My Mistake

My Mistake

cover ff

Title : My mistake
Author : SellyWU (@Sllychou)
Genre : Angst, Sad
Length : OneShoot
Cast : Oh Sehun, Kim Nana, Kim Jongin
Support cast : EXO MEMBER

Note : Annyeong, ada yang penasaran? Author lagi ada inspirasi nih, sebenernya ff ini agak terinspirasi dengan sebuah novel, tapi semua nya dirubah dengan sedemikian rupa /? Oleh saya hehehe. Happy reading.

—————-

Gadis cantik ini termenung meratapi dinding dinding rumah sakit.  Sebulan sudah dia dirawat di rumah sakit ini, dan sepertinya keadaannya mulai pulih.

“Noona, sepertinya kau sudah membaik, dokter mengijinkan kau pulang nanti” Kata seseorang berkulit agak hitam namun tampan
“Benarkah?” Pekik gadis itu riang

Pria berkulit hitam itu pun mengangguk senang lalu berkata . . .
“Jantungmu sudah mulai pulih, namun kau tak diperbolehkan terlalu lelah, ingat ya!” Kata pria itu mengingatkan

“Baik Mr. Kim Jongin!” kata gadis itu kepada pria hitam yang ternyata bernama kim Jongin atau Kai

*Nana POV*

Akhirnya aku diperbolehkan pulang setelah sekian lama berada di tempat membosankan ini. Hanya karena jantungku yang lemah semenjak kecelakaan itu aku harus sering masuk rumah sakit

*flashback*

(2 tahun lalu di London, inggris)

“Kim Nana cantik, kau mau makan dimana darling?” pacarku Jose berkata sangat lembut
“Terserah kau saja darling” Kataku tak kalah lembutnya
“Sudah ku bilang kau yang menentukan!” Katanya mulai dengan suara agak meninggi
“Mengapa kau menjadi emosi Jose?” Aku pun membalas perkataannya menggunakan nada datar
“KAU!” Katanya sambil memegang kedua tanganku siap untuk memarahiku

Alhasil, mobil yang di kendarai Jose lepas kendali dan menabrak sebuah pohon besar. Jose yang mengetahui itu sempat melompat keluar sehingga ia terselamatkan, aku tak sempat menghindar lalu saat mobil menabrak pohon besar itu, dadaku terkena dashboard sehingga membuat jantungku lemah

Semenjak itu Jose menghilang bak ditelan bumi tanpa berkata maaf kepadaku.

*flashback end*

“Ah, mengapa aku terus mengingat kejadian itu” batinku

*Sehun POV*

-@ Seoul University-

“Hei Sehun! Mengapa kau melamun ha?” Baekhyun melempari ku dengan kacang
“Ah tak apa, aku hanya memikirkan kejadian 2 tahun lalu” Kataku mencoba bercerita kepada Baekhyun sahabatku.

Apakah ia masih mengenaliku, mengenali suaraku? Walau aku telah melakukan operasi plastik suruhan management tempat aku bekerja untuk menjadi EXO member. Aku masih disini dengan hati yang sama, senyuman yang sama namun dengan keadaan yang berbeda.

“Sudah sudah, kajja kita pergi ke dorm, mata kuliah sudah berakhir dan kita harus latian untuk konser besar di London!” Baekhyun menyeretku paksa dengan bersemangat

-@ DORM EXO-

“Kim Jongin kemana!? Paboya!” Suho, leader grup kami berteriak kesal setelah lama menunggu
“Sabarlah hyung, sejenak lagi” Chanyeol menenangkan Suho tanpa berpaling dari nitendo yang ia mainkan

“Mianhae aku terlambat, aku baru saja mengantarkan adikku dari rumah sakit” Jongin membungkuk dengan nafas memburu
“Sudah tak apa, minum dulu” Suho menyodorkan ice tea kepada Jongin, Suho memang guardian angel kami.
“khamsahamnida hyung” Kai mengambil ice tea dan meneguknya

Kami latihan sampai malam pukul 07.00 KST

“Kai, bagaimana keadaan adikmu? Boleh aku menjenguknya?” Aku memang salah satu sahabat kai. Sahabat dekatnya
“Mulai pulih, bagaimana kalau kau ke rumahku? Pasti kau akan menyukai adikku!” Kai berseru mengejek Sehun
“Ne, aku pulang bersama kai, bye semua” Kataku berpamitan tak menghiraukan kata kata kai barusan.

-@ Kai’s home-

“Nana ada Sehun mau menjengukmu!” Kai memanggil yeodongsaengnya dengan berteriak
“Ah, Sehun, senang bertemu denganmu, silahkan duduk”

[DEG]

Dialah Kim Nana, mantan yeojachinguku yang kutinggalkan. Masih dengan wajah yang sama cantiknya. Apakah dia mengenaliku? Setelah melihat bekas infuse di tangannya, hatiku tersayat mengingat kejadian 2 tahun lalu yang menyebabkan ia mengalami cacat jantung.

