Eternity

Eternity

eternity 3

  • Judul                  : Eternity
  • Author               : Andin0797
  • Main Cast          :- Im Nayeon (Imagine as you)

– Oh Sehun

– Xi Luhan

– Park Chanyeol

– Byun Baekhyun

– Kim Jong In

– Zhang Yi Xing

  • Support Cast      : –
  • Genre                : Romance, Fluff, Dark
  • Lenght            : Oneshot (2101 words)
  • Rate                   : AU, T
  • Disclaimer         : This fanfict pure from my mind okay? Terinspirasi oleh MV dan lagu VIXX ‘Eternity’. MV-nya bagus bgt apalagi didukung oleh vocal vocal VIXX oppadeul yang bagus. Jangan lupa RCL yah! Enjoy for reading!
  • Summary           : “Don’t even get away from me for a second…”

 

***

Look. Love is a nightmare.

Time’s over

Perlahan semua lampu yang ada diruangan itu menyala seluruhnya. Sebuah mesin jam raksasa mulai memutar roda mesinnya. Sehun terbangun dari tidur pulasnya. Ia pun menoleh ke sampingnya. Gadis disampingnya, Nayeon masih tertidur dengan pulasnya. Sehun lalu menopang kepalanya menggunakan sebelah tangannya. Ia pun tersenyum memandang Nayeon yang masih tertidur pulas. Perlahan ia mengangkat tangannya yang bebas lalu mengelus kepala gadis-nya itu.

“Kuharap kebersamaan ini tak akan pernah berakhir barang sedetikpun”

***

A miracle has come to me
From the beginning, we had started

Sebuah alunan nada perlahan mengema keseluruh ruangan itu. Chanyeol melangkah menuju Nayeon yang sedang memainkan pianonya. Lagu ‘Rivers flow on you’ mengalir indah dari tuts piano yang dimainkan Nayeon. Nayeon yang merasa ada seseorang dibelakangnya pun menoleh.

“Annyeong Im Nayeon”

Chanyeol pun menuju bagian samping piano. Ia menyatukan kedua tangannya lalu menyandarkan tubuhnya. Dipandanginya Nayeon yang sedang bermain piano.

***

Because I knew everything about you
I was confident, yeah

Sehun datang menuju kamar mereka. Dilihatnya Nayeon masih tertidur pulas dengan posisi yang sama seperti sebelumnya.

“Ck kukira kau sudah bangun Im Nayeon”

Ia pun naik ke atas tempat tidurnya sambil membawa secangkir susu hangat untuk Nayeon. Sehun menggoyang goyangkan tubuh Nayeon.

“Nayeon-ah ireona”

“Hmmm”

Nayeon yang merasa tidurnya terusik lalu bangkit dari tidurnya. Ia pun mengeliat kecil. Setelah Nayeon membuka kedua matanya Sehun pun menyerahkan susu hangat yang tadi dibawanya untuk Nayeon.

“Ini aku buatkan susu hangat untukmu. Ayo diminum”

“Gomawoyo Sehun oppa” Nayeon menerima susu yang diberikan oleh Sehun. Saat Nayeon meminum susunya, Sehun malah memperhatikan Nayeon sambil menopang dagunya dengan sebelah tangannya.

“Bahkan saat kau baru bangun tidur, wajah cantikmu tak pernah pudar Nayeon-ah. Semakin cantik setiap saat.”

***

(It’s cold) It’s just your mood
(It’s strange) I don’t care about that

Nayeon yang sedang duduk di hadapan kanvas tersenyum manis kepada Luhan yang sedang melukis wajah cantiknya. Rasa pegal pun menghampiri Nayeon. Ia mulai mengubah posisi duduknya.

“Nayeon-ah jangan ganti-ganti posisi. Aku jadi sulit melukis wajahmu.” Nayeon hanya dapat meringis mendengarnya.

“Hehe Mianhae Lu-ge” Ia pun kembali keposisi duduknya semula dan tersenyum manis kehadapan Luhan.

Luhan tersenyum balik. Ia pun kembali melanjutkan kegiatannya untuk melukis wajah cantik Nayeon. Mulai dari rambut mata hidung, semuanya terlukiskan sempurna oleh Luhan. Orang-orang mungkin tidak akan percaya akan mahakaryanya.

Ya. Orang-orang tidak akan percaya dengan sketsa yang sedang diselesaikan Luhan. Orang-orang mungkin lebih mengira itu sebuah photo yang dicetak seukuran kanvas dibanding sketsa lukisan. Sosok Nayeon terlukiskan sempurna oleh Luhan. Semuanya sempurna. Tak hanya lukisan, namun sosok yang dilukispun sempurna.

