You Can See Me, Right..? (Chapter 3)

 new-picture-31

Title                       : You Can See Me, Right..?

Author                  : Zhang Wen Qian

Length                  : Chaptered

Genre                   : Friendship, Mystery (maybe),  School Life (bit) , Romance (bit/maybe),  Sad (bit/maybe)

Main Cast           : Kim Jongin (Kai), Jung Eunji, Byun Baekhyun

Other Cast          : Kim Namjoo, Sohn Naeun, etc

 

You Can See Me, Right..?—[Chapter 3]

 

“ini dia..” tunjuk mahasiswa itu.

 

Terlihat itu foto Jongsoo bersama salah satu orang namja.

 

“bisakah kau mengirimnya..?”

 

***

 

 

“sudah kubilang aku sedang mencari seseorang, aku tidak sengaja masuk kemar itu..” jelas Eunji yang terlihat lelah menjelaskannya.

 

Terlihat namja ber-jas yang diikuti Baekhyun dan Eunji tadi. Tiba-tiba Baekhyun masuk dengan tergesa-gesa karena habis berlari. Baekhyun sedikit terkejut melihat namja berjas itu barada disitu juga.

 

“apa kau keluarganya..?” Tanya salah satu dokter jaga yang tadi menginterogasi Eunji.

“ne, aku oppa-nya” jawab Baekhyun.

 

“oppa, jelaskan kepada mereka kalau kita disini juga sedang mencari seseorang..” kata Eunji manja sambil menggandeng tangan Baekhyun.

 

Baekhyun yang merasa salah tingkah pun bingung harus menjawab apa.

 

“eo..? ne, kami sedang mencari orang. Maaf, bila adikku berbuat yang tidak seharusnya..” Baekhyun memohon maaf dengan memberi hormat.

 

“baiklah, kalian boleh keluar..”

 

Namja ber-jas hitam itu lalu mengambil handphone-nya yang berada dikantong jasnya lalu menelpon seseorang.

 

“maaf, tadi ada seorang yeoja yang ingin masuk kedalam kamar tuan tapi dia mengatakan kalau dia tidak sengaja. Jadi, apa yang harus kita lakukan?” kata namja itu ditelepon.

 

“…..”

 

“baiklah, aku mengerti..” kata namja itu setelah menerima jawaban dari orang disebrang sana.

 

***

 

“aish, hampir saja aku mati berdiri..” kata Eunji yang berusaha menenangkan dirinya.

 

Sedangkan Baekhyun masih focus untuk membawa mobilnya.

 

“tapi, kenapa kau tiba-tiba memanggilku oppa..?” Tanya Baekhyun yang sepertinya malu.

 

“karena kau mengaku oppa-ku, tapi kau cukup pintar juga dalam situasi seperti itu” puji Eunji.

 

Tanpa sengaja Eunji melihat kearah spion yang berada disebelah kanan mobil.

 

“hei, bukankah itu mobil yang tadi kita ikuti..?” kata Eunji sambil tetap melihat kearah spion tersebut.

 

Baekhyun pun mencoba melihat kearah spion yang berada disebelah kiri mobil.

 

“benar, itu mobilnya. Apa mereka mengikuti kita..?” Tanya Baekhyun sambil melihat kearah spion itu.

 

“belok kanan..” perintah Eunji.

 

“mwo..? kita harus lurus, kau mau kemana..?” Tanya Baekhyun bingung.

 

“belok kanan cepat…” suruh Eunji lagi.

 

Baekhyun yang merasa bingung pun membelokkan mobilnya kearah jalan yang berada disebalah kanan. Eunji lalu tersenyum licik.

 

“kau benar, kita diikuti..” kata Eunji yang melihat mobil berwarna hitam yang berada dibelakangnya.

 

“berhenti didepan..” suruh Eunji lagi.

 

“mwo..?” Baekhyun semakin bingung dengan apa yang dimaksud oleh Eunji.

 

“aish, palli..” perintah Eunji lebih keras.

 

Baekhyun pun menghentikan mbilnya disebelah badan kiri jalan.

 

“kita turun lalu lari sekencangnya ke gang kecil itu” Eunji yang sudah bersiap melepaskan sabuk pengamannya.

 

“sebenarnya apa yang ingin kau lakukan..?” Tanya Baekhyun yang masih bingung dengan apa yang akan dilakukan oleh Eunji.

