Love And Friendship (Chapter 5 – END)

Love And Friendship

Love and Friendship. By-asterinamei-

 

Title : Love and Friendship (Chapter 5 -Ending-)

Author : asterinamei (@LPMei98_NH625)

Main Cast : Wu Mei Rin, Huang Zi Tao “EXO”, Shim Hyun Seong “Boyfriend”, Xi Lu Han “EXO”, Wu Yi Fan/Kris “EXO”.

Other Cast : Shin Hye Kyung and others.

Genre : Romance, friendship, family and sad (maybe).

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku. Semua cast milik Tuhan YME. Jika ada cerita yang sama persis di tempat lain, maka itu punya saya. Tapi jika ceritanya sama persis namun beda author, itu namanya plagiarisme.

 

 

 

“Hei, kau masih memikirkannya?” tanya  Luhan yang membuyarkan lamunan Meirin.

Ne? Ah, aku hanya bingung dengan sikapnya akhir-akhir ini.” ucap Meirin.

“Teman-teman, aku pulang dulu ya. Eonniku tadi mengirimku pesan untuk segera pulang.” pamit Hyekyung.

“Hmmm, aku juga harus pulang. Hyekyung, aku akan mengantarmu.” ujar Hyunseong.

“Ehem.”

 

Hyunseong menatap Meirin.

 

Waeyo? Sudah sana, katanya mau pulang.” ucap Meirin.

Annyeong Meirin, Luhan.” pamit Hyekyung, lalu pergi bersama dengan Hyunseong.

 

Tiba-tiba Luhan melihat selembar kertas di kursi tempat Tao duduk. Ia pun mengambilnya. Saat ingin membaca isi kertas tersebut, Meirin yang tadinya membelakanginya, kini berbalik kearahnya. Luhan segera menaruh kertas tersebut di belakang punggungnya.

 

“Luhan, kau tidak pulang?” tanya Meirin.

“Ah, aku ingin disini sebentar lagi.” ucapnya.

Meirin sedikit curiga dengan Luhan, “Kau kenapa? Kau baik-baik saja kan?” tanyanya.

Nan gwaenchanha.” balas Luhan.

Geurae. Aku pulang dulu ya. Annyeong.” pamit Meirin.

Ne, annyeong.” Meirin pun pergi.

 

Setelah merasa Meirin sudah benar-benar pergi, Luhan segera membaca isi surat tersebut.

 

“Ini kan surat keterangan dokter.” gumamnya.

 

Dan saat membaca namanya, Luhan kaget, “Huang Zi Tao?” gumamnya.

 

Setelah itu, Luhan pergi menuju rumah sakit yang tertera di kertas tersebut.

 

 

@Hospital..

Luhan berusah mencari Tao. Dan akhirnya ia menemukannya, “Tao.” panggilnya.

Tao berbalik, “Luhan? Sedang apa kau disini?” tanyanya.

“Bolehkah aku menanyakan sesuatu?” tanya Luhan.

Ne. Tapi sebaiknya kita berbicara di taman dekat rumah sakit saja.” ucap Tao.

Luhan mengangguk.

 

@Taman..

“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Tao. Luhan memberikan kertas itu.

Tao kaget.

“Aku menemukannya di cafe. Ditempat kau duduk. Tapi, apa Meirin tau?”tanya Luhan.

“Dia tidak tau. Rahasiakan ini. Kau bisa kan? Jangan beritau siapapun. Termasuk kedua sahabatku dan Hyekyung.” jelas Tao.

“Baiklah. Sejak kapan kau menderita penyakit ini?” tanya Luhan.

“Sejak 4 bulan yang lalu. Sepetinya begitu. Dan semakin hari, kondisiku semakin melemah. Mungkin kau dan yang lainnya, sedikit curiga dengan sikapku akhir-akhir ini kan?”tanyanya.

“Ya. Tapi kenapa kau tidak di operasi? Tao, kalau kau tidak segera di operasi, kondisimu akan semakin parah. Kau tau kan?” ucap Luhan sambil menatap Tao.

“Sebenarnya ibuku menyuruhku untuk operasi. Tapi aku menolaknya. Karna menurutku ini sudah takdir. Jadi percuma kalau aku menjalani operasi. Dan besok aku akan berhenti kuliah.” jelas Tao.

Luhan semakin kaget, “Mwo? Ya! Kenapa kau melakukan ini? Seandainya kau mau dioperasi sejak awal, ini tidak akan terjadi!”

