Hate Or Love? (Chapter 5)

Hate or Love? (Chapter 5)

Author: @ghinanj

Cast: Park Mingi

Kim Jongin

Byun Baekhyun

Kim Seulmi

And Other Cast

Genre: Angst, Sad, Romance

 

“aku mohon turunkan aku disini” Kai menghentikan mobilnya dan dengan cepat Mingi meninggalkan Kai.

Kai masih terdiam tidak melajukan mobilnya, apa Mingi marah kepadanya? Apa yang dilakukan Kai sudah keterlaluan? Kai pikir itu tidak keterlaluan mengingat dia masih mengganggap Mingi yang menyebabkan Hyeri meninggal. Seharusnya tadi dia tidak memanggil Baekhyun, agar tidak seperti ini. Agar Kai cepat pulang dan bisa beristirahat.

Kai mengikuti busway yang dinaiki Mingi, karena Kai khawatir jika tidak mengantar Mingi pulang. Tapi setau dia ini bukan jalan ke rumah Mingi, walau begitu Kai tetap mengikuti Mingi.

Mingi berjalan ke arah pemakaman, dan pemakaman ini sangat familiar bagi Kai, bagaimana tidak ini adalah pemakaman Hyeri. Kai tidak menyangka jika Mingi akan mendatangi pemakaman Hyeri. Dan untuk apa Mingi datang ke pemakaman di malam hari? Apa Mingi tidak takut?

Kai turun dari mobil nya yang ia parkir 10 meter dari keberadaan Mingi, dia mengikuti Mingi dan melihat apa yang Mingi lakukan.

“Hyeri-ah, apa kabar? Sudah lama aku tidak datang kesini. Kau pasti bahagia disana kan?”

“Sejak lama aku ingin kesini, tapi aku tidak berada di Korea jadi tidak bisa mengunjungimu”

“Entah kenapa dari dulu aku selalu merasa bersalah karna Kai terus membenciku dan menganggap aku itu yang membunuhmu secara tidak langsung, bertahun tahun dia membenciku, mungkin sampe sekarang” Mingi menghela nafas berkali kali, karna mungkin beban yang dia tanggung selama ini akan di ceritakan walaupun sia sia menyeritakan nya terhadap orang yang sudah tiada.

“Hyeri-ah, apa tidak apa apa jika aku berhubungan dengan Kai? Aku tidak ingin menjadi anak yang durhaka dan aku ingin membahagiakan orang tuaku. Walaupun Kai membenciku, aku akan baik kepadanya. Aku ingin melihat kau tersenyum disana Hyeri-ah, aku akan menjaga Kai seperti yang kau katakan dulu ‘jaga Kai selama aku tidak ada’ itu akan kulakukan, mungkin tidak sekarang, tapi nanti” Mingi tersenyum miris, bisakah dia mencintai Kai seperti mencintai Baekhyun? Atau bisakah Kai mencintai Mingi seperti mencintai Hyeri? Biarlah waktu yang menjawab.

Kai yang mendengar semua yang dikatakan Mingi, sangat mendengar, Kai berpikir kembali bahwa yang di lakukannya saat itu sangat menyakiti perasaan Mingi, tapi kenapa dia tidak bisa memaafkan Mingi sedikitpun, walaupun dia sudah baik terhadap Mingi, bukan berarti dia tidak benci terhadap Mingi.

Kai mendekati Mingi yang sedang melamun di depan makam Hyeri “ayo pulang”

Mingi terkejut dan membalik “kau mengejutkanku, aku pikir kau hantu”

“ayo pulang, sudah malam. Kau tidak takut disini?”

“sedikit takut, tapi menenangkan”

“kau tidak ingin pulang? Aku akan mengantarkanmu”

“kau ini kenapa tiba tiba baik?”

“ini sudah pukul 10 malam dan kau akan pulang sendiri?”

“baiklah, ayo pulang Kai”

Mingi berdiri dan mengikuti Kai dari belakang, Kai berpikir apa Mingi tidak menyadari Kai mengikutinya kesini? Tapi kenapa dia tidak bertanya?

