Moonlight (Chapter 1)

Moonlight

Chapter 1

Cover FF Moonlight

My angel, please don’t leave me~

Title : Moonlight (Chapter 1)

Author : AutumnGirl (@AND3_Aninda)

Cast : Member EXO

Support Cast : *Kalian akan menemukannya di dalam cerita ._.v*

Length : Chaptered

Genre : Romance, friendship, family [EXO], sad, comedy, brothership,

Rating : PG-14

PS : Semua cast milik Yang Kuasa. Aku hanya meminjam namanya saja.

Halo~ Ini adalah FF pertama yang aku kirim di sini J Ini asli dari otakku. Tolong hargai karyaku dengan tidak plagiat dan tidak copy-paste. Tolong komentari hasil karyaku ya^^ Aku berharap kalian tidak menjadi silent readers. Kalian cuma bilang ‘keep writing’, aku udah seneng J Silakan membaca FFku. Maaf bila terdapat typo atau kurang dapet feelnya ._.v Silakan membaca^^

FF ini pernah dipublish di http://wattpad.com/Aninda_AND3

 

—- Moonlight Part 1 —-

Author POV

 

Malam hari ini terasa sangat special. Member EXO tengah menikmati liburan mereka dengan berpesta di bawah sinar rembulan yang terang. Junmyeon, Yixing, dan Kyungsoo tengah memasak BBQ, Jongin dan Sehun bermain games, Baekhyun dan Chanyeol berlari-larian, Zitao dan Yifan bersantai sembari menunggu masakannya matang, Luhan, Minseok, serta Jongdae tiduran sambil menatap langit cerah. Tak ada salah satu dari mereka yang merasa sedih ataupun gelisah. Mereka bahagia, seperti halnya dewi malam yang dengan bahagia menemani malam mereka.

“BBQ telah siap!!” Kyungsoo membawa masakannya ke meja hidangan. Aroma yang lezat dan kondisi mereka yang lapar, membuat para member kecuali kokinya, serentak menuju meja hidang.

“Serbu!!” Teriak enam member bersamaan. Proses rebutan makanan terjadi. Junmyeon, Yixing, dan Kyungsoo hanya menggeleng melihat tingkah para sahabatnya sekaligus keluarganya.

“Zitao-ya! Kau telah makan 3 BBQ! Minggir, aku belum kebagian!” Baekhyun menarik piring yang berisi daging sapi nikmat itu. Belum sampai Baekhyun menusukkan garpunya pada daging yang ia incar, Sehun menarik piringnya.

“Ya! Sehunie!” Teriak Baekhyun. Sehun hanya terkekeh, sementara Baekhyun mempoutkan bibirnya sebal.

“Di sini masih ada, Baekhyun.” Junmyeon membuat Baekhyun lebih ceria. Baekhyun menghampiri Junmyeon agar mendapat jatah BBQ. Tanpa Baekhyun duga, Luhan juga berada di tempat Junmyeon.

“Luhan hyung! Kenapa kau di sini?” Tanya Baekhyun pada Luhan yang dengan wajah tak berdosanya mengambil BBQ yang telah matang.

“Mengambil ini.” Luhan menyodorkan piringnya pada Baekhyun.”Untukku, untuk Minseok, dan untuk Jongdae. Karena kami tak ingin berebut dengan mereka.” Sambung Luhan sembari menarik piringnya kembali dan berjalan menuju tempat Minseok dan Jongdae berada. Baekhyun pasrah. Dia harus menunggu BBQ selanjutnya matang, karena BBQ yang telah matang habis tak tersisa di grill milik Junmyeon. Sebuah tepukan ringan mendarat di bahu Baekhyun. Baekhyun menoleh, Chanyeol berada di sampingnya. Sebuah senyuman terukir di bibir Baekhyun.

Kajja kita makan.” Chanyeol menarik Baekhyun menuju kursi di sebelah Minseok, Jongdae, dan Luhan. Baekhyun kini bahagia. Akhirnya BBQ yang ia inginkan telah ia dapatkan.

Ya! Chanyeol-ya! Bawa kemari piringnya!” Teriak Yifan pada Chanyeol. Baekhyun melihat meja hidangan. Tak ada piring yang tadi sempat menjadi rebutan. Baekhyun melihat piring yang dibawa Chanyeol.

