Falling Slowly (Chapter 3)

Falling Slowly 

(Chapter 3)

271730-ulzzang-fan-clubs-ulzzang-fashion-16

 

Tittle                : falling slowly

Author             : @fransiskavidya

Cast                 : Choi YoungMin (OC), Lee SungMin (SJ), Oh Sehun(EXO)

Support cast    : Choi YoungMi (OC), Exo members, SJ members.

Genre              : family, romance, dll

Length             : chaptered

Rating             : PG-13

Disclaimer       :

Choi YoungMin adalah milik @ahyaSMl, EXO + SJ member adalah milik Tuhan YME. Jalan certa ini fiksi dan murni berasal dari otak author yang agak dan memang somplak.

Summary         :

Choi YoungMin, seorang gadis yatim piatu yang tinggal bersama 2 sahabatnya. Ia diculik saat berumur 5 tahun dan terpisah dari keluarga kandungnya. Ia dirawat oleh keluarga Choi sampai berumur 19 tahun. Siapa yang tahu kalau ia adalah anggota keluarga dari Jaringan Mafia terbesar di Korea?

A/N     : annyeong, author bawa lanjutan Falling Slowly nih~ ada yang nunggu nggak? (Reader : nggak ada thor) yaudah sih /pundung di pojokan/

Pada nunggu Sehun? Dia muncul perdana di chapter ini *horeee* /Tebar Sehun/ di chapter ini partnya masih dikit, tapi di chapter selanjutnya mulai mendominasi. Tunggu aja yaa~

FF ini pernah dipublish di FB + WP pribadi author.

Oh iya, tinggalkan jejak please~ Comment itu berguna buat ngembangin FF ini juga~ gamsahamnida…

Happy Reading~

 

[Chapter 3]

 

“Oppa, aku akan masuk lewat pintu belakang saja…” kata seorang yeoja pada namja yang sedang menggandeng tangannya sekarang.

“ani. Kau hanya akan minta izin untuk menghabiskan waktu bersama kami hari ini.” Kata namja itu.

“arasseo. Tapi, kenapa sepi sekali?”

“molla.”

Mereka berdua, Siwon dan YoungMin baru saja tiba di TLJ.

 

“kami datang!” kata Siwon sambil masuk, dan bersamaan dengan kata-katanya, konfeti meledak di kanan kiri mereka.

“Chukkae!” teriak beberapa namja dan 2 yeoja di depan mereka.

Siwon dan YoungMin yang tidak menduga akan mendengar ledakan konfeti tepat di telinga mereka masih terdiam terbelalak pada orang-orang di sekeliling mereka.

“Yaa!” kata Siwon setelah ia sadar. “jadi ini maksudnya kalian memaksaku membawa Min kemari?”

Yang lain mengangguk geli.

“jadi ini dongsaengmu?” tanya Donghae.

“Memang mirip dengan YoungMi.” Kata Kyuhyun.

“Mirip katamu? Mereka sama persis!” timpal Yesung.

Youngmin, tidak terbiasa dikerubungi oleh banyak namja sekaligus, merasa tidak nyaman.

“Oppa, aku mau bicara dengan temanku.” Kata YoungMin pada Siwon, yang langsung mengangguk dan melepaskan tangan YoungMin.

“gomawo Oppa.” Kata YoungMin sambil tersenyum pada Oppanya. Lalu ia melangkah mendekati 2 temannya, dan memeluk mereka.

 

“yaa~ kalian membuatku panik setengah mati.” Kata YoungMin.

“apa boleh buat, Sajangnim yang menyuruh kami melakukannya.” kata JiHyun sambil mengedikkan bahunya.

“akting kalian bagus sekali. Kalau JiHyun sih, aku tidak heran. Dia paling jago berbohong diantara kita. Tapi Eunsung?”

“jangan salah. Aku pembohong ulung di telepon. Tapi kalau langsung.. aku menyerah.” Kata Eunsung sambil mengangkat kedua tangannya. “Syukurlah Young-ah~”

“Yaaa~ kenapa kau tidak bilang kalau Oppa kandungmu member Super Junior?” kata JiHyun.

Youngmin mengedikkan bahunya. “ya… siapa yang tahu?”

