You Can See Me, Right..? (Chapter 5 – END)

 fjkdfj

Title                       : You Can See Me, Right..?

Author                  : Zhang Wen Qian

Length                  : Chapteres-End

Genre                   : Friendship, Mystery (maybe),  School Life (bit) , Romance (bit/maybe),  Sad (bit/maybe)

Main Cast           : Kim Jongin (Kai), Jung Eunji, Byun Baekhyun

Other Cast          : Kim Namjoo, Sohn Naeun, etc

 

–You Can See Me, Right..?—[Chapter 5-End]

 

(Before Part 4)

 

“aku dibawa kesini, aku bersama oppa-ku dibawa kesini..” jawab Namjoo.

 

“di gubuk itu..?” Kai mencoba memastikan.

 

“ne, aku dibunuh disitu..” jawab Namjoo lagi.

 

“Kai lihatlah itu, dia keluar dari situ..” kata Baekhyun yang membuat Kai mengalihakan pandangannya kearah yang Baekhyun tunjuk.

 

Tiba-tiba Kai merogoh kantung celananya, handphone Kai berdering. Ternyata ada sebuah pesan yang masuk.

 

From :

‘oppa, ini aku Naeun. Aku sudah tertangkap, Namri dan ibunya yang membunuh Namjoo. Aku juga sudah hampir dibunuh olehnya, oppa cepatlah kesini..’

 

“wae..? nugu..?” Tanya Baekhyun yang melihat ekspresi Kai berubah.

 

“Naeun sudah tertangkap..” jawab Kai dengan tatapan yang masih ke handphone-nya.

 

“mwo..? aish, aku sudah sangat marah..” kata Baekhyun dengan nada kemarahan yang kental.

 

Baekhyun lalu melepaskan sabuk pengamannya dengan kesal.

 

“eodiga..?” Tanya Kai langsung.

 

“tentu saja meneyelamatkan Eunji, lalu kita langsung menyelematkan Naeun..” kata Baekhyun.

 

Baekhyun lalu ingin membuka pintu mobilnya tapi langsung ditahan Kai.

 

“kita tunggu dia pergi dulu..” kata Kai menatap Baekhyun.

 

“tapi, bagaimana…” perkataan Baekhyun dipotong oleh Kai.

 

“mereka sudah mau pergi..” Kai melihat kearah luar mobil diikuti Baekhyun.

 

Terlihat mobil itu menyalakan mesin mobilnya terlihat dari lampu yang menerangi sebagian arah depan mobil. Tak lama mobil itu langsung menancap gasnya. Kai dan Baekhyun lalu melihat mobil itu berjalan, setelah jauh dari lokasi mereka Kai dan Baekhyun pun memulai aksinya.

 

“kajja, jigeum..” Kai lalu melepaskan sabuk pengamannya.

 

Baekhyun lalu membuka pintu mereka secara bersamaan. Sedangkan Kai, setelah menginjak tanah yang berada diluar mobi Kai kembali memasukkan kepalanya dan melihat Namjoo.

 

“kau tunggu disini, oppa akan kembali..” kata Kai tulus.

 

Setelah itu Kai langsung menutup pintu mobilnya. Kai dan Baekhyun lalu saling berhadapan satu sama lain. Mereka berdua menganggukkan kepala mereka secara bersamaan tanda bahwa ini baru dimulai.

 

Kai dan Baekhyun langsung berlari naik keatas tempat gubuk itu berada. Gubuk itu memang terletak diatas tanah yang lebih tinggi seperti bukit. Terlihat beberapa orang namja sedang berjaga didepan pintu tersebut.

 

Baekhyun dan Kai langsung memukul orang-orang tersebut. Beberapa namja itu pun membalas pukulan dari Kai dan juga Baekhyun dan terjadilah perkelahian.

 

Baekhyun menendang namja itu hingga terbentur keras ke dinding gubuk tersebut. Sedangkai Kai terus melayangkan tinjunya ke namja yang postur tubuhnya lebih besar dari Kai. Setelah namja-namja itu tidak sadarkan diri Kai langsung menendang pintu gubuk tersebut hingga terhempas jauh.

 

Kai dan Baekhyun melihat Eunji sedang duduk tidak berdaya dalam keadaan tangan terikat kebelakang kursi begitu juga dengan kaki Eunji.

 

“Baekhyun-ah, Kai-ya..” teriak Eunji dengan nada yang penuh harapan ketika melihat dua sahabatnya datang.

 

“aish, kalian apakan Eunji..” Baekhyun langsung berlari mendahulukan Kai menuju namja-namja yang sedari tadi berdiri disamping Eunji.

 

Kai pun menyusul Baekhyun. Perkelahian pun berlanjut. Namja itu jatuh terkapar kelantai akibat pukulan dari Baekhyun yang keras. Baekhyun kembali memukuli namja yang sudah tergeletak karena pukulannya tadi. Tapi, tiba-tiba namja itu menendang perut Baekhyun hingga Baekhyun terjatuh agak sedikit jauh.

