Locker Boy (Chapter 5)

Locker Boy 

IMG_7087

Judul                            : Locker Boy – Chapter 5 (END)

Author                         : Rezita Alfira

Genre                          : Mature, 17++ , Marriage life, Comedy, romance.

Length                         : Chaptered

Casts                            : Sehun (EXO-K) – Chorong (Apink)

Other Cast                   : EXO-K members, Kim Serin(OC//Kai’s Yeodongsaeng)

Rating                          : PG-17++

:—:

Annyeonghaseyo!!!! AHHH! Akhirnya selesai juga ff ini. Sumpah aku terharu pas bikin chapter terakhir ini. Dan ya, di chapter ini, ada…hehehe kalian ngerti kan kenapa aku bikin (17++) hehehehe. Iyap! Betul, ada adegan itunya hehehe.

Seperti biasa, aku menyiapkan pidato dibawah, dan…KAMSAHAMNIDA READERS!

Enjoy Read this Last Chapter!

:—:

Untuk Sehun, ini yang ke 13 kalinya ia memijit keningnya sendiri. Terlalu pusing melihat draft dan beberapa file yang belum di selesaikannya. Tapi di sisi lain, selain pusing memikirkan pekerjaan yang belum selesai. Sehun memikirkan…

“Yang benar saja, sudah hampir 4 bulan belakangan ini aku tidak ‘menyentuh’ Chorong.” Gumam Sehun sendiri sambil mengacak acak rambutnya frustasi.

Hasrat Sehun. Hasrat seorang Oh Sehun.

Ya, benar, Chorong mengandung, ah, Hamil. Dan usia kandungan Chorong saat ini sudah menginjak usia 4 bulan. 5 bulan lagi waktunya Chorong melahirkan. Bukan waktu yang sebentar.

Sehun pusing akan itu. bagaimana lagi caranya ia bisa menahan nafsunya untuk tidak melakukan ‘itu’ pada Chorong. Bukan, bukannya Sehun menyesali kalau Chorong hamil. Dia bahagia. Tapi konsekuensinya itu yang membuat dirinya sedikit…geram.

Semua orang tahu bahwa jika wanita sedang mengandung atau hamil, lebih baik, tidak melakukan hubungan ‘itu’ sampai ia berhasil melahirkan dan benar benar pulih. Karna hubungan ‘itu’ akan berakibat lumayan fatal untuk kandungan dan janinnya.

Jadi, yang Sehun lakukan selama ini selama Chorong hamil, paling paling, hanya mencium pipi? Atau di bibir juga. Itu pun Sehun harus menahan hasratnya bila Chorong berada di dekatnya, apalagi saat berciuman, Sehun sangat tidak bisa menahan itu.

Yang benar saja, tubuh Chorong masih semampai. Masih begitu…’sexy’ di mata Sehun. dengan usia kandungannya yang baru 4 bulan. Chorong tidak membuntal seperti ibu ibu yang lain. Ajaib.

Sehun lebih memilih untuk menghentikan pekerjaannya dan kembali ke kamar tidurnya. Saat Sehun membuka pintu kamarnya, terlihat Chorong yang sudah tertidur lelap dengan selimut yang menyelimuti hampir seluruh tubuhnya.

Sehun berjalan mendekati Chorong dan berbisik padanya.

“Kapan aku bisa ‘menyentuh’ mu lagi nyonya Oh?” Sehun mengakhiri kalimatnya dengan kecupan lembut di kening Chorong, lalu Sehun beranjak tidur.

2 hours later…

“Sehun…Ireona…oppaaaa” Chorong menepuk nepuk pipi Sehun, lagi, lagi, dan lagi sampai Sehun terbangun. Sehun pun membuka matanya. Kamar mereka masih gelap. Tentu saja, lampunya masih mati dan tidak menyala.

“Astaga sayang, ini baru jam 2 pagi. Kenapa membangu…” Sehun tidak menyelesaikan kata katanya dan lebih memilih untuk menghela nafasnya.

“Baiklah, kau mengidam apa sepagi ini?” Chorong hanya bisa tersenyum sumringah saat Sehun tau apa maksudnya ia membangunkan suaminya itu.

