Blood Love

Blood Love

Judul : Blood Love

 

Author : Alicia Park

 

Cast :   Oh Sehun (EXO)

Tiffany Hwang (SNSD)

Sunny (SNSD)

Choi Young Do (OC)

 

Genre : Romance,Angst

 

Length : Oneshoot

 

Rating : PG-15

 

 

Hai guys, ini FF ketiga yang aku publish disini, aku harap kalian suka. FF ini juga aku publish di WP pribadi aku https://exofanficheonsa.wordpress.com/  ,don’t forget for RCL guys, don’t bashing, don’t be plagiator. /bow/ ^^

 

USA 25 Mei 2013

Seorang gadis tampak menikmati angin musim semi di pinggiran danau yang tenang,rambutnya yang tergerai tampak tertiup angin musim semi yang hangat.Wajah oriental khas wanita asia pun menambah kecantikannya,namun sayangnya dibalik itu,tak ada senyuman yang menghiasi wajah cantiknya.Tak lebih dari tatapan kosong dan juga sorot kesedihan yang tergambar jelas melalui matanya.Sudah lebih 3 jam wanita itu duduk termenung di pinggir danau,mencoba mengingat kejadian masa lalunya.Tepat hari ini,hari dimana dia mengira akan menemukan arti kebahagiaan

SEOUL 25 Mei 2010

“kakak,kita kedatangan tetangga baru”teriak seorang gadis bersemangat sembari mendekati kakaknya itu

“hmm..”hanya gumamanlah yang dia dapatkan,terlihat jelas jika kakaknya tak tertarik sama sekali.

Eonni-kakak,kau tak mau menyapa tetangga kita?”Tanya gadis berambut pendek itu sembari menarik lengan kakaknya yang masih asyik dengan headphone dan  novel miliknya

“Sunny-ah jangan ganggu aku,pergilah dan sapa sendiri tetangga baru itu”perintah sang kakak dengan nada cukup tinggi,dan berhasil membuat Sunny menghentikan usahanya,gadis yang terpaut 3 tahun dari Tiffany sang kakak itupun memilih beranjak.

Setelah kepergian sang adik,diam diam Tiffany menengok ke balik jendela,rasa penasaran menghinggapi dirinya,terlihat Sunny sudah  berlari ke seberang rumahnya dan menyapa tetangga barunya

“huh..dia tak berubah”cibir Tiffany sembari melanjutkan aktivitasnya,namun belum sedetik,dia beralih,matanya menangkap sosok kharisma seorang lelaki dingin yang sedang berdiri di seberang rumahnya.Terlihat jika lelaki itu sama sekali tak menaruh minat pada Sunny tetangga barunya itu,seulas senyum terukir di bibir Tiffany.Bahkan di balik jendela yang cukup buram,tak sedikitpun melunturkan ketampanan lelaki tadi.Entah apa yang dirasakan oleh Tiffany,tiba-tiba dia merasakan jantungnya berdegup kencang hanya karena melihat lelaki itu.Perasaan hangat juga mulai melingkupi hatinya..apa ini yang disebut Cinta Pada Pandangan Pertama???

USA

Tiffany mulai bosan pada aktivitasnya yang sedari tadi hanya melamun,dilihatnya jam tangan yang sudah menunjukkan pukul 17.00.Tiffany memutuskan untuk menyudahi acara merenungnya,dia mulai beranjak,dan sekedar mengedarkan pandangannya,tak jauh dari tempatnya berada,tampak mobil Ferrari hitam terparkir.Tiffany hanya bisa menghela nafas,antara senang dan juga enggan untuk sekedar menyapa pemilik mobil itu.Sesampainya di depan mobil itu,Tiffany segera mengetuk kaca hitam,sang pemilik segera menyuruhnya masuk.Sesudahnya,mobil Ferrari hitam itupun meluncur meninggalkan tepian danau yang tampak berwarna keemasan karena cahaya senja.

“sepertinya kau sedang tidak sehat?”Tanya seorang lelaki membuka percakapan.Sekarang keduanya sedang berada di sebuah café tengah kota,masing-masing sedang menikmati secangkir coffe

“Aku baik-baik saja”tanggap Tiffany dingin,tak ada niatan untuk mengobrol dengan lelaki ini,tidak untuk hari ini.

“benarkah?kau marah padaku Fany??”

“tidak Luhan ssi,cepat katakan saja apa tugasku kali ini”Desak Tiffany mulai jengah dengan atmosfer diantara mereka.Tiffany tahu,satu-satunya alasan lelaki ini menemuinya,tak lain hanya untuk memberinya pekerjaan.

“Apa kau tak ada niat untuk kembali ke Korea?”Tanya Luhan hati-hati,Luhan tahu benar gadis di hadapannya ini,sangatlah sensitive dengan pertanyaan yang dilontarkannya.Terbukti dari perubahan mimic muka Tiffany,gadis di depannya itu mulai gelisah dan gugup.

“Untuk apa aku kembali ke sebuah tempat yang selalu membuatku menderita??”

SEOUL

Tiffany pov

“Aku Pulang..”teriak Sunny memekakkan telinga,apa dia tak tahu jika suaranya bisa membuatku tuli?

Eonni-Kakak,tetangga baru  kita sangat baik,mereka keluarga Oh,dan kau  tahu mereka punya anak laki-laki yang sangat tampan,namanya Oh Sehun”cerocos Sunny sesaat dia sampai di hadapanku yang masih asyik dengan novel dan headphone. Dia  bilang apa? Oh Sehun?Sehun..Sehun,nama yang indah.Aku tak tahu rasa apa ini,tapi hatiku benar-benar bahagia saat tahu namanya,bahkan nama yang biasa itu terdengar sangat indah di telingaku.

Esok harinya aku sudah bersiap untuk pergi ke kampus,terlihat Ayah,dan juga Sunny sedang sarapan,sayangnya aku tak berniat untuk sarapan dengan mereka.Akupun memilih segera beranjak dari rumah,sebelumnya tentu saja aku berpamitan pada ayahku.Kalian tentu bertanya,dimana ibuku berada?beliau sudah bahagia di surga,kurasa..tapi jauh dari itu,aku menyesal mempunyai Sunny di hidupku,jika aku harus kehilangan ibuku.Yah ibuku meninggal karena melahirkan Sunny.Aku benci menerima kenyataan jika ibuku meninggal karenanya,ingin rasanya aku  menukar Sunny dengan ibuku sendiri,tapi apa itu mungkin??

“Heii nona berambut pirang! Tunggu”teriak seseorang di belakangku,akupun menghentikan langkahku karena merasa terpanggil,hanya akulah satu-satunya gadis berambut pirang saat ini,akupun menolehkan wajahku,dan sesaat aku seperti lupa cara untuk, bernafas.Dia-Oh Sehun dengan tergesa menghampiriku.Nafasnya tersengal dan keringat bercucuran di wajahnya,tapi itu sama sekali tak mengurangi kadar ketampanannya,diapun tersenyum kepadaku.Dan tentu saja itu membuatku salah tingkah.

“hei..kau tinggal dengan Sunny ya?kulihat kau keluar dari rumahnya”pertanyaannya sontak membuat senyumku sirna

“ne..”jawabku dingin,apa dia menghampiiriku karena Sunny?

“oh ya,aku Sehun Oh Sehun,dan kau?”tanyanya ramah sembari mengulurkan tangan

“Stephany Hwang,kau bisa memanggilku Tiffany”jawabku sembari menyambut uluran tangannya,yang sontak memunculkan perasaan aneh dalam hatiku.Bagai ada ribuan kupu-kupu yang terbang dalam hatiku saat pertama kali diriku bersentuhan dengan lelaki ini.

”kau kuliah di Kyunghee juga?”lanjutnya

“eoh..kau juga?”tanyaku antusias,kulihat dia mengangguk diselingi senyumnya yang mempesona itu

“kuharap kita bisa berteman Fany-ah”ucapnya ringan yang sukses membuatku melayang . Hari ini aku benar-benar menyadari jika aku mencintainya.

USA 25 Mei 2013

Still Tiffany pov

“Untuk apa aku kembali ke sebuah tempat yang selalu membuatku menderita??” jawabku berlagak dingin,tentu saja aku melakukannya untuk menutupi kegelisahanku,aku benci membuka masa laluku,dan kali ini lebih dari itu,aku disuruhnya untuk kembali ke tempat dimana masa laluku terjadi,bukankah itu menyakitkan??

