First Sight With Cheonsa

Title: -Flashback- First Sight With Cheonsa

 

Author: @diantrf

 

Cast:

Oh Sehun, Byun Baekhyun (Exo) | Park Cheonsa (OC)

Others

 

Genre: Romance, Fluff | Rating: T | Length: Chaptered

 

Prev:

Innocent Cheonsa | What’s Cheonsa Doing Today? | Still Like-A-Child Cheonsa | Cheonsa Wants to Get Diet

 

0o0

Tahun ajaran baru untuk setiap sekolah seantero Seoul. Udara hari ini terlampau indah untuk tak dinikmati. Jam menunjukkan pukul delapan pagi, dan kini terlihatlah kumpulan murid baru yang sedang berbaris sambil mendengarkan instruksi dari senior mereka. Masa Orientasi Siswa.

 

Selain kita dapat melihat kumpulan senior Dewan Siswa, terlihat pula beberapa senior lainnya dengan almamater tanpa pakaian seragam sedang memantau jalannya acara. Yap, mereka adalah senior yang telah lulus dan sedang membantu juniornya dalam pelaksanaan masa orientasi tahun ini.

 

Wajah bagaikan dewa dan dewi surga, itulah gambaran para senior itu. Bahkan sepertinya sedaritadi para murid baru hanya memperhatikan senior itu dan tak memperhatikan penjelasan dari kakak kelasnya. Menyedihkan.

 

Tak terlalu banyak memang, hanya terlihat sekitar lima belas orang senior yang hadir hari ini. Mereka terdiri dari berbagai angkatan kelulusan. Dengan berbagai eskpresi yang mereka tampilkan, membuat kita dapat mengetahui karakter dari tiap orangnya.

 

Salah satunya adalah pria dengan wajah kelewat tampan, namun datar dan terkesan dingin. Tubuh tinggi dengan rambut kecokelatan serta tatapan tajam itu. Oh, sebenarnya tatapannya biasa saja, namun ada kesan menusuk yang terpancar disana.

 

Dialah pemeran utama dalam cerita ini. Oh Sehun, mahasiswa tahun terakhir di salah satu universitas ternama Korea. Sepertinya ia adalah senior termuda yang hadir saat ini. Motivasinya datang kemari adalah karena ‘paksaan manis’ seorang senior yang sudah ia anggap sebagai hyung kesayangannya.

 

Matanya terus memperhatikan kumpulan murid baru itu. Para remaja yang masih kentara sekali dengan wajah polos mereka. Ia bahkan jadi teringat saat hari pertamanya menjadi siswa Senior High. Remaja dengan tatapan datar yang sudah seperti es. Sehun tak pernah berubah dari dulu.

 

Matanya, entah mengapa terhenti pada suatu objek yang membuat ia mengerutkan keningnya karena bingung. Seorang gadis dengan wajah sangat cantik yang terkesan polos, bahkan bisa dikatakan menggemaskan.

 

Gadis itu cukup tinggi, dengan rambut wavy blonde yang diikat satu. Bisa diperkirakan panjangnya mungkin sepinggang. Sehun semakin bingung. Bukankah peraturan sudah jelas bahwa para murid tak boleh mewarnai rambut mereka?

 

 

“Junmyeon hyung, bukankah peraturan sekolah ini sudah jelas jika para murid tak boleh mewarnai rambut mereka?”

 

“Iya, benar. Lalu?”

 

“Lihatlah gadis di barisan paling belakang itu.”

 

 

Seniornya, Kim Junmyeon, langsung mengarahkan pandangannya kepada gadis yang membuat Sehun bingung itu. Junmyeon malah mengangguk dan tersenyum, membuat Sehun semakin bingung dengan reaksi hyung-nya.

 

 

“Rambut aslinya memang begitu. Tadi juga aku sempat hampir menegurnya. Namun saat aku bertanya pada salah satu panitia, ternyata memang seperti itu. Mungkin memang ia mempunyai darah western.”

