Frozen Exo Version (Chapter 4-END)

Frozen EXO Ver Chapter 4

Cast :

Kim Minseok (Xiumin) as Elsa boy ver

Kim Min Sung as Anna (OC)

Park Chanyeol as Kristoff

Wu Yi Fan (Kris) as Prince Hans

Other Cast:

Yunho as Westles Duke

Luhan as Chanyeol’s deer

Jongdae (Chen) as Olaf

 

Rating : G

Genre :family, romance, fantasy

Author : Riana (@Riana19059129) | R.Kim

Disclaimer : Semua tokoh di cerita hanya milik Tuhan YME. Kkkk~ maaf jika ada kesamaan ide cerita dan tokoh. Maaf jika cerita ini nggak bagus. Mengingat saat author membuat ada masalah sama EXO, dan author jadi agak terganggu pikirannya saat itu. Sekali lagi, author minta maaf.

Chapter 1
https://exofanfiction.wordpress.com/2014/04/14/frozen-exo-version-chapter-1/

Chapter 2
https://exofanfiction.wordpress.com/2014/04/20/frozen-exo-version-chapter-2/

Chapter 3
https://exofanfiction.wordpress.com/2014/05/07/frozen-exo-ver-chapter-3/

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Setelah melewati perjalanan bersalju yang cukup panjang menuju EXOdelle, Chanyeol dan Minsung dapat kembali dengan selamat menuju istana. Segera Chanyeol menyerahkan Minsung pada staf kerajaan dan berpesan secukupnya pada mereka.

“Tolong, panggilkan pangeran Kris secepatnya. Minsung membutuhkannya.”

“Dimengerti, terima kasih sudah mengantarkan Minsung kembali kemari.”

Chanyeol dan Luhan kembali ke pegunungan, Chanyeol baru sadar jika ia merasa kehilangan saat itu. Berkali-kali ia menatap kerajaan itu dari jauh, Luhan yang tahu temannya tidak baik-baik saja mengendus pelan.

Dengan senyum terpaksa Chanyeol hanya bisa berujar ringan, “Tidak apa-apa Lu, sekarang kita pergi. Aku senang dia bisa hidup dengan orang yang ia cintai.”

“Toh, aku juga tak ada apa-apanya jika dibandingkan si tampan Kris itu.”

Untuk sementara kita lupakan mereka dan lihat bagaimana perjalanan Kris menuju istana.

Istana Xiumin yang dijaga monster salju itu telah dikepung pasukan Kris, mereka kewalahan menghadapi monster yang berukuran lebih dari 25 kaki itu. Apalagi saat itu cuaca bersalju dan suhu udara sangat dingin sehingga keadaan itu menyulitkan mereka.

2 pengawal utusan Yunho berhasil menyusup masuk ke dalam istana. Xiumin berlari ke lantai dua untuk bersembunyi, sayang usahanya kurang memuaskan karena 2 pengawal itu tetap gigih mengejar Xiumin dan menembakkan busur mereka.

Xiumin panik, di lantai dua ruangan sangatlah sempit, sementara pengawal Yunho mengepungnya. Ia berusaha sangat keras untuk berlari dan menghindar dari busur yang ingin menyakiti dan membunuhnya. Ketika salah satu pengawal menembakkan panah tepat di hadapanna, Xiumin menyilangkan tangannya untuk melindungi diri. Beruntung, tanpa sadar kekuatannya muncul dan membentuk perisai es di depannya.

Ia sadar jika kekuatannya bisa melindunginya, karena itu ia bisa menghimpit salah satu pengawal ke dinding istana hanya dengan menembakkan sihir padanya. Sihir seolah mengendalikan dirinya, karena ketakutan menguasai dirinya sendiri. Pengawal itu masih hidup hanya saja tubuhnya tidak bisa bergerak karena terhimpit balok es, hanya tangan yang memegang senjata dan kakinya yang menggantung-gantung.

Karena dipenuhi rasa takut, Xiumin berusaha membunuh pengawal yang satu dengan mendorong pengawal itu dari balkon istana. Dinding istana pecah karena Xiumin mendorong perisai es itu sekuat tenaga untuk mengusir pengawal yang mengancam nyawanya.

