Ms. Lollypop And Mr. Cold (Chapter 2)

Ms. Lollypop and Mr. Cold  Chap 2

Ms. Lollypop and Mr.Cold 2 {Done}

 

Title: Ms. Lollypop and Mr. Cold

Cast: -Oh Sehun

-Kim Cheonsa (OC)

-Park Minhee

-Exo-K

-Sehun and Cheonsa Parent’s

Other Cast: Find by yourself^^

Genre: PG-15 (?), Little bit of Romance .

Semua Cast disini milik SM dan YME,Kecuali Sehun milik author *plaakk. Mohon maaf kalo banyak Typo,kesalahan, dan lainnya. Karena ini FF pertama Author ^.^

Haloha semuaaaa!! Kembali lagi di FF Ms. Lollypop and Mr. Cold, bersama author yang paling kece *plaak. Makasih buat semua yang udah review *bow. Ada yang nungguin ff ini ga? Ga ada ya? Tapi, aku terharu sama semua yang udah review *-*. Sebenarnya, FF ini terinspirasi dari adik Author yang suka banget ngemil permen tapi giginya rapi -_-. Kalo banyak yang suka, nanti mau dibuat sequelnya. Isinya tentang kehidupan mereka setelah menikah. Udah deh curcolnya, ini dia, Chapter 2!!.

“Kalau tidak tahan, tidak usah dipaksakan. Aku tahu kau masih takut.” Ujar Sehun sambil tersenyum. Dia menangkup wajah Cheonsa yang mulai memucat. Alis Sehun mengkerut.

“Badanmu panas.”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Setelah itu, Cheonsa pun pingsan. Dengan segera, Sehun membopong (?) Cheonsa. Dan berlari menuju halte terdekat. Ia menelpon supirnya dan menyuruh menjemput dihalte.

Setelah datangnya mobil suruhan (?) Sehun, ia menggendong kembali Cheonsa dan memasukkannya ke mobil. Ia menyuruh supirnya untuk mengantar Cheonsa kerumahnya. Sesampai dirumah Cheonsa, Sehun menyuruh supirnya untuk menyampaikan ke eommanya, bahwa ia akan menginap di rumah Cheonsa. *Sehun banyak nyuruhnya ah -_-*abaikan.

Sehun membawa masuk Cheonsa dan naik ke lantai 2. Ia menatap pintu berwarna Pink, yang diyakini adalah kamar Cheonsa. Ia langsung masuk dan meletakkan Cheonsa dikasur. Ia mengambil baskom yang berisi air dingin dan kain. Ia memasukkan kain itu kedalam baskom dan meletakannya di dahi Cheonsa. Ia menyelimuti gadis berusia 17 tahun tersebut. Dan, yang selanjutnya terjadi ialah, Sehun menggigil karena bajunya yang basah. Ia mematikan AC dan duduk di meja belajar Cheonsa. Ia membuka laci Cheonsa dan mendapati buku yang berjudul Diary. Dengan semangat 45, ia membuka buku tersebut. Isinya hanya cerita kehidupannya sehari-hari. Hingga mata Sehun mendapati namanya dibuku tersebut.

17 November 2014.

Hari ini aku kembali bertengkar dengan Sehun. Entahlah, ia selalu menegurku jika kebanyakan makan lolipop. Mengapa ia selalu memperhatikanku. Apa tidak ada objek lain untuk diperhatikan? Dia digemari hampir oleh semua yeoja di kampus. Tak jarang ada yang menembaknya untuk menjadi pacar. Tetapi selalu ditolak. Krystal, yang notabene adalah gadis tercantik di kampus saja ditolak. Sebenarnya, siapa sih yang ia sukai? Tapi, 1 hal yang pasti. Aku rasa aku mulai menyukai Sehun.

Sehun hampir saja mati kegirangan. Tulisan itu memang kecil, hingga Sehun harus menyipitkan matanya yang sudah sipit itu :v.

“Enggh..” sepertinya Cheonsa akan bangun. Sehun buru-buru menyimpan diary itu ketempat semula. Ia duduk di samping Cheonsa.

“Sehun? Ini kamarku ya?” racau Cheonsa.

“Bukan, ini rumah sakit.” Balas Sehun datar.

