Ms. Lollypop and Mr. Cold (Chapter 4)

Picture1ih

Author: Miichanie

Cast: -Oh Sehun

-Kim Cheonsa

-Exo

-Park Yoon Hee (New cast)

Other Cast: -Sulli (Adik Sehun)

-Yongguk (Adik Sepupu Cheonsa)

Genre: Romance, School Life, Comedy (Maybe?), Little bit of yadong ._.

Rating: T

Length: Multi Chapter

Haii, balik ke author kece ini. Gimana yang chap 3? Kurang panjang dan kurang memuaskan ya? Maapin author T.T . kemarin author lagi bersedih karena lagi PMS/?. Terus Yoon Hee itu yang kemarin nampar Cheonsa. Ingat kan? Oke deh. This, Ms. Lollypop and Mr. Cold Chapter 4!

                                 

Di restoran..

Sehun, Cheonsa dan Sulli duduk di meja no.15. Restoran itu sangat ramai dan berkelas. Cheonsa melihat sekeliling dan, matanya berhasil menangkap sesuatu yang sangat dibencinya…

3 yeoja pengganggu tadi…

                                      OwO

Salah satu yeoja itu mendatangi meja Sehun dan Cheonsa.

“Hai Sehun.” Sapa Yeoja itu centil. Sehun hanya menanggapinya dengan memutar matanya malas. Yeoja itu menatap Cheonsa tajam.

“Ikut aku.” Katanya.

“Untuk apa aku mengikutimu? Memangnya aku Stalker?” balas Cheonsa sambil memeletkan lidahnya. ‘Perang dunia kedua sepertinya dimulai.’  Batin Cheonsa. Ia berdiri dan mendorong bahu yeoja itu. Yeoja itu tak mau kalah. Ia mengambil Jus jeruk Cheonsa dan menyiramnya tepat di rambut dan badan Cheonsa. Cheonsa menatapnya geram.

“Cheonsa! Ayo pulang!” ajak Sehun dan menggandeng Cheonsa dan Sulli.

‘Cheonsa, karena kau yang memulai ini semua, lihatlah pembalasanku!’  batin yeoja itu sambil tersenyum licik.

“Ayo Girls, Kita pulang. Aku punya sebuah ‘hadiah’ untuknya.” Ujar yeoja itu dan berlalu dari restoran.

@Sehun Car

Cheonsa merengut. Sehun memarahinya habis-habisan. Sehun mengatakan bahwa anak gadis seharusnya bersikap lembut. Sekarang, harum jeruk sangatlah melekat di tubuh Cheonsa. Sesampai dirumah Sehun, cheonsa langsung membuka pintu mobil dan memasuki kamar mandi.

“Hiks, ya tuhan. Apalagi sekarang? Aku mohon, dari dulu aku selalu saja di-bully. Sekarang aku dibully lagi. Ah, tubuhku sangat bau. Sebaiknya aku mandi saja.” Omel Cheonsa. Ia mengambil handuk yang berada dikamar mandi itu dan bergegas mandi.

15 menit kemudian..

Cheonsa sudah selesai mandi. Tapi, 1 yang kurang. Ia belum mengambil piyama tidurnya. Piyama itu masih berada di kamar Sehun. Dengan terpaksa, Cheonsa memakai handuknya dan berjalan menuju kamar Sehun untuk mengambil piyamanya.

Ceklek

Cheonsa memasuki kamar Sehun. Sehun sedang berbaring dan langsung menatap Cheonsa dari atas sampai bawah.

“Yak! Jangan menatapku seperti itu.” Pekik Cheonsa sambil mengibas-ngibaskan tangannya. Cheonsa cepat-cepat mengambil piyamanya yang tergeletak begitu saja dan buru-buru keluar ketika melihat tatapan lapar Sehun.

Grep

Sehun memeluk Cheonsa dari belakang. Bukannya bergerak,ia malah membeku sekarang.

“Mau kemana Chagi?” bisik Sehun ditelinga Cheonsa. Susah payah Cheonsa menelan salivanya. Sehun membalik tubuh Cheonsa dan menciumnya. Cheonsa membelalakkan matanya. Dan, dengan tiba-tiba juga, Sehun melepas ciuman itu.

“Pakailah bajumu. Nanti masuk angin.” Ucap Sehun dengan lembut. Cheonsa buru-buru ngacir dari hadapan Sehun. Ia memakai piyama itu di kamar mandi dan bergidik ngeri melihat perlakuan Sehun tadi.

 “Fyuh, hampir aja. Coba aku ga nahan diri tadi. Pasti dia udah hamil  bulan depan/?” gumam Sehun. Ia berbaring di kasurnya dan memikirkan hal yang baru saja terjadi 5 menit lalu. Tak lama kemudian, Cheonsa keluar dari kamar mandi dan ikut berbaring di samping Sehun.

“Sehun, apakah kau tahu siapa yeoja gila yang sudah menamparku tadi pagi dan menyiramku dengan jus barusan?” tanya Cheonsa sambil menatap Sehun. Sehun berdehem sebentar dan mulai bercerita asal usul yeoja itu.

