I Miss You

I Miss You

images

Title : I miss you

Author : Rizka Kh a.k.a Park Hyuri (@_rizkaaaa)

Genre : Romantic, sad

Lenght : One Shot (± 2.448 word)

Main Cast : -Zhang Yixing

-Park Hyuri (OC)

Ini fanfiction keenamyang udah saya kirim ke blog ini 😀 . Fanfic ini terjadi begitu saja *?*  pas lagi ngetik, author pikir halaman pertama sampe ketiga mungkin cukup menarik *LOL* tapi ga tau pas nulis udah tujuh halaman rasanyaaa pengen memusnahkan fanfic abal-abal ga jelas ini :/ sorry authornya jadi curhat, tapi beneran ni ff jelek banget rasanya. Tapi dengan sangat malu diri *?* author beranikan ngirimnya, sayang kan udah ngetik 9 halaman. Jadi di mohonkan kritik-kritik di kolom komentnya yahh saudaraa 😀 author mau mengoreksi lagi karya2 author. Gamsahamnida*bowing*

Happy reading ^^

 

“Aku merindukanmu” gadis itu mengucapkan kata-kata itu lagi yang entah untuk keberapa kalinya. Ia masih berbaring di kasurnya sambil memeluk frame yang berisi foto orang yang ia rindukan. Air mata mengalir turun dari sudut matanya, “Aku merindukanmu, sangat” ucapnya di tengah isaknya. “aku takkan bisa melupakanmu, betapa menyedihkannya aku”

Ia bangkit dari kasurnya dan meletakkan frame itu ke mejanya, ia duduk di sana lalu berkutat di hadapan laptopnya. Membuka akun emailnya lalu mengetikkan sesuatu untuk seseorang.

‘Aku merindukanmu dengan sangat, Yixing. Tidakkah kau juga merindukanku? Ataukah hanya aku yang merindukanmu? Kau harusnya merasakan hal yang sama, kau tak mungkin membiarkanku mencintaimu sedangkan kau tidak. Kenapa kau tak pernah membalas semua emailku, huh Yixing?’

Gadis itu menggeserkan kursornya lalu mengklik icon send pada layar laptopnya. Ia kembali menagis terisak, menenggelamkan wajahnya pada kedua tangannya yang bertumpu di atas meja. Sangat jelas kepedihan di dalam isak tangisnya, terlalu dalam kepedihannya. Ia sangat mencintai pria bernama Yixing itu, pria yang dengan senang hati menjungkirbalikkan kehidupannya, memberikannya kebahagiaan lalu meninggalkannya dengan luka yang teramat dalam. Gadis itu masih tenggelam dalam isakannya dan tertidur saat dia sudah lelah untuk menangis.

**********

Gadis itu meletakkan sepiring nasi goreng dan segelas susu rasa vanilla di meja makannya. Pagi ini dia terbangun dalam keadaan pegal dan mata yang sembab akibat tertidur di mejanya sambil menangis. Ia menyuapkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya, mengunyahnya dengan malas. Ia melirik pintu apartemen kecilnya yang terlihat dari dapur kecilnya. Berharap seseorang akan masuk dari pintu itu.

Gadis itu menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya sambil menggerutu, perutnya yang lapar sudah tidak bisa di ajak bekerja sama untuk menunggu pria itu. Gadis itu melirik sepiring nasi goreng yang masih utuh dan segelas susu coklat di hadapannya. “kenapa kau lambat sekali Yixing, lihat nasi gorengku sudah tinggal setengah piring” gerutunya di tengah kunyahannya. Pintu apartemennya terbuka, pria yang di tunggunya dengan kesal itu akhirnya datang. Wajah teduh pria itu membuat siapapun tak mampu memarahinya, gadis itu yang awalnya berniat mengomelinya malah menjadi mengeluh manja. “kau lama sekali,, Yixing. Lihat piringku, perutku tak sanggup lagi menunggumu” keluhnya manja sambil mengerucutkan bibirnya. Yixing tersenyum lembut dan berjalan ke arah gadis itu.

Ia mengusap lembut rambut gadis itu, sangat terlihat ketulusan dari apapun yang dia lakukan untuk gadis itu, hal kecilpun sudah bisa dengan jelas memancarkan betapa besar cintanya untuk gadis itu. “maaf”ucapnya lalu mengecup kening gadis itu. Ia lalu duduk  di hadapan gadis itu, masih melihat gadis itu yang memanyunkan bibirnya pura-pura masih kesal. “uhm, apa kekasih koreaku ini akan membiarkanku kenyang melihat wajah jeleknya itu?” Tanyanya setengah terkikik.