 

“Baekhyun-ah..” panggil Eunji ketika melihat Baehyun yang terkapar.

 

Kai pun menoleh kearah Baekhyun akibat panngilan Eunji. Eunji lalu berusaha membebaskan diri. Baekhyun yang masih meringis kesakitan sambil memegang perutnya lalu namja yang menendang tubuh Baekhyun tadi langsung memukuli Baekhyun yang sedang memegangi perutnya.

 

Baekhyun dipukuli habis-habisan oleh namja itu. Kai yang melihat itu pun langsung memukuli lawannya tadi dengan pukulannya yang ditahannya tadi karena menurut Kai menghabisakan tenaga saja. Sedangkan Eunji semakin panic dan tetap berusaha melepaskan tali yang mengikatnya.

 

Kai langsung menghampiri Baekhyun. Kai langsung menghajar habis-habisan namja yang memukuli Baekhyun tadi. Kai memukulinya tanpa ampun dan terus-terusan. Setelah Kai sudah bisa menghabisinya Kai langsung menghampiri Eunji terlebih dahulu untuk melepaskan ikatan Eunji.

 

“Eunji-ya, kwaenchana..?” Tanya Kai sambil berusaha melepaskan ikatan ditangan Eunji.

 

“eo, Baekhyuniie..eotteokhae..” Eunji terlihat sedih dan tak tega melihat Baekhyun dari jarak yang lumayan jauh.

 

Setelah tali itu lepas Kai dan Eunji langsung berlari menuju kearah Baekhyun yang sudah tergeletak.

 

“Baekhyun-ah..” panggil Eunji yang tersirat jelas nada khawatir.

 

Baekhyun lalu mengarahkan wajahnya menatap Eunji dengan wajah yang penuh darah dan bekas pukulan.

 

“Eunji-ya…” panggil baekhyun pelan yang sudah berusaha mengeluarkan suaranya.

 

Kai lalu membantu Baekhyun untuk berdiri begitu juga dengan Eunji. Pada saat Baekhyun ingin berdiri, tiba-tiba Baekhyun kehilangan keseimbangannya dan hampiri terjatuh lagi apa bila tak ditahan oleh Eunji. Kai dan lalu langsung menopang Baekhyun menuju mobil.

 

“hei, kalau Baekhyun seperti ini siapa yang menyetir..? apa kau bisa menyetir..?” Tanya Eunji yang baru ingat bahwa diantara mereka tidak ada yang bisa menyetir. Pada saat Baekhyun bisa menyetir saja Kai dan Eunji tidak tahu kapan ia belajar. Kai dan Eunji hanya bisa membawa sepeda motor, itupun karena mereka biasa mengantar susu dan koran setiap pagi buta.

 

“ah matta.. kita tidak bisa menyetir..” kata Kai.

 

Eunji dan Kai lalu menuruni tanah tersebut dengan hati-hati karena beban mereka bertambah yaitu Baekhyun. Setelah sampai dimobil Baekhyun lalu ditidurkan di kursi belakang. Namjoo yang sedari tadi berdiri didepan mobil pun sedikit bingung dan terkejut melihat keaadan Baekhyun.

 

“kenapa dia bisa seperti ini..?” Tanya Namjoo yang sebenarnya juga khawatir.

 

“hanya dipukuli beberapa kali..” jawab Kai setelah meletakkan Baekhyun.

 

“jadi sekarang bagaimana..?” Tanya Eunji yang mulai bingung.

 

“hei, Jung Eunji wajahmu juga babak belur..” kata Kai yang baru sadar setelah menatap Eunji. Kai lalu mengelus wajah Eunji lembut.

 

“kwaenchana, aku sudah tahu akan begini jika tertangkap. Jadi, tidak usah terlalu mengkhawatirkanku..” jawab Eunji sambil menepis pelan tangan Kai.

 

“kalau begitu masuklah, aku akan mencoba untuk menyetir..” kata Kai yang sebenarnya masih ada keraguan dalam hatinya.

 

“apa kau yakin..?” Tanya Eunji mencoba untuk meyakinkan niat kai tersebut.

 

“iya, kalau tidak sekarang kita harus menunggu Baekhyun sadar..? Naeun sudah tertangkap, dan sekarang ia tertahan diasana..” jelas Kai.

 

“mwo..? kalau begitu cepatlah..” kata Eunji yang langsung masuk dikursi depan.

 

Namjoo pun ikut masuk dan duduk dibangku belakang menemani Baekhyun yang sedang tertidur. Kai lalu masuk dan langsung memasang sabuk pengamannya lalu menghidupkan mesin. Kai berkali-kalai menghembuskan nafas panjangnya, Kai terlalu gugup. Kai lalu berjalan dengan kecepatan 40 km/jam yang bisa dibilang cukup pelan untuk sebuah mobil.