“HAAA?? RUMAH SAKIT??!! JANGAN BAWA AKU KESITU!!!” Cheonsa bangkit dari tidurnya dan mulai berteriak gaje. Sehun membungkam mulut Cheonsa dengan mulutnya. *ngertikan?* Cheonsa langsung diam dan membelalakkan matanya. 5 menit kemudian, Cheonsa mendorong dada Sehun, tanda bahwa ia mulai kehabisan nafas. Sehun yang mengerti pun menjauhkan dirinya dari Cheonsa. Ia mendapati wajah Cheonsa yang sudah seperti kepiting rebus sekarang. Sehun menyeringai.

“Your first kiss right?” tanya Sehun yang hanya didapati anggukan kecil dari Cheonsa.

“HAHAHAAA, MUKAMU KAYAK KEPITING REBUS!!” tawa Sehun meledak. Cheonsa melempar bantal monkey-nya kewajah tampan Sehun *elus muka Sehun*abaikan*. Cheonsa melepas kain didahinya yang sedari tadi mengganggunya.

“Diluar masih hujan, aku menginap disini, ne?” bujuk Sehun sambil menunjukkan Puppy Eyes andalannya ke Cheonsa. Cheonsa hanya bisa mengangguk.

“Bajumu basah kan? Sebentar, aku akan mengambil baju kakakku. Tunggu sebentar ne.” Ujar Cheonsa sambil bangkit. Ia pergi menuju lemarinya. Dan mengambil sebuah baju dan celana panjang.

“Nah pakailah.” Dengan cepat, Sehun membuka bajunya. Melihat sesuatu yang tidak baik untuk matanya yang masih polos (?), Cheonsa menutup matanya dan berteriak.

“HEEY!! JANGAN BERGANTI BAJU DISINI. ITU KAMAR MANDI SANAAA!!” Sehun hanya terkekeh melihat Cheonsa yang sangat hobi berteriak. Ia mengambil pakaian dari tangan Cheonsa dan berjalan menuju kamar mandi sambil bersenandung kecil. Cheonsa memegang dadanya yang berdegup kencang seakan sedang lari marathon *eaak bahasa elu thor :v*. Tak lama kemudian, Sehun keluar.

“Kau kan juga basah. Sana ganti baju.” Suruh Sehun. Cheonsa bangkit dan akan menuju lemari. Tetapi, Sehun menghalanginya. Cheonsa melihat Sehun dengan tatapan Apa-maksudmu-?.

“Aku yang memilih bajumu.” Jawab Sehun dengan seringaian tampannya *plaak*.Cheonsa hanya bisa pasrah. Sehun membuka lemari Cheonsa dan mengambil sebuah Sweater  hitam transparan dan sebuah celana pendek. Sehun menyodorkannya pada Cheonsa dengan tatapan polos.

“Kau ingin apa eoh? Itu transparan! Singletku basah dan habis, sudah jelas kalau tubuh bagian atasku tampak. Paboya -_-.” Cerocos Cheonsa. Sehun mendorong Cheonsa kekamar mandi. Dia menatap Cheonsa dengan tatapan Pakai-atau-Kau-Tidak-Melihat-Dunia-Lagi. Terpaksa, Cheonsa memakai baju tersebut.

5 Menit Kemudian..

Cheonsa keluar dengan pakaian yang Sehun berikan tadi. Sehun memandangnya kagum. Rambutnya yang masih terikat tampak basah dan berantakan. Membuat Cheonsa terkesan err… Seksi?

Cheonsa yang menyadari tatapan Sehun mulai menutupi bagian dadanya yang sedikit terlihat. Walau memakai bra, ia tentu saja canggung. Berdiri dihadapan seorang namja dengan pakaian seperti ini? This moment just for the first and the last. Tatapan Yadong mematikan Sehun terlihat.

“Jangan melihatku seperti itu, Mr. Cold.” Ucap Cheonsa dan berjalan ke meja rias dan sedikit merapikan penampilannya. Setelah itu,ia mengambil sebuah laptop dan mulai membuka internet. Ia mencari di Youtube: Trouble Maker- Trouble Maker dance practice. Ia membuka salah satunya dan memperkuat volume ditengah derasnya hujan.

“Sehun, bagaimana kalau kita pergi keruangan Privacy-ku?”tanya Cheonsa.

“Untuk apa, Honey?” tanya balik Sehun.

“Panggilan itu menjijikkan -_-.” Balas Cheonsa.

“Hehe, untuk apa?” Sehun nyengir.

