Crush (Chapter 1)

CRUSH

(Chapter 1)

crush cover

Title : Crush (Chapter 1)

Author : Amami Lim

Genre : Romance, School Life

Length : Chapter

Rate : General

Cast :

  • Im Na Mi (Ulzzang)
  • Park Chanyeol (EXO)
  • Byun Baek Hyun (EXO)
  • Su Ho (EXO)
  • D.O (EXO)
  • Others

Disclaimer :  Don’t plagiarism. Thank you.

Author’s note :  Tumben-tumbenan bisa nulis chapter yang romance pula, biasanya nulis Bromance (Gak nanya). Terima kasih buat reader yang bersedia menikmati FF ini dan FF sebelumnya. Happy reading.

 

 

Tepat disana.

Chan Yeol selalu berhasil menemukan gadis itu hanya dengan insting. Ditengah ratusan peserta upacara ia selalu berhasil menemukan titik dimana gadis itu berdiri. Mereka sama sekali tidak pernah bertatap muka secara langsung, apalagi mengenal satu sama lain.

Awalnya Chan Yeol hanya melihat gadis itu biasa saja, karena kenyataannya setiap Chan Yeol menemukannya, gadis itu tak melakukan apa-apa, hanya berdiri hikmat menjalani proses upacara seperti yang dilakukan siswa lainnya.

Tapi perlahan dan pasti gadis itu seperti mempunyai magnet yang kuat yang membuat Chan Yeol selalu betah berlama-lama memandanginya. Bahkan dengan sekali tolehan ia selalu berhasil menemukan tempat gadis itu berdiri.

“Na Mi sunbae?” Baek Hyun berbisik tepat ditelinga Chan Yeol.

Chan Yeol menoleh terkejut dan hampir mencium pipi pria imut itu.

“Apa?” Chan Yeol mengernyit.

Baek Hyun menunjuk kearah gadis yang selalu menjadi perhatian Chan Yeol saat upacara.

“Namanya Na Mi, Im Na Mi. Gadis berambut coklat sebahu, sepatu hijau tosca, kaus kaki kuning itu kan yang kau lihat?” Baek Hyun mencoba merunutkan segala sesuatu yang menempel dibadan gadis itu.

Chan Yeol menoleh sekali, memastikan bahwa gadis itu berambut coklat, menggunakan sepatu hijau tosca dan kaus kaki kuning. Dan secepat kilat ia menoleh kearah Baek Hyun lalu menjawab dengan satu anggukan senang.

“Bagaimana kau tahu?” tanya Chan Yeol senang.

“Kau mau mendekatinya?”

Chan Yeol tak yakin tapi tetap mengangguk ragu.

“Aku tidak yakin dengan selera mu, tapi dia itu gadis yang biasa-biasa saja. Kecuali dalam hal akademik, dia baik di semua mata pelajaran bahkan pelajaran olahraga. Tapi dia sama sekali tidak menonjol atau populer. Padahal untuk ukuran cantik dia diatas rata-rata.” Baek Hyun memulai analisanya.

Chan Yeol tak bisa menyembunyikan keterkejutannya, ia tidak tahu kalau teman sebangkunya itu bahkan tau sampai sejauh itu.

“Kau harus membantuku!”

Chan Yeol mencengkram bahu Baek Hyun bersemangat seolah sekarang seluruh hidupnya tertumpu pada pria itu. Baek Hyun tersenyum mengangkat jempolnya.

 

ᵉᵡᵒ

 

Sesaat sebelum pulang sekolah Baek Hyun menyerahkan payung kepada Chan Yeol dengan wajah pucat pasi. Chan Yeol mengernyit tapi tak juga bertanya, hanya menerima payung itu.

“Kau dengar ini baik-baik.” Baek Hyun mendekat menempelkan tangannya di sebelah telinga Chan Yeol.

“Aku sudah mencuri payung Na Mi sunbae, jadi kau cobalah untuk pulang bersamanya hari ini.”

Chan Yeol terperanjat sedetik kemudian melompat memeluk Baek Hyun penuh suka cita.

 

Benar saja dugaan Baek Hyun, seperti yang sudah mereka rencanakan. Sekarang Im Na Mi hanya berdiri memandangi hujan, bukan karena ia tidak punya teman, tapi karena tak ada satupun teman yang satu jalur dengannya.

Sesekali gadis itu melenguh panjang karena tak tahu harus berbuat apa selain menunggu hujan reda agar bisa pulang.

Baek Hyun mengerjap memberi kode agar Chan Yeol segera mendekat.