 

“hei, bisakah kau lebih mempercepat mobil ini..?” kata Eunji yang sepertinya tidak tahan karena Kai berjalan terlalu lama.

 

“hei, aku bisa berjalan mulus seperti ini saja sudah syukur. Lagipula ini jalan hutan, kita tidak tahu apa yang ada didepan, walaupun sudah ada lampu depan..” kata Kai yang tetap focus melihat jalan kedepan.

 

“hei, kau mau Naeun mati…” kata Eunji yang lebih seperti ancaman.

 

“mwo..?” Kai rem mendadak yang membuat semua penumpang yang berada didalam itu jatuh kearah depan semua.

 

“HEI..!!” teriak Eunji sambil memegang kepalanya yang terantuk bagian depan mobil Baekhyun. Eunji menatap Kai tajam.

 

Tubuh Baekhyun pun ikut jatuh ke bagian bawah mobil. Tiba-tiba Baekhyun bangun lalu wajahnya langsung berada ditengah wajah Kai dan Eunji. Eunji yang sedang menatap Kai tajam pun kaget dengan kehadiran wajah Baekhyun secara tiba-tiba.

 

“ah kamchagiya..” laget Eunji dan Kai secara bersamaan.

 

“wae..?” Tanya Baekhyun dengan mata yang masih sayu karena masih lemas.

 

“hei Baekhyun-ah, kwaencahana..?” Tanya Eunji khawatir sambil langsung memegang pipi Baekhyun.

 

“aww.. appo..” kata Baekhyun kesakitan karena wajahnya yang masih penuh dengan luka dipegang oleh Eunji secara tiba-tiba.

 

“eo..? mian..” Eunji langsung melepaskan tangannya dari wajah Baekhyun.

 

Baekhyun lalu masih memegangi wajahnya yang sakit karena disentuh oleh Eunji secara tiba-tiba. Kai lalu kembali menghidupkan mesinnya karena tadi mati. Kai lalu memasang gigi dimobil lalu hendak menancap gasnya.

 

“hei, mwohae..?” Tanya Baekhyun yang membuat Kai menatap Baekhyun.

 

“hei, aku tidak mau mati muda karena kecelakaan mobil..” kata Baekhyun.

 

“lalu harus bagaimana lagi..?” kata Kai yang mengerti maksud Kai bahwa ia tidak mau mobilnya dibawa oleh Kai.

 

“pindah, biar aku saja..” kata Baekhyun yang sesekali masih meringis karena sakit pada seluruh tubuhnya.

 

“tapi, kau masih lemah seperti ini..” kata Eunji yang sepertinya sangat khawatir dengan keadaan Baekhyun.

 

“wae..? kau mengkhawatirkanku..?” goda Baekhyun.

 

Eunji lalu hanya diam karena ia tak tahu harus menjawab apa. Kalau dibilang khawatir Eunji memang khawatir dengan kondisi Baekhyun yang sekarang tapi masa iya Eunji harus mengaku didepan Baekhyun? Eunji masih memikirkan rasa gengsi yang lebih besar.

 

“aish, berpacaran didepan orang yang lagi sendiri..” gumam Kai yang menyindir Baekhyun dan Eunji.

 

“sudahlah, cepat kau duduk dibelakang, aku yang akan meyetir..” kata Baekhyun lalu membuka pintu dan hendak keluar, begitu juga dengan Kai.

 

Pada saat Baekhyun menginjak tanahnya Baekhyun tiba-tiba terjatuh karena keseimbangannya masih belum stabil.

 

“Baekhyun-ah..” panggil Eunji yang melihat itu.

 

Baekhyun pun berdiri dengan dibantu oleh Kai.

 

“apa kau yakin..?” Tanya Kai lagi.

 

“iya, aku masih ingin hidup bersama Eunji..” jawab Baekhyun dengan lemas.

 

Kai lalu membantu Baekhyun untuk duduk dikursi pengemudi. Setelah itu Kai duduk di kursi bagian belakang. Baekhyun lalu menyalakan mobil mereka lalu menancap gas mobilnya.

 

Setelah mobilnya berjalan, Kai hanya diam dan menatap kearah bawah lantai mobil. Sebanrnya sedari tadi kau mengkhawatirkan Naeun. Tapi, ia berusaha untuk tidak memperlihatkan kekhawatiran yang terlalu berlebihan. Kai juga sebenarnya masih tidak percaya kalau ia adalah oppa-nya Namjoo yang selama ini Namjoo cari. Sesekali Kai melihat kearah Namjoo yang duduk disebelahnya, ia ingin sekali menyuntuh dan memeluk adik yang selama ini tidak ia kenal. Walaupun begitu Kai tetap merasa kerinduan yang mendalam.

 

***

 

“eomma-mu, kemana..?” Tanya appa Namri.