 

“1,2, sekarang…” Eunji langsungmembuka pintu mobilnya dan berlari menuju ke gang kecil itu.

 

Baekhyun yang melihat Eunji berlari pun cepat-cepat melepas sabuk pengamannya lalu mengambil kunci mobilnya dan ikut berlari kearah Eunji berlari.

 

“aish..” gumam namja ber-jas hitam itu ketika melihat Baekhyun dan Eunji berlari.

 

Namja itu pun mencoba mengejar Baekhyun dan Eunji. Mereka berlari menyusuri gang yang kotor dan bau. Namja it terus berlari. Tapi tiba-tiba jalan terpisah menjadi 2, namja itu pun memutuskan untuk berlari terus. Namja itu lalu melihat Eunji dan Baekhyun sedang mengobrol dengan seorang ahjumma penjual jajanan.

 

“eomma, aku tidak bisa menemukan Sehun dirumah sakit. Tadi saja aku hampir ditangkap karena salah memasuki kamar, lebih baik eomma ikut aku sekarang..” Eunji memohon.

 

“baiklah, tunggu eomma bereskan dagangan eomma dulu..” kata ahjumma itu.

 

Namja ber-jas itu sedikit bingung. Namja itu pun memutuskan untuk pergi.

 

“ahjumma, gumawoyo..” Eunji tersenyum ketika melihat namja itu pergi.

 

“ne, agasshi..”

 

“kajja.” Ajak Eunji yang mulai berjalan sambil tersenyum kemenangan.

 

“wah, kau benar-benar cerdas.. bagaimana bisa kau berfikir dengan waktu yang mengejar seperti itu..” Baekhyun yang mencoba menayamakan langkahnya dengan Eunji.

 

“naega jjang-ya..” Eunji memuji dirinya sambil tetap tersenyum dengan gayanya.

 

“tapi, siapa Sehun..?” Baekhyun ingung.

 

“cinta pertamaku..” jawab Eunji langsung.

 

“mwo..?” Baekhyun menghentikan langkahnya karena terkejut.

 

***

 

“ah, jadi ini oppa-nya Namjoo..” kata Baekhyun yang sedang memegang handphone Kai.

 

“wah, oppa-mu lumayan tampan..” Eunji tersenyum melihat ke handphone yang dipegang Baekhyun.

 

Baekhyun lalu menatap Eunji tajam.

 

“mwo..?” Tanya Eunji yang melihat tatapan Baekhyun.

 

Baekhyun hanya diam lalu meletakkan handphone Kai diatas meja.

 

“jadi, apa kalian menemukan sesuatu..?” Tanya Kai yang melihat kearah Baekhyun dan Eunji secara bergantian.

 

“kami juga tidak tahu kalau ini ada hubungannya atau tidak tapi sepertinya ada sesuatu yang aneh dari ibu tiri Namjoo..” kata Eunji sambil melipat kedua tangannya didada lalu menyenderkan tubuhnya kesofa.

 

“aneh bagaimana..?” Tanya Kai penasaran.

 

“dia membayar seseorang untuk mengawasi seseorang dirumah sakit..” tambah Baekhyun lagi.

 

“rumah sakit..? nugu..?” Tanya Kai yang semakin penasaran dan bingung.

 

“Eunji ingin masuk dan memfotonya tapi ada alarm dikamar itu, dan Eunji hampir saja dilaporkan kepolisi. Orang suruhan ibu tiri Namjoo juga mengikuti kami pada saat pulang tadi..” jelas Baekhyun.

 

“kalian diikuti..? terus sekarang bagaimana..?” Tanya Kai mulai khawatir karena Baekhyun dan Eunji diikuti.

 

“tapi untung saja, Eunji-ku yang tercintya ini sangat cerdas. Kami berhasil lolos..” Baekhyun mencolek dagu Eunji.

 

Eunji tersenyum bangga setelah dicolek Baekhyun.

 

“ah, aku benar-benar frustasi Karena tidak bisa melihat secara jelas orang yang berada dirumah sakit itu..” wajah Eunji terlihat patah semangat dan putus asa setalah tadi bangga dengan dirinya.

 

“pasti ada sesuatu yang dirahasiakan oleh ibu tiri Namjoo itu, sampai-sampai memasang alarm” kata Kai yang terlihat berfikir.

 

“oh ya, aku hampir saja lupa..” kata Baekhyun tiba-tiba yang membuat Kai dan Eunji menatap penasaran.

