Love Actually [#2]

Love Actually

[ TITLE ]

Love Actually [#2]

 

[ Author ]

Didoots

 

[ Length ]

Chaptered

 

[ Genre ]

Romace, family, friendship

 

[ Rating ]

PG-16

 

[ Main cast ]

Lee Jin Yeong as (OC)

Kim Jong In As (Kai)

 

[ Support Cast ]

Find by yourself!

 

Sorry for the typo! Namanya juga manusia tidak ada yang tidak mempunyai salah mohon dimaafkan, dan kesamaan tokoh atau alur cerita itu adalah hal yang tidak saya ketahui yang mengetahui hanya readers dan Tuhan.

FF ini sudah pernah dipublish, jika melihat FF ini ditempat lain itu bukan plagiator. Tapi jika melihat ff ini dengan berbeda nama author berarti dia seorang plagiator.

 

PLAGIATOR!! HATERS AND SIDERS? GO AWAY!!!

 

 

– Happy Reading Guys! –

 

Author POV

Hari ini Chen pulang tapi tidak tahu dia akan masuk atau tidak. Jin Yeong sedikit tidak sabar menanti sahabatnya ini. seperti biasa Jin Yeong datang saat murid-murid belum datang, dan biasanya berselang 5 menit Chen akan datang juga.

Jin Yeong duduk sambil mendengarkan lagu, tiba-tiba jatuhlah sebuah kotak dimejanya dengan cepat Jin Yeong mengalihkan pandangannya dan disana dia sambut oleh senyuman hangat yang Jin Yeong rindukan. Chen tengah berdiri dengan senyum khasnya.

“Bogoshipo!” teriak Jin Yeong.

“Jeongmalyo?” Goda Chen.

“yasudah” Jin Yeong melipat kedua tangannya di dadanya sambil memanyunkan bibirnya.

“ne, ne nado Bogoshipo” Chen megelus pucuk kepala Jin Yeong sambil tersenyum. Jin Yeong langsung tersenyum mendengar perkataan Chen.

“Ige mwoyeyo?? untuk siapa?” Tanya Jin Yeong sambil menunjuk kotak dengan ukuran tidak terlalu besar itu.

“itu untukmu,bukalah itu buah tangan dari China” dengan cepat Jin Yeong membuka kotaknya lalu dia tersenyum manis melihat isi dari kotak itu. disana terdapat sebuah dress berwarna peach dengan hiasanya pita yang menambah manis dress itu.

“ah ini cantik sekali, kau ini terlalu berlebihan, tapi gomawo Chen” Jin Yeong tersenyum lebar.

“tidak, aku memang sengaja membelikannya padamu, pasti kau terlihat manis jika memakai ini” ujar Chen sambil tetawa.

“ah kau ini” Jin Yeong memukul pundak Chen lembut.

“oh iya kenapa perusahaan mu ada di China?”

“karna orang tuaku yang memberikannya, makanya dulu aku ada di China, dari aku JHS aku sudah dibiasakan untuk mengurus perusahaan. Orang tuaku tidak mau perusahaanya hancur karna anak-anaknya tidak mengerti caranya menjalankan perusahaan” Jin Yeong mengangguk mengerti.

“lalu kau akan bulak-balik Korea-China terus nantinya?”

“orang tuaku mengharuskan aku untuk mengecek perusahaan jadi diminggu ketiga aku harus kesana tapi terserah kapan, biasanya tanggal 24-26 aku akan ke sana”

“oh kau sangat hebat Chen! Aku bangga padamu” ucap Jin Yeong sambil tertawa.

Bel pun berbunyi Jin Yeong menyimpan pemberian Chen ditasnya, lalu mereka kembali fokus kepada pelajaran.

“KRINGG!….” Bel isitirahat berbunyi.

Entah tersengat setan apa Chen mengajak Jin Yeong ke kantin, biasanya dia akan kekantin sendiri atau mereka akan makan, makanan yang Jin Yeong bawa. Tapi Jin Yeong menyetujui untuk makan bersama di kantin.

Kantin begitu ramai, terlebih disini penuh dengan Yeoja. Chen menarik tangan Jin Yeong untuk mencari tempat duduk. Saat sudah mendapatkannaya Chen segera memesan makanan untuknya dan Jin Yeong. Sebenarnya Jin Yeong tidak menyuruhnya memesan makanan tapi dia ingin memesankan makan untuknya. Chen sudah memampah nampan dengan 2 makanan diatasnya. Dia berjalan santai kemeja yang disana duduk manis seorang yeoja.