 

 

Sehun mengangguk paham. Matanya masih tetap terpaku pada gadis manis itu. Entah mengapa, seperti ada sesuatu yang berdesir lembut dalam tubuh Sehun. Seperti rasa aneh yang membuatnya nyaman sekaligus bingung.

 

 

“Apa yang kau pikirkan, Sehun? Ia hanya anak-anak.” gumam Sehun pelan.

 

 

Segera ditepisnya pikiran dan perasaan aneh itu. Para murid dibubarkan oleh panitia, dan itu menjadi awal bagi para senior untuk memulai acara mereka. Acara pemberian motivasi dan yang lainnya. Sepertinya ini akan menyenangkan. Dan Sehun kini bergabung dengan senior yang lain berjalan menuju lapangan untuk persiapan.

 

0o0

 

Agenda pertama adalah games kejujuran. Sehun dijadikan satu tim dengan Park Jongil, sang ketua Dewan Siswa, dan Junmyeon. Kelompok kecil mereka ini berisikan sekitar dua puluh murid. Para murid perempuan sepertinya terlihat senang karena satu kelompok dengan para tutor tampan.

 

Ah, gadis berambut blonde itu juga masuk kelompok Sehun. Tanpa sadar ia tersenyum kecil. Entahlah, sepertinya Sehun mulai tertarik dengan wajah polos menggemaskan gadis itu. Rasanya seperti melihat pemandangan musim gugur yang sangat indah, dengan taburan kelopak bunga di sekitarnya. Yang perlu kita ingat bahwa tak ada bunga di musim gugur. Ya seperti itulah perasaan Sehun, tak masuk akal.

 

Mereka duduk melingkar di bawah salah satu pohon rindang taman sekolah. Kelompok lain juga melakukan hal demikian. Jongil mempersilakan dua seniornya itu untuk perkenalan terlebih dahulu. Dan sudah dapat dipastikan kini semua murid perempuan menjerit tertahan mendengar suara merdu Junmyeon yang mampu melelehkan mereka.

 

Dan betapa Jongil ingin tertawa saat perkenalan Sehun tiba. Suara Sehun yang terkesan dingin dan cool itu semakin membuat semua adik kelasnya berwajah merah. Junmyeon juga hanya cekikikan sendiri melihat reaksi para gadis itu. Lain halnya dengan Sehun yang tetap berwajah datar.

 

 

“Sekarang kita akan main games kejujuran. Jadi nanti kami bertiga akan menunjuk kalian satu per satu. Kalian harus menyebutkan nama, dan kesan pertama kalian melihat para senior disini. Boleh untuk kami bertiga atau untuk senior yang lainnya.”

 

 

Junmyeon membuka sesi games itu. Semua murid nampak mengangguk paham. Dan Sehun masih terus memperhatikan gadis manis itu yang kini duduk tepat di samping Junmyeon. Sungguh, Sehun sedikit iri melihatnya.

 

Dan saat Junmyeon melihat tatapan Sehun yang terus memperhatikan gadis di sebelahnya, ia hanya tersenyum mengerti. Gadis manis itu hanya terdiam, bahkan tidak terlihat tertarik dengan para senior tampan itu. Junmyeon lihat bahwa saat perkenalan tadi hanya gadis ini yang tidak menjerit seperti yang lain. Sedikit membuat penasaran.

 

Games dimulai. Jongil menunjuk seorang gadis dengan kepangannya yang lucu dan mata sipitnya yang membuatnya terlihat menggemaskan. Dan sesi perkenalan pun dimulai.

 

 

“Jung Hyunrae imnida. Saya menyukai Kris sunbaenim karena gayanya yang keren.”

 

 

Semuanya tertawa, termasuk Junmyeon dan Jongil. Tak heran jika gadis itu menyukai Kris. Namun berbeda dengan Sehun yang sama sekali tidak terlihat tertarik dengan semua ini. Itulah Sehun, tidak terlalu suka dengan hal-hal yang bersifat bertele-tele dan membuang waktu.