“tentu saja untuk tugasmu selanjutnya”ucap lelaki di hadapanku ini tenang.Cihh..apa tak ada Negara lain selain Korea yang harus kudatangi,sekalipun itu tugas yang menggiurkan untukku,tapi aku masih enggan sekaligus takut datang ke Negara kelahiranku.Tak banyak kebahagiaan yang kuingat disana.Bahkan jika dihitung,aku masih bisa membandingkan jam-jam kebahagiaanku dan juga penderitaanku satu berbanding seribu ,yah ibaratnya seperti itu.

“jika aku tidak mau bagaimana?”sergahku mencoba menolak pekerjaan yang seharusnyadapat menopang kehidupanku selanjutnya

“Yak!!jangan mengelak Fany,sekarang kau tidak sedang dalam keadaan baik,maksudku kau ini sedang terjerat hutang,dan satu-satunya cara untukmu agar bebas dari itu,adalah menerima tugas ini,aku sudah berbaik hati padamu”teriak Luhan sedikit meninggikan suaranya

Yah aku tahu,lelaki ini sangat baik,teramat baik malah.Aku bahkan tak bisa membayangkan kehidupanku sekarang..-well walau untuk hari ini aku dalam keadaan terlilit hutang-Tapi tak bisa dipungkiri,jika lelaki berwajah malaikat ini,benar-benar malaikat penolong untukku.Dibalik sikapnya yang dingin dan juga cuek,aku tahu hatinya sangat baik,teramat baik,untuk masuk dalam pekerjaan yang bisa dibilang lingkaran setan.Tapi mau bagaimana lagi,keadaanlah yang memaksanya sekaligus diriku untuk masuk dalam  lembah kegelapan

SEOUL Musim Gugur 2010

Author pov

Daun-daun tampak berwarna coklat,mengering dan jatuh berguguran ke tanah,tampak indah di mata,namun sebenarnya daun itu layaknya benda yang sudah tak berguna,sekali dia jatuh,maka fase pertumbuhannya juga akan berhenti,hal selanjutnya yang terjadi adalah menjadi kering dan mati.Keadaan itu ternyata tak ubahnya dialami seorang gadis berambut pirang dan mempunyai mata bulan sabit yang sangat indah bernama Tiffany.Dia sadar hatinya sudah gugur bahkan sebelum dia sempat untuk maju dalam peperangan.Musuhnya terlanjur memberinya racun mematikan yang membuatnya mati dalam sekejap.

“Fany –ah,bagaimana menurutmu baju ini??”Tanya seorang lelaki berkulit putih mulus antusias.Dia tak pernah seantusias ini seumur hidupnya

“eoh..itu bagus”lontaran pendapat dari gadis bernama Tiffany membuatnya sangat lega.Ternyata sahabatnya ini bisa diandalkan.Seperti kebanyakan kisah persahabatan lelaki dan wanita,tak pernah ada yang murni,salah satu diantaranya pasti akan menyimpan sebuah perasaan special.Dan Tifany lah orang itu

“tapi Sehun-ah,kau belum mengatakan padaku kau akan kemana?”tuntut Tiffany saat mengetahui jika Sehun sedang merencanakan sesuatu di belakangnys.

“itu rahasia Fany,aku akan memberitahumu jika aku sukses,baiklah aku harus pergi sekarang,dan bisakah  kau membantuku membersihkan kamar ini”mohon Sehun lengkap dengan puppy eyesnya yang tentu membuat Tiffany terpesona.

“baiklah,bersenang-senanglah”ucap Tiffany mengalah,dia tahu sahabatnya ah tidak,orang yang dicintainya sedang bahagia,jadi bukankah wajar jika dirinya ikut bahagia,walaupun dirinya sendiri tidak yakin sekembalinya Sehun dari acaranya,Tiffany masih dapat tersenyum bahagia.

Sekembalinya dari rumah Sehun,Tiffany mendapati rumahnya sepi tanpa penghuni “kemana anak itu?”gumam Tiffany saat mendapati kamar Sunny adiknya kosong.Dirinyapun memilih beranjak dan masuk kekamarnya.Direbahkan tubuhnya ke kasur besarnya.Menerawang kisah hidupnya yang dibilang tak terlalu menarik.Hanya satu yang membuatnya bertahan di hidupnya Sehun dan tentu saja Ayahnya.Ingin sekali rasanya Tiffany mengungkapkan apa yang dirasakannya pada Sehun,tapi untuk saat ini itu adalah hal yang mustahil.Tiffany tidak ingin merusak persahabatannya,dia tidak ingin Sehun beralih membencinya saat tahu Tiffany menyimpan rasa kepadanya.

“hai,putri Ayah yang cantik,sedang apa sendirian di kamar?”refleks Tiffany bangun dari kasurnya, sesaat mendengar suara lembut menyapanya.Dirinya mendapati wajah tampan ayahnya sedang tersenyum manis padanya.Eyes smile yang persis dengan miliknya.

“Ayah,tumben pulang cepat”

“ayah hanya ingin menghabiskan waktu dengan putri-putri ayah,tapi kulihat Sunny sedang pergi”jawab ayah Tiffany sembari mendekat,dan duduk di samping putri kesayangannya itu.Tangan lembutnya tak tahan untuk mengusap rambut lembut milik Tiffany,wajah dan senyum milik putri sulungnya ini,benar-benar mengingatkannya pada mendiang istri tercintanya.

“aku juga merindukan Ayah”gumam Tiffany sembari memeluk ayahnya erat.

Obrolan ringan sepasang putri dan ayahnya berlanjut di teras belakang rumah mereka,ditemani matahari senja dan secangkir teh hangat menambah rasa nyaman keduanya.Tiffany pun tanpa malu menceritakan perasaan cintanya pada ayahnya,orang yang paling dia percayai,orang yang menjadi sandaran hidupnya.Ayah  Tiffany sendiri juga bahagia,mengetahui jika putrinya mau jujur padanya,lebih dari itu,dia sendiri sadar,Tiffany sudah beranjak dewasa,dia sudah berubah menjadi seorang wanita yang cantik dan lembut.Demi apapun tak ada yang membuatnya bahagia selain kebahagiaan ke dua putrinya.Dirinya rela menukarkan semua miliknya,hanya untuk membuat kedua putrinya tetap bahagia.

Senja cepat berganti menjadi malam,Tiffany sedang menikmati angin malam yang masuk melalui jendelanya saat handphone disampingnya berbunyi nyaring,dengan cepat dia mengangkat handphonenya

“hallo”

“Fany-ah,tebak,apa yang terjadi padaku hari ini?”teriak suara di seberang sana,kentara sekali kebahagiaan hanya dari suaranya

“eoh..kau sukses dengan misimu?”tebak Tiffany,yang bahkan sampai detik ini tak tahu misi apa itu

“pintar sekali,kau tahu,aku berhasil membuat Sunny menjadi pacarku”jeritnya bahagia.Deg..bagai tertusuk ribuan jarum,hatinya nyeri mendengar pengakuan Sehun,tak terasa air mata mulai menggerayangi pipinya

“halo..Fany,kau masih disitu kan?”suara di seberang sana mulai khawatir saat tak mendapat respon sama sekali.Tiffany pun mulai menguasai dirinya kembali

“eoh..kau bilang apa tadi?”Tanya Tiffany sekali lagi,berharap jika telinganya salah mendengar

“aku berhasil mendapatkan adikmu sebagai kekasihku”dan kali ini Tiffany berharap jika telinganya tuli.

USA

“Jadi bagaimana?”desak Luhan yang tak kunjung mendapatkan jawaban

“akan  kufikirkan dulu”jawabnya dingin.Tiffany pun beranjak,namun belum selangkah,Luhan sudah menahannya

“mau kemana?”

“pulang,apalagi?”timpal Tiffany ketus

“kuantar saja,oh ya jika sudah memutuskan,hubungi aku!aku akan mengatur sisanya”

“ehmm”hanya gumaman yang diterimanya.Tiffany pun melenggang meninggalkan Luhan.

Sesampainya di apartment tempatnya tinggal.Tiffany hanya bisa mendengus,mendapati kotak suratnya penuh dengan surat tagihan hutang.Dia rasa hidupnya tak kunjung membaik.Saat ingin masuk langkahnya tertahan karena panggilan seseorang.

“Tiffany,kaukah itu?yak!kapan kau akan melunasi tunggakanmu?ini sudah 6 bulan,dan kau belum membayarnya”teriak orang itu sembari berkacak pinggang

“Alex,kumohon beri aku waktu seminggu lagi,dan aku akan melunasinya”mohon Tiffany pada pemilik apartment itu

“tidak bisa,hari ini kau harus pindah dari apartmenku”suara lelaki itu menggema di seluruh lorong apartmen yang sepi.

