Life Nothing Perfect (Chapter 2)

1001972_624697297615317_5834897937209519885_n

Judul                : Life Nothing Perfect

Cast                 : Oh Sehun

                 Jang Hyun Mi

                 Other Cast

   Genre              : Hurt, Sad, Marriage Life

Annyeong readerdeul semua, author balik lagi dengan ff Life Nothing Perfect Chapter 2. Maaf Kalo ngepostnya kelamaan soalnya kemarin author lagi banyak acara di sekolah jadi ga sempet untuk ngirim ff ini. Makasih banyak buat RCL kalian. Comentnya semuanya membangun dan membuat author semangat untukmelanjutkan ff ini

Di chapter 2 ini author ngejanjiin sehun bakal muncul dan author sudah menepatinya,walaupun sempet bingung di bagian mana author akan memasukan uri sehunnie di chapter ini,

RCL disini sangat dibutuhkan.. Gomawo^^

HAPPY READING~~~~~

Review…

” Halmeoni? ”
hyunmi terheran melihat nama yang tertera di ponselnya, ia buru-buru menjawab panggilan itu.

” Yeobeoseyo, waegeurae Halmeoni ?”
” yeobeoseyo, neo eodiya jigeum hyunmi-ya ?”
” aku? aku baru saja akan pulang halmeoni. halmeoni dimana? dan apa yang terjadi kenapa halmeoni terdengar begitu panik”
” Harabeoji mu hyunmi-ya. Harabeoji mu!!”
” kenapa dengan harabeoji, halmeoni?”
” Harabeoji mu……”

*In Hospital

Author P.O.V

Terlihat halmeoni hyunmi sangat gelisah di depan ruang operasi. Dia sangat cemas menanti lampu ruang operasi itu mati.
Dalam hati beliau berdoa agar operasi berjalan lancar dan harabeoji hyunmi selamat.

*Koridor Rumah Sakit

Hyunmi terlihat panik dan tergesa-gesa dalam jalannya.
Ia sangat cemas saat mendapat telepon dari halmeoninya bahwa harabeojinya di larikan ke rumah sakit.

“Halmeoni, apa yang teradi? ada apa dengan harabeoji ? kenapa harabeoji bisa di bawa ke rumah sakit halmeoni? ” pertanyaan beruntun terucap begitu saja oleh hyunmi yang ditujukan untuk halmeoninya yang sedang duduk di kursi tunggu ruang operasi.

Halmeoni hyunmi melirik ke ruang operasi, lalu kembali menatap hyunmi yang tengah menatap halmeoninya dengan cemas dan rasa takut semuanya menjadi satu.

Hyunmi benar-benar takut mendengar hal yang buruk yang akan di ucapkan halmeoninya.

Halmeoni menghela nafas dan dia meyakinkan dirinya untuk memberitahukan keadaan harabeoji.

” Hyunmi, harabeoji mu mengalami gagal jantung. tadi saat harabeoji mu pergi ke ladang tuan kim ia terpeleset dan harabeoji mu tiba-tiba merasakan sesak yang sebelumnya tidak pernah ia alami. Halmeoni sungguh takut saat mengetahui itu dari teman harabeoji mu, Hyunmi berdoalah agar harabeoji mu di dalam sana selamat dan akan bersama-sama kita lagi.”

Ucap halmeoni hyunmi sambil memeluk cucu kesayangannya itu. Hyunmi mendengar itu sangat syok.

Dia berpikir ini tidak mungkin terjadi. hyunmi tidak mau orang yang ia sayangi meninggalkannya. sudah cukup ibunya meninggalkannya.

* 3 Hours Later

Lampu operasi telah mati. menandakan operasi telah selesai.
Dokter pun keluar beserta suster yang membantunya.

Hyunmi segera berdiri dan menemui dokter itu. “Dokter, bagaimana keadaan harabeoji saya? operasinya berhasilkan?? iyaa kan dok? jawab saya dok! ”

Pertanyaan hyunmi begitu beruntun hingga membuat sang dokter kebingungan.

