Why You Choose Me? (Chapter 3)

Why You Choose Me?

 

Title : Why You Choose Me [Part3]

 

Author : Kaylakim.

 

Cast :

 

l   Kim Jongin

 

l   Park Chanmi

 

Genre : Romantic

 

Rating : PG-15

 

Sorry for typo or anything else, happy reading!

 

-Part3-

 

 

Chanmi melihat Kai dengan tatapan tidak percaya. “Annyeong, kita bertemu lagi” Ucap Kai dengan wajah datar. “Kau tidak ingin membiarkan aku masuk?” Chanmi tersentak. “N-ne silahkan masuk” Ucap Chanmi sambil memberikan jalan kepada Kai.

 

Kai berjalan didepan Chanmi, Chanmi hanya menatap punggung tegap Kai. Sungguh, Jantung Chanmi sekarang seperti ingin meledak. “Annyeong Shamchon-paman-. Annyeong Shungmo-bibi-” Ucap Kai sambil menundukan badannya.

“Ah, akhirnya kau datang juga nak. Silahkan duduk” Ucap Appa kepada Kai. Chanmi pun duduk disamping Kai. Chanmi meneguk salivanya berat. Aish, bagaimana ini.. Pikir Chanmi. “Baiklah, sekarang mari kita bicarakan acara pertunangan kalian dahulu” Ucap Kai Eomma. Chanmi hanya menghembuskan nafas berat. Semua sudah telanjur terjadi Pikir Chanmi.

 

Dia menoleh kearah Kai yang sedari tadi hanya menunjukkan wajah datar. Oke, Chanmi berpikir bahwa Kai merasa setuju akan dengan perjodohan ini. Kai yang sedari tadi merasa risih karena ditatap oleh Chanmi pun menoleh kearah Chanmi. “Mwo?” Chanmi yang sadar bahwa Kai telah menatapnya kembali pun merasa malu. Chanmi menggelengkan kepalanya “Ani”

 

“Aigoo, mereka terlihat sangat serasi sekali, bagaimana kalau kita tidak usah mengadakan pertunangan? Langsung ke Pernikahan saja” Ucap Eomma Chanmi. Chanmi yang mendengar itu membelakan matanya. “Eomma!” Bisik Chanyeol yang tidak tega melihat reaksi adik kesayangannya itu.

 

Appa Chanmi dan Orang Tua Kai hanya mengangguk mengiyakan “Ya, kupikir itu lebih baik. Agar kita segera mendapatkan cucu.” Ucap eomma Kai dengan girang. Chanmi yang mendengar kata cucupun merasa wajahnya memanas.

 

“Tapi Eomma, bukankah aku terlalu muda untuk menikah? Dan bagaimana dengan sekolahku?” Ucap Chanmi kepada Eommanya. “Aish, menikah di usia muda tidak masalah, dan dengan urusan sekolahmu. Kamu bisa mengrahasiakan Hubungan pernikahanmu dari sekolah bukan?” Ujar Eomma Chanmi santai.

 

Chanmi hanya menghembuskan nafas kesal, dia menoleh kearah Kai yang sedari tadi tetap fokus pada makananya Aish, dia tidak membantu sama sekali.. Pikir Chanmi. “Baiklah bagaimana jika kita mengadakan pernikahan itu minggu depan?” Usul eomma Kai.

 

“M-mwo? Bukankah itu terlalu cepat eommanim?” Tentu Chanmi terkejut. “Aish, tidak apa-apa. Lebih cepat lebih baik.” Ucap Eomma Chanmi. Chanmi mulai kesal dengan mereka yang seenaknya mengatur kehidupannya. Dia mulai berdiri dari tempat duduknya. “Aku sudah kenyang, permisi” Appa Chanmi yang melihat itupun merasa geram. “Ya Park Chan–” Ucapan Appa Chanmi terpotong karena Eomma Chanmi menenangkan suaminya itu agar tidak marah.