“ini untukmu” Chen memberikan makanan yang dia pesan tadi ke meja Jin Yeong.

“mwo? aku tidak pesankan” Jin Yeong mengaruk tenguknya yang tidak gatal itu.

“sudah anggap saja aku sedang menteraktirmu” Chen langsung memakan makananya lahap. Jin Yeong masih binggung tapi dia mengikuti Chen yaitu memakan makanan yang sudah dihidangkan dihadapannya.

Saat sedang asik makan matanya menangkap namja yang 2 hari ini dia tunggu. Ya Kai sudah kembali, disela-sela makannya dia tersenyum. ‘akhirnya aku bisa menari kembali’ Batinnya. Tapi tunggu kenapa kepulangannya sama dengan Chen? Ah mungkin kebetulan. Jin Yeong menepis pikirannya lagi.

Pulang sekolah kali ini Jin Yeong benar-benar bersemangat, dia melangkahkan kakinya menuju Yeong’s Crib. Sampai disana Jin Yeong tersenyum. Dia melihat  Kai sedang meliukan tubuhnya lentur. Dengan cepat Jin Yeong mengikuti gerakan yang dibuat oleh Kai. Tubuh Jin Yeong sudah mulai panas dan mengelurkan butiran keringat. Dan dia pun sudah mulai lelah, jadi dia memutuskan untuk kembali kerumah.

Dia menuju parkiran sepedanya, dia segera bejalan lebih cepat agar lebih cepat sampai lalu istirahat dirumah. dewi fortuna hari ini sedang marah mungkin kepada Jin Yeong, bagaimana tidak rantai sepeda Jin Yeong rusak. Dia menghembuskan nafasnya kasar. mau tidak mau dia harus berjalan untuk sampai kerumah, jarak dari sekolah kerumah Jin Yeong memang tidak begitu jauh tapi pasti itu akan membuat lelah, sangat lelah mungkin.

Jin Yeong mendorong sepedanya, dia mulai melangkahkan kakinya dengan malas. Perjalan lannya sudah hampir sepermpat jalan tapi kakinya sangat lelah dia benar-benar tidak kuat. Dia beristirahat ditepi jalan sambil mengipas-ngipaskan mukanya menggunakan tangannya.

Tiba-tiba sebuah mobil jaguar putih menyinari mata Jin Yeong dan hal itu membuat mata Jin Yeong menyipit, dia langsung berdiri untuk melihat siapa orang didalam sana. Orang didalamnya kini keluar, saat orang itu keluar Jin Yeong langsung menutup tangannya kemulut dia begitu kaget orang yang keluar adalah Kai. Orang yang selama ini dia kagumi dancenya bukan orangnya.

“apa yang kau lakukan disini gadis culun?” Tanyanya tiba-tiba.

“aku lelah aku berjalan dari sekolah karna sepedaku rusak” Jin Yeong tidak mengubris panggilan Kai.

“HAHAHA…” Tiba-tiba tawa namja itu lepas. Mungkin dia senang melihat orang lain menderita.

“kenapa kau tertawa? Kau senang melihat orang lain susah?” Jin Yeong menatapnya tajam.

“kau tau? Itu ulahku..”Pengakuan polos dari Kai membuat kepalan di tangan Jin Yeong.

“jadi kau sengaja melakukan itu? BODOH!” Kalimat terakhirnya pun ditekan.

“dengarkan dulu, tadinya aku pikir ini sepeda teman sekelasku, dia sangat menyebalkan seingatku sepedanya warnanya sama denganmu jadi aku melakukan hal itu pada sepedamu” Jin Yeong pun menghembuskan nafasnya kasar. puncak emosinya hampir membeludak keluar.

“ya yasudah” Jin Yeong pun bergegas berjalan kembali.

“tunggu! Coba sepedamu aku perbaiki mungkin bisa” Teriak Kai. dan Jin Yeong menyetujinya. Kai pun berjongkok untuk melihat sepeda Jin Yeong.

“hey kau tolong ambikan peralanku di bagasi” Pinta Kai. Jin Yeong mengangguk mengerti lalu mengambil kotak peralan yang Kai maksud. Lalu meberikannya pada Kai.

Jin Yeong ikut bejongkok tapi dia berhadapan dengan Kai, dia memandagi wajah Kai dengan seksama. Bukan terpesona tapi dia melihat sisi lain dari Kai, dia sangat lah bertanggung jawab. Tiba-tiba lamunan nya dihancurkan oleh suara berat Kai.

“hei culun ini sudah selesai, sepedamu sudah benar” Kai langsung berdiri lalu membersihkan tangannya yang kotor karna terkena oli. Jin Yeong pun mengikuti ikut berdiri.