“Hyunmi tenanglah, biar dokter menjelaskannya dahulu.” Halmeoni hyunmi menenangkan hyunmi sambil merangkul tubuh kecil hyunmi. halmeoni berusaha terlihat tegar, walaupun sebenarnya rasa khawatirnya mungkin lebih besar dari rasa khawatir yang hyunmi rasakan.

“Bagaimana keadaan suami saya dokter? ”

Dokter itu terlihat menghela nafas, tetapi akhirnya ia tersenyum cerah kepada hyumi dan halmeoni. ” Tn. Han berhasil menjalani operasinya. walaupun sebelumnya beliau sempat kejang dan tekanan darahnya meninggi. Tetapi itu semua terlewati begitu saja dan saya yakin ini semua berkat doa dari halmeoni dan cucu halmeoni ini. ”

Hyunmi mendengar itu sangat senang, begitu pula dengan halmeoni. Mereka berdua berpelukan dan menangis bahagia.

“Terima kasih dokter, terima kasih banyak! ” hyunmi mengucapkan kata terima kasih sambil membungkuk dan memegang tangan dokter itu.

“Sama-sama, ini juga berkat doa kau dan Halmeoni mu” dokter itu berujar sambil memegang bahu hyunmi

“Baiklah, saya harus kembali ke ruangan saya. Tn. Han akan di pindahkan ke ruang inap dan anda boleh menjenguknya. Saya permisi dulu”
Dokter itu berpamitan dan membungkukkan badan lalu pergi bersama suster.

* Ruang Inap

Hyunmi P.O.V

Aku sangat tidak menyangka mengapa harabeoji bisa sampai seperti ini. aku sangat khawatir saat halmeoni menelepon ku dan memberitahu bahwa harabeoji dilarikan ke rumah sakit.

Tetapi aku sekarang lega karena harabeoji telah selesai melakukan operasi dan sekarang berada di ruang inap.
Harabeoji lekas sembuh Hyunmi menyayangi harabeoji.

Author P.O.V

Hyunmi sedang duduk di kursi sebelah tempat tidur harabeojinya. Ia terlihat mengantuk, berulang kali hyunmi menguap.

” Kemana perginya halmeoni, tadi ia bilang ingin menemui dokter. Tetapi kenapa lama sekali ” gumam hyunmi sambil sesekali ia menguap lagi.

* Taman Rumah sakit

Terlihat halmeoni duduk di bangku taman rumah sakit dengan seorang wanita paruh baya yang kira-kira umurnya sama dengan halmeoni.

Mereka terlihat membicarakan suatu hal yang penting, karena terlihat dari raut wajah halmeoni yang sangat serius.

” Begini Ny. Han saya langsung pada intinya saja. Kau tahu bahwa suami ku telah mendonorkan jantungnya pada suami mu. dan itu berarti kau telah memiliki hutang budi pada keluarga ku. jadi begini, sebelum suami ku meninggal ia berwasiat akan mendonorkan jantungnya kepada yang membutuhkan. ” Ujar wanita paruh baya itu sambil menatap langit yang kala itu bertabur bintang yang indah dan berkelap-kelip.

” Hahhh… entah kenapa aku merasa bingung. bisa-bisanya ia melakukan kegiatan sosial yang biasa ia lakukan saat dia masih sehat di saat sekarang ini ia di ujung maut. Dan ia meminta siapapun yang menerima donor jantungnya jika memiliki anak atau cucu laki-laki untuk di angkat menjadi bagian dari keluarga kami dan jika mempunyai anak atau cucu wanita beliau meminta untuk dijodohkan dengan cucu tunggal kami. ” wanita itu terlihat menerawang menatap langit. Halmeoni masih setia mendengarkan lantunan kalimat yang di ucapkan wanita di sampingnya itu.

” Lalu bagaimana, siapa yang kau miliki untuk membalas budi keluarga ku dan memenuhi wasiat suami ku ?”
Tanya Wanita paruh baya itu dengan menatap ke arah halmeoni hyunmi.