“Kita latihannya diruangan itu aja. “ jawab Cheonsa. Yang diajak bicara hanya mengangguk. Cheonsa membawa laptopnya menuju ruang Privacy miliknya. Sehun mengekor (?) dari belakang. Cheonsa mendorong sebuah dinding. Dinding tersebut terbuka dan muncul sebuah pintu dengan Password. Cheonsa mulai mengetikkan sesuatu. Pintu itu terbuka dan tampaklah sebuah ruangan. Seperti Studio Dance.

“WOOOWW, apa ini studio dance?” kagum Sehun. Cheonsa hanya mengangguk. Ia menyambungkan kabel dengan laptop agar volumenya lebih besar. *hati-hati tuli lhooo*. Sehun mengambil posisi, begitu juga Cheonsa. Dan, inilah yang mereka lakukan sekarang. Menari ditengah derasnya hujan.

15 menit berlalu…

Mereka berdua selesai latihan. Air minum yang sudah disediakan pun diteguk oleh mereka sampai habis. Sehun melihat Cheonsa. Badan Cheonsa berkeringat, dengan baju yang semakin menempel ditubuh Cheonsa. Membuat postur tubuh Cheonsa semakin terlihat. Nafasnya terengah-engah. ‘Hey, what the hell are you thinking about, Sehun?” batin Sehun sambil menggelengkan kepalanya.

“Kenapa kau menggelengkan kepalamu?” tanya Cheonsa tiba-tiba. Sehun langsung salah tingkah ditatap seperti itu. Cheonsa berjalan mendekati Sehun dan berjongkok didepan Sehun yang tengah duduk. Wajahnya semakin dekat dengan Sehun, hingga…

 

“WADAAAWWW!!” teriak Sehun ketika Cheonsa mencubit pipinya dengan keras. Cheonsa yang mendengar suara nyaring Sehun, segera menghentikan aksinya dan tertawa dengan suara yang keras.

“Aduuhh, pe-perutku sa-sakitt.” Ucap Cheonsa sambil memegangi perutnya. Setelah selesai tertawa. Ia memandangi Sehun.

“Udah selesai ketawanya?” tanya Sehun ketus sambil mempoutkan bibirnya. Cheonsa duduk disamping Sehun. Ia menyandarkan kepalanya dibahu Sehun. Sehun yang melihatnya, hanya bisa diam.

“Cheonsa..”

“Ne?”

“Ehm… Apakah, Apakah kau mau menjadi Yeojachinguku ?” tanya Sehun. Cheonsa reflek melihat Sehun.

“Ehh,, A-Aku mau kok.” Jawab Cheonsa dengan suara yang sangat pelan. Ia menunduk menahan malunya yang sudah merambat hingga ubun-ubun kepala.

Reader: ubun-ubun itu yang dilaut kan Thor? *muka polos

Author: ITU UBUR-UBURRR!! Tak makan kowe –“

Back to Story

“Apa? Aku tidak dengar.” Balas Sehun sambil Smirk. Cheonsa mempoutkan bibirnya. Sehun mengecup pelan bibir Cheonsa. Walau sudah pernah dicium Sehun, tapi ia masih terkejut dengan perlakuan Sehun terhadapnya.

“Sehun, kalau para fans gilamu itu mengetahui ini bagaimana?” ucap Cheonsa ragu.

“Biarkan saja.”

“Kalau mereka membully aku? Nanti wajah imutku ini hilang :3”

“Tenang, pangeran Sehun akan selalu melindungi Putri Lolipop :v” canda Sehun. Cheonsa hanya menggelengkan kepalanya.

KUKURUUUYUUUKKK/?

Suara yang diketahui (?) dari perut Cheonsa berbunyi. Cheonsa hanya bisa nyengir nengok Sehun. Sehun segera mengajak Cheonsa untuk makan diluar. Tapi, ganti baju dulu si Cheonsanya. Masa keluyuran diluar rumah nampak branya -..-.

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Sehun mengendarai mobil milik Cheonsa *ceritanya, Cheonsa kan anak kaya. Punya mobil sendiri, tapi ga pandai nyetir -,-*. Ia melintasi lalu lintas kota Seoul yang padat. Disampingnya, Cheonsa duduk di jok mobil *masa di bagasi*. Ia mengenakan rok panjang dengan baju panjang. Tak lupa rambut yang dikuncir kuda tersebut.

Sesampai direstoran..