 

“eomma sedang ada rapat tadi, mungkin sebentar lagi akan pulang..” jawab namri santai sambil melahap makanannya.

 

“oh ya, barangku ada yang ketinggalan di kamar Namjoo. Maaf, aku permisi kekamar Namjoo dulu..” kata Chen sopan sambil meletakkan sumpit dan sendoknya di atas meja.

 

“oh ne..” kata appa Namri tersenyum.

 

Chen pun langsung melangkahkan kakinya menaiki anak tangga.

 

“eomma..” panggil namri ketika melihat eommanya masuk dan mendekati meja makan.

 

“yeobo mianhe, tadi ada rapat mendadak..” kata eomma Nari sambil mencium pipi kana dan pipi kiri suaminya.

 

“tak apa, sudahlah ayo kita makan..” kata appa Namri.

 

Chen lalu membuka pintu kamar Namjoo. Naeun langsung menoleh kearah pintu karena kaget dengan suara pintu yang terbuka.

 

“ini aku..” kata Chen yang berusaha menenangkan Naeun yang terkejut.

 

“oh, kukira siapa..” kata Naeun yang langsung berdiri ketika melihat itu adalah Chen.

 

Chen lalu berjalan menghampiri Naeun.

 

“oh ya, ini handphone-mu. Kamsahamida..” kata Naeun sambil memberikan handphone Chen.

 

“ne. kau menghubungi siapa..?” Tanya Chen.

 

“aku menghubungi Kai oppa, temanku” kata Naeun.

 

Chen tampak tak asing dengan nama itu.

 

“Kai..?” Tanya Chen mencoba memastikan.

 

“ne, waeyo..? kau mengenalnya..?” Tanya Naeun penasaran.

 

“NAEUN-AH….” Teriak seseorang dari lantai bawah.

 

Naeun tampak terkejut.

 

“Kai oppa..” gumam Naeun yang mengenal suara tersebut.

 

“mwoya..? siapa yang berteriak malam-malam begini dirumahku..” appa Namri tampak sangat marah dan berusaha menggerakkan kursi rodanya kearah sumber suara diikuti Namri dan ibunya.

 

“Naeun-ah..” teriak Kai lagi.

 

“siapa kau..?” Tanya appa namri setelah melihat Kai, baekhyun dan Eunji.

 

“annyeonghaseyo..” salam Kai ramah kepada appa Namri.

 

Ekspresi ibu Namri dan Namri terlihat berubah mulai gusar dan gelisah.

 

“oppaaa…” teriak Naeun setelah melihat Kai lalu memeluknya.

 

“Naeun-ah, kwaenchana..?” Tanya Kai.

 

“sebenarnya siapa kalian..? kenapa kalian membuat keributan dirumahku..” kata appa Namri yang semakin marah.

 

“Tanya saja pada istrimu yang tersayang itu, bagaimana ia memperlakukan Namjoo..” kata Eunji yang mulai tersenyum licik kepada Namri dan ibunya.

 

“mwo..? apa yang kalian bicarakan..?” Tanya appa Namri lagi yang makin marah karena ia tidak mengerti permasalahan yang dibicarakan Kai cs.

 

“Kim Jongnam-ssi, silahkan anda mendengarkan ini..” kata Baekhyun sambil menghidupkan handphone-nya dan menloudspeaker-nya.

 

Semua orang yang berada disitu mendengarkannya dengan seksama begitu juga dengan Chen yang baru saja menuruni tangga. Tapi, tidak dengan Namri dan ibunya mereka makin gelisah. Mreka saling tatap ketakutan.

 

Kim Jongnam sangat terkejut mendengar rekaman tersebut ia bahkan tidak bisa mengatakan apa-apa. Kim Jongnam lalu menatap kearah istrinya yang tepat berdiri disebelahnya.

 

Sekarang Kim Jongnam tahu bagaiman keadaan kedua anaknya yang hilang selama ini. anak perempuannya telah mendahulukannya sedangkan anak laki-laki tertuanya terbaring dengan keadaan tubuh yang lumpuh.

 

“apa maksudnya ini..?” Tanya appa Namri dengan amarah yang ditahan.

 

Ibu Namri dan Namri saling tatap dan bingung harus menjelaskannya bagaimana.

 

“Namri juga menculik yeojachingu-ku, Naeun..” kata Kai.

 

Naeun lalu menatap kearah Kai dengan tatapan yang sedikit bingung. Sedangkan Eunji hanya menatap kearah Kai dan Naeun dengan tatapan yang pasrah. Sepertinya Eunji sudah menyadari bahwa tidak ada tempat baginya dihati Kai.

 

“dan dia…” kata Baekhyun sedikit digantung sambil menunjuk Kai.

 

“dia adalah anakmu yang ingin kau temui selama ini, Kim Jongin..” sambung Baekhyun yang membuat seluruh orang yang berada disitu terkejut bukan kepalang tak terkecuali Eunji.