Kris yang berjuang mengalahkan monster es di bawah sukses besar. Pemuda itu memotong kaki si monster dan tanpa aba-aba monster es buatan Xiumin jatuh ke jurang. Tanpa halangan dan perlawanan, Kris dapat dengan mudah masuk dan naik ke lantai dua.

Ia melihat Xiumin yang dipenhi rasa marah, panik, dan ketakutan berusaha mendorong seorang pengawal dengan kekuatannya. Ia bahkan tak menyangka salah satu pengawal terhimpit es.

“Raja Xiumin! Jangan biarkan ketakutan itu membuatmu jadi monster! Kendalikan dirimu!”

Kris berteriak dengan panik. Xiumin yang mendengarnya menghentikan kekuatannya sambil terengah-engah. Ia sadar jika ia berbuat terlalu jauh, melampaui batas hingga hampir membunuh nyawa orang lain.

Melihat Xiumin yang tidak menyerang lagi, pengawal yang terhimpit tadi mengarahkan busurnya dengan satu tangan ke arah Xiumin. Kris melihat Xiumin dalam bahaya langsung menahan pengawal itu sehingga tembakannya meleset ke arah langit-langit istana yang terdiri dari kristal raksasa.

Malang, Xiumin yang berusaha lari dari kristal-kristal yang berjatuhan itu harus tergelincir hingga kepalanya membentur lantai dan pingsan.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Xiumin mengerjapkan matanya perlahan. Kepalanya terasa berat setelah membentur lantai semalam. Ia berusaha menggerakkan tangannya, tapi ada kejanggalan yang ia rasakan. Setelah sadar sepenuhnya, ia baru sadar jika tangannya dirantai dengan besi yang menutup telapak tangannya sepenuhnya.

Sekuat tenaga ia berusaha melepaskan tangannya yang terasa berat. Tapi, sia-sia. Sekeras apapun ia mencoba tangannya tidak bergerak se-inchi-pun. Ia menatap pintu yang tiba-tiba terbuka dan melihat sosok di sana.

“Kris, tolong katakan pada mereka agar melepaskanku!” mohon Xiumin pada orang tadi yang ternyata adalah Kris.

Sambil melihat tangan Xiumin dan menatap wajah Xiumin yang memohon dengan penuh, Kris menopang dagunya, “Aku tidak bisa memerintah mereka…..”

“Tolonglah, dan tolong selamatkan adikku! Aku mohon….”

Xiumin melanjutkan perkataannya lagi, “Kau tidak lihat? Aku tidak bisa melakukannya sekarang ini?”

“Baiklah, aku akan mencobanya. Sebisaku.”

Kris meninggalkan Xiumin sendirian di ruangan gelap yang sempit itu. Xiumin tak tahan dengan besi yang mengikat tangannya karena menurutnya terlalu berat dan mengganggu. Sekali lagi, Xiumin mengeluarkan kekuatannya sedikit demi sedikit untuk melepaskan dirinya.

Minsung terbaring kedinginan di sofa ruang keluarga kerajaan. Ia benar-benar kedinginan meskipun jendela dan pintu sudah ditutup, dan perapian dinyalakan hingga suhu ruangan menjadi panas sekali. Tidak hanya itu, ia melapisi tubuhnya denganselimut yang tebal.

Pintu ruangan terbuka. Minsung menolehkan kepalanya ingin tahu siapa yang masuk kali ini. Betapa senangnya ia melihat Kris masuk dan menemuinya.

“Kris, kris… tolong…” bisik Minsung memanggil Kris dengan penuh harap.

“Apa yang terjadi?”

“Kakakku, menembakkan sihirnya padaku. Aku akan segera membeku, karena itu tolong aku Kris.” Ujar Minsung cepat.

Kris menampakkan wajah khawatirnya dan menggenggam tangan Minsung yang sangat dingin, “Kenapa bisa? Kau bilang ia tak akan melakukannya, ia tak mungkin melakukan hal buruk padamu bukan?”

“Aku salah. Aku salah. Seharusnya aku percaya padamu jika aku tak bisa mengejarnya seorang diri.”

Kris melepaskan tangan Minsung dengan kasar dan berbalik arah menuju meja yang dipenuhi teko air dan cangkir di dekat perapian.

