Love And Friendship (Chapter 3)

Love And Friendship

Chapter 3

Title : Love and Friendship (Chapter 3)

Author : asterinamei/Asterina Nilam (@LPMei98_NH625)

Main Cast : Wu Mei Rin, Huang Zi Tao “EXO”, Shim Hyun Seong “Boyfriend”, Xi Lu Han “EXO”, Wu Yi Fan/Kris “EXO”.

Other Cast : Shin Hye Kyung and others.

Genre : Romance, friendship, family.

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku. Semua cast milik Tuhan YME. Jika ada cerita yang sama persis di tempat lain, maka itu punya saya. Tapi jika ceritanya sama persis namun beda author, itu namanya plagiarisme.

“Meirin awas!” teriak Tao.

Meirin selamat, tapi Tao terjatuh dan kepalanya terbentur. Tao pun segera di bawa ke rumah sakit.

 

@Hospital..

“Ada apa dengan tao?” tanya Hyunseong.

“Ini semua salahku, Hyunseong. Kalau saja aku tidak mengambil gelangku, pasti Tao tidak akan seperti ini.” ucap Meirin sambil menangis.

“Sudahlah Meirin, uljima.” ucap Hyekyung sambil menenangkan Meirin.

 

 

Sudah 2 minggu Tao berbaring disini, ia belum sadar juga. Dokter bilang, “Kepalanya terbentur sangat keras dan bisa saja, dia tidak ingat kejadian-kejadian atau orang-orang yang dia kenal. Kalau pun dia ingat, itu juga tidak semuanya.”

Setiap hari Meirin selalu menjenguk Tao, terkadang ia menemani ibunya Tao untuk menjaga Tao.

“Meirin pulanglah dulu. Kau juga harus istirahat.” ucap ibunda Tao.

“Tapi aku mau menemani Tao sampai dia sadar.” ucap Meirin.

“Kalau Tao sudah sadar, pasti nanti akan diberitau.” jelas ibunda Tao.

“Baiklah. Kalau begitu, aku pulang dulu. ” pamit Meirin.

 

 

Tiba-tiba tangan Tao bergerak dan perlahan ia membuka matanya.

Mama. (mama : ibu dalam bahasa Mandarin)” panggilnya.

 

Ibunda Tao kaget, “Kau sudah sadar sayang?” ucap ibunda Tao sambil menggengam tangan anaknya.

“Iya.” Ibunda Tao segera menghubungi ayah Tao, Hyunseong dan tentu saja Meirin.

 

Meirin POV~

Aku segera menuju kamar Tao. Baru saja aku ingin pulang, tiba-tiba ibunda Tao meberitahuku, kalau Tao sudah sadar.

“Tao.” panggilku.

“Iya.” balasnya.

Aku pun langsung menghampirinya, “Akhirnya kau sadar juga.” ucapku dengan mata berkaca-kaca.

Tapi Tao menatapku heran, “Hyunseong, siapa yeoja ini?” tanyanya kepada Hyunseong yang memang ada disebelahnya.

 

Aku kaget, begitupun yang lain.

 

“Kau tidak mengenalku Tao?” tanyaku.

Ani. Apakah kau temannya Hyunseong, atau kekasihnya?” tanyanya.

 

Semua terdiam.

 

Dan tiba-tiba aku ingat apa yang dikatakan dokter pada waktu itu, ”Kepalanya terbentur sangat keras dan bisa saja, dia tidak ingat kejadian-kejadian atau orang-orang yang dia kenal. Kalau pun dia ingat, itu juga tidak semuanya.”

 

‘Apa mungkin Tao tidak ingat aku?’ batinku.

 

Ibuda Tao mengajakku keluar, “Meirin, ibu bingung kenapa Tao tidak ingat siapa dirimu.” ucapnya.

“Tidak apa-apa. Yang terpenting, sekarang Tao sudah sadar. Nanti aku akan kesini lagi. Sekarang aku ingin pulang dulu.” pamitku.

“Hati-hati Meirin.” ucap ibunda Tao.

 

 

@Meirin’s room..

Aku melihat sebuah bingkai yang kuletakkan di mejaku. Itu merupakan fotoku dengan Tao, “Ya! Panda! Kenapa kau tidak ingat aku? Kenapa? Namaku saja kau tidak ingat.” ucapku sambil menangis dan memandang foto tersebut.

Meirin POV End~

 

Tao POV~

Aku masih bingung, sebenarnya siapa yeoja tadi? Tapi aku merasa, aku pernah melihatnya.

“Tao, kau benar-benar tidak ingat yeoja tadi?” tanya Hyunseong yang berada disebelahku.

“Memangnya, siapa yeoja itu?” tanyaku.