“Chukkae, chukkae~ sebagai gantinya.. traktir kami!” kata Eunsung penuh semangat.

“Shireo~” jawab YoungMin.

“yaaa~ kau anak dari salah satu orang terkaya di korea! Jangan pelit!” kata JiHyun.

Lalu mereka tertawa.

 

“aih, tapi, sekarang kau hidup di lingkaran yang berbeda dengan kami~” kata JiHyun.

“maksudmu?”

“mulai sekarang, aku yakin kau akan mulai akrab dengan mereka.” kata JiHyun mengedik pada kumpulan namja dengan tampang diatas rata-rata yang sedang mengobrol seru, dan sangat berisik.

“ne~ aku iri padamu Young-ah~” kata Eunsung.

“ani~ aku akan tetap menjadi teman kalian.” Kata YoungMin. “lagipula, aku yakin cepat atau lambat kalian juga akan akrab dengan mereka.”

“kenalkan aku dengan Kyuhyun Oppa~” kata JiHyun.

“tapi Young.. sejak tadi aku ingin menanyakannya padamu. Tapi aku ragu..” kata Eunsung.

“wae? Katakan saja.” Kata YoungMin.

“Apa kau akan pindah dan tinggal bersama keluarga kandungmu?” tanya Eunsung.

Youngmin terdiam.

Youngmin terdiam. Jihyun yang sedang menyeruput jusnya juga meletakkan jusnya dan memandang YoungMin serius.

“molla… aku ingin tinggal bersama keluargaku, tapi aku tidak ingin meninggalkan rumahku yang sekarang.” Kata Youngmin. Matanya mulai berkaca-kaca.

“uljima~” kata Eunsung sambil mengusap usap punggung YoungMin.

“urineun gwaenchanna. Kita masih bisa hang out bersama seperti biasanya kok.” Kata Jihyun.

“aku tidak menghawatirkan kalian. Aku mengkhawatirkan rumahku. Siapa yang akan menempatinya?” kata YoungMin, membuat kedua temannya langsung memandanginya heran.

“Yaa!” kata Eunsung dan JiHyun.

“aku bercanda~ jangan teriak di telingaku!” kata Youngmin pada dua temannya. “aku butuh waktu untuk berpikir.”

“menurutku, ada 2 pilihan.” Kata Eunsung.

“apa?”

“satu, kau tinggal bersama orangtuamu, dan hang out bersama kami sekali kali. Dua, kau tinggal bersama kami, dan mengunjungi orangtuamu minimal seminggu sekali.” Kata Eunsung.

“masuk akal.” Kata YoungMin.

“selain itu, kami bisa mengunjungimu, atau orangtuamu yang mengunjungi kita.” Tambah JiHyun.

Youngmin mengangguk angguk mengerti. “arasseo~ aku akan memikirkannya dulu.”

 

“Min-ah, jadi kau mau tinggal dimana?” tanya Siwon saat mereka hendak pulang.

Youngmin menggeleng. “mollayo Oppa. Aku akan memikirkannya dulu.”

“geurae, jadi kau mau pulang kemana sekarang?” tanya Siwon pengertian.

“aku ingin pulang bersama JiHyun dan Eunsung saja. Kurasa aku bisa memikirkannya dengan tenang di kamarku.” Jawab YoungMin.

“arasseo. Aku akan mengantar kalian. Panggil dua temanmu itu.” kata Siwon pada dongsaengnya.

 

“Annyeong haseyo.” Ucap JiHyun dan Eunsung bersamaan sambil membungkuk pada Siwon.

“ah, jangan sungkan begitu. Jadi kalian teman dekatnya Min?” tanya Siwon.

“ne. Kami berteman sejak SD.” Jawab JiHyun.

“kalau begitu, masuklah.” Kata Siwon sambil mengedikkan kepalanya kearah mobil.

Jihyun dan Eunsung lalu mengangguk. Mereka duduk di kursi belakang sementara YoungMin duduk di jok depan disamping Siwon. Setelah itu, mobil segera melaju menuju apartemen mereka.