Dan kini Tiffany bagai gelandangan yang tak tahu akan kemana. Ingin rasanya dia menangis keras saat ini.Dia sadar jika dirinya benar-benar sendiri,andai Sunny tak pernah ada dalam hidupnya,maka Tiffany meyakini jika hidupnya tak akan seperti ini

SEOUL 23 Desember 2009

“Ayah jadikan menemaniku ke Australia?”Tanya sang putri bungsu semangat.

Sang Ayah pun hanya bisa mengangguk mengiyakan permintaan putrinya itu.Diliriknya sebentar sang putri sulung Tiffany yang lesu dan tak bersemangat.Dia tahu benar putri sulungnya sedang patah hati.Dirinyapun  juga bingung bukan kepalang saat tahu sang putri bungsu adalah pacar dari seorang lelaki yang dicintai oleh putri sulungnya.Terdengar klise memang,cinta segitiga antara saudara kandung,tapi bagi sang ayah itu sebuah malapetaka,semenjak itu,dia sadar Tiffany banyak berubah.Sikapnya akan lebih dingin pada adiknya Sunny,dia juga tak banyak tersenyum seperti sebelum Sunny mengenalkan Sehun sebagai pacarnya.Tiffany bagai kehilangan separuh semangat hidupnya.Dan itu benar-benar membuat sang Ayah khawatir.Disisi lain dirinya tak mungkin merusak kebahagiaan putri bungsunya yang terlihat juga sangat mencintai Sehun.

“kakak bagaimana? Ini kesempatan langka,kita bisa menikmati natal dengan musim yang berbeda,aku bosan merayakan natal dengan salju”cerita Sunny membujuk kakaknya

“tidak,terimakasih.Aku suka dengan salju”timpal Tiffany dingin sedingin es salju yang sedang turun.

Pagi ini Tiffany melepas kepergian dua anggota keluarganya.Dipeluknya lama sang Ayah,entah kenapa dia tak suka dengan kepergian mereka kali ini.Dilihatnya Sunny sedang melepas rindu pada Sehun.Yah Sehun juga datang untuk mengantar kepergian sang kekasih untuk berlibur.

“jaga baik-baik dirimu ya,nanti Ayah bawakan oleh-oleh”pesan sang Ayah lalu mulai memasukkan barang-barang ke taksi yang akan mengantar mereka ke bandara

“ehmm..ayah juga hati-hati,telfon aku jika sudah sampai”pesan Tiffany

“kakak,kami pergi dulu,dan oppa jaga Eonni ya saat kami tak ada”pesan Sunny pada Tiffany dan Sehun

“tenanglah chagiya-sayang,dia tidak akan macam-macam dalam pengawasanku”canda Sehun sembari memeluk sang kekasih

“bersenang-senanglah”teriak Sehun terakhir kali sesaat taksi melaju.

Tiffany tak menyangka jika pertemuan singkat mereka,menjadi pertemuan terakhirnya dengan sang Ayah.Taksi yang ditumpangi Ayah dan juga Sunny adiknya mengalami kecelakaan saat menuju bandara.Hari itu Tiffany merasakan hidupnya hancur seketika.Dia merasa sendiri,dan tak memiliki siapapun lagi di muka bumi ini. Tiffany juga menyesali keberadaan Sunny dalam hidupnya.Jika Sunny tak ada maka ibu nya tak akan pergi meninggalkan Tiffany,jika Sunny tak ada Sehun tak akan mungkin mencintai Sunny dan meninggalkannya.Dan jika Sunny tak hadir dalam hidupnya maka Tiffany juga tak akan kehilangan Ayahnya.

USA

Keadaan Tiffany tak juga berubah semenjak beberapa jam lalu,dia masih betah untuk menunggu di sebuah halte sepi tak jauh dari apartment lamanya.Hari yang bertambah malam,dan angin yang mulai tak bersahabat dengannya,mulai membuat Tiffany bertindak.Paling tidak dirinya harus berpikir untuk menemukan tempat bermalam.Dirogohnya saku pakaiannya,dan ditekannya nomor yang sudah dihafalnya diluar kepala.Beberapa detik kemudian tampak suara di seberang sana

“eoh..Fany-ah kenapa?”kentara dari suaranya jika orang itu sedikit khawatir.Tak biasanya gadis ini meneleponnya selarut ini,jika tak ada hal yang mendesak

“Luhan-ah..aku terima pekerjaan itu”putus Tiffany akhirnya.Lima jam termenung di luar membuat Tiffany bertekad untuk mulai menata hidupnya yang berantakan ini.Dia sudah memutuskan akan melakukan apapun untuk kebahagiaan hidupnya.Tak perduli jika hati nuraninya menolak dengan keras

“benarkah?itu bagus..aku akan ke apartmenmu besok dan memberimu petunjuk selanjutnya”lanjut Luhan

“ehmm,tapi bisakah kau menolongku?”lirih Tiffany,dia benar-benar malu untuk meminta bantuan lagi pada Luhan.Dia sudah terlalu sering merepotkan lelaki Cina itu.

“kenapa?apa sesuatu terjadi padamu?”teriak suara di seberang panik

“tidak,aku hanya perlu tempat bermalam,bisakah kau menjemputku,di halte dekat apartmenku?”

“tentu,tunggu aku,jangan kemana-mana!”perintah Luhan,dan setelahnya memutuskan hubungan telepon.Tiffany mengulas senyum tipis,paling tidak dia masih punya satu malaikat dalam hidupnya yang peduli padanya,walau itu hanya sedikit.

Luhan benar-benar tak habis pikir dengan gadis Korea ini,kedaannya sekarang benar-benar mengingatkannya pada saat pertama kali bertemu dengan gadis ini.Malam itu dirinya sedang berjalan melintasi sebuah taman di pinggiran kota LA.Suasananya yang cukup sunyi dan gelap tak membuat niatnya untuk sekedar bersantai berkurang.Kebiasaanya yang suka menyendiri tentu menjadi alasan dia berada di taman yang sepi itu.Dirinyapun memilih duduk di salah satu bangku,langit malam itu cukup bersahabat untuknya.Terbukti dengan bintang-bintang yang bertaburan menambah damai hatinya,walau dirinya sendiri yakin hatinya tak akan pernah damai.Tiba-tiba sebuah isakan mengusik telinganya.Sempat dia berpikir untuk lari,karena menyangka itu adalah suara hantu,namun ditahannya niat itu.Rasa penasarannya lebih besar,dan itu membuatnya mendekat ke sumber suara.Detak jantungnya seakan berhenti saat dirinya menemukan sosok seorang gadis yang terlihat berantakan

“miss,are you okay?-nona kau baik-baik saja?”,entah apa yang baru saja terjadi padanya,tapi melihat keadaannya saat ini.Gadis itu jauh dari kata baik

help me-tolong aku”mohonnya lirih ,sekaligus menjadi kalimat terakhirnya sebelum gadis itu benar-benar pingsan dalam dekapan Luhan.

Tiffany tahu benar Luhan sedang marah padanya.Terlihat jelas dari raut wajahnya yang kesal,selain itu tatapan tajam juga tertuju langsung pada Tiffany.Tiffany sendiri tak berniat untuk membalas tatapan itu,dia terlalu takut untuk bertatapan  langsung dengan Luhan.Keadaan yang sudah berlangsung selama 30 menit semenjak mereka sampai di apartment Luhan,tak tampak akan berubah.Tiffany yang mulai jengah dengan keadaan canggung ini,berusaha membujuk Luhan.

“hhh..terlilit hutang,menunggak sewa,diusir dari tempat tinggalmu,apalagi yang kau sembunyikan dariku?”geram Luhan frustasi.Dirinya kesal setengah mati atas sikap Tiffany.Kali ini sudah terlalu banyak hal yang gadis itu sembunyikan darinya.

“aku hanya tak ingin membuatmu khawatir”aku Tiffany jujur

“tapi bukan begini caranya,ini sama saja menyiksa dirimu,kau tahu malam ini saat aku menjemputmu di halte tadi.keadaanmu mengingatkanku pada dirimu 3 tahun yang lalu,apa kau tak sadar jika semakin lama,kau semakin menjadi dirimu yang menyedihkan”teriak Luhan murka

“aku tahu,karenanya aku menerima pekerjaan ini lagi”jawab Tiffany dingin,tatapannya lurus menatap Luhan yang berangsur dapat mengendalikan emosinya.Setitik air mata jatuh dari mata lelah Tiffany.Luhan yang melihatnya sedikit kaget saat tahu Tiffany menangis,ini kedua kali dalam hidupnya melihat Tiffany menangis.Dan Luhan membencinya.