“Aku ingin kari ayam.” Chorong menyelesaikan perkataannya, tapi tidak dengan Sehun yang menelan ludahnya sendiri. Kari ayam? Sepagi ini? Dimana Sehun harus mendapatkannya?

“Ini jam 2 pagi Oh Chorong. Kau…aku harus mendapatkan kari ayam dimana?”

“Molla, kenapa? Kau tidak bisa membelikannya untukku?” Sehun mengangguk pasrah. Tapi tidak dengan Chorong yang menggulingkan tubuh Sehun dan Sehun akhirnya jatuh dari tempat tidur.

“Kau tidur di bawah, aku membencimu” Sehun membulatkan matanya mendengar perkataan Chorong. Yang benar saja, ia harus tidur di lantai sementara dinginnya bisa merasuki tulang tulang Sehun.

“Chagiy…”

“Aniyo. Jangan berisik, aku mau tidur”

Seperti itulah sikap Chorong 4 bulan belakangan ini. Teringat akan Chorong yang sedang hamil dan Sehun harus siap sedia melayani semua permintaan Chorong. Kadang, mood Chorong bisa berubah secepat kilat.

1 menit sebelumnya Chorong bisa menangis terisak isak, tapi 1 menit kemudian lagi, ia bisa menciumi pipi Sehun tanpa ada alasan, saat ditanya, Chorong hanya bilang bahwa dia sedang bahagia.

Chorong dan Sehun masih masuk dalam kategori mahasiswa dan mahasiswi. Mereka belum menyelesaikan kuliah mereka. Tapi, untuk Sehun, karna kepribadian Sehun yang pintar dan berbakat, Sehun bisa memegang saham perusahaan ayahnya dan mengurusnya.

Hasilnya, untuk biaya hidupnya dengan Chorong dan calon bayi nya.

Walaupun Chorong tidak kuliah selama hamil, dan hanya berdiam diri di rumah, tapi Chorong tetap mengumpulkan tugas tugas yang diberi dosen, jadi sebut saja Chorong tetap kuliah tapi hanya tidak menunjukkan dirinya di kampus.

Itu bisa membantu Chorong lulus tepat pada waktunya.

:—:

Hari ini hari H-nya. Hari dimana Baekhyun dan Serin berdiri di atas altar.

Mereka menikah.

Di kursi undangan paling depan, terlihat Eomma dan Appa Baekhyun, serta keluarganya, begitu juga dengan Eomma dan Appa Serin sementara Kim Jongin atau Kai, Oppa Serin, lebih memilih bergabung dengan kursi undangan teman temannya.

Suho, Chanyeol, Sehun, Kyungsoo, Sehun dan Chorong.

Serin dan Baekhyun baru saja menyelesaikan ucapan janji sehidup semati mereka, dan kini, terdengar suara tepuk tangan meriah dari semua orang yang datang.

“Aku tidak menyangka dia menikah juga dengan Serin” Ujaran Chanyeol disetujui oleh yang lainnya.

“Ah, usia kandunganmu sudah berapa bulan, Chorong?”

“4 bulan sunbae hehehe” Kai yang tadi bertanya pada Chorong, kini hanya mengangguk anggukan kepalanya saja.

“Wah, berarti kau harus menahan ‘itu’ sampai sekitar 5 atau 6 bulan kedepan ya? HAHAHAHAHA” semuanya tertawa mendengar ujaran Suho, lain dengan Sehun yang malah menepuk jidatnya.

“Hoi! Hahaha, terimakasih sudah datang” perkataan Baekhyun pun membuat semuanya mengalihkan pandangannya ke Baekhyun dan Serin yang sekarang berdiri di depan mereka.

“KYAAAA!! HAHAHAHAHA CHUKKAE MANUSIA KERDIL HAHAHAHAHA” Sehun, Suho, Chanyeol, Kyungsoo dan Kai langsung memeluk Baekhyun secara kasar.

“Chukkae Serin-aah, kau tidak kalah cantiknya saat aku menikah dulu hahahaha, chukkae!” Serin mengangguk dan memeluk Chorong sebentar.