Suasana membeku di dalam mobil. Eunsung dan JiHyun sangat canggung pada Siwon. Sementara YoungMin terus melamun memikirkan ia akan tinggal dimana. Dan Siwon tidak nyaman dengan situasi itu.

“yaa, kenapa kalian canggung sekali?” tanya Siwon pada 3 yeoja itu.

“aniyo..” jawab Eunsung.

 

-skip time-

 

“Gomapta Oppa.” Kata YoungMin pada oppanya. Eunsung dan Jihyun mengangguk setuju. Mereka bingung harus memanggil Siwon apa.

“biar kutebak. Kalian bingung harus memanggiku apa?” tanya Siwon pada Eunsung dan JiHyun yang sejak tadi diam saja. “panggil saja aku seperti Min memanggilku. Arachi?”

Jihyun dan Eunsung mengangguk.

“ya sudah, jalja nae dongsaeng~ masuklah.” Kata Siwon. Lalu ia masuk ke mobil dan melambaikan tangannya sekali lagi.

“Kajja.” Kata YoungMin mengajak teman-temannya memasuki apartemen mereka.

 

 

Di rumah, YoungMin masih tetap tidak bisa memutuskan pilihannya. Jadi ia memakai jaketnya, lalu berjalan keluar.

“aku pergi.” Kata YoungMin sambil membuka pintu.

“eodiga?” tanya JiHyun yang sedang santai menonton TV.

“ke taman.” Jawab YoungMin sambil melangkah keluar.

“jangan pulang terlalu malam.” Kata JiHyun lagi.

“Arasseo.”

 

Tak perlu berjalan terlalu jauh, 5 menit kemudian, YoungMin sudah sampai di taman di dekat apartemen mereka. memang tak sebesar taman yang biasa dia datangi dengan eomma kandungnya, tapi keindahan taman ini tidak kalah dengan taman itu.

Di taman ini tumbuh berbagai bunga dan pepohonan, dilengkapi dengan kursi taman dan jalan setapak yang meliuk mengelilingi taman. Di salah satu sudut terdapat arena bermain untuk anak-anak.

Youngmin merapatkan jaketnya dan berjalan menuju salah satu ayunan. Lalu duduk disana. Ia mengayunkan tubuhnya ke depan belakang pelan. Taman itu sangat sunyi. Hanya terdengar decitan besi yang memecah keheningan.

Youngmin mulai berpikir. Sebaiknya ia tinggal dimana? Ia mulai menggigit bibir bawahnya saat seseorang menghampirinya dan duduk di ayunan di sampingnya. Youngmin menoleh pada orang itu, kaget. Tapi orang itu tersenyum padanya.

“annyeong. Nan Oh SeHun imnida.” Katanya pada YoungMin.

Youngmin terkesima melihat wajah Sehun.

Jinjja, dia sangat sangat tampan. Pikir YoungMin. Tapi kemudian ia segera sadar.

“nan Choi YoungMin Imnida.” Kata YoungMin sambil balas tersenyum.

“sedang apa kau disini malam-malam?” tanya Sehun pada YoungMin.

“kau sendiri?” YoungMin malah balik bertanya.

“aku bosan. Kau?” Kata Sehun

“aku memikirkan sesuatu.” Kata YoungMin sambil mulai melamun lagi. “Oh, iya. Apa kau baru disini? Rasanya aku belum pernah melihatmu di sekitar sini,” tambah Youngmin.

“ne~ aku baru pindah ke daerah sini.” kata Sehun sambil melihat ke sekelilingya.

“ooh~” jawab YoungMin sekenanya. Ia mulai tenggelam dalam lamunannya lagi.

“ya! Kenapa kau melamun terus?” tanya Sehun. “saat melihatmu tadi, aku kaget sekali. Kukira kau hantu.” Tambahnya sambil tersenyum.

Youngmin menatap Sehun dengan laser glarenya. Ia tak sudi disebut hantu.

“Mworago?” tanya YoungMin pada Sehun.

“ooh. Kau marah?” kata Sehun menggoda YoungMin. Ia mengayunkan ayunannya semakin keras.

“Yaa! Jangan terlalu keras! Nanti kau jatuh!” kata YoungMin pada Sehun, yang tidak mendengarkannya sama sekali dan malah terus mengayunkan tubuhnya ke depan dan belakang.