 

“kau ingat waktu kau menyuruhku mengikuti namja itu bersama dokter tadi..?” kata Baekhyun kepada Eunji.

 

“ah matta, apa yang mereka katakan..?” Eunji tampak sangat penasaran.

 

“orang yang berada didalam itu, seluruh tubuhnya lumpuh bahkan ia tidak bisa membuka mulutnya. Dokter itu mengatakan bahwa ini sudah tidak ada harapan, dokter itu menyuruh untuk melepaskan semua alat yang berada ditubuhnya agar ia bisa pergi dengan tenang. Lalu kata namja berjas itu bahwa ibunya tidak menyetujuinya. Dokter itu menayakan appa-nya, namja ber-jas itu bilang kalau appa-nya sudah tiada” jelas Baekhyun dengan semangat.

 

“ah begitu..” respon Kai.

 

“masalahnya sekarang adalah, siapa orang itu..” Eunji tampak berfikir.

 

Kai lalu melihat kearah sebelah kirinya. Kai melihat Namjoo tampak duduk dan diam.

 

“kenapa kau hanya diam..?” Tanya Kai.

 

Namjoo tidak menjawab Kai. Sepertinya Namjoo tampak berfikir sesuatu hingga ia tidak mendengar Kai.

 

“Namjoo-ya..” panggil Kai sekali lagi.

 

“eo..?” Namjoo menoleh kearah Kai dengan sedikit kelagapan.

 

“kenapa kau hanya diam..? apa ada yang kau fikirkan..?” Tanya Kai lembut.

 

Namjoo tampak diam dan menatap Kai dengan penuh keraguan.

 

“wae..? apa kau mengingat sesuatu..? kau harus katakan..” suruh Kai yang tetap lembut.

 

“bukan begitu, tapi…” Namjoo terlihat ragu-ragu untuk mengatakannya.

 

“wae..? katakanlah..” Kai yang mulai penasaran.

 

“apa kau ingat namja yang tidak sengaja kau tabrak pada saat di Universitas tadi..?” Tanya Namjoo.

 

Kai mencoba mengingatnya.

 

“eo ne, wae..?” Tanya kai setelah mengingatnya.

 

“entah ini cuman kebetulan atau tidak. gelang yang namja itu pakai, mata gelangnya sama dengan bentuk mata gelangku..” Namjoo menunjukkan gelangnya kepada Kai.

 

Kai melihat gelang Namjoo yang berwarna silver itu dan terdapat dua hiasan digelang itu yang berwarna silver juga. Hiasan itu berbentuk bintang dan bulan sabit.

 

“apa kau yakin seperti ini bentuknya..?” Tanya Kai untuk meyakinkan.

 

Namjoo mengangguk.

 

“tapi, mungkin saja ini hanya kebetulan..” tambah Namjoo yang sepertinya ragu-ragu.

 

“mungkin juga tidak, besok akan kita cari tahu..” kata Kai pasti.

 

“hei, Kai kau mau ramen tidak..?” teriak Eunji yang sedari tadi didapur.

 

“aniyo..” jawab Kai singkat.

 

Tiba-tiba handphone Kai bergetar dan Kai melihat ada pesan masuk.

 

From: Naeun

‘oppa, aku sudah berteman dengan Kim Namri itu..^_^’

 

Kai lalu cepat-cepat memasukkan handphonenya kekantong dan pergi.

 

“aku pergi sebentar dulu ya..” kata Kai kepada Baekhyun yang duduk disofa sambil bermain game dari handphone-nya

 

Tanpa mendengar respon dari Baekhyun, Kai sudah keluar.

 

“hei Kai, eodiga..?” Tanya Eunji yang datang sambil membawa satu panic ramen lalu diletakkannya keatas meja.

 

Setelah melihat ramen Baekhyun langsung mematikan gamenya dan langsung bersiap untuk makan.

 

“wah, kelihatannya enak..” Baekhyun sudah siap memegang sumpitnya.

 

Pada saat Baekhyun mau mengambil ramen yang berada di panic, Eunji langsung mendorong kepala Baekhyun kebelakang yang membuat ia bersandar disofa.

 

“kau mau memakannya sendiri..?” kata Eunji sedikit kesal.

 

“ani, lagipula kenapa kau mendorong kepalaku..” Baekhyun kembali mengambil ramen di panic tersebut.