Sun..sunbae.” tegur Chan Yeol gagap.

Baek Hyun mengangkat jempol sebelum meninggalkan keduanya disana. Tapi wajah Chan Yeol seperti berharap Baek Hyun tetap berdiri disisinya.

Gadis itu menoleh seperti iklan sampo, matanya bulat kecil, tatapannya tajam namun menyejukkan disaat yang sama, paduan bibir, mata dan hidung yang sempurna dalam wajah kecilnya.

Chan Yeol merasakan lututnya lemas seketika.

“Kau ti…tidak pulang?” sekuat tenaga Chan Yeol memaksakan diri untuk mengucapkan sisa kalimat yang diingatnya setelah sebelumnya belajar dengan Baek Hyun dikelas tadi.

“Ah, payung ku hilang.” Mata gadis itu melirik kearah name tag yang tertempel di dada Chan Yeol.

Ba thump ba thump, Chan Yeol meringis karena ia hampir menangis mendengar suara gadis itu untuk pertama kalinya.

“Ini payung untuk mu sunbae. Hati-hati dijalan.” Chan Yeol menarik tangan Na Mi dan meletakkan payung itu diatas tangan Na Mi yang terlihat bingung. Secepat mungkin ia melompat kedalam hujan tanpa ingin menunggu jawaban dari Na Mi.

“Byun Baek Hyuuuuuun!” teriak nya berlari sekuat tenaga mengabaikan lapangan yang licin karena hujan. Ia terpaksa menyusul Baek Hyun yang belum begitu jauh karena rencana yang sudah mereka pikirkan matang-matang tidak berjalan lancar.

Boyaaa!” pekik Baek Hyun menyambut Chan Yeol dibawah naungan payungnya.

Chan Yeol terkekeh namun tak bisa menyembunyikan wajah sedihnya.

“Berbicara dengannya saja aku tidak kuat apalagi harus pulang dengannya.” keluh Chan Yeol lesu karena gagal memanfaatkan keadaan.

“Kau ini sama sekali tidak gentleman!” Baek Hyun berdecak kesal.

Sepanjang jalan Baek Hyun terus menceramahi sikap Chan Yeol tadi. Terlebih ia kesal karena sudah setengah mati mempertaruhkan nyawanya mencuri payung kakak kelasnya itu saat jam istirahat, beruntung ia selalu mempunyai alasan untuk datang kekelas itu karena seorang hyung yang dikenalnya kebetulan sekelas dengan Na Mi.

 

 

Keesokan harinya Baek Hyun datang kesekolah dengan rencana yang baru, ia sudah mempersiapkan pertemuan Chan Yeol dan Na Mi saat jam istirahat nanti. Tapi diluar dugaan Chan Yeol secara terbuka menolak rencana itu.

“Hati ku belum sembuh dari shock kemarin.” Chan Yeol mengusap lembut dadanya penuh perasaan.

“Satu baris kalimat yang di ucapkannya kemarin bahkan terus membuat ku tak bisa tidur sepanjang malam. Aku tidak tahu kenapa dia begitu menarik.” Chan Yeol melenguh panjang.

“Ck, dasar bodoh!” umpat Baek Hyun kesal menoyor kepala Chan Yeol kesal

“O iya ingat, hari ini kita latihan dirumah Su Ho hyung.” Baek Hyun kembali mengingatkan jadwal latihan mereka latihan band yang rutin mereka jalani akhir-akhir ini.

Chan Yeol tak menjawab, ia masih di dalam khayalannya sendiri.

 

ᵉᵡᵒ

 

Chan Yeol dan Baek Hyun tiba di depan rumah besar di kawasan Apgujong malam harinya, seperti biasa mereka dengan mudahnya masuk kerumah mewah itu. Tak seperti biasa, Su Ho mengintruksi keduanya untuk langsung ketaman belakang bukan ke studio. Tapi keduanya menurut saja.

Hyung~” teriak Baek Hyung girang begitu melihat beberapa orang sudah berkumpul disana.

Su Ho melambai-lambaikan tangannya menyambut kedua tamunya itu.

“Ada apa ini?” Chan Yeol langsung mengambil cola yang sudah tersaji dimeja beserta makanan kecil pelengkapnya.

“Hari ini kita tidak usah latihan, aku ingin membicarakan sesuatu dengan kalian.” Su Ho mempersilahkan keduanya untuk duduk terlebih dahulu.

“Kau tidak sedang berencana membubarkan band ini kan hyung?” Baek Hyun mengintrupsi panik.

