The Red Tear Gun and The Doll’s Eye (Chapter 2)

TRTGATDE Poster

 

The Red Tear Gun And The Doll’s Eye (Chapter 2)

Title: The Red Tear Gun And The Doll’s Eye (Chapter 2)

Author: tigeryongguk

Co-author: rapperdobi

Genre: Angst, Fantasy, Romance, School-life

Rating: PG-15

Length: Multichapter

Cast: Kai, Mina, EXO’s members etc.

***

“Yo.” Kai ber-tos dengan 11 lelaki lainnya di markas mereka.

“Kau siap, kawan?” Lay membuka laptopnya dan Kai duduk di sofa yang nyaman disebelahnya. Dia menganggukan kepalanya.

Okay guys. Ayo kita bongkar cerita ‘Romeo De Montague and Juliet De Capulet’”. Kris adalah penggemar Shakespeare, berbicara dua nama dari cerita fiksi yang terkenal dengan aksen yang sempurna. 

“Diamlah.” Luhan memutar matanya merasa terganggu padanya, mendapatkan tatapan tajam dari Kris.

Okay guys. Tutup mulut kalian. Kita akan bongkar datanya.” Lay memberitahu mereka sambil terus berkutat dengan laptopnya.

“Ini sangat menegangkan.” Tao gemetar di sebelah Kai.

“Kita sudah masuk.” Luhan yang membantu Lay sambil terus melihat ke arah monitor.

Keyword.” kata Lay dan Kai segera menjawab.

“Coba, Jeon.”

“Terlalu banyak. Mungkin bahkan yang sudah kuno pun ada disini.” kata Suho. Dia juga melihat ke arah monitor dari belakang Lay.

“Jeon Hoseok.” kata Kris memberi usul dan Lay mengetikan usulnya.

“Oh tidak. Mereka ada lebih dari 100. Kita tidak mungkin melihat mereka satu per satu.” kata Lay lagi.

“Ini mungkin membantu. Ilmuwan gila.” Chen menjentikan jarinya dan Lay dengan cepat mengetiknya.

“Berhasil.” Lay tersenyum penuh kemenangan dan meng-klik link profile Jeon Hoseok. Ada password untuk membukanya. Lay dengan cepat mengetik password yang benar.

“Bagaimana kau tahu-“

“Aku melihat ayahku menulis password untuk data orang ini.” kata Lay. Dia men-scroll kebawah untuk melihat hubungan keluarganya.

“Ini dia! Jeon Mina.” Suho melihat nama yang familiar dengannya.

Print datanya!” Chanyeol berkata dengan tidak sabar karena dia sangat penasaran dengan latar belakang si heiress misterius.

Lay meng-klik tombol print dan keluar dari situs itu sebelum mematikan laptopnya dengan nafas berat.

“Kita benar-benar melakukannya.” kata Sehun dan terlihat ketakutan dengan apa yang sudah mereka lakukan.

“Kai? Mungkin kau harus melihat ini.” Chanyeol yang memegang hasil print nya mebelalakan matanya tidak percaya.

“Apa? Kenapa-“ dia tadinya ingin mengambil kertas itu sebelum Suho mengambilnya dan membacakannya dengan keras.

Name: Jeon Mina.

English Name: Ava Fiamatta.

Birth date: June 10th, 1992

Siblings: None.

Physical Appearance: Pale skin, natural double eyelids, pink plump lips, grey orbs, brown wavy waist-length hair.

Background: She was the only daughter of the Jeon’s family. She was kind, lovely, adoreable and bubbly. She studied in the Seoul International Academy Elementary School.

“Hanya itu?” kata Baekhyun tidak percaya.

“Tidak mungkin! Seharusnya tidak seperti ini. Ini seharusnya lebih panjang dan menjelaskan semua tentang dirinya! Bahkan tidak ada nama sekolah SMP dan SMA nya. Ataupun alamat rumahnya.” kata Lay sambil mengambil kasar kertas itu dari tangan Suho.

“Seseorang sudah mengubah datanya.” kata Xiumin mengambil kesimpulan.

“Mungkin itu benar. Xiumin benar.” kata Kris sambil berjalan membentuk lingkaran.

“Jika ada seseorang yang mengubah datanya..” Suho menggantungkan kalimatnya.

“Itu pasti..” Luhan terkesiap dengan seseorang yang dia pikir mengubah datanya.