“Apa yang akan kau lakukan!?”

Hanya dengan senyum kecil, Kris menuangkan air dalam teko untuk mematikkan api di perapian hingga membuat suhu ruangan turun drastis. Dingin. Sangat dingin.

“Kris jangan! Tolong hidupkan lagi!”

Minsung terlalu panik melihatnya, ia berusaha menghajar Kris dan turun dari sofa. Kris menghampiri Minsung yang terduduk di lantai sambil mengangkat dagu gadis itu, “Wah.. wah… sayang kau tidak sadar apa yang telah kuperbuat sekarang ini…” bisiknya sinis.

“Lepas!”

Kris berjalan mengelilingi ruangan kecil itu sambil berujar banyak hal, “Aku tidak pernah suka padamu secara tulus. Seandainya kakakmu perempuan, aku akan memilih kakakmu yang mewarisi tahta kerajaan. Sayangnya kakakmu laki-laki bukan? Dan kau perempuan, kau tidak seperti kakakmu yang tak percaya pada cinta begitu saja, melainkan kau terlalu mudah untuk dibodohi dan terlalu mudah percaya.”

Sekuat tenaga Minsung mengumpat Kris, “Kau sialan Kris…..”

Belum sampai situ, Kris melanjutkan ocehannya lagi, “Padahal saat itu aku ingin menikah denganmu dan membuat kekacauan pada kakakmu. Tapi, sekarang…. hanya karena kesalahan dari kakakmu sendiri, aku bisa merebut kerajaanmu dengan mudah ‘kan? Hanya dengan sebuah kesalahan dari kau dan kakakmu, aku bisa menjadi pahlawan kerajaan kecil ini.”

“Kau bukan tandingan Minseok!”

“Oh ya?” Kris berjongkok mendekat pada Minsung, “Kaulah yang bukan tandingannya. Hm… selamat malam sayang. Hadapilah akhir dari hidupmu sekarang ini!”

Kris berjalan keluar dari ruangan itu dengan santainya dan mengunci pintu dari luar. Minsung benar-benar takut, ia mengetuk-ngetuk pintu itu dari dalam sekuat tenaga, “Buka pintunya! Siapa saja, tolong!”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Badai yang kuat mulai menerjang kerajaan EXOdelle. Chanyeol yang kembali ke gunung merasakan hawa tidak baik dari pusat kerajaan. Antara ragu untuk kembali atau tidak, Chanyeol tampak menimbang-nimbang dengan berat.

Luhan yang dari tadi berjalan dengan lesu menatap Chanyeol dengan penuh harap seolah-olah meminta Chanyeol untuk kembali ke istana dan menemui Minsung.

“Lu, Minsung sudah bahagia dengan laki-laki yang dicintainya. Yah…. aku yakin dia adalah pangeraan yang luar biasa, bukan seperti aku yang rendah ini…”

Tapi Luhan terus saja memandang Chanyeol dengan pandangan memelas. Seolah-olah meminta Chanyeol mengakui jika tuannya benar-benar menyukai putri kerajaan itu.

“Tapi…. kau benar Lu! Kita harus kembali, menyelamatkan kerajaan yang kita tidak tahu seperti apa akhirnya!”

Detik itu juga, Chanyeol kembali ke kerajaan dengan semangat membara!

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Kris menghadap para petinggi istana dengan wajah lesu (sebenarnya Kris hanya berakting.). Para petinggi menatap Kris, menunggu jawaban mengenai Minsung dengan penuh harap-harap cemas.

“Bagaimana Minsung?!” Yunho ikut cemas menunggu jawaban dari Kris yang terduduk lesu.

“Ia… ia…. mati. Ia sudah tak ada. Ini semua karena Xiumin!”

Kris mengucapkan semuanya dengan meyakinkan, semua yang ada di dekatnya terperangah mendengar cerita Kris yang kelihatan putus asa. Mereka percaya pada Kris, tak ada yang memungkiri jika Minsung sudah meninggal.

“Kalian harus membunuh Xiumin, sebelum badai menjadi lebih buruk daripada sekarang ini!”

Semua mengangguk setuju mendengar titah Kris. Maka karena itu, para penjaga diutus untuk menangkap dan membunuh Xiumin tepat di penjara tempat ia ditahan.