Halmeoni terlihat berpikir. Ia hanya memiliki hyunmi, dalam benaknya ia tak mau melibatkan hyunmi pada hutang budi ini.
Tetapi bagaimana, ini juga merupakan wasiat yang diberikan kepada keluarganya dari pendonor yang ia ketahui bernama Oh Meok Jin seorang pengusaha properti yang sudah memiliki beberapa cabang di negara-negara eropa dan asia.

” Saya memiliki seorang cucu perempuan yang masih bersekolah di tingkat akhir nyonya. tapi saya harus membicarakan perihal ini kepada cucu saya, jadi saya belum bisa mengambil keputusan nyonya. Maafkan saya. ” Ucap halmeoni sambil mendukan kepalanya. ia juga tengah berpikir bagaimana caranya menyampaikan ini semua ke hyunmi, halmeoni takut hyunmi tidak bisa menerima ini semua.

” Baiklah, segera beritahu cucu mu itu. datang ke rumah ku setelah memberitahunya. ini kartu nama ku, disana ada No. Ponsel ku dan alamat rumah ku. Bawa dia ke rumah ku.” Wanita paruh baya itu memberikan kartu namanya dan segera bangun dari duduknya.

” Dan satu lagi, Kau tidak perlu khawatir tentang administrasinya karena itu semua sudah ditangani oleh pengacara suami ku. Baiklah aku pamit. Sampai ketemu di rumah ku nanti.”
Halmeoni pun bangkit dan berterima kasih pada Ny. Oh

” Terima Kasih banyak Nyonya! ”

Ny. Oh mengagguk dan pergi meninggalkan halmeoni sendirian di taman itu.

” Hyunmi apa yang harus halmeoni lakukan ”

* Kediaman Keluarga Oh

Ny. Oh tiba di kediamannya setelah mengunjungi Halmeoni Han tadi.
Ia memasuki kediamannya yang bak istana barbie. saat ia masuk para maid di rumah itu langsung membentuk barisan di depan pintu masuk dan membungkukkan badan mereka saat Ny. Oh tiba di dalam rumah.

Seorang kepala maid disana menghampiri Ny. Oh, Ia membungkukan badan dan memberi salam kepada Ny. Oh.
” Selamat Malam, Nyonya. ”

Ny. Oh mengangguk dan ia bertanya kepada kepala maid itu.
” Kepala maid shin, Dimana sehun? apa dia sudah pulang dari kantor? ”

Kepala maid itu menjawab ” Sudah Nyonya, Tuan muda Sehun baru saja menyelesaikan makan malamnya dan sekarang tuan muda sedang berada di ruang kerjanya Nyonya. ”

” Ahh begitu, suruh dia menemuiku di kamar ku Kepala maid shin.” ujar Nyonya oh pada kepala pelayan di hadapannya ini.

” Baik nyonya, saya mengerti.”
Kepala maid shin membungkukan badan dan segera menuju ruang kerja Tn. Muda sehun.

Kepala maid itu bergegas menuju ruang kerja sehun,

Tokk… Tokk…

” Tuan muda, ini saya kepala maid shin ”

Kepala maid shin mengetuk pintu ruang kerja sehun dan memberitahukan bahwa dia yang mengetuk pintu itu.

” Ya, Masuk saja ahjussi. ”
ujar sehun sambil tetap berkutat dengan file-file yang ada di mejanya saat ini.

” Tuan muda, anda di minta untuk menemui nyonya besar di kamarnya sekarang juga.”

” Baiklah aku akan menemui Halmeoni, Terima kasih ahjussi. Kau boleh keluar. ”

Setelah mendengar dari kepala maid shin bahwa ia diminta untuk menemui halmeoninya, Sehun bergegas menuju kamar halmeoninya. Ia tak mau sampai halmeoninya itu marah hanya karena dia datang dengan lama.

Nyonya shin yang sedang membaca buku di atas ranjangnya tiba-tiba mendengar suara ketukan yang berasal dari daun pintu kamarnya.