 

“Kai-ya. Bisakah kau menyusul Chanmi dan menenangkannya? Dan agar kalian bisa mendekatkan diri” Ucap Eomma Kai sambil mengedipkan sebelah matanya agar bisa membujuk Putranya itu. Kai hanya menghela nafas. “Arraseo” Kai langsung berdiri dari tempat duduknya dan mulai naik keatas dan mencari Chanmi. Chanyeol yang melihat itu tentu saja merasa khawatir. Bagaimana tidak, seorang laki-laki normal bersama seorang gadis dalam satu kamar. Oh tidak. Chanyeol mulai berpikiran negative.

 

Chanyeol menggelengkan kepalanya berusaha agar menghilangkan pikiran itu, dan kembali fokus pada makanannya.

 

Chanmi’s Room

 

Chanmi yang kesal hanya duduk dikamarnya sambil memeluk boneka beruang kesayangannya. TOK—TOK— TOK — Ada seseorang yang mengetok pintu Chanmi. “Nde, masuklah” Ucap Chanmi agak sedikit berteriak. Pintupun terbuka menampilkan sesosok pria tampan berkulit tan yang sedang berjalan kearah Chanmi.

 

“Aku ingin berbicara padamu” Jawab Kai. Chanmi terkejut karena menyadari Kai lah yang mengetok kamarnya. Kai pun mulai duduk disamping Chanmi. “Bisakah kau menerima perjodohan ini?” Ucap Kai. Chanmi terkejut jadi benar dugaan Chanmi. Kai pasti menerima perjodohan konyol ini.

 

“M-mwo? Bagaimana bisa aku menerima dengan mudahnya perjodohan ini? Ki-kita bahkan tidak terlalu dekat” Ucap Chanmi gugup karena Kai memandang terus. “Tidak terlalu dekat? Kukira kau yang selalu melihatku dari jauh dan mengirim surat cinta padaku” Kai berbisik ditelinga Chanmi.

 

Chanmi pun merinding akan tingkah Kai. “Y-ya! A-aku tidak seperti itu!” Ucap Chanmi  malu karena semua rahasiannya terbongkar. “Jika kau berbohong, aku akan menciummu” Ucap Kai dengan santainya. Kalimat itu berdampak besar bagi Chanmi. “A-arraseo, memang aku yang mengirim surat itu dan menatapmu dari jauh” Ucap Chanmi menundukkan kepalanya. Dia yakin pasti wajahnya sudah semerah tomat.

 

“Jadi, karena itu kau harus menerima Perjodohan ini” Ucap Kai lagi. Chanmi menghela nafas berat. “Berikan aku alasan mengapa aku harus menerima perjodohan ini?” Tanya Chanmi. “Kau akan mengetahuinya disaat kita sudah menjadi suami dan istri, chagi-ya” Ucap Kai. Dada Chanmi bergemuruh dengan cepat setelah mendengar Kai memanggilnya dengan sebutan ‘Chagi’

 

“Arraseo! Aku akan menerimannya, tapi bisakah tatapanmu tidak seperti itu kepadaku. Kau seperti ingin memakanku, Kai-ya” Jongin hanya menyeringai. “Aku memang akan memakanmu, tapi tidak sekarang” Ucap Jongin. Chu sebelum Kai pergi dia memberikan kecupan lembut di pipi Chanmi.

 

Chanmi masih membeku ditempatnya, dia bahkan menahan nafasnya. Pipinya merona kemerahan. Apakah, dia baru saja menciumku? Pikir Chanmi, seketika dia menutup wajahnya memakai bantal. Dan berteriak kegirangan. Dan setelah puas dia turuh kebawah untuk menemui keluarga Kim.

 

“Arraseo Eomma, Appa. Aku menerima perjodohan ini” Ucapnya sambil menautkan telunjuknya. “Jinjja?!” Eomma langsung memelukku dan semua orang yang disitu mulai tertawa riang. Dan seperti biasa, Kai hanya tersenyum simpul kearah Chanmi. Dan Chanmi membalasnya dengan senyuman terbaik yang dia punya.

 

~~

 

Morning, 06.00 KST.