 

Eunji langsung duduk dihadapan Baekhyun dan mengambil mangkuknya.

 

“tapi, kemana Kai malam-malam begini..?” Eunji mulai memasukkan satu suapan mie kemulutnya.

 

“paling bertemu dengan Naeun..” jawab Baekhyun tanpa menatap ke Eunji dan langsung melahap dengan rakusnya.

 

Eunji langsung berhenti mengunyah lalu meletakkan mangkuknya diatas meja dan bersender disofa dengan ekspresi yang kesal. Baekhyun yang menayadari bahwa ia telah berbicara yang salah pun merasa bersalah.

 

“ani, mungkin dia mencari udara segar..” Baekhyun terlihat merasa bersalah.

 

Eunji lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Baekhyun yang membuat Baekhyun terkejut.

 

“dari pandangan namja, apa Kai menyukai Naeun..?” Tanya Eunji.

 

Baekhyun masih dia menatap mata Eunji, jantung berdetak sangat cepat.

 

“hei, jawab aku..” kata Eunji yang mulai menjauhkan wajahnya dan duduk normal.

 

“eo..? kurasa iya..” jawab Baekhyun yang masih setengah sadar.

 

“mwo..?” respon Eunji semakin kesal.

 

“hei, kenapa kau menyukainya..? coba kau lihat, aku sama Kai juga masih tampanan aku. Uang, aku mempunya mobil, apa kurangnya aku dari dia..” kata Baekhyun yang mencoba membanggakan dirinya.

 

“benar juga, kenapa aku menyukai Kai..? sedangkan kau..” Eunji mulai merasa omongan Baekhyun ada benarnya.

 

“tuhkan benar, apa yang kau lihat dari dirinya..? lebih baik kau bersamaku..” Baekhyun tersenyum dan mulai percaya diri.

 

Eunji lalu cengir-cengir melihat Baekhyun.

 

“kau ingin mati..?” Eunji langsung merubah ekspresinya seperti marah samba mengarahkan sumpit kearah Baekhyun seperti hendak mengeluarkan mata Baekhyun.

 

“IQ-mu lebih rendah dari Kai…” sambung Eunji.

 

Baekhyun hanya memanyunkan bibirnya karena kesal dengan sikap Eunji.

 

“memangnya IQ bisa dimakan..”gumam Baekhyun kesal sembari melahap ramennya.

 

***

 

“jalrhanda..” Kai mengacak rambut Naeun lembut.

 

Naeun tersenyum bahagia.

 

“kau harus lapor kepadaku segala sesuatu yang mencurigakan tentang Namri, arachi..?” Kai tersenyum.

 

“arasso, oppa..” Naeun tersenyum.

 

“Naeun-ah, sedang apa kau diluar..” seorang ahjussi keluar dari rumah Naeun.

 

“eo..ahjussi, annyeonhaseyo..” Kai langsung memberi hormat.

 

“eo, kau ternyata. Sudah dapat uang ya..? berani mendekati anakku..” kata ahjussi itu.

 

“appaaa..” kata Naeun yang malu dengan perkataan appa-nya.

 

Sedangkan Kai hanya tersenyum.

 

“kau harus berkerja keras dulu, baru…” perkataan appa Naeun langsung terpotong karena Naeun langsung mendorong appanya.

 

“kau mau pergi kan, pergilah..” usir Naeun.

 

“aish, anak itu..”

 

“pergilah..” usir Naeun lagi. Ahjussi itu pun pergi.

 

“oppa, jangan fikirkan apa yang appa katakan..” kata naeun yang kembali menatap Kai.

 

“ani, appa-mu benar. Dia harus menikahkan anak perempuan satu-satunya dengan lelaki kaya..” Kai tersenyum.

 

“ani oppa, aku hanya akan menikah dengan oppa..” Naeun tersenyum sambil menggandeng Kai manja.

 

“oppa pulang dulu ya..” Kai melepaskan genggaman Naeun.

 

Naeun tersenyum sambil melambaikan tangannya.

 

“oppa…” panggil Naeun lagi yang membuat Kai berbalik melihat kearah Naeun lagi.

 

Kai menatap Naeun karena ingin tahu apa yang ingin disampaikan Naeun.

 

“ani, pulanglah…” Naeun tersenyum lalu ingin masuk kerumahnya.