Tao pun menatapnya, “Kau percaya takdir kan? Bukankah tadi sudah ku bilang, jika ini takdirku, percuma aku menjalani operasi. Itu hanya akan menyusahkan orangtuaku saja.”

Luhan menghembuskan nafasnya, “Lalu bagaiman dengan Meirin?” tanya Luhan.

“Besok aku akan mengakhiri hubunganku dengannya. Aku tau ini menyakitkan.” jelas Tao.

“Tao kau-”

Tao memotong perkataan Luhan, “Kau tau kan waktuku tidak lama lagi? Jadi, tolong jaga dia.” ucap Tao.

“Ke-kenapa harus aku?” tanya Luhan.

”Karna hanya kau yang pantas untuk menjaganya. Menurutku, hanya Kris hyung dan juga kau yang pantas menjaga Meirin. Walaupun ada Hyunseong, kau tau kan Hyunseong sedang dekat dengan Hyekyung. Kau mengerti kan maksudku?” tanya Tao.

Luhan hanya mengangguk.

“Dan, bukankah kau menyukai Meirin? Aku tau semuanya Luhan. Dan Meirin pun sama. Dulu, tanpa sengaja aku melihat isi buku diary Meirin. Dia menulis semua tentangmu. Dia bilang dia masih menyukaimu dan mencintaimu. Tapi saat di Korea, dia mencoba melupakanmu. Dan mencoba untuk mencintaiku.” jelas Tao.

Luhan kaget, “Ke-kenapa kau bisa tau?” tanya Tao.

“Sebenarnya aku bisa membaca fikiran seseorang. Setiap hari, kau memikirkan Meirin kan? Aku tau Luhan. Bahkan sikapmu berbeda. Maksudku, jika kau bersama Meirin, kau kelihatan sangat gembira.” jelas Tao.

“Ternyata kau tau semuanya. Besok, apa kau yakin akan melakukannya? Tapi, apakah kau mau melihat Meirin sedih?” tanya Luhan.

“Sebenarnya aku tidak ingin melihat Meirin sedih. Dan aku tidak ingin dia sedih.” jawab Tao.

“Tao, kau bilang sudah 4 bulan kau menderita penyakit ini. Apakah saat itu kau sudah menjadi kekasih Meirin?” tanya Luhan.

“Belum. Pada waktu itu, aku tau hidupku pasti tidak akan lama lagi. Jadi sebelum hidupku berakhir, aku ingin mengatakan perasaanku kepadanya. Dan, setelah 2 bulan aku berpacaran dengannya, aku mengalami kecelakaan. Aku kira aku sudah tidak dapat melihat Meirin lagi. Tapi ternyata tidak. Dengan sisa waktuku ini, aku ingin perlahan melepaskannya. Dan aku ingin Meirin merelakanku pergi. Dengan begitu, aku akan bahagia nantinya. Aku ingin Meirin juga bahagia. Aku tidak ingin dia bersedih karna kepergianku. Jadi, Luhan bisakah kau menjaganya? Menjaganya dengan baik?” tanya Tao.

Ne, aku akan menjaganya.” jawab Luhan.

Author POV End~

 

Luhan POV~

Aku masih terus memikirkan tentang Tao. Kalau dilihat, dia seperti teman kecilku. Tapi apakah benar? Aku saja tidak tau.

“LUHAN! Ya! XI LUHAN!”

 

Sepertinya ada yang memanggilku.

 

Aku pun membalikkan badanku, “Meirin? Sedang apa kau malam-malam begini?”

 

Ternyata Meirin.

 

“Aku hanya jalan-jalan saja. Sekalian menunggu gegeku pulang. Lalu kenapa kau baru pulang?” tanyanya.

“Aku tadi habis jalan-jalan sebentar.” kataku sambil menyamakan langkahnya.

“Ah kau mau mampir?” tawarku ketika sampai didepan apartemenku.

“Hmm ne. Aku kan belum pernah ke apartemenmu.” ucapnya.

Aku lalu mengajaknya masuk.

 

“Duduklah.” ucapku sambil mempersilahkan Meirin duduk di sofa.

Aku lalu berjalan menuju dapur untuk mengambil air mineral di kulkas. Setelah itu aku memberikannya kepada Meirin, “Minumlah. Maaf aku hanya ada ini.” ucapku.

Gwaenchanha.” ucapnya sambil tersenyum dan meminum air tersebut.