 

Pertanyaan itu masih terus dilanjutkan. Rata-rata mereka menyukai Cho Eunri, senior kelas tiga, dan Kim Taehyung. Namun tak jarang juga nama Junmyeon disebut karena keramahannya. Dan kini tinggal satu murid terakhir. Gadis yang sangat menyita perhatian Sehun.

 

 

Nah yang terakhir, gadis yang duduk di sebelah Junmyeon sunbae.”

 

 

Jongil menunjuk gadis itu. Dan kini semua pasang mata mengarah padanya. Gadis itu tersenyum manis, dan sudah akan bicara ketika tiba-tiba bel berbunyi. Semuanya harus selesai, dan jadilah permainan itu ditunda.

 

 

“Oke, sepertinya sudah selesai. Kalian boleh kembali ke kelas masing-masing.”

 

 

Semua murid bangkit setelah diberi pengarahan oleh Jongil. Namun Junmyeon terlihat sedang berbicara dengan gadis manis di sampingnya itu. Tak lama, lalu gadis itu segera pergi menuju kelasnya. Sehun yang melihat itu langsung menghampiri Junmyeon dan menanyakan apa yang mereka bicarakan.

 

 

“Namanya Park Cheonsa. Ia bilang bahwa ia menyukai semua senior karena keramahan mereka. Namun ia tidak suka melihatmu, karena kau tidak terlihat ramah.”

 

 

Junmyeon cekikikan sendiri setelah mengatakan hal itu, dan Jongil yang mendengarnya kini tertawa dengan sangat semangat. Gadis yang unik. Disaat semua murid terkagum akan wajah dingin Sehun yang terkesan keren, gadis itu justru tidak suka.

 

Sehun kini terdiam, bermain dengan pikirannya sendiri. Entahlah apa yang ia pikirkan saat ini. Ia bingung dengan dirinya sendiri. Seperti ada suatu rasa yang mengganjal di hatinya. Namun hanya satu hal pasti yang Sehun mengerti.

 

 

Bahwa ia sedikit tertarik dengan gadis manis itu.

 

0o0

 

Cheonsa sedang bermain dengan seluruh bonekanya. Ada beruang, kelinci, bahkan masih banyak lagi yang lainnya. Seminggu sudah ia menjadi murid Senior High, melewati masa orientasi yang menyebalkan dan beradaptasi dengan lingkungan barunya..

 

Gadis manis itu masih terus fokus bermain dan tak menyadari kehadiran sesosok makhluk gaib yang berjalan jinjit untuk mengagetkannya. Sosok itu tersenyum kecil lalu dengan tiba-tiba memeluk Cheonsa dari belakang dan mengelitiki pinggangnya. Sontak Cheonsa tertawa dan memohon ampun agar dilepaskan.

 

 

Aaaaaa Chanyeol oppa, gelii!”

 

 

Chanyeol tertawa lalu segera melepaskan pelukannya. Ah, betapa manisnya kakak-adik satu ini. Chanyeol kini malah mencubiti pipi chubby Cheonsa dan terakhir mencium pipinya seperti sedang mencium bayi kecil. Cheonsa terlalu menggemaskan untuk ukuran remaja.

 

 

“Tebak, siapa yang oppa bawa hari ini?”

 

 

Cheonsa memandang Chanyeol dengan penasaran, lalu tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan terlihat seorang laki-laki berwajah manis yang tersenyum kearah mereka. Cheonsa membulatkan matanya dan tersenyum mengetahui siapa yang datang.

 

 

“Hyun oppa!”

 

 

Iya, Byun Baekhyun yang datang hari ini. Baekhyun adalah sahabat Chanyeol yang sudah seperti saudara sendiri, dan kelihatannya Baekhyun sangat menyayangi Cheonsa. Cheonsa langsung berlari kearah Baekhyun dan memeluknya, yang disambut pelukan hangat juga oleh Baekhyun.