“Setelah kau pulih, aku akan memberitaumu semuanya.” balas Hyunseong.

 

~Skip~

 

Akhirnya aku diperbolehkan pulang oleh dokter. Saat aku sampai di kamarku, aku melihat ada beberapa bingkai foto yang aku letakkan di mejaku. Tapi aku bingung, disalah satu bingkai tersebut, ada fotoku dengan yeoja waktu itu.

“Sebenarnya apa hubunganku dengan yeoja ini?” gumamku.

Tao POV End~

 

Hyunseong POV~

Hari ini aku akan bertemu Tao dan menceritakan semuanya. Aku pun segera mengirim pesan untuknya.

 

To : Huang Zi Tao

Tao, aku ingin bertemu denganmu. Kita bertemu di cafe. Kau ingat kan nama cafenya?

 

From : Huang Zi Tao

Aku tidak ingat.

 

 

Aku hanya menghembuskan nafasku.

 

 

To : Huang Zi Tao

Geurae, aku akan kerumahmu. Kita pergi bersama.

 

Aku pun pergi kerumah Tao untuk menjemputnya. Setelah itu, kami pergi ke cafe yang sering kami kunjungi.

 

Beberapa menit kemudian, kami sampai di cafe tersebut.

 

@Cafe..

“Kau tidak ingat cafe ini?” tanyaku. Tao hanya menggeleng.

“Hyunseong, bolehkah aku bertanya? Ini tentang yeoja yang waktu itu.” ucapnya.

“Maksudmu Meirin kan? Yeoja yang waktu itu datang ke rumah sakit?.” tanyaku.

“Jadi, namanya Meirin?” tanyanya lagi.

Ne, namanya Wu Mei Rin.” balasku.

“Lalu, sebenarnya apa hubunganku dengannya?” tanya Tao.

“Baiklah aku akan menceritakan semuanya.”

Aku pun mulai menceritakan nya. Dari mulai pertama kali aku dan Tao bertemu dengan Meirin, sampai Tao berpacaran dengan Meirin.

 

“Jadi dia adalah yeojachinguku?” tanyanya.

Ne, tentu saja.” balasku.

 

Dan tiba-tiba saja aku melihat Kris hyung yang baru masuk ke cafe ini. Dan Tao memanggilnya, “Kris hyung.” panggilnya.

 

Kris hyung pun menghampiri kami. “Tao, ternyata kau sudah pulang dari rumah sakit.” ucap Kris hyung.

 

Tapi, kenapa Tao ingat Kris hyung,  sedangkan Meirin tidak.

 

“Hyunseong aku mau pulang dulu. Annyeong.” pamitnya.

“Ah ne, hati-hati.” ucapku. Tao pun pergi.

 

 

“Hyunseong, dia ingat denganku. Tapi kenapa dia tidak ingat dengan Meirin?” tanya Kris hyung.

 

Kris hyung memang mengetahui kalau Tao kehilangan ingatannya.

 

Molla hyung. Dia juga tidak mengingat cafe ini. Padahal dia sering sekali kesini.” ucapku.

Hyunseong POV End~

 

Author POV~

Hari ini Tao sudah mulai kuliah lagi. Tao berangkat bersama Hyunseong. Dan ternyata, hanya beberapa dosen dan teman saja yang dia ingat. Jika ada yang menyapanya, Hyunseong akan memberitau nama orang tersebut.

 

Annyeong Tao. Akhirnya kau kuliah lagi. Oh ya, kau ingat aku?” tanya Hyekyung.

 

Hyekyung memang sudah di beritau Hyunseong, bahwa Tao kehilangan ingatannya. Walaupun ada beberapa yang Tao ingat.

 

Ani.” ucap Tao.

Geurae. Shin Hye Kyung imnida.” ucap Hyekyung.

Tao hanya tersenyum. Lalu ia menghampiri Meirin yang sedang membaca komik. Walaupun sudah menjadi mahasiswi, kebiasaan Meirin membaca komik tak kan  pernah hilang.

Tao pun duduk dihadapan Meirin. Dia terus memperhatikan Meirin, ‘Apakah benar dia yeojachinguku?’ batin Tao.

 

“Namamu Wu Mei Rin kan?” tanya Tao.

 

Meirin langsung meletakkan komik yang baru dibacanya dia atas meja, “Tao, apa kau sudah ingat aku? Ne, namaku Wu Mei Rin.” balas Meirin.

“Benarkah kau adalah yeojachinguku? Hyunseong bilang, kau adalah yeojachinguku. Bahkan katanya sudah hampir 3 bulan aku berpacaran denganmu. Apakah itu benar?” tanya Tao.