 

@@@@@@@@@@

 

Shin Cheonsa memandangi buku diary yang ada di atas meja belajarnya, dia ingin sekali membaca nya, tetapi itu tidak sopan, tapi jika tidak dia sangat penasaran. Akhirnya Cheonsa membuka buku diary itu dan di halaman pertama tertulis Park Mingi’s Diary. Pada saat dia membuka halaman berikutnya, ada foto yang tersimpan disana. Cheonsa mengerutkan keningnya bingung.

“kenapa foto dia ada di diary Mingi? Apa hubungannya dengan Mingi?”

Cheonsa melanjutkan membaca diarynya Mingi

Hari ini aku menulis di diaryku yang baru, mungkin ini juga sebagai perumpamaan ‘membuka lembaran baru’. Malam ini aku akan pergi ke Jepang, sungguh sulit meninggalkan Korea karna disini banyak orang orang yang aku sayang. Ini untuk permintaan orang lain yang ingin aku pergi jauh dari Korea. Aku sangat mencintai Baekhyun oppa, aku tidak ingin meninggalkannya, bagaimana jika dia melupakanku? Atau mempunyai perempuan lain? ah itu sangat buruk. Maafkan aku Baekhyun oppa, aku harus meninggalkanmu.

“ternyata foto Baekhyun ini disimpan karna dia adalah kekasih Mingi” Cheonsa bergumam.

Saat Cheonsa membuka halaman demi halaman dengan cepat tanpa membacanya, ada foto lagi yang tersimpan disana.

“Jongin? Kim Jongin? Apa hubungannya dengan Mingi?”

Cheonsa membuka diary Mingi, tapi tidak tertulis nama Kai atau Kim Jongin sedikitpun. Kenapa bisa Mingi menyimpan foto Kai?

 

@@@@@@@@@@@@

 

“Kai” Mingi memanggil Kai ragu ragu, karna takut mengganggu nya.

“hem?”

“kenapa kau ada di pemakaman? Kau mengikutiku?”

“percaya diri sekali kau, aku ingin ke pemakaman Hyeri, tapi ada kau disana jadi aku mengajakmu pulang”

“aish aku bukan terlalu percaya diri tapi hanya bertanya, kau kenapa mengajakku pulang?”

“aku tidak tega melihatmu melamun di pemakaman, malam hari pula”

“padahal aku ingin disana lebih lama”

“baiklah akan aku antarkan lagi kau kesana” Kai akan memutar balikan mobil nya tapi segara di cegah oleh Mingi, apa seorang Kim Jongin itu gila?

“jangan, kita pulang saja” Mingi tersenyum lega, setidaknya ada orang yang mengantarnya saat ini, walaupun sangat mungkin jika dia menghubungi Baekhyun tapi dia tidak ingin bertemu Baekhyun saat ini.

 

@@@@@@@@@@@@@@

 

Seulmi memandangi langit langit kamarnya, malam ini dia tidak bisa tidur karna masih memikirkan hal janggal antara Baekhyun dan Mingi. Seulmi melihat ponsel nya dan segera menghubungi seseorang.

“Oh Sehun”

“Ada apa kau menghubungiku malam malam?”

“aku hanya ingin bertanya sesuatu”

“apa?”

“apa kau mengenal Park Mingi? Seorang murid baru yang kuliah di jurusan kedokteran?”

“aku mengenalnya sejak tadi pagi, kenapa?”

“apa kau tau kalau Mingi mempunyai hubungan dengan Baekhyun?”

“bagaimana aku tau, aku baru mengenalnya pagi tadi. Dasar kau ini”

“ah tidak ada gunanya aku menghubungi kau” Seulmi menutup ponsel nya dan melempar ke kasur, apa gunanya dia menghubungi Sehun. Apa dia harus menghubungi Baekhyun langsung? Ah tidak mungkin.

 

@@@@@@@@@@@@@

 

Mingi sudah sampai rumah, tapi tiba tiba lampu di ruang tamu menyala “kau dari mana saja Park Mingi?” suara Mr.Park mengejutkan Mingi

“aku dari suatu tempat appa” Mingi tersenyum manis agar tidak mencurigakan

“dengan siapa?”