 

Aku menatapnya lekat. ‘Meirin, kuharap kau tidak bersedih. Karna besok kekasihmu akan mengatakan sesuatu, yang tak pernah terbayangkan olehmu.’ batinku.

 

Tiba-tiba Meirin menatapku, “Ke-kenapa kau menatapku? Apa ada yang salah?”

Aku pun segera mengalihkan pandanganku, “Ah, a-ani. Oh ya, kau bilang kau sedang menunggu Kris hyung. Memangnya Kris hyung kemana?” tanyaku.

“Bekerja. Kris gege bekerja part time di sebuah cafe. Dan sepertinya..”

Meirin melihat jam yang melingkar ditangannya, “Aigoo, Kris gege sebentar lagi akan pulang. Luhan, aku pulang dulu ya. Gomawo untuk minumannya. Annyeong.” pamitnya.

Ne, annyeong.”

 

Aku merebahkan tubuhku ke kasur.

“Meirin. Ya, aku harus menjaganya.” gumamku.

Lalu aku memejamkan mataku, dan aku tertidur.

Luhan POV End~

 

Author POV~

 

@Universitas..

“LUHAN.” panggil seseorang.

Luhan pun berbalik, “Tao?” balasnya.

Waeyo? Kenapa ekspresimu seperti itu saat melihatku?” tanya Tao.

Ia menatap Luhan, mencoba membaca apa yang difirkan Luhan.

“Ah aku tau, kau sedang memikirkan bagaimana reaksi Meirin nanti kan?” tanya Tao.

“Dasar kau ini! Lalu kapan kau akan mengatakannya?” tanya Luhan sambil berjalan.

“Sekarang. Karna sebentar lagi aku akan pergi.” ucap Tao sambil mensejajarkan langkahnya dengan Luhan.

Luhan menghentikan langkahnya, “Mwo? K-kau mau pergi kemana?” tanyanya.

“Ke suatu tempat. Oh ya Luhan, aku minta nomor ponselmu dan juga alamat rumahmu.” ucap Tao.

“Untuk apa?” tanya Luhan.

“Cepat berikan padaku! Tidak usah banyak tanya!” ucap Tao dengan tatapan glarenya.

“Aish! Baiklah.”

 

Luhan pun menulis alamat dan nomor ponselnya di selembar kertas. Lalu memberikannya kepada Tao.

 

Thanks Luhan. Sekarang aku akan menemui Meirin dan yang lain. Sekali lagi, aku berterima kasih padamu. Aku senang bisa mengenalmu. Ku serahkan Meirin kepadamu. Jaga dia, annyeong.” ucap Tao, lalu pergi meninggalkan Luhan.

Ya! Jangan berbicara seperti itu.” teriak Luhan.

Tao hanya mengangguk dari kejauhan.

 

Tao mengajak Meirin, Hyunseong, dan Hyekyung untuk pergi ke sebuah taman dekat universitas mereka.

“Ada apa Tao? Kenapa kau mengajak kami ke sini?” tanya Hyunseong.

“Aku ingin membicarakan sesuatu.” ucapnya.

Geurae. Bicaralah.”

Tao menatap mereka semua, “Hyunseong, Meirin, Hyekyung, aku senang bisa mengenal dan berteman dengan kalian. Maafkan aku, atas semua kesalahanku selama ini.  Dan terima kasih untuk semuanya.”

Mereka kaget dan tak mengerti dengan ucapan Tao barusan.

 

“Tao, kenapa kau berbicara seperti itu?” tanya Hyunseong.

“Karna aku akan pergi.” kata Tao.

Mwo? Apa maksudmu Tao? Kau mau pergi kemana? Ha!” ucap Meirin kesal dan matanya berkaca-kaca.

Lalu Tao menatapnya, “Meirin, sebelumnya aku minta maaf. Tapi aku harus mengatakan ini.”

 

Tao menghembuskan nafasnya, lalu menatap Meirin lagi, “Terima kasih untuk semuanya. Dan terima kasih karna kau telah banyak memberikan cinta dan kasih sayang kepadaku. Terima kasih sudah mau menjadi kekasihku, walaupun hanya beberapa bulan saja. Meirin, hubungan kita cukup sampai disini. Maafkan aku Meirin.” jelasnya.

“Tao, apa maksudmu? Kenapa kau mengakhiri hubungan kita? Waeyo?!” tanya Meirin sambil menangis.