Setelah cukup tinggi, ia meloncat dari ayunan itu dengan ringan dan mendarat mantap di tanah. Sementara Youngmin, melongo melihat aksi namja di depannya.

“Ya!! Apa yang kau lakukan? Bagaimana kalau kau jatuh?” tanya YoungMin pada namja di depannya.

“Wae? Kau mengkhawatirkanku?” tanya Sehun pada YoungMin sambil kembali duduk di ayunannya.

Youngmin hanya merengut. Ia kembali menggigit bibir bawahnya dan berpikir lagi.

 

“sebenarnya apa sih yang kau pikirkan? Sepertinya serius sekali.” Kata Sehun.

“Sehun-ssi, kalau kau disuruh memilih untuk tinggal bersama teman-temanmu, atau orang tuamu, kau pilih yang mana?” tanya YoungMin tiba-tiba.

“mwo?” tanya Sehun kaget.

“Jawab~ aku butuh pendapat seseorang sekarang. Jebal…” kata YoungMin sambil menatap Sehun, yang balik menatapnya.

“hm~ kalau aku akan memilih tinggal di tempat yang paling nyaman untukku.” Kata Sehun.

“jinjja? Berarti pikiran kita sama ya?” kata YoungMin.

“Sebenarnya apa sih yang kau pikirkan dari tadi?” tanya Sehun penasaran.

“yah.. sigkatnya aku harus memilih untuk tinggal bersama orang tuaku atau teman-temanku.” Jawab YoungMin.

“jadi kau memilih tempat yang paling nyaman untukmu?” tanya Sehun.

“Hmm~ gomawo untuk pendapatmu Sehun-ssi.” Kata YoungMin.

“jangan memanggilku seperti itu. aku tidak suka.” kata Sehun. “sepertinya kita seumuran. Berapa umurmu?” tanya Sehun.

“19” jawab YoungMin

“sama. bulan?”

“agustus.” Jawab Youngmin lagi, tiba-tiba Sehun menepuk tangannya dan tertawa.

“Kau harus memanggilku Oppa Youngmin-ah.” Katanya.

“Mwo? Shireo!” tolak YoungMin mentah-mentah. “memangnya kau lebih tua dariku?”

“aku lahir bulan april.” Kata Sehun membentuk V sign dengan tangannya.

“april? Kau hanya tiga bulan lebih tua dariku!” kata YoungMin.

“kau harus tetap memanggilku Oppa. Cepat panggil!” kata Sehun.

“Sehun-ah!” kata YoungMin.

“Yakk!”

“woah, sudah jam 8..” celetuk YoungMin saat melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.

“Yah, waktu serasa berlalu cepat kalau kau melakukan hal yang menyenangkan.” Kata Sehun pada Youngmin.

“yaa~ kau benar kali ini..” kata YoungMin tersenyum pada

“mau pulang?” tanya Sehun.

Youngmin mengangguk.

“Kajja.” Ajak Sehun sambil bangkit berdiri dari ayunannya.

“eoh? Kau mau kemana?” tanya Youngmin yang masih duduk di ayunannya.

“pulang. kajja kuantar. Sudah malam” kata Sehun.

“gwaenchanna. Aku bisa pulang sendirian.” kata YoungMin sambil bangkit berdiri.

“geurae. kalau begitu kita sama-sama sampai beda arah.” Kata Sehun. Youngmin mengangguk setuju.

 

Mereka berjalan beriringan sambil mengobrol. Tak satupun dari mereka kalau mereka sudah sampai di gedung apartemen tempat YoungMin tinggal. Mereka tetap mengobrol sampai akhirnya sampai tepat di depan pintu apartemen YoungMin.

“aku sudah sampai.” Kata YoungMin.

“aku juga.” Kata Sehun yang berdiri di depan pintu di samping pintu apartemen YoungMin.

“kau tinggal disini?” tanya YoungMin dan Sehun bersamaan.

“ne.” Jawab mereka. lagi-lagi bersamaan. Lalu mereka tertawa.

“kenapa bisa kebetulan sekali seperti ini?” kata YoungMin.