“dengan Kai”

“Kai? Benarkah?”

“benar appa”

“baiklah, kau cepat masuk kamar dan istirahat. Kau pasti sangat lelah” Mr.Park menepuk pundak Mingi. Mingi mengerutkan keningnya. Bingung dengan sikap ayahnya yang asalnya menakutkan menjadi baik saat mendengar nama Kai.

Saat Mingi akan pergi ke kamar. Tiba tiba ponselnya bergetar dan dilayar ponselnya ada nama ‘Baekhyun Oppa’

“Mingi-ah”

“ada apa oppa?”

“soal tadi siang, soal Seulmi. Sebenarnya, dia bukan kekasihku”

“hem lalu?”

“kau tidak ingin mengatakan apapun?”

“tidak oppa”

“benarkah?”

“benar, aku akan menutup telfon nya oppa”

“tunggu”

“Park Mingi apa kau masih mencintaiku?”

“ya?”

“aku ingin hubungan kita seperti dulu”

“aku masih mencintaimu, seperti dulu oppa” Mingi tersenyum di balik ponsel nya. Akhirnya.

“akupun sama. Sebaiknya kau tidur, ini sudah malam. Selamat malam, kekasihku”

Senyum mengembang di wajah Baekhyun, akhirnya penantian dia selama ini datang. Dia tidak sabar untuk hari esok, tapi tunggu bagaimana dengan Seulmi? Apa dia tidak akan mengganggu Mingi? Masalah sebentar lagi akan datang.

 

@@@@@@@@@@@@@

 

Mobil Kai sudah terparkir rapih di halaman kediaman Mr.Park sudah 30menit berlalu tapi kenapa Mingi tidak muncul? Padahal ini sudah pukul 09.45. apa dia sakit? Atau tidak masuk kuliah? Karena sudah lama menunggu, Kai segera melajukan mobilnya dan pergi ke kampusnya.

 

@@@@@@@@@@@@@

 

Di dalam mobil, dua orang yang tengah merasakan kebahagiaan ini selalu tersenyum. Sebelah tangan laki laki itu menggenggam tangan perempuannya dan yang satunya lagi di gunakan untuk menyetir, sesekali mereka saling bertatapan lalu tersenyum.

“oppa”

“hem?”

“bagaimana dengan Seulmi?”

“Seulmi? Dia tidak apa apa, kau tidak perlu khawatir”

“baiklah, tapi bagaimana dengan Kai?” baekhyun memberhentikan mobil nya tiba tiba di pinggir jalan, tangan baekhyun memegang pipi Mingi dan mentapanya dalam “cukup pikirkan aku, jangan pikirkan orang lain, mengerti?”

Mingi mengangguk dan tersenyum “hem”

Di dalam hati Mingi terbesit rasa bersalah kepada orang tuanya, dia mencintai baekhyun, dia ingin bersama baekhyun. Lagi pula kenapa dia harus terus baik kepada Kai padahal Kai membencinya?

 

@@@@@@@@@@@@@

 

Sehun dan Seulmi duduk di kantin betapa terganggunya Sehun saat ini, Seulmi terus menanyai soal Mingi kepadanya, bagaimana ia tau? Dia hanya tau bahwa Mingi dekat dengan Kai, hanya itu. Tapi itu pasti rahasia, bagaimana bisa Sehun mengatakan semuanya pada Seulmi, seorang mantan kekasih Oh Sehun yang sekarang sudah terpesona oleh ketampanan Byun Baekhyun.

Saat seseorang melewati Seulmi dan Sehun, tiba tiba minuman nya terjatuh ke rok Seulmi.

“aish, kau ini bisa berhati hati tidak?! rok ku sekarang kotor dan basah!!”

Yang menumpahkan minuman itu hanya bisa menunduk dan pergi, terlalu mengerikan berurusan dengan seorang Kim Seulmi.

“sudahlah Seulmi, sini biar aku bantu bersihkan”

“terimakasih Oh Sehun, ternyata kau masih menjadi pria yang baik”

Saat Sehun sedang membersihkan rok Seulmi, datanglah seorang perempuan dengan wajah kusutnya.