Ya! Kau dengar dulu aku bicara!” bentak Su Ho kesal karena Baek Hyun selalu saja memotong pembicaraannya seperti itu setiap saat.

Ye, mianhamnida hyungnim.” Baek Hyun membungkuk dan kembali ketempat duduknya membuat yang lain terkekeh.

Chan Yeol menepuk pundak Kyung So yang sejak tadi sudah duduk disana tanpa mengucapkan sepatah katapun, seperti biasa, ia hanya tersenyum dan menikmati orang disekelilingnya berbicara ini dan itu.

Su Ho menyarankan mereka untuk mengikuti festival untuk memacu semangat daripada hanya sekedar berlatih tanpa tujuan. Dan semua terlihat setuju dengan hal itu. karena selama ini mereka hanya berlatih tanpa tujuan yang jelas, sekedar untuk berkumpul saja.

Mereka berempat memang kenal sejak SMP, Baek Hyun dan Chan Yeol berada diangkatan yang sama, begitupun dengan Kyung So dan Su Ho. Mereka kenal karena saat itu sama-sama berada di klub taekwondo dan selalu kabur saat jam latihan, tentu saja kabur kepusat game online. Sejak saat itu keempatnya menjadi akrab. Namun saat SMA, Kyung So sendiri yang tidak masuk sekolah yang sama dengan mereka. itulah kenapa mereka membuat band agar tetap bertemu satu sama lain. Karena saat SMA band sangat populer.

“Kenapa dia?” Su Ho menunjuk kearah Chan Yeol namun bertanya pada Baek Hyun.

“Kenapa?” Chan Yeol tersenyum.

“Kau terus tersenyum seperti itu sejak tadi!” tunjuk Su Ho kesal.

“Memangnya kenapa? Bukannya bagus kalau aku tersenyum setiap hari hyung?” Chan Yeol benar-benar tak bisa berhenti tersenyum.

“Tapi senyuman mu itu mengerikan, kau bahkan tersenyum saat tidak senang!” Su Ho bergidik ngeri yang kontan disambut tawa Kyung So dan Baek Hyun.

“Dia sedang jatuh cinta hyung.” potong Baek Hyun.

“Byun Baek Hyun!” Chan Yeol menatap Baek Hyun tajam mengisyaratkan pria itu agar tidak membuka mulutnya.

“Memangnya wanita seperti apa yang membuat Chan Yeol jatuh cinta, terakhir kali saat jatuh cinta ia membuat gadis yang disukainya menangis tujuh hari tujuh malam karena tidak terima diputuskan Chan Yeol.” Kyung So terkikik geli mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu itu.

“Yang ini berbeda hyung, mmm, entahlah. Kalau kau bertemu dengannya kau juga pasti akan suka padanya.” Chan Yeol kembali tersenyum mengingat wajah gadis itu.

“Aku tidak.” potong Baek Hyun membantah kalimat Chan Yeol tadi.

“Karena kau tidak melihatnya dengan hati.” balas Chan Yeol kesal.

“Memangnya yang mana?” tanya Su Ho penasaran.

“Jangan buka mulut mu atau aku akan membunuhmu!” cegah Chan Yeol cepat. Tentu saja ia masih malu mengungkapkan gadis yang disukainya itu di depan para hyungnya, terlebih gadis itu lebih tua dari nya yang tentu saja akan memancing para hyungnya itu membuat lelucon baru untuk dijadikan bahan olokan.

Tapi begitulah Byun Baek Hyun, tidak ada rahasia yang selamat dari mulutnya.

“Ya! Aku kan tidak mengatakan namanya siapa dan dia kelas berapa. Aku hanya bilang dia subae.” Baek Hyun membela diri. Namun Chan Yeol tetap tidak terima dengan penghianatan yang dilakukan sahabatnya itu.

Malam pun tenggelam perlahan bersama tawa keempat pria itu.

 

ᵉᵡᵒ

 

“Chan Yeol ada sunbae yang mencari mu.” teriak ketua kelas dari ambang pintu.

Sudah tentu Su Ho hyung yang mengunjunginya, Baek Hyun pun berlari keambang pintu tak mau ketinggalan. Hari ini memang Su Ho berencana untuk mentraktir mereka.

Baek Hyun yang lebih dulu sampai diambang  pintu tiba-tiba berbalik 180 derajat menabrak Chan Yeol yang berdiri dibelakangnya. Ia menunjuk kesamping pintu sambil merapikan baju Chan Yeol, bahkan merapikan sisiran rambutnya.