“kalau begitu, jalja YoungMin-ah.”

“neodo jalja Sehun-ah..”

“Ya!! Panggil aku Oppa. Aku jelas jelas lebih tua dariku.”

“shireo!” tolak Youngmin, ia lalu masuk ke apartemennya.

 

Sehun terseyum, lalu ia sendiri masuk ke apartemennya.

“aku pulang Hyung.” kata Sehun.

 

“pendekatan yang bagus Sehun-ah.” Kata seseorang yang duduk di kursi yang menghadap ke jendela. “lanjutkan kerja bagusmu. Kau harus mendapatkan kepercayaannya agar kita bisa membuatnya lengah. Setelah Siwon tahu dia benar-benar adiknya, Yeoja itu pasti akan mendapatkan banyak perlindungan.”

“Arasseo Hyung..” kata Sehun lagi. Lalu ia masuk ke kamarnya, dan menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang. ia berpikir.

Sekarang, setelah ia mengenal YoungMin, ia merasa sedikit bimbang menjalankan tugasnya. Padahal biasanya ia tidak seperti ini. Ada sesuatu pada gadis itu yang membuatnya enggan untuk menjalankan tugasnya.

Di sisi lain, YoungMin sedang berbaring di ranjangnya. Ia berpikir, apa pilihanya tepat? Semoga saja.

Selain itu, otaknya dipenuhi namja yang baru saja ditemuinya hari ini. Ada sesuatu pada namja itu yang membuat YoungMin nyaman. Tapi juga membuatnya sedikit was-was. Ia merasa bingung apa ia bisa mempercayai Sehun atau tidak.

Tak lama kemudian, YoungMin sudah tertidur lelap.

-Skip-

 

-Keesokan harinya-

@Tours Les Jours

 

“jadi, kau memutuskan tinggal dimana?” tanya Siwon pada yeodongsaengnya.

“aku ingin tinggal di rumahku yang sekarang. Aku akan menginap di rumah saat akhir minggu dan saat liburan.” Jawab YoungMin sambil menatap Oppanya itu. “Mianhae..”

“Geuroguna.. kenapa kau minta maaf? Setidaknya kau tidak tinggal sendirian.” jawab Siwon Oppa. “oh iya, kau..”

“ jangan larang aku untuk kerja sambilan.” Potong YoungMin sebelum Siwon sempat menyelesaikan kalimatnya.

“Mwo? Kau sudah tidak usah khawatir soal biaya hidupmu lagi. Eomma dan Appa akan mengirimimu uang tiap bulan ke rekeningmu.” Kata Siwon.

“arasseo. Meskipun begitu, aku akan lebih senang kalau bisa menghasilkan uang sendiri. Lagipula Eomma dan Appa tidak melarangku.” Kata YoungMin sambil tersenyum pada Mrs dan Mr Choi yang sejak tadi memang ada disana. “kkeuchi Appa?”

“Ne Siwon-ah. Aku mengizinkannya. Lagipula ini kesempatannya untuk bisa hidup mandiri.” Kata Mr.Choi.

“Arasseo, Arasseo.” Kata Siwon pasrah. Ia tak bisa membantah lagi kalau Appanya sudah berkata seperti ini. “oh, Appa, Eomma.. apa kalian akan mengumumkan pada publik kalau kita sudah menemukan Min?”

“tidak.. sepertinya tidak. Lebih baik kita merahasiakannya. Untuk berjaga-jaga.” Kata Mr.Choi

“Berjaga-jaga dari apa?” tanya YoungMin penasaran.

“aku takut hal yang sama akan terulang lagi. Aku tak ingin kehilangan kau lagi YoungMin-ah.” Kata Mr.Choi serius. Youngmin mengangguk-angguk mengerti.

“nah, kalian berdua. Aku titip adikku ya.” Kata Siwon pada Eunsung dan JiHyun yang sedang menunaikan tugas mereka di bagian kasir.

“Arasseoyo..” jawab Eunsung dan JiHyun bosan. Mereka berdua sudah mendengar kata-kata itu dari mulut Siwon hampir sepuluh kali dalam kurun waktu sejam. Terhitung dari YoungMin memberitahunya kalau ia lebih memilih tinggal bersama mereka.