“Oh Sehun” pelan, namun tajam, Sehun sangat kenal suara itu tapi nada memanggil namanya berbeda dari biasanya, Sehun menolehkan kepalanya dan melihat Shin Cheonsa disana. Wajahnya memerah, matanya berkaca kaca.

Shin Cheonsa pasti sangat marah sekarang, melihat kekasihnya sendiri, Oh Sehun dengan mantan kekasih Oh Sehun.

“Shin Cheonsa” Sehun memanggil Cheonsa dengan pelan dan mengahampirinya, tapi Cheonsa mundur selangkah demi selangkah dan berlari menjauh.

“Oh aku terkena masalah sekarang”

“Sehun-ah, kau baik baik saja? Itu bukan salahku kan? Aku pergi dulu, selamat tinggal” Seulmi bingung dengan keadaan tadi, jadi sebaiknya dia pergi menjauh.

 

@@@@@@@@@@@@@@@@

 

“Seharusnya aku tidak menjemput perempuan itu”

“bagaimana bisa dia pergi lebih dulu?”

“seharusnya aku tidak mendengar kata eomma tadi”

“seharusnya aku tidak datang ke rumahnya”

Kai terus berbicara pada dirinya di dalam mobil, seorang Park Mingi membuat Kim Jongin menunggu setengah jam. Jelas itu membuat Kai marah marah.

 

@@@@@@@@@@@@@

 

Baekhyun dan Mingi keluar dari mobil dan berjalan di koridor kampus, baekhyun menggenggam tangan Mingi. Dari kejauhan Seulmi melihat Baekhyun yang menggenggam tangan Mingi. Inilah yang membuatnya berpikir ada yang janggal antara baekhyun dan mingi. Seulmi mendekati Baekhyun dan melihat ke arah tangan mereka berdua, Mingi berusaha melepaskan tangannya tapi baekhyun malah menggenggam dengan erat.

“oppa apa maksudnya ini? Aku salah melihat nya kan? Aku hanya mimpi kan?” wajah Seulmi menjadi merah, matanya langsung berkaca kaca, apa yang di pikirkannya semalaman menjadi kenyataan.

“kau tidak bermimpi Seulmi-ah, aku dan Mingi berpacaran sekarang”

“tidak mungkin, oppa kau berbohong kan? Kau hanya boleh mencintaiku oppa!”

Seulmi melihat tangan baekhyun yang menggenggam tangan Mingi, Seulmi memukul mukul tangan baekhyun dan mingi agar terlepas sambil meneteskan air matanya. Seulmi sangat mencintai baekhyun, dia tidak rela jika baekhyun dengan perempuan lain.

Mingi meringis kesakitan, baekhyun akhirnya melepaskan tangan Mingi dan memegang pundak seulmi “kau tidak boleh egois Kim Seulmi, semua yang kau inginkan belum tentu bisa kau dapatkan. Ingat itu”

“kau milikku oppa! Bukan milik perempuan itu! Kau hanya milikku” Seulmi berteriak.

Mingi yang melihat Seulmi histeris hanya bisa terdiam, dia tidak ingin memperkeruh keadaan. Seulmi berlari menjauh sambil menangis. Mingi melihat Seulmi sangat tidak tega, bagaimanapun Mingi juga perempuan yang mempunyai perasaan.

“oppa, kejar Seulmi, aku takut dia melakukan hal yang tidak tidak”

“kau tidak apa apa?”

“hem aku tidak apa apa” Mingi tersenyum miris melihat punggung Baekhyun yang lama kelamaan semakin menjauh.

 

@@@@@@@@@@@@@@@@@

 

Shin Cheonsa duduk di rumput halaman kampus sendirian, mungkin sekarang kelas sedang berlangsung tetapi dia tidak ingin masuk kelas sekarang, itu hanya akan membuat hatinya lebih hancur melihat Oh Sehun. Apa yang Sehun lakukan tadi sangat tidak pantas, dari dulu memang Cheonsa sangat membenci Seulmi dan setelah kejadian tadi, dia lebih membenci Kim Seulmi.