Meirin mengangguk, “Sebelumnya, aku minta maaf. Kalau saja aku tidak mengambil gelangku yang terjatuh di tengah jalan, mungkin kau tidak akan seperti ini.” ucap Meirin sambil menunduk.

“Maksudmu gelang ini?” tanya Tao sambil mengeluarkan gelang tersebut dari saku jaketnya, lalu memberikannya kepada Meirin.

Meirin mengambil gelang itu, “Kau menyimpannya? Aku kira gelang ini terjatuh lagi. Karna sesampainya di rumah sakit, aku sudah tidak memegang gelang ini.” ucap Meirin.

“Ibuku bilang, perawat rumah sakit yang memberikannya. Ya mungkin saja ini milikmu. Tapi kenapa kau meminta maaf padaku? Memangnya ini semua salahmu?” tanya Tao.

“Karna aku yang membuatmu kehilangan ingatan. Itu semua karna ku.” balas Meirin.

“Sudahlah tidak usah memikirkan hal itu.” ucap Tao.

Meirin hanya tersenyum.

 

~Skip~

 

Meirin POV~

“Aku pulang.” seruku.

“Meirin, kau sudah pulang?”

 

Tunggu, itu kan…

 

Mama!” panggilku.

“Kenapa mama sudah pulang? Ayah juga.” tanyaku.

 

Kedua orangtuaku memang sangat sibuk. Saat aku tinggal di China, aku dan Kris gege dititipkan ke nenekku. Tapi sekarang sudah tidak lagi.

 

“Ada yang ingin kami bicarakan. Mana gegemu?” tanya Ayah.

I don’t know. Kris gege memang selalu pulang malam. Katanya dia memiliki banyak tugas.” balasku.

“Baiklah. Nanti kau sampaikan ke Yifan.”

Aku hanya mengangguk.

 

Oh ya, terkadang ayah memanggil gegeku ‘Kris’ atau pun real namenya ’Yi Fan’.

 

“Kita akan kembali ke China. Karna kakekmu menyuruh ayah mengurus perusahaannya.” ucap ayah.

”Tapi ayah, aku ingin tetap disini. Lalu, kalau ayah ke China, siapa yang akan mengurus perusahaan yang di Korea?” tanyaku.

 

Keluargaku, maksudku kakekku memiliki banyak perusahaan yang tersebar di berbagai negara.

 

“Pamanmu yang akan mengurusnya. Bereskan barangmu. Besok kita akan berangkat. Ayah menyuruh pamanmu untuk mengurus kuliah kalian. Kalian akan kuliah di China.” jelas ayah.

What? Aku tidak mau ayah! Aku ingin tetap disini, please. Biarkan aku tinggal disini.” ucapku sambil memohon kepada ayah.

“Dengan siapa kau akan tinggal disini? Bukankah kita sekeluarga akan tinggal di China? ” tanya ayah.

“Aku bisa tinggal sendiri. Lagi pula-” ucapanku terhenti,

“Tidak boleh!” bentak ayah.

“Tapi ayah-”

“Baiklah. Jika itu yang kamu inginkan, ayah mengizinkanmu. Tapi dengan satu syarat, Kris harus tinggal bersamamu. Kalau tidak, kamu harus ikut kami ke China. Karna ayah dan mama tidak ingin kamu tinggal sendiri disini. Beri tau ayah jawabannya nanti malam.” jelas ayah.

“Baik.” ucapku.

 

 

Aku pun berjalan menelusuri malamnya kota Seoul.

 

‘Kris gege, aku mohon kamu tidak boleh kembali ke China. Temani aku disini. Aku ingin tetap disini. Aku tidak ingin meninggalkan Hyunseong, Hyekyung dan juga Tao. Apalagi Tao, dia belum sepenuhnya ingat denganku. God, help me‘ batinku.

 

Saat aku melewati sebuah cafe, aku melihat seorang pelayan tampan. Aku melihatnya dari luar cafe ini.

 

“Tampan sekali.” gumamku.

 

Kulihat, pelayan tersebut akan keluar. Mungkin jam kerjanya sudah habis. Tapi, wajahnya sangat familiar. Seperti, ‘Kris gege? Benarkah itu Kris gege? Apa mungkin, ini penyebabnya Kris gege selalu pulang malam? Tapi kenapa gege tidak memberitauku?’ pikirku.

-To Be Continue-

Makasih yang udah mau baca ^^

8 pemikiran pada “Love And Friendship (Chapter 3)

  1. omg …. gege jadi pelayan??kasian banget tapi cafenya pasti rame gara-gara gege hehehehehe
    kasian ya si meirin gak diinget tao
    ditunggu next chapternya

Tinggalkan Balasan ke corina Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s