“Jeon Hoseok.” Kai mengambil kertas itu dari Lay dan meremasnya hingga menjadi bola kertas dengan emosi yang memuncak dalam dirinya.

***

“Kai.” Gadis itu menghela nafas.

“Kim Jongin.” Gadis itu memegang bingkai foto yang terpajang di meja belajarnya.

Dia hampir menangis setiap kali mendengar namanya. Setiap kali melihat foto mereka berdua.

Setiap kali.

Dia mendengar suara getar handphone nya di meja. Dia melihat nama yang tertampak di layar. “Hoya – Si Pelindung”.

Dia menekan tombol hijau dan menaruh handphone nya di telinganya.

Heiress.” suara di seberang sana menghela nafas.

“Hoya, kau punya sesuatu yang akan kau beritahu padaku?” dia bertanya dengan nada tenang.

“Maaf mengganggumu, heiress. Tapi ini penting.” kata Hoya dengan nada panik.

“Apa itu?” tanya nya pada Hoya. Hoya tidak pernah sepanik ini seumur hidupnya, bahkan ketika situasinya sangat berbahaya.

“Seseorang sudah melihat biodatamu. Hari ini, jam 21.23.” katanya mendengus. Mina membelalakan matanya karena perkataan Hoya.

“Oh tidak. Cari orang itu, Hoya. Dan tangkap mereka. Jika mereka men-print datanya, rebut datanya.” katanya sebelum menutup teleponnya.

“Oh tidak. Apa yang harus kulakukan? Jika mereka mengetahui itu.. mereka akan panik.“ dia menaruh jarinya di bibirnya dan terduduk lemas dikasur.

***

3 mobil sports, satu hitam, satu merah, satu biru masuk ke dalam akademi. Para gadis menjerit dengan penampilan mereka pagi ini.. Sungjong yang jalan turun ke koridor lantai dua melihat mobil sports yang familiar. Dia melihat kebawah dengan mata tajam. Tatapannya menusuk melihat dua belas laki-laki turun dari mobil mewah mereka.

“Kau berbohong.” seorang guru dengan kacamata dan jas putih berhenti di belakang dia.

“Pada siapa?” tanya nya pada guru itu.

Heiress.” Guru itu melihat ke arah lelaki itu. Dan lelaki itu memutar badannya menghadap pada guru itu.

“Sunggyu, kita tidak bisa. Itu adalah perintah.” dia memutar badannya dan berjalan menjauh dari koridor sebelum menghilang masuk ke dalam kelasnya.

***

Heiress.” Seorang anak kutu buku membungkuk padanya di lorong yang kosong ketika mereka tidak sengaja bertubrukan satu sama lain.

“Selamat pagi Mr. Lee.” dia menganggukan kepalanya dan jalan menjauh. Lee Sungyeol menyeringai kepadanya dan memberinya playful kiss dari belakang Mina.

“Berhenti melakkukan itu, Sungyeol.” dia berbisik yang hanya terdengar olehnya, sebelum menghilang selanjutnya.

Dia berjalan menuju ke area SMA, setelah Kepala Sekolah Huang menyuruh dia untuk datang ke kantornya untuk mendiskusikan sesuatu.

Saat dia masuk ke dalam kelas, semua orang kecuali perempuan, memutar kepala mereka ke arahnya dan melihatnya dengan kagum.

Chanyeol berjalan ke arahnya dan menawarkan tangannya.

“Biarkan aku mengantarmu ke tempat dudukmu, Princess.” kata Chanyeol sambil mengedipkan matanya. Mina hanya menyeringai dan dengan rela menolak tawarannya.

“Maaf, Mr. Park. Aku bisa berjalan sendiri.” katanya dan hanya berjalan melewati Chanyeol, membuat sahabatnya, yaitu Luhan dan D.O tertawa di meja mereka.

“Sangat lucu kawan.” dia bergumam pada mereka dan memukul perut mereka dengan sikut mereka.

“Kau ditolak~ Kau ditolak~” mereka menyanyi mengejek padan Chanyeol, sebelum tertawa lagi sambil berguling-guling di lantai.

Mina berpikir mereka sangat lucu dan ingin tertawa, tapi kau ingat kau tidak bisa. Bukan karena dia lupa caranya tertawa, tapi karena dia tidak ingin. Karena, sesuatu yang terjadi dulu akan teringat kembail, dan akan menghantuinya selama setahun.