 

Chanyeol yang melihat itu langsung berdeham dengan keras karena merasa diabaikan. Baekhyun hanya tertawa sambil mengusap rambut panjang Cheonsa. Gadis ini semakin menggemaskan setiap harinya. Rasanya Baekhyun ingin sekali membawa Cheonsa pulang dan menjadikannya boneka untuk dipeluk setiap malam.

 

 

“Lihat, apa yang oppa bawa?”

 

 

Baekhyun langsung mengeluarkan sebuah boneka beruang berukuran sedang dari balik punggungnya. Boneka berwarna biru itu membuat Cheonsa tersenyum senang dan langsung memeluknya. Baekhyun tersenyum melihat tingkah menggemaskan Cheonsa.

 

 

“Hyun oppa, terimakasih.”

 

“Sama-sama, sayang.”

 

 

Setelahnya, Cheonsa kembali duduk di atas ranjangnya dan bermain bersama semua bonekanya. Chanyeol dan Baekhyun hanya duduk di kursi belajar Cheonsa sambil memperhatikan tingkah gadis manis itu. Ia sangat menggemaskan, persis seperti anak kecil yang sedang bermain ‘minum teh’.

 

Mereka larut dalam keheningan selama beberapa menit, sampai akhirnya terdengar suara ketukan pintu dan munculnya seorang wanita cantik yang tersenyum kepada mereka bertiga. Siapa lagi jika bukan ibunya Cheonsa dan Chanyeol? Bahkan wanita itu masih terlihat muda, sangat mirip dengan Cheonsa.

 

 

Wah, ada Baekhyun juga. Eomma hanya ingin mengingatkan kalian jika nanti malam akan ada tamu yang dinner bersama kita. Kalian bersiaplah, kau juga Baekhyun. Karena Baekhyun sudah seperti keluarga sendiri.”

 

 

Senyum manis itu tak lepas dari bibir eomma Cheonsa. Baekhyun hanya balas tersenyum saja, merasa senang karena sudah dianggap keluarga disini. Cheonsa yang baru sadar dengan kedatangan eomma-nya langsung menghentikan permainannya dan berlari untuk memeluk eomma-nya. Sungguh menggemaskan.

 

 

“Cheonsa, sepertinya kita akan sibuk sore ini. Ah ya, bisakah Chanyeol dan Baekhyun keluar sebentar? Ada urusan perempuan yang harus kami lakukan sekarang.”

 

 

Eomma Cheonsa mencubit hidung anak perempuannya dengan gemas. Chanyeol dan Baekhyun segera bangkit dan keluar dari kamar, setelah sebelumnya Chanyeol berhasil mencubit kedua pipi adiknya sampai merah.

 

 

Eomma, apa yang akan kita lakukan?”

 

“Rahasia. Tapi sekarang Cheonsa mandi dulu, ya? Biar eomma yang merapikan bonekanya.”

 

 

Ia mengangguk lalu segera berjalan menuju kamar mandi. Sebenarnya apa yang akan dilakukan ibu dan anak ini? Mengapa begitu misterius dan mencurigakan?

 

0o0

 

Jam menunjukkan pukul enam saat Cheonsa telah menyelesaikan segala urusannya dengan ibunya. Ternyata eomma Cheonsa menyuruh gadis manis itu untuk berdandan karena akan ada tamu spesial malam ini. Cheonsa kini sudah siap dengan mini dress-nya yang berwarna senada dengan mata hijaunya, dan tak lupa dengan bandana hijau yang melingkar manis di kepalanya, menjadikannya kontras dengan warna kulit Cheonsa yang putih susu serta rambut blonde-nya.