“ah gomawo Kai-sshi” Jin Yeong tersenyum lalu menundukan tubuhnya sopan.

“kau tau namaku?” Kai mengeritkan dahinya.

‘’hm, siapa yang tidak tau kau, dan waktu itu aku sempat mendegar namamu dipanggil oleh kawan-kawanmu” Jujur saja Jin Yeong gugup mendapat pertanyaan itu.

Kai langsung mengambil kotak peralatannya dan melangkah kan kakinya masuk kedalam mobil. Tanpa basa-basi lagi dia langsung mengegas mobil nya dan melaju dengan kencang.

“apakah kau tidak menanyakan namaku Kai?” Dengus Jin Yeong. Mana mau dia menanyakan nama Gadis “culun” Jin Yeong tertawa miris.

Jin Yeong mengayuhkan sepedanya dengan cepat, dia baru ingat bahwa ponselnya mati pasti kedua orang tuanya kini tengah panik melihat putrinya belum pulang.

Jin Yeong langsung masuk dengan terburu-buru, benar saja dugaannya Nyonya dan Tuan Lee kini langsung menghampirinya dengan tatapan binggung.

“kenapa kau baru pulang?” Tanya Eommanya mengintrograsi.

“sepedaku rusak tadi Eomma jadi aku harus kebengkel dulu” Kata Jin Yeong bohong.

“yasudah cepat bersihkan tubuhmu lalu makan dan tidur” kata Nyonta Lee.

**

Hari minggu ini Nyonya Lee tetap bekerja, karna Nyonya Kim sedang sibuk dan tidak bisa mengurus rumahnya hari minggu ini. Jin Yeong pun menggantikan tugas Eommanya dirumah yaitu memasak, mencuci baju, mengosok baju dan lain-lain.

Pekerjaan rumahnya kini sudah selesai. Dia sedang menonton TV bersama adik kecilnya itu. baru beberapa menit berisitirahat ada Telepon masuk buru-buru dia mengankat teryatan Eommanya.

“yeoboseyo?”

“nak, bisakah kamu kerumah kediaman Kim? Eomma tidak kuat, Maag Eomma kambuh cepatlah kesini ne?”

“ah ne,ne” Jin Yeong buru-buru langsung bergegas menuju kesana. Alamat rumah keluarga Kim sudah dikirim oleh Nyonya Lee. Tapi pertama dia mengantarkan adiknya itu ke rumah kerabatnya untuk ditititpkan sebentar.

Dia sudah sampai di sebuah rumah yang bisa dibilang bukan rumah tapi istana. Besar? Wah sangatlah besar rumah Keluarga Kim. Dia berjalan menuju pos pejaga, dengan cepat sang penjaga menyuruhnya masuk, sebelumnya Eommanya sudah memberikan pesan pada penjaga keamanan itu.

Jin Yeong memencet bel, kedua kali memencet bel pintu terbuka, disana berdiri seorang wanita paruh baya yang sangat lah cantik, mukanya terlihat sangat kencang dan muda. Dia tersenyum manis.

“kau Lee Jin Yeong?” Tanyanya.

“ah ne, ahjumma” Jin Yeong memberikan senyumnya.

“na Kim Sang Yoo imnida, silakan masuk,kau sangat cantik” mukanya bersemu merah mendegar pujian dari Nyonya Kim. Nyonya Kim mengiring Jin Yeong menuju kamar pembantu disana.

“berapa umurmu Yeong?” Tanya Nyonya Kim.

“oh 16 tahun ahjumma” Jin Yeong memberikan senyumnya.

“masih sangat muda, kau sekolah dimana?”

“di Korean Internasional High School” seketika mata Nyonya Kim membulat.

“mwo? anakku juga bersekolah disana”

“ne? Siapa namanya ahjumma?”

“Kim Jong In dan Kim…” Nyonya Kim segera teringat sesuatu lalu mengurungkan niatnya untuk melanjutkan kata-katanya.

“ya Kim Jong In apakah kau mengenalnya?” Tanyanya lagi sambil tersenyum.

Jin  Yeong berpikir sejenak, sekilas dia pernah mendegar nama itu. tapi dengan sigap dia menggelengkan kepalanya lembut. Tapi ada sesusatu yang mengganjal dipikirannya kenapa Nyonya Kim tidak jadi berbicara apakah dia lupa nama anaknya? Itu susuatu yang mustahil.

“ah nak kamu sudah datang? Maaf Nyonya Kim aku jadi menyuruh putriku kesini” tiba-tiba saja Eomma Jin Yeong datang.