Lalu Tao memeluknya, “Maaf, aku tidak bisa menjelaskannya.”

 

Setelah itu Tao melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang membasahi pipi Meirin. Lalu Tao tersenyum kepada Meirin.

 

Annyeong semuanya.” pamit Tao. Lalu pergi meninggalkan mereka. Hyunseong mengejar Tao, tapi sayangnya Tao sudah masuk ke dalam sebuah mobil. Dan mobil itu melaju cukup cepat.

Author POV End~

 

Kris POV ~

Aku sedang mengantarkan kekasihku, Hyokyung, ke rumah sakit. Karna dia memang kurang sehat hari ini.

“Duduklah disini. Aku akan menembus obatnya.” ucapku.

Ne.”

 

Setelah selesai menembus obat, aku dan Hyokyung segera pulang. Namun, aku melihat seseorang yang tak asing bagiku. Saat aku ingin memanggilnya, tiba-tiba saja dia terjatuh.

 

Aku pun segera menghampirinya, “Tao? Tao sadarlah!” ucapku sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.

Dia adalah Tao, kekasih adikku. Setelah itu aku membawanya ke ruang perawatan.

 

“Terima kasih sudah mengantarkannya kesini. Dia memang pasien dirumah sakit ini.” ucap seorang Dokter.

 

Pasien dirumah sakit ini?

 

“Apakah Meirin tidak memberitaukanmu?” tanya Hyokyung.

“Tidak.” ucapku.

“Dokter, bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja?” tanya seorang wanita separuh baya.

 

Apa wanita itu ibu nya Tao?

 

“Kondisinya semakin melemah. Tapi dia sudah sadar. Dan, mereka berdua yang menyelamatkan Tao.” jelas sang Dokter.

“Terima kasih sudah menyelamatkan anakku.” ucap wanita itu sambil membungkukkan badannya.

Ne.” ucapku dan Hyokyung sambil membungkukan badan kami.

“Nyonya, saya permisi dulu.” pamit Dokter itu.

Ne.”

 

“Maaf ahjuma, bolehkan aku tau kenapa Tao dirawat disini?” tanyaku.

“Kau mengenal Tao?” tanyanya.

Ne, aku kakaknya Meirin.” ucapku.

“Oh Meirin. Sebaiknya kita berbicara di dalam saja ya.”

 

Aku dan Hyokyung pun masuk ke ruangan itu. Kulihat Tao sedang duduk di ranjang, dan kondisinya memang lemah.

“Tao.” Tao melihat ke arah kami –ibunda Tao, aku dan Hyokyung-.

 

“Kris hyung? Hyokyung noona? Kenapa kalian bisa disini?” tanya Tao dengan suara pelan.

“Mereka yang membawamu kesini. Tao, mama mau nanya. Apakah Meirin tidak tau tentang ini?”

Tao menundukkan kepalanya, lalu kembali menatap kami, “Meirin tidak tau. Kris hyung, tolong jangan beritau Meirin. Aku mohon. Hyokyung noona juga, tolong jangan beritau Hyekyung. Karna yang tau ini hanya Luhan. Dan.. kalian.” jelasnya.

“Kenapa aku tidak boleh memberitaunya?” tanyaku.

“Aku tidak mau Meirin mengkhawatirkanku, hyung.” ucapnya sambil tertunduk lemas.

“Baiklah. Tao, aku dan Hyokyung pulang dulu. Jaga dirimu baik-baik. Ahjuma kami pulang dulu, annyeong.” pamitku.

 

@Home..

“Aku pulang.”

Dan kulihat, Meirin sedang duduk di sofa.

“Meirin, kau lapar? Gege akan membuatkanmu makanan.” tawarku.

“Tidak usah ge. Aku tidak lapar.” ucapnya lesu.

 

Aneh sekali. Biasanya dia akan menerimanya. Ada apa dengnnya? Dan kenapa dia lesu sekali? Aku segera pergi ke dapur dan mengambil air mineral di kulkas.

 

“Minumlah. Gege tau pasti kau sedang sedih.” ucapku sambil memberikannya sebotol air mineral.

Gege.” panggilnya.

“Ya.”

Gege kan pernah bilang padaku, kalau ada yang menyakitiku, maka gege akan marah besar dengan orang itu.”

“Apakah ada yang menyakitimu? Siapa?”

Meirin menggembuskan nafasnya, “Tao. Hubunganku dengan Tao berakhir.”