 

-Keesokan harinya-

 

Youngmin sedang dalam perjalanan ke kampusnya. Ia berjalan cukup jauh untuk sampai ke Halte bus. Kebetulan, ia berangkat sendirian pagi ini. Jihyun sedang libur karena dosen-dosennya sedang liburan ke JeJu, sementara EunSung kuliah Siang.

Tiba-tiba dari belakangnya terdengar suara Orang berlari dan seseorang muncul lalu menepuk pundaknya tiba-tiba.

“Yah!” teriak YoungMin kaget sambil berbalik. Ia melihat Sehun sedang tersenyum usil di depannya. “neo..”

“yak! Kenapa kau galak sekali YoungMin-ah?” kata Sehun manja.

“apa-apaan nada bicaramu itu? katanya kau lebih tua dariku!” kata Sehun.

“tapi kau tidak mau memanggilku Oppa.” Kata SeHun mengelak. “jangan marah YoungMin-ah..” katanya sambil tersenyum manis. Melihat senyum namja itu membuat YoungMin yang sebelumnya ingin berteriak marah-marah mengurungkan niatnya.

“kau tidak jadi marah?” tanya Sehun. “Yeah! The power Of Aegyo!” katanya.

“bukan the power of aegyo, tapi aku takut kau akan menangis kalau kumarahi. Aku tidak mau dicap yeoja yang suka membuat bayi menangis.” Jawab YoungMin sambil menjulurkan lidahnya pada Sehun.

“Yaak! Aku bukan bayi!” protes Sehun. “kau mau kemana YoungMin-ah?”

“aku? Tentu saja kuliah! Kau sendiri?” tanya YoungMin.

“aku mau ke dorm.” Jawab Sehun.

“mwo? Dorm? Kau trainee di suatu agensi?” tanya YoungMin heran.

“ne. Kau keberatan?” tanya Sehun.

Youngmin mengangguk. “tidak mungkin bayi sepertimu jadi idol.”

Sehun meringis. “lihat saja nanti. Kau akan melihatku menjadi super rookie. Kalau itu benar-benar terjadi, kau harus mentraktirku jajangmyun. Deal?”

“deal.” Kata YoungMin setuju.

 

Di sisi lain, Siwon sedang dalam perjalanan ke SM ent Building di Cheongdam-dong. Ia melihat YoungMin sedang mengobrol dengan Sehun. Ia segera memencet klaksonnya dan memanggil yeodongsaengnya itu.

“Min-ah!” paggil Siwon. Ia lalu turun dari mobilnya dan menghampiri YoungMin.

Youngmin menoleh. “Oppa! Oppa sedang apa disini?”

“aku akan ke SM building.” Jawab Siwon. “siapa namja di belakangmu?”

“annyeonghaseyo Sunbaenim.” Katanya sambil membungkuk sopan.

“Oh, Sehun-ah! Kebetulan sekali.” Katanya sambil menepuk punggung Sehun dengan akrab. Youngmin hanya memandangi mereka dengan pandangan terkejut.

“ka.. kalian sudah saling kenal?” gagap Youngmin sambil menunjuk bergantian 2 namja dengan tinggi 180-an di depannya.

“tentu saja. Sehun adalah trainee di SMEnt. Sebentar lagi teasernya akan segera dirilis.” Kata Siwon menjelaskan. Sehun hanya memandang YoungMin dengan pandangan menyebalkan. Youngmin hanya cemberut dan mem-poutkan mulutnya.

“aigoo, neomu kwiyeo..” kata Siwon mencubit pipi YoungMin yang menggembung.

Sehun hanya diam. Dalam hati ia kaget karena tidak menyangka YoungMin bisa membuat ekspresi seperti itu.

“Yakk Oppa!” sergah YoungMin sambil melepaskan tangan Siwon yang terus menerus menempel di pipinya.

“mian, mian. Jangan marah. Kau mau berangkat kuliah? Biar kuantar.”  Kata Siwon. “Kajja.” Tambahnya sambil menarik YoungMin masuk kedalam Mobil.