 

“m..mw..mwo..?” Eunji melihat kearah Baekhyun bingung.

 

“anakku..?” appa Namri tampak tidak percaya.

 

“ne, appa..” kata Kai sambil menatap namja yang duduk dikursi roda itu yang sekarang adalah appa-nya.

 

“ibunya Lee Sooyeon adalah mantan selingkuhanmu juga..” jelas Baekhyun.

 

Chen, Namri beserta ibunya menatap kearah Kai dengan tatapan yang sulit mempercayainya.

 

“Jongin…Jongin-ah..” panggil Kim Jongnam yang sepertinya sangat rindu dengan anaknya.

 

Kai lalu berusaha mendekat kearah appa-nya tersebut. Sedangkan Namri beserta ibunya sepertinya memanfaatkan kesempatan ini untuk melarikan diri karena mereka sudah tertangkap basah dengan bukti yang sangat kuat.

 

“hei..” teriak Baekhyun yang langsung mengejarnya diikuti dengan Eunji.

 

Chen pun ikut mengejarnya.

 

“appa..” kata Kai yang sepertinya juga ridu akan kehadiran seorang appa didalam hidupnya.

 

“Jongin-ah…” appa Kai langsung memeluknya.

 

Kai yang sudah berada dipelukan sang appa pun tidak bisa lagi membendung air matanya yang sudah ingin keluar sedari tadi. Begitu juga dengan appa-nya yang sudah sangat merindukan anak lelakinya yang satu ini. Naeun yang melihat itu pun tidak bisa menahan air matanya lebih lama lagi. Naeun ikut terharu dengan pertemuan appa adan anaknya ini.

 

Tiba-tiba appa-nya memegang dada sebelah kirinya yang membuat Kai berhenti memeluk appa-nya dan menatap appa-nya dengan tatapan yang khawatir.

 

“appa..” panggil Kai dengan air mata yang tetap membasahi pipinya.

 

“Jongin-ah, temukanlah jasad adikmu… dia pasti juga ingin dimakamkan secara layak..” kata appa Kai yang masih menahan rasa sakitnya.

 

“dan jangan lupa, rawatlah hyung-mu hingga sembuh..” kata appa-nya lagi.

 

“ne, arassoyo..” kata Kai yang tidak tega melihat appa-nya seperti ini.

 

Dan akhirnya malaikat maut pun tiba dan langsung mencabut nyawa sang appa yang baru saja ia kenal dan ia lihat. Appa kai jatuh kepelukan Kai dalam keaadan sudah tidak bernyawa. Naeun yang melihat itu pun langsung membekap mulutnya sendiri karena tangisannya sudah pecah karena melihat itu.

 

“appa..” gumam Kai pelan ditelinga appa-nya.

 

Namun tentu tidak akan ada jawaban. Pelan tapi pasti Kai memeluknya erat sambil menangis dipelukan appa-nya. Naeun lalu berjalan lalu memeluk Kai beserta tubuh appa Kai yang sudah tidak bernyawa. Naeun memeluk Kai sambil berusaha untuk menengangkan Kai.

 

***

 

Esoknya setelah pemakaman appa-nya ternyata Kai langsung meminta bantuan polisi untuk mencari jasad Namjoo. Terlihat semuanya mencari disekitar gubuk tersebut. Begitu juga dengan Kai, Baekhyun, Eunji, Chen dan Naeun berada disitu.

 

Setelah 30 menit masa pencarian akhirnya mayat yeoja yang masih menggunakan seragam telah ditemukan. Kai cs langsung ingin melihatnya. Kai cs tampak sedikit terkejut dengan keadaan jasad Namjoo.

 

“wah, bagaimana bisa jasadnya masih utuh dan bersih seperti ini setelah hampir 1 tahun..” kata Eunji yang sedikit tidak percaya.

 

“dia pasti benar-benar orang yang baik..” kata Baekhyun.

 

“tapi sayang ia tidak bisa melihatnya, dia sudah meninggalakan kita untuk yang kedua kalinya..” gumam Eunji sedih.

 

 

[Flashback On >>]

 

Setelah sampai dirumah Namjoo untuk langsung memberitahu Kim Jongnam tentang kejahatan istrinya beserta anaknya.

 

“Namjoo-ya, kau tunggu disini saja..” kata Kai.

 

Namjoo menganggukan kepalanya. Kai langsung menutup pintu mobil Baekhyun. Tak lama setelah Kai bersama Baekhyun dan Eunji masuk kedalam rumahnya Namjoo merasa ada yang anneh dengan dirinya. Namjoo lalu melihat tangannya yang sudah mulai remang-remang. Namjoo melihat dirinya yang sudah hampiri menghilang. Namjoo lalu melihat kearah rumahnya.