“ah gwenchanayo, malah tadi aku menyuruhmu pulang tapi kau malah tetap kekeh disini dan sekarang kau malah merepotkan putrimu yang cantik ini..” tangan Nyonya Kim mengelus kepala Jin Yeong lembut. Dan Jin Yeong hanya memberikan senyuman polosnya.

“yasudah aku tinggal dulu ne?” Nyonya Kim pergi meninggalkan Jin Yeong dan Eommanya.

Nyonya Lee telah mempersiapkan tugas untuk putrinya ini, pertama-tama dia menyuruh Jin Yeong mencuci pakaian, lalu mensetrika baju, setelah itu dia memasukan masing-masing baju itu ke pemiliknya.

Eommanya tetap mengawasi Jin Yeong yang sedang bekerja, dia sedikit khawatir jika pekerjaan putrinya salah. Dan dia membatu mensortir pakaian sang pemilik rumah.

“ini milik Tuan dan Nyonya Kim..” sambil memberikan beberapa tumpukan pakaian dan gantungan.

“ne, kamar mereka dimana Eomma?”

“dipojok lorong itu..” Nyonaya Lee menunjukan arahnya menggunakan tangannya. Dan Jin Yeong mengangguk mengerti.

Jin Yeong berjalan menuju kamar Nyonya Kim, lalu dia mngetuknya lembut memastikan apakah sang pemilik kamar ada didalam atau tidak.

“ne silakan masuk” teriakan lembut dari Nyonya Kim. Segera dia masuk kedalam dan disana Nyonya Kim menyambut dengan senyuman khasnya.

“mianhamida ahjumma aku hanya ini menaruh pakaian ahjumma”

“ne, masukan saja dilemari itu” Tangan Nyonya Kim menunjuk lemari besar yang berwarna keemasan.

“ne aku sudah selesai, permisi ahjumma”

“tunggu, duduklah disini sebentar” Tangan Nyonya Kim menepuk ujung kasur memberi isyarat untuk menyuruh Jin Yeong duduk di sampingnya. Dan Jin Yeong mengabulkannya dia duduk manis di samping Nyonya Kim.

Tangan Nyonya Kim mengelus lembut rambut Jin Yeong, dengan dahi yang megerut Jin Yeong beripikir ada apa dengan Nyonya Kim? Kenapa dia memperlakukannya layaknya anak perempuannya.

“kau sangat manis dan lucu..” Ujarnya tiba-tiba sambil tetap mengelus rambut Jin Yeong. Rasa hatinya kini sakit, air matanya dia tahan. Dia rindu dengan suasa seperti ini,menyisir rambut anaknya dan mengelusnya lembut. Sudah 3 tahun ini dia tidak bisa melakukan hal itu.

“ah ahjumma bisa saja” Jin Yeong sedikit senang dengan ucapan Nyonya Kim. Lalu matanya tertahan oleh sesuatu yang dipegang Nyonya Kim yaitu sebuah foto yeoja yang kira-kira lebih tua dari Jin Yeong.

“ahjumma apakah itu anak perempuan ahjumma?” pertanyaan itu sukses membuat hati Nyonya Kim bergejolak, hatinya kini semakin tidak karuan. Dia merinduka sekali putrinya itu.

“ne, dia anak perempuanku namanya Kim Hyojin”

“lalu dia kemana ahjumma? Mian jika aku bertanya tidak sopan” Jin Yeong merasa sangat tidak enak bertanya masalah pribadi kepada Nyonya Kim.

“dia sedang diluar kota, sudah kurang lebih 3 tahun” Nyonya Kim menahan air matanya.

“oh dia sangat lah cantik seperti ahjumma” puji Jin Yeong. Dan hal itu hanya di tanggapi dengan senyuman dari Nyonya Kim.

“bolehkan aku menggapmu sebagai anakku?” Pertanyaan itu sukses membuat mata Jin Yeong membulat.

“memangnya kenapa ahjumma? Bukannya ahjumma sudah mempunyainya?”

“gwenchanayo, anak perempuanku sangatlah jauh jadi aku sering rindu padanya, makanya kau sebagai pengantinya”

“ah, ne,ne baiklah ahjumma dengan senang hati aku akan menggapamu sebagai ibuku”

“jangan panggil aku ahjumma panggil aku Eomma saja arra?”

“tapi… itu terlalu berlebihan”

“ani, sudah seharunya anak itu memanggil ibunya dengan panggilan Eomma ne? Jika kau membutuhkan sesuatu kau bisa mengubungiku jangan sungkan-sungkan ne?” tangan lembut itu kembali mengelus puncak kepala Jin Yeong lembut.