“Masuk saja Sehun-ah. Kudengar member boyband-mu berkumpul di SMEnt building Cheongdam-dong. Kalian ada latihan lagi kan?” katanya.

“ne. Sunbaenim, Gamsahamnida.” Kata Sehun sambil masuk dan duduk di jok belakang.

 

“gomawo tumpangannya Oppa. Aku pergi dulu.” Kata YoungMin pada Oppanya. Ia ingin Siwon segera pergi, karena meskipun Oppanya itu memakai kacamata hitam, tapi tetap saja para Elf akan mengenalinya. Apalagi para Siwonest. Dan ia bisa membayangkan berapa banyak Elf di kampusnya ini.

“geurae. Aku pergi dulu Min-ah.” Kata Siwon sambil melambaikan tangannya pada YoungMin. Ia menunggu Sehun pindah ke Jok depan, lalu kembali melajukan mobilnya.

Setelah mobil Siwon tak terlihat lagi. Ia masuk ke dalam kampusnya.

“YoungMin-ah!” panggil seseorang dari arah parkiran di sebelah kirinya.

“AnnyeongHaseyo Sunbaenim..” kata YoungMin sambil membungkuk. Ia bisa merasakan wajahnya agak memanas sekarang.

“kau mau ke kelas Kim Kyosu-nim sekarang?” tanya Sungmin padanya.

Youngmin mengangguk. “ne,”

“kalau begitu, kaja. Aku juga sekarang ada jadwal dengan kelasmu.” Kata Sungmin sambil berjalan mendahului YoungMin. Youngmin mengikutinya dari belakang.

Ia bingung pada perasaannya. Apa dia menyukai Sunbae-nya itu?

 

-malam harinya-

“Young-ah!” teriak JiHyun saat mereka sedang bersantai di ruang TV.

“wae? Wae? Nan isseosseo. Kau tidak perlu berteriak.” Kata YoungMin yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk yang masih menempel di atas kepalanya.

“gadis di foto ini kau kan?” tanya JiHyun sambil menunjukkan ponselnya pada YoungMin.

“mana? Mana? Aku juga mau lihat.” Seru Eunsung sambil mendekati dua temannya.

Berita itu bertuliskan

 

“CHOI SIWON’S LOST LITTLE SISTER WAS FOUND”

 

Foto ini, diambil oleh seorang fotografer kami tadi pagi, menunjukkan Choi Siwon bersama seorang Yeoja yang wajahnya persis dengan adiknya yang meninggal karena kecelakaan mobil 2 tahun yang lalu. Yeoja itu, menurut sumber kami, kemungkinan besar adalah kembaran dari adik Choi Siwon yang dikabarkan diculik dan hilang saat berumur 5 tahun.

Menurut sumber kami, Siwon memanggil yeoja itu dengan sebutan Min-Ah. Seperti yang kita tahu, adik Choi Siwon bernama Choi YoungMi.

Selain itu, yeoja itu terlihat cukup akrab dengan Lee SungMin, yang tak lain adalah salah satu dari 13 member Super Junior. Terlihat mereka berdua mengobrol dan berjalan bersama tadi pagi.

Mungkinkah yeoja itu memang adik dari Choi Siwon? Atau ia adalah Yeojachingu yang tidak pernah diperkenalkan Siwon pada Media?

Kami masih menunggu konfirmasi dari keluarga Choi maupun pihak SMEnt mengenai identitas asli dari yeoja tersebut.

 

Artikel pendek itu menyertakan foto Youngmin bersama Siwon di pinggir jalan tadi. Sehun tidak terlihat karena tertutup Siwon yang sedang tersenyum lebar. Selai itu, juga ada foto yang membandingkan wajahnya dengan wajah YoungMi dan fotonya bersama Sungmin tadi pagi.

“maldo andwae.. rasanya aku pernah mendengar dari Oppa kalau penculikanku 14 tahun yang lalu tidak pernah dipublikasikan,” gumam YoungMin bingung.

“siapapun yang menulis artikel itu Young, sepertinya dia bekerja keras mencaritahu tentangmu dan sangat rajin mengikutimu.” Komentar Eunsung.