“Aku juga mau seperti itu” Serin mengerucutkan bibirnya sambil menunjuk ke arah perut Chorong. Chorong hanya bisa tertawa

“Hahahaha, kau kira ini semudah yang kau pikirkan ya? sama sekali tidak hahaha. Hahh, aku tidak menyangka, sudah berapa moment yang kita lewati bersama. Dari jaman jamannya aku menaruh coklat di loker Sehun dan kau yang dilamar oleh Baekhyun sunbae…hahahaha”

“Ya! berhenti mengejekku hahaha” mereka semua pun tertawa bersamaan.

Hari itu benar benar hari yang indah. Sejak Sehun dan Chorong menikah, pertemuan diantara mereka juga jadi semakin renggang. Dan hari ini, mereka di pertemukan kembali dengan waktu yang lama. Bahagia.

:—:

Sehun duduk di pinggir kasur tidurnya. Sambil terus memikirkan itu.

“Kenapa aku selalu mempunyai pikiran mesum seperti ini..ahhh” Sehun merutuki dirinya sendiri sambil terus memukul mukul kepalanya.

“Oppa kau kenapa?” Sehun tersentak saat mendengar suara lembut itu…Chorong.

Chorong baru saja selesai mandi. Ya, pasti kalian tahu saat ini ekspresi Sehun. membulatkan matanya dan sedikit menelan ludahnya.

Yang benar saja, kenapa Chorong bisa berubah menjadi sangat sexy sekarang. Dia hanya memakai hotpants dan baju sifon yang tembus pandang dan GILA dia tidak memakai tanktop nya.

Sehun hafal betul, kalau Chorong memakai baju sifon tembus pandang, pasti dia akan memakai tanktop nya. Dan kali ini tidak. Mata Sehun yang kelewat mesum itu bisa menangkap jelas bahwa dalaman Chorong terlihat.

Kau mestinya mati sekarang Oh Sehun, batin Sehun.

“Y-ya…kenapa kau tidak memakai dalamanmu..aisshh” Sehun menggeleng gelengkan kepalanya, bodoh betul ia bisa melontarkan pertanyaan seperti itu.

“dalaman? Sehun kau buta? Ini aku memakai dalamanku, pabo” ujar Chorong yang terus melanjutkan kegiatannya mengeringkan rambutnya dengan handuk. Oh iya, dia benar, batin Sehun.

“a-a-ahh kenapa disini sangat panas, kalau kau mau apa apa aku ada di ruang tengah eoh?” Chorong hanya bisa berdeham saat mendengar perkataan Sehun. Sehun benar benar gila sekarang.

Sehun bolak balik mengganti channel TV nya. Mungkin tubuh Sehun benar benar ada di ruang tengah ini, tapi yang pasti, Jiwa Sehun masih ada di kamarnya. Masih ingin melihat Chorong seperti ‘itu’.

“AAAAAAHHHH” Sehun menutup wajahnya dengan bantal sofa.

Krek…Sehun mendengar kenop pintu dibuka. Ternyata Chorong keluar dari kamar. Masih. Masih menggunakan pakaian penggoda itu.

“Kenapa kau hari ini berubah 180 derajat Chorong!!!! Yang ku kenal adalah Chorong yang manis, bukannya Chorong yang bisa membuat darahku berdesir hebat seperti ini. Gila. Tuhan, bisa bisanya kau ciptakan wanita seperti dia. Dasar penggoda.” Gumam Sehun dalam hati saat ia melihat Chorong keluar dari kamar.

Chorong menuju ke sofa yang sedang Sehun duduki.

Chorong seperti monster yang menakut nakuti Sehun hari ini. Sehun benar benar takut akan Chorong. Gila. Sehun bisa gila.

Bruk..Chorong menjatuhkan tubuhnya kasar di atas Sofa.

“Hei, bisakah kau duduk lebih pelan sedikit? Mungkin bayinya nanti bisa ikut berguncang” Chorong tertawa saat mendengar perkataan Sehun. Sehun benar benar mencoba untuk kembali seperti situasi biasa.

“Sehun!” Chorong memegang kedua pipi Sehun dan menghadapkan paksa kepala Sehun untuk melihat wajahnya.