 

“oppa, mian.. aku harus pergi sekarang..” gumam Namjoo pelan.

Tak lama setelah Namjoo mengatakan itu Namjoo telah menghilang. Sepertinya Namjoo telah mneyelesaikan tugasnya dan kembali ke sisi Sang Pencipta.

 

[Flashback Off <<]

 

 

Kai lalu berjongkok lalu mengelus wajah dingin Namjoo. Kai menatapnya dengan tatapan kesedihan karena ia hanya bisa menyentuh adiknya saat adiknya telah tidak bernyawa. Begitu juga dengan Chen yang memegang Namjoo.

 

“Namjoo-ya, bagaimana bisa kau berada ditempat yang dingin dan kotor seperti ini..” kata Chen sambil menitiikan air matanya.

 

***

 

Pada saat perjalanan pulang, di dalam mobil Baekhyun.

 

“Kai-ya, sekarang rencanamu bagaimana..?” Tanya Baekhyun menatap Kai sesaat karena ia harus tetap focus menyetir.

 

“pertama tentu aku harus berusaha menyembuhkan Jongsoo hyung, entah itu harus dibawa keluar negeri..” jawab Kai.

 

“lalu kau akan tinggal dirumah appa-mu..?” Tanya Eunji yang duduk dibelakang Kai.

 

“tentu, diwasiat appa begitu..” kata Kai melihat kearah Eunji.

 

Eunji lalu mengeluarkan nafas panjangnya.

 

“kalau begitu aku harus tinggal berdua dengan Baekhyun..” kata Eunji lemas.

 

“berdua..? kaliankan  akan ikut denganku, bagaimana bisa aku tidur dikasur yang empuk dan tempat yang hangat sehingga kalian, dua sahabatku tidur di tempat yang dingin..” kata Kai.

 

Baekhyun lalu melihat kearah Kai dengan tatapan yang bingung.

 

“wae..? ah molla, pokoknya kalian harus ikut aku..” kata Kai lagi.

 

“oppa, naneun..” kata Naeun yang masuk dalam pembicaraan.

 

“hei, kau mau menghianati orang tuamu..? kau itu masih punya orang tua..” kata Eunji sepertinya memang kesal dengan Naeun.

 

“hei, aku tidak bertanya denganmu..” kata Naeun yang seakan menantang Eunji yang duduk disampingnya.

 

“hei, kau menantangku..?” kata Eunji yang dibuat panas oleh Naeun.

 

Naeun lalu menatap tajam ke Eunji begitu juga dengan Eunji.

 

“hei, kalian jangan bertengkar dimobilku..” kata Baekhyun.

 

Naeun dan Eunji langsung menjambak rambut lawan mereka.

 

“hei,hei,hei..” kata Baekhyun yang melihat melalui kaca mobil.

 

“hei, Kai kenapa kau tertawa..? cepat hentikan mereka..” kata Baekhyun yang melihat Kai tertawa.

 

“biarkan saja,nanti kalau lelah juga berhenti sendiri..” kata Kai tersenyum geli kepada Baekhyun.

 

***

 

Setahun kemudian, malam hari setelah kelulusan Kai, Baekhyun dan Eunji.

 

Baekhyun dan Eunji sedang duduk dikursi taman kota tempat mereka berdua biasa duduk menikmati nuansa malam kota Seoul.

 

“aku mau beli bakpao,kau mau..?” Tanya Eunji.

 

Baekhyun mengangguk.

 

Eunji langsung pergi ketempat penjual bakpao.

 

“ahjumma, bakpao-nya 2. Kacang merah dan kacang hijau..” kata Eunji.

 

“ne, tunggu sebentar..” kata ahjumma itu ramah.

 

Eunji lalu tampak berfikir.

 

“ahjumma, kacang hijau dua-duanya saja..” kata Eunji yang merubah pesanannya.

 

***

 

“ini..” Eunji memberikan satu bakpao kepada Baekhyun sambil duduk disamping Baekhyun.

 

Baekhyun langsung mengambilnya lalu membelahnya dan langsung memakannya.

 

“wah, bakpao ini benar-benar enak..” gumam Baekhyun.

 

Baekhyun lalu sedikit bingung melihat isis bakpao eunji.

 

“he, mengapa isinya kacang hijau..?” Tanya Baekhyun melihat Eunji.

 

“kacang merahnya habis..” Eunji langsung memasukkan kacang hijau yang sudah ia ambil sedikit tadi kemulut Baekhyun.

 

Baekhyun mengunyah isi yang ada dilam mulutnya.

 

“Baekhyun-ah..” panggil Eunji.

 

Baekhyun lalu melihat kearah Eunji. Eunji lalu meletakkan sedikit kacang hijau dipinggir bibir Baekhyun. Baekhyun sedikit bingung dengan apa yang dilakukan Eunji.

 

“mwo..?” Tanya Baekhyun yang bingung.