“ah ne, Kim Eomma, aku harus kembali membantu Eommaku” Jin Yeong berdiri lalu tersenyum manis kepada Eomma dadakannya itu.

Jin Yeong sebenarnya binggung tapi apa boleh buat dia juga merasa iba dengan Kim Eomma. Dia masuk ruangan lalu melihat ibunya yang sedang tertidur. Dan dia memutuskan untuk mencari sendiri kamar tuan muda Kim itu.

Menurut instingnya, seorang anak biasanya ada dikamar atas. Jadi dia melangkahkan kakinya menuju kamar atas. Dia mencari kamar disana terdapat sebuah pintu yang dihiasi nama “Kim Jong In” setelah itu sebelah kamarnya bertuliskan nama seseorang tapi sudah dicpret-coret tebal jadi tidak terlihat hanya terlihat nama tengah yaitu “Jong” dan sebelahnya lagi terdapat nama “Kim Hyojin” kenapa hanya kamar yang ditengah namanya di coret-coret, ada apakah dengan keluarga ini.

Dia berjalan menuju kamar yang bertuliskan “Kim Jong In” lalu dia mengetuknya memastikan apakah didalam pemilik kamar ada atau tidak, sudah ke 6 kalinya Jin Yeong mengetuk pintu itu tapi hasilnya tetap tidak ada yang menjawab. Jadi dia memutuskan untuk masuk.

Perlahan tapi pasti disana dia tidak melihat pemilik kamar sama sekali, dibenaknya berpikir sang pemilik kamar mungkin sedang pergi. Dia menuju lemari besar berwarna coklat dan mulai merapihkan pakaian-pakaian yang berantakan itu. dasar namja lemari saja berantakan. Jin Yeong menggelengkan kepalanya. Dia membereskan lemari itu dengan telaten dan hati-hati.

“HYAAK APA YANG KAU LAKUKAN DISINI?!?” teriak seorang. Dengan cepat Jin Yeong mengarahkan kepalanya kepada sang sumber suara dia melihat namja itu hanya menggunakan handuk di pinggangnya. Dia langsung mebelalakan matanya dan mulutnya kini dia buka lebar-lebar. Muka Jin Yeong memerah malu karna melihat penampilan namja itu.

“aku, hm aku…” Kini Jin Yeong kaku di tempat tidak biasanya diaseperti ini. dia terlalu kaget dengan situasi seperti ini.

“kau mau maling ya? Kenapa mengacak-acak lemariku hah?!!!?” Namja itu semakin membuat Jin Yeong terpojok.

“hyak Kai! aku hanya membereskan pakaianmu!jangan salah paham!” jelas Jin Yeong.

“kau bohong! Mana ada maling mau mengaku. Apa yang kau car…..”

“AHHHH BABO!” teriakan Jin Yeong membuat Kai berhenti berbicara lalu dia binggung kenapa Yeoja itu malah berteriak sambil menutup mukanya.

Kai POV

Aku baru saja selesai mandi, segar sekali rasanya, jelas segar hari ini aku baru mandi sekali. Jorok? Tidak , namja tampan akan selalu terlihat tampat jika belum mandi pun. Seperti biasanya aku keluar dengan menggunakan handuk di pinggang, rambutku pun masih basah. Aku berjalan santai tapi saat aku menuju lemari aku melihat seorang Yeoja sedang mengobrak-abrikan lemariku, apa yang dia lakukan? Dia ingin mencuri? Bodoh apa yang dia cari dilemariku!

Bagaimana bisa dia masuk? Apakah dia sudah sangat lihai dalam masalah mencuri seperti ini? jangan-jangan dia adalah penggemar fanatikku dan dia ingin mengambil pakaian ku lalu menyantetku supaya aku tergila-gila padanya ah Aigooo! Gadis bodoh!.

“HYAAK APA YANG KAU LAKUKAN DISINI?!?” aku berteriak kencang, Yeoja itu membalikan tubuhnya betapa kagetnya aku, yeoja yang sedang mengobrak-abrikan lemariku adalah gadis culun itu.

Dia mencoba menjelaskan apa yang dia lalukan disini, aku tetap tidak percaya dengan dia katakan. Mana ada sih maling mau mengaku? Kalau iya pasti penjara sudah penuh. Akan aku laporkan dia pada Eomma dan Appa agar dia dilaporkan pada polisi.

