. Sumpah, itu nguras otak banget karena berdasarkan real-lifenya Exo dan banyaknya personil. Kan ditambah empat yeoja jadinya ada 16 personil dengan kisah cinta yang complicated banget. Angel bahkan hampir nyerah gara-gara ga kuat mikir. Dan responnya yang minim bikin Angel kurang semangat. Jadi gimana, mau dilanjut atau engga?

 

Angel-face Bitch: Twoshot kan ya? Berarti tinggal satu chap lagi. Angel bingung tuh Junmyeonnya mau diapain. Jadi ini dilanjut atau engga?

 

Her Favorites Series: Baru teasernya doang huhu. Ide banyak tapi Angel ga sempet nulis. Seandainya ini laptop bisa ngetik sendiri dengan telekinesis kayak Luhan.. Angel usahain dan sempet-sempetin deh ya. Maaf bakalan nunggu lama.

 

Seonsaengnim (12): Baru chap dua nih. Ini ketunda gara-gara Angel kebanyakan ide gila dan bingung mau nempatinnya dimana. Masih banyak misteri yang belum pecah tapi Angel ngerasa ga ikhlas kalo misteri itu pecah secepat ini. Dan banyak banget yang neror Angel biar cepetan bikin lanjutannya. Miaaaan.

 

No Title: Ini udah ada sequel-nya kan ya? Tapi masih ada yang minta side-storynya Chanchan. Oke, doakan supaya side-storynya jadi yaa.

 

Diary About You: Katanya ini ff nyesek banget ya. Berarti kisah hidup Angel nyesek banget dong ya? Karena Cheonsanya udah meninggal, Angel bakalan bikin side-storynya Sehun deh. Gimana galaunya Sehun ditinggal Cheonsa hehe.

 

HunSa Series (ICWCDTSLC): Baru ada tiga cerita kan? Tenang, ini masih bakal lanjut terus, tapi ya itu Angel lagi gabisa ngetik karena sibuk. Sabar aja yaa.

 

YeolSa Series: Ini baru yang cerita ini aja kan hehe. Tunggu aja series yang lainnya yaa.

 

The Twelve Mission (About Sex, Love and Redemption): Ini ff terbaruuu yeay! Ratingnya NC-21 karena banyak adegan sadis dan semacamnya. Bakalan terus diprotec tiap chapternya. Ini juga bakalan kepending selama Angel sibuk huhu.

 

Dan sebenernya masih banyak ff lagi, tapi takutnya ga bisa nepatin janjinya dan malah bikin readers nunggu kelamaan. Sekali lagi, mohon pengertiannya yaa. Dan tolong kasih komentar kalian di tiap ff yang Angel sebut diatas, mau dilanjut atau ga usah.

 

Aduh, ini bukannya jadi ff malah kayak curhat. Maaf ya admin dan readers kalo kepanjangan, abisnya Angel bingung mau buat pengumuman dimana lagi hehe. Anggap aja ff YeolSa ini sebagai sogokan Angel biar readers semua ga bunuh Angel wkwk.

 

Akhir kata, thanks for reading yaa. Annyeong^^

64 pemikiran pada “Suddenly Fall in Love

  1. Wahaha, akhirnya chanyeol dibikin sweet juga :3 *soalnya aku abis baca sequel ff ‘no title’ xD*
    overall, aku suka ceritanyaa 🙂
    Keep writing! ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s