“Sehun? Apa kau mendengarku?” Ia terus berkata dan menyadarkanku dari lamunanku
“Ah ne ne, khamsa” Kataku gugup

*Kim Nana POV*

Sehun terlihat gugup, dan mencoba menenangkan diri. Ada apa sebenarnya? Mungkinkah dia Jose? Ah! Wajahnya saja berbeda, namun dengan kemiripan suaranya, postur tubuhnya. Ah sudahlah khayalanku semata

“Aku mandi dulu, baik baik ya” kai oppa meninggalkan kami berdua

“Sepertinya kita seumuran ya” Kataku berusaha memecah keheningan di antara kami
“Iya, kau cantik nana” Sehun memujiku, dan sesaat aku merasa aku menyukainya
“Kau bisa saja ohsehun” Aku malu malu menanggapinya

“Oiya, besok hari minggu, bisakah kau menemaniku berjalan jalan?” Kata sehun dengan canggung
“Ehm, tentu saja” Kataku tersenyum manis memperlihatkan lekukan bibir dan mata yang indah

“Baiklah, sepertinya aku tidak bisa berlama lama di sini, nana. Aku ijin pulang dulu. Sampai jumpa besok jam 10” Sehun beranjak dari sofa dan mulai meninggalkan aku
“Ne” Kataku singkat dengan tersenyum

Aku senang sekali dapat bertemu dengan namja itu.
mungkin untuk memilikinya sesuatu yang tidak wajar, setelah sekian lama aku menunggu Jose. Aku memang membencinya, namun tak dapat kuhindari aku masih mencintainya. Dan sosok sehun mulai menggantikan perannya di hatiku. Semoga saja Sehun tak menjadi seburuk Jose.

*Sehun POV*

-@ Sehun’s apartement-

Tak habis pikir, jodoh memang tak akan kemana. 2 tahun aku berpisah dengannya, dan 2 tahun pula aku tak dapat berhenti memikirkannya, 2 tahun juga aku terus memendam cinta pahit ini. Cinta yang terselubung, terpendam begitu dalam. Dan kini aku dipertemukan kembali dengannya, gadis kecil yang kucintai. Walau mungkin akulah orang paling berdosa di kehidupannya, dan tak ada arti kata maaf lagi dari mulutnya.

Aku yang terlalu pengecut, terlalu takut untuk menerima kenyataan bahwa dia akan membenciku, menerima kenyataan bahwa kita tidak akan dapat bersama lagi seperti dahulu. Saat saat dimana aku dapat mengusap rambutnya, menatap matanya, dan mencium bibir indahnya. Aku merindukan segalanya tentangmu, Kim Nana.

Aku termenung memikirkan ulang kejadian 2 tahun lalu, Jose yang brutal dan semaunya. Yang tak memikirkan perasaan orang lain. Jose yang memiliki emosi yang dapat naik kapan saja. Dan semenjak kejadian itu pula Jose yang temperamental berubah menjadi Oh Sehun yang memiliki kelembutan bak seorang malaikat. Sehun yang bisa dikatakan tak memiliki emosi kemarahan.

Tak terasa dengan memikirkannya, itu membuat ku meneteskan air mata. Seorang Oh Sehun yang meneteskan air mata hanya karena seorang gadis. Seorang yeoja yang dapat membuatku seperti ini. Mungkin. Mungkin hanyalah Kim Nana. Hanya dia.

Aku lelah, setidaknya aku masih memiliki waktu tidur.

 

-10.00 KST, @ Kai’s home-

Aku sudah siap di depan rumah Nana untuk menjemputnya dan mengajaknya berjalan jalan. Aku tak memiliki tujuan tempat, aku hanya akan mengajaknya ke taman.

“annyeong sehun” Kim Nana memasuki mobilku dengan senyuman yang manis sekali

Ia mengenakan dress putih selutut, menggunakan bandana baby pink, sepatu flatshoes berwarna krem dan lipstick pink muda yang sederhana. SEMPURNA. Ia memang sempurna.

“Sehun? Kau tak apa?” Kim Nana kembali membuyarkan lamunanku
“Ah, mianhae. Hanya saja kau, ehm . . . kau terlihat sangat cantik” aku berkata dengan jujur
“Kau bisa saja” Ia tersenyum

Mungkin aku akan mengalami diabetes karena melihat senyumnya yang begitu manis. Seakan aku terhipnotis olehnya.

“Kita akan kemana Sehun?”
“Bagaimana jika, Seoul Garden?” aku menawarkannya taman indah Seoul Garden

*Park Nana  POV*

Bagaimana bisa aku berpikir Sehun sama seperti Jose? Ia berbeda sama sekali berbeda. Bahkan saat aku bertanya kemana kita akan pergi ia langsung menjawabnya, tidak seperti Jose yang selalu menyuruhku memilih.

“Bagaimana jika, Seoul Garden?” Kata Sehun menawarkan lokasi
“Kedengarannya menarik, Yehet!” Aku mengucapkan kata kata Yehet yang sering disebutkan namja ini.