 

Eunji langsung melekatkan bibirnya dengan bibir Baekhyun. Baekhyun membelalakan matanya ketika bibir Eunji masih melekat di bibirnya. Eunji lalu melepaskan ciumannya dan kacang hijau yang berada dibibir Baekhyun tadi pun sudah dimakan Eunji.

 

“wa…wae..?’ Tanya Baekhyun yang masih terkejut dan tidak percaya.

 

“aku lapar..” jawab Eunji sambil tersenyum menatap Baekhyunyang masih dengan wajahnya yang bingung.

 

“bukan itu maksudku, kenapa kau menciumku..?” Tanya baekhyun lagi.

 

“aku tidak menicummu, aku memakan kacang hijau yang ada dibibirmu tadi..” jawab Eunji dengan percaya dirinya dan tidak perduli.

 

Baekhyun masih bingung kenapa Eunji melakukan itu. Eunji yang melihat ekspresi Baekhyun hanya tertawa kecil karena menurut Eunji ekspresi Baekhyun sangat lucu.

 

“tadi aku benar-benar ingin memakannya, lalu kalau yang ini…” Eunji kembali melekatkan bibirnya dengan cepat kebibir Baekhyun lagi.

 

“yang ini baru aku menciummu..” kata Eunji setelah melepas kecupannya.

 

Baekhyun masih bengong tidak percaya.

 

“hei, bisakah kau menunjukkan ekspresi senang..? atau sebenarnya kau tidak senang aku cium..” kata Eunji sedikit kesal.

 

Perlahan senyum mulai terkembang dari bibir Baekhyun. Baekhyun langsung memegang kedua pipi Eunji lalu menicumnya kembali. Eunji lalu tersenyum dan berusaha menikmatinya.

 

Tapi, tiba-tiba handphone Baekhyun berbunyi. Eunji berusaha menjauhkan bibirnya dari Baekhyun tapi Baekhyun tampak belum ingin.

 

“hei, kau angkat dulu telepon itu..” kata Eunji setelah terlepas dari ciuman Baekhyun.

 

“aish, siapa yang menelpon disaat seperti ini.. mengganggu saja..” guma Baekhyun kesal sambil berusaha mengeluarkan handphone-nya dari kantung celananya.

 

“yaoboseyo..” kata Baekhyun dengan nada yang kesal.

 

“……”

 

“ah matta, aku akan segera kesana bersama Eunji” kata Baekhyun yang langsung berubah.

 

“nugu..?” Tanya Eunji.

 

Baekhyun lalu mematikan handphone-nya. Eunji seakan mengingat sesuatu.

 

“oh ya, hari ini. ayo kita pergi sekarang..” kata Eunji.

 

Baekhyun lansung mengangguk danpergi bersama Eunji.

 

***

 

“ayo kita makan..” kata Baekhyun bersemangat ingin langsung mengambil makanannya.

 

Tapi, tiba-tiba Eunji menjatuhkan pukulannya ke kepala Baekhyun.

 

“hei, biarkan Jongsoo dulu yang mengambil dulu makanannya..” kata Eunji.

 

Kai, Naeun dan Jongsoo hanya tertawa melihat tingkah laku Eunji dan Baekhyun.

 

“sudahlah tak apa, ayo kita makan saja..” kata Jongsoo tersenyum.

 

Mereka semua pun memakan makanan mereka.

 

“hyung, hari ini kita telah membeli bunga lili untuk upacara kematian Namjoo yang kedua. Pada saat peringatan kematian appa yang pertama kita membeli apa..?” Tanya Kai kepada Jongsoo.

 

Jongsoo tampak berfikir.

 

“em.. kalau bunga apppa dulu suka dengan bunga kamboja. Kita beli kamboja saja..” kata Jongsoo.

 

Kai pung mengangguk.

 

“Jongsoo-ya, apa kau memiliki yeojachingu..?” Tanya Eunji.

 

Jongsoo lalu mentap Eunji.

 

“hei, kau mau menjadi yeojachingu-nya..? kau sudah milikku, awas kalau kau berselingkuh..” kata Baekhyun yang lebih tampak seperti ancaman.

 

“hei, aku hanya bertanya..” kata Eunji kesal.

 

“belum, wae..?” Tanya Jongsoo.

 

“mau tidak aku kenalkan dengan temanku..? dia cantik, dia itu pemilik kafe tempat kerja baruku. Dia juga sedang mencari namjachingu yang tampan, dia pasti menyukaimu. Kau itu sangat tampan..” tawar Eunji yang terdengar semangat.

 

“memangnya dia mau dengan namja yang lumpuh kaki dan hanya duduk dikursi roda..?” Tanya Jongsoo sedikit ragu.

 

“itu tidak penting baginya, yang penting enak dilihat dan juga bisa membimbingnya. Bagaimana..? namanya Yoon Bomi. Paling tidak bertemu dengannya dulu” kata Eunji.