Pagi-pagi sekali,Luhan sudah pergi entah kemana,meninggalkan Tiffany yang bahkan masih terlelap dalam tidurnya.Lelaki cina itu berniat untuk menyelesaikan urusan Tiffany.Sejam kemudian Tiffany mulai terganggu dengan cahaya matahari yang melewati tirai kamarnya,gadis itupun memutuskan beranjak dari tidurnya,setelah mencuci muka,dirinyapun berniat untuk menyapa Luhan,namun saat tak didapati keberadaan Luhan di apartmen.Tiffany bergegas ke dapur untuk sekedar mengisi perutnya yang kosong.Apartment milik Luhan bias dibilang besar,dengan perabotan mewah dan juga klasik.Ditambah keadaan apartment yang bersih,membuat banyak orang tak percaya jika apartment itu milik seorang lelaki lajang.Di meja makan Tiffany menikmati sarapan yang sudah tersedia,selain tampan,Luhan juga pintar memasak..

“hai gadis malas,kau sudah bangun?”sentak Luhan menyadarkan Tiffany dari lamunan panjangnya

“eoh..sejak kapan kau disini”timpal Tiffany

“sejak tadi,apa yang kau pikirkan,sampai-sampai tak sadar aku sudah di sampingmu?”

“tidak ada”jawab Tiffany dingin “oh ya,jadi aku harus mulai darimana?”lanjut Tiffany mulai membahas tentang pekerjaannya

“tentu saja mulai dengan mengenal targetmu..ini fotonya”ucap Luhan sembari memberikan secarik foto ke tangan Tiffany.Tiffany menerimanya dengan tak perduli,dilihatnya secarik foto itu,dan entah percaya atau tidak.Tangannya tiba-tiba gemetar,Tiffany bagai tak bisa bernafas,kepalanya tiba-tiba berdenyut nyeri,dan ketakutan dalam dirinya menguar saat didapati foto ditangannya adalah Sehun,Suaminya.

SEOUL

Tigabulan kepergian ayah dan adiknya,benar-benar merubah kehidupan Tiffany,tak ada senyum dan tawa lagi dalam  hidupnya.Tiffany menjalani hidup tanpa semangat,dia sudah berhenti kuliah.Dan memilih berdiam diri di rumahnya.Tak ada hal lain yang Tiffany lakukan selain kegiatan monoton yang membosankan.Namun siapa yang menyangka,jika Tiffany kini tak sendiri,sebulan yang lalu dia resmi menyandang nama Nyonya Oh,yah.sebulan lalu Sehun tiba-tiba melamarnya dan mengajaknya menikah.Awalnya tentu Tiffany bahagia,mendapati Sehun perduli akan hidupnya,namun semakin berjalannya waktu,Tiffany mulai sadar Sehun menikahinya bukan karena mencintai Tiffany,dia melakukannya karena pesan ayah Tiffany yang menginginkan putri sulungnya itu bahagia.

Malam menjelang,dan Tiffany masih bergulat dengan pikirannya,jam menunjukkan pukul 20.00 namun belum ada tanda jika Sehun akan pulang.Dia sudah mencoba menghubungi lelaki itu semenjak sejam lalu,namun hal sama yang dia dapati.Handphonenya tak aktif.Tepat saat dirinya akan masuk kamarnya,terdengar deru mesin memasuki pekarangan rumahnya.Tiffany bergegas membukakan pintu dan mendapati Sehun tidak dalam keadaan baik.Wajahnya babak belur dan tercium bau alcohol dari tubuhnya,walau tak sampai mabuk,tapi Tiffany yakin lelaki ini tak hanya menegak satu gelas bir.

“Sehun-ah,kau kenapa?”Tanya Tiffany panik,dan mencoba membantu Sehun,namun yang terjadi sebaliknya,Sehun melepaskan tangan Tiffany yang mencoba meraih bahunya

“aku tak apa,tinggalkan aku sendiri!”perintah Sehun dingin,kemudian beranjak masuk.Tiffany pun mengulum senyum tipis,dirinya mencoba meyakinkan diri bahwa dirinya baik-baik saja.Tiffany memang sudah terbiasa akan sikap Sehun yang berubah kepadanya itu.Dingin dan canggung,itulah hubungan rumah tangga mereka sekarang.Tak ada kata saying,apalagi pelukan hangat bak pasangan suami istri.Jauh dari itu,hanya tanggapan dingin dan juga sikap acuh yang Sehun tunjukkan untuk Tiffany.Tiffany sendiri sadar Sehun juga terpukul dengan kematian Sunny,dirinya sering mendapati Sehun mengigau nama Sunny di tidurnya,bahkan foto di kamarnya tak pernah berganti,hanya ada foto Sehun dan Sunny.Tapi tak tahukah,sikap Sehun pada Tiffany malah menambah kepedihan di hati Tiffany,tak pernah terbayang dalam hidup Tiffany akan diperlakukan seperti ini oleh suaminya sendiri.Dia merasa dirinya tak berharga di hadapan Sehun.Sehun yang dulunya hangat padanya,sering menghiburnya saat sedih,melindunginmya ,saling berbagi baik dalam suka dan duka.Kini berubah 180° terhadap Tiffany.Entah,jika tahu dari awal ini akan terjadi,Tiffany lebih memilih untuk tidak menikah dengan Sehun,dan tetap berpura-pura menjadi sahabat yang baik,serta memilih untuk memendam jauh perasaan ini.

“Sehun-ah,kau sudah tidur?”Tanya Tiffany hati-hati

“ada apa”jawab Sehun lalu duduk bersandar di kasur.Dilihatrnya Tiffany mendekat dan membawa kotak obat

“aku hanya ingin melihat lukamu”tawar Tiffany lalu duduk di dekat Sehun.Dirabanya kening Sehun yang terluka.Sehun pun sedikit meringis saat merasakan tangan Tiffany menyentuh lukanya.

“maaf..”Tiba-tiba Sehun melontarkan kata-kata yang tak dimengerti Tiffany

“untuk apa minta maaf?”Tanya Tiffany masih fokus pada pekerjaanya membersihkan  luka Sehun

“aku tak bisa melupakannya”satu kalimat itu sukses menghentikan sejenak aktivitas Tiffany.Dilain sisi Sehun mencoba membaca reaksi istrinya itu,Sehun pun menangkap kekecewaan di mata sang istri.Tapi tak seberapa lama,Tiffany malah tersenyum dan kembali melanjutkan aktivitasnya.Tiffany terlihat tergesa menyelesaikan pekerjaannya,tangannya sedikit bergetar,dan Sehun tahu itu.Tiffany juga tak berani menatap mata Sehun.Setelah selesai dengan pekerjaanya.Tiffany bergegas membereskan semua dan hendak beranjak,namun Sehun berusaha menahannya.

“Fany-ah”panggil Sehun,berusaha membuat Tiffany melihatnya.Namun usaha itu sia-sia,Tiffany melepaskan tangan Sehun yang menahannya,lalu cepat-cepat keluar dari kamar mereka.Tiffany sangat tidak ingin berdebat dengan Sehun tentang hal itu,lebih dari itu dirinya takut membahas Sunny di hadapan Sehun,Tiffany benci menerima kenyataan jika Sehun masih sangat mencintai adiknya sendiri.

Esok paginya,Sehun mendapati dirinya tidur sendiri di kasurnya,dia tak yakin semalam Tiffany tidur bersamanya atau tidak.Sehun pun mulai bangkit dari tidurnya.Lalu menyandarkan punggungnya ke sandaran kasur.Masih segar di ingatannya,kejadian semalam yang membuatnya berpikir untuk minta maaf pada Tiffany.Sehun sadar walau tak sepenuhnya dia menyadari kehadiran Tiffany dalam hidupnya kini,dia tetaplah istrinya.Paling tidak Sehun harus melindungi gadis itu,Sehun yakin,Sunny juga menginginkan dirinya menjaga kakak tercintanya itu.Bahkan pesan terakhir Sunny masih sangat jelas di ingatannya.

