You Can See Me, Right..? (Chapter 2)

 You Can See Me, Right..? (Chapter 2)

You_Can_See_Me,_Right.._[Chapter_2]

 

Title                       : You Can See Me, Right..?

Author                  : Zhang Wen Qian

Length                  : Chaptered

Genre                   : Friendship, Mystery (maybe), Romance (bit/maybe),  Sad (bit/maybe)

Main Cast           : Kim Jongin (Kai), Jung Eunji, Byun Baekhyun

Other Cast          : Kim Namjoo, Sohn Naeun, etc

 

You Can See Me, Right..?—[Chapter 2]

 

“mengingat..?” gumam Baekhyun.

 

Kai dan Baekhyun lalu menatap Eunji dengan penuh arti. Eunji yang merasa ditatap aneh oleh kedua temannya itu pun sedikit bingung.

 

“mw…mwo..?” Eunji gagap.

 

***

 

 

“aish, aku tahu akan begini…” gumam Eunji sendiri saat berjalan dikoridor sekolahnya.

 

“hanya karena aku mengingat semua nama presiden amerika dan korea, mereka menganggap ingatan ku kuat..? dasar, bilang saja kalau mereka memang tidak mau melakukannya” gumam Eunji kesal.

 

Lalu Eunji berhenti tepat diruang guru. Eunji lalu membuka sedikit pintu ruang guru, Eunji lalu mengintip karena ingin tahu situasi ruang guru. Lalu Eunji melihat seorang guru sedang membawa banyak buku, Eunji langsung menghampiri guru itu dengan cepat dan memegang buku yang dibawa guru tadi.

 

“ssaem, bair aku saja yang bawa..” Eunji tersenyum.

 

Guru itu tampak bingung dengan tingkah laku Eunji, tapi ia lalu memberikannya kepada Eunji.

 

“mau dibawa kemana ssaem..?” Tanya Eunji yang sepertinya keberatan membawa buku-buku itu.

 

“ttara wa..” guru itu lalu berjalan duluan.

 

Sampailah disebuah ruangan. Guru itu lalu membuka pintunya yang tadinya digembok.

 

“letakkan disitu..” kata guru itu sambil menunjuk sebuah meja yang berada diruangan itu.

 

Eunji langsung meletakkannya. Eunji lalu merenggangkan saraf-sarafnya karena telah membawa buku yang sangat berat. Eunji lalu melihat sebuah lemari besar dan terdapat tulisan ‘catatan kesiswaan’. Eunji tersenyum lebar ketika melihat tulisan itu.

 

“hei, apa kau tidak keluar..?” panggil guru itu yang sudah berada di pintu.

 

Eunji lalu melihat guru itu dengan bingung. Eunji diam dan tampak berfikir.

 

“oe, ta..li sepa..tuku lepas, ssaem dulan saja..” kata Eunji tergagap sambil jongkok memegang sepatunya.

 

Guru itu bingung melihat sikap Eunji.

 

“geure, kalau kau keluar tolong gembok ini lagi..”

 

“ne..” jawab Eunji penuh semangat.

 

Guru itu pun pergi meninggalakan Eunji. Eunji sedikit mengintip memastikan bahwa guru itu benar-benar pergi meninggalkannya. Eunji langsung membuka lemari itu dan mulai mencari catatan kesiswaan Namjoo.

 

“Kim Namjoo, Kim Namjoo, Kim Namjoo..” gumam Eunji sembari melihat-lihat map-map yang tersusun rapi di lemari itu.

 

Setelah sekitar 15 menit mencari, akhirnya Eunji tersenyum lebar ketika melihat sebuah nama di map itu, Kim Namjoo. Eunji buru-buru mengambil map itu lalu membukanya diatas meja. Halaman pertama Eunji melihat foto yang aia yakini itu adalah Namjoo.

 

“begini wajahnya, cukup cantik. Tapi, tetap tidak melebihi kecantikanku..” Eunji tersenyum sambil mencopot foto itu lalu dimasukkannya kekantong jas seragamnya.

 

Eunji membuka setiap halaman dengan teliti dan membacanya.

 

***

 

Malam harinya dirumah Kai, Baekhyun, dan Eunji.

 

“hei, dia dimana..?” Tanya Baekhyun melihat Kai yang duduk dihadapannya.

 

Kai lalu melirik kesebelah kanannya. Baekhyun yang sudah merasa biasa pun tidak merasa takut. Eunji lalu datang membawa tiga buah minuman kaleng.

 

“bagaimana tadi..? kau menemukannya..?” Tanya Kai langsung ketika Eunji duduk disebelah Baekhyun.

 

“oe, ini dia bukan..?” Eunji meletakkan foto Namjoo diatas meja.

 

Kai dan Baekhyun pun serempak melihat keatas meja, begitu juga Namjoo.

 

“benar, ini dia. Bagaimana kau bisa menemukannya dengan segampang itu..?” Tanya Kai yang tidak percaya.

 

Eunji meminum minumannya lalu tersenyum bangga.

 

“apa yang tidak bisa dilakukan Jung Eunji..” kata Eunji bangga dengan dirinya.

 

“wah, ada untung juga aku jatuh cinta denganmu..” kata Baekhyun bangga sambil mengacak rambut Eunji pelan.

 

Eunji langsung menepisnya dan menatap Baekhyun tajam.

 

“beginikah wajahku..?” Tanya Namjoo yang masih memandangi fotonya diatas meja.