 

“Naeun-ah..” panggil Kai.

 

Naeun lalu melihat kearah Kai dan menghentikan langkahnya yang ingin masuk kedalam rumahnya. Kai lalu berjalan mendekati Naeun. Tanpa sepatah kata lagi, Kai langsung menempelkan bibinya dibibir Naeun. Naeun kembali membelalakkan matanya karena terkejut. Sekitar 10 detik bibir Kai masih melekat di bibir Naeun. Kai lalu melepaskan ciumannya dan tersenyum kepada Naeun.

 

“kemarin kau yang tidak tahan, sekarang aku. Sudah masuklah, aku akan pulang..” Kai melambaikan tangannya sambil tetap tersenyum lalu berlari kecil meninggalkan Naeun yang masih berdiri disitu.

 

Naeun masih memandangi punggung Kai yang semakin jauh. Lalu senyuman terukir diwajah Naeun.

 

“kau selau mendahulukannya, lihat saja nanti. Aku yang akan memulainya..” Naeun tersenyum bahagia.

 

***
Kai masuk keperpustakaan kampus untuk bertemu namja yang bertabrakan dengannya kemarin diikuti dengan Namjoo.

 

“kita sudah mencari keseluruh gedung ini dan  ini ruangan yang terakhir. Perpustakaan ini cukup besar jadi kita berpencar saja, aku kesebelah kanan dan kau kesebelah kiri..” jelas Kai.

 

“arasso..” Namjoo pun segera pergi kearah yang yang ditunjuk Kai.

 

Kai pun memulai pencariannya. Kai melihat setiap wajah setiap orang yang ia leawati dengan teliti, terkadang Kai juga melihat kearah pergelangan tangan mereka. Kai juga menghapiri orang-orang yang sedang duduk untuk membaca buku.

 

Tiba-tiba seseorang memukul pundak Kai dari belakang yang membuat Kai berbalik.

 

“Namjoo..?”

 

“disana..” kata Namjoo yang langsung berlari menuju ketempat namja itu diikuti Kai.

 

Namjoo lalu berhenti dan menatap Kai. Lalu Namjoo menunjuk seorang namja yang sedang membaca buku. Kai lalu melihat gelang namja itu, dan memang sangat mirip dengan gelang Namjoo. Kai pun duduk dihadapan namja itu, sedangkan Namjoo duduk disebelah Kai.

 

“permisi..” kata Kai pelan.

 

Namja itu menoleh kearah depannya melihat Kai.

 

“ne..?” namja itu terlihat bingung.

 

“em, perkenalkan aku Kai..” Kai mengulurkan tangannya.

 

Namja itu pun membalas uluran tangan Kai.

 

“ne, aku Kim Jongdae tapi panggil saja aku Chen. Tapi, ada apa ya..?” kata Chen ramah tapi masih diselimuti rasa bingung.

 

“em, begini…” Kai tampak sedikit ragu.

 

“apa kau mengenal Kim Namjoo..?” Kai melanjutkan kata-katanya yang sempat terpotong.

 

“Kim Namjoo..? anak pemilik NJ group..?” Chen mencoba memastikan.

 

“ne, benar. Kau mengenalnya..?” Kai tampak lebih percaya diri.

 

Ekspresi Chen langsung berubah dari yang tadi ramah dan penuh senyum kini berubah menjadi sedih. Kai yang melihat Chen pun merasa bingung.

 

“waeyo..?” Tanya Kai.

 

“aku adalah namjachingu-nya..” kata Kai yang membuat Kai terkejut.

 

Namjoo yang mendegar itu pun memelalakkan matanya karena terkejut dan tidak percaya.

 

***

 

Naeun sedang berlari dikoridor sekolahnya. Setelah sampai dipintu kantin Naeun berhenti secara tiba-tiba dan seperti mencari seseorang. Naeun lalu tersenyum dan langsung menghampiri orang yang ia cari sedari tadi.

 

“Namri-ya, mianhe..” kata Naeun dengan nafas yang tersengal-sengal.

 

“kenapa kau lama sekali..? sudah cepat belikan aku makanan..” kata Namri dengan kesal.

 

“ne..?” jiwa Naeun belum terkeumpul seluruhnya.

 

“palli, aku lapar..” suruh Namri lagi.

 

Naeun pun menambil uang diatas meja yang diberikan Namri tadi.