Tapi rupanya, Xiumin tak mau menyerah pada nasibnya begitu saja. Ia berusaha menghancurkan rantai itu dengan kekuatannya. Ia tak memperhitungkan berapa banyak kekuatan yang ia keluarkan untuk menghancurkan rantai pengganggu itu, kau harus tahu jika badai di luar istana semakin besar sejalan dengan bertambah kuatnya kekuatan Xiumin. Bahkan dinding penjara retak hanya karena es. Bukan es biasa, es yang dikeluarkan Xiumin dari tubuhnya.

Ia semakin tak sabar begitu mendengar langkah kaki mendekat ke arahnya. Hasrat untuk melarikan dirinya semakin besar tiap detik, dan itu memacu kekuatannya lebih besar lagi.

Hanya es.

Tanpa jari tangan.

Tertutup oleh rantai yang sangat kuat.

PRAK!

Putuslah rantai yang mengikat tangan Xiumin karena es yang terlalu dingin. Tepat saat penjaga masuk dan hampir membunuh Xiumin, ia sudah melompat keluar dari ruangan terkutuk itu. Hanya satu keinginannya sekarang, lari dari kenyataan jika semua kekacauan ini adalah akibat dari perbuatannya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Minsung membuka matanya perlahan. Suhu udara di ruangan bertambah dingin tiap detiknya, bukan hanya suhu ruangan lebih tepatnya, tapi suhu tubuhnya lebih tepatnya.

Ia masih punya sedikit pengharapan, walaupun sangat sedikit. Samar-samar ia masih bisa mendengar pintu yang berusaha dibuka secara paksa.

“Ch-chen….”

Betapa senangnya hati Minsung melihat Chen masuk ke sana dan menemukannya. Masih ada pengharapan besar di hatinya untuk bisa kembali keluar dari sihir Xiumin yang bisa membunuhnya sewaktu-waktu.

“Hah! Minsung! Minsung! Mendekatlah ke perapian! Aku akan menyalakan api untukmu agar hangat!”

Dengan beringsut sedikit-sedikit dibantu dengan Chen, Minsung merangkak mendekati perapian. Chen menyalakan api dengan tangannya yang terbuat dari ranting, ranting sungguhan yang biasa kau temukan di hutan.

Sedikit gesekan dan usaha, api mulai menghangatkan suhu ruangan itu meskipun tak berpengaruh besar pada Minsung. Sementara Chen memandang api yang berkobar di hadapannya dengan mata berbinar-binar, “Jadi inilah kehangatan!”

“Chen, kau bisa meleleh. Jangan dekat-dekat dengan api itu!”

Bahkan Minsung masih sempat-sempatnya untuk berusaha menyelamatkan Chen dari peristiwa “meleleh” daripada peristiwa “membeku” yang akan menyerangnya.

“Semua orang bisa meleleh jika ia jatuh cinta atau berusaha menyelamatkan orang lain,” Chen memandangi Minsung sedih, lama kelamaan salju di pipinya terasa seperti marshmallow karena meleleh, dengan cepat ia menggunakan kedua ‘ranting’ nya untuk menahan tetesan salju yang membentuk pipinya, “Tapi melelehnya jangan sekarang juga!”

“Chen… seperti apa cinta sejati itu?”

“Kau benar-benar tidak tahu ya?”

Minsung mengangguk pelan, ia merasa bodoh sekarang ini.

“Mmm bagaimana ya….” Chen tampak berusaha berpikir keras.

“Kau bisa mengatakan apa yang kau tahu saja.”

“Cinta sejati seperti orang lain mengorbankan nyawanya sendiri, atau kepentingannya sendiri untuk orang yang ia cintai tanpa mempedulika dirinya sendiri. Seperti Chanyeol yang berusaha membantumu menemui kakakmu. Tunggu…. Chanyeol….. MINSUNG CHANYEOL CINTA SEJATIMU! Kita harus mencarinya!”

Chen bersorak kegirangan menyadari hal itu. Minsung juga tak kalah bahagianya, perlahan semangatnya mulai kembali lagi walaupun tubuhnya hampir membeku seperti es.

