Love And Friendship (Chapter 2)

Title : Love and Friendship (Chapter 2)

Author : asterinamei/Asterina Nilam (@LPMei98_NH625)

Main Cast : Wu Mei Rin, Huang Zi Tao “EXO”, Shim Hyun Seong “Boyfriend”, Xi Lu Han “EXO”, Wu Yi Fan/Kris “EXO”.

Genre : Romance, friendship, family.

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku. Semua cast milik Tuhan YME. Jika ada cerita yang sama persis di tempat lain, maka itu punya saya. Tapi jika ceritanya sama persis namun beda author, itu namanya plagiarisme.
Untitled

 

Tao POV~

‘Itukan Kris hyung. Apakah ini sebabnya Kris hyung sering pulang malam?’ pikirku.

 

Tak lama kemudian, Kris hyung keluar dari cafe tersebut. Sepertinya dia sudah selesai bekerja dan akan segera pulang.

 

“Kris hyung.” panggilku.

“Tao? Kenapa kau disini?” tanyanya.

“Hanya lewat saja. Hyung, apakah ini sebabnya hyung selalu pulang malam?” tanyaku.

Ne. Kau tau dari Meirin?” tanyanya lagi.

Ne, kenapa hyung tidak memberitaunya saja?” ucapku.

“Aku tidak ingin dia tau. Jadi kau jangan beri tau dia.” ucapnya.

“Baiklah. Hyung, aku pulang dulu ya. Cepat lah hyung pulang. Meirin pasti sedang menunggu.” ucapku.

Ne, hati-hati Tao.” ucapnya.

Tao POV End~

 

Hyunseong POV~

‘Ah, andai aku yang satu kelompok dengan Meirin pasti menyenangkan.’ batinku.

 

Saat ini aku sedang di mobil dalam perjalanan pulang. Karna aku baru saja selesai mengerjakan tugasku dengan Hyekyung. Tiba-tiba ponselku berbunyi. Aku memberhentikan mobilku.

Dan ternyata Tao yang menelfon, “Ne, ada apa?” tanyaku.

“Kau pasti tidak lupa kan?” tanya Tao.

“Lupa? Memangnya apa? Apa aku melupakan sesuatu?” tanyaku lagi.

Ya! Masa kau lupa besok hari apa! Dasar kau ini! Besok sahabatmu ulang tahun, kau lupa? Sudahlah aku lelah, aku mau istirahat dulu. Annyeong Hyunseong-ah.” ucapnya.

 

Dan tiba-tiba saja aku mengingat sesuatu, “Aish! Shim Hyun Seong! Kenapa kau sampai lupa ulang tahun Meirin, yeoja yang kau sukai.” ucapku frustasi.

Lalu aku pergi mencari hadiah untuk Meirin.

 

Meirin adalah yeoja yang aku sukai, ani yang aku cintai maksudnya. Aku memang pernah mengatakan perasaanku kepadanya, tetapi Meirin tidak memiliki perasaan yang sama denganku.

 

*flashback*

“Meirin, boleh aku mengatakan sesuatu? Ini serius.”tanyaku.

Ne, katakan saja.” jawab Meirin.

“Sebenarnya aku…. aku menyukaimu Meirin, ani ani maksudku aku mencintaimu.” ucapku gugup.

Meirin diam.

Tak lama kemudian dia berbicara, “Hyunseong-ah mianhe. Aku hanya menganggapmu sebagai sahabatku saja, tidak lebih.” ucapnya.

“Ah gwaenchanha Meirin. Lagi pula, tadi aku hanya menyatakan perasaanku saja. Hmn bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanyaku.

Ne, tentu saja.” balasnya.

“Apakah ada namja yang kau sukai?” tanyaku.

“Hmm sebenarnya ada. Aku merasa aku mulai menyukainya. Tapi, hyunseong kau harus janji padaku. Jangan beritahu Tao, jebal.” ucapnya.

Ne, aku tidak akan memberitahukannya. Tapi kenapa Tao tidak boleh tau? Dia kan sahabat kita juga. Apakah-”

“Aku menyukainya. Aku menyukai Huang Zi Tao.” ucap Meirin.

“K-kau menyukai Tao?” tanyaku.

 

Dia hanya mengangguk.

 

”Hyunseong-ah jangan beritahu dia ya.” ucapnya.

Ne.” balasku.

*flashback end and Hyunseong POV End~*

 

Meirin POV ~

Aku membuka mataku. Dan tepat di hadapanku, ada ibuku yang sedang membawa kue. Di kamarku juga ada ayahku dan juga gegeku. Dan, “Qu ni sheng er kuai le Meirin (Happy birthday Meirin).”

Xie xie ayah, ibu, gege ^^” ucapku. Lalu aku pun meniup lilinya.

“Cepat mandi. Bukankah hari ini kamu ada kuliah?” tanya ibu.

Ne.”

Aku pun segera bergegas untuk mandi. Setelah selesai mandi, tiba-tiba ponselku berbunyi.