“kau sudah bangun?”tiba-tiba suara lembut Tiffany menyapa Sehun,dan sontak membuyarkan lamunan lelaki itu

“ehm..”gumam Sehun singkat.Tiffany pun segera menempatkan dirinya duduk di samping Sehun,seperti kemarin,dia dengan telaten mengurus luka di wajah Sehun,suaminya.Setelah selesai,suasana canggung segera melingkupi kedua pasangan suami istri itu.Mereka berdua bahkan tak sadar,sejak kapan hubungan mereka jadi secanggung ini.Mengingat dulu mereka sangatlah dekat dan akrab.

“Fany-ah,tentang kemarin.bisakah kau..”

“tunggu!,dengarkan aku dulu.apa kau tak bisa mencintai gadis lain selain Sunny?”Tuntut Tiffany

Pertanyaan telak itu,sukses membungkam mulut Sehun,dirinya sendiri juga tak yakin harus menjawab apa.Entah sampai kapan ia akan mempertahankan Sunny dalam hatinya.Sehun yang kini gantian malas berdebat dengan Tiffany memilih beranjak dari kasurnya,dia berjalan cepat keluar kamar.

“aku bahkan sangat membencinya,tapi kau masih saja mengigau namanya dalam tidurmu”teriak Tiffany sebelum Sehun sepenuhnya hilang dalam pandangannya.Sehun sontak berhenti mendengar pengakuan istrinya,tak pernah disangkanya.Tiffany akan berkata seperti itu.

“tak tahukah kau,aku sangat benci sikapmu itu.Aku seperti orang bodoh yang terus-terusan berada di sampingmu,terus berharap jika kau sedikit menyadari kehadiranku dalam hidupmu,tapi nyatanya kau malah membenciku,dan terus saja mempertahankan cinta bodohmu itu”

“HENTIKAN!!”

Sehun berteriak keras di depan Tiffany,tangannya mengepal kuat,dan emosinya tersulut “apa kau sama sekali tak menghargai mendiang adikmu?paling tidak kau bisa berbicara sesuatu yang baik tentangnya!”

Tiffany ikut kesal akan perintah Sehun?Menghargai?Sehun bahkan tak tahu jika dirinya sudah merelakan segala hal yang dimilikinya hanya untuk Sunny.

“Menghargai?aku bahkan menyesali semua penghargaan yang pernah aku berikan padanya.Diaselalu saja mengambil hal yang aku inginkan,dia tak pernah sekalipun memikirkan perasaanku apalagi membalas semua penghargaanku padanya.Aku lah yang selalu berkorban untuknya,tak tahukah kau??”teriak Tiffany murka,dia sudah tak peduli lagi dengan tatapan marah dari Sehun,sekarang dirinya hanya ingin mengakui segala hal yang mengganjal di hatinya.Dia berharap Sehun mengerti akan semuanya,lalu memeluk Tiffany dalam pelukan hangatnya.Namun itu semua hanyalah  khayalan belaka

PLAKK..

Tangan Sehun mendarat kasar di pipi kiri Tiffany.Setetes air mata mengalir di pipi gadis itu

“aku hanya ingin melindungimu,tak lebih..jadi jangan buat aku untuk membencimu Tiffany-ssi”ucap Sehun dingin sebelum melangkahkan kakinya pergi

“…..”Tiffany hanya bisa merutuki kebodohannya.Ruangan sepi itu kini terisi tangisan histeris Tiffany.Kali ini dia merasa akan benar-benar kehilangan Sehun dalam hidupnya.Dia bahkan tak punya muka hanya untuk tampil di depan Sehun.Namun jauh dari itu,hatinya tak bisa menerima keadaan ini.Hatinya sangat sakit,melihat betapa Sehun sangat membela Sunny adiknya.

USA

Luhan menyadari perubahan mimik gadis di sampingnya.Dilihatnya tangan Tiffany bergetar tak lama setelah dia melihat foto itu.

“apa yang diperbuat orang ini?”Tanya Tiffany cepat,dia memandang Luhan penuh harap

“tak biasanya kau bertanya latar belakang targetmu,apa kau mengenalnya?”Luhan sama sekali tak memberinya jawaban,dia malah bertanya balik

“jawab saja!”desis Tiffany kesal saat tak mendapati jawaban memuaskan

“tak ada,dia hanya korban bisnis,yah bisnisman muda,yang terlalu sukses dan membuat iri klien kita,jadi klien kita menginginkan dia disingkirkan”jawab Luhan enteng tanpa tahu jika Tiffany sudah pucat.

“bodoh”gumam Tiffany kesal sembari terus memandangi foro ditangannya

“kenapa?kau mengenalnya?”tanya Luhan,lelaki itu kini sangat penasaran,tak biasanya gadis itu bersikap seperti sekarang

“tidak..sama sekali tidak,aku hanya seperti pernah melihatnya”dusta Tiffany

“baiklah,jadi kau sudah tahu apa yang akan kau lakukan,waktu  tenggangnya satu bulan,dan klien sangat ingin pekerjaan yang bersih dan cepat,arasso-mengerti??”instruksi Luhan sembari melenggang ke dapur apartmentnya

“hei Fany-ah,kau habiskan sarapanku yah?”protes Luhan meneriakinya dari dapur,yang bahkan tak dihiraukan oleh Tiffany,gadis itu masih sibuk menata hati dan pikirannya untuk menemui lelaki ini.Dia tak menyangka akan bertemu dengan suaminya lagi,namun statusnya kini,dia datang bukan sebagai wanita yang mencintainya,dia datang sebagai malaikat pencabut nyawa untuknya.

SEOUL Mei 2013

Udara musim panas,mengiringi langkah seorang gadis,keadaan di bandara yang terlihat padat tak menyurutkan langkahnya,dirinya bahkan tak perduli lagi keadaan di sekitarnya.Hanya satu yang ada di pikirannya.Dia ingin segera pergi dari sini,jika bisa ia ingin segera enyah dari negara ini,tapi nyatanya dia tak bisa.Maka paling tidak dirinya harus segera sampai tujuannya,menyelesaikan tugas yang bahkan tak sanggup untuk dia kerjakan,lalu pulang ke Amerika,dan melupakan semuanya.Itulah rencana awal yang ada di otaknya,namun entah apa,semuanya lenyap dalam hitungan detik.Saat matanya kembali menatap sosok tampan dan berkharisma,sosok yang dirindukannya sekaligus dibencinya itu.Senyum terpancar dari lelaki di depannya.Sial..Tiffany bahkan tak berani untuk menatap wajah suaminya,tapi suaminya itu malah sudah berhasil memikatnya tak lebih dari satu jam semenjak pertemuan mereka.

“Lama tak bertemu Nyonya Oh”sapa Sehun enteng,dilihatnya wajah gadis yang telah membuatnya kebingungan.Tiga tahun menghilang dari hidupnya,cukup membuat Sehun merenung tentang apa yang telah diperbuatnya pada gadis yang pernah menjadi sahabatnya dulu.Sehun sadar selama ini dirinya bukanlah sosok suami yang baik untuk gadis ini.Salahkan waktu yang belum bisa mendewasakan Sehun,tiga tahun lalu Sehun belumlah sedewasa sekarang,dulu dirinya hanyalah seorang pemuda yang belum tahu apa itu pernikahan,dia hanya merasa memiliki janji pada mendiang kekasihnya dan juga ayah mertuanya untuk menjaga Tiffany.Tak lebih dari itu,dia hanya ingin melaksanakan amanat itu,tanpa memikirkan efeknya terhadap Tiffany dan dirinya sendiri.

“Lama tak bertemu Sehun-ssi”lidah Tiffany serasa kelu saat mengucapkan kalimat pertamanya untuk Sehun.Sangat canggung dan juga aneh.

Maka saat tangan Sehun dengan eratnya menggengam tangan Tiffany lalu menariknya dari keramaian bandara.Tiffany membeku seketika,dirinya bahkan masih tak percaya,tangan suaminya ini masihlah sehangat dulu.

“kita mau kemana?”guman Tiffany sesaat setelah dirinya berhasil mengatasi kegugupannya

“tentu saja pulang”putus Sehun sepihak.Terukir senyum tipis di bibir lelaki itu.Sehun berpikir inilah kesempatannya untuk memperbaiki hubungannya dengan Tiffany.Dia ingin memulai segalanya dari awal,tanpa tahu maksud dibalik kedatangan Tiffany yang sebenarnya.