“AHHHH BABO!” Yeoja itu berteriak histeris layakan seorang wanita yang diperkosa oleh namja. Seharunya aku yang berteriak kenapa jadi dia yang berteriak. Tanganya menutupi wajahnya, aku mulai berpikir sesuatu hal yang membuat wanita menutup mukanya adalah pati dia malu tapi apa yang mebuat dia malu? Cukup lama berpikir lalu matanya tertuju kebawah dan mukaku kini memerah, aku benar-benar malu karna kejadian ini. handukku terjatuh dilantai pantas saja dia berteriak seperti ingin diperkosa. Aku segera mengambil handuknya lalu membenarkannya lagi.

“hyak! Diam! Aku sudah memakai handukku lagi!” teriakku

“dasar namja bodoh! Makanya pakai baju dikamar mandi!” Omel yeoja itu.

“terserah, ini kamarku! Lagian setiap hari aku juga seperti itu” ujarku tak mau kalah.

“oh iya ingat jangan beritahu kejadian ini pada siapapun, maupun anak-anak sekolah termasuk The Wolf” sambungku lagi, aku sedikit khawatir dengan kejadian hari ini, bagaiman tidak ini adalah kejadian paling memalukan untuk ku.

Author POV

“hyakkk ada apa ini kenapa ribut sekali?” tiba-tiba Kim Eomma datang.

“Eomma dia mau maling kamarku!” teriak Kai, Jin Yeong langsung melotot kearah Kai.

“tidak Kim Eomma! Aku sedang membereskan lemari Kai yang berantakan itu” bela Jin Yeong.

“Kim Eomma? Dia Eommaku babo!” Kim Eomma kini menggelengkan kepalanya. Jelas-jelas ini salah paham. Tapi dia tersenyum melihat tingkah kedua anak ini bertengkar. sudah lama sekali dia tidak pernah melihat anaknya bertengkar. dia menjadi ingat ketika ketiga anaknya dulu waktu kecil bertengkar karna mainan atau masalah sepele saja dibuat bertengkar.

“sudah-sudah ini salah paham” Jelas Kim Eomma.

“Jongin, Jin Yeong itu anak Lee ahjumma dia kesini untuk mebantu Lee ahjjuma yang sedang sakit, nah dia sedang membereskan lemarimu yang layaknya tempat sampah itu, harusnya kau berterima kasih padanya bukan mencaci makinya” Jin Yeong tersenyum menang kearah Kai. dia langsung mejulurkan lidahnya kearah Kai, dan Kai dia langsung melotot kearah Jin Yeong seram. Kini Kai tau siapa nama Yeoja culun dan kampungan itu. Lee Jin Yeong begitu lah namanya.

“awas aku mau ambil pakaianku!”

“ini hanya rahasia kita, jika kau sampai membeberkan hal tadi kau akan mati Lee Jin Yeong” Kai menekankan kalimat terakhirnya. Dan Jin Yeong langsung mengarahkan kepalanya lalu menatap Kai tajam.

Kai berlalu kekamar mandi dan Kim Eomma pun turun kebawah. Jin Yeong kembali melanjutkan aktivitasnya yaitu membereskan lemari namja bodoh itu.

Selang beberapa menit Kai kembali lalu dia langsung merebahkan tubuhnya ke kasur dan menyalakan TV. Dia menatap tubuh Yeoja itu dari belakang lalu tersenyum meremehkan. Jin Yeong sudah selesai lalu segera keluar kamar tanpa berbicara sepatah kata pun.

“Keong berhenti!” Kai memanggil Jin Yeong layaknya pembantu. Jin Yeong menatapnya tajam.

“Keong? cih” Jin Yeong memalingkan mukanya.

“ingat! Kau harus merahasiakan ini kepada orang-orang! Atau kau akan tau akibatnya” Kai memberikan smirk jahatnya kepada Jin Yeong. Jin Yeong berlalu kebawah. Waktu nya untuk pulang hari ini Kim Eomma berbaik hati mereka menyuruh Appa Jin Yeong untuk membawa mobilnya pulang.

Dirumah Jin Yeong langsung membaringkan tubuhnya secara kasar. lalu dia kembali teringat oleh peristiwa yang memalukan itu, jadi  anak keluarga Kim adalah Kai, dan nama nya adalah Kim Jong In. Selama ini dia baru tahu kalau Kai itu bernama asli Kim Jong In.

Peristiwa tadi bisa dibilang memalukan tapi lucu. Bayangkan saja Jin Yeong melihat namja itu tanpa sehelai pakaian. Untunglah dia tidak melihat yang aneh-aneh.