 

“kau tidak mengetahui wajahmu..?” Tanya Baekhyun bingung. Kai hanya menatap Namjoo.

 

“oe, sudah aku bilang aku lupa ingatan. Lagipula kalau jadi hantu mana bisa bercermin” kata Namjoo.

 

“ternyata kau cukup pintar..” kata Eunji yang membuat Kai dan Baekhyun menatapnya meminta penjelasan, begitu juga dengan Namjoo.

 

“dia selalu mendapat peringkat ke-1, pada saat kelas 2 dia juga pernah mengikuti olimpiade Matematika dan pendapat peringkat pertama. Dia seharusnya lulus tahun ini, tapi dia sudah duluan mati” cerita Eunji lalu meneguk minumannya lagi.

 

“wah, kau benar-benar hebat..” puji Baekhyun.

 

Kai lalu melihat kearah Namjoo yang duduk disebelahnya. Wajah Namjoo terlihat bingung.

 

“kau kenapa?” Tanya Kai.

 

“tapi, apa kalian tidak mengenalku..? paling tidak kalian tahu aku, karena kita satu sekolah..” kata Namjoo menatap Kai.

 

“kami baru pindah satu tahun yang lalu kesekolah itu, jadi pada saat kau mati kami baru pindah kesekolah itu. Jadi, bagaimana kami mengenal kau” kata Baekhyun mencoba menjelaskan.

 

Namjoo mengangguk pelan tanda mengerti.

 

“terus apa lagi..?” Tanya Kai kepada Eunji.

 

“oh ya, dia adalah putri dari NJ group” jawab Eunji.

 

“MWO..? NJ group..?” Baekhyun tak percaya.

 

“awalnya aku juga tidak percaya, tapi masa iya catatan kesisiwaan itu palsu” jelas Eunji.

 

Kai lalu berfikir dengan memegang kepalanya dan melihat kelantai. Sedangkan Namjoo menatap Kai yang seperti itu. Kai yang sadar dilihat oleh Namjoo pun menoleh.

 

“wae..?” Tanya Kai melihat kearah Namjoo.

 

“ani, apa kau benar-benar tidak mengenalku..?” Tanya Namjoo yang sepertinya yakin bahwa ia dan Kai saling mengenal.

 

“kenapa kau bertanya itu lagi..?” Tanya Kai bingung.

 

“di duniaku yang sekarang tak ada yang namanya kebetulan, semua sudah direncanakan sedemikian rupa. Seperti teman hantuku, yang bisa melihatnya adalah pacarnya dan ada juga yang bisa melihat saudaranya, ayahnya, temannya juga ada. Jadi, aku yakin diantara kita pasti ada hubungan..” cerita Namjoo yang disimak oleh Kai.

 

“jadi menurutmu kalau aku ini adalah pacarmu..?” kata Kai.

 

“mwo..? pacar..? hei, hantu gila. kau mencoba merayu Kai..?” Eunji yang mendengar langsung merasa kesal.

 

“ani..” jawab Namjoo tegas.

 

“kalau begitu apa..?” Eunji yang cemburu.

 

“sudah lupakan saja..” Namjoo yang tidak tahu harus berkata apa.

 

“jadi, sekarang kita harus bagaimana..?” Baekhyun mencoba menengahi.

 

“sekarang, yang bisa kita lakukan adalah ke kantor NJ group” kata Kai serius.

 

“untuk apa kita kesana?” Tanya Baekhyun yang tidak mengerti.

 

“entahlah, sekarang hanya NJ group petunjuk kita..” kata Kai.

 

Tiba-tiba ada sesorang yang masuk kerumah mereka, semua pandangan pun menuju kepada orang itu.

 

“Naeun..?” Kai bingung.

 

“oppa..” teriak Naeun manja sambil berlari kecil menuju Kai lalu menggandeng tangan Kai.

 

“aish, keu yeoja..” Eunji terlihat kesal dan marah.

 

“Naeun-ah, kenapa kau kesini? Lebih baik kau pulang..” kata Kai yang mencoba melepaskan genggaman Naeun.

 

“HEI, sudah kubilang kau jangan pernah datang lagi kesini..” teriak Eunji.

 

“hei, Eunji-ya..” Baekhyun mencoba menenangkan Eunji.

 

“WAE…? Aku mau bertemu oppa-ku..” suara Naeun tak kalah keras.

 

“dasar wanita jalang…” Eunji hendak beranjak dari tempat duduknya ke tempat Naeun seperti menantang.

 

“mwo..?” Naeun pun seperti menantang Eunji.

 

Baekhyun lalu menahan Eunji.

 

“Eunji-ya, ini sudah malam..”

 

“Naeun-ah, ayo aku antar pulang..” Kai berusaha menarik Naeun untuk keluar dari rumah.

 

“hei, aku belum selesai bicara..” Eunji semakin menjadi, Baekhyun pun bersusah payah menahan Eunji.

 

“mwo..? ayo kita bertengkar..” tantang Naeun. Kai semakin kuat menarik Naeun yang membuatnya akhirnya keluar.

 

“aish, kenapa kau menghalangiku..?” teriak Eunji kepaa Baekhyun dengan kesal.

 

“aku tidak mau kita diusir.. apa kau tidak ingat terakhir kali kau bertengkar dengan Naeun, polisi ikut andil..” jawab Baekhyun.

