Holding The Sky (Chapter 1)

Holding the Sky [chapter 1]

IMG-20140528-WA0043

Judul   : Holding the Sky [chapter 1]

Author : arlotiefe53 (@dhindha53)

Cast     :

–          Byun Baek Hyun (EXO) as Byun Baek Hyun

–          Kim Tae Yeon (SNSD) as Kim Tae Yeon SNSD

Support Cast :

–          Lee Soon-kyu/Sunny (SNSD) as Sunny SNSD

–          Shim Bo-young (OC) as Produser Audisi SM Entertainment

–          Lee Soo Man (SM Entertainment’s chairman) as Lee Soo Man

–          Choi Jino (SM The Ballad) as Choi Jino / keponakan Shim Bo-young

–          Kim Joon Myun/Suho (EXO) as Suho EXO

Genre  : Life , Dreams , Romance.

Length : Chapter/Series

Rating : PG-15

Summary:

Kecelakaan itu membuat dirinya terpuruk. Sampai suatu saat ia menemukan semangatnya dan bangkit. Headset dan buku favorit, serta bangku di taman itu, adalah saksi bisunya. Kemudian orang lain menyadari bahwa, mimpinya sempurna, tapi sayang keberuntungan tidak berpihak padanya. Hingga di akhir dari semua mimpinya, satu kata yang paling dinantikan tidak bisa terucapkan, “cinta”.

apabila ada kesamaan kata, tempat, tokoh, maupun jalan cerita saya selaku author meminta maaf, tapi FF ini murni apa adanya, apa yang ada di otak saya maksudnya.

(ffinijugadipublishdiblogpribadis9gff.wordpress.com)

 

.Happy Reading and Don’t be a plagiator.

.PLAGIAT HARAM HUKUMNYA.

 

*nb:bacaprolognyaduluya^^v*

_______

 

Seorang wanita paruh baya membukakan pintu.“Aigoo.Kenapa hampir malam?Ayo masuk.Ini siapa?Dia..” ujarnya terkejut melihat Taeyeon.

“Kenapa eomma? Ah, eomma pasti mengira ia Taeyeon SNSD, kan? Ia bilang dia bukan Taeyeonnoona.” ujar Baekhyun santai.

Ibu Baekhyun masih tidak percaya dan akhirnya beliau membiarkan mereka berdua masuk.

“Taeyeon~sshi, aku ke kamar dahulu ya.Kau disini saja sebentar, mengobrolah denganeommaku.” ucap Baekhyun dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya, kemudian pergi meninggalkan Taeyeon.

Taeyeon mengangguk dan mulai berbicara dengan ibu Baekhyun.
Eommonim, maaf, aku tidak ingin Baekhyun tahu kalau aku memang Kim Taeyeon yang sebenarnya,”

“Sudah kuduga.Tapi bagaimana bisa kau mengenal anakku?Dia tidak pernah kemanapun kecuali ke taman itu dan ia tidak bisa melihat dengan normal.”

“Aku mengenalnya di taman. Aku mendengar dari pengunjung disana bahwa ada seorang laki-laki yang memiliki suara bagus tetapi ia buta. Lalu aku melihatnya dan mendengar ia bernyanyi. Sungguh, belum pernah aku mendengarkan suara sebaik itu.Apalagi dia seorang laki-laki.” jelas Taeyeon.

“Memang benar ia buta.Dia mengalami kecelakaan satu tahun yang lalu hingga mengalami kebutaan.Ia sangat terpukul dengan kejadian itu. Hingga suatu ketika ia sadar bahwa ia harus bangkit. Dan kau tahu apa yang bisa membuatnya bangkit?”

Taeyeon menggeleng.

“Itu adalah kau Taeyeon~sshi.Dia mengidolakanmu.Ia suka sekali dengan suaramu. Ia selalu bilang, ‘aku akan bisa seperti Taeyeon noona! Aku pasti bisa meskipun dunia sekarang melarangku untuk melihatnya!’ Semua semangatnya adalah untuk bisa menjadi seorang penyanyi sepertimu dan masuk di agensi yang sama denganmu.