Tiffany tertegun saat dirinya sampai di tempat yang Sehun bilang adalah rumah.Sehun bahkan tak berbohong menyebut ini rumah mereka.Yah tiga tahun menghilang,tak membuat Sehun berpikir untuk pindah dari rumah mereka.Rumah dimana Tiffany pernah berharap untuk mengecap kebahagiaan.Sehun pun menggiring Tiffany untuk masuk  ke rumah mereka,dan Tiffany masih tak percaya jika rumah ini tak pernah berubah dibanding tiga tahun lalu.Bahkan foto pernikahan mereka terpampang jelas di ruang tamu,seolah Sehun ingin memberitahukan semua orang yang berkunjung,jika dirinya telah menikah dengan seseorang yang sangat dicintainya.

”aku tak pernah berniat untuk merubah semuanya,aku hanya merasa dengan cara itu,aku bisa merasakan kehadiranmu”Tiffany bergetar mendengar serentetan kalimat keluar dari mulut Sehun,terlintas sebuah harapan di hatinya,namun entah kenapa sebagian dari dirinya menolak keras semuanya.Tiffany masih takut dengan segala kemungkinan yang terjadi.Dirinya tak ingin mengulang kesakitan yang sama.Bahkan sampai detik ini Tiffany tak yakin Sehun sudah melupakan mendiang adiknya.

“terima kasih..”sahut Tiffany dingin.

“kau bisa langsung berbenah,kau tidak melupakan letak kamar kita kan?”Tiffany sedikit kaget saat Sehun menanyakannya.Sehun bahkan dengan entengnya menyebut kata -kita-  diantara kecanggungan mereka

“ehmm”Tiffany hanya menyahut seadanya,lalu mulai menyeret koper dan barang-barangnya ke lantai dua

“aku akan menyiapkan makan malam,cepat turun,mengerti?”Teriak Sehun,sesaat Tiffany menghilang dari pandangannya.Lelaki itu kemudian beranjak ke dapur rumahnya,mempersiapkan makan malam terbaik untuk menyambut kedatangan istrinya.Jujur lelaki ini sangatlah terkejut saat dirinya menerima telepon dari Tiffany seminggu yang lalu.Dirinya tak menyangka jika gadis yang selama ini telah dia cari susah payah.Kini kembali dengan sendirimya.Keduanya menghabiskan makan malam dalam diam.Mereka masih larut dalam pikiran masing-masing.Hanya bunyi dari alat makan merekalah yang mengisi kesunyian diantara mereka.

“bagaimana kabarmu?”tanya Sehun membuka percakapan diantara mereka.Dirinya sudah selesai makan,lalu diliriknya sebentar Tiffany,berharap gadis itu memberi respon baik kepadanya.

“baik”sahut Tiffany singkat,gadis itu rupanya juga telah menyelesaikan makannya.Tiffany pun memilih menatap lawan bicaranya.Tiga tahun tak bertemu dengannya,ternyata tak merubah penilaiannya terhadap lelaki ini.Dia masih tetap tampan,bahkan kini kedewasaan dalam dirinya menambah kharismanya.

“aku tahu aku ini tampan,tapi kau tak perlu memandangku seintens itu Nyonya Oh”canda Sehun mengundang tawa Tiffany.Bahkan kepercayaan diri lelaki ini tak berkurang sedikitpun.

“apa saja yang kau lakukan tiga tahun ini?aku bahkan tak bisa melacak keberadaanmu?”Tiffany menyunggingkan senyum tipis menanggapi pertanyaan itu.

“banyak yang harus kulewati untuk bisa kembali mendapatkan keberanian,agar bisa tampil di hadapanmu lagi”Sehun terdiam mencerna kata-kata istrinya.

“ bagaimana denganmu Sehun-ssi?”lanjut Tiffany,mencoba mengorek aktvitas Sehun tiga tahun ini

“tidak ada,aku hanya mencoba meneruskan hidupku,tanpa kalian”

“benarkah?tapi kudengar kau adalah pembisnis muda yang sukses”yah terlampau sukses hingga saingannya menginginkan Sehun untuk disingkirkan

“wow..tak kusangka,kau benar-benar hebat,apa kau mengikuti perkembanganku selama ini”Tanya Sehun takjub

“bagaimana aku tak tahu,itu salah satu prosedur pekerjaanku”gumam Tiffany pelan

“jadi Sehun-ssi,apa kau tak penasaran alasanku kembali ke sini?”pancing Tiffany, dia hanya ingin tahu sejauh mana persepsi Sehun akan kedatangannya ini.Jika Sehun pintar,seharusnya lelaki ini sedikit waspada akan kedatangan Tiffany yang terbilang mendadak.

“tentu bukan untuk bercerai denganku kan?”Tiffany hanya mendengus kesal menerima jawaban Sehun.Kenapa lelaki ini tak bisa waspada dan peka pada bahaya di depannya.

********

 

Satu minggu ini telah dilewati Tiffany dalam kebimbangan,meski tak dipungkiri Tiffany juga menikmati perlakuan Sehun padanya.Dia tak menyangka lelaki itu memperlakukannya,seolah tak pernah terjadi sesuatu di masa lalu mereka.

“eoh,kau sudah datang?”sebuah suara membuyarkan lamunan Tiffany,gadis itu segera bangkit dari tempatnya duduk lalu memberi salam pada orang dihadapannya,lebih tepatnya klien nya

“ya Presdir Choi..”jawab Tiffany singkat,diliriknya sebentar klien specialnya ini.Klien yang menginginkan nyawa suaminya.

“aku tak menyangka jika pencabut nyawanya adalah seorang wanita secantik dirimu,ck..bahkan di ujung hidupnya dia masih bisa menikmati surga dunia..aku sangat iri padanya” ucapnya sarkatis dan tentu mengundang tatap tajam dari Tiffany.

“sepertinya anda mengenal Presdir Oh lebih dari sekedar saingan bisnis anda?”pancing Tiffany sopan

“kenapa?kau penasaran dengan hubungan kami?”tanyanya sembari memainkan gelas anggurnya.Nampak jelas kepuasan di raut mukanya

“tidak,hanya ingin memastikan saja,mungkin anda salah dalam menilai seseorang”timpal Tiffany menyulut kemarahan lawan bicaranya

“jika perkataanmu benar,aku tak mungkin bersusah payah menyewamu untuk menyingkirkannya,jadi sebaiknya selesaikan saja tugasmu tanpa banyak bertanya”perintah Presdir Choi tajam

“sayangnya,saya bukanlah pembunuh bayaran yang anda harapkan,saya tak semudah itu membunuh seseorang tanpa alasan yang tepat”balas Tiffany tak kalah tajam.Pertemuannya dengan kliennya kali ini semakin membuat Tiffany mengurungkan niatnya untuk melukai Sehun suaminya.

“WOW..ada apa ini?jangan berkata jika kau mulai jatuh hati pada targetmu sendiri?huh..KLASIK…”suara lelaki ini yang seakan meremehkan Tiffany,semakin membuatnya geram.Tiffany pun memilih beranjak.

“jika kau harus memilih,siapa yang ingin kau selamatkan?Sehun atau… Luhan”Tiffany menghentikan langkahnya,antara kaget dan tak mengerti ,kenapa orang itu menyangkut pautkan Luhan dalam hal ini.

“apa maksud anda?”sentak Tiffany marah

“tenanglah..tak perlu sepanik itu”tegur Presdir Choi santai sembari menegak sisa anggur merahnya

“bisa anda jelaskan maksud anda?”geram Tiffany mulai kehilangan kesabarannya

“jangan kau pikir untuk lari dari tugasmu nona cantik,karena saat dimana kau lari dari tugasmu,maka kau juga akan kehilangan Luhan di hidupmu Nyonya Oh”Tiffany terdiam mendengar ancaman Presdir Choi,hatinya bergemuruh,dan sejuta pertanyaan muncul dalam benaknya.Siapa sebenarnya,kliennya kali ini?

****

Pagi ini Sehun bangun dengan semangat yang membara,hari ini adalah ulang tahun pernikahannya dengan Tiffany,dan tentu momen berharga dalam hidupnya ini tak akan dilewatkannya lagi.Sedari pagi dirinya sudah bersiap untuk mengurusi persiapan pesta kecilnya,Sehun memang berniat untuk membuat Tiffany kembali di sisinya,tiga tahun cukup membuat dirinya yakin jika dia merasa kehilangan sosok Tiffany dalam hidupnya,selain itu Sehun juga bahagia mendapati gadisnya tak pernah merubah perasaannya.Dia yakin Tiffany masih mencintainya,dan itulah salah satu alasan kenapa Sehun bisa membuka hatinya dan mulai mencintai Tiffany.

