Fate of The Witches (Intro)

= Title : Fate of The Witches =

= Author : BlueLu Bird =

= Cast : Byun Baekhyun <EXO> , Song Haneul <OC> , The True Black Witch (Find who is it) , Song Jae Hyun <OC> , Byun Ha Na <OC> , etc =

= Genre : Romance , Fantasy , Family , School life , Mystery , Comedy (?) =

= Rating : PG 15 – 17 =

= Length : Chaptered =

= Summary : Siapa sangka bahwa di dunia ini ada yang namanya penyihir? Tapi itu kenyataannya , penyihir itu ada. Tapi hati-hati tak semua penyihir memiliki hati yang baik , Black Witches bisa diam-diam mendekatimu lalu memakanmu hidup-hidup , mengerikan bukan? Byun Baekhyun dan Song Haneul , penyihir muda baik hati yang bahkan belum mengerti dengan benar bagaimana kekuatan mereka tetapi telah dihadapkan pada takdir yang mengatakan bahwa ‘Kalian adalah White Witches , pasangan penyihir abadi yang ditakdirkan untuk memusnahkan Black Witches’. Dan bermula dari takdir itu , mereka harus tinggal serumah dan terus bersama. Juga jangan lupakan misi mereka ‘Musnahkan pusat kekuatas Black Witches , yaitu The True Black Witch! Hanya satu orang!’ Itu bukan hal yang mudah , karena target mereka adalah pemburu mereka. Mereka bahkan tidak punya petunjuk tentang siapa sebenarnya target mereka. Dan satu hal yang membuat itu semakin sulit , we called it love =

= Note : Fanfiction fantasy pertama author. Semoga pada suka ya!! Dan kalo respon nya bagus , author lanjutin ke chapter selanjutnya kok!! Tenang , author gak suka bohong *Iye , tapi sukanya modus XP* Plagiat? Pergi jauh-jauh sebelum di sihir jadi kodok sama Cutie Witch alias Byun Baekhyun!! >< Jangan lupa fanfic ini hanya fiksi belaka, J =

Enjoy reading ~

– Witches –

=Author POV

Seorang gadis berjalan riang menyusuri jalan malam sendirian. Mungkin terlihat aneh seorang gadis berjalan sendirian di malam hari tanpa takut , but she’s don’t care about that. Langkah gadis itu terhenti , saat bola mata gadis itu menangkap ada seorang pria yang sepertinya hendak dikeroyok oleh beberapa pria lainnya.

Tanpa pikir panjang gadis itu menunjuk kumpulan pria tersebut dengan jari telunjuknya, cahaya putih muncul di ujung jari telunjuk gadis itu. Detik berikutnya gadis itu menghempaskan jarinya ke bawah dan bersamaan dengan itu kumpulan pria yang hendak mengeroyok seorang pria di sana jatuh tak sadarkan diri di jalan beraspal tempat tadi mereka menapakkan kaki.

Gadis itu tersenyum bangga dengan hasil kerjanya , setidaknya hari ini dia melakukan kebaikan yang berguna untuk sesama. Tunggu! Mereka tidak bisa dikatakan ‘sesama’ , karna gadis itu berbeda dengan orang-orang di sekitarnya. Gadis itu seorang penyihir, ya kecuali kalau pria itu juga seorang penyihir.

“Ya! Apa yang kau lakukan?!” Teriak pria yang secara tidak langsung diselamatkan gadis itu

Kenapa dia malah marah? Bukankah harusnya berterima kasih?

“Hei , kenapa kau berteriak?! Aku menyelamatkanmu , tuan!” Gadis itu salah , ia kira pria yang ditolongnya akan berterima kasih dan tersenyum bahagia. Tetapi nyatanya dia malah mendapat omelan tak berguna

“Aku bisa mengurus mereka sendiri!”

“Seorang diri? Sombong sekali!” Gadis itu mendengus tak percaya mendengar ocehan pria yang ditolongnya. Sombong sekali , pikirnya

“A-” Belum selesai pria itu mengucapkan omelan panjangnya , gadis itu menghilang begitu saja dari hadapannya.

“Ck! Tidak sopan! Awas saja kalau bertemu lagi denganku! Akan kuberi pelajaran!” Pria itu tidak kaget saat gadis itu menghilang secara tiba-tiba. Alasannya sederhana , karna ia juga bisa melakukannya. Meskipun , terselip tanda tanya besar di pikirannya.

Siapa sebenarnya gadis itu?

– Witches –

“Aku kembali!” Teriak gadis itu saat tubuhnya sudah berada di dalam rumah tempatnya tinggal. Mata gadis itu menangkap munculnya seorang kakek dari balik ruangan khusus yang hanya gadis dan kakek itu ketahui. Gadis itu memilih tak mempedulikannya dan duduk santai di sofa ruang keluarga rumah itu.

“Song Haneul! Kau membuat orang tak sadarkan diri lagi?!” Teriak kakek yang kini berada di hadapan gadis itu. Boleh diakui bahwa kakek itu terlihat seperti orang yang berusia 30 tahun-an , padahal umur aslinya sudah mencapai 100 tahun-an.

“Song Jae Hyun , berhentilah berteriak” Sudah menjadi kebiasaan gadis bernama Song Haneul , memanggil nama kakek di hadapannya dengan nama aslinya saat pria tua itu mulai berteriak padanya

“Ck , gadis ini! Jadi kenapa kau membuat kumpulan pria itu tak sadarkan diri?” JaeHyun duduk di samping cucu satu-satunya , mencari tahu hal menarik apa yang dilakukan cucunya kali ini

“Aku mencoba menolong seorang pria yang ingin mereka keroyok. Tapi kau tahu kek? Pria itu malah memarahiku karna menolongnya , konyol sekali”

“Aku rasa – kau lebih konyol dari mereka” Gumaman JaeHyun sukses membuat cucunya melotot ke padanya , detik berikutnya JaeHyun berteriak keras sampai teriakannya menggema di rumah itu. JaeHyun berteriak karna cucunya mengaduk-aduk isi lambung nya , jangan tanya bagaimana caranya! Tentu saja , dengan sihir

“Ya! Song Haneul! Berhentilah membuat kakek mu menderita! Ya ampun , lambungku terasa berputar!”