“Kau mengambilnya?” Baekhyun menunjuk piring yang Chanyeol bawa. Chanyeol hanya tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang rapi.

“Ayo kita makan duluan setelah itu barulah kita kembalikan pada mereka.” Chanyeol tersenyum jahil. Baekhyun mengangguk senang. Setelah Baekhyun dan Chanyeol merasa kenyang, piring mereka kembalikan.

“Ini piringnya. Selamat makan~” Ucap Chanyeol dan Baekhyun lantas menghambur menuju kursinya tadi. Yifan, Zitao, Jongin, dan Sehun membulatkan mata mereka. Piringnya kosong, tak ada satupun BBQ tersisa.

“BAEKYEOL!” Teriak mereka serentak. Baekhyun dan Chanyeol hanya terkekeh. Tak lama kemudian, Yixing menghidangkan BBQ hasil buatannya kepada keempat member yang setia menunggu di meja hidangan.

“Uwa~” Jongin terlihat bahagia. Yifan tanpa basa basi langsung mengambil satu BBQ. Jongin yang menyadarinya langsung menatap Yifan tajam.

Mwo?” Tanya Yifan santai. “Kau tadi juga langsung mengambil satu. Jadi kita adil.” Jongin langsung terdiam. Sementara para maknae menahan tawa melihat kedua hyungnya.

“Kyungsoo, apa masih ada BBQnya? Kita belum makan satupun.” Yixing meninggalkan meja hidang dan menghampiri Kyungsoo.

“Ini untuk kita para koki.” Yixing tersenyum senang. Junmyeon menyikut Yixing yang berada di sampingnya.

“Ini, kalau kau sudah lapar.” Junmyeon menyodorkan piring berisi BBQ hangat.

Gomawo hyung.” Yixing menerima piring yang ditawarkan Junmyeon dan pergi ke tempat Luhan, Minseok, dan Jongdae berada.

Junmyeon hyung, Kajja kita juga makan. BBQku sudah matang.” Kyungsoo mengambil satu-persatu BBQ dari grill. Junmyeon mengangguk lantas menuju ayunan di dekat tempat mereka memasak.

Setelah mereka kenyang, mereka berkumpul dengan posisi menatap bulan yang bersinar terang dan duduk di atas rumput hijau. Saat para member melihat bulan, sebuah bintang jatuh melesat. Sangat besar dan terang. Namun, hanya tertentu yang dapat melihatnya.

“Hey! Ada bintang jatuh!” Jongdae menunjuk cahaya yang melesat tak terlalu kencang di langit. Yixing, Luhan, dan Minseok juga melihatnya.

“Dimana?” Tanya Sehun. “Aku tak melihatnya dari tadi.” Sambungnya.

“Itu.” Minseok menunjuk bintang jatuh yang ia lihat.

“Mana? Aku tak melihatnya.” Timpal Jongin.

“Aku juga tak melihatnya.” Zitao menyahut.

“Aku juga.” Tambah Baekhyun dan Chanyeol.

“Itu. Bintang paling besar dan terang. Bintangnya juga bergerak.” Yifan menjelaskan. Jongdae, Luhan, Yixing, Minseok, Junmyeon, dan Kyungsoo mengangguk menyetujui perkataan Yifan.

“Xiu.” Gumam Minseok. Luhan yang mendengarnya langsung mengernyit bingung. “Nama bintang itu Xiu.” Ucap Minseok.

“Liu, bukan Xiu.” Luhan menyangkal Minseok.

“Bukan Xiu ataupun Liu. Namanya Mei.” Kata Jongdae.

“Bukan. Namanya Lian.” Kyungsoo tersenyum bahagia.

“Bukan juga. Namanya Zi.” Yifan menambahkan.

“Ckckck. Bukan itu semua. Tapi namanya Hana.” Gumam Yixing.

“Kalian salah. Nama bintang itu Tao.” Zitao yang merasa namanya dipanggil Junmyeon langsung menoleh.

“Apa hyung?” Tanya Zitao pada Junmyeon. Junmyeon terkekeh.

“Aku tidak memanggilmu. Aku hanya menyebutkan nama bintang jatuh tadi. Namanya Tao.” Junmyeon menatap langit malam lagi.

