CLOISONNE CROWN: THE FIRST ENDING

DISCLAIMER:

This is a work of fan fiction using characters from EXO owned by SM ENT., KOREA.

I do not claim any ownership over them or the world of EXO.

The story is my own imagination, and it is not purported to be part of  EXO real life. This story is for entertainment only and I am not profiting financially from the creation and publication of this story.

cloissoncrown-violetkecil

Cloisonne Crown: The First Ending

Pria itu membetulkan letak jasnya dengan ragu. Dalam jarak beberapa meter, ia bisa melihat riuhnya para wartawan, kameraman, dan fotografer yang berdesak-desakkan mencari spot yang tepat. Puluhan kamera terpasang pada barisan paling depan. Pihak keamanan tidak henti-hentinya menghardik tingkah para awak media yang berebut ingin duduk di depan. Mereka tidak sabar mendengar pernyataan dari tokoh paling fenomenal sepanjang tahun ini. Konferensi pers ini telah disiapkan dengan baik, keluhnya. Pria itu tersenyum kecut, entah harus senang atau sedih.

“Kau sedang menghadapi kemenangan bukan kekalahan. Jadi bersikaplah seperti yang seharusnya. Nikmatilah kekuasaan yang kini berada di tanganmu.”

Seorang laki-laki paruh baya menepuk bahunya. Ia berbicara sambil ikut memandang kerumunan jurnalis di depannya. Pemuda itu menoleh sedikit, memaksakan diri untuk tersenyum pada pria yang turut memperjuangkan ambisinya pada Cloisonne.

“Terimakasih, Park Shi. Kau telah banyak membantuku.”

Pria itu melangkahkan kakinya menuju podium. Sekretaris Perusahaan dan Direktur Komunikasi telah menunggunya. Kilatan blitz kamera tak henti-hentinya menyoroti pemuda itu. Memakai setelan jas abu-abu, kemeja putih dan dasi yang senada, penampilan Oh Sehun mampu menghipnotis ratusan orang yang ada di ruang pertemuan perusahaannya. Para wanita memuja, para pria terkesima. Dialah sosok yang paling sering dibicarakan selama beberapa tahun terakhir ini.

Tak ada yang mengenal siapa Oh Sehun sebelumnya, tapi selama tiga tahun terakhir, Sehun Corp telah banyak mengakuisisi perusahaan-perusahaan besar yang bermasalah dan hampir kolaps. Beberapa yang tidak berpihak padanya mengatakan Sehun telah melakukan serangkaian perbuatan licik sehingga menyebabkan perusahaan-perusahaan itu bangkrut dan dengan harga murah Sehun membelinya. Tapi tuduhan itu sampai sekarang tidak pernah terbukti.

“Dengan ini saya selaku Direktur dari Sehun Corp menyatakan bahwa 55% kepemilihan saham Cloisonne Company dimiliki oleh Sehun Corp.”

Sehun berbicara lugas dan tenang seperti biasa diikuti oleh tepukan tangan membahana dari seluruh tamu yang hadir. Tidak ada yang tahu hatinya bergejolak ketika mengatakannya.

“Mengingat sejarah pendirian Cloisonne, kami bersepakat untuk mengijinkan pemegang saham utama terdahulu Nona Park untuk memegang saham 0.5%. Hal tersebut merupakan bentuk kepedulian Sehun Corp terhadap founder Cloisonne pertama, almarhum Park Won Hun, ayah dari Nona Park.”

Selanjutnya dengan kemampuannya berdiplomasi dan sedikit berbasa-basi Sehun memberikan pujian kepada pendiri perusahaan garmen itu. Tak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada Park Ho Ji, pria separuh baya yang barusan mengingatkan akan kemenangan besar yang didapatkannya.

Dalam waktu satu jam konferensi pers itu selesai sudah. Acara ini didesain bersifat satu arah, ia tidak mengijinkan para wartawan melakukan pertanyaan langsung kepadanya. Pertanyaan sudah diajukan sebelumnya dan tim Public Relations telah memilah mana yang pantas dijawab mana yang tidak. Sehun bukannya takut dengan pertanyaan para wartawan yang cenderung menohok dan tajam. Ia hanya tidak mau mereka bertanya soal gadis itu, karena sampai kapanpun dirinya tidak akan pernah sanggup.

Beberapa media online , televisi, dan radio telah menyiarkan kabar penting itu. Cloisonne adalah legenda, perusahaan garmen dan tekstil dengan produksi dan angka penjualan terbesar di Korea bahkan seluruh Asia. Berbagai merk produksinya dalam format first dan second line hadir di setiap pusat perbelanjaan di seluruh dunia. Merk Cloisonne dan turunannya telah menjadi global brand dalam industri fashion.

Oh Sehun tersenyum pada orang-orang yang terus menyelamatinya. Senyum yang dipaksakan lebih tepatnya. Kepemilikan Cloisonne merupakan puncak karir bisnisnya tapi ia tidak begitu gembira. Sehun menyadari keberhasilannya telah merenggut kebahagiaan seseorang.

“Ia menghilang dengan rapi. Seseorang yang berpengaruh telah membantunya.”

Bisikan sekretarisnya membuat Sehun terhenyak. Tanpa banyak penjelasan, limousine hitam yang ditumpanginya kini telah berubah arah. Mobil mewah itu melesat memecah keramaian malam kota Seoul dan berhenti di sebuah rumah sederhana.