 

“aish, kalau bukan karena Kai oppa sudah kujambak-jambak rambutnya..” kata Naeun yang kesal dan geram terhadap Namri.

 

Setelah membeli beberapa makanan Naeun lalu meletakkannya diatas meja lalu duduk berhadapan dengan Namri.

 

“Naeun-ah, pulang ini kau mau temani aku belanja tidak..?” tawar Namri.

 

“ne..? belanja..?”

 

“iya, sudahlah ayo ikut saja. Nanti akan kubelikan sesuatu..” kata Namri.

 

“jinjja..?” Naeun tak percaya.

 

“eo, pasti..” kata Namri.

 

“arasso..” Naeun tersenyum.

 

***

 

Terlihat Baekhyun sedang memantau keadaan rumah Kim Jongnam dari dalam mobilnya.

 

“tidak ada Eunji aku merasa bosan..” kata Baekhyun dengan lesunya sambil meletakkan kedua tangannya diatas kemudi.

 

Baekhyun lalu mengeluarkan handphone-nya lalu menekan kontak ‘nae sarang Eunji’. Baekhyun mencoba menelpon Eunji.

 

Eunji yang sedang duduk dikursi tunggu sambil membaca sebuah Koran. Handphone-nya tiba-tiba bergetar, Eunji pun berusaha mengeluarkannya dari kantung mantel yang ia pakai.

 

“yeoboseyo..?” Eunji langsung mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelpon.

 

“Eunji-ya..” Baekhyun senang karena Eunji mengangkat telepon darinya.

 

Eunji yang merasa bingung pun menjauhkan handphone-nya dari telinga lalu melihat siapa yang menelpon.

 

“kenapa kau menelpon..?” Tanya Eunji dengan nada yang malas.

 

“aku merasa kesepian karena kau tidak disini..” kata Baekhyun.

 

Eunji hanya diam tak menjawab ataupun merespon.

 

“kenapa kau diam..?” Tanya Baekhyun bingung.

 

“diamlah, aku sedang mendengar suara nafasmu. Aku menganggapmu disampingku sekarang..” suruh Eunji.

 

Baekhyun diam karena mendengar kata-kata Eunji. Baekhyun terlihat terpesona mendengar kata-kata itu dari Eunji.

 

“Eunji-ya..” panggil Baekhyun yang masih terpesona.

 

“bagaimana kau bisa menagatakan kata-kata seindah itu..?” sambung Baekhyun.

 

“aku melihatnya di drama..” jawab Eunji.

 

“mwo..?” Baekhyun terlihat kesal karena merasa ditipu.

 

Eunji hanya tertawa.

 

“sudah ya, aku tutup..” kata Eunji yang langsung menutup teleponnya tanpa menunggu respon dari Baekhyun.

 

“hei,hei.. Jung Eunji.. aish..” Baekhyun pun mematika teleponnya dengan kesal.

 

***

 

“namjachingu..?” Kai tampak terkejut.

 

“ne..” jawab Chen dengan sedih.

 

Kai diam karena tak tahu harus berkata apa. Kai menatap Chen dengan rasa sedih. Lalu Kai diam, sedangkan Namjoo diam sambil menatap Chen dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Kai lalu menatap Namjoo. Mata Kai seperti mengatakan sesuatu kepada Namjoo. Namjoo menarik nafas panjang berusaha menahan air matanya lalu mengangguk pelan.

 

“Chen-ssi…” Kai tampak ingin berbicara sesuatu tapi Chen duluan berbicara.

 

“ini sms terakhirnya..” Chen menunjukkan handphone-nya kepada Kai.

 

Kai lalu mengambilnya, Namjoo juga ikut melihat.

 

‘oppa, aku akan pergi bersama Jongsoo oppa ke Incheon. Kau tahu aku akan bertemu siapa..? aku akan bertemu oppa-ku..^_^. Kau jangan selingkuh ya, disaat aku pergi..kekeke..’

 

“oppa..?” Kai tampak bingung.

 

“appa-nya mempunyai anak dari perempuan lain. Saat menerima pesan itu aku sedang asyik bersama temanku hingga aku tak membalas pesannya, ternyata itu adalah pesan terakhirnya untukku..” kata Chen yang kembali merasa sedih mengingat Namjoo.

 

Kai tampak mulai berfikir mencerna semua informasi yang ia dapat.

 

“maaf, aku ada kelas..” kata Chen tiba-tiba.