Chanyeol duduk di depanmu dan punggungnya bersandar pada dinding di sebelahnya. Dia melihat ke arah Mina lagi. Dan Mina membalas tatapannya.

“Suatu terima kasih tidak akan menyakitkan.” katanya sambil mengganti pandangannya ke arah lain.

“Apa?” kata Mina bingung dan Chanyeol menatapnya lagi.

“Aku melakukan ini untukmu. Jadi kau tidak perlu berjinjit dari tempat dudukmu untuk melihat ke arah papan tulis.” katanya lalu memberinya playful smirk.

“Oh.. terima kasih.” Mina bergumam. Chanyeol menganggukan kepalanya dan melihat kembali ke arah pintu geser menunggu guru datang.

***

“Hei Kai. Apa yang kau lamunkan?” Kris memukul kepala sahabatnya dari belakang.

“Tidak, aku hanya-kau tahu.. merindukan dirinya.” katanya jujur sambil memegang tengkuknya.

“Tentu kau merindukanmu. Dia seperti setengah hidupmu.” kata Kris, dengan sindiran di nada bicaranya.

“Aku hanya berharap dapat mencicipi bibir-“ perkataan Kai dipotong ketika ada hantaman di mejanya dari sebelahnya.

“APA KATAMU?!” Lay berdiri di samping Kai dengan kedua tangannya di atas meja.

Lay melihat ke sekelilingnya. Satu kelas melihatnya dengan tatapan bingung dan terganggu. Dia membungkuk dan segera bergumam meminta maaf pada mereka sebelum duduk kembali.

“Kau mencium GADIS KECIL BERUMUR 7 TAHUN saat kau masih BOCAH BERUMUR 7 TAHUN. Apa yang ada di pikiranmu?!” Lay mendesis padanya, menekankan kata ‘berumur 7 tahun’.

“Santai kawan. Saat itu- Euhh- Bagaimana cara mengatakan ini-“ Kai menjadi lebih gugup dan melihat ke arah Lay dengan senyuman canggungnya sementara Lay memberikan tatapan ‘kau-sangat-mengganggu-pergi-dari-hadapanku-sebelum-aku-menendangmu‘.

“Kai, ceritakan saja.” kata Kris lagi membuat wajah Kai berubah menjadi merah.

“Saat itu sedang musim panas..”

 

Flashback On

Saat itu sedang musim panas. Kai kecil dan Mina kecil sedang bermain bersama di kamar Kai. Pintu kamarnya terbuka lebar, memperlihatkan pemandangan lantai dua dengan dengan arsitektur yang luar biasa dari rumah itu.

“Kai.” Ibunya muncul dari belakang dinding.

“Ya, Bu?” kata Kai. Selalu terlihat cerah..

“Ayahmu akan pergi sekarang. Ucapkan dia, sampai jumpa.” Ayahnya melambaikan tangannya dari belakang Ibunya. Mengenakan pakaian bernuansa hitam seperti biasanya.

“Awwh, secepat itu?” senyumannya berubah menjadi cemberut.

Sorry baby boy. Tapi ada pekerjaan yang harus Ayah lakukan. Ayah berjanji akan membelikanmu mainan Transformers yang baru saat Ayah pulang.” kata Ayahnya, mengacak rambut anaknya yang lembut dan anak itu tersenyum senang saat mendengar kata ‘Transformers’.

“Benarkah, Ayah? Aku ingin Bumblebee lagi!” kata anaknya merentangkan anaknya dan senyuman lucu terbuat oleh bibirnya.

Okay, Berjanjilah pada Ayah, kau akan melindungi Ibu?” Ayahnya memberikan kelingkingnya.

“Tapi aku ingin melindungi Mina juga!” kata anaknya dengan polosnya.

Okay, janji kelingking?” kata Ayahnya menawarkan kelingkingnya lagi dan Anaknya melingkarkan kelingkingnya pada kelingking Ayahnya.

“Aku berjanji. Safe flight, Daddy.” dia mencium pipi ayahnya dan melambai padanya.

“Aku pergi. Sampai jumpa Kai, kau juga Mina.” Yoongi melambai pada anak-anak dan mereka melambai balik padanya.

Safe flight, uncle.” kata Mina dan melambai padanya sambil memegang satu lego Kai.