“Yeoja itu adalah Park Yoon Hee. Dulu, ia sangat menyukaiku. Ia baik. Tetapi, karena semakin hari semakin banyak yeoja lain yang menggodaku, ia menjadi egois dan ingin merebutku begitu saja. Kedua temannya adalah Miichan dan Yoo Jung.” Jelas Sehun. Cheonsa mengangguk –tanda mengerti- dan menguap. Ia melihat jam. Masih pukul 8. Beban hari ini sangat berat untuknya. Sehun memeluk pinggang Cheonsa. Cheonsa menutup matanya dan mulai terbang ke alam mimpi.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

“Hooaamm.” Cheonsa menguap lebar. Ini sudah jam 9. Dan, ia merasakan ada yang mengganjal tubuh bagian bawahnya. Ia melihat ke samping dan menemukan Sehun yang memeluk bagian ‘intimnya’

“YAAKK SINGKIRKAN TANGANMU!” teriak Cheonsa. Seketika, Sehun bangun dan melihat tangannya. Ia ber-smirk ria dan semakin mengelus bagian ‘itu’. Cheonsa menyentil dahi Sehun. Yang disentil hanya tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi konyol dari Cheonsa. Matanya terbuka lebar, mulutnya menganga, dan tangannya yang siap menampar Sehun.

“Berhenti tertawa, Oh Sehun!” ucap Cheonsa geram.

“Baiklah, nyonya Oh Cheonsa.” Goda Sehun sambil cekikikan.

“Sejak kapan aku berganti nama?” tanya Cheonsa sambil bangkit dari tidurnya. Tapi, tangan Sehun lebih cepat.

“Ngapain cepat-cepat bangun? Sini dulu.” Ajak Sehun sambil memeluk Cheonsa.

“Sehun aku mau mandi.” Rengek Cheonsa.

“Mandi berdua? Ayok.” Goda Sehun. Cheonsa melempar bantal ke arah wajah tamvhan Sehun. Cheonsa pergi meninggalkan Sehun dan mengambil handuk lalu bersiap untuk mandi.

15 menit kemudian, Cheonsa keluar dari kamar mandi lengkap dengan gaun yang sudah diberikan oleh Sehun tadi. Gaun itu selutut, berwarna ungu dengan bagian lengan yang terekspos jelas. Ia membuat rambut panjangnya menjadi kuncir dua, memberikan sedikit penampilan anak-anak. Tak lama kemudian, Sehun keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap.

“Wuaah, cantiknya istriku ini..” goda Sehun sambil melihat Cheonsa.

“Sejak kapan juga aku menjadi istrimu?” balas Cheonsa sambil memeletkan lidahnya.

“3 minggu lagi.” Jawab Sehun polos.

“Eomma bilang, kita 3 minggu lagi menikah. Terus, hari ini rencananya kita juga mau fitting baju pernikahan.” Lanjut Sehun.

“Yak! Kenapa kau tidak memberitahuku?! Apa orang tuaku tahu tentang ini?” teriak Cheonsa bertubi-tubi.

“Tentu saja tahu. Kan mereka yang merencanakan ini.” Balas Sehun. Cheonsa hanya mempoutkan bibirnya mendengar penjelasan Sehun. Ia masih muda, ia belum bisa mengurus semua tingkah Sehun yang masih kekanakan itu. Dan, jangan lupakan seorang anak bayi dirumah mereka. Tunggu, kenapa Cheonsa malah memikirkan seorang anak bayi? Tanpa ia sadari, pipinya bersemu merah. Sehun yang melihatnya langsung menggodanya (kembali).

“Apakah kau baru saja memikirkan tentang anak kita? Oh, sepertinya 1 anak perempuan dan 1 anak laki-laki cukup.” Goda Sehun sambil membayangkan masa depannya. Cheonsa bersiap menoyor/? Jidat Sehun, tetapi itu tak terjadi karena terdengar ketukan pintu.

Oppa? *Tok tok tok tok tok tok*

Ayo cepetan berangkat~

Pergi ke sekolah Sulliii~

Cheonsa dan Sehun langsung menepuk dahi mereka dan buru-buru keluar. Mereka Cuma nyengir saat berhadapan dengan Sulli yang cemberut. Cheonsa buru-buru menggandeng tangan Sulli dan meninggalkan Sehun dibelakang sendirian. Sehun hanya cemburu dan buru-buru mengambil kunci mobil di meja.

@Mobil Sehun

“Sulli nanti mau tampil apa?” tanya Cheonsa.

“Sulli nanti mau tampil drama Sleeping Beauty, noona.” Jawab Sulli dengan gaunnya yang terlihat cukup cantik untuk seorang Sleeping Beauty. Cheonsa tersentak dan buru-buru berbisik ke Sehun yang kebetulan sedang menyetir.