Gadis itu langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya, di katakan jelek oleh kekasih cinanya adalah hal yang tak di inginkannya. Ia mengatur mimik wajahnya sebelum memperlihatkan wajahnya kembali. Yixing hanya tersenyum sayang melihatnya. Gadis itu menjauhkan tangannya dari wajahnya, kini senyuman manjanya lah yang terpampang manis. “aku tidak jelek lagi kan, Yixing” tanyanya.

Yixing tertawa mendengarnya “kau takkan pernah jelek dimataku, Park Hyuri, gadis manis korea ku” Gadis bernama Hyuri  itu tersenyum senang mendengarnya. Panggilan-panggilan itu unik untuk mereka karena mereka memang berbeda kebangsaan, tapi Yixinglah yang tinggal di Korea untuk pekerjaannya dan menemukan gadis manis riang ini.

Hyuri mengerjapkan matanya, lagi-lagi kejadian kecil yang menggambarkan cinta mereka hadir dalam ingatannya. Ia kembali fokus pada makanan di depannya, mengalihkan sejauh mungkin bayangan pria itu dari kepalanya. “andwae! Aku tak bisa! Bagaimana caranya?” ucapnya frustasi sambil memegangi kedua kepalanya. Ia meninggalkan sarapannya dan berjalan kembali ke kamarnya.

Ia membenamkan diri lagi ke kasurnya, menangis sejadi-jadinya. “aku takkan mungkin bisa melupakanmu, aku mencintaimu sangat Yixing. Tapi aku masih benci keegoisanmu, aku masih benar-benar marah padamu” ucapnya di tengah isakan hebatnya. Ponselnya berdering, ia mengambil ponselnya lalu menatap nama pemanggil pada layarnya. Ia menghapus asal air matanya dan mengatur nada suaranya baru menangkat telponnya.

“ah, halo ibu” sambutnya.

“sayang, kau sehat?” Tanya suara di seberang sana yang di panggil Ibu oleh Hyuri.

“aku sangat sehat, ibu. Ibu bagaimana? Ibu baik-baik saja kan?”

uhm, ibu sangat sehat. Hyuri, sudah setahun Yixing”

            “aku tahu ibu, aku tahu. Besok aku akan ke China” potong Hyuri sebelum ibunya menyelesaikan perkataannya.

“dan tentang pernikahan yang di rencanakan Yixing juga akan di adakan sebelum acara kita”

Hyuri berdeham, “ia ibu, aku tahu. Aku pasti datang.” Ucap hyuri lembut. Ia sudah menganggap ibu dari mantan kekasihnya itu sebagai ibunya sendiri.

“terimakasih sayang, ibu sangat mencintaimu. Yixing juga”

            “dan aku juga mencintai kalian” jawab Hyuri dan sambungan telpon berakhir.

“Setahun Yixing. Aku bahkan heran kenapa aku masih bisa hidup di seoul ini tanpamu.” Ia memejamkan matanya, “aku masih marah, masih selalu memikirkan betapa egoisnya dirimu walau aku tahu alasan-alasanmu.” Ucapnya menerawang.

**********

Hyuri berdiri di depan pagar dari sebuah Rumah yang cukup besar dengan koper di tangan kirinya, ia memencet bel dua kali. Penjaga rumahnya membukakan pintu pagarnya, pria berusia sekitar empat puluh tahunan itu. “Park Hyuri Xiaojie bushi ma? Hen gaoxing zaici jian dao ni zai zheli. Qing shuru xiaojie” ucap pria itu ramah.

Hyuri mengernyitkan dahi mendengar kata-kata pria itu. Ia sama sekali buta bahasa mandarin, ia bisa berbicara dengan orang tua Yixing karena memang semua anggota keluarga Yixing bbisa berbahasa Korea. Hyuri  hanya bisa mengangguk ramah dan memasuki pelataran halaman rumah Yixing. Pria itu berbicara lagi padanya, Hyuri hanya tersenyum saat pria itu mengambil alih kopernya dan menuntunnya masuk ke dalam.

Ibu Yixing menunggu di depan pintu dengan senyum lebar, lalu berbicara sebentar dia pria yang membawa koper Hyuri tadi. Pria itu menangangguk lalu membawa koper Hyuri ke dalam, mungkin meletakkannya ke kamar sementara Hyuri. Ibu Yixing memeluk Hyuri sayang, “kenapa bisa kurus seperti ini, sayang?” tanyanya sambil meraba-meraba pipi Hyuri.

Hyuri tersenyum lemah, tak sanggup menjawab alasan ia tidak pernah berhasil menghabiskan makanannya setiap harinya.