 

“eo..? ne, ini..” Kai memberikan handphone Chen lagi.

 

Chen lalu memakai tas ranselnya dan ingin pergi meningglkan Kai.

 

“Chen-ssi..” panggil Kai tiba-tiba yang membuat Chen memutar tubuhnya.

 

“ne..?”

 

“Namjoo mengatakan, dia sangat mencintaimu..” kata Kai tulus.

 

Chen sedikit bingung tapi Chen lalu tersenyum tulus kepada Kai.

 

“gumawo..” kata Chen yang kemudian pergi meninggalkan Kai.

 

“kau ternyata memiliki banyak saudara..” kata Kai kepada Namjoo.

 

“aku semakin bingung..” kata Namjoo.

 

Kai lalu berjalan keluar perpustakaan diikuti Namjoo. Pada saat Kai ingin keluar melewati pintu utama Kai mendengar Namjoo memanggil.

 

“eo, Yookyung-ah..” panggil Namjoo ketika melihat seorang yeoja.

 

Kai menatap Namjoo bingung.

 

“teman hantuku, tunggu sebentar ya..” kata Namjjo yang langsung menghampiri yeoja yang bernama Yookyung tersebut.

 

Kai hanya tersenyum lucu.

 

“lucu juga kalau ada reunian hantu..” gumam Kai yang menahan tawanya.

 

“Namjoo-ya, lama tidak berjumpa..” kata Yookyung yang sepertinya merindukan Namjoo.

 

“ne…” Namjoo tersenyum.

 

“hei, apa namja itu yang bisa melihatmu..?” Tanya Yookyung sambil melirik Kai.

 

“ne, kau..?” kata Namjoo yang melihat Kai sekejap.

 

“sudah,  apa hubunganmu dengan namja itu..?” Tanya Yookyung yang sepertinya penasaran.

 

“molla, aku belum bisa mengingatnya..”

 

“berarti sebelum meninggal kau ingin bertemu dengannya ya..” kata Yookyung sendiri tapi Namjoo bingung dengan apa yang Yookyung katakan.

 

“apa maksudmu..?” Tanya Namjoo.

 

“kau tidak tahu..? orang yang bisa melihatmu adalah orang yang ingin kau temui sebelum kau mati..” jelas Yookyung.

 

Namjoo terlihat berfikir.

 

“Yookyung-ah, aku pergi dulu ya..” kata Namjoo yang terlihat buru-buru.

 

“eo..ne..” kata Yookyung yang sedikit bingung.

 

“sudah..?kajja..” ajak Kai ketika melihat Namjoo menghampirinya.

 

Tapi, Namjoo malah berdiri menatap Kai.

 

“wae..?” Tanya Kai.

 

“ani, kajja..” Namjoo terlihat sedikit kelagapan.

 

Kai sedikit merasa aneh melihat tingkah Namjoo.

 

***

 

Eunji masih sibuk membaca korannya. Lalu, entah apa yang ia lihat hingga membuat Eunji menutup wajahnya dengan Koran yang ia baca tadi. Eunji lalu sedikit mengintip melalui Koran yang menutupi wajahnya. Ternyata Eunji melihat dokter yang kemarin masuk kedalam kamar misterius itu. Setelah dokter itu melewatinya Eunji langsung meletakkan korannya dan mengintip dari lorong kamar itu.

 

Tak lama kemudian dokter itu keluar. Dokter itu mengangkat teleponnya. Eunji yang melihat kesempatan itu pun langsung jalan mengendap-endap menuju kekamar tersebut. Eunji berada tepat dibelakang dokter itu sekarang, Eunji memerhatikan langkahnya agar tidak terdengar. Setelah disepan pintu itu Eunji langsung masuk kemar tersebut dan bersembunyi dibalik pintu.

 

Setelah dokter itu siap menelpon dokter itu langsung menutup pintu kamar tersebut tanpa melihat kearah dalam kamar lagi dan tidak lupa menghidupkan alarmnya lalu pergi. Eunji mulai bernafas lega. Eunji lalu jalan perlahan dan mendekati ranjang dikamar itu. Eunji lalu menatap orang itu dari ujung kepala hingga kaki. Eunji lalu memerhatikan wajahnya dan Eunji terlihat sangat terkejut ketika menayadari sesuatu.

 

“Kim Jongsoo..? Namjoo oppa..?” mulut Eunji menganga karena terkejut dan masih tidak percaya.