 

Eunji yang kesal pun berjalan menuju kekamarnya lalu membanting pintu.

 

Baekhyun lalu mendengus lega.

 

“hantu.. ani, Namjoo-ya, Namjoo-ya..” panggil Baekhyun pelan. Tapi tidak ada jawaban dari Namjoo.

 

“mwoya..? apa dia mengikuti Kai..?” Baekhyun bingung.

 

***

 

“gumawo oppa, telah mengantarku..” kata Naeun menatap Kai.

 

Kai lalu tersenyum dan mengacak pelan rambut Naeun.

 

“masuklah..” kata Kai.

 

Naeun lalu tersenyum sambil melambaikan tangannya. Tapi, Naeun kembali melihat kearah Kai.

 

“wae..?” Tanya Kai.

 

“ayo kita berpacaran..” Naeun penuh dengan harapan.

 

“belum saatnya, sudah masuklah..” suruh Kai lagi.

 

Naeun tampak memanyunkan bibirnya lalu masuk kerumah kecilnya.

 

“kau menyukainya bukan..?” kata Namjoo tiba-tiba yang berada dibelakang Kai.

 

“ah kamchagiya.. kenapa kau disini..?” Tanya Kai sambil memegangi dada kirinya karena terkejut.

 

“aku mengikutimu tadi..” kata Namjoo.

 

Kai lalu berjalan diikuti dengan Namjoo. Namjoo pun mencoba menyamakan langkahnya dengan Kai.

 

“kau menyukainya, kenapa kau tidak berpacaran saja dengannya..?” Tanya Namjoo menatap Kai.

 

Kai hanya diam dan tetap terus berjalan.

 

“karena Eunji..?” tebak Namjoo.

 

“ani..” jawab Kai.

 

“geurom wae..?” Namjoo yang sepertinya penasaran.

 

Kai berhenti berjalan lalu menatap Namjoo yang berdiri disebelahnya.

 

“katakan saja, aku tidak punya teman untuk membocorkan rahasia seseorang..” bujuk Namjoo lagi.

 

Kai kembali berjalan diikuti Namjoo.

 

“aku harus menjadi orang yang hebat terlebih dulu, baru aku akan memacarinya..” kata Kai yang pandangannya tetap kedepan.

 

“mempunyai banyak uang..?” tebak Namjoo lagi.

 

“bisa dibilang begitu. Oh ya, apa yang terjadi jika jasadmu telah ditemukan..?” Kai menatap Namjoo yang berjalan disebelah kirinya.

 

“tentu aku akan menghilang, karena tugasku sudah selesai..” jawab Namjoo.

 

***

 

Kai, Baekhyun, dan Eunji sedang duduk dilam mobil dan memandangi keluar mobil. Baekhyun yang duduk dikursi kemudi dan Kai dudk disebelahnya. Eunji dan juga Namjoo berada dikursi belakang.

 

“kita sedang menunggu apa..?” Tanya Namjoo.

 

“appa-mu..” jawab Eunji yang tetap melihat kearah luar mobil.

 

Tiba-tiba ada beberapa orang yang ber-jas keluar yang seperti melindungi seorang lelaki tua berkursi roda ditengah mereka.

 

“itu dia pemilik NJ group, Kim Jongnam. Namjoo appa..” kata Baekhyun sambil menunjuk kearah luar.

 

“itu appa-ku..?” tanya Namjoo dengan tatapan sedih.

 

Kai lalu melihat kebelakang menatap Namjoo.

 

“kwaenchana..?” Tanya Kai.

 

“dia sakit..?” Tanya Namjoo yang tetap melihat appa-nya yang dibawa masuk kedalam mobil.

 

“itu istrinya..” Baekhyun menunjuk wanita separuh baya yang baru saja keluar dari kantor itu.

 

“lalu anak gadis yang bersamanya itu siapa..? anaknya..?” Tanya Eunji.

 

“molla..” jawab Baekhyun.

 

“mereka pergi..” kata Eunji setelah melihat mobil itu menancapkan gas-nya.

 

“baiklah, kalian ikuti mereka. Aku dan Namjoo akan turun disini untuk bertanya informasi yang lain..” Eunji dan Baekhyun pun mengangguk.

 

Kai langsung keluar begitu juga dengan Namjoo yang ikut dengannya.

 

Baekhyun lalu menatp Eunji yang duduk dikursi belakang.

 

“mwo..? palli” kata Eunji karena melihat tatapan Baekhyun yang aneh.

 

“kau tidak pindah..? apa aku supirmu..? cepat pindah kedepan..” suruh Baekhyun.

 

“aish, sangat merepotkan..”

 

Eunji lalu berdiri dan menginjakkan kakinya ke kursi yang akan ia duduki.

 

“hei,hei, ini mobil baru..” kata Baekhyun yang melihat jok mobilnya diinjak oleh Eunji.

 

“aish, palli” Eunji langsung menjitak kepala Baekhyun setelah ia duduk ditempat Kai duduk tadi. Baekhyun pun langsung menancap gas mobilnya dengan wajah yang merengut.

 

***

 

Kai lalu memasuki kantor itu dan langsung menuju ke meja informasi.

 

“selamat siang, ada yang bisa kami bantu?” sambut petugas informasi itu ramah ketika melihat Kai.

 

“begini, apa yang tadi keluar itu pemilik perusahaan ini..?” Tanya Kai yang memulai misinya.

 

“ne,ia bersama istrinya dan anaknya..” kata petugas itu.