**

Park saem sudah duduk cantik dimeja kelas. Hari ini dia akan memberika tugas kelompok 2 kelompok 2 orang dan memilih partnernya dengan bebas. Jin Yeong melihat kearah Chen yang di kererubuti oleh yeoja-yeoja kelas. Semua orang ingin satu kelompok dengan nya. Jin Yeong hanya pasrah menerima siapa nanti patnernya.

“kalian semua membuat telingaku sakit! Kalian dengar aku akan kelompok bersama Jin Yeong” Jin Yeong membuka mulutnya lebar-lebar. Semua yeoja yang berebut Chen tadi langsung menatap nya tajam.

“kau mau satu kelompok dengan gadis jelek ini?” Tanya seorang yeoja sambil menujuk muka Jin Yeong.

“ne, ada masalah?” Tanya Chen dengan nada mengintimidasi.  Jin Yeong hanya menundukan kepalanya.

Yeoja-yeoja tadi langsung meninggalkan Chen dan Jin Yeong. Tangan Chen langsung menggenam tangan Jin Yeong untuk memberi semangat kepada yeoja ini. Dengan segera Jin Yeong melepas tangan Chen karna dia merasa risih dengan semua mata yang tengah menuju kearah mereka.

“jangan dengarkan kata mereka” Chen tersenyum manis, membuat hati Jin Yeong tenang. Dan Jin Yeong hanya mengganguk sambil membalas senyuman manis Chen.

“baik anak-anak kalian sudah mendapa partner kelompok kan? Tugasnya adalah membuat makalah tentang binatang yang punah didunia dan di korea, tugas dikumpulkan 2 minggu lagi” semua murid menggangukan kepalanya mengerti.

Jam pelajaran berganti, semua murid berganti baju karna ini adalah pertama kalinya perlajaran olahraga di lapangan, minggu kemarin guru olahraga hanya mengajar dikelas untuk perkenalan.

Jin Yeong menguncir rambutnya tinggi dan melepas kacamatanya karna saat pelajaran olahraga dilarang memakai kacamata. Chen sudah kembali dari kamar mandi dia terkejut melihat Jin Yeong tanpa kacamata tebalnya.

“ya, kau terlihat lebuh cantik jika tidak menggunakan kacamata” pujinya.

“mwo? sekalinya jelek tetap saja jelek mau dilepas kacamatanya tetap saja culun” ujar tiba-tiba yeoja yang tadi dibentak oleh Chen yang bernama Hyoyeon.

“diam kau cantik!” teriak Chen dengan menekankan kalimatnya yang terakhir. Hyoyeon langsung keluar sambil berkomat-kamit.

“kajja, kita kelapangan” Tangan Chen langsung menarik lengan Jin Yeong, lalu dia tersenyum.

Dilapangan sudah berkumpul seluruh murid kelas 1A. Banyak murid yeoja yang berteriak atau marah-marah karna matahari sangatlah terik. Hari ini Kang Saem memberikan materi bola Volly. Jin Yeong langsung malas karna dia benci sekali dengan olahraga terlebih kepada volly.

Para murid bergantian mengserving bola, kini giliran Chen mengserving dengan sekali pukul bola melambung melewati net. Semua orang bertepuk tangan dan yang jelas yeoha berteriak sambil memuji Chen.

Giliran Jin Yeong mengserving bola, pertama kali saja sudah gagal, untung lah Kang Saem berbaik hati memberikan kesempatan kedua kepada Jin Yeong.

“Bukkk…” begitulah hasil pukulan Jin Yeong, bola melayang tapi tidak melewati net tapi malah mengenai seorang murid. Jin Yeong langsung menutup mulutnya dengan tangan karna kaget. Segera dia berlari kearah korban yang ternya adalah Kai. Kai lewat lapangan karna dia harus ke ruang guru untuk memanggil gurunya tapi nasib baik tidak berpihak padai Kai.

“Mian, Gwenchana?” tanya Jin Yeong khawatir.

“dasar gadis culun! Appo!” Teriak Kai sambil mengelus kepalanya.

“Mian, aku tidak sengaja omo! kening mu berdarah, aku antar ke ruang kesehatan ne?” Jin Yeong langsung menarik tangan Kai, dan Kai menerimanya. Dan Jin Yeong mengiring Kai menuju ruang kesehatan.

Jin Yeong segera mecari kotak P3K dengan sigap dia menghampiri Kai yang sedang memijit pelipisnya. Jin Yeong mengobati dengan membersihkan darah menggunakan alkohol. Saat kapas ditempelkan Kai langsung berteriak.

“Mian, Gwenchana?” Tanya Jin Yeong.