Sehun dan Cheonsa sudah sampai direstoran. Karena besok adalah hari sabtu, restoran itu cukup ramai. Mata Sehun menangkap 5 orang namja yang mengelilingi sebuah meja. Sehun menggenggam tangan Cheonsa dan mengajaknya kemeja tersebut. Cheonsa hanya pasrah tangannya ditarik-tarik oleh Sehun

#PoorCheonsa

#CemungudhCheonsa

#Cheonsakudukuat/?

Sehun mengambil 2 buah kursi dan meletakkannya dimeja 5 namja tersebut. Namja tampan cetar halilintar itu pun reflek melihat Sehun. Tak lama, mereka tersenyum dengan lebar, apalagi Chanyeol dan Baekhyun. Sehun dan Cheonsa langsung duduk dikursi itu.

“Datang-datang langsung bawa cewe nieee.” Ejek Chanyeol. Cheonsa hanya bisa tersenyum.

“Sehun, kau baru jadiin Cheonsa sebagai pacarmu ya?” tebak sang Umma, D.O.

“Kok tau?” tanya Sehun.

“Kan, ga biasanya seorang Oh Sehun jalan-jalan membawa seorang yeoja.” Cibir D.O. Mereka menghabiskan malam itu direstoran dengan canda tawa. Jam 9 mereka baru pulang, dengan traktiran Sehun karena baru jadian. Cerita PJ *pajak jadian :v*. Sehun dan Cheonsa pun pulang dengan hati girang, riang, dan gembira/?

JJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJ

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

 

3 Minggu Kemudian, Acara Sekolah.

Sehun dan Cheonsa yang sudah resmi menjadi pasangan kekasih mendatangi sekolah mereka. Mereka memakai baju biasa, tapi sudah ada baju cadangan ditas Cheonsa. Orang tua mereka sudah mengetahui hubungan mereka, dan berencana akan menikahkan mereka selepas mereka tamat sekolah ini. Fans Sehun tidak ada yang membenci Cheonsa, bahkan menjadi fans Cheonsa juga. Mereka hanya bisa tersenyum girang. Hidup Cheonsa mulai berubah, tapi hanya 1 yang tidak. Rambut Cheonsa.

“Bisakah kau sekali saja menunjukkan rambutmu kepadaku?” tanya Sehun. Cheonsa hanya bisa terkikik.

“Ehm, mungkin hari ini bisa.” Ucap Cheonsa sampil mengedipkan sebelah matanya. Sehun hanya bisa menggeleng melihat tingkah Cheonsa yang masih kekanakan itu. Mereka menuju Backstage  panggung. Tampaklah Yuri Seonsaengnim disitu.

“Oh, akhirnya kalian datang. Cepat ganti baju dan minta perias itu merias kalian. 3 tampilan lagi.” Ucap Yuri Seonsaengnim sambil tersenyum mereka pun menanyakan baju mereka. Mereka langsung pergi keruang ganti.

Sehun keluar lebih dahulu dari Cheonsa. Ia mengenakan sebuah kemeja putih dan jas corak loreng sana loreng sini :v, celana jeans dan juga sepatu sneaker. Seorang perias menarik Sehun dan mulai mendandaninya. Tak lama kemudian, Cheonsa keluar. Ia memakai baju tanpa lengan berwarna merah dan rok pendek. Dan, jangan lupakan sepatu boot hitamnya itu.  Ia ditarikoleh penata rias yang sudah selesai merias Sehun. Sehun duduk sambil memandangi Cheonsa. Rambut Cheonsa pun harus dilepas. Seketika itu juga, mata Sehun terbuka dengan lebar.

Ternyata, rambut Cheonsa berwarna coklat keemasan. Rambutnya sedikit bergelombang sepinggang. Sangat cantik. Penata rias itu hanya tersenyum melihat tingkah Sehun. Sedangkan Cheonsa sendiri salah tingkah. Ia diberi eyeliner, lipstick, blush on, dan yang lainnya.

“Ayo! Sebentar lagi giliran kalian.” Ucap MC itu kepada Sehun dan Cheonsa. Mereka bangkit dan bersiap. Gugup. Itu yang mereka rasakan. Sehun menggenggam tangan Cheonsa.

“Kau cantik. Sering-seringlah menunjukkan rambut emasmu itu.” Goda Sehun tepat di telinga Cheonsa, membuat wajah sang kekasih memerah.

“Dan, kita sambut selanjutnya.Sehun dan Cheonsa dari Kelas XII menarikan lagu Trouble Maker!!.” Sang MC memanggil Sehun dan Cheonsa. Sorak sorai penonton mulai terdengar. Mereka bersiap. Musik pun mulai terdengar.

