Confusion (Chapter 15 – END)

author : kxanoppa (@berty5192) || genre : drama, family, romance, angst || casts : Kris (EXO-M), Luhan (EXO-M), Park Chanyeol (EXO-K), Kim Younghyun (OC) || rating : NC-17 || length : chaptered

A/N : ini hanya fiksi, jangan diambil serius. semua cast EXO milik Tuhan, keluarganya, dan SM ent. sisanya milik saya. ini murni hasil pemikiran saya. walaupun masih jauh dari sempurna tolong dihargai. no bash, no copy. utk kebaikan bersama, tolong perhatikan ratingnya sebelum membaca. akan ada konten dewasa di chapter-chapter tertentu dan konten njelimet mbulet membingungkan yang sulit dimengerti anak-anak😄. jangan lupa bahwa di FF ini Kris dan Chanyeol memerankan tokoh yang sama. big thanks to Jungryu14 buat posternya yang amazing!

Trailer here

 Confusion (1)

****

Chapter 15-END

 

“Detak jantungnya semakin melemah!” seru salah seorang dokter kepada dokter lain dan perawat yang ada di ruangan ICU saat itu. “Berikan defibrillator itu!” para dokter pun berusaha mengembalikan dan menstabilkan detak jantung pria tampan yang kini terbaring lemah dengan kulit pucatnya. Berulangkali mereka menggunakan alat defibrillator, namun tak kunjung membuahkan hasil yang baik. Hingga akhirnya para dokter itu menyerah dan mulai membuka masker yang menutupi sebagian wajahnya sebelum bertanya, “Kapan waktu kematiannya?” pada para perawat yang mendampingi. “29 februari 20xx. 19:04,” jawab salah seorang perawat. Tak lama kemudian salah satu dari mereka mulai menutupi wajah tampan yang kini redup itu dengan kain putih.

“Kita harus segera menghubungi pihak keluarga pasien,” ucap dokter itu sebelum meninggalkan ruangan. “Ne. Algesseumnida,” jawab seorang perawat sembari membereskan beberapa peralatan yang tadi digunakan.

Younghyun berjalan menuju dapur di apartemennya untuk mengambil segelas air. Tenggorokan yang terasa kering begitu mengganggunya. Ia baru saja hendak menuangkan air dingin ke dalam gelasnya ketika tiba-tiba gelas itu terjatuh dan pecah. Puingan gelas yang pecah tak sengaja mengenai ujung jarinya hingga mengeluarkan darah. Younghyun hanya bisa meringis menahan sakit dan menghisap darah itu sendiri. Entah mengapa perasaannya tiba-tiba tak enak dan ia merasa begitu sedih dengan sendirinya. Melihat keadaan apartemen yang lengang dan sepi; hanya ada dia sendirian, ia jadi semakin sedih. Ia teringat akan Luhan. Ia merindukan sosok itu untuk menemaninya selama di apartemen. Tak lama setelah itu, suara dering ponselnya mengejutkannya. Dengan segera ia meninggalkan puing-puing gelas di dapur dan menuju kamarnya untuk menjawab panggilan itu.

Yoboseyo,” sapa Younghyun sopan.

“Selamat malam, nona. Kami dari pihak rumah sakit menghubungi anda untuk mengabarkan berita duka,” mendengar itu tubuh Younghyun seketika melemas. Ia merasa kakinya seperti jeli yang tak kuasa berpijak menumpu berat badannya. Kepalanya pening. Jantungnya berpacu cepat dan mengeluarkan keringat dingin yang berlebihan. Tidak, Younghyun tidak siap dengan berita duka apapun. Tolong, jangan katakan apapun. Itulah yang Younghyun pikirkan saat itu. Tenggorokannya semakin sakit dan airmata meluncur begitu saja, membuatnya susah untuk bernapas dengan benar.

“Pasien atas nama Luhan—dinyatakan meninggal dunia malam ini tepat pukul 19:04. Kami harap pihak keluarganya bisa segera datang—“ belum selesai penjelasan perawat itu, Younghyun sudah menjatuhkan ponselnya begitu saja. Ia tak kuat lagi dan menangis keras saat itu juga. Ia terduduk di lantai kamarnya dan menenggelamkan wajahnya diantara kakinya yang ditekuk. Hatinya sakit sekali. Ia tak mengira bahwa Luhan akan meninggalkannya secepat itu, dan semua itu karena dirinya. Meskipun ia tak mencintai pria itu, hati kecilnya mengatakan bahwa ia selalu peduli dan menyayangi pria itu—jauh lebih seperti seorang saudara.

Dan malam itu, keheningan apartemennya hanya terisi oleh suara isakan tangisnya yang begitu memilukan.

[Dua minggu kemudian]

Waktu dua minggu belum cukup bagi mereka semua untuk bisa merelakan kepergian Luhan dengan ikhlas. Younghyun masih begitu terpukul. Begitupun tuan dan nyonya Xi, tuan dan nyonya Kim, dan juga Kris sendiri. Ia tak mengira bahwa hari dimana ia mengunjungi Luhan adalah hari terakhirnya bisa bertemu dengan pria manis itu. Tapi Kris sama sekali tidak menyesal, karena setidaknya ia sudah meninggalkan kenangan yang baik bagi Luhan di saat-saat terakhirnya.