“atau dia memang benar-benar mengikuti perkembangan keluarga Choi sejak perusahaan keluargamu mulai terkenal.” Timpal JiHyun. Eunsung dan YoungMin menoleh dan memandangnya heran.

“wae? Aku hanya mengatakan pendapatku.” Kata JiHyun sambil mengangkat bahunya.

“tapi pendapat JiHyun tidak salah Young.. bukankah kau bilang keluargamu salah satu dari jaringan mafia terbesar korea? Pasti ada yang menginginkan keluarga kalian jatuh kan?” kata Eunsung serius.

Tepat setelah Eunsung menyelesaikan kalimatnya, handphone YoungMin berbunyi.

“yeoboseyo, Oppa?” Jawab YoungMin.

“kau sudah lihat berita itu Min?”

“Ne Oppa. Aku baru saja mendiskusikannya dengan Eunsung dan Jihyun.”

“seharusnya tidak ada yang tahu tentangmu. kami tidak pernah mempublikasikan penculikanmu waktu itu. min-ah, mulai sekarang, kau akan kuantar jemput, arachi?”

“Mwo? Shireo Oppa! Aku bukan anak kecil. Aku bisa menjaga diriku sendiri.”

“tapi ini demi keselamatanmu. Banyak orang yang tidak menyukai keluarga kita. Kau bisa mengalami hal itu lagi kalau kau tidak hati-hati.” Kata Siwon lagi.

“aku akan berhati-hati Oppa. Aku tidak akan kemana-mana sendirian. lagipula bukan Appa yang menyuruhmu mengantar jemputku kan?” kata YoungMin untuk meyakinkan Oppanya itu.

“geurae, arasseo, arasseo. Kau mirip sekali YoungMi. Jaga dirimu ya. Jalja..”

“ne. Jaljayo Oppa.”

 

“bagaimana?” tanya Eunsung. sejak tadi ia dan Jihyun menunggunya selesai berbicara dengan Siwon.

“aku harus mulai berhati-hati,” jawab Youngmin,

“kau tidak boleh berpergian sendiri?” tanya JiHyun. Youngmin mengangguk.

“tenang saja, ada kami. Kami akan menemanimu.” Kata Eunsung menenangkan.

“tapi kau tidak usah diantar ke kamar mandi kan?” tanya JiHyun jahil.

“Yah! Lagipula siapa yang mau ke kamar mandi bersamamu?” kata YoungMin. Jihyun hanya tertawa.

“aku hanya bercanda Young.. kau tidak usah marah begitu.” Kata JiHyun.

 

 

-Keesokan harinya-

 

Youngmin berangkat kuliah bersama JiHyun dan Eunsung seperti biasa. Masuk semua mata kuliahnya hari itu dengan santai. Semuanya aman-aman saja sampai saat selesai kuliah. Ia harus pergi ke TLJ sendirian. sebuah panggilan masuk ke ponselnya.

“yeoboseyo, oppa?” jawab YoungMin.

“Min-ah, eodiya?” terdengar suara Siwon.

“aku dalam perjalanan ke TLJ oppa. Hari ini aku ada kerja sambilan.” Jawab YoungMin.

“kau sendirian?” tanya Siwon.

“hmm, tidak ada temanku yang rumahnya di sekitar sini.” kata Youngmin.

“Gwaenchanna? Apa disana ramai?”

“gwaenchanna..  ani, disini agak sepi. Aku baru saja keluar dari gerbang kampus. Sebentar lagi sampai di halte bus.” Kata Youngmin santai.

Kemudian seseorang menarik tangannya dan menutup pernafasannya dengan saputangan yang sudah dilumuri Obat bius. Bahkan sebelum ia bisa berteriak atau memberontak, ia kehilangan kesadarannya.

 

8 pemikiran pada “Falling Slowly (Chapter 3)

  1. andweee… youngmin nya kena culik siapa itu..
    sehun d sini komplotan org jahat ya, oia, siapa hyungnya sehun ya..?? dari exo juga k..??
    sehun d sini mulai suka kn sama min.. semoga sehun nnti bisa ngelindungi min..
    semoga min ndx kenapa2..

    d tunggu next chaptnya ya chingu.. keep writing n fighting.. annyeong.. 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s