Ternyata Hyunseong yang menelfon, “Meirin, saengil chukhahamnida.” ucapnya.

“Ah, gomawo Hyunseong-ah.” balasku.

“Oh iya, ada sesuatu yang akan aku berikan untukmu.” ucapnya.

“Apa itu?” tanyaku.

“Lihat saja nanti. Meirin sampai ketemu di universitas. Annyeong.

Ne, annyeong.”

 

 

@Universitas..

“Meirin.” panggil seseorang yang suaranya tidak asing bagiku.

“Hyunseong.” balasku.

 

Dan ku lihat Hyunseong sedang memegang kunci. Dia kan tidak pernah membawa kunci.

 

“Hyunseong, tumben sekali kau membawa kunci. Apakah itu kunci kamarmu? Atau kunci apa?” tanyaku.

“Oh ini. Ini kunci mobilku. Aku sudah diperbolehkan oleh kedua orangtuaku untuk mengendarai mobil. Ini hadiahnya.” ucap Hyunseong, sambil memberikan sebuah kotak kepadaku.

“Wah chukhae. Gomawo.” ucapku.

 

Dan tiba-tiba saja Tao menghampiri kami, “Ya! Apa yang sedang kalian bicarakan tadi?” tanyanya.

“Tao, sekarang aku boleh mengendarai mobilku.” ucap Hyunseong.

Chukhae Hyunseong. Hmm Hyunseong, aku ingin berbicara denganmu. Annyeong Meirin.” ucap Tao lalu pergi dengan Hyunseong.

Meirin POV End~

 

“Apa yang ingin kau katakan?” tanya Hyunseong

“Hyeonseong, hari ini aku akan menyatakan perasaanku kepada Meirin.” jawab Tao.

 

Hyunseong kaget.

Jadi selama ini Tao menyukai Meirin.

 

Mwo? Jinjjayo?” tanyanya lagi.

Ne, sepulang kuliah aku akan melakukannya.” balas Tao.

“Sepertinya kau tidak akan di tolak oleh Meirin. Tidak sepertiku.” ujar Hyunseong.

“Apa maksudmu?” tanya Tao.

“Aku pernah menyatakan perasaanku kepada Meirin. Tapi Meirin menolaknya.” jelasnya.

“K-kau pernah menyukai Meirin?” tanya Tao kaget.

Ne, tapi itu dulu. Tao Fighting!” ujar Hyunseong.

 

 

Sepulang kuliah..

Kajja Meirin ikut aku.” ucap Tao sambil menarik tangan Meirin.

 

@Taman..

“Kenapa kau mengajakku kesini?” tanya Meirin.

“Ada yang ingin aku katakan.” jawab Tao.

“Ya sudah, cepat katakan.” ucap Meirin.

“Wu Mei Rin.” panggil Tao sambil menatap Meirin.

Ne.” balas Meirin.

Wo ai ni. Would you be my girlfriend?

 

Meirin terdiam. Kaget.

Tentu.

Ternyata namja yang Meirin sukai juga menyukainya.

 

“Tao aku.. aku juga mencintaimu.” ucap Meirin, lalu menundukkan kepalanya.

Jinjja?” tanya Tao.

 

Meirin mengangguk.

 

“Meirin, aku tidak tau, ternyata kau memiliki perasaan yang sama denganku.” ucap Tao sambil memeluk Meirin.

Nado.”

 

Tapi sebenarnya, walaupun Meirin mencintai Tao, di lubuk hatinya yang paling dalam, ada seseorang yang sangat dicintainya. Namja itu adalah sahabat kecilnya di China.

 

****

2 bulan sudah Tao dan Meirin menjadi sepasang kekasih. Dan setiap berangkat kuliah, mereka pergi bersama. Kris sudah tau kalau mereka pacaran. Begitupun Meirin, dia sudah tau siapa kekasihnya Kris. Namanya adalah Shin Hyo Kyung, kakaknya Hyekyung. Sedangkan Hyekyung, dia menyukai Hyunseong.

“Meirin.” panggil Tao.

Ne.” jawab Meirin.

 

Mereka sedang jalan bersama sambil bergandengan tangan.

 

“Menurutmu Hyunseong dan Hyekyung akan berpacaran tidak nantinya? Karna sepertinya, Hyunseong juga menyukai Hyekyung-”

“Dan Hyekyung juga sepertinya menyukai Hyunseong. Jadi bisa saja nanti mereka menjadi sepasang kekasih” ucap Meirin.

“Sepertinya begitu.”

 

~skip~

 

“Tao, gelangku terjatuh.”

“Dimana?” tanya Tao.

Dan Meirin melihat gelangnya tergeletak di tengah jalan. Meirin segera mengambilnya. Tapi tiba-tiba terdengar suara klakson mobil…

Teeet..

“Meirin awas!!”

 

-To Be Continue-

 

Maaf kalau jelek >,< makasih buat yang udah mau baca ^^

Iklan

6 pemikiran pada “Love And Friendship (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s