 

“anaknya..?” Kai tampak bingung.

 

“ne, Kim Namri. tapi anda siapa dan perlu apa..?” Tanya petugas itu yang mulai sedikit curiga dengan cara bertanya dan pakaian Kai.

 

“sebenarnya aku ini temannya Namjoo, Namjoo anak pemilik perusahaan ini bukan..?” sedikit kelagapan karena petugas itu bertanya secara tiba-tiba.

 

“Namjoo..? Kim Namjoo..?” petugas itu mencoba memastikan.

 

“ne, benar..” jawab Kai langsung.

 

“ne, dia anak dari pemilik perusahaan ini”

 

“tapi, kemana dia ya..? sudah hampir setahun aku tidak melihatnya..?” kata Kai yang berakting. Namjoo hanya tersenyum melihat Kai.

 

“kau sebenarnya teman apanya..? kalau kau teman sekolahnya seharusnya kau sudah tahu..” petugas itu mulai mencurigai Kai lagi.

 

“aniyo, aku hanya teman mainnya. Kami selalu bertemu di kafe, tapi sudah setahun ini dia tidak pernah datang lagi, jadi aku bertanya kemana dia sebenarnya..?” jelas Kai.

 

“dia sudah menghilang selama kurang lebih setahun ini, tidak tahu dia dimana. Dia menghilang bersama oppa-nya..” cerita petugas itu.

 

“oppa..?” Kai lalu menatap Namjoo yang berada disampingnya.

 

Namjoo pun tampak berfikir.

 

“iya, mereka terakhir kali pergi berdua dan setelah itu menghilang…” sambung petugas itu.

 

“namanya siapa..? apa dia masih sekolah..? sekolah dimana..?” Tanya Kai karena ia masih bingung.

 

“Kim Jongsoo, dia berkuliah di Universitas Injung..” jelas petugas itu.

 

“ne, kamsahamida..” Kai lau pergi diikuti dengan Namjoo.

 

***

 

Sedangkan Baekhyun dan Eunji sedang duduk disebuah kafe dan sedang melihat Kim Jongnam (Namjoo appa) bersama keluarganya dari kejauhan.

 

“sepertinya ada pesta..” kata Eunji sambil melihat kearah Kim Jongnam dan keluarganya.

 

“ah, anaknya yang berulang tahun…” Baekhyun yang melihat yeoja berseragam itu meniup lilin berangka 18.

 

Terlihat setelah yeoja berseragam itu meniup lilinnya ia langsung dicium Kim Jongnam, begitu juga dengan wanita paruhbaya yang berada disebelahnya. Eunji lalu tampak berfikir keras.

 

“wae..?” Baekhyun yang menyadari Eunji sedikit aneh.

 

“apa dia saudara Namjoo..?” Tanya Eunji yang sepertinya ragu.

 

“sepertinya begitu, terlihat cara appa Namjoo menyayanginya. Wae..? ada yang aneh..?” Baekhyun ikut bingung.

 

“apa dia kembarannya..? tapi kenapa tidak mirip dengan foto itu..?” gumam Eunji sendiri.

 

“hei, ada apa sebenarnya..?” Baekhyun yang penasaran dengan sikap Eunji.

 

“kalau Namjoo masih hidup, tahun ini dia akan berumur 18 tahun juga. Jadi apa iya dia itu saudaranya..?” jelas Eunji kepada Baekhyun.

 

“jinjja..? jadi apa itu saudara tirinya..?” Baekhyun jadi ikut bingung.

 

Eunji mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu

 

***

 

Kai memasuki rumahnya diikuti Namjoo. Kai lalu merebahkan dirinya diatas sofa untuk melepaskan penatnya selam seharian. Namjoo lalu duduk disofa yang berhadapan dengan sofa Kai. Namjoo lalu melihat Kai dan Namjoo tampak berfikir.

 

“Kai-ya..” panggil Namjoo.

 

Kai lalu mengalihkan wajahnya yang tadinya menghadap kelangit jadi melihat kearah Namjoo.

 

“aku tidak tahu kalau ini penting atau tidak. Sebenarnya aku mengingat pada saat menjelang kematianku..” kata Namjoo yang terdengar ragu-ragu.

 

Kai yang tadinya dalam posisi terlentang kini cepat-cepat merubah posisinya menjadi duduk menghadap Namjoo.

 

“mwo..? kapan kau mengingatnya..?” Tanya Kai penasaran.

 

“sebelum bertemu denganmu aku sudah mengingatnya. Tapi aku tidak yakin kalau itu aku..” kata Namjoo lagi.

 

“ceritakan..” perintah Kai.

 

“aku melihat, aku diseret kebelakang oleh seseorang, aku juga berusaha memanggil ‘oppa oppa’. Aku melihat seorang namja juga diseret, aku tidak melihat wajahnya dengan jelas” cerita Namjoo.

 

Kai yang sedari tadi mendengar cerita Namjoo dengan seksama pun tampak mulai berfikir, mulai menyelesaikan semua masalah yang ada didepannya.

 

“geure, lainkali kalau ingat sesuatu seperti ini kau harus segera bilang padaku. untuk saat ini aku memastikan kalau namja itu kemungkinan besar adalah oppa-mu yang ikut menghilang..” kata Kai serius.

 

Namjoo menatap Kai dengan penuh perasaan dan harapan.