Kami berdua disini hampir 3 jam. Sekedar bertanya hobi, keluarga dan sekolah. Kami merasa nyaman satu sama lain. Aku tak tau apakah Jose disana masih menginginkanku, namun aku menemukan Oh Sehun. Namja ini mengobati luka ku terhadap Jose. Menggapai Sehun bak menggapai bintang, mustahil untuk dicapai.

[DRRTD DRRTT]

Handphone ku berbunyi . . .

“Yeoboseyo, nuguya? Ah ne oppa, ada apa?” ternyata kai menelponku dan menyuruhku untuk segera pulang karena waktunya makan siang
“Ne oppa”

[PIP]

Kututup telponku

“Sehun, aku harus segera pulang oppa mengajak makan siang, sebaiknya aku pulang sendiri. Terimakasih sudah menemaniku, annyeong” aku berpamitan padanya
“Ah begitu, ne cheonma. See you” Sehun membalas kata kataku dengan senyuman

Aku memanggil taksi. Perasaan tak enak menyelimutiku begitu menumpangi taksi ini
baru beberapa meter berjalan, taksi ini mengalami rem blong sehingga melaju dengan cepat tak terkendali. Panik, aku berusaha tenang dan pasrah namun tetap saja aku diselimuti rasa takut yang sangat.

Setelah 5 menit lepas kendali dan menabrak pengguna pengguna jalan akhirnya taksi ini berhenti setelah menabrak pohon.

Tiba tiba aku sudah di rumah sakit. Di kamar perawatan

“suster, mengapa dadaku sakit sekali? Apa yang terjadi?” tanyaku sambil memegang dadaku yang nyeri

“Kau mengalami kecelakaan noona, dan jantungmu berdetak lemah sehingga kau harus mendapat donor jantung dan dioperasi. Untung saja ada seorang namja yang mendonorkan jantungnya dan nyawanya sehingga kau normal kembali” Kata suster itu dengan panjang lebar

Operasi? Donor jantung? Siapa yang melakukan ini? Apa Kai oppa?

“permisi” Kai oppa masuk
kelegaan sedikit menyelimutiku karena bukan oppaku ini yang mengorbankan nyawanya untukku

“Oppa, siapa yang mendonorkan jantungnya untukku? Bawa aku menemuinya oppa” kataku terisak memohon kepadanya
“Tidak Nana, tidak perlu” oppa menolak permintaanku ini
“aku mohon” aku mulai menangis
“Baiklah” kata kai

Ia mendorong kursi rodaku keluar dari rumah sakit ini untuk menuju ke rumah orang yang bersedia mengorbankan nyawanya untukku

Dalam perjalanan aku berpikir kemana Kris apa ia tidak sudi menjengukku setelah tau aku mengalami cacat jantung. Aku terus memikirkannya

“kita sudah sampai” ia membawaku memasuki kamar itu dan meninggalkanku

Kubuka tudung kain yang menyelimuti wajah orang itu. Orang yang meninggal karena berkorban untukku

[DEG]

Air mataku tumpah mengetahui siapa yang terbujur kaku disana. Dialah pangeran yang mulai menutup luka ku yang menganga. Dia menggenggam surat, kuambil dan mulai kubaca

“Kim Nana, maafkan aku telah berbohong padamu. Aku adalah pria 2 tahun lalu yang membuatmu menderita karena penyakitmu. Aku tahu, dengan ini tentunya belum bisa mengobati luka yang sudah kugoreskan. Maafkan aku yang terlalu takut menghadapi kau yang berubah setelah mengetahui bahwa aku Jose. Nana, aku harap setelah ini kau dapat hidup bahagia. Maafkan aku, jeongmal mianhae. Maafkan aku. Terima kasih karena kau telah menganggapku Oh Sehun yang baru. Terimakasih dan maafkan aku nana, maafkan aku”

Aku benar benar tak tahu bahwa ia sebenarnya Jose.

Aku masih menangis dan memegang surat itu, aku memaafkan mu Jose, terimakasih Oh Sehun. Terimakasih. Aku menangis sejadinya sampai Kai membawaku kembali ke rumah sakit.

Dan aku bertekat akan hidup bahagia seperti apa yang diinginkan Sehun. Aku berjanji.

 

-END-

Notes :

Duh bagaimana ceritanya? Hehe, maaf jika typo(s) bertebaran. Mohon comment nya yaa, sudah capek ngetik nih heuheu. Terimakasih sudah membaca. Mau kenal lebih dekat? Follow me @Sllychou atau bisa juga email ke Sellywu123@yahoo.com
Khamsa sudah membacaaa~
 

Iklan

34 pemikiran pada “My Mistake

  1. Koq ada Kris d kalimat ni, “Dalam perjalanan aku berpikir kemana Kris apa ia tidak sudi menjengukku setelah tau aku mengalami cacat jantung. Aku terus memikirkannya”, typo thor…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s