 

Sekarang Cheonsa sedang bermain dengan Baekhyun di taman belakang, sedangkan Chanyeol sedang sibuk mempersiapkan ruangan makan malam bersama ayah dan ibunya. Mengapa bukan Cheonsa saja yang ikut membantu eomma-nya? Entahlah, tapi sepertinya ibu muda itu sedang menyembunyikan sesuatu dari Cheonsa dan Chanyeol.

 

Baekhyun sedaritadi tersenyum manis melihat penampilan Cheonsa yang manis dan menggemaskan ini. Mereka sedang merangkai flower-crown dan Cheonsa terlihat sangat serius membuatnya. Cheonsa sangat menyukai bunga, maka dari itu mereka memutuskan untuk membuat flower-crown saja.

 

Melihat wajah gadis yang sedang serius itu membuat Baekhyun merasakan debaran aneh tersendiri dalam dadanya. Sepertinya Baekhyun memang sudah mulai menyukai Cheonsa sejak pandangan pertama. Sejak ia berkunjung ke rumah Chanyeol dua tahun yang lalu, sewaktu mereka telah resmi menjadi sahabat.

 

Cheonsa yang dulunya adalah seorang gadis kecil manis telah membuat Baekhyun terpesona dengan kepolosan dan tingkah lucunya. Ya begitulah. Dan sampai sekarang rasa itu semakin besar tumbuh dalam hati Baekhyun. Ia telah jatuh cinta pada gadis manis menggemaskan itu.

 

Setelah agak lama, terlihat Chanyeol yang kini sedang berjalan menghampiri mereka. Wajah pemuda itu nampak datar, seperti ada sesuatu dalam pikirannya. Baekhyun tak cukup bodoh untuk menyadari jika ada sesuatu yang mengganggu pikiran Chanyeol.

 

 

“Chanyeol oppa, bagaimana flower-crown buatan Cheonsa?”

 

Ahh, neomu kyeopta.”

 

 

Chanyeol mengusap rambut Cheonsa dan tersenyum, walaupun sepertinya senyum itu terpaksa. Kemudian Chanyeol menatap Baekhyun yang sudah memandangnya dengan tatapan ‘ada apa?’. Tapi Chanyeol hanya terdiam dan tak mengatakan apapun. Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres disini.

 

 

Tin..Tin..

 

 

Suara klakson yang cukup kencang itu membuyarkan keheningan antara Baekhyun dan Chanyeol. Ibunya sempat bilang tadi jika Chanyeol mendengar bunyi klakson mobil berarti sudah saatnya mereka datang langsung menuju ruang tamu.

 

Dan Chanyeol langsung membuat Cheonsa menghentikan kegiatan serunya lalu segera menggenggam tangan Cheonsa erat. Baekhyun yang melihat itu dari belakang kini mengerutkan alisnya karena semakin bingung. Sebenarnya ada apa dengan Chanyeol?

 

0o0

 

Mobil mewah tuan Oh mendarat sempurna di pekarangan rumah keluarga Park. Nampak seorang pria dewasa yang tersenyum melihat tamuya telah datang. Emmanuel Park, ayah Cheonsa dan Chanyeol langsung memeluk sahabatnya itu dan tersenyum pada nyonya Oh. Dan jangan lupakan seorang lagi diantara mereka.

 

Pemuda tinggi dengan rambut kecokelatannya dan tatapan tajamnya. Ia hanya diam memperhatikan para orang tua itu tertawa karena baru saja bertemu kembali setelah sekian lama. Tak lama, nyonya Park datang dan mempersilakan mereka semua untuk masuk.

 

Cheonsa telah duduk dengan nyaman di sofa ruang tamu bersama Chanyeol dan Baekhyun. Ia kini sedang menyandarkan kepalanya di pundak Chanyeol, penasaran dengan siapa yang menjadi tamu mereka malam ini. Begitu melihat tamunya telah datang, Chanyeol dan Cheonsa serta Baekhyun berdiri dan otomatis memasang senyum mereka masing-masing.