 

“tapi, kenapa kau mau menolongku secara tiba-tiba..?” Tanya Namjoo.

 

Kai berfikir tentang pertanyaan Namjoo.

 

“bukankah kau bilang diduniamu tidak ada yang kebetulan..? kau yakin diantara kita ada hubungan, aku juga penasaran. Apa hubungan kita sebenarnya..” kata Kai tersenyum.

 

***

 

“jadi istrinya yang sekarang dulu adalah selingkuhannya..?” Tanya Baekhyun tak percaya sambil menatap Kai.

 

“menurut informasi yang kudapat seperti itu. Selingkuhannya hamil anaknya disaat ibu Namjoo mengandung Namjoo, jadi jangan bingung kalau umur mereka sama. Oh ya, dia juga memiliki selingkuhan yang lainnya tapi sudah meninggal dan juga memiliki anak dari selingkuhan itu..” jelas Kai.

 

“jadi, hanya ibu Namjoo yang menjadi istri sah-nya?” Tanya Eunji.

 

Kai mengangguk pasti.

 

“Namjoo juga memiliki oppa, dan oppa-nya ikut menghilang bersama Namjoo..?” Tanya Baekhyun lagi untuk memastikan cerita dari Kai.

 

Lagi-lagi Kai mengangguk pasti.

 

“wah, masalahnya lebih rumit dari yang kuduga..” Eunji menyenderkan tubuhnya disofa.

 

“rencana kalian besok apa…?” Tanya Namjoo yang duduk disebelah Kai.

 

“besok aku akan ke Universitas oppa-mu dan Baekhyun dan Eunji akan memata-matai rumah appa-mu seharian..” jawab Kai menatap Namjoo lalu menatap Baekhyun dan Eunji ketika nama mereka disebut.

 

Tiba-tiba ada sesorang yang masuk kerumah mereka, semua pandangan pun menuju kepada orang itu.

 

“oppa..” panggil Naeun yang langsung menghampiri Kai.

 

Eunji melihat kearah Naeun tajam, seperti ingin langsung membunuh Naeun. Baekhyun malah menatap Eunji dengan tatapan yang khawatir.

 

“hei, kenapa kau selalu datang kesini..?” kata Eunji yang tidak bisa menyembunyikan kemarahannya.

 

Naeun hanya bergumam kesal sambil menatap Eunji kesal.

 

Kai malah melihat kearah Naeun, Kai melihat dari ujung kaki Naeun hingga ujung rambut Naeun.

 

“hei, kenapa kau melihat wanita jalang ini begitu..?” Tanya Eunji kesal yang melihat Kai.

 

Kai malah diam dan tetap menatap Naeun.

 

“mwo..? wanita jalang..? dasar yeoja gila..” Naeun lalu beranjak ingin menghampiri Eunji.

 

Eunji pun menantang Naeun dengan berdiri dari tempat duduknya tadi. Baekhyun pun langsung ikut berdiri dan memegang tangan Eunji untuk menghlangi pertengkaran mereka.

 

“Eunji-ya, hajima.. Kai-ya, apa yang kau lakukan..?” kata Baekhyun.

 

“Naeun-ah..” panggil Kai yang membuat Naeun dan Eunji melihat kearah Kai.

 

“bisa kau bantu aku..?” Tanya Kai.

 

“hei..” teriak Eunji yang kesal dengan sikap Kai.

 

Sedangkan Naeun tersenyum bahagia sambil mengangguk pelan berkali-kali. Kai lalu berdiri mendekati Naeun dan Eunji.

 

“hei, apa yang kau lakukan..?” kata Eunji yang makin kesal dibuat Kai.

 

“Eunji-ya, coba kau lihat seragam Naeun. Ini seragam yang dipakai Kim Namri, saudara Namjoo itu..” kata Kai kepada Eunji.

 

 

Baekhyun dan Eunji pun menatap baju seragam Naeun, begitu juga Naeun yang menatap seragamnya sendiri.

 

“oek..? kau benar ini yang dipakai Kim Namri itu..” kata Baekhyun.

 

“Namri..? Namjoo..? nuguya..?” Naeun tampak bingung sambil memasang wajah meminta penjelasan kepada Kai.

 

Kai lalu meraih kedua bahu Naeun lalu mendorong Naeun yang membuat Naeun terduduk di tempat duduk Kai tadi. Naeun hanya menatap Kai aneh.

 

“bantu aku..” kata Kai sekali lagi.

 

***

 

“mengapa aku harus berteman dengan Kim Namri..?” Tanya Naeun bingung.

 

“lakukan saja..” bentak Eunji. Naeun lalu melihat kearah Eunji dan bergumam kesal.

 

“oppa harus membantu seseorang, dan dengan kau membantu oppa akan sangat berterima kasih kepadamu..” Kai menoca membujuk Naeun.

 

Naeun lalu tersenyum melihat Kai seperti itu. Sedangkan Eunji yang tak kuat melihat itu pun pergi keluar dan menginggalkan Kai.

 

“Kai-ya, aku pergi dulu..” Baekhyun lalu cepat-cepat menyusul Eunji.

 

Kai mengangguk.

 

“baiklah, demi oppa semua akan kulakukan..” Naeun tersenyum. Kai juga tersenyum sambil mengacak pelan rambut Naeun.

 

“tapi oppa, tidak bisakah kita berpacaran sekarang..?” pinta Neun sambil merubah posisinya menghadap Kai.