***

(Thank you) All that matters is that you came back to me
You love me, right?

Sebuah alunan lagu mengalun indah dari sebuah piringan hitam. Pemutar musik antik itu masih betah mengalunkan nada nada yang terdapat dalam piringan hitam tersebut. Baekhyun memejamkan matanya. Tangan kirinya menopang dagu. Menikmati nada-nada yang berasal dari pemutar musik itu. Nayeon yang sedari tadi diam memperhatikan Baekhyun kini menggenggam tangan Baekhyun dan menggoyang goyangkannya manja.

“Baekhyun oppa.” Sahutnya.

Namun Baekhyun masih betah dengan posisinya itu. Seolah olah ia sudah terjun bebas ke dunia miliknya sendiri. Nayeon yang kesal melihat tingkahnya lalu melepaskan genggamannya dan memalingkan wajahnya. Merajuk kesal diacuhkan oleh Baekhyun. Kini Nayeon berjalan menuju sisi jendela yang cukup jauh dari tempat Baekhyun duduk menikmati dunianya sendiri.

***

I had such a scary and bad nightmare
You left me forever

Lay memandang Nayeon lembut. Ia pun memegang pundak Nayeon pelan. Seolah olah Nayeon merupakan sosok yang sangat rapuh dan akan hancur apabila ia memegang pundaknya terlalu keras. Nayeon lalu memegang tangan Lay yang berada di pundaknya dan tersenyum manis ke arahnya. Mata mereka bertemu pandang. Tak ada satu kata terucap dari bibir keduanya. Seakan melalui pandangan mata semua kata yang ingin mereka lontarkan sudah mereka lontarkan melalui pandangan mereka itu.

***

Even you can tell it’s a dream that doesn’t make sense
Because there’s no way

Nayeon memandang pria disebelahnya lembut. Merasa dipandangi Kai pun menolehkan wajahnya. Ia pun mendapati Nayeon tersenyum manis terhadapnya.

“Apakah masih dingin?” tanya Kai. Nayeon menganggukkan kepalanya perlahan. Lalu Kai mengulurkan tangannya merangkul Nayeon. Ia merangkul Nayeon untuk lebih rapat dengannya. Setelah Nayeon cukup merasa hangat dari rangkulannya itu, Kai pun bangkit dari duduknya.

“Ayo kita berdansa. Sudah lama kita tidak berdansa berdua. Lumayan bergerak untuk mendapat kehangatan lebih” Ujar Kai sambil mengulurkan tangannya ke arah Nayeon. Melihat itu Nayeon menerima uluran tangan Kai dan mulai bangkit dari duduknya. Kai membungkukkan badannya penuh hormat bak pengawal kepada Nayeon.

***

Don’t even get away from me for a second
No, I just won’t let go of you

Baekhyun bangkit dari ‘dunia’nya. Ia terkekeh melihat Nayeon sedang merajuk karena ia sedang menikmati alunan nada favoritenya. Wajah Nayeon yang sedang merajuk sangat manis menurutnya. Ia menundukkan tubuhnya mensejajarkan pandangannya dengan Nayeon yang sedang duduk merajuk di jendela yang ada di ruangan itu.

“Nayeon-ah jangan marah lagi ne? Aku janji aku tidak akan seperti itu lagi. Ayolah”

Nayeon hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil terus bersedekap.

“Shireo. Ini sudah kesekian kalinya oppa. Dan kau selalu saja mengulangi kesalahanmu itu.” Baekhyun masih terus saja mencoba untuk membuat Nayeon tidak merajuk lagi padanya. Yah meskipun ia sering seperti ini dengan Nayeon. Namun untuk membuat Nayeon tidak merajuk lagi padanya sangatlah sulit. Baekhyun yang mulai putus asa akhirnya menggunakan senjata terakhirnya.

“Nayeon-ah~ Bbuing bbuing” Ia melakukan aegyo dihadapan Nayeon. Akhirnya Nayeon pun tertawa melihat tingkah laku Baekhyun.

***

I’ll accept every little thing of you
(I’ll accept)
(I’ll accept)
You love me, right?

Lay dengan seriusnya memainkan sebuah lagu dengan piano dihadapannya untuk Nayeon. Nayeon hanya dapat tersenyum menikmati untaian nada yang dimainkan oleh Lay sambil duduk disebuah kursi tak jauh dari Lay.

“Permainan piano-mu sangat bagus gege” Lay menoleh kepada Nayeon dan mendapati gadis itu tersenyum manis kepadanya.