 

“terserah kau saja..” kata Jongsoo tersenyum.

 

“hei, tak bisakah kau memanggilnya oppa..? dia itu lebih tua dariku dan Kai..? kau sangat tidak sopan..” sindir Baekhyun.

 

“kenapa kau sangat sibuk..? Jongsoo saja tidak keberatan aku panggil nama..” kata Eunji.

 

“bagaimana bisa kalian selalu bertengkar setiap berbicara..” kata Naeun yang merasa bingung dengan Eunji dan Baekhyun.

 

“kau tidak tahu saja kalau aku adan Eunji sedang berdua..” kata Baekhyun tersenyum.

 

“memangya apa yang kalian perbuat..?” Tanya Kai.

 

“kau ingin tahu saja..” kata Baekhyun menyunggikan senyumnya.

 

Eunji hanya bergumam kesal melihat Baekhyun.

 

“oh ya, kau tidak usah percaya dengan kata Eunji yang akan mengenalkan hyung dengan temannya..” kata Baekhyun yang berusaha membuat Eunji kesal.

 

“hei, kau tidak lihat Chen..? Chen akan menikah dengan yeoja yang kukenalkan kepadanya..” kata Eunji.

 

“ah matta, pernikahan Chen akan dimajukan menjadi besok tidak jadi minggu depan. Makanya ia tidak biasa datang kemari, ia sedang mengurus pernikahannya..” kata Kai yang baru teringat.

 

“jinjja..? besok..? kalau begitu kita harus membantu mempersiapkannya juga..” kata Jongsoo.

 

“masksudnya..?” Tanya Naeun.

 

“kita ketempat Chen sekarang..” kata Jongsoo.

 

“benar juga, dia pasti sekarang lagi gugup-gugupnya..” kata Kai.

 

“kalau begitu ayo kita berangkat, aku akan menyiapakan mobil..” kata Baekhyun.

 

Naun lalu menendang kaki Kai dari bawah meja lalu Kai melihat tatapan Naeun. Kai mengerti apa maksud Naeun.

 

“hyung, kau pergi dulu saja dengan Eunji dan Baekhyun aku dan Naeun ada keperluan..” kata Kai.

 

“geure..? baiklah, ayo Eunji..” kata Jongsoo.

 

Eunji lalu mendorong kursi roda Jongsoo meuju keluar rumah menyusul Baekhyun yang sudah keluar tadi.

 

“ada apa Naeun..?” Tanya Kai langsung.

 

“selamat atas kelulusanmu oppa..” kata Naeun tersenyum.

 

“gumawo..” kata Kai yang membalas senyum Naeun.

 

Naeun langsung mendekat kewajah Kai dan langsung mencium Kai dengan cepat. Kai sedikit membelalakkan matanya karena sedikit terkejut. Naeun lalu melepaskan ciumannya. Kai lalu menatapnya dengan tatapan yang bingung.

 

“kau selalu mendahulukannya tanpa meminta izin dariku, sekarang aku yang mendahulukannya..” kata Naeun tersenyum jahil.

 

Kai lalu tersenyum setelah mendengar alasan Naeun menciumnya. Kai lalu mencium Naeun dengan cepat lagi. Awalnya Naeun sedikit kaget tapi ia mulai menikmatinya. Kai lalu melepaskan ciumannya.

 

“aku menang, 3-1..” kata Kai sambil tersenyum menyindir.

 

Naeun hanya memanyunkan bibirnya karena sedikit kesal.

 

“oppa, ayo kita menikah..” kata Naeun tiba-tiba dengan tersenyum menatap Kai penuh harapan.

 

“mwo..? hei, kau masih sekolah. Kau harus lulus dulu..” kata Kai yang tak percaya Naeun berkata seperti itu.

 

“ah oppa… memang apa bedanya..? aku sudah tidak tahan..” rengek Naeun manja.

 

“tidak tahan apa..? apa mau aku melakukannya sekarang..” goda Kai sambil tersenyum jahil.

 

Naeun lalu melihat tatapan dan senyuman aneh dari Kai. Naeun pun menelan ludahnya.

 

“oppa kau jangan macam-macam ya, aku tidak mau melakukannya sebelum menikah..” kata Naeun sediki mengancam.

 

“arasoo, makanya kau harus lulus dulu..” kata Kai tulus sambil mengacak pelan rambut Naeun.

 

“tidak bisakah kita menikah sekarang..?” tawar Naeun lagi.

 

“ani..” kata Kai sambil menoyor kepala Naeun pelan.

 

Naeun memanyunkan bibirnya karena kecewa.

 

“sudahlah, ayo kita pergi mereka pasti menunggu..” ajak kai sambil memegang pundak Naeun lalu berjalan keluar rumah.

 

 

–The End–

Iklan

11 pemikiran pada “You Can See Me, Right..? (Chapter 5 – END)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s