Pikiran Cheonsa sangat kacau hari ini, bagaimana jika Sehun kembali dekat dengan Seulmi? Saat ini saja Sehun tidak menemuinya untuk sekedar meminta maaf atau apapun.

“dasar lelaki bodoh” Cheonsa mengusap air mata nya.

“siapa yang kau sebut bodoh?” Kai duduk di pinggir Cheonsa

“Kai? Kau tidak masuk kelas?” Cheonsa terkejut

“dan kau? Kenapa disini?”

“aish menyebalkan”

“kau masih suka menulis diary? Kekanak kanakan sekali.” Kai menunjuk buku diary yang ada di tangan Cheonsa.

“ini bukan punyaku”

“lalu?”

“Park Mingi”

“Park Mingi? Bagaimana bisa ada di tanganmu?”

“Kau ini ingin tau urusan orang lain saja” Kai menggeram kesal, dia ingin sekali melihat diary Mingi membacanya sampai akhir, mungkin di diary Mingi tertulis nama Kai atau mungkin menceritakan tentang Kai.

“aku ingin lihat diary itu Cheonsa-ya” Kai mencoba tersenyum manis agar diberikan diary Mingi.

“tidak, tapi Kai apa kau mengenal Park Mingi? Dan kau mempunyai hubungan spesial dengan Park Mingi?”

“kau ini ingin tau urusan orang lain saja” Kai mengacak ngacak rambut Cheonsa dan Cheonsa memukul Kai memakai buku yang ada di tangannya. Mereka berdua lalu tertawa bersama sama, mungkin dengan bercanda dengan teman itu sedikit melupakan tentang kejadian Sehun tadi.

Sehun melihat semua itu merasa geram, asalnya dia ingin meminta maaf pada Cheonsa tapi niatnya dia urungkan karena melihat Cheonsa dengan Kai yang sedang tertawa bahagia, Sehun takut Cheonsa jatuh cinta lagi kepada Kai, memang dulu Cheonsa pernah suka kepada Kai tapi Kai hanya menganggap Cheonsa teman. Sehun pergi dan menyesal tidak masuk kelas hari ini. Betapa menyedihkan nya Oh Sehun ini.

 

@@@@@@@@@@@@@@@

 

Mingi di kelas melamun dan tidak fokus ke materi yang diberikan dosen. Kepala nya sedikit pusing, mungkin karna dia kurang tidur tapi badannya juga agak pegal.

“Mr.Kim apa saya boleh meminta izin? Saya sedang tidak enak badan”

“baiklah, cepat sembuh Park Mingi”

“terimakasih” Mingi membungkukkan badannya dan langsung pergi.

Mingi melihat ke kanan dan ke kiri, dia mencari Baekhyun dan ingin meminta Baekhyun mengantarnya pulang.

Saat meilhat ke halaman dia melihat Kai, mungkin dia bisa meminta Kai mengantarnya pulang. Itu ide yang bagus. Mingi berjalan mendekati Kai.

“Kim Jongin” Kai mendongakkan kepalanya

“ada apa?”

“Park Mingi!” sapa Cheonsa dengan ceria “ini buku catatanmu kan? Kemarin tertinggal disini” Cheonsa memberikan buku diary nya ke Mingi

“iya itu punyaku, terimakasih Cheonsa” Mingi tersenyum mengambil buku diary nya lalu melihat Kai.

“Kai, kau mau mengantarku pulang? Aku sedikit tidak enak badan”

“kenapa tidak meminta kekasihmu itu yang mengantarmu pulang?” Kai berbicara tanpa melihat Mingi, tetap melihat pada laptop nya.

“dia sedang ada urusan, ayolah Kai. Kau tau di rumah ada eommaku, ini ide yang bagus bukan?”

“lalu? Kau hanya ingin memperlihatkan aku kepada eommamu itu?” Kai tersenyum sinis dan berdiri menatap Mingi.

“bukan itu maksudku, aku hanya meminta tolong. Kau ini pelit sekali” Mingi mengerucutkan bibirnya.

“aku tidak peduli”

“ayolah Kai, sekali ini saja” Mingi menatap Kai memohon sambil memegang tangan Kai.