Ibu Yixing memeluk tubuh mungil Hyuri yang semakin mungil itu sambil menangis. “maafkan anakku, Nak. Maafkan dia. Jangan rusak hidupmu karena dia.” Ucap ibu Yixing sesekali menepuk-nepuk sayang punggung Hyuri.

Hyuri menggeleng, “aku hanya tak selera makan ibu, bukan karena Yixing” jawab Hyuri berbohong.

Ibu Yixing hanya mengangguk, “ayo, ibu antar ke kamarmu nak. Yixing pasti sangat bahagia kau masih mau kemari bahkan setelah dia meninggalkanmu” ucapnya terasa berat. “kau tidak keberatan tidur di kamarnya kan nak?”  tanyanya.

“tidak masalah ibu” jawabnya lemah.

*********

Hyuri mengerjapkan matanya, ia baru terbangun dari tidurnya. Ia terlalu lelah sehingga langsung tertidur sesaat ibu Yixing mengantarnya ke kamarnya—kamar Yixing. Lelah menahan gejolak rindu sekaligus menahan air matanya. Ia melihat ke sekeliling, aroma Yixing masih sangat tercium di sini. Ia melihat dinding kamar Yixing yang di penuhi foto-foto yang sebagian besar adalah fotonya, foto kekasih Korea Yixing, Park Hyuri. Air mata menetes lagi tanpa ia sadari, bagaimana ia bisa menahan tangis saat dirinya berada sangat dekat dengan Yixing.

Seseorang mengetuk pintu kamarnya, “nak, kau sudah bangun?” Tanya suara Ibu Yixing dari luar. Hyuri membukakan pintunya setelah menghapus air matanya, ia tersenyum menyambut kedatangan ibu keduanya setelah ibu kandungnya itu. Ibu Yixing menatap wajah Hyuri sedih, “kau menagis lagi, Nak?” tanyannya pelan.

Hyuri menggeleng. “apa ini,bu?” Tanya Hyuri melihat tas kantong yang di bawa ibunya, sekalian mengalihkan pertanyaan ibunya.

Ibunya memberikan tas kantong itu pada Hyuri, “kau mandilah, lalu pakai gaun ini. Kita harus pergi ke pernikahan itu dua jam lagi, Nak” ucap ibunya sambil menepuk pundak Hyuri lalu pergi.

Hyuri menutup kembali pintu kamarnya. Ia mengeluarkan gaun indah itu dari tas kantongnya. Gaun berwarna peach itu sangat indah, simple tapi mewah. “Indah sekali” ucapnya antusias saat melihat gaun itu. Ia meletakkan gaun itu di atas tempat tidur, lalu bergegas mandi tak ingin membuat ibu menunggu lama.

**********

“Kau cantik sekali” puji ibu saat melihat Hyuri keluar dari rumahnya. “ayo, kita bicara di mobil saja” ucap ibu  lalu memasuki mobil dan di ikuti Hyuri.

Hyuri menatap wajah lelah ibu Yixing. “ibu, apa kau selalu baik-baik saja?” Tanyanya pelan.

Ibunya menatap Hyuri sedih, “tak ada ibu yang baik-baik saja saat anaknya meninggalkannya sayang, tapi ibu akan terus berusaha baik-baik saja karena itu hal yang pasti sangat di inginkannya” jawab ibunya menerawang. Ia melihat Hyuri dengan gaun itu lagi. “Yixing memang sangat mencintaimu, sayang. Gaun ini hanya hal kecil yang membuktikan cinta itu. Aku bahkan pernah iri padamu nak”

Hyuri menatap tak percaya, “kenapa ibu harus iri? Aku bahkan tak pernah ada di saat dia benar-benar membutuhkanku”

Ibu Yixing menarik tangan Hyuri ke dalam genggamannya, “kau bukannya tak ada, sayang. Tapi dia yang tak mngizinkanmu. Aku iri padamu nak, karena tak ada seorang pun sebelum dirimu yang mampu memberinya semangat sebesar itu untuk hidup. Kalau tak ada dirimu, dia takkan bisa bertahan sejauh itu, Hyuri” jelasnya. Ia menghapus setitik airmatanya. “seharusnya kita tidak membahas ini sekarang, sayang. Yixing akan marah besar melihat kita merusak riasan kita di hari pernikahan kakak tercintanya.”

Aku ikut menghapus pelan air mataku dengan tissue, tak ingin riasanku berantakan. ‘aku merindukanmu, Yixing. Aku mencintaimu’ batin Hyuri.