 

“andwae, waktunya tida tepat..” kata Kai lembut mencoba unuk tidak membuat Naeun tersinggung.

 

“oppa tidak mencintaiku ya..?” Tanya Naeun lagi.

 

“ani, oppa mencintaimu..” kata Kai tulus.

 

“lalu kenapa..? aku benar-benar sudah tidak tahan ingin berkencan dengan oppa..” kata Naeun manja tapi dengan ekspresi wajah yang merengut.

 

“sudah kubilang waktunya belum tepat, kau tidak tahan kenapa..?” Tanya Kai sedikit tertawa melihat sikap Naeun.

 

Naeun lalu diam dan hanya menggigit bibirnya tanda kecewa. Tapi, tiba-tiba Kai maju dengan cepat kewajah Naeun dan langsung menyentuh bibir Naeun secepat kilat dengan bibirnya. Naeun membelalakkan matanya pada saat bibir Kai masih menempel di bibirnya. Kai lalu melepaskan ciuman itu lalu menatap Naeun dengan tersenyum.

 

“kau tidak tahan dengan itukan..?” Tanya Kai tersenyum.

 

Naeun masih diam memandangi Kai karena terkejut dan masih tak percaya. Perlahan Naeun memegang bibirnya pelan.

 

“oppa…” desahnya pelan sembari masih memegang bibirnya dengan ekspresi masih tidak percaya.

 

“wae..?” Tanya Kai yang masih tersenyum.

 

“oppa, sekali lagi..” pinta Naeun manja.

 

“mwo..?” Tanya Kai yang sepertinya tidak mengerti dengan maksud Naeun.

 

“sekali lagi, disini..” Naeun menunjuk bibirnya sambil tersenyum.

 

“andwae, aku memberikannya karena kau berkata sudah tidak tahan. Nanti tunggu disaat waktu yang tepat..” kata Kai yang seperti nasihat.

 

“oppaaa…” Naeun memainkan lengan Kai manja. Kai hanya tersenyum melihat tingkah laku Naeun.

 

***

 

Sedangkan Eunji dan Baekhyun sedang duduk dibangku tengah kota menikmati kota Seoul dimalam hari.

 

“hei, belikan aku makanan..” Baekhyun memulai pembicaraan.

 

“kau beli saja sendiri..” Eunji yang tidak perduli dengan permintaan Baekhyun.

 

“aish, cepat belikan. Aku lapar. gara-gara aku mengikuti kau, aku jadi tidak makan..” suruh Baekhyun lagi.

 

Eunji lalu menatap Baekhyun dengan kesal.

 

“siapa yang suruh kau ikuti aku? mau beli apa..?” Tanya Eunji yang sepertinya terpaksa.

 

“yang seperti biasa, jika kita makan berdua..” Baekhyun tersenyum senang.

 

Eunji lalu pergi dengan kesal dan menyebrangi jalan raya.

 

***

 

“ahjumma, tolong bakpao-nya dua. Yang satu isi kacang hijau dan yang satunya kacang merah..” pesan Eunji kepada penjual Bakpao yang berada dipinggir jalan.

 

“ne..” jawab ramah ahjumma itu.

 

Eunji lalu tampak sedikit berfikir sambil tersenyum jahil.

 

“ahjumma, dua-duanya kacang merah saja..” Eunji tersenyum penuh arti.

 

***

 

“ini..” Eunji memberikannya kepada Baekhyun.

 

 

Baekhyun langsung membukanya dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Baekhyun lalu membelah bakpao itu menjadi dua bagian. Senyum di wajah Baekhyun langsung luntur seketika ketika melihat isi dari bakpao itu.

 

“hei, kenapa isinya kacang merah..?” Tanya Baekhyun melihat kearah Eunji.

 

“kacang hijaunya habis..” kata Eunji yang tersenyum.

 

“aish, porsi makanku jadi berkurang..” kata Baekhyun yang terlihat patah semangat.

 

Baekhyun lalu mengeluarkan isi kacang merah sedikit dengan tangannya lalu menyuapi Eunji. Eunji lalu membuka mulutnya agar makanan yang disuapi Baekhyun bisa masuk kedalam mulutnya.

 

“enak sekali ya, dapat porsi lebih..” kata Baekhyun menyindir Eunji.

 

Eunji hanya tersenyum sembari mengunyah kacang merah yang disuapi oleh Baekhyun. Baekhyun kembali meyuapi Eunji. Memang itu kebiasaan mereka, mereka melakukannya bukan yang pertama kali. Pada saat Eunji mengunyah makanannya tiba-tiba Baekhyun memanggil Eunji.

 

“Eunji-ya..” panggil Baekhyun pelan.

 

Eunji dengan kacang merah yang masih didalam mulutnya pun hanya bisa menoleh kearah kanannya. Pada saat Eunji menoleh terlihat ada kacang merah yang berada di ujung bibir sebelah kanan Eunji. Baekhyun langsung mendekati wajah Eunji dan menempelkan bibirnya kebibir Eunji sembari memakan kacang merah yang berada dibibir Eunji tadi.

 

Eunji membelalakkan matanya, mulutnya berhenti mengunyah seketika. Setelah Baekhyun memakan kacang merah yang berada di bibir Eunji tadi, Baekhyun langsung menjauhkan wajahnya dari Eunji.

 

Terlihat Baekhyun malu-malu. Pipinya merona seketika. Sedangkan Eunji masih diam tak berbuat apa-apa.