Skip

Sehun dan Cheonsa membungkuk diatas panggung. Mereka berhasil tanpa ada 1 salah pun. Penonton sangat terhibur. Mereka bertepuk tangan dengan keras dan berteriak memanggil-manggil nama sejoli itu.

“SEEEHUUUNNN..”
“CHEEEOOOONNSAAA..”

Begitulah setidaknya. Mereka hanya bisa tersenyum. Dibagian akhir lagu, mereka berdua memang harus berciuman. Tapi, Sehun hanya mencium pipi Cheonsa. Karena Cheonsa yang memintanya. Kalau tidak, dia pasti sudah diejek habis-habisan oleh Minhee. Sebelum turun, mereka ditanyai oleh MC.

“WOOWW, penampilan yang sangat luar biasa, HunSa.” Ujar sang MC.

“HunSa? Apa itu?” tanya Cheonsa polos.

“Sehun dan Cheonsa.” Jawab penonton. Cheonsa Cuma nyengir.

“Berapa lama kalian latihan?” tanya MC.

“3 Minggu.” Jawab Sehun.

“Tapi, kalian sangat hebat. Dibagian akhir lagu, apakah kalian berciuman?” goda sang MC.

“Tidak, aku hanya mencium pipinya. Aku tidak mau orang melihat aku mencium bibir Cheonsa :v.” Jawab Sehun sambil sedikit tertawa. Penonton dan yang lain pun ikut tertawa.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

“Makasih ya Hunnie, udah ngantar Cheonsa.” Ujar Cheonsa sesampai dirumahnya.

“Ga apa-apa kok. Aku kan pacar yang teladan, baik, beriman, dan berilmu untuk nusa dan bangsa ;).” Canda Sehun.

“Eh, besok musim semi kan? Kita jalan-jalan ke Sungai Han yuk. Tapi naik sepeda yaa. Itu aku ada sepeda khusus untuk 2 orang.” Ajak Sehun. Cheonsa mengangguk.

Chu~

Dengan secepat kilat, Sehun mencium pipi Cheonsa.

“Good Night.” Ucap Sehun. Cheonsa tersenyum dan memasuki rumahnya yang luas.

“Bagaimana acaranya?” tanya Ny. Kim lembut kepada Cheonsa.

“Kereenn.. banyak yang tepuk tangan tadi. Pokoknya mantep deh (y).” Jawab Cheonsa sambil mengacungkan 2 jempolnya. Ny. Kim hanya bisa tersenyum.

“Lusa kita akan mendatangi rumah Ny. Oh untuk membicarakan pernikahan kalian.” Ucap Tn. Kim yang datang dari kamarnya. Sontak, Cheonsa menghentikan langkahnya.

“Lusa kan? Bukan besok? Soalnya besok Cheonsa mau jalan-jalan sama Sehun ke Sungai Han. Boleh kan Eomma, Appa?” tanya Cheonsa.

“Tentu saja boleh. Tetap jaga kesehatanmu ya. Jangan pulang terlalu larut.” Balas Ny. Kim tegas. Cheonsa memasuki kamarnya dan membersihkan badannya. Ia berbaring di kasur dan mengambil Smartphone-nya.  Ia memandangi Wallpaper  Hpnya yang bergambar dirinya dan Sehun. Difoto itu, Sehun mencium pipi Cheonsa yang sedang berulang tahun. Tiba-tiba, Hpnya bergetar menandakan adanya SMS masuk. Ia membuka SMS tersebut.

From: Hunnie

Kau belum tidur?

To: Hunnie

From: Hunnie

Kukira sudah 😀

To: Hunnie

Kalau aku sudah tidur, siapa yang akan membalas SMSmu? Gwishin *hantu*? Pabo -_-.

From: Hunnie

Hehehe, kalau begitu tidurlah. Besok kita kan akan jalan ke Sungai Han. Good Night Honey :*

To: Hunnie

Sudah kubilang aku benci panggilan itu. Nighttt.

Cheonsa mematikan lampu kamarnya dan beranjak tidur setelah di SMS.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

 

Hari ini, Cheonsa bangun lebih pagi. Biasanya kalau hari libur ia akan bangun jam 9. Sedangkan, hari ini bangun pukul 6. Kalau berhubungan dengan bermain, Cheonsa akan bangun 3 jam lebih awal. Bayangin kalau dia mau pergi jam 6 pagi, berarti Cheonsa bangun jam 3 dong? Cheonsanya sarap -_-.