“Apa yang kau lakukan?” Chan Yeol menepis tangan Baek Hyun dan segera keluar.

Tadaaaa!

Chan Yeol membeku begitu melihat yang berdiri disana bukan Su Ho melainkan Na Mi, Im Na Mi. gadis itu berdiri tepat di depannya.

“Hai, masih ingat dengan ku?” sapa Na Mi hangat.

Chan Yeol mengangguk namun merasakan tulang lehernya kaku, hingga mengangguk saja terasa sulit. Baek Hyun melambai-lambai dari dalam kelas berusaha memberikan intruksi tapi percuma saja. Chan Yeol sudah mati rasa.

“Maaf aku terlambat mengembalikan payung mu karena tidak tahu kau kelas berapa,” Na Mi menyodorkan payung yang dipinjamkan Chan Yeol kemarin, “Dan ini sedikit bentuk terima kasih ku.” Na Mi juga menyodorkan kotak kue kecil.

Chan Yeol terdiam menatap kedua benda itu, tak tahu yang mana yang harus diterimanya lebih dulu. Sedang Baek Hyun seperti cacing kepanasan, kesal karena Chan Yeol terlihat seperti orang bodoh yang tidak bisa melakukan apa-apa.

 

 

Bahkan saat duduk dikantin bersama Su Ho yang menjemput mereka setelahnya, Chan Yeol masih tak bergeming dari kotak kecil berwarna pink itu. Sudah tentu ia tahu kalau kotak itu berisi kue. Tapi membayangkan ia akan mendapat sesuatu dari gadis itu secepat ini benar-benar diluar perkiraannya.

“Biar aku saja yang makan.” Baek Hyun mencoba merebut kotak itu dari hadapan Chan Yeol namun secepat kilat pria itu menepisnya.

“Ini dari wanita itu?” Su Ho menebak. Baek Hyun mengangguk kesal karena tangannya dipukul dan itu benar-benar sakit.

“Sepertinya aku pernah melihat kotak ini, tapi dimana ya?” Su Ho berusaha mengingat. Baek Hyun mendadak terdiam dan pucat pasi. Jangan sampai Su Ho menyadari kalau gadis yang disukai Chan Yeol adalah teman sekelasnya. Kalau Su Ho sampai tahu, maka tamat lah riwatnya. Chan Yeol benar-benar akan membunuhnya.

“Na Mi, Im Na Mi!” Su Ho mendadak mengucapkan nama itu.

Refleks Chan Yeol mengangkat kepalanya dari kotak kecil berwarna merah muda itu, orang yang pertama kali menjadi sasarannya adalah Baek Hyun. Namun Baek Hyun menggeleng mengangkat kedua tangannya dan menggeleng, berusaha meyakinkan Chan Yeol bahwa dia tak pernah mengatakan apa-apa.

“Mi-chan!” panggil Su Ho.

Baek Hyun dan Chan Yeol menoleh bersamaan, betapa terkejutnya mereka melihat gadis itu menghampiri mereka. Gadis itu benar, Im Na Mi.

Tak kehilangan senyum Na Mi melangkah menghampiri meja Su Ho membawa piring makan siangnya. Ia tersenyum bergantian kepada semua orang lalu memutuskan untuk disebelah Chan Yeol karena satu-satunya tempat yang kosong disana hanya disebelah Chan Yeol.

“Kenalkan, wanita ku. Im Na Mi.” ucap Su Ho sumringah dan gadis itu pun membalas dengan senyuman menyetujui perkataan Su Ho.

Chan Yeol dan Baek Hyun terbelalak, mereka bertukar pandang bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Suho memang tidak pernah membiacarakan tentang wanita mana yang dekat dengannya, tapi mendadak mengenalkan Im Na Mi sebagai wanitanya sudah tentu seperti petir disiang hari yang panas untuk Chan Yeol dan Baek Hyun.

“Kau harus menjelaskan tentang semua ini pada ku!” Chan Yeol menunjuk Baek Hyun kesal tak mau tahu berusaha menahal kesal. Bagaimana Baek Hyun justru tidak mengabarinya informasi yang paling penting seperti ini.

 

To be continue~

 

 

 

 

 

 

21 pemikiran pada “Crush (Chapter 1)

  1. wah aku baru bacaaaa… Apa2an… Suho sama Nami???? Aaaaaakkhhh yeollll jangan patah hati… :’ duh aku bneran ikutan sneng waktu yeol senyum2 sendiri….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s