“Yayaya, ada apa? Kau ingin apalagi kali ini?” Chorong melepaskan kedua tangannya dari pipi Sehun.

“Tapi jangan tertawakan aku, mungkin ini permintaan paling aneh se dunia. Tapi aku benar benar inginnnn” Sehun mengangguk, tapi mata Sehun masih fokus ke baju Chorong, aniyo, ke dalaman yang dipakai Chorong.

“Aw!! Aduhhh” Sehun baru saja mendapatkan pukulan di kepalanya dari Chorong.

“Kau melihat apa?!?!?! Jangan mesum!!” Sehun hanya mengangguk anggukan kepalanya dan melepaskan pandangannya dari baju yang dipakai Chorong.

“Jadi kau ingin apa sayangkuuu” Sehun menyubit gemas hidung Chorong. Chorong tampak berfikir.

“Aku ingin melihat…itu…” Sehun masih tidak mengerti.

“Melihat apa?”

“Ahhhhh aku malu!!!!” Chorong menutup kedua matanya. Bagaimana bisa ada ibu hamil yang menggemaskan seperti ini, batin Sehun.

“Katakanlah”

“Aku ingin melihat abs-mu.” Sehun kaget setengah mati saat mendengar permintaan ibu hamil yang satu ini. Melihat abs-ku? gila saja, berarti aku harus shirtless? Begitu?  Batin Sehun.

Sehun menelan ludahnya dan membulatkan matanya kembali, mencerna perkataan Chorong.

“Tuhkan kau tidak mau melihatkan abs-mu! Ih”

“Aku mau…full naked pun aku bersedia, tapi ini gila saja. Dalam keadaanku yang shirtless nanti, ditambah baju Chorong yang memperlihatkan jelas lekuk tubuhnya, pasti aku menjadi mesum sesaat, ah ini parah.” gumam Sehun dalam hati.

“Itu termasuk dalam daftar idaman mu saat hamil ini? Apa untungnya melihat abs-ku? kau…tidak sakit kan” Chorong menggelengkan kepalanya.

“Betul, aku ingin melihat abs-mu, jadi buka bajumu sekarang. Eoh?” Sehun lagi lagi menelan ludahnya. Baiklah, karna ini, mungkin aku juga bisa mengambil jatahku, walaupun hanya sedikit, batin Sehun.

Sehun mulai melepaskan kaus polosnya yang berwarna hitam itu, dan, voila, kini terlihat jelas abs Sehun yang diinginkan Chorong. Bukan hanya abs, dada bidang Sehun juga nampak jelas jika seperti ini.

Chorong membulatkan matanya saat melihat badan Sehun yang begitu sempurna di depan matanya sekarang.

“Hey! Kau! Seperti tidak pernah melihat aku shirtless saj..” Sehun memberhentikan kata katanya saat…

Saat Chorong tiba tiba memeluk Sehun yang sedang shirtless itu. lagi lagi dan lagi Sehun membulatkan matanya, istrinya kenapa hari ini?

“Kalau seperti ini kan tubuhku menjadi hangat” ujar Chorong sambil memeluk Sehun yang shirtless itu. Sehun melepaskan pelukan Chorong dan menatap matanya serius.

“Kalau sekarang aku yang mengidam? Boleh kan? Sekali saja.”

“Kau kan tidak ham…hmpt…” Sehun memotong perkataan Chorong dengan melumat bibir istrinya itu. tangan Sehun tidak lagi diam disamping, melainkan Sehun semakin menarik tengkuk Chorong hingga ciuman mereka di atas sofa itu semakin mendalam dan memanas.

Sehun yang shirtless dan Chorong dengan baju transparannya. Chorong mengerti apa yang diinginkan Sehun, perlahan Chorong mulai membalas ciuman lelaki miliknya itu. kali ini, Chorong mulai engah, Sehun sama sekali tidak memberinya pernafasan.

Chorong memukul mukul dada Sehun. Sehun berhasil melepaskan ciuman mereka, dan Chorong kini mengambil oksigen sebanyak banyaknya. Dasar Sehun, kalau sudah seperti ini, memang tidak ada yang bisa mengalahkannya.