“Apa yang thedang kalian bicarakan? Aku tak mengerti.” Protes Sehun. Kyungsoo tersenyum.

“Membicarakan nama bintang jatuh tadi.” Kyungsoo mengacak rambut Sehun pelan karena gemas akan tingkah Sehun.

“Ada bintang jatuh!” Seru Jongin. Zitao, Sehun, Chanyeol, dan Baekhyun mengangguk.

“Namanya Li!” Ucap Baekhyun semangat.

“Namanya Qian!” Tambah Chanyeol.

“Zhang.” Yixing membulatkan matanya. “Bintang itu namanya Zhang.” Jelas Zitao. Yixing tersenyum senang.

“Lili.” Sehun kali ini sangat gembira. Akhirnya ia melihat bintang jatuh dan melihat namanya.

“Yin.” Jongin tesenyum bahagia. Sementara ketujuh member yang pertama melihat bintang jatuh, kini kebingungan.

“Mana bintangnya?” Luhan bertanya pada Sehun.

“Theperti yang dikatakan Yifan hyung tadi. Paling terang dan paling bethar. Apa Luhan hyung tak melihatnya?” Luhan menggeleng.

“Berarti bintang tadi punya bagian thendiri-thendiri.” Ucap Sehun ringan.

“Maksudmu?” Yifan tak mengerti apa maksud Sehun.

Hyung tadi melihat bintang jatuh bukan? Tadi aku tak melihatnya. Namun thekarang aku melihatnya, tapi hyung tak melihatnya. Jadi kethimpulan Thehun. Bintang jatuh tadi mempunyai pathangan thendiri.” Sehun menjelaskan dengan logatnya. Kesebelas member mengangguk mengerti namun juga sedikit menahan tawa karena logat Sehun.

Telah lama mereka bersantai menatap langit. Ditemani dengan angin malam yang dingin. Walaupun telah memasuki pukul 12.00 malam, bulan masih setia berada di tempatnya. Taburan bintang juga menghiasi langit. Suasana menjadi tenang setelah perdebatan bintang jatuh yang memiliki nama sendiri-sendiri. Tiba-tiba Baekhyun membuka mulut setelah sekian lama keadaan menjadi sepi.

“Junmyeon hyung aku mengantuk Aku ke dorm duluan ya. Bye~” Baekhyun beranjak menuju dorm yang hanya berada beberapa meter dari tempat berpesta.

“Baekhyun-ya tunggu aku!” Chanyeol mengejar Baekhyun. Junmyeon hanya tersenyum melihat tingkah mereka.

Kajja, kita tidur. Ini sudah larut malam.” Junmyeon mengajak sembilan member untuk tidur. Tak Junmyeon sangka, enam member telah tertidur di atas rumput hijau. Enam member itu adalah Minseok, Luhan, Yifan, Yixing, Jongdae, dan Zitao. Junmyeon tak tega melihat keenam member tidur diluar. Namun ia juga tak tega membangunkan mereka. Sementara member lainnya sudah masuk dorm karena kelelahan. Dengan berat hati Junmyeon juga menemani keenam member tidur di luar.

Angin malam berhembus membawa udara yang dingin. Secercah cahaya menyelimuti ketujuh member. Hanya dengan sekali jentikan tangan, ketujuh member tak lagi di atas rumput. Mereka telah berada di ruangannya sendiri-sendiri. Seorang member yang tidak sengaja melihat kejadian barusan, sangat terkejut.

“Apa itu? Siapa dia?” Dia lantas berlari kembali ke dorm dengan penuh rasa kengerian dan penasaran.

 

 

TBC

Iklan

38 pemikiran pada “Moonlight (Chapter 1)

    • Hehehe, memang author baru suka banget sama bintang bulan ^^ Jadi pengennya bintangnya ada namanya 😀 Jadi deh, ide itu muncul ^^
      Itu sengaja saya bikin misterius 🙂 Karena saya suka yang kayak begituan ._.v 😀
      Thanks ya ^^

  1. Ak ngakak dengar sehun ngomong eon. Siapa ya yg buat member exo yg td dluar tdur jd dkmar? Bikin penasaran nih eon.
    Hwaiting eon ^^

  2. annyeong nan new reader.. salam kenal ne..
    itu tadi siapa ?? jadi penasaran .. lanjut dulu ya thor..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s