“yeobo,aku berangkat..”pamit Sehun pada Tiffany yang sedang sibuk berbenah.Sehun sedikit bingung mendapati Tiffany sedang mengemasi barang-barangnya ke koper.Sempat terlintas dalam pikirannya bahwa Tiffany akan pergi,namun segera dienyahkannya pikiran tak berdasar itu saat mendapati senyum Tiffany.

“ehmm..rajinlah bekerja!”pesan Tiffany sembari menata dasi suaminya,suatu aktivitas yang wajar,dan mungkin bisa jadi langka untuk Tiffany.Ditatapnya mata lelaki ini.Mata yang selalu berhasil membuatnya bertekuk lutut,mata yang entah kenapa selalu bisa membuatnya tenang walau tak dipungkiri dirinya tak pernah bisa tenang di hari-hari terakhirnya mengenang lelaki ini.Tiffany sendiri sudah memutuskan akan mengerjakan tugasnya.Susah baginya untuk memilih,di satu sisi hatinya menolak keras untuk menghabisi orang yang dicintainya seumur hidupnya,namun di sisi lain,Tiffany berhutang kehidupan pada Luhan,malaikat pelindungnya,Tiffany tak bisa egois dan membiarkan Luhan menderita.Tiffany tahu alasan Luhan terseret dalam masalah ini.Sebelum keberangkatan Tiffany ke Korea,Luhan meminjam sejumlah uang untuk melunasi hutang Tiffany,dan sebagai jaminan,Luhan siap dengan nyawanya sendiri.Dan Tiffany tahu,dirinya sudah terpojok,bagaimana bisa takdir tak mengijinkannya memilih,kenapa hingga detik ini takdir belum memihak pada Tiffany?

“kau sakit?”tanya Sehun khawatir,ditatapnya balik wajah istrinya,entah kenapa semakin hari dia melihat gelagat aneh di diri Tiffany.Istrinya ini sering pergi tengah malam hanya untuk menerima telepon.Sehun juga sering mendapati istrinya itu marah-marah pada seseorang yang meneleponnya,selain itu Tiffany juga menangis sesudah memutus telepon yang bahkan Sehun tak tahu siapa.Pernah sekali Sehun menegur Tiffany,malam itu untuk kesekian kalinya dia mendapati Tiffany tak tidur bersamanya.Dengan langkah pelan,Sehun pun beranjak ke ruang tamu,tempat dimana Tiffany biasa menerima telepon misterius itu.

“aku tak bisa..”satu kalimat yang samar-samar Sehun dengar membuatnya terus penasaran

“Luhan,kumohon mengertilah,aku sangat mencintai Sehun”Sehun mengulas senyum tipis mendengar penuturan Tiffany

“aku tahu aku ini wanita jahat,aku bahkan tak bisa memilih antara kalian,aku sangat berhutang padamu,aku minta maaf karena tak pernah menceritakan hubunganku dengan Sehun,tapi percayalah aku tak bisa untuk terus mengerjakan tugas itu,aku tak bisa membunuhnya”DEG..Sehun merasa jantungnya berhenti berdetak detik itu juga.Dia tak percaya dengan semua yang didengarnya.Mulai terlintas dalam pikirannya,alasan dibalik kembalinya Tiffany di hidupnya,sebenarnya apa tujuan Tiffany kembali hadir.Apa semata ingin kembali di sisinya,atau ada maksud lain???

“Fany-ah”dengan suara pelan,Sehun menegur sosok Tiffany,terlihat walau samar,sosok itu sedikit terkejut akan kedatangannya yang tiba-tiba.

“Sehun-ah,apa yang kau lakukan disini”protes Tiffany menutupi kegugupannya.Dirinya takut setengah mati jika sampai Sehun mendengar obrolannya dengan Luhan.

“tidak ada,aku baru saja datang dan ingin mengajakmu tidur lagi”dusta Sehun melegakan Tiffany.Mereka berdua pun kembali ke kamar dalam diam,keduanya larut dalam pikiran masing-masing.

Sehun p.o.v

“Sehun,kau tidak apa-apa?”sebuah suara tiba-tiba saja menyergap pendengaranku,dan tentu berhasil membuyarkan lamunanku,segera kutoleh wajah Tiffany di depanku,kulihat dirinya sedikit khawatir akan sikapku tadi.

“ya..aku baik”jawabku singkat menutupi kegugupanku,jujur semenjak kejadian malam itu,otakku selalu memerintahkan untuk selalu waspada pada istriku sendiri,berkebalikan dengan hatiku yang bahkan tak pernah bisa mengelak untuk terus merasa nyaman dan aman disampingnya.Akupun mengecup bibirnya singkat untuk menyudahi aktivitas kami,aku harus segera berangkat,masih ada sedikit pekerjaan yang harus kutangani di kantor.Sesampainya di perusahaan,aku langsung memimpin jalannya rapat,suatu aktivitas yang lazim aku kerjakan sebagai Presdir.Tak butuh waktu lama untuk menyelesaikan rapat,aku bukanlah tipe orang yang suka berbelit-belit,terlebih hari ini aku harus pulang cepat untuk mempersiapkan pesta kejutanku.

“Selamat Presdir Oh..”sebuah suara sontak menghentikan langkahku.Terlihat Presdir Choi berjalan ke arahku bersama beberapa staff perusahaannya.Dengan senyum angkuh miliknya dia berjalan ke arahku lalu menjabat tanganku.Dia tidak pernah berubah,itulah yang selalu aku pikirkan saat bertemu dengannya.Sudah bukan rahasia lagi bagi sebagian pembisnis,jika orang ini tak pernah suka dengan yang namanya pesaing,terlebih diriku.Kami memang seumuran bahkan kami dulunya teman,mungkin itu yang membuatnya sering ikut campur dalam bisnisku.Walau tak dipungkiri ia sering menghalalkan segala cara untuk menentangku,dan itu sering membuatku geram.

“Ya,Presdir Choi,terima kasih..”balasku mencoba ramah.Lalu memilih segera beranjak.Aku tak ingin membuat keributan di kantor,mengingat komentar-komentar pedas yang tadi dia lontarkan saat rapat.

“mulai sekarang lebih baik anda berhati-hati Presdir Oh”ucapannya sedikit menarik perhatianku,sontak aku berbalik menghadapnya lagi

“apa maksudmu?”

“jangan berpikir untuk bisa tetap di tempatmu yang sekarang,cepat atau lambat seseorang yang tak kau duga,akan memutar balikkan semuanya”tandasnya tajam sembari berlalu dari hadapanku

Author P.O.V

Malam kini telah beranjak dari peraduannya.Malam ini bisa jadi malam yang tak pernah diinginkan oleh Tiffany,malam ini juga dirinya harus mengerjakan tugasnya.Sebuah tugas yang bisa jadi malah membuatnya menyesal seumur hidup.Segala persiapan sudah siap semenjak beberapa hari lalu.Dirinya juga sudah melatih kemampuan tembaknya kemarin,sekedar mengecek agar nantinya tepat sasaran.Tiffany sendiri tak tahu apa yang sudah merasuki otaknya,hingga dia ,memutuskan untuk menyelesaikan tugasnya.Yang dia tahu,dia ingin segera menyelesaikannya,lalu melupakan segala hal yang pernah dia lalui bersama Sehun.Dan menganggap itu tak pernah terjadi dalam hidupnya.Tiffany berulang kali meyakinkan dirinya,bahwa semua akan baik-baik saja.Tiffany bahkan sempat menurunkan foto pernikahannya sebelum dia menemui Sehun malam ini.Tiffany menganggap itu sebuah perpisahan,menurunkan foto pernikahannya bersama Sehun,juga berarti dirinya sudah mengakhiri hubungannya dengan lelaki itu.Sebuah mobil mewah sudah terparkir di depan rumah mereka.Itu bertanda Tiffany sudah harus menemui Sehun suaminya,atau mungkin dalam keadaan ini Sehun adalah targetnya.Bisa dibilang makan malam yang Sehun adakan akan menjadi kenangan mereka yang terakhir.Dalam keadaan ini Tiffany bahkan tak tahu harus berekpresi seperti apa,dirinya bahkan tak punya kekuatan saat akhirnya dia sudah menemui Sehun di tempat tujuan,sebuah pantai yang disulap oleh suaminya menjadi tempat romantis.Tiffany tersenyum miris,melihat bagaimana Sehun masih ingat semua yang dia sukai,padahal dulunya lelaki itu tak pernah menaruh minat pada segala hal tentang Tiffany.