Di depan makam Luhan, Younghyun meletakkan beberapa rangkaian bunga sebagai bentuk penghormatan sambil sesekali menyeka airmatanya. Di sampingnya, Kris dengan setia mendampinginya. Dalam hatinya, Kris berjanji bahwa ia akan menjaga Younghyun dengan baik agar Luhan tidak kecewa.

“Hyun-ah, hari semakin panas. Tidakkah sebaiknya kau pulang dan beristirahat? Wajahmu terlihat lelah,” tanya nyonya Kim khawatir. “Ne, eomma. Tapi aku masih ingin di sini sebentar lagi. Kalian kembalilah lebih dulu,” balas Younghyun.

“Aku akan mengantarkannya kembali segera setelah ia selesai, nyonya,” timpal Kris meyakinkan. Nyonya Kim yang mendengar itupun hanya menurut. Ia bersama dengan tuan Kim pergi meninggalkan area pemakaman lebih dulu.

Tak selang berapa lama setelah kepergian tuan dan nyonya Kim, tuan dan nyonya Xi menyusul untuk berziarah. “Eommonim, abeonim,” sapa Younghyun sopan. Nyonya Xi langsung memeluk Younghyun dengan mata yang basah karena airmata, sebelum akhirnya tatapan nyonya Xi bertemu dengan Kris dan Kris langsung menundukkan wajahnya.

“Kris—“ nyonya Xi berusaha mendekati putranya itu dan kali ini Kris sama sekali tak menghindarinya. Kris mengangkat wajahnya kemudian memeluk ibunya itu erat “Eomma. Nan—bogoshiposseo,” ucapnya tulus.

Meskipun berat, mereka semua tetap berusaha menjalani kehidupan mereka seperti biasanya dan menghilangkan segala kesedihan mereka dengan menyibukkan diri masing-masing. Pekerjaan kembali menunggu, deadline kembali mengejar, dan mereka tidak bisa hanya tenggelam dalam kesedihan dan berdiam diri. Kepergian Luhan juga meninggalkan duka tersendiri bagi para pejabat dan staf perusahaan. Setelah kepergian Luhan, posisi direktur kini ditempati oleh Kris dan semua pihak telah menyetujuinya karena kemampuan Kris yang tidak kalah baik dengan Luhan. Meskipun mereka semua berusaha untuk melupakan apa yang telah berlalu, bukan berarti mereka tidak menjadikannya sebuah kenangan yang berarti. Luhan tetap menjadi bagian penting dalam hidup mereka.

Beberapa bulan berlalu, dan kandungan Younghyun semakin membesar. Nyonya Kim dan nyonya Xi yang tadinya mengira bahwa anak itu adalah anak Luhan, kini telah mengetahui fakta yang sebenarnya. Mereka pun tidak mempermasalahkan hal tersebut karena bagaimanapun, Kris adalah anak kandung nyonya Xi dan tetap merupakan bagian dari keluarga Xi meskipun secara tidak langsung. Begitupun dengan tuan dan nyonya Kim, yang sudah mengetahui sejak awal bahwa mereka berdua memang saling mencintai satu sama lain. Kisah cinta dan perjuangan Kris-Younghyun justru menjadi kisah yang menginspirasi bagi mereka semua.

Meski dengan perut yang sudah mulai membesar, Younghyun tetap aktif dalam kegiatan perusahaan. Kris telah memperingatkannya untuk beristirahat saja dan berhati-hati namun Younghyun tak pernah benar-benar mendengarkan. Saat itu, Younghyun datang ke ruangan Kris untuk sekedar melihat keadaan calon suaminya dan bagaimana pekerjaannya berjalan. Namun Kris justru meninggalkan segala berkas di mejanya dan berjalan mendekati calon istrinya itu.

Kris menarik Younghyun untuk bisa menciumnya, namun perut Younghyun yang besar cukup menghalanginya.

“Tch, apa aku harus menahan keinginan untuk menciummu sampai bayi kita keluar?” ujar Kris sebal. Younghyun yang melihat ekspresi kesal Kris hanya terkekeh. “Siapa bilang?” dengan gerakan cepat, Younghyun menarik dasi yang Kris kenakan dan ia berhasil menyapukan bibirnya di atas bibir pria itu.

“Berhenti bersikap macam-macam, jika tidak ingin bayi kita menjadi mesum sepertimu,” ujar Younghyun sambil mengerling nakal. Kris hanya tersenyum, sebelum akhirnya menarik Younghyun kembali dan berhasil mencium bibir wanitanya dengan mesra. Ia melumat bibir itu hingga Younghyun mulai kehabisan napas dan berusaha melepaskan diri.

“Hentikan, Kris! Bagaimana kalau ada yang masuk dan meli—“ belum selesai Younghyun berbicara, Kris sudah menciumnya lagi. Lebih dalam, dan mulai memainkan lidahnya. Tangan Younghyun yang tadinya berada di dada Kris, kini beralih melingkar di leher pria itu. Mereka menikmati ciuman itu seakan tak peduli pada lingkungan sekitarnya. Mereka melepaskan pautan itu dan mulai terengah untuk mengambil napas. Sesekali mereka akan saling pandang dan terkekeh.