“Memang lambung mu berputar , kek” Jawab Haneul santai. Dalam sekejap gadis itu menghilang , karna ia tahu apa yang akan terjadi pada telinganya jika ia tidak menghilang saat itu juga

“SONG HANEUL! KEMARI KAU!”

– Witches –

Haneul kini berada di kamarnya , setelah berhasil membuat kakek nya marah gadis itu langsung berteleportasi ke kamarnya. Jam di dinding kamarnya sudah menunjukkan jam 20.00. Haneul meletakkan tas ransel yang tadi dibawanya di rak tempatnya biasa menaruh barang-barang seperti tas dan buku. Dan rak itu , melayang di udara. Gadis itu merenggangkan otot-ototnya , lalu berbaring di kasur yang memang tersedia di kamar itu. Kasur itu tidak melayang seperti rak gadis itu , alasannya adalah jika kasur itu melayang maka kemungkinan besar Haneul akan sering jatuh dan itu akan membuat badannya sakit setengah hidup (?)

“Pria tidak tahu terima kasih” gumam Haneul pelan saat mengingat kejadian yang dialaminya. Tapi entah kenapa , firasat gadis itu mengatakan bahwa ia akan bertemu lagi dengan pria yang ditolongnya

“Hah , aku benar-benar lelah! Kenapa besok harus masuk sekolah? Libur jauh lebih baik”

Haneul mencoba memejamkan matanya , berusaha istirahat secepat mungkin. Karna besok dia harus bersekolah. Bukan sekolah sihir , hanya sekolah umum seperti manusia biasa.

Deg

Haneul membuka matanya , saat firasat buruk gadis itu datang lagi. Mata Haneul menelusuri setiap bagian kamarnya, tapi tidak ada siapa-siapa di sana. Bukan pertama kalinya gadis itu merasa ada yang mengawasinya, tak apa jika hanya diawasi , tapi firasat buruk gadis itu mengatakan bahwa diawasi bukan hal yang baik untuk nya. Karna ia diawasi oleh orang yang berkeinginan jahat. Dan sialnya , firasat gadis itu tak pernah salah

Ada yang mengawasiku. Tapi siapa?

– Witches –

Di lain sisi , seorang pria tengah mengguling-guling kan badannya di atas kasur. Pria itu sedang bergelut dengan pikirannya sendiri.

Ya , Byun Baekhyun! Berhentilah berguling-guling seperti tentara di kasurmu! Cepatlah tidur! Sampai besok kau kesiangan , kupastikan kau kutendang dari lantai 2!

“Aishh , nenek benar-benar mengerikan!” Baekhyun baru saja mendengar telepati neneknya yang bisa memecahkan gendang telinganya. Nenek nya selalu tahu apa yang Baekhyun lakukan, meskipun ia sedang tak bersama cucunya dan Baekhyun tak masalah dengan itu. Hanya saja , nenek nya tak akan mengawasinya saat pria itu berada di kamar mandi. Dia sudah gila jika mengawasi cucu nya yang berjenis kelamin laki-laki saat menyelesaikan urusannya di kamar mandi.

“Gadis itu , bisa menghilang. Sama sepertiku. Tapi aku tak merasakan aura jahat , pada dirinya” Baekhyun berhenti berguling , ia lebih memilih berpikir sambil menatap ke langit-langit kamarnya. Setidaknya ia tetap bisa berpikir dan dia tidak akan ditendang neneknya

Deg

Perasaan itu datang lagi , perasaan saat dirinya akan diterkam oleh seseorang saat itu juga. Beberapa detik kemudian perasaan itu hilang , Baekhyun menghela nafasnya lega.

Kapan perasaan ini berakhir? Aku bosan merasa akan diterkam seperti kijang yang tengah hilang di tengah hutan

Kapan-kapan! Bahkan kijang pun lebih baik dari dirimu! Cepatlah tidur atau kau-

“NENEK! BERHENTILAH MEMBACA PIKIRANKU! APA NENEK JUGA MEMBACA PIKIRANKU SAAT TIDUR?”

Kadang. Mimpimu benar-benar mesum Byun Baekhyun!

“NENEK!”

To Be Continued

Yehet~! Fanfic baru , yey! Ini author gak tw ya readers bakal respect atau gak >< Tapi semoga aja iya

Ini baru Prolog nya aja, jadi sengaja dibuat pendek gitu, hehe~

Leave comment, critic, and like, please~ So , i will make the next chapter!!

Kalo responnya bagus authot bakal lanjutin kayak biasa sampe KHATAM (asal respon nya gak makin down, aja ya~) Author juga bakal buatin posternya , ya meskipun gak begitu bagus alias jelek -_-”

Makasih buat admin yang udah mau ngepost fanfic gaje ini!! Makasih buat readers yang udh bersedia baca, apalagi yang udh ninggalin comment, critic, and like *Tuh kan, modus lagi -_-* :v

THANKS!!

Iklan

30 pemikiran pada “Fate of The Witches (Intro)

  1. tentang penyihir ya, boleh juga nih
    kayaknya ceritanya seru deh
    sekarang penasaran sama tokoh yang ngawasin mereka, tp dipikiran gw udh ada calon kuat yg bakal meranin peran itu,
    ditunggu next chapternya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s