 

Aku kaget dengan ucapan Meirin barusan. Jadi Tao mengakhiri hubungannya? God, bagaimana ini? Tak mungkin aku memarahi Tao dan tak mungkin juga aku menceritakan yang sebenarnya kepada Meirin.

 

Gege.” panggilnya lagi.

Ne? Ah, gege yakin pasti ada alasan tertentu Tao melakukan ini. Tao bukan lah namja seperti itu, yang mengakhiri hubungan tanpa sebab. Meirin, ini sudah malam. Tidurlah.” kataku.

Ne gege.” Meirin lalu pergi menuju kamarnya.

 

Meirin mianhae.

Kris POV End~

 

Sudah 4 hari Meirin tidak bertemu Tao. Hyekyung dan Hyunseong pun sama. Setiap kali mereka kerumahnya, tidak ada orang. Nomor ponsel Tao pun tidak aktif. Dan Luhan, setiap hari dia pergi kerumah sakit untuk menjenguk Tao. Dan itu tanpa sepengetahuan Meirin, Hyunseong dan Hyekyung. Seperti hari ini, Luhan akan menjenguk Tao. Dan tanpa Luhan ketahui, mereka -Meirin, Hyekyung, Hyonseong- mengikutinya. Karna selama 4 hari ini, Luhan selalu pulang sendiri. Dan menolak ajakan mereka saat ditawarkan untuk pulang bersama.

@Hospital..

“Kenapa Luhan kerumah sakit? Apa dia sakit?” Meirin bingung kenapa Luhan ke rumah sakit.

Molla.” ujar Hyunseong.

 

Mereka terus mengikuti Luhan. Hingga sampai di depan salah satu ruang pasien.

 

Luhan lalu masuk, “Tao~ Aku datang.” ucapnya.

 

“Tao?” Mereka saling bertatapan.

 

Karna penasaran, mereka memutuskan untuk masuk. Betapa terkejutnya mereka saat melihat kondisi Tao. Tao sangat lemah.

 

“T-tao? Apa yang terjadi sebenarnya?” tanya Hyunseong.

Luhan dan Tao kaget dengan kehadiran mereka.

 

“Hyunseong?”

“Me-meirin?”

“Kenapa kalian bisa ada disini?” tanya Luhan.

“Kami mengikutimu Luhan. Luhan, kenapa kau tidak memberitau kami kalau Tao dirawat?!” tanya Hyunseong kesal.

“Aku yang menyuruhnya untuk tidak memberitau kalian. Kris hyung dan Hyokyung noona juga tau tentang ini. Tapi aku menyuruh mereka merahasiakannya. Aku minta maaf. Sebenarnya, aku menderita penyakit ini sejak 4 bulan yang lalu. Maaf aku merahasiakan ini. Aku hanya tidak ingin kalian khawatir dengan keadaanku.” jelas Tao.

Mwo? Sejak 4 bulan yang lalu? Penyakita apa maksudmu?” tanya Hyunseong.

“Kanker. Aku tidak tau kenapa aku bisa terkena penyakit ini.” jelas Tao lemas.

“Kau.. tidak bercanda kan?” Hyunseong tidak percaya.

 

Tentu saja.

 

Bukan hanya dia, tapi Meirin dan Hyekyung pun sama.

 

“Aku serius Hyunseong. Sebelum aku pergi, aku ingin berterima kasih lagi kepada kalian semua karna telah menjadi sahabatku. Aku senang bisa mengenal kalian. Hyekyung, kau tau tidak? Sebenarnya Hyunseong menyukaimu. Aku harap cinta kalian dapat bersatu.”

Tao tersenyum kepada Hyunseong dan Hyekyung.

Dan ia melihat Meirin yang mata-matanya berkaca-kaca dan hampir menangis, “Meirin, kau tidak boleh menangis saat aku pergi nanti. Tetaplah ceria seperti biasa, arra?” Tao sebenarnya tak kuat mengatakan ini dan akhirnya air matanya terjatuh.

Meirin hanya mengangguk, “Bolehkah aku memelukmu untuk terakhir kalinya Mei?”

Meirin menuruti perintah Tao, ia memeluknya, “Tao. Aku mohon bertahanlah. Jangan tinggalkan aku.” pertahanan Meirin runtuh. Dia menangis di pelukan Tao.

Setelah itu Tao melepaskan pelukan Meirin secara perlahan, “Uljima. Aku memang harus pergi. Jaga dirimu baik-baik.” ucap Tao sambil menghapus air mata Meirin.