“Kalau Sleeping Beauty, berarti ada adegan ciumannya dong?” tanya Cheonsa pelan. Sehun hanya mengendikkan bahunya. Ia masih merasa kesal saat Cheonsa meninggalkannya tadi dan berusaha bersikap dingin. Cheonsa yang kesal karena diabaikan segera memukul lengan Sehun.

“Yak! Jawab kenapa!” ucap Cheonsa sambil mempoutkan bibirnya.

“Aku kesel tau! Masa dari tadi dikacangin.” Adu Sehun.

“Ya udah aku minta maaf.” Balas Cheonsa sambil mengulurkan tangannya. Karena sudah sampai di depan sekolah, Sulli duluan keluar dan menghindari pertengkaran konyol mereka. Sehun menarik tangan Cheonsa –yang sedang terulur- dan menciumnya tepat dibibirnya. Cheonsa yang terkejut hanya memegangi bibirnya.

“Oke, sudah kumaafkan.” Ucap Sehun sambil keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Cheonsa. Cheonsa akhirnya keluar dari mobil masih dengan jantungnya yang berdegup kencang. Sehun menggenggam tangan Cheonsa. Kalau begini, mereka terlihat seperti seorang ayah yang menggandeng sang anak perempuan Plaakk. Akhirnya, mereka duduk dibangku penonton paling depan. Cheonsa melihat kertas yang berisi daftar penampilan.

“Drama Sleeping Beauty, Penutup.” Gumam Cheonsa yang terdengar Sehun.

“Penutup? Aish, acara ini 2 jam, jadi kita harus nunggu 2 jam hanya untuk melihat penampilan Yeodongsaeng  kesayanganku gitu?” omel Sehun. Cheonsa hanye geleng-geleng kepala. Saat ia melihat ke sekeliling, ia menemukan sebuah tempat minum khusus Bubble Tea di sekolah itu. Ia segera berlari dan membeli rasa Milk Latte –untuknya- dan Taro –untuk Sehun-. Ia kembali dan menyodorkan segelas bubble tea taro ke Sehun. Sehun menyedotnya dengan perlahan.

“Saatnya, penutup dari kelas II, Drama Sleeping Beauty.” Ucap sang MC diiringi tepuk tangan penonton. Panggung terbuka dan muncullah Sulli disana. Ia berperan dengan sangat bagus. Kini, saatnya sang putri tidur tertusuk jarum dan tidur selama 100 tahun. Datanglah Yongguk, sang pangeran yang siap mencium Sulli. Tepat di bibirnya pemirsa! Sulli terbangun dengan rona merah di pipinya.

“Hei, bukankah itu Yongguk?” tanya Sehun kepada Cheonsa. Cheonsa membelalakkan matanya. Perlu kalian ketahui, bahwa Yongguk adalah adik sepupu Cheonsa. ‘Oh, dunia terasa begitu sempit.’  Pikir Cheonsa sambil menutup matanya dengan telapak tangannya.

Acara sudah selesai. Sulli pergi memeluk Sehun dan mulai berceloteh ria. Tapi, 1 hal yang Cheonsa dan Sehun sadari. Sulli selalu menceritakan tentang…

.

.

.

Yongguk!

“Apakah ini disebut dengan cinta monyet?” tanya Sehun pelan ke Cheonsa. Cheonsa hanya terkikik pelan.

“Nooonaaaaa!” Ah, suara cempreng Yongguk terdengar. Cheonsa berbalik dan mendapati Yongguk tengah memeluk Cheonsa. Cheonsa menggendong Yongguk, sama seperti Sehun yang menggendong Sulli. Sekarang, mereka terlihat seperti seorang suami dan istri yang mempunyai 2 orang anak plaakk.

Saat ini, mereka sedang berada di mobil Sehun. Yongguk ingin main kerumah Sulli –yang lebih tepatnya rumah Sehun-. Tentu saja Sehun mengizinkan. Sekarang, kedua anak kecil itu sedang berlovey dovey ria. Cheonsa yang duduk disamping Sehun mendapatkan sebuah SMS.

Halo, Cheonsa. Apa kau mengingatku? Aku Yoon hee, yeoja yang waktu itu menyirammu dan menamparmu. Mau menikah dengan Sehun? Sepertinya itu tidak akan terjadi. Kalau pun terjadi, aku akan menghancurkan pernikahan kalian dan memberitahukan semua orang dikampus. Salam manis untuk Sehun

From: You Know who I am

“Seehhuunn, yeoja itu menggangguku lagi T.T” adu Cheonsa.

“Yoon hee?” tebak Sehun.

“Tentu saja! Kan Cuma dia yang ga restu kalau kita mau nikah. Terus, dia bilang mau nyebarin tentang pernikahan kita? Ottohke?” Cheonsa mengacak rambutnya frustasi. Sehun membelai pipi chubby Cheonsa dan berkata.

“Aku akan menyebarkannya lebih cepat dari dia.”

                                                                        TBC

Iklan

52 pemikiran pada “Ms. Lollypop and Mr. Cold (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s