Cheonsa: Ya elah thor, yang buat nih ff kan elu. Elu dong yang sarap? -..-
Author: hehe, author khilaf :v.

Back to Story..

“CHEEEOOONSAAAA!!”

Cheonsa lari terburu-buru menuju pintu depan. Ia baru saja akan mandi, sudah ada yang meneriaki. Malah dia hanya menggunakan Bathrobe. Saat membuka pintu, sudah ada Sehun yang cengar-cengir.

“Baru mau mandi. Masuklah.” Ajak Cheonsa. Sehun memandangi Cheonsa.

“Wae?” tanya Cheonsa. Sehun menggeleng. Cheonsa mengeluarkan jurus muka Flat-nya yang diajarkan oleh Sehun. Sehun masuk dan langsung berlari menuju kamar Cheonsa, dan meninggalkan Cheonsa sendiri.

Cheonsa berjalan menuju kamar mandi dikamarnya. Terlihat Sehun yang menghidupkan TV. Memang, hari ini orang tua Cheonsa sedang pergi kedaerah Busan. Katanya ada urusan disana. Cheonsa memaklumi itu. Sebagai anak mandiri (?), Cheonsa harus bisa menghadapi ortunya yang suka bolak-balik dari daerah 1 kedaerah lainnya. Untung terkadang Yura, kakaknya, suka pulang ke rumah. Jadi, gak kesepian.

“Cheonsa, cepat sedikit mandinya. Udah jam 06.30.” ucap Sehun sambil menggedor pintu.  Cheonsa keluar dengan pakaian lengkap, plus tekukan di wajahnya.

“Tadi aku sedang pakai baju. Sabar sedikit kenapa.” Balas Cheonsa. Ia mengikat rambutnya menjadi kuncir kuda dan turun mendahului Sehun. Ia menuju meja makan.

“Udah sarapan?” tanya Cheonsa. Sehun menggeleng dengan polosnya. Cheonsa segera membuatkan 2 buah Sandwich(?) dan juga 2 gelas susu. Ia diberi tahu oleh Ny. Oh, bahwa Sehun harus minum susu setiap sarapan. Jika tidak dibuatkan, ia akan merengek. Persis seperti anak bayi. Cheonsa membawa sarapannya kemeja makan dan menyodorkan 1 sandwich dan susu kepada Sehun. Dengan mata berbinar, Sehun menyantap makanan tersebut dengan sangat lahap. Sampai-sampai ia…

“OHOOKKK!” Ternyata oh ternyata, SEHUN TERSEDAK PEMIRSAH!! TERSEDAK OLEH PIRING!! Eh, salah ding. TERSEDAK OLEH ROTI!! Ia mengambil susunya dan menghabiskannya dengan 1 tegukan. Cheonsa membulatkan bibir dan matanya.

Setelah selesai dengan acara makan-makan/?, Sehun dan Cheonsa segera menaiki sepeda milik Sehunyang berwarna Pink tersebut. Cheonsa menahan tawanya.

“Pfftt.. Apa kau meminjam sepeda milik Sulli yang sangat dipercaya adalah adik dari Oh Sehun yang menyukai Pink?” tanya Cheonsa sambil menahan tawanya.

“An-Aniyoo, waktu itu, Sulli yang memilihkan sepeda ini. Aku tentu saja tidak mau, tapi dia berjanji membelikanku 5 gelas Bubble Tea. Akhirnya aku setuju.” Jawab Sehun dengan mata berkaca-kaca. Cheonsa tidak bisa menahan tawanya lagi. Ia tertawa dengan sangat keras. Merasa ditertawakan, Sehun menyentil kening Cheonsa.

“Appoo..” ucap Cheonsa sambil memegangi keningnya dan menaiki sepeda Sehun. Sehun duduk didepan sedangkan Cheonsa dibelakang *ngertikan?*. Dengan kecepatan normal, mereka mulai berjalan menuju Sungai Han.

  TBC

 

 

 

38 pemikiran pada “Ms. Lollypop And Mr. Cold (Chapter 2)

  1. Haha… makin seru aja ffnya, n yg bikin aku ngakak ngebayangin Sehun naik sepeda warna Pink !!! haha XD
    *walau naiknya b2 sma cheonsa

  2. Alurnya kecepetan, bahasa kurang dimengerti dan kurang baku, maaf ya thor kalau kritikanku nggak mengenakkan hati.
    Tapi aku tetep suka sama ff ini kok 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s