“Tapi, setelah satu minggu ia melakukan audisi dengan mengirimkan demo suaranya ke agensimu, ia mengalami kecelakaan dan ketika agensimu tahu ia tidak bisa melihat kembali, agensimu mencoret namanya dari daftar peserta yang lolos audisi.Sejak saat itu semangatnya hilang selama berbulan-bulan.Aku sangat kasihan padanya.”Ibu Baekhyun menceritakan semua yang terjadi.

Hati Taeyeon bergetar dan mulutnya bergeming.Ia tersentuh dengan apa yang dikatakan ibunya Baekhyun. Byun Baek Hyun, mimpinya sempurna, tapi sayang, keberuntungan tidak berpihak padanya. Ia tahu betul bahwa masuk ke dalam agensinya tidaklah mudah.

Karena hari sudah malam, Taeyeon pamit pulang dari rumah Baekhyun. Di sepanjang jalan ia berpikir keras bagaimana caranya agar Baekhyun bisa seperti dirinya. Tiba-tiba terlintas ide di pikirannya.Ia kemudian tersenyum dan segera pulang. Tetapi sebenarnya rumah Taeyeon berbeda arah sejak berjalan dari taman. Ah, ada-ada saja. Ia rela mengganti jalur pulangnya hanya untuk seorang fansnya ,ByunBaek Hyun.

***

Di gedung SM Entertainment..

Keesokan harinya, cuaca dari pagi terlihat kurang bersahabat.Mendung dimana-mana.Hampir di semua ruangan, lampu terpaksa dinyalakan, padahal waktu masih menunjukkan pukul 2 siang.Taeyeon yang sedari tadi melihat ke arah jendela mulai khawatir. Hari sudah semakin sore dan ia tahu bahwa Baekhyun pasti sudah berada di taman itu.

Eomma! Aku ke taman ya! Aku akan pulang sebelum petang. Jangan khawatir aku membawa payungku juga!” teriak Baekhyun dari tempat yang berbeda.

Taeyeon yang sedang melamun itu dikejutkan oleh Sunny, teman satu grupnya.

Eonni, kau kenapa? Kau sakit?” tanya Sunny sembari menempelkan punggung tangannya ke arah dahi Taeyeon.

“Aku baik-baik saja.” jawab Taeyeon datar, matanya masih memandang ke arah jendela. “Sunny~ah, boleh aku meminta pendapatmu?” tanya Taeyeon.

Sunny mengangguk.

Taeyeon memperbaiki posisi duduknya.“Jika kau sangat diidolakan oleh fansmu sampai-sampai kau adalah penyemangat hidupnya.Kau akan melakukan apa untuknya?”Taeyeon mulai buka suara.

“Mengapa bertanya seperti itu?” jawab Sunny santai sambil mengunyah keripik kentangnya.

“YA!Jangan kebanyakan makan. Konser kita akan dimulai beberapa bulan lagi. Mau kau gendut lagi hah?!”Taeyeon mendadak galak.

Sunny tersenyum kecut mendengar larangan Taeyeon dan pergi dari tempat itu.

“Hei, kau belum jawab pertanyaanku!” teriak Taeyeon saat Sunny meninggalkannya.

Sunny berbalik arah.“Itu mudah. Lakukan saja apa yang seharusnya kau lakukan. Tapi ingat! Seorang idola hanya memiliki satu kesempatan untuk membantu fans yang sama.”

Taeyeon bingung dengan apa yang dimaksud Sunny. “Kalau lebih dari sekali, memangnya kenapa?” gumam Taeyeon.

“Itu karena, suatu saat fansmu yang lain melihatnya.Ia akan merasa cemburu, ingin diperlakukan sama.” celetuk Sunny yang tiba-tiba sudah berada di belakang Taeyeon lagi.

“YA?!kau mengagetkanku saja.”pekik Taeyeon. “Bukankah itu normal?” tanya Taeyeon lagi.

“Ah, eonni belum mengerti juga rupanya. Begini, contoh sederhana saja, jika misalnya Seohyun ingin mengajak salah satu dari kita berdua untuk belanja dan akhirnya ia memilihku. Apa yangeonni rasakan?”

Taeyeon berpikir sejenak.“Aku akan merasa biasa saja.Toh, itu kehendak dia.”

“Oke, dan jikalau Seohyun ingin mengajak salah satu dari kita berdua untuk berbelanja lagi di kemudian hari dan ia tetap memilihku.Apa yang eonni rasakan saat itu juga?” Sunny mengambil perumpamaan yang sama.