 

***

 

Baekhyun sedang memakan cemilan sambil tetap melihat disekelilingnya dan melihat rumah Kim Jongnam. Tiba-tiba ada mobil berhenti didepan rumah tersebut. Baekhyun pun berhenti memakan cemilannya dan memasang penglihatannya dengan jelas. Terlihat dua yeoja berseragam turun dari mobil tersebut.

 

“Naeun bersama Namri..?” Baekhyun sedikit terkejut.

 

“dia benar-benar menjalankan pekerjaanya dengan bagus..” kata Baekhyun yang sepertinya ditunjukkan kepada Naeun.

 

Tak lama setelah Naeun dan Namri masuk kerumah itu keluarlah Ibu tiri Namjoo dan terlihat sebuah mobil sudah menunggu diluar. Ibu tiri Namjoo pun langsung masuk kedalam mobil itu dan Baekhyun pun menancap gasnya untuk mengikuti mobil tersebut.

 

Naeun memasuki kamar Namri sambil melihat keseluruh sudut kamar Namri.

 

“kamarmu sangat bagus, aku selalu berharap bisa mempunyai kamar seperti kamarmu..” kata Naeun.

 

Namri hanya tersenyum sambil meletakkan tasnya diatas meja belajarnya. Naeun lalu duduk disofa yang berada dikamar Namri.

 

“aku akan mandi dulu, kalau kau mau mencoba baju yang kita beli tadi kau boleh mencobanya..” kata Namri yang langsung memasuki kamar mandinya yang terletak dikamar Namri juga.

 

***

 

Baekhyun menghentikan mobilnya agak jauh dari mobil yang ditumpangi ibu tiri Namjoo tadi. Seorang namja yang kira-kira berumur sama dengan ibu tiri Namjoo membukakan pintu untuk ibu tiri Namjoo. Baekhyun masih melihat itu. Saat mereka masuk Baekhyun pun mengikutinya.Baekhyun lalu duduk dikursi yang agak jauh dari kursi mereka.

 

“aish, aku tidak mendengar percakapan mereka..” gumam Baekhyun.

 

Baekhyun lalu berdiri dan beranjak mendekati tempat duduk mereka. Tiba-tiba Baekhyun terjatuh tepat disamping meja mereka. Ibu tiri Namjoo beserta namja itu langsung melihat kearah bawah untuk melihat Baekhyun.

 

“mwoya..?” teriak namja itu yang sepertinya kesal dengan Baekhyun.

 

Baekhyun lalu mendorong hingga handphone-nya yang sedari tadi ia pegang kebawah meja mereka. Setelah itu Baekhyun berdiri.

 

“maafkan aku..” Baekhyun membungkukkan badannya lalu segera pergi.

 

Baekhyun kembali duduk ditempat duduknya tadi sambil terus melihat ibu tiri Namjoo bersama namja tersebut.

 

***

 

Eunji terus memandangi namja yang diketahui Eunji adalah Kim Jongsoo, oppa-nya Namjoo.

 

“apa aku harus menelpon Kai..?” Eunji tampak bingung dan ragu-ragu.

 

“aku harus menelponnya..” gumam Eunji yakin.

 

Eunji langsung menegeluarkan handphone-nya dari kantung mantelnya.

 

“Eunji-ya wae..?” Tanya Kai langsung ketika mengangkat teleponnya.

 

“neo jigeum eodi-ya..?” Tanya Eunji.

 

“taksi..” jawab Kai singkat.

 

“kau harus kerumah sakit X sekarang..” perintah Eunji.

 

“wae..? kau sakit..?” Tanya Kai yang mulai sedikit khawatir.

 

“ani. orang lumpuh yang dibicarakan Baekhyun semalam adalah Kim Jongsoo, oppa-nya Namjoo..” kata Eunji.

 

“mw..mwo..?” Kai tergagap karena merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan Eunji.

 

“aish, palli..” suruh Eunji lebih tegas.

 

“eo..” Kai langsung mematikan teleponnya.

 

“ahjussi, kita putar balik kerumah sakit X..” perintah Kai pada supir taksi itu.

 

“wae..?” Tanya Namjoo.

 

“lihat nanti saja..” Kai merasa belum bisa menceritakan kepada Namjoo.

 

–TBC–

11 pemikiran pada “You Can See Me, Right..? (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s