“Berhenti sebelum aku menginginkan lebih, Kris,” ucap Younghyun dengan suara serak yang terdengar seksi dan membuat Kris semakin tergoda. Pria itu mencium leher jenjang Younghyun dan membuat Younghyun terkekeh geli.

“Itulah yang kuinginkan, sayang. Sesuatu yang lebih,” balas Kris dengan tatapan seduktif. Younghyun memukul dada Kris pelan.

“Apa satu belum cukup?” tanya Younghyun sambil menunjuk perutnya.

Geureom! Bukankah sudah kubilang kalau aku ingin anak yang banyak?”

Mwo?!” Younghyun membelalakkan matanya tak terima, ketika Kris justru semakin menggodanya dengan mencium perut wanita itu.

Annyeong, uri aegi. Kau tidak keberatan kan kalau appa dan eomma membuatkanmu banyak adik?” ujarnya sambil mengerling nakal ke arah Younghyun. Wanita itu masih membelalakkan matanya tak percaya.

“Berhenti meracuni otak anakku dengan pikiran kotormu itu—“ seru Younghyun yang lagi-lagi harus terhenti tiba-tiba ketika Kris membungkamnya dengan bibirnya. Ciuman yang lebih lembut dan penuh perasaan.

Saranghae, Hyun-ah. Aku tidak sabar untuk segera menikahimu,” ucap Kris tulus, yang membuat Younghyun tersentuh. “Ne, nado,” balasnya lalu tersenyum, sebelum ciuman itu kembali berlanjut dan kian menuntut.

“Permisi, sajang—nim—“ seorang pria dengan setelan jas rapi yang sangat kontras dengan kulit pucatnya harus berdiri mematung dan menghentikan kalimatnya saat dilihatnya Kris dan Younghyun yang tengah berciuman mesra di ruangan itu. Younghyun yang segera tersadar langsung mendorong Kris hingga ciuman mereka terlepas dan Kris begitu terkejut mendapati sekretarisnya sudah berada di sana.

“Oh—Yixing! Apa kau sudah makan siang?” tanya Kris basa-basi dengan asal, kemudian berjalan kembali ke mejanya sambil membetulkan setelannya. “Ah—pekerjaan hari ini benar-benar membuatku stres,” lanjutnya stay cool, yang membuat Younghyun tak bisa menahan kekehannya. Sedangkan Yixing, ia masih membelalakkan matanya dengan ekspresi yang begitu tegang dan membuat suasana begitu awkward.

Sebelum meninggalkan ruangan itu, Younghyun menepuk pundak Yixing seraya berkata, “Kau sudah melakukan tugasmu dengan baik,” lalu mengedipkan salah satu matanya yang membuat Yixing hanya bisa mengernyitkan keningnya heran. “Mungkin akan lebih baik kalau aku ambil cuti dan berlibur sejenak,” pikir Yixing. Sepertinya segala urusan dan hal yang terjadi di perusahaan benar-benar membuat pria berlesung pipi itu hampir gila.

[END]

Finally~~~~~~~ ff panjang ini selesai juga. Terimakasih buanyakk buat kalian para readers yang udah mau baca dan ngikutin ff njelimet ini dengan setia dan sabar. Huaaaaaa jadi terharu T^T

Maafkan bila ada salah-salah kata. Maafkan juga kalau endingnya masih belum sesuai harapan kalian. Emang dari awal aku niatnya bikin Kris-Hyun couple bersatu kembali hehehehe~~ Ff ini murni untuk hiburan semata jadi jangan terlalu di ambil hati yaaa ^_^

Saya juga mau sekalian minta dukungan dan doanya untuk skripsi saya T^T supaya bisa lancar dan lulus tahun ini, AMINNNN /tangan diraupin muka/😄

Sekali lagi makasih buat para readers kece di sini. Peluk ciumku untukmu MUAAAAHHHH~~~

Jangan lupa komen bin tanggapannya ya! Awas aja sampe ga ada jejak, urusan lu ma gue ntar😄

BYE BYE, SEE YOU AGAIN \^U^/

38 thoughts on “Confusion (Chapter 15 – END)

  1. Luhan oppaaaaa T_T … Daripada elu mati mending buat gua …
    Keren bangeett thor, biarpun endingnya aku gak rela Luhan mati, tapi yaudahlah
    Keep writing ya thor, ditunggu ff” author yang lainnya

  2. Huwaaaaaaa keren banget thor🙂 buat Lulu semoga tenang dialamnya yah😮😀
    Buat Kris Hyun selamat yah😀
    Maaf, baru sempet comment dichapter terakhir🙂 jaringannya lemot terus😀

  3. yey udah End ada Sequel ga author (??)
    akhirnya mereka bersatu juga walau dulu badai merjang mereka #Chukae🙂😳
    luhan ga meninggalkan author luhan cuman pergi kerumah kog !!!#lol
    ffnya keren😀😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s