“Jaga Kai baik-baik saat aku tidak ada disini, okay?” kata Yoongi pada istrinya.

“Aku akan menjaganya.” Istrinya mengangguk dan Yoongi mencium bibir istrinya dengan cepat. Kai diam-diam melihat mereka menatap tindakan Ayahnya dengan tatapan bingung.

“Ibu, kenapa Ayah menyentuh bibirmu dengan miliknya?” tanya Kai dengan polosnya.

My little cry baby, kau masih terlalu kecil untuk mengetahuinya.” Ibunya tertawa melihatnya.

“Ibu~ beritahu aku.” dia merengek pada Ibunya.

“Itu disebut ciuman. Dan kau hanya melakukannya dengan orang yang paling kau cintai.” Ibunya mencubit hidungnya dan tersenyum.

“Yang paling aku cintai? Lalu.. aku bisa mencium Mina?” tanya Kai dengan polosnya lagi. Ibunya terlihat bingung dengan kepolosan anaknya.

“Saat kau sudah tumbuh dewasa, kau bisa melakukannya.” kata Ibunya sebelum meninggalkan dia dengan sahabatnya lagi.

“Mina.” Gadis kecil itu menolehkan kepalanya kepada bocah itu. Tapi dengan sengaja Kai menyentuh bibirnya pada bibir gadis itu.

“Oh..” Kai tersipu malu dan mencoba menyembunyikan wajahnya, sementara Mina melihat ke arahnya dengan wajah bingungnya.

 

Flashback End

“Kau adalah orang terbodoh yang aku pernah tahu.” Lay mendengus dan menyembunyikan wajahnya dengan telapak tangannya.

“Oh, ayolah. Aku hanya anak kecil.” Kai mengerang kepadanya.

Well wow Kai. Fuck you for having your first kiss before me, you cocky bastard.” Kris menyeringai dan memukul pundak sahabatnya itu.

Thanks jerk.” kata Kai membalas dan tertawa.

***

Mina’s POV

Jam pelajaran ke-enam, Biologi. Demi Tuhan, aku tidak mengerti tentang apa yang Mr. Lim katakan. Aku hanya melihat ke papan tulis dan hanya menulis di buku catatanku untuk belajar ulang sampai di rumah. Teman sebangkuku, yang merupakan orang China, bernama Luhan, sedang membuka-mengunci handphone nya berkali-kali. Si Giant , bermain cookie run di handphonenya dengan suara yang dikecilkan. Sementara si mata besar, D.O sedang tertidur di mejanya. Aku memutar mataku melihat pemandangan yang membosankan sebelum aku mengambil buku novelku dari tas.

“Apa itu?” tanya Luhan.

The maze runner.” aku menjawabnya bahasa Inggris yang fasih.

“Oh, okay.” katanya bosan sebelum menatap handphone nya lagi.

Chanyeol melihatku dengan curiga. Tatapannya seperti mengejekku. Awalnya aku tidak peduli. Tapi semakin lama, itu semakin menggangguku.

“Apa?” tanyaku padanya.

“Matamu.” katanya, menunjuk mata kananku.

“Jika kau akan bertanya padaku mengapa aku memakain penutup mata, aku tidak akan menjawab pertanyaanmu.” kataku melihat ke arahnya dengan tatapan bosan.

“Mengapa?”

“Aku tidak mau terbawa masa lalu.” kataku mendesah sebelum menutup novelku.

“Ya Tuhan, itu semakin membuatku ingin tahu.” dia mengerang frustasi.

“Apa? Mengapa?”

“Namamu. Itu sama seperti nama cinta pertama dan terakhir sahabatku. Dia tidak bisa berhenti berbicara tentang ‘Jeon Mina’. Itu sangat mengganggu.” dia memutar matanya.

“Siapa nama sahabatmu?” aku bertanya padanya.

Ada keheningan antara kami meskipun ada guru dan murid yang berbicara. Dia memecah keheningan di antara kami sebelum dia mengatakan sesuatu yang membuat hatiku serasa jatuh ke perutku.

“Kai. Kim Jongin.”

 

-TBC-

Iklan

16 pemikiran pada “The Red Tear Gun and The Doll’s Eye (Chapter 2)

  1. Keren thor 😉
    Next, penasaran…
    Kalo Mina sm Kai ketemu, mereka bakal bersatu (astaga bahasanya aneh bgt ._.), atau malah muncul konflik baru??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s