Menyadari itu, Chen berusaha membawa Minsung keluar. Tapi, aneh. Dinding istana terlapisi es, dan mulai menyebar hingga ke dalam ruangan. Minsung tahu jika Xiumin yang melakukan semua ini tanpa sepengetahuan dirinya sendiri, dan ia benar-benar ketakutan sekarang ini.

Beruntung jendela di ruangan itu terbuka karena angin bertiup cukup kencang. Chen segera melihat keluar, merasa ada sesuatu yang salah Chen berusaha menajamkan pandangannya dan tersenyum beberapa detik kemudian.

“Minsung! Chanyeol kembali! Dia ada di sana! Kemarilah, dan lompatlah! Kita tak ada waktu, kita tak ingin jadi es batu di sini bukan?”

Minsung tampak agak ragu saat melihat ke bawah. Tapi ia tak ada pilihan lain karena pintu satu-satunya jalan mereka keluar membeku karena es mulai merambat dengan cepat. Ia memberanikan diri meluncur dari atap ke bawah diikuti Chen di belakangnya.

Ingat kata Chanyeol jika salju itu empuk. Salju di sana memang masihlah empuk namun bagi Minsung jauh lebih dingin. Gadis itu melihat ke arah telapak tangannya yang mulai terbentuk kristal-kristal es berwarna putih. Ia sadar, jika ia tak cepat maka ajalnya akan segera tiba.

Di sisi lain yang bisa dibilang tak begitu jauh dari mereka berdua. Chanyeol bersama Luhan berjuang menyebrangi danau yang sudah membeku dengan sangat parah dan menerjang badai yang benar-benar kuat. Chanyeol tak mempedulikan runtuhan kapal milik kerajaan lain yang hancur karena badai yang dibuat Xiumin, hanya satu di pikirannya. Menyelamatkan Minsung dari sihir yang akan membekukan ia selamanya.

“C-chanyeol!” teriak Minsung dari jauh. Ia bisa melihat sangat-sangat jelas Chanyeol di seberang danau yang membeku.

“Minsung… Minsung!” Chanyeol berteriak tak kalah kerasnya. Meski berkali-kali tergelincir di tumpukan kristal es ia tetap tidak menyerah menghampiri Minsung demi menyelamatkan hidup gadis itu.

Tapi, tak tahukah kalian jika Xiumin ada di tengah-tengah mereka. Ia berlari ketakutan, berusaha menemukan jalan yang tepat untuk pelarian dirinya. Tak tahukah juga, jika di tengah-tengah badai yang luar biasa mendera itu, Kris ada di sana berusaha mecari Xiumin untuk menghabisinya saat itu juga.

Tak disangka Xiumin, ia bisa bertemu dengan Kris yang dipikirnya akan membantunya. Tapi siapa sangka Kris justru mengucapkan kata-kata yang malah menyakitkan hatinya.

“Xiumin, kau harus hentikan badai yang kau buat! Kau telah membuat kekacauan dimana-mana!”

“Biarkan Kris, lebih baik kau mengurus adikku. Ia membutuhkanmu sekarang ini! Kalian akan lebih baik hidup bersama.” Balas Xiumin penuh ketakutan.

“Adikmu? Dia sudah mati! Dan ini semua karena kau! Kulitnya membeku seperti kristal es, rambutnya memutih.”

Xiumin tertegun. Hatinya terasa hancur berkeping-keping mendengar perkataan Kris barusan. Ia tak menyangka sihirnya benar-benar berdampak besar pada adiknya sendiri. Ia tak menyangka ia membunuh keluarganya sendiri tanpa sadar.

Badai besar yang menerjang mendadak hilang seiring down-nya mental Xiumin. Rasanya seluruh hidupnya lumpuh. Tak ada pengharapan lagi untuknya.

Pemuda itu jatuh terduduk sambil meratapi kesalahan yang telah diperbuatnya. Ia tak menyangka akibatnya bisa seburuk itu. Menghakimi dirinya sendiri bahkan mungkin tidak cukup untuk menyesali perbuatannya.

Saat itulah, Kris berkesempatan membunuh Xiumin. Pria itu berjalan mendekat perlahan….