Mobilnya berhenti tepat di depan pintu gedung pernikahan, Hyuri menggandeng ibunya keluar, memasuki ruangan tempat pernikahan akan di gelar.

Hyuri melihat isi ruangan yang sudah mulai di penuhi oleh tamu undangan. Pesta sederhana rancangan Yixing, dia yang sangat antusias meminta kakaknya untuk segera menikah. Dan dia akan menikahiku setelah itu, itulah keinginannya.

Aku  dan ibu memasuki ruangan pengantin wanita, “onnie, cantik sekali” pujiku saat melihat kecantikannnya di dalam balutan gaun pengantin. Hal-hal yang sangat aku nantikan dulu, dan sama sekali tak pernah ku bayangkan di saat-saat ini.

Qi Mei onnie menatapku takjub. “Hyuri-ah, kau datang” ucapnya lalu menghambur ke dalam pelukanku. “kau cantik sekali, jangan sampai kau membuat para tamu mengalihkan pandagan mereka untukku menjadi ke arahmu ya” guraunya. Hyuri tertawa pelan.

“Ayo keluar, Luhan oppa takkan sabar menunggu gadis yang di cintainya” ucapnya seraya memberikan lengannya kepada pengantin cantik itu.

Hyuri mengantarkan Qi Mei ke altar, menyerahkan lengan Qi Mei pada Luhan lalu mengedipkan sebelah mata. Ia menyaksikan sumpah pernikahan mereka dengan antusias, ini adalah hal-hal yang sering ia dan Yixing mimpikan. Saat ini Luhan sedang memasangkan cincin ke jari Qi Mei, dan begitu sebaliknya. Mereka saling menatap penuh cinta. Para tamu undangan bersorak, “kiss! Kiss! Kiss!” teriak mereka. Hyuri pun ikut larut menyorakkan itu. Dan Luhan dengan senang hati mencium istrinya itu. Membuat para tamu bersorak-sorak, begitu juga Hyuri.

“sekarang saatnya nak” ucap ibu Yixing sambil menepuk-menepuk lengan Hyuri lalu pergi meninggalkan Hyuri. Hyuri menatap punggung ibu Yixing lalu tersenyum. Ia kembali menyaksikan kemesraan pasangan Luhan – Qimei. Ia mengedipkan sebelah mata pada Luhan lalu memohon izin untuk pergi melalui bahasa isyarat tubuhnya. Luhan pun ikut menangguk dan memberi senyuman saat Hyuri membungkuk pamit.

**********

Hyuri tak kuasa menahan tangisnya saat sudah berada tepat di depan nisan Yixing. Pria yang meninggalkan Hyuri setahun yang lalu, pria yang tak mengizinkan Hyuri berada di sampingnya di akhir hidupnya, pria yang tak memberi alasan kenapa dan mengapa tak memberi tahu Hyuri sama sekali perihal penyakit yang dideritanya sendiri.

“sakit Yixing-ah” isaknya seolah tak kuasa mengatakan apapun lagi. “aku selalu berusaha membencimu tapi aku tak bisa, semakin sakit saat aku harus mengubah rasa cintaku menjadi kebencian” sambungnya lagi. “aku hanya marah Yixing-ah, aku hanya akan selalu marah, karena takkan pernah mungkin ada benci untukmu” isaknya hebat. Ia terus menangis, “aku merindukanmu, Yixing. Sangat! aku ingin segala sesuatu seperti dulu, Yixing. Sudah beribu kali aku memohon kepada Tuhan untuk mengantarkanku ke sisimu. Tapi tuhan tak pernah mengabulkan doaku, Yixing. Tak ada yang menyayangiku di dunia ini, semua hanya meninggalkanku”

Ibu yixing yang daritadi berada di belakang Hyuri tak kuasa menahan tangisnya mendengar penderitaan Hyuri karena anaknya. Bahkan gadis ini lebih menyedihkan daripada dirinya yang berstatus sebagai ibu Yixing. Ia melangkahkan kakinya menghampiri gadis itu. “nak” panggilnya lembut. “ada yang ingin Yixing sampaikan padamu, sayang.”

Hyuri menoleh, lalu menerima uluran tangan ibu Yixing yang mengajaknya pergi dari sini. Hyuri mengikuti langkah ibunya sambil sesekali menoleh ke tempat peristirahatan Yixing.

**********

Hyuri melangkah pelan ke arah meja Yixing, tempat dimana rahasia terakhir Yixing tersimpan untuknya. Ia mengangkat tumpukan buku di atas meja, sebuah surat terlipat rapi di bawah tumpukan buku tadi. Dengan tangan yang bergetar, Hyuri meraih surat itu lalu mendudukkan diri di tepian pinggiran kasur Yixing. Ia membuka perlahan surat terakhir Yixing, seolah kertas itu akan terbakar jika ia menyentuhnya dengan kasar.