“S-Sehun…berhenti..akh” Sehun mengusap usapkan kepalanya di leher Chorong. Sehun tau, dia tidak boleh melampaui batasnya.

“YA!” Chorong berhasil teriak saat Sehun merobek baju Chorong. Lagi lagi, seperti saat malam pertama itu.

Chorong menutupi dadanya yang hanya terbalut dengan dalamannya itu.

“W-wae?” Sepertinya aku salah memintanya shirtless tadi, batin Chorong.

“Kau ini hamil atau tidak?” Tuk! Chorong kembali mengetuk kepala Sehun.

“YA! Kau kira aku bercanda? Aku benar benar sedang mengandung anakmu! Memangnya kenapa?”

“Tubuhmu sama sekali tidak seperti ibu ibu hamil yang membuntal…” Chorong merasakan pipinya memanas mendengar perkataan Sehun.

Sehun terus memandangi tubuh istrinya yang hanya mengenakan bra dan hotpants itu, sementara Sehun sendiri yang daritadi sudah melepaskan kaus nya…

“Kau tahu? Aku rindu ini” Sehun mengakhiri kalimatnya dengan membuat kissmark di leher Chorong. Tidak, itu daerah yang paling sensitif untuk Chorong. Mau tidak mau, suka tidak suka, Chorong mengeluarkan desahan lembut yang membuat Sehun semakin menjadi jadi.

Kau tidak boleh lebih dari ini Oh Sehun, batin Sehun sendiri.

Tapi tidak, lain dengan batinnya. Sehun menurunkan ciumannya dari leher hingga ke…dada Chorong. Tidak tidak, Sehun bahaya kalau sampai mendaratkan ciumannya di area dada Chorong, berakhir hanya mengusapkan kepalanya di dada Chorong.

Sehun menggendong sedikit tubuh Chorong dan menidurkannya di atas sofa putih itu. Melanjutkan yang tadi. Dari dada, Sehun turun ke perut yang sedikit membuncit itu, tapi tidak membuntal.

“Sehun…tahanlah, kau tahu? Kau tidak boleh lebih dari ini. Mianhe” Sehun tersenyum dan ya, dia mengakhiri pentasnya itu. Sehun mencium perut Chorong dan mengakhiri permainannya.

“Arraseo.” Ucap Sehun sambil mengacak rambut Chorong.

Sofa yang ada di ruang tengah apartment Sehun dan Chorong memang cukup luas dan besar. Hingga 2 orang bisa tidur disana..

Bruk…Sehun sekarang terampas kasar di sofa itu dengan posisi tertidur karna Chorong menarik tangannya, sama seperti Chorong. Mereka saling berhadapan. Bahkan tidak ada jarak di antara mereka.

Chorong kembali memeluk Sehun yang masih shirtless itu, dan juga dirinya yang masih hanya menggunakan bra dan hotpants itu. Sehun merasakan panas di pipinya.

“kalau seperti ini, mungkin bisa aku toleran, sarangheo oppa” Chorong mengecup pipi Sehun lembut dan tertidur di dalam dada bidang Sehun.

:—:

[5 YEARS LATER]

“Tolong sediakan bahan makanan yang akan dijual hari ini, karna hari ini aku tidak bisa berada di restaurant ini sebagai pemiliknya. Aku harus datang ke acara wisuda-ku. aku percayakan kalian sebagai karyawanku” ujar Kyungsoo sambil mengencangkan dasinya yang terpasang di kemeja abu-abu miliknya itu.

Ya, Kyungsoo dan yang lain hari ini akan di wisuda. Mereka –Sehun, Chorong, Kyungsoo, Baekhyun, Serin, Suho, Chanyeol dan Kai- semua sudah lulus dari kampus mereka.

Kyungsoo kini adalah seorang pemilik restaurant ternama di daerah Apgujeong dan Cheondamdong. Kyungsoo menjual makanan yang dicampur dari dalam makanan khas Asia. Itu membuatnya terkenal. Kyungsoo si pemilik restaurant.

Kyungsoo melajukan mobil sportnya dan melaju ke kampusnya secepat mungkin.