Minsung yang setengah membeku, sekuat tenaga menghampiri Chanyeol. Tapi, ekor matanya melihat sesuatu yang membuatnya berubah pikiran. Xiumin. Ia bisa melihat kakaknya yang berada di ujung tanduk dengan jelas. Tanpa pikir panjang, ia belari menuju Xiumin dan melupakan Chanyeol.

Saat itulah, saat Kris menghunuskan pisaunya ke arah Xiumin yang sedang payah, Minsung berlari ke arah Xiumin dan menjadi perisai untuknya.

“Jangan!!!!!!”

Waktu terasa terhenti.

Tepat saat itu.

Saat pisau Kris menyentuh Minsung.

Ya, saat itulah Minsung menjadi es seutuhnya. Karena kutukan yang terlanjur menyebar itulah, Minsung tak lagi menjadi seorang manusia. Beruntungnya, kekuatan dari kutukan itu menahan Kris dari mereka berdua (Minsung dan Minseok) hingga membuat laki-laki sialan itu terlempar jauh.

Sadar sesuatu yang salah terjadi, Xiumin segera merespon dengan khawatir, cemas, dan takut.

“Minsung!”

Xiumin menyentuh adik kesayangannya yang telah berubah menjadi es sambil menangis. Ia benar-benar merasa bersalah pada adiknya. Semua bisa saja tidak terjadi jika ia bisa mencegahnya pada malam itu.

“Minsung…. tidak…. tolong. Kembalilah…. tidak….”

Chen, Chanyeol, dan Luhan yang melihat kejadian itu menundukkan kepala mereka karena merasa terpukul, terutama Chanyeol. Tak disangkanya orang yang disukainya secara diam-diam berubah menjadi es dengan cepat. Begitu pula Chen, meskipun ia boneka salju, ia punya hati seperti manusia yang rapuh.

Xiumin tersedu sambil memeluk Minsung yang mengeras. Namun, keajaiban terjadi. Perlahan es di tubuh Minsung memudar seiring tangisan Xiumin. Chen yang sadar hal itu pertama kali segera menyadarkan Chanyeol untuk melihat ke arah Minsung.

Minsung bergerak. Iya! Ia bergerak! Kembali jadi manusia normal seperti biasanya. Tak membeku lagi seperti patung es.

Dengan gembira dan penuh haru, Xiumin memeluk Minsung dengan eratnya.

“Minsung, kau mengorbankan dirimu. Untukku.”

Minsung tersenyum sambil menggenggam tangan Xiumin erat, “Aku menyayangimu.”

Chen tak kalah girangnya. Ia juga ingin ambil bagian dalam kebahagiaan itu sambil mengangkat kepalanya, “Sebuah tindakan sejati akan mencairkan hati yang beku!”

“Cinta akan mencairkan…..”

Perlahan Xiumin tersenyum bahagia sekali, sangat. Ia berujar dengan ringan, “Benar! Tentu saja! Kasih sayang!”

“Minseok Oppa?” batin Minsung agak bingung.

“Kasih sayang!”

Keajaiban baru terjadi lagi. Es yang menutupi kerajaan perlahan memudar. Danau tidak lagi berupa bongkahan es batu besar, melainkan sekumpulan air yang benar-benar nyata kumpulan air. Atap bangunan tak lagi ditutupi selimut salju, jalan-jalan kembali normal, orang-orang membuka jendela menyaksikan keajaiban itu, dan udara kembali menghangat seiringnya salju menghilang. Bahkan bunga-bunga kembali mekar dengan indahnya, dan langit tampak cerah tanpa ada awan yang menghalangi.

Minsung tersenyum bangga pada Xiumin sambil menepuk pundak kakaknya itu, “Aku tahu kau bisa.”

Sayangnya Chen si boneka salju tak bisa menahan suhu udara yang hangat, perlahan tubuhnya mencair, “Ini hari terindah dalam hidupku, dan mungkin saja hari terakhirku.”

“Oh Chen, bertahanlah sobat kecil.”

Xiumin mengayunkan tangannya, mengembalikan Chen ke tubuh aslinya dan tentu saja, memberi hadiah yang unik pada Chen, sebuah awan salju pribadi yang akan selalu menaungi Chen kemanapun ia pergi.

Ups, mereka lupa satu hal. Kris. Chanyeol yang melihat Kris langsung ingin menghajarnya, tetapi ditahan oleh Minsung. Kali ini, Minsung menghadapi Kris sendirian.