 

“Luhan, kau masih ingat pesanku kan?”

Luhan tersenyum, “Ne. Aku ingat.”

 

“Meirin, sebenarnya Luhan menyukaimu sejak dulu. Dan, sebenarnya aku bisa membaca fikiran seseorang.”

 

Semua kaget kecuali Luhan.

 

“Luhan, bisakah kau beritau ayah dan ibuku untuk datang kesini? Mereka tadi pulang sebentar, tolong beritau mereka. Dan Meirin, Hyekyung, beritau kakak kalian untuk datang kesini.” perintah Tao.

 

Setelah itu mereka menelfon orang-orang yang di maksud Tao.

 

Semuanya sudah berkumpul.

 

“Terima kasih semuanya, karna kalian mau datang. Ayah, mama, terima kasih. Kalian telah membesarkanku dan mendidikku dengan baik. Terima kasih untuk semuanya. Oh ya aku hampir lupa. Luhan, kau masih ingat tidak dengan teman kecilmu yang cengeng itu? Dulu kau sering menangisinya.”

 

Luhan bingung dan ia berfikir. Tiba-tiba Luhan mengingat sesuatu. Ia mengingat masa lalunya.

 

“Tao.. Kau kah..”

Tao hanya tersenyum.

“Kenapa kau tidak memberitauku? Aish! Mianhae aku tidak mengingatmu.” Luhan menyesal ia tidak mengingat Tao, teman kecilnya.

“Ini untukmu. Dulu kau menyuruhku menyimpannya dengan baik kan? Aku sudah menyimpannya dengan baik. Sekarang giliran dirimu. Anggaplah ini sebagai kenangan kita.”

 

Tao memberikan sebuah kotak. Kotak tersebut berisi foto-foto mereka saat masih kecil. Dan ada selembar kertas yang merupakan gambar yang mereka buat.

 

Luhan tersenyum, “Aku akan menyimpannya dengan baik.”

 

Tao tersenyum.

 

“Semuanya, aku mau istirahat. Aku lelah.” ucapnya.

“Istirahatlah nak.” ujar ibu Tao. Tao melihat satu persatu mereka, lalu tersenyum.

 

Lalu ia memejamkan matanya dan nafasnya terhenti.

 

Ya, Tao sudah pergi ke surga sekarang. Mereka semua menangis. Karna mereka kehilangan anak, sahabat, dan juga seseorang yang sangat mereka cintai.

 

Some years later..

“Kau akan meletakkan semua foto ini disini?” tanya seorang pria baby face kepada seorang wanita yang sekarang telah menjadi istrinya.

“Tentu saja. Boleh ya?”

Pria itu tersenyum, “Ne, tentu saja.”

Sang istri senang, “Suamiku memang baik.”

“Tentu saja. Xi Lu Han gitu.”

 

Mereka adalah Luhan dan Meirin. Meirin pun meletakkan beberapa foto. Termasuk fotonya dengan Hyunseong dan Tao saat di Lotte World.

 

Sekarang mereka sudah bahagia. Hyunseong dan Hyekyung sudah menikah. Begitupun dengan Kris dan Hyokyung. Meirin sudah mempunyai seorang keponakan. Karna Kris dan Hyokyung sudah mempunyai seorang anak. Orang tua Tao, mereka memutuskan untuk kembali ke China. Luhan dan Meirin, mereka sudah menikah dan menetap di Korea. Karna memang pekerjaan Luhan yang harus membuatnya menetap di Korea. Lagi pula Meirin juga ingin tetap disini.

Dan Tao, dia sudah bahagia disana. Walaupun dia sudah tiada, tapi kenangan-kenangan saat bersamanya, akan selalu tersimpan di hati mereka semua.

-The End-

Akhirnya selesai… Makasih ya buat yang udah baca dari chapter 1-5 J Dan makasih juga buat yang udah ngelike sama comment^^ Maaf kalau gaje dan endingnya kayak gini. Maaf juga yaa buat Tao stan sama Tao gege, aku bikin Tao gege kayak begini. Ini Cuma cerita doank kok J Okay, sekali lagi thank you very much^^ Buat admin exo fanfiction juga makasih yaa udah mau nge post ff aku J Okay, See u in my next FF ^^ *bow* Annyeong ^^

Iklan

8 pemikiran pada “Love And Friendship (Chapter 5 – END)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s