Tokk… Tokkk..
” Halmeoni, ini aku sehun. ”

Nyonya oh yang mendengar bahwa ketukan pintu itu dari cucunya sehun, ia menyuruh sehun untuk masuk.
” Masuklah Sehunnie !”

Setelah mendapat izin dari nyonya oh untuk masuk, sehun pun masuk dan melihat nyonya oh sedang duduk bersandar dengan sebuah buku di tangannya.

Sehun segera menghampiri nyonya oh dan membungkuk memberi salam hormat.

” Kemarilah sehunnie! ”
Nyonya oh meminta sehun untuk duduk di atas ranjang.

” Ya halmeoni, ada apa memanggil ku halmeoni? ”
Tanya Sehun setelah ia duduk berhadapan dengan nyonya oh di atas ranjang.

” Halmeoni langsung pada intinya saja sehunnie, sebenarnya hal ini akan di beritahukan padamu saat pembacaan wasiat Harabeoji mu oleh pengcara choi lusa nanti. Tapi halmeoni ingin kau tahu lebih dulu dari halmeoni langsung. ”
Nyonya oh tampak menghela nafasnya ia sedikit pusing.
Takut menerima penolakan dari sehun.

” Baiklah halmeoni, apa itu? ”
sehun tampak penasaran dengan apa yang akan diberitahukan nyonya oh kepadanya.

” Sehunnie, kau akan dijodohkan dengan cucu yang menerima donor jantung dari harabeoji mu. ”

” Apaaaa dii.. dijodoh… kan!! ”
Sehun begitu terkejut mendengar perkataan dari nyonya oh. Ia tak pernah menyangka bahwa nyonya oh akan mengatakan hal seperti ini padanya.

” Ya sehunnie, maafkan halmeonie. halmeoni juga tidak bisa berbuat apa-apa, ini merupakan salah satu wasiat yang harabeoji mu berikan untuk mu. jadi halmeoni mohon kau menerimanya sehun. ”

Nyonya oh begitu lega saat menyampaikan itu, walaupun ia masih sangat takut jika sehun menolaknya.

” Halmeoni sudah menelepon eomma mu untuk memberitahukan hal ini, dan ia hanya bisa mengikuti semua keputusan mu sehunnie. abeoji mu pun begitu, dan lusa mereka akan datang ke rumah ini untuk menanyakan keputusan mu. ”
ujar nyonya oh sambil menatap sehun yang sedari tadi bungkam dengan raut wajah yang syok dan frustasi.

” Pikirkanlah sehun, ingat ini adalah wasiat harabeoji mu. halmeoni percaya kau akan memutuskan hal yang terbaik sehunnie.”

sehun terlihat menghela nafas dan ia menatap nyonya oh.
” Baik halmeonie, aku akan memikirkannya. aku permisi dulu.”

sehun segera beranjak dari duduknya dan ia pergi dari kamar nyonya oh untuk kembali ke kamarnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

* Kamar Sehun

Sehun P.O.V

Braakkk

aku menutup pintu kamar ku dengan sangat kesal.
bagaimana tidak kesal, aku akan dijodohkan dengan cucu yang menerima donor dari harabeoji ku.

Ini sungguh gila, benar-benar membuat ku frustasi.
ya tuhan bagaimana ini bisa terjadi pada ku.

Aku sungguh tak ingin ini terjadi, tapi jika aku tak menuruti wasiat dari harabeoji bisa-bisa aku akan selalu dihantui rasa bersalah pada harabeoji.

Harabeoji akan merasa kecewa padaku di atas sana.

” Haahhhh, Ini benar-benar membuat ku gila ”

To Be Continued

Maaf kalo misalnya ff chapter 2 ini masih kurang panjang, author sudah berusaha sangat keras untuk ff ini, maaf juga kalo misalnya ada yang kecewa uri sehunnie masuk di chapter ini hanya di bagian akhir saja, maaf ya author mengecewakan reader *Bow

Ditunggu Chapter Selanjutnya, semoga masih mau baca ff abal ini

Gamsahamnida *Bow

Pay Pay

Iklan

37 pemikiran pada “Life Nothing Perfect (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s