***

I had such a scary and bad nightmare
You left me forever

Nayeon yang mulai bosan kini merajuk pada Luhan. Pria itu bangkit dari duduknya lalu enghampiri gadis itu. Digenggamnya tangan gadis itu lalu perlahan ia duduk bersimpuh dihadapan Nayeon. Nayeon tersenyum manis mendapati perlakuan bak putri raja itu dari Luhan.

“Sejak pertama kali aku melihatmu. Jantungku selalu berdetak sangat kencang. Saat itu kurasa aku menyukaimu Nayeon-ah untuk pertama kalinya. Dan sampai saat ini jantung ini selalu berdetak sangat kencang seperti saat pertama kali aku melihatmu. Saranghae Im Nayeon.” Ujar Luhan sambil  mencium punggung tangan Nayeon lembut.

***

Even you can tell it’s a dream that doesn’t make sense
Because there’s no way I would lose you
Oh~

 

Nayeon mengalungkan tangannya ke lengan kokoh Sehun. Sehun hanya dapat tersenyum ke arah Nayeon sambil membawa secangkir susu yang dibuatnya.

“Oppa. Ayo kita duduk disana” ujar Nayeon manja

Mereka berdua berjalan menuju kesalah satu sudut ruangan yang berada tak jauh dihadapan mereka. Sesampainya mereka disana, mereka pun langsung duduk dibawahnya. Nayeon perlahan menyenderkan kepalanya ke pundak sehun. Sehun tersenyum melihatnya. Tangannya yang bebas mengelus rambut Nayeon pelan.

***

I wouldn’t want to see me without you even in a dream
Oh~
If only you are next to
me, I don’t care if it’s a nightmare

Permainan Nayeon pun selesai. Nayeon menolehkan kepalanya ke arah samping piano. Didapatinya Chanyeol yang sedari tadi mendengarkan permainannya.

“Selesai. Bagaimana dengan permainanku oppa?” Tanya Nayeon

Chanyeol memberikan senyuman termanisnya untuk Nayeon. Chanyeol berjalan perlahan mengitari belakang punggung Nayeon sambil memegang pundak Nayeon. Lalu ia membungkukkan tubuhnya kesamping Nayeon.

“Permainanmu sangat indah. Tak hanya permainanmu tapi namamu, suaramu, wajahmu bahkan hatimu, sama indahnya dengan permainan pianomu. Sangat indah Nayeon-ah.”

***

Suddenly, you grow faint
(I can’t seem to say anything)

Kai dan Nayeon berdansa ditengah ruangan mengikuti alunan lagu yang sedang diputar. Dengan lihai keduanya berdansa mengikuti irama lagu tersebut. Menikmati setiap untaian nada dan berharap waktu seakan berhenti untuk mereka saat itu.

***

I’m afraid to open my eyes right now
(I wanna go to you, I wanna
I wanna fall asleep again)
Reality without you is like a dream where you are running away

Satu persatu semua scene ke enam pria tersebut dengan Nayeon di perlihatkan di ruangan tersebut. Mulai dari scene Luhan yang melukis wajah cantik Nayeon, Chanyeol yang sedang mendengarkan permainan piano Nayeon, Kai yang sedang berdansa berdua dengan Nayeon, Baekhyun yang bersenda gurau dengan Nayeon di sudut jendela diruangan tersebut, Sehun yang sedang bercengkrama sambil menikmati secangkir susu dengan Nayeon. Semua diperlihatkan diruangan yang menjadi saksi semua scene yang terjadi itu.

***

Like a Möbius strip, we go round and round

Jarum jam berputar sangat cepat. Chanyeol yang sedang asik mendengarkan permainan piano Nayeon menolehkan kepalanya ke arah Nayeon yang tiba-tiba menghilang bagaikan hantu. Raut wajah Chanyeol menjadi datar dan sangat frustasi kehilangan sosok Nayeon yang sedari tadi menemaninya.

***

You are trying to leave me once again

Sehun menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Nayeon. Namun sosok yang dicarinya tak ada di sampingnya, apalagi di ruangan itu. Baekhyun tiba tiba terhenyak. Nayeon yang sedari tadi dirangkulnya menghilang begitu saja.

***

Don’t turn around, I’m holding onto your arm

Lay menolehkan kepalanya ke arah Nayeon sambil masih memainkan piano untuk Nayeon. Sosok Nayeon perlahan menghilang bagai debu yang terhempas oleh angin. Lay buru-buru bangkit dari duduknya. Ia menolehkan pandangannya keseluruh isi ruangan itu.

Im Nayeon neo eoddiga?”

Namun Nayeon tak ada disana.