“Ini, ada laporan dari hasil penjualan tanah di daerah Busan minggu lalu yang harus bapak tanda tangani.” Suho menolak kertas itu lembut.

“Bicara padaku nanti, aku sedang sibuk, aku akan pergi untuk wisuda di kampusku. Kalau kau ingin mendapatkan tanda tanganku dengan cepat, kirimkan berkasnya melalu e-mail” karyawan Suho pun mengangguk mendengar perkataannya dan pergi meninggalkan ruangan Suho.

Sama suksesnya dengan Kyungsoo. kini, Suho memegang perusahaan milik ayahnya soal pertambangan dan memiliki perusahaan kecil sendiri. Dia hebat. Sambil kuliah, juga bisa sambil bekerja dan sekaligus menjadi CEO. Suho melajukan mobilnya menuju kampus.

“Chanyeol-ssi, Kai-ssi, tetap seperti itu…yak…tahan…Jepret! Jepret! Oke, pemotretan hari ini selesai.” Chanyeol dan Kai yang mendengar perintah dari photographer itu pun segera meninggalkan tempat pemotretan.

“Kai-yaa! Ppali! Kita sudah terlambat!” Kai mengangguk dan ikut berlari dengan Chanyeol menuju basement gedung pemotretan itu. Chanyeol dan Kai yang sudah mengganti baju mereka dengan jas formil, kini melajukan mobil mereka ke kampus, sama seperti yang lainnya.

Kai dan Chanyeol sekarang bukanlah lagi mahasiswa yang malas menyelesaikan tugas mereka. Hari ini, mereka akan lulus dan mereka mempunyai pekerjaan bersama. Yaitu, model top di korea selatan. Nama Chanyeol dan Kai berkali kali masuk ke penghargaan sebagai model terbaik untuk brand apapun. Menakjubkan.

Disisi lain di suatu apartment di daerah Cheondamdong.

“BYUN BAEKHYUN!!!!!!!!!! Urus anakmu dulu!!! Aku sedang membuat sarapan! Kau tahu? Kita sudah terlambat!!” Baekhyun yang mendengar teriakan dari Serin dengan cepat menuju dapur dan menggendong SeonJung yang telah membuat berantakan peralatan makan.

“SeonJung-aah, tidak boleh seperti itu!!! ya! kau mau eomma mu naik pitam lagi? Kau tahu? Telinga appa sudah hampir pecah mendengar teriakannya, eishhh” celoteh Baekhyun pada putri kecilnya itu. Byun SeonJung. SeonJung berumur 4 tahun sekarang.

“Oppa!!!SeonJung-aah!!! Cepat kemari, sarapannya sudah selesai” Baekhyun lagi lagi mendengar suara Serin dari dapur dan dengan cepat menuju ke dapur dengan genggaman kecil dari SeonJung yang ikut berlari. Lucu sekali.

“Kau belum memakai bedak dan lipstik mu? Cepatlah, biar aku yang suapi SeonJung, atau SeonJung akan makan sendiri hehehe” Serin menganggukan kepalanya dan melesat menuju kamarnya.

“Appa…apakah YungSoo akan datang?” Baekhyun mengangguk menjawab pertanyaan SeonJung.

“Tentu, sama sepertimu. YungSoo akan datang bersama Sehun Ahjussi dan Chorong Ahjumma.”

Disisi lain…

Oh YungSoo, ah, dia anak dari Sehun dan Chorong. YungSoo berjalan dan memasuki kamar Sehun dan Chorong. Appa dan Eommanya itu masih tertidur.

“Bukankah Eomma dan Appa akan wisuda hari ini?” YungSoo menggeleng gelengkan kepalanya.

“Eomma, Appa…ini sudah jam setengah 8 pagi, kalian jadi wis…” Chorong yang tersadar akan YungSoo yang membangunkannya…

“OH SEHUN! YYA! NEO PABOYA? AAAAAAHH, PPALI! KAU MANDI BERSAMA YUNGSOO!!! Aku akan buat sarapan terlebih dahulu selama kau mandi.”

“Aku maunya mandi bersamamu” YungSoo yang mendengar perkataan Appanya itu hanya bisa menautkan alisnya, sementara Chorong dengan cepat menutup telinga YungSoo.