 

“wae..?” Tanya Eunji dengan nada datar yang masih tidak percaya.

 

“eo..? hanya ingin menciummu..” jawab Baekhyun dengan ragu-ragu disetiap katanya.

 

“bukan itu maksudku, kenapa kau memakannya..? bukankah kau tidak menyukai kacang merah..” Tanya Eunji yang membuat Baekhyun menjadi bingung.

 

“ye..? aku lapar..” kata Baekhyun cepat.

 

***

 

Naeun terlihat berdiri sambil mencari-cari sesuatu di pintu kantin. Naeun melihat-lihat disekelilingnya. Lalu Naeun tersenyum kemenangan ketika melihat seorang yeoja yang sepertinya yang sedari tadi ia cari. Naeun langsung menghampiri yeoja itu.

 

“Kim Namri..?” Naeun mencoba memastikan.

 

“ne, nuguseyo..?” Tanya Namji dengan sombong.

 

“wah, jinjja yeoppeoyo. Kau benar-benar memukau..” Naeun terlihat tersenyum memuji Namri.

 

Namri hanya tersenyum bangga mendegar pujian yang dilontarkan Naeun kepadanya.

 

“aku ingin berteman denganmu, bolehkah..?” Tanya Naeun.

 

“mwo..? chingu..?” Namri seakan tak percaya.

 

Naeun mengangguk sambil tetap tersenyum penuh harapan.

 

“michyeosseo..? berteman dengan yeoja sepertimu. Bikkyeo ..” Namri langsung menolak Naeun kearah samping agar ia bisa berjalan lurus.

 

Naeun lalu melihat kearah Namri berjalan dengan kesal.

 

“mwo..? yeoja sepertiku..? apa yang aneh. Dasar yeoja sombong..” gumam Naeun kesal.

 

Namri tiba-tiba berhenti berjalan dan memutar tubuhnya melihat kearah Naeun.

 

“hei, chingu..” panggil Namri.

 

“na..?” Naeun langsung menghampiri Namri kegirangan.

 

“geure, kau sekarang temanku…” kata Namri yang tetap dengan sombongnya.

 

“jinjjayao..? gumawoyo..” Naeun tersenyum senang.

 

***

 

Baekhyun dan Eunji sedang berada didalam mobil dan memerhatikan dari jarak jauh rumah yang sangat besar dan mewah itu.

 

“hei, aku lapar. Ayo kita makan dulu..” ajak Eunji sambil memegang perutnya.

 

“kata Kai kita tidak boleh meninggalkan tempat ini..” kata Baekhyun yang sebenarnya tidak tega melihat Eunji.

 

Eunji merasa putus asa sambil tetap memagangi perutnya.

 

“oh ya, tadi aku membeli bakpao..” Baekhyun yang teringat langsung mengambil sebuah bungkusan yang terdapat di jok belakang mobil.

 

Eunji langsung tersenyum ketika mendengar itu dari Baekhyun.

 

“wah…” Eunji langsung membuka bungkusan itu.

 

“mwoya, kenapa kacang hijau..?” Tanya Eunji yang melihat isinya ternyata adalah kacang hijau.

 

“coba lihat yang satunya, aku kan membeli dua..” kata Baekhyun sambil mengambil Baekhyun yang telah dibelah oleh Eunji.

 

“hei, ini juga kacang hijau. Kau mau balas dendam denganku, karena tadi malam aku membeli kacang merah..?” Eunji mulai menatap Baekhyun dengan kesal.

 

“ani, kenapa jadi kacang hijau..? tadi aku memesan kacang hijau dan kacang merah kok. Aku tidak tahu mengapa jadi kacang hijau dua-duanya..” Baekhyun berusaha untuk menjelaskannya.

 

Eunji hanya mendengus lalu mengeluarkan kacang hijau itu sedikit demi sedikit lalu menyuapinya ke Baekhyun. Begitu seterusnya.

 

Tiba-tiba ada sesuatu yang mengalihkan pandangan mereka.

 

“Eunji-ya lihat itu..” Baekhyun menunjuk kearah depan mobil.

 

“bukankah itu ibu tiri Namjoo..? ada urusan apa dengan namja itu..” kata Eunji yang juga melihat kearah yang Baekhyun lihat.

 

Terlihat ibu tiri Namjoo sedang berbicara dengan seorang namja memakai jas serba hitam di depan pagar. Lalu terlihat ibu tiri Namjoo memberikan sebuah amplop yang lumayan tebal lalu cepat-cepat menyuruhya pergi.

 

“apa itu..?” Tanya Baekhyun.

 

“uang, yang didalam amplop itu uang..” kata Eunji yakin sambil menyuapi kacang hijau kemulut Baekhyun dengan tatapan yang tetap kearah depan.

 

“mobilnya pergi..” kata Baekhyun yang melihat mobil itu pergi.

 

“cepat ikuti..” kata Eunji lalu memakai sabuk pengamannya.

 

***

 

Kai yang diikuti Namjoo pun memasuki sebuah gedung yang besar dan juga ramai. Pada saat memasuki gedung itu Kai melihat-lihat bangunan gedung itu.

 

“wah, keluargamu sangat hebat. Sudah kaya, anak-anaknya pintar dan bahkan bisa masuk Universitas semewah ini..” puji Kai tersenyum melihat kearah Namjoo.