***

If you wanna go, try to go

Luhan berjalan kembali untuk melanjutkan sketsa lukisan wajah Nayeon-nya itu. Tanpa ia sadari sosok Nayeon mulai menghilang dibelakangnya.  Luhan duduk kembali di kursinya. Begitu mendongkakkan kepalanya untuk melihat Nayeon. Sosok Nayeon yang tadinya duduk di kursi dihadapannya menghilang.

***

Try to leave as you step on my pounding heart for you
Right now

Kai berdansa sendiri ditengah ruangan itu. Seolah olah ia sedang berdansa dengan sosok Nayeon. Sosok Nayeon yang berdiri di dekat dinding hanya memandang aneh sekaligus miris melihat Kai berdansa sendiri seperti itu.

***

It was so sweet that I had a terrible nightmare
We had started everything from the beginning
(We had started)

Chanyeol menundukkan kepalanya diatas piano yang ditinggalkan Nayeon.  Ia merasakan sangat kehilangan Nayeon. Baekhyun menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Merasakan sesak saat Nayeon tiba-tiba menghilang. Lay merenungkan kepergian Nayeon yang menghilang begitu saja. Sehun merenungkan kembali apa yang sudah terjadi antara dirinya dan Nayeon.

***

You’re not here but everything is the same
In this dream the moment you left me

Semua scene antara mereka semua dengan Nayeon kembali terulang dipikiran mereka masing-masing. Kai hanya dapat mendesah frustasi mengingat scene antara dirinya dengan Nayeon. Scene dimana dia tadi berdansa dengan Nayeon. Semuanya pun melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Kai.

***

Oh~
A cruel night is endlessly coming to me

Oh~
I close my eyes again, taking me back to that dream

Into an eternal dream

Luhan mengelus sketsa lukisan yang dibuatnya tadi. Sehun mengelus bantal yang tadi digunakan Nayeon untuk tidur. Ia masih bisa membayangkan bagaimana hangatnya tangan Nayeon yang digenggamnya itu. Sketsa wajah Nayeon yang dibuat Nayeon perlahan menghilang. Sehun memejamkan matanya perlahan di kasur dimana ia dan Nayeon tadi tidur.

***

Karena aku lebih baik tetap tertidur dalam mimpiku yang abadi daripada terbangun dengan kau tidak ada disampingku. Namun meskipun hanya mimpi, meski mimpi buruk sekalipun, selama kau ada disana bersamaku, mimpi itu akan terasa indah bagiku.  Lihat, Cinta adalah mimpi buruk. Waktu telah berhenti.

 

Keajaiban yang pernah datang padaku sejak awal kita memulainya. Karena aku mengetahui semua tentangmu. Aku sangat yakin

 

“ini sangat dingin” itu hanya perasaanmu saja.

“Ini aneh” aku tidak peduli tentang itu.

“Gomawo” semua hal itu adalah bahwa kau kembali kepadaku. Kau mencintaiku benarkan?

 

Aku mempunyai seaca mimpi buruk yang jahat dan menyeramkan. Kau meninggalkanku selamanya. Meski kau bisa berkata mimpi itu tidak akan berpengaruh karena tak ada cara aku bisa kehilanganmu.

 

Jangan pernah pergi jauh dari ku meski hanya sedetikpun. Tidak. Aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja. Aku akan menerima apapun tentangmu, termasuk hal terkecil pun. Kau menncintaiku bukan?

 

Aku tidak mau melihatku tanpamu meskipun dalam mimpi.Jika kamu disampingku, aku tidak peduli jika itu mimpi buruk.

 

Mendadak kau menghilang. Aku tidak bisa berkata apapun. Aku takut untuk membuka mataku sekarang. Aku ingin pergi ke tempatmu. Aku ingin tidur kembali.

 

Kenyataan tanpamu seperti mimpi dimana kau lari menjauh. Seperti Möbius strip, kita pergi berputar putar. Kau mencoba untuk meninggalkanku sekali lagi. Jangan kembali kesana. Aku menggenggam tanganmu. Jika kau mau pergi, cobalah untuk pergi. Coba untuk pergi seperti kau melangkah di hatiku yang tulus untukmu. Sekarang.

 

Sangat manis ketika aku mendapat mimpi buruk yang mengerikan. Kita mulai berbagi segalanya dari awal. Kamu tidak disini namun segalanya masih sama. Di mimpi ini memory kau meninggalkanku.

 

Kejamnya malam yang tak mempunyai akhir datang padaku. Aku menutup mataku lagi, membawaku kembali ke mimpi itu. Menuju mimpi abadi yang aku tidak akan pernah mau lagi terbangun.

 

*End*

Iklan

15 thoughts on “Eternity

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s