“Ppali, mandi bersama Appa eoh?” Sehun pun menggendong YungSoo dan menuju ke kamar mandi.

Kalau masalah terlambat, jangan ditanya lagi, keluarga Oh-lah yang merajainya. Apalagi kepala rumah tangga itu, si Oh Sehun.

:—:

“Saya akan sebutkan, 8 nama dengan lulusan dan nilai terbaik.” Rektorat kampus itu pun membuka kembali halamannya dan membuka kembali mulutnya, siap untuk mengatakan, siapa lulusan terbaik tahun ini. Apalagi, lulusan terbaik tahun ini hanya 8. Itu sedikit.

“Byun Baekhyun, Byun Serin, Do Kyungsoo, Kim Jongin, Kim JunMyeon, Oh Sehun, Oh Chorong, dan yang terakhir, Park Chanyeol.” Ya, ke-8 sahabat itu mencapai impian mereka.

Sehun, Chorong serta YungSoo pun maju ke depan panggung. Serin, Baekhyun dan SeonJung juga maju ke depan panggung membuntuti Sehun dan Chorong. Kai, Chanyeol, Kyungsoo dan Suho pun juga begitu.

Para hadirin tersenyum bahagia saat mereka berada di atas panggung dan menerima medali serta sertifikat karna merka lulusan terbaik.

Mereka mempersilahkan Suho untuk memberi pidato.

“Aku tidak ingin panjang lebar. Hanya, Terimakasih banyak, jeongmal Kamsahamnida. Dan aku mewakili para sahabatku, teriaklah bersama karna hari ini hari kelulusan kita!” semua hadirin pun bersorak senang, sama seperti ke-8 sahabat itu beserta kedua anak kecil yang ikut ada di atas panggung.

Mereka berpelukan dan mereka menangis haru serta bahagia di dalam pelukan itu.

“Kita sahabat sampai mati” ujar Kyungsoo lalu mereka kembali berpelukan di atas panggung itu.

“YA! KALIAN! Yang ber-8 itu! Lihat kemari! Dan katakan cheese! 1…2…”

“CHEESE!!!” Flash kamera itu pun mencatat akhir dari cerita mereka.

:THE END:

 

Huaaa, jujur sedih terharu banget pas nulis chapter terakhir ini. Gimana ya…aku…aku terimakasih banget buat para readers yang udah menyempatkan waktunya untuk baca ff ini. Dan aku harus jujur, inilah satu satunya ff ku yang berhasil dapetin comment lebih dari 30 comment.

Ternyata doa ku pas mau UN dikabulkan ya hahahaha.

Makasih banyak ya readers ku tersayang huhuhuhu, sedih sebenernya bikin chap 5 dan insyaAllah kalo aku diperkenankan bikin sequel atau apalah, huhuh nanti aku bikin.

Gimana jalan ceritanya? Wahh, pas bikin cerita persahabatan mereka, aku jadi pengen banget punya sahabat kaya gitu. Ah apalah tapi bener bener ini terharu. Hah yasudahlah.

Istri Sehun kali ini akan pamit…dan semoga kita bertemu lagi di ff ku selanjutnya hehehe.

Jangan lupa ya untuk comment dan juga like nya hahaha(maksa selalu).

Dan sebelum itu, mari aku mengucapkan, Selamat berpuasa bagi yang menjalankan (aku menjalankan) hehehe, semoga amal ibadah selama puasa dinilai baik sama yang diatas ya, hehehe amin, Marhaban Yaa Ramadhan readers tercinta.

Bagi yang tidak menjalankan, Have  A Nice Day, aku pamit di ff Locker Boy ini ya,

Yasudah, aku pamit yaaaa, Annyeong!!!! Saranghae!

(With Love, Rezita Alfira Rizki, 99liner)

 

-Tertanda, Istri Sehun-

 

58 pemikiran pada “Locker Boy (Chapter 5)

  1. Authoooorr~ ff nya keren (y) suka sama karakter sehun disini aaa~ so sweet *o* keep writing thor, ditunggu ff yg lainnya ^^ mian baru comment di chap terakhir thor 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s