 

Namjoo hanya tersenyum mendengar pujian dari Kai. Tiba-tiba Kai menabrak salah satu mahasiswa yang sedang membawa beberapa buku.

 

“oe, maafkan aku..” kata Kai reflex membantu mahasiswa itu mengumpulkan buku-bukunya yang jatuh.

 

“ne, kwaenchanayo..” mahasiswa itu tersenyum ramah.

 

Namjoo memandang mahasiswa itu dengan tatapan yang aneh.

 

“sekali lagi aku mohon maaf..” kata Kai lagi yang merasa tidak enak.

 

“kwaenchanayo, aku duluan..” kata mahasiswa itu dan langsung pergi meninggalkan Kai.

 

Namjoo terus melihat mahasiswa itu berjalan menuju keluar gedung. Kai yang merasa aneh melihat Namjoo memandangi mahasiswa itu pun memanggil Namjoo.

 

“Namjoo-ya, wae..? kau mengenalnya..?” kata Kai yang membuat Namjoo langsung menatap Kai.

 

“oe..? aniya, kajja..”Kai pun lanjut berjalan diikuti Namjoo.

 

Tapi, Namjoo kembali melihat kearah mahasiswa itu berjlan tadi.

 

***

 

“rumah sakit..?” Eunji melihat kearah luar mobil.

 

“kenapa dia kerumah sakit..?” Tanya Baekhyun yang bingung juga.

 

“hei, palli. Dia sudah masuk..” kata Eunji yang langsung melepas sabuk pengamannya, begitu juga dengan Baekhyun.

 

Baekhyun dan Eunji berjalan mengikuti namja ber-jas itu. Lalu namja itu memasuki sebuah lorong yang berada dirumah sakit itu lalu memasuki sebuah kamar yang berada dilorong itu. Sementara Baekhyun dan Eunji hanya bisa melihat dari ujung lorong agar tidak ketahuan.

 

“dia masuk kekamar itu, jadi bagaimana..?” Tanya Baekhyun kepada Eunji.

 

“kita tunggu dia keluar dulu lalu kita lihat yang berada disitu siapa..” kata Eunji.

 

“Eunji-ya, dokter itu masuk ke kamar itu..” kata Baekhyun yang kembali mengintip. Eunji pun ikut melihat kearah yang Baekhyun lihat.

 

Lima menit kemudian, namja ber-jas itu keluar bersama dokter yang masuk kamar rawat tadi.

 

“Baekhyun-ah, kau ikuti mereka. Aku akan melihat kekamar itu” kata Eunji.

 

Baekhyun pun mengangguk dan langsung pergi mengikuti namja itu dan dokter itu. Eunji lalu berjalan sedikit berhati-hati dengan melihat-lihat disekelilingnya. Eunji lalu berhenti tepat didepan pintu kmar rawat itu. Eunji melihat seorang namja dengan selang oksigen dihidungnya dan banyak sekali alat-alat yang melekat pada tubuhnya.

 

“nugunde..?” Eunji tampak bingung karena ia tidak mengenal namja yang sedang didalam kamar rawat itu.

 

Eunji lalu menegluarkan handphone-nya.

 

“aku harus memfotonya..” gumam Eunji. Eunji lalu menekan kenop pintu itu dan tiba-tiba terdengar suara yang cukup besar seperti alarm.

 

Eunji yang panic lau melihat keatas pintu kamar itu dan terdapat sebuah lampu sirine.

 

“aish..” Eunji pun memutuskan untuk lari.

 

“tangkap dia..” teiak salah satu dokter jaga yang melihat Eunji berlari.

 

Akhirnya Eunji pun tertangkap. Eunji terlihat kesal dan pasrah, ia tidak melawan.

 

***

 

Kai terlihat mengelilingi perpustakaan itu dan bertanya tentang oppa Namjoo. Lalu ia bertanya pada seorang mahasiswa yang sedang membaca.

 

“permisi, apa kau kenal Kim Jongsoo?” Tanya Kai sopan.

 

“Kim Jongsoo..?”

 

“ne, anak dari pemilik NJ group..?” Tanya Kai  yang kali ini penuh harapan.

 

“ne, aku mengenalnya. Ada apa..?” Tanya mahasiswa itu.

 

“apa kau tahu kemana terakhir kali ia pergi..? kira-kira setahun yang lalu” Tanya Kai.

 

“aku tidak begitu tahu, dia sedikit tertutup dengan orang. Hanya beberapa orang yang dekat kepadanya, kurasa juga tidak mengatakan kemana dia terakhir kali..” kata mahasiswa itu.

 

Terlihat raut wajah kecewa pada Kai. Lalu Kai teringat sesuatu.

 

“apa kau memiliki fotonya..?” Tanya Kai yang penuh dengan harapan.

 

Mahasiswa itu tampak berfikir.

 

“ada, tunggu..” kata mahasiswa itu sambil mengeluarkan handphone-nya dari kantung celananya.

 

“ini dia..” tunjuk mahasiswa itu.

 

Terlihat itu foto Jongsoo bersama salah satu orang namja.

 

“bisakah kau mengirimnya..?”

 

***

 

–TBC–

11 pemikiran pada “You Can See Me, Right..? (Chapter 2)

  1. Hubungan 1 ayah kali si kai ama namjoo.. dimana2 ibu tiri kbykan gitu.. ahh tpi masi kejaman ibu kota..hahaha

    Makin seru nih thor.. next chap.. keep writing..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s