“pelan-pelan, kau tau ini sangat sakit” Kai langsung menatap mata Jin Yeong. Karna Kai terlalu tinggi jadi Jin Yeong berdiri lalu tangannya langsung menopang dagu Kai agar menatapnya keatas.

Kai terdiam melihat Jin Yeong dari atas seperti ini, manik matanya langsung menyusuri setiap inci muka Jin Yeong. Dia pertama kali melihat Jin Yeong tidak menggunakan kacamatanya. Dan itu terlihat cantik Kai benar-benar terpesona sampai tidak merasakan sakit di keningnya lagi.

Jin Yeong sedikit risih dengan tatapan Kai, matanya seperti memperhatikan wajahnya. Tapi dia berpikir bahwa Kai memperhatikannya karna kesal dengan kejadian tadi.

“selesai, Mianhae Kai-sshi” tiba-tiba Kai terbuyar dari lamunannya.

“ne, lain kali hati-hati culun” Kai pergi langsung beranjak pergi meninggalkan Jin Yeong sendiri diruangan.

Saat Kai keluar dia berpapasan dengan Chen, ada yang aneh mereka saling tatap dengan tatapan yang mematika, tatapan kebencian itulah yang Jin Yeong tangkap, cukup lama mereka menatap dan Kai langsung berlalu pergi. Chen pun menghampiri Jin Yeong.

“kajja, kita makan kekantin ne?” Ajak Chen ramah. Jin Yeong mengangguk memberikan isyarat bahwa dia menyetujui.

**

Pelajaran terakhir tengah dimulai, semua murid kini tengah melawan rasa malasnya dan tentu kantuknya. Jin Yeong langsung melihat sekeliling banyak murid yang sedang bercanda atau ngobrol, ada juga yang tidur atau malah ada yang mendegarkan lagu. Begitulah suasana kelas saat pelajaran terakhir ditambah guru yang mengajar sudahlah tua dan membosankan. Jin Yeong merasakan ada yang bergetar di kantongnya ponselnya bergetar. Segera dia mengecek dan terdapat satu pesan disana.

From: Beloved Eomma

“nak, nanti pulang sekolah langsung kerumah keluarga kim ne? Nyonya Kim ingin bertemu denganmu”

Dengan kening yang mengerut Jin Yeong berpikir, kenapa Kim Eomma menyuruhnya kerumah. Mungkin dia merindukan putrinya jadi dia menyuruhku untuk datang.

To: Beloved Eomma

“ne Eomma”

Akhirnya bel pun berbunyi tergambar sekali kebahagian saat bel berbunyi semua murid langsung bersorak kegirangan. Jin Yeong langsung membereskan barang-barangnya dengan buru-buru.

“aku pulang duluan ya, sampai bertemu besok annyeong” Chen mengelus pucuk kepala Jin Yeong. Jin Yeong hanya menebarkan senyum sambil melambaikan tangannya ke Chen.

 

 

-To Be Continue-

 

Setelah melihat perkembangan part 1 akhirnya aku melanjutkan part 2 nih, btw pada nungguin ga nih? (pede bgt-_-). Oh iya makasih ya buat paa readers yang udah baca ini FF, dan tentu buat comment yang selalu bikin aku senyum-senyum dan semangat buatlanjutin ini FF. Thank you so much guys!.

Sebagai readers yang baik, mohon tinggalkan jejak dengan memberikan komentar tentang fanfiction ini. jika kalian komentar disetiap fanfiction aku, berarti kalian sudah menyumbangkan 1 semangat untuk aku. Oh iya setiap komentar harus baik ya no bashing dan kalo bisa yang membangun^^. Saranghaeyo chingudeul<3 kecup basah dari all member EXO:*.

18 pemikiran pada “Love Actually [#2]

  1. Aku bari baca sekarang coba ㅠㅠ mian thor
    Kai sama chen itu sodaraankan? Iya kan sodaraan?
    Ya ampun kejadian di kamar itu sangat memalukan, emang apa yg bakal kai lakuin klo jinyeong ngumbar aibnya? Jangan2…
    Kaoan chap3 ny thor? Di tunggu loh

  2. Makin kereen >.< aku suka ffnyaa. Ada masalah apa kai sama Chen? Aku nge ship Yeong sama Chen. Tapi main castnya Kai yaa. Pokoknya keren deh. Keep writing loh eon ^^

  3. omg helloww , akhirnya ketemu ff kai lagi 😀 #lebay ff nya keren banget thor , greget sama karakternya sii kkamjong 😀 i’ll be wait youre post thor hwaiting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s