“Tapi, dia sudah membekukan hatimu.”

“Satu-satunya yang berhati beku di sini adalah kau Kris.”

Minsung berbalik meninggalkan Kris. Baru saja satu langkah, Minsung berbalik lagi menghadap Kris dan menghadiahinya dengan pukulan yang membuatnya jatuh lagi.

Luhan dan Chanyeol tersenyum melihatnya.

***

Kerajaan kembali normal, Yunho dan Kris dikembalikan ke kerajaan mereka dan selayaknya mereka mendapat hukuman yang pantas.

Ingatkah jika Minsung, berhutang pada Chanyeol sebuah kereta salju. Minsung benar-benar menggantinya dengan yang baru, dengan yang lebih berwarna.

“Kau suka?”

Chanyeol memamerkan senyum bodohnya, “Kau bercanda? Ini bagus sekali!”

Tebaklah apa yang terjadi kemudian. Chanyeol mencium Minsung sebagai tanda cintanya, mereka berdua kini resmi menjadi sepasang kekasih yang nantinya tentu saja akan sampai pernikahan.

Pada akhir cerita, semuanya bahagia. Tak terkecuali Xiumin yang sudah berani menunjukkan kekuatannya pada khalayak luas. Ia sudah bisa mengendalikan kekuatannya, bukan kekuatan yang mengendalikan dirinya.

“Pintu gerbang selalu terbuka!”

Minsung tertawa senang sambil menarik tangan Xiumin mengelilingi halaman istana yang dipenuhi penduduk.

“Tak akan tertutup, dan sekarang kau lihat ini!”

Xiumin menghentakkan kakinya, sama seperti waktu kecil dulu. Tanah halaman yang keras berubah jadi dataran ice skating yang tidak membuat masalah. Suhu udara juga tetap hangat.

Tangan Xiumin menggenggam tangan adiknya dan menariknya sambil berputar-putar, “Ayolah Minsung, kau bisa!”

Benar-benar akhir bahagia. Tak ada yang bisa memisahkan hubungan saudara, bahkan sekalipun saudaramu menyakiti dirimu sendiri.

 

-THE END-

 

Iklan

12 pemikiran pada “Frozen Exo Version (Chapter 4-END)

  1. Waaaaawwwww am I first?!! Am I first?!! *girang kesetanan*^o^ benar2 mengharukan.. Acieeee, akhirnya sama chanyeol uhuyyyy… Dikira mah kris beneran baik wkwk pokonya mahh keren abiss inii.. Tulisan2mu lainnya ditunggu hoho^o^

  2. Aaaaaaaa aku cinta xiumin dan author (?) ❤ keren bngeeeeeeeeetttttttttttt makasih sudah buat FF ini. Seru kaya film aslinya ❤ keep writing thor!!?!!!!!!!!!!!!!!!

  3. aslinya baru liat ini-_-
    kayanya seru deh.. baru liat castnya.. dan menurutku cast.a sangat cocok,, kecuali kris-_-kenapa dia peran.a jadi antagonis 😦
    aku suka bgt sama film.a.. walaupun udh ntn filmnya tp exo ver. pasti sedikit berbeda..
    ya udin (?) aku baca chap 1 nya dulu deh..

  4. komen lagi boleh kan?
    jjang!! chap final!! untung pas yeol sm minsung ‘kisseu’ ga di skip! #byuntae
    okay, aku serasa ntn kembali film.a soal.a ini ff ngefeel bgt! jd kebayang bgt! tp btw sorry thor kalo di chap 3 ga nemu komen aku.. ga twu knp ko ga bisa”
    dan next ff ditunggu^^
    🙂

  5. aku balik lg!! yah ternyata udah end yah? cepet bgt nggak terasa gue nya. tp yg penting ff ini keren dah. dan bwt Minseok I lop U pull. thor klw ada waktu bikin lg yah ff yg cast utamanya Xiumin oppa;-)

  6. Woaaahh! XD keren bangeet! Mirip sama filmnya, tapi ini lucu krna versi exo wkwkwk. Gatau deh gimana bentuknya chen kalo jadi boneka salju XD. Yodah, sekian komennya. Keep writing thor 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s