“kau cantik!”puji Sehun sembari mengulurkan tangannya dan mempersilahkan istrinya untuk duduk

“terimakasih”balas Tiffany,saat mereka sudah duduk berhadapan.Selama beberapa menit,hanya deburan ombak yang mengisi kesenyapan diantara mereka.Keduanya larut dalam pikiran masing-masing.Sehun kini sudah mengerti benar dengan keadaan yang melingkupinya,dirinya tak bisa menutupi fakta,jika wanita dihadapannya ini cepat atau lambat akan menjadi malaikat mautnya,bahkan terbersit dalam pikiran lelaki itu,bahwa malam ini adalah malam terakhirnya.Dan tepat seperti yang dipikirkan Sehun,Tiffany benar-benar berniat mengakhirinya sekarang juga,tak ada untungnya untuk membuang waktu.

“Sehun-ssi maaf”kata maaf menjadi tanda Tiffany telah merelakan Sehun,dia bahkan sudah bersiap menembak lelaki itu,tak kurang dari lima detik Tiffany yakin peluru itu akan mengenai Sehun,dan tentu akan menjadi akhir dari segalanya.Tiffany sudah mulai menghitung dalam hatinya,dan dia yakin jika di hitungan ke lima pistol yang sedari tadi disembunyikannya di bawah meja siap mengeksekusi lelaki ini.

“tidak,akulah yang harusnya minta maaf”perkataan Sehun sedikit mengurungkan niat Tiffany,tangannya yang sudah bersiap menarik pelatuk kini kembali rileks.Gadis bermata kucing itu kini menatap intens lawan bicaranya,sekedar mencari tahu arti ucapannya.

“kembalilah padaku,mungkin ini terlihat konyol,tapi aku menyadari aku mulai mencintaimu”jika ditanya apa yang Tiffany rasakan kini,tentu gadis itu syok mendengarnya.Bagaimana mungkin Sehun merusak semua rencana rapinya hanya dengan sebuah pernyataan cinta.Semua orang boleh menyebut Tiffany pengecut dan plin-plan,karena memang seperti itulah dirinya sekarang.Semenit yang lalu dirinya sudah mantap akan mengeksekusi lelaki ini,namun sekarang yang terjadi sebaliknya.Jika bisa Tiffany ingin sekali menangis keras sekarang,bagaimana bisa takdir mempermainkannya seperti ini.Beberapa menit kemudian tak terlihat jika keduanya ingin menyudahi kesunyian diantara mereka.Akhirnya dering handphone Tiffany lah yang membuyarkan lamunan mereka.

“halo..”dengan suara pelan dan sedikit bergetar dirinya mengangkat teleponnya.Tiffany tahu benar siapa peneleponnya.Tak lebih adalah Presdir Choi,klien yang menginginkan suaminya.

“kudengar dari suaramu,sepertinya kau tak bisa menguasai perasaanmu”serangan telak menjadi pembuka obrolan mereka.Memang benar yang dikatakan Presdir Choi,Tiffany tak bisa dan tak akan pernah bisa menguasai perasaannya jika sudah menyangkut Sehun.

“maaf,dari awal aku sudah menolak semua ini”ucap Tiffany yang kini telah menjauh dari Sehun

“ck..kau kira aku bercanda?dari awal aku juga sudah memperingatkanmu,jangan sekalipun mencoba untuk lari,oh..atau kau memang lebih memilih Sehun daripada Luhan penolongmu itu?”

“aku mohon jangan ganggu Luhan,aku akan lakukan apapun demi dirinya”mohon Tiffany

“kau hanya perlu menghabisi Sehun,dan itu lebih dari cukup untukku”tandas Presdir Choi sembari menutup teleponnya

“halo..halo?”kliennya benar-benar tak memberinya pilihan.Maka Tiffany bergegas kembali ke tempa Sehun berada.Kali ini dirinya harus bertindak.Dia tak mau orang-orang disekitarnya menderita karena ulahnya.Tiffany segera menarik Sehun dan membawanya ke mobil mereka.Sehun yang kebingungan tentu hanya bisa pasrah dan mulai melajukan mobilnya menjauhi pantai.Tiffany benar-benar kalut,dia berusaha menghubungi Luhan,tetapi tak aktif.Sehun yang melihat kepanikan istrinya hanya bisa menahan diri untuk tak bertanya.Sehun sudah sepenuhnya tahu keadaan yang melingkupinya kini,dan dia merasa bahagia dan sedikit heran akan keputusan Tiffany yang tak jadi untuk menghabisinya.

“Sehun-ah lebih cepat”pekik Tiffany saat dirinya sadar mereka dikejar oleh dua mobil di belakang mereka.Tanpa ditebak pun Tiffany tahu,itu adalah suruhan Presdir Choi.Sehun tak habis pikir,kesalahan apa yang diperbuatnya hingga,ada orang yang sangat menginginkan kematiannya,namun kali ini,hanya satu yang ada di pikiran lelaki itu.Dia harus bisa menemukan sebuah tempat yang aman,sekedar untuk menenangkan Tiffany,yang terlihat panik dan juga khawatir.

Satu jam kemudian,mereka lolos dari kejaran kedua mobil itu.Mereka berhenti di sebuah motel,dan Sehun langsung menarik Tiffany untuk masuk ke kamar pesanan mereka.Sehun sudah kehilangan kesabarannya.Dia tak akan pernah tega melihat gadis yang dicintainya menjadi bulan-bulanan karena dirinya,dia sudah bertekad

“selesaikan tugasmu Fany-ah!”

Tiffany syok mendengar permintan Sehun,bagaimana lelaki itu mengetahuinya.Belum selesai akan pemikirannya.Sehun sudah menarik wanita itu untuk duduk di pangkuannya.Diambilnya pistol yang memang sudah Sehun duga di mantel istrinya itu.Tentu Tiffany panik,apa yang akan diperbuat oleh Sehun.

“aa..apa yang kau lakukan?”tanya Tiffany sembari berusaha merebut pistolnya

“kau harus menyelesaikannya,kumohon..”

“kau gilaa?”

“tidak,aku sudah memikirkan ini masak-masak,aku tak mau kau terlibat dalam masalah ini,akulah yang membuatmu jadi seperti ini,”

“maaf,tapi kita bisa lari dari ini semua”tak terasa air mata Tiffany keluar,dirinya sudah tak bisa berpikiran jernih.

“tidak,kita tak akan pernah bisa,satu-satunya jalan,hanyalah dengan kau membunuhku”

“aku tak bisa,berulang kali aku melakukannya,aku tak pernah bisa kehilanganmu”

“kau tahu dengan baik cara membunuh bukan?,lakukan dengan cepat..!”Sehun berusaha mengalihkan pembicaraan mereka.Dia tak sanggup lagi melihat gadisnya menangisi dirinya.

Dengan segenap keberanian yang ada,Sehun mulai mengangkat Pistol beserta tangan Tiffany menuju ke dadanya,dia sudah pasrah akan takdir ini,dia bahkan merasa bahagia,paling tidak,dia mati ditangan wanita yang dicintainya.Sehun pun mencium bibir Tiffany lembut,ciuman pertama mereka,entah kenapa terasa menyakitkan,mengkinkah karena ini juga adalah ciuman terakhir mereka?

DOORRR

Suara tembakan terdengar keras diantara kesunyian malam,tak lama suara tembakan kedua juga menyusul bersamaan dengan di dobraknya kamar mereka.Terlihat Luhan tertegun melihat mayat kedua pasangan itu.Dia tak menyangka Tiffany akan menyelesaikan tugas sekaligus hidupnya dalam waktu yang bersamaan.

“Fany-ah,aku selalu menghargai semua keputusanmu,berbahagialah bersamanya di surga!dan jangan pernah lupakan jika aku mencintaimu”Pesan Luhan di hadapan tubuh kaku Tiffany.

 

 

Author Notes : Cerita ini bisa dibilang sad ending,tetapi cerita ini menyadarkan kita,bahwa segala hal yang ditakdirkan pada kita haruslah disyukuri,kita tak bisa menyalahkan siapapun atas takdir malang yang kita terima.Selain itu cinta yang terbaik,adalah sebuah cinta yang di dalamnya terdapat pengorbanan.Sebuah cinta yang buruk sekalipun akan menjadi indah dengan pengorbanan.

7 pemikiran pada “Blood Love

  1. Sakitnya tuh gini </3
    Feelnya itu bikin gini </3
    Keren thor, Alur maju mundur emang menurutku susah, tapi Author bisa melakukannya dengan Baik!
    Sucses for Author!
    Keep writing!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s