“baiklah, tapi lepaskan tanganmu itu” Kai menyerah dan akhirnya mengantar Mingi ke rumahnya, dia berpikir itu lebih bagus dibandingkan harus masuk kelas sekarang, sangat membosankan.

Cheonsa yang melihat Mingi dan Kai sangat dekat, lalu berpikir mungkin mereka bersaudara atau mereka bersahabat. Tapi Kai tidak pernah menceritakan tentang Mingi sedikitpun, karna Kai hanya bercerita tentang Hyeri kekasih nya yang sudah tiada.

“Shin Cheonsa, kami pergi dulu. Sampai jumpa” Mingi tersenyum lalu mengikuti Kai yang sudah jalan di depannya. Cheonsa hanya melambaikan tangannya dan tersenyum. Tidak ada yang menghiburnya lagi sekarang dan pikirannya saat ini tertuju kepada Oh Sehun.

 

@@@@@@@@@@@@@@@@

 

“Kai”

“hem?”

“kenapa kau tau aku punya kekasih?” Mingi menatap Kai sambil mengerutkan kening nya

“hanya menebak”

“benarkah? Sebenarnya aku kembali berpacaran dengan Baekhyun oppa. Tapi aku tidak enak pada Seulmi. Kau tau? Tadi saat Seulmi melihat aku dan Baekhyun oppa, dia menjadi sangat histeris, aku takut dia bunuh diri Kai”

“aku tidak ingin tau”

“aku hanya ingin bercerita. Kau ini kenapa menyebalkan sekali”

Kai tidak menjawab dan tetap fokus menyetir. Mingi sangat bawel, lama kelamaan Kai yang menjadi sakit karna ocehan Mingi.

 

@@@@@@@@@@@@@@@

 

Seulmi menangis diatap gedung, betapa sakit hatinya melihat Baekhyun dengan perempuan lain. Baekhyun melihat Seulmi yang sedang berjongkok wajahnya tidak terlihat karna ia sembunyikan di balik tangannya, isakan Seulmi terdengar sangat jelas di telinga Baekhyun, Baekhyun mendengar itu merasa tidak tega karna menyakiti Seulmi.

“Seulmi-ah” Baekhyun mendekati Seulmi perlahan lalu Seulmi melihat Baekhyun dan mengusap airmatanya.

“oppa. Apa benar itu kau?”

“iya, aku Baekhyun. Seulmi-ah maafkan aku”

“aku tidak perlu permintaan maafmu, aku butuh kau untuk menjadi milikku oppa!” Airmata Seulmi jatuh kembali, sudah satu tahun dia mencintai Baekhyun dengan tulus, tetapi apa yang dia terima?

“kau tidak boleh egois Seulmi-ah”

“kau yang egois oppa! Aku mencintaimu dengan tulus, sangat tulus! Tapi kau malah mencintai gadis lain! kau tidak pernah memperlakukanku dengan baik oppa, aku butuh kau!” Seulmi kembali jongkok dan menelungkupkan tangannya agar menutupi wajahnya, tangisannya pecah saat itu juga, mungkin sekarang tangisannya lebih parah.

Baekhyun ikut berjongkok dan memeluk Seulmi agar Seulmi lebih tenang. Setelah Seulmi tenang dan tidak menangis, Baekhyun melepaskan pelukannya.

“oppa, aku ingin meminta sesuatu padamu”

“apa?”

“putuskan hubunganmu dengan Mingi” Baekhyun menatap Seulmi, wajah yang kacau karna airmata, mata sembab dan merah, suara parau, keadaan Seulmi saat ini sangat kacau. Baekhyun takut Seulmi tiba tiba melakukan hal yang tidak di inginkan. Haruskah Baekhyun memutuskan hubungannya dengan Mingi?

 

 

TBC

 

Gimana nih chapter 5 nya? Kurang panjang atau feel nya kurang nih? Aku butuh komentar kalian, maaf kalo masih ada yang kurangnya. Komentar nya sangat di tunggu, makasih yang udah mau baca FF aku dan tunggu chapter selanjutnya yaa

 

13 pemikiran pada “Hate Or Love? (Chapter 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s