Taeyeon memasang wajah masam. “Mungkin..aku akan berpikir kalau Seohyun hanya suka padamu.”

“Tuh kan, itu namanya eonni cemburu.Cemburu tidak hanya pada lawan jenis tetapi juga pada hal yang dianggapnya tidak adil atau pilih kasih.Itu juga akan dirasakan ribuan fansmu diluar sana yang menginginkan perlakuan yang sama seperti itu.”Sunny mengakhiri penjelasannya.

“Begitu ya. Aku rasa tidak akan cukup bila hanya satu kesempatan. Masih banyak yang ingin aku lakukan padanya.” gumam Taeyeon.

“Padanya?” tanya Sunny.

“Baiklah, ikut denganku akan kutunjukkan siapa yang kumaksudkan.”Taeyeon langsung menggandeng tangan Sunny bergegas pergi dari ruangan itu.

 

Di taman seperti biasa, Baekhyun asyik mendengarkan lagu lewat mp3 player-nya sambil bersenandung. Taeyeon dan Sunny yang berada tak jauh dari tempat Baekhyun duduk mulai memperhatikan Baekhyun.

“Jadi dia orangnya?” tanya Sunny sesaat setelah ia melihat Baekhyun.

Taeyeon mengangguk.

“Dia pernah ikut audisi di agensi kita satu tahun yang lalu.Ia sempat diterima, tapi, akhirnya ia tidak bisa lolos audisi karena kecelakaan hingga membuatnya buta. Maka dari itu, aku ingin membantunya.” jelas Taeyeon.

“Tumben sekali. Pasti ada alasan lain eonni ingin membantunya. OmoEonni menyukainya??” tebak Sunny.

“YA!Itu tidak benar!” elak Taeyeon.“Dia mengidolakanku sampai-sampai semua semangatnya adalah aku.Panjang jika kuceritakan disini.”

“Jadi pertanyaan tadi jawabannya adalah dia? Hmm..baiklah,” Sunny menafsirkan pemikirannya.

“Jadi… kau akan membantuku kali ini?” Taeyeon merapatkan kedua tangannya sambil berkata tanpa suara ‘jebal..jebal..’(tolong..tolong ya..)

Arraseo, aku akan membantu.Tapi ingat, hanya satu kesempatan.”Sunny mengiyakan permintaan Taeyeon.

Seketika itu Taeyeon mendekap erat tubuh Sunny. “aaa… gomawo! Jjinja gomawo Sunny~ah .Aku tahu hanya kaulah yang bisa membantuku. Gomawo! Gomawo! Gomawo!”

“YA! Eonni lepaskan! Aku tidak bisa bernapas!”Sunny meronta-ronta.

***

Di sisi lain, seorang produser yang menangani semua audisi di SM sedang membuka tumpukan peserta audisi yang masuk ke SM. Shim Bo-young, begitu yang terlihat di ID card yang ia kalungkan di lehernya.

“Ah, mengapa banyak sekali?” ia mulai mengacak-acak rambutnya sendiri.

Tiba-tiba pintu ruangan itu diketuk.

“Produser, boleh aku masuk?” tanya pemuda yang memunculkan separuh kepalanya dari balik pintu.

“Ne, sudah kubilang panggil paman saja.Masuklah, aku ingin bicara denganmu.” jawab produser.

Pemuda ini masuk. Walaupun penampilannya hanya memakai kemeja berwarna putih dipadu dengan celana jeans lengkap dengan ponsel di tangannya bisa dibilang ia terlihat simpel tapi tetap keren.

“Baiklah. Ada masalah lagi paman?” tanya pemuda itu.

“Kau lihat tumpukan ini?Ini adalah daftar peserta yang ingin masuk ke agensi kita. Mereka yang terpilih akan dipersiapkan untuk grup selanjutnya. Dan kudengar grup itu akan dibentuk tidak lama lagi. Sang pemilik perusahaan sudah memilih beberapa kandidat yang sudah dipastikan masuk dan sisanya berasal dari sini.”Bo-young menjelaskan panjang.

“Lalu, apa hubungannya denganku?” pemuda ini mengerutkan dahinya.

“Paman hanya ingin berpesan padamu.Mulailah berlatih dengan giat dan juga perbagus lagi vokalmu.” pesan Bo-young.