 

 

Ah ya, ini dia anak kami Chanyeol dan Cheonsa, serta Baekhyun. Ia sahabat Chanyeol dan sudah dianggap sebagai keluarga disini.”

 

 

Eomma Cheonsa memperkenalkan ketiga anak itu satu per satu dan disambut senyum hangat oleh tuan dan nyonya Oh. Namun berbeda dengan pemuda tinggi itu yang sedaritadi hanya diam memperhatikan sebuah objek pandang yang sangat mencolok di matanya.

 

Gadis itu. Gadis kecil yang sudah menyita perhatiannya beberapa hari yang lalu. Ia hanya terfokus menatap gadis itu bahkan tanpa mengedipkan matanya. Nyonya Oh yang menyadari hal itu langsung tersenyum dan segera mengenalkan anaknya pada semuanya.

 

 

“Dan ini anak kami, Oh Sehun.”

 

 

Cheonsa terlihat tak asing dengan pemuda bernama Oh Sehun itu. Apakah ia pernah melihatnya? Tapi dimana? Gadis manis itu juga kini sedang menatap Sehun, mencoba menggali memorinya tentang kapan dan dimana ia pernah melihat Sehun.

 

 

Ehm, sepertinya kita siap makan sekarang. Mari semuanya.”

 

 

Eomma Cheonsa tertawa kecil karena menyadari bahwa Sehun dan Cheonsa saling bertatapan satu sama lain. Sepertinya ia sedikit salah sangka. Mereka bertatapan karena rasa penasaran dan heran, bukan karena terpesona atau apapun namanya itu.

 

Semuanya telah duduk di ruang makan. Sehun tepat duduk berhadapan dengan Cheonsa. Makan malam itu didominasi oleh obrolan para orang tua. Walaupun begitu, Sehun sesekali menatap Cheonsa. Memperhatikan cara gadis itu makan dan bercanda bersama kakaknya.

 

Tapi, Cheonsa sama sekali tak memperhatikan Sehun. Ia sedang sibuk bercanda diam-diam dengan Baekhyun yang terus menggodanya selama acara makan malam. Berbanding terbalik dengan Chanyeol yang hanya diam dan memakan makanannya dengan tenang. Sebenarnya ada apa dengan Chanyeol hari ini?

 

 

Setelah waktu tiga puluh menit itu berjalan lancar, mereka memutuskan untuk kembali ke ruang tamu dan kembali melanjutkan obrolan yang tertunda. Namun entah mengapa atmosfer ruangan itu berubah seketika. Hening, hanya itu perubahan yang kontras terasa oleh Baekhyun dan Cheonsa. Dan bagaimana dengan Chanyeol? Oh, ia telah tahu apa yang akan terjadi setelah ini.

 

 

“Kami bermaksud untuk memperkenalkan Sehun dengan Cheonsa.”

 

 

Yang disebut namanya langsung mengangkat kepalanya dan saling menatap satu sama lain. Sehun memang sudah menduga hal ini akan terjadi karena ia cukup pintar membaca situasi. Namun Seperti yang kita tahu bahwa Cheonsa terlalu polos untuk mengerti apa yang terjadi sebenarnya.

 

Chanyeol semakin mengeratkan rangkulannya pada Cheonsa, dan Baekhyun terlihat membulatkan matanya karena shock. Apakah ini hanya sekedar acara perkenalan biasa atau akan berujung.. perjodohan?

 

 

Ani. Maksudnya, kami akan menjodohkan Sehun dengan Cheonsa.”

 

 

Sepertinya di luar sedang hujan badai, atau memang hanya Baekhyun yang baru saja mendengar bunyi petir sebagai backsound rasa kagetnya? Apakah ini artinya.. usahanya selama ini sia-sia? Kedekatannya dengan Cheonsa harus berakhir sampai disini saja?

 

 

Oppa, apakah itu artinya Cheonsa akan menikah dengan orang itu?”