 

Tiga hari pun berlalu setelah acara makan malam keluarga besar saat itu. Chanmi yang masih menikmati mimpinya. “Yeobo” Suara berat itu mulai membangunkan Chanmi. Chanmi tidak ingin diganggu, dia menutup kepalanya dengan bantal. “Jika kau tidak bangun aku akan menciummu” Bisik namja itu di telinga Chanmi. Chanmi yang terkejut lantas langsung membuka matanya dan bangun seketika.

 

Jongin yang sedang membisikan kalimat sesuatu ditelinga Chanmipun langsung tersungkur jatuh dari tempat tidur. Karena gerakan Chanmi yang tiba-tiba. “Aw–” ringis Kai sembari memegan bokongnya yang sakit. “Omo! Mianhe, aku tidak tau kalau kau berada dikamarku” Ucap Chanmi sambil membantu Kai berdiri.

 

Chanmi membantu Kai untuk duduk ditepi ranjangnya yang masih berantakan. “Gwenchanayo?” Tanya Chanmi khawatir. “Ah, aku tidak apa-apa. Ya! Kau tidak tau pukul berapa sekarang, kau tidur seperti orang mati saja. Susah sekali untuk membangunkanmu” Ucap Kai sambil mendengus kesal.

 

Chanmi terdiam. Baru kali ini dia mendengar Kai mengoceh padanya. Chanmi tersinyum simpul, Kai yang melihat itu merasa ada yang aneh dengan Chanmi. Dia berdehem— “Aku akan menunggumu, kita harus fitting baju pernikahan” Ucap Kai kembali seperti biasa, datar. Kai mulai meninggalkan Chanmi yang masih berada di dalam kamarnya–

“Aish itu salahnya sendiri mengapa dia selalu mengancamku dengan cara ingin menciumku. Dasar byuntae” Desis Chanmi kesal.

 

~~

 

Chanmi pun selesai membersihkan dirinya. Karena cuaca sedang dingin dia memakai sweater, syal, dan topi berbahan rajut. Agar bisa menghangatkan dirinya. Dia pun turun dan menuju mobil audy hitam Jongin. Chanmi melihat Jongin bersandar pada Mobilnya pun memberikan senyuman pada Jongin berharap agar Jongin mau membukakan pintu untuk Chanmi.

 

Tetapi, Jongin hanya menatapnya datar dan langsung masuk kedalam mobil tanpa memperdulikan Chanmi. Chanmi yang melihat itu tentu merengut kesal. Cih, lelaki macam apa itu.. Chanmi membuka pintu mobil Jongin dan membantingnya keras.

 

Jongin tentu tersentak. “Ya! Kau ingin membuat rusak mobilku hah?” Chanmi menoleh pada Jongin dan memberinya glath dare. Jongin yang melihat itu tentu saja mengerti mengapa Chanmi marah. “Aish! Kaukan punya tangan, jadi gunakanlah tanganmu dengan baik.”

 

Chanmi bertambah kesal pada Jongin dia mengerucutkan bibirnya. Jongin yang melihat itu hanya tertawa kecil. Jonginpun melajukan mobilnya menuju tempat yang mereka tuju.

 

~~

 

Meraka sudah sampai dibutik baju pengatin yang lumayan besar. Chanmi pun masuk kedalam butik itu, di tempat bagian baju pernikahan dia melihat eomma dan eomma Kai sedang mengobrol.

 

“Eomma!” Seru Chanmi, eomma melihat anaknya langsung memeluk Chanmi. “Oke Chanmi kamu silahkan pilih gaun pengantin sesuka mu!” Ucap Eomma. Eomma memanggil orang yang akan membantu Chanmi.

 

Orang itu menunjukkan gaun pengantin mermaid berwarna putih. Chanmi memperhatikannya sebentar, lalu menggelengkan kepalanya “Itu terlalu membentuk tubuhku dan itu terlalu sexy” Lalu orang itu menunjukkan gaun pengantin bridal. Chanmi memperhatikan sebentar, lalu menggelengkan kepalanya kembali. “Terlalu Elegan” dan sampai yang kelima kalinya orang itu menunjukkan Gaun pengantin terbaik di Butik ini.