Tulisan tangan Yixing jelas terpampang di kertas itu. Dengan pelan Hyuri membaca surat itu.

dear my best girlfriend, Park Hyuri

            Hai, hyuri-ah. Apa kabarmu setelah setahun aku meninggalkanmu? Ahh, aku seharusnya tak menanyakan kabar padamu bukan? Aku seharusnya meminta maaf padamu dan memohon pada Tuhan untuk menghidupkanku kembali agar aku bisa merengkuhmu saat ini juga bukan?    Aku sengaja menulis surat ini, tapi aku tak pernah berharap kau harus membacanya, sayang. Aku meminta ibu memberitahukan surat ini jika kau masih belum bisa melupakanku setelah setahun aku pergi. Aku berharap kau bisa membenciku! Tapi kenapa kau masih menangisiku Hyuri-ah? Kenapa kau tetap mencintaiku di saat aku sudah membohongimu?

            Maaf, maaf karena aku tak pernah memberitahumu tentang penderitaanku. Aku hanya ingin kau bahagia setelah aku pergi, Hyuri. Aku ingin kau membenciku setelah semua berlalu. Aku bahkan tak berani bermimpi kau tetap akan mendatangi rumahku dan menghadiri pernikahan kakakku yang sudah kita rencanakan.

            Sebenarnya aku juga sudah merencanakan untuk melamarmu saat pernikahan kakakku. Tapi aku tahu waktuku tak sebanyak itu sayang, yang aku tak tahu adalah seberapa besar cintaku untukmu, aku bhkan tak mampu mendeskripsikannya.

            Hyuri, kau bisa membuka lemari kecil di samping tempat tidurku?”

            Hyuri menghapus air matanya lalu melangkah pelan kea rah lemari yang di tuliskan Yixing dalam suratnya. Ia menarik pelan gagang lemari kecil itu, sebuah kotak kecil berwarna merah terletak di sana. Hyuri meraih kotak itu lalu membukanya, ia menutup mulutnya tak percaya. Sebuah cincin dengan permata di atasnya yang sangat cantik itu. Hyuri kembali membaca surat Yixing.

will you marry me? Haha, seharusnya aku mengatakan itu saat ini. Aku harap kau bisa hidup bahagia Hyuri. Sekarang pakailah cincin itu, aku harap cincin itu tak menjadi kebesaran karna kau tak makan dengan baik sayang. Maaf aku tak bisa memasangkannya kepadamu”

            Hyuri memakai cincin itu sambil masih terisak, dan benar apa yang Yixing katakan. Cincin ini kebesaran di jarinya yang kurus ini.

bagaimana? Indah bukan? Yah, walau aku yakin itu kebesaran. Kau harus makan dengan baik sayang, aku tak ingin kau kurus seperti ini karena aku. Kau ingin menyiksaku dengan melihatmu hidup tapi tak hidup di dunia ini? Kau jahat sekalii, ckckck.

            Hyuri, aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu. Kau tak perlu cemaskan itu, aku akan selalu melihatmu dari langit. Kau boleh mencintaiku selamanya, tapi aku mohon lanjutkan hidupmu, hiduplah selayaknya gadis cantik saat bersamaku. Gadis dengan pipi chubby, kulit putih merona, bukan pucat seperti sekarang. Jangan tolak lelaki yang menyatakan perasaannya padamu, kenallah mereka lebih dulu. Aku yakin kau bisa Hyuri-ah.

            Ingat sayang, aku di sini akan selalu bahagia jika aku melihatmu bahagia, jika kau selalu hidup seperti ini maka aku tidak akan pernah tenang. Hiduplah dengan bahagia sayangku. Aku mencintaimu. Sangat!

                                                                                                                         With Love

                                                                                                                      Zhang Yixing”

Hyuri menangis keras, ia membiarkan kertas itu terjatuh ke lantai. Ia sadar Yixing sangat mencintainya, sangat sadar. Ia hanya terus merasa bodoh sudah meragukan itu, ia bodoh. “maafkan aku Yixing, aku mencintaimu, sangat, aku mencintaimu. Maafkan aku, maaf” isaknya.

-END-

Iklan

23 pemikiran pada “I Miss You

  1. Thorr sedih banget :”(. Kenapa mereka ngga bisa bersama selamanya thorr??/ Kenapa????? Kenapa??? Jawab aku thor!!!???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s