 

 

Cheonsa berbisik pelan pada Chanyeol, membuat Chanyeol antara tega dan tak tega untuk menjawabnya. Ia memang tahu bahwa perjodohan ini untuk kebaikan Cheonsa, tapi tetap saja adiknya itu masih terlalu kecil untuk mengetahui apa itu artinya sebuah pernikahan.

 

Bahwa pernikahan bukan hanya sekedar menanti pasanganmu di altar lalu mengucapkan janji suci kemudian saling memakaian cincin dan akhirnya berciuman manis sebagai penutupnya. Pernikahan adalah sebuah komitmen hidup dan rasa saling percaya serta memahami satu sama lain.

 

 

“Cheonsa pasti akan menyukai Sehun nantinya. Oppa janji akan hal itu.”

 

 

Chanyeol sudah seperti ayah yang akan melepas pergi putrinya untuk menikah dengan orang lain. Ia sangat menyayangi adiknya dan tak mau sampai Cheonsa tersakiti nantinya jika memang Sehun bukan orang baik. Ia berharap bahwa Sehun adalah pemuda baik yang bisa menjaga adiknya nanti.

 

 

Nah, lebih baik Sehun bicara dulu dengan Cheonsa agar saling mengenal satu sama lain. Cheonsa, bisa antar Sehun oppa ke taman belakang?”

 

 

Eomma Cheonsa tersenyum menatap anak gadisnya. Cheonsa mengangguk lalu berdiri dan kemudian menatap Sehun sekilas. Gadis itu tersenyum manis. Sepertinya Cheonsa masih belum mengerti situasi yang terjadi saat ini.

 

 

Kajja, oppa.”

 

 

Manisnya Cheonsa saat ini. Ia tersenyum seolah tak ada beban yang ia rasakan. Bagaimana ia mempunyai beban jika ia tak menyadari kehadiran beban itu sendiri?

 

Sehun hanya berjalan mengikuti Cheonsa dari belakang. Setelah memasuki satu ruangan yang terpisah dengan ruang tamu, Sehun tiba-tiba menggenggam jemari Cheonsa. Gadis itu kaget dan menatap Sehun dalam diam, namun Sehun punya jawaban jitu yang masuk akal untuk dipercaya.

 

 

“Malam ini dingin. Kuharap Cheonsa tak kedinginan.”

 

 

Gadis polos itu tentunya percaya dengan jawaban Sehun. Ia hanya tersenyum sambil terus melangkahkan kakinya. Berbeda dengan Sehun yang merasakan debaran aneh dalam dadanya. Apakah.. Sehun benar-benar menyukai gadis manis ini sejak pandangan pertamanya?

 

 

TBC

 

 

Credit:

Cho Eunri, Jung Hyunrae, dan Park Jongil bukan milik Angel. Selamat untuk mereka bertiga, maaf belum bisa Angel jadiin cast utama. Tapi Angel makasih banget kalian udah mau berpartisipasi. Thanks very much 😉 Dan nanti bakal terus di reveal siapa aja yang jadi castnya, hehe.

 

Dan cast namjanya adalaaahh, Byun Baekhyun yuhuu~ Park Chanyeol disini jadi kakaknya Cheonsa. Ah, kakak-adik satu itu emang manis banget huhu. Maaf buat yang minta Yixing atau Jongin atau Chanyeol. Angel cuma ngerasa kalo kayaknya Baekhyun yang dapet feelnya hehe.

 

Percaya ga percaya, Angel ngerjain ini hari minggu dan besoknya ujian kenaikan kelas. Amazing, wkwk. Kayaknya ga bisa Angel bikin oneshot, jadinya chapter gini. Doain aja semoga ga ngaret lagi ya ngerjainnya. Doakan Angel naik kelas hehe. Annyeong^^

Iklan

149 pemikiran pada “First Sight With Cheonsa

Tinggalkan Balasan ke Nurul A Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s