Tanpa mengetuk pintu, Sehun memasuki rumah yang tidak berlampu itu. Ia berjalan menuju sebuah kamar yang terlihat lebih terang. Pendaran cahaya lilin membuatnya dapat melihat sebuah siluet pria sedang berdiri membelakanginya.

“Aku tak menyangka kau berani juga datang menemuiku.”

Pria pemilik rumah itu sepertinya sudah mengetahui kedatangan Sehun. Ia berbicara sambil menatap jendela. Suaranya terdengar serak. “Setelah apa yang kau lakukan padanya, untuk apa kau mencarinya sampai ke sini.”

Sehun tersenyum kecut. Ia sudah menduga perlakuan buruk akan diterimanya.

“Aku tidak akan berlama-lama di tempat kumuh ini. Katakan saja di mana dia?”

“Untuk apa kau mencarinya? Kau ingin menyakitinya lagi?”

Pria misterius itu berbalik. Rahang mukanya mengeras karena marah.

“Aku masih memiliki urusan dengannya dan kau tidak perlu tahu,” jawab Sehun pendek.

“Dengar baik-baik. Ia sudah pergi jauh, dan aku menjamin kau dengan uangmu yang banyak itu tidak akan dapat menemukannya. Kau akan mati jika berusaha mencarinya. Aku tidak akan membiarkanmu membuatnya menderita lagi. Ia sudah cukup terluka karena semua ini.”

Mulut Sehun bergemeretak menahan amarah tapi ia mencoba menahan diri. Ia tahu Chanyeol pasti akan melindungi gadis itu mati-matian. Chanyeol yang selalu berpikiran logis dan penuh pertimbangan bisa menjadi sangat emosional hanya karena seorang wanita. Begitu menggelikan karena hubungan pria dan wanita bagi Sehun hanyalah masalah fisik bukan hati.

“Sekarang pulanglah tidak ada gunanya kau mencarinya. Kau telah mendapatkan yang kau inginkan. Cloisonne telah menjadi milikmu. Biarkan dia hidup dengan tenang sekarang. Kita telah memilih jalan hidup masing-masing, jalanilah seperti seharusnya dan jangan saling mengganggu.”

Sehun tertegun, Chanyeol telah menentukan takdir hidupnya.

“Chanyeol sahabatku…”

Bibir Sehun tertahan ketika mengatakannya, dulu mereka memang bersahabat tapi sekarang saling bersiteru. Perebutan Cloisonne telah membuat posisi Chanyeol berubah menjadi musuh. “Chanyeol, sebenarnya aku menyesal atas semua ini. Semua sudah terlanjur dan aku tidak bisa membalikkannya kembali. Tapi jika ada yang bisa kulakukan sekarang, akan kulakukan, aku berjanji.”

Permintaan Sehun membuat nada suara Chanyeol melunak. “Jika kau sedang berusaha memanipulasi perasaanku untuk membantumu, kau gagal Sehun. Kekuasaanmu atas Cloisonne sekarang adalah bukti bahwa kau tidak menyesal sama sekali.”

“Aku akan mengembalikan Cloisonne jika memang harus begitu.”

Chanyeol meringis, terlambat Sehun, korban telah berjatuhan karena ambisimu.

“Aku melakukan kesalahan, aku akui.”

Perlukah Sehun mengatakan pada Chanyeol, betapa hatinya juga terluka. Kemenangan ini menyisakan kesedihan dan kehilangan. Sahabat terbaik telah berbalik menentangnya dan gadis itu raib begitu saja. Cloisonne dan Chanyeol telah bersekutu dan itu membuat batinnya sakit. Gadis itu kini dalam perlindungan Chanyeol dan entah kenapa ia merasa api cemburu sedang membakar hatinya. Di lain pihak ia merasa begitu hampa. Menghilangnya Cloisonne telah membuat jiwanya sesak. Seseorang telah berhasil mengisi ruang hatinya tapi ia malah menghempaskannya.

Cloisonne, aku merindukanmu, Sehun mendesis. Ia tersentak karena ucapannya sendiri. Apakah itu artinya ia telah jatuh cinta pada musuhnya sendiri? Cloisonne Park, ahli waris tunggal Cloisonne Company yang telah ia singkirkan dengan mudah. Tidak mungkin! Ini pasti hanya karena perasaan bersalah yang begitu besar.

Tidak ada yang bisa ia dapatkan dari Chanyeol. Pemuda itu teguh merahasiakan keberadaan Cloisonne. Tapi ia yakin Chanyeol akan mengunjungi gadis itu pada suatu waktu. Sehun telah menempatkan mata-mata untuk membuntutinya. Mungkin ia harus sedikit bersabar dan ia akan menunggu saat itu tiba.

TO BE CONTINUED

AUTHOR’S NOTE:

This story is written by following a novel common rules. I didn’t put cast, genre, or whatever stuffs supposed to be included in a fan fiction. But I will state clearly in the title if the story is prohibited for the age under 17.
I will respect for all readers who left comments here. I apologize for cannot replying your comments due to my working activities but your comments/ inputs/ so on are important for me.
For those who like to copy this story, please reblogged. I hope you understand. Thank you very much. Love youuu

38 thoughts on “CLOISONNE CROWN: THE FIRST ENDING

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s