 

Chanmi selalu menggelengkan kepalanya. Kai yang melihat itu tentu kesal. “Aish! Kau lama sekali, pabo” Chanmi tentu mendelik kesal kearah Kai. “Ya! Bagaimana jika gaun itu semua tidak masuk seleraku? Dan jangan memanggil aku dengan sebutan itu!” Chanmi agak meninggikan suaranya.

 

“Jika kau masih berlama-lama disini. Aku yang akan memilih gaun untukmu.” Chanmi hanya mendengus kesal “Silahkan saja.” Ucap Chanmi santai, dia tidak tau kalau dua kalimat itu akan membuatnya malu di acara pernikahan. Kai menyeringai evil. “Agasshi, tolong ambilkan gaun berbentuk Mermaid. Untuk calon istriku ini” Kai menekan katanya dibagian akhir.

 

Pelayan itu pun datang dengan membawa gaun mermaid, yang belakang punggunya sangat rendah. Jadi jika Chanmi memakainya punggung Chanmi tentu akan terlihat, dan dibagian dada itupun lumayan rendah. Dan jika Chanmi memakainya belahan Chanmi tentu saja akan terlihat.

 

Chanmi lantas terkejut dengan pilihan Kai yang terlalu, err.. Sexy itu. “Y-ya! Aggashi tolong batal—” Ucapan Chanmi terpotong. Karena eommanya langsung menjawab “Chanmi-ya gaun ini cantik. Agasshi, anak saya mengambil gaun ini” Agasshi itu mengangguk.

 

Chanmi melengos, Astaga, mau taruh dimana wajah ku saat pernikahan nanti.. Pikir Chanmi. Chanmi menoleh kearah Kai yang tersenyum penuh kemenangan. Chanmi menyesal karena telah membiarkan Kai yang memilih Gaun pengantinnya.

 

“Chanmi-ya. Lebih baik kau mencoba gaunnya dahulu” Chanmi menoleh kearah eommanya. Dia berjalan agak sedikit menghentakkan kakinya. Dan masuk kedalam ruangan ganti.

 

~~

 

Dia telah selesai memasang gaun itu, dia melihat pantulan dirinya di cermin. “Astaga, baju ini terlalu membentuk tubuhku, lihatlah bahkan punggungku terekpos. Aish! Namja pabbo itu keterlaluan sekali” Ucap Chanmi pada dirinya sendiri.

 

Chanmi pun keluar dan memperlihatkan dirinya yang terbalut gaun pengantin dihadapan Eommanya dan Eomma Kai. Tentu saja Kai juga berada disana.

 

Eomma tersenyum “Kau cantik sekali nak” Ucap Eomma hampir meneteskan air mata. “Ah, eomma baru melihat kau memakai gaun pengantin saja sudah ingin menangis apalagi jika kau sudah berdiri dipelaminan nanti” Ucap eomma. Chanmi hanya tersenyum kepada Eommanya.

 

Chanmi menoleh kearah Kai, Kai seperti biasa hanya menunjukkan wajah datarnya. Chanmi yang melihat Kai hanya biasa-biasa saja. Pun akhirnya mendengus kesal, dia memaki Kai didalam hatinya dan membayangkan jika dia bisa menjadi pembunuh. Dia akan membunuh Kai sebagai Korban pertamanya.

 

Chanmi yang membayangkan itu pun tersenyum evil. Kai yang melihat itu merasa ada aura aneh disekelilingnya. Liat saja tuan kim, aku akan membuat hidupmu sengsara.. Pikir Chanmi sambil tertawa evil didalam hatinya.

 

 

-TBC-

Iklan

35 pemikiran pada “Why You Choose Me? (Chapter 3)

  1. wow,,, mrka berdua masih malu2 kucing nie..haiahaha padahal saling suka..
    Hahahaha
    Owh pasti chanmi cntik bgt tuh ntar di nikahan.nx.. Apakah kai akan terpesona?haha
    Keren

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s