“Jangan bilang paman ingin aku melakukan lebih dari yang kucapai sekarang. Paman, aku sudah berterimakasih sewaktu paman membantuku masuk SM The Ballad. Jadi kurasa paman tidak perlu susah-susah membantuku lagi dan juga…” elakan pemuda ini terhenti.

“Dan juga apa?” tanya Bo-young dengan kerutan di dahinya.

“Pemilik perusahaan pasti akan memilih yang benar-benar berbakat. Mereka tidak akan mungkin mengeluarkan rookie (pendatang baru) yang personilnya merupakan mantan dari grup bentukan SM sendiri. Paman, kau juga tahu, selera Lee Soo Man sajangnim (bos/pimpinan) tidak bisa diganggu gugat.” sambungnya kemudian.

“Itu urusan gampang.Percayalah padaku. Salah satu kandidat member yang akan masuk sudah pasti kau Jino. Dan paman yakin posisimu di grup itu akan sangat bagus nantinya.”Bo-young mulai membujuk pemuda yang dipanggilnya Jino itu. Ya, Choi Jino, SM The Ballad.

“Sudahlah paman.Berhenti dengan semua rencanamu.Permisi, aku pergi dulu.”Jino kesal dengan pamannya dan pergi dari tempat itu.

Bo-young mengambil cangkir kopinya. Dilemparnya  cangkir itu dengan kasar ke lantai. Ia geram dengan perlakuan Jino, tapi apadaya ia tidak mungkin akan membencinya sebab Jino adalah satu-satunya aset yang ia punyai.

Jino keluar dari ruangan Bo-young dengan wajah kesal.Ia berpikir bahwa seakan-akan hidupnya selalu dikemudikan oleh pamannya itu. Jino tidak memperhatikan langkahnya. Akibatnya, ia menabrak seseorang yang berjalan berlawanan arah dengannya.

“Aduh,” orang yang ditabrak tadi memegang pundaknya.

“Mianhae (maaf), aku tidak sengaja,” ujar Jino kemudian.Jino mendongakkan kepalanya melihat siapa yang ditabraknya.Matanya menangkap wajah seseorang yang di depannya.

“Jino~ah? Choi Jino?” Orang itu melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Jino.

“Oh, ne, Taeyeon noona.Maaf, aku tidak sengaja menabrakmu.Sekali lagi aku minta maaf.”Jino mengangguk kepalanya beberapa kali dan segera beralih dari tempat.

Taeyeon yang bingung dengan perlakuan Jino mulai mengerutkan dahinya.Tak mau ambil pusing, Taeyeon melanjutkan jalannya.“Datang darimana dia? Bukankah ia sedang vakum? Ah, sudahlah. Kembali ke tujuanmu semula Taeyeon,” Taeyeon merutuki pikirannya.

Taeyeon kembali ke tujuan semula, menemui produser SM yang menangani audisi.Tanpa mengetuk pintu, Taeyeon langsung masuk ke ruangan produser itu, siapa lagi kalau bukan Shim Bo-young.

“Hei..hei.. bisakah kau lebih sopan nona? Di sana ada pintu, kau bisa mengetuknya lebih dahulu.” ujar Bo-young spontan ketika mendapati Taeyeon asal masuk ruangannya.

“Kau tidak melihat kemampuannya hah?!”Taeyeon to the point (langsung bicara ke inti permasalahan).Padahal Taeyeon sadar siapa yang sedang diajaknya bicara bahkan dibentaknya beberapa detik yang lalu.

“Apa maksudmu, Taeyeon~sshi? Bicaralah yang jelas.”Bo-young berusaha meredam amarah Taeyeon.

*to be continue*

 

Akhirnya… akhirnya…akhirnya…

maaf ya updatenya lama, nungguin letop kelar dari bengkel soalnya hehe.. oke makasih buat semuanya yang udah setia menunggu FF yang nyatanya absurd dan gatau mau dibawa kemana ini cerita. oke bayyyyyyyyyy….

_artless53_

 

Iklan

7 pemikiran pada “Holding The Sky (Chapter 1)

  1. Hloh, udah ada ternyata,, makasih yg udah baca, ntar hari kinggu dikirim lanjutannya, makasih yg udah komentar ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s