Ugly (Character & Chapter 1)

Ugly Poster

Title       : Ugly (Character & Chapter 1)

Author  : Annabeth

Genre   : School life, Fluff, Romance

Length  : Chaptered

Rating   : T

Cast       : Han Ahreum (OC), Kim Jongin (EXO), and others

***

– Han Ahreum –

Seorang yeoja berumur 17 tahun. Karena dia pintar, dia mendapatkan beasiswa di SMA Kyunghan. Dia dijauhi oleh murid-murid disana karena dia dianggap miskin dan bisa masuk hanya karena beasiswa. Selain alasan itu, murid-murid disana menjauhi Ahreum karena gayanya yang bisa dibilang jauh dari kata modis. Sebenarnya, Ahreum adalah seorang trainee di SM Entertainment. Ahreum selalu menutup diri, jadi banyak orang yang tidak mengetahui bakatnya. Tidak ada satu pun orang di Kyunghan yang mengetahui bahwa Ahreum merupakan salah satu trainee di SM. Ahreum menyukai Kim Jongin. Selama ini dia selalu mengagumi Jongin saat Jongin sedang bermain basket.

– Kim Jongin –

Seorang namja berumur 17 tahun, sekarang dia kelas 2 SMA di Kyunghan. Dia terkenal di kalangan para yeoja karena kepiawaiannya dalam bermain basket. Jongin memang suka bermain basket, karena itu kulitnya tampak lebih gelap dibanding namja yang lainnya. Meskipun berkulit gelap, kebanyakan yeoja menganggap hal itulah yang membuat Jongin tampak lebih menawan. Selain hobi bermain basket, Jongin juga hobi dance. Suatu saat dia hanya iseng mengikuti audisi yang diselenggarakan oleh SM Entertainment dan ternyata dia lolos dari audisi tersebut karena keahliannya dalam menari. Dan sekarang dia menjadi trainee di SM. Tidak banyak yang mengetahui hal itu, hanya keluarga dan teman terdekatnya saja.

***

(Ahreum POV)

“Psst… Psstt…. Lihat dia!”

“Ck, dia kenapa sih masih disini? Dia pikir dia siapa disini?!”

“Gayanya itu lhoo… Gak banget deh!”

“Namanya Ahreum (cantik), tapi dia tidak ada cantik-cantiknya!”

‘Hei, ini masih pagi, bisakah kalian tidak bergosip?!’ adalah kata-kata yang ingin kuucapkan, tapi tentu saja aku tak berani.

Begitulah… Setiap aku berjalan pasti ada saja yang membicarakanku. Aku memang terkenal, tapi bukan dalam hal yang positif. Semua orang pasti akan langsung mengenali sosok ‘Han Ahreum’ di sekolah. Diantara semua murid-murid SMA Kyunghan, pasti aku adalah murid TERCULUN.

Memang aku culun. Setiap ke sekolah pasti aku akan menguncir dua rambutku dengan rapi atau terkadang aku kepang rambutku, aku memakai kacamata bulat, dan disaat semua orang memakai sepatu kets ke sekolah, aku lebih memilih sepatu pantofel hitam. Aku juga tidak memakai make-up ke sekolah. Karena penampilanku itu, semua orang menilaiku sebagai orang miskin. Keluargaku biasa saja, tergolong mampu malah. Appaku adalah seorang dokter dan eommaku adalah seorang ibu rumah tangga.

Memang aku masuk ke Kyunghan karena beasiswa. Bukannya keluargaku tidak mampu, bahkan tanpa beasiswa aku yakin orang tuaku sanggup membiayai uang sekolahku di SMA Kyunghan yang merupakan salah satu sekolah favorit. Hanya saja, aku tidak mau membebankan kedua orang tuaku. Kupikir dengan adanya beasiswa, orang tuaku tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak hanya untuk pendidikanku sementara uang tersebut diperlukan untuk urusan yang lain. Dan berkat itulah, orang-orang jadi menilaiku bahwa aku diterima di Kyunghan hanya karena kepintaranku saja.

Karena aku dicap sebagai ‘orang miskin yang tak mampu membeli cermin’, aku dijauhi oleh orang-orang. Aku tak punya teman satu pun. Miris sekali hidupku, memang. Bahkan aku pernah berniat untuk bunuh diri saja karena aku berpikir tak akan ada yang peduli jika aku mati. Tapi eomma pernah berkata padaku: ‘Hidup itu terlalu berharga untuk disia-siakan’. Kata-kata itulah yang terus kupegang dalam menjalani kehidupan di sekolah. Jadi saat mereka semua mencaci-makiku, aku pun berjalan santai saja melewati mereka. Toh semua orang berhak bersekolah di Kyunghan, lagipula aku tidak bersalah apa-apa pada mereka. Kenapa harus takut?

“KYAAAAA! Kyaaaa!!!”

“Sumpah, semakin hari dia semakin ganteng!!!”

“JONGIN OPPAAAAA!”

Hanya satu orang yang bisa membuat semua yeoja berteriak histeris seperti tadi. Namanya Kim Jongin. Yah, kalau dia memang benar-benar terkenal, terkenal akan ketampanannya. Dia merupakan anggota klub basket di sekolah, karena itu semua orang pasti mengenalinya. Tak satupun yeoja yang tak menyukai namja tampan itu, termasuk aku.

Sebenarnya sudah lama aku menyukainya. Aku mengaguminya disaat dia bermain basket, dia terlihat hebat sekali. Disaat semua yeoja meneriaki kata semangat pada Jongin saat dia sedang bermain basket, aku hanya diam saja. Itu semua karena aku tak berani mengungkapkannya seperti kebanyakan yeoja, jadinya aku lebih memilih menyemangatinya dalam doa saja.

Dalam hati, aku berterima kasih pada Jongin. Kalau saja dia tidak muncul, pasti semua orang tadi tetap membicarakan yang jelek terhadapku. Kalau sekarang, perhatian semua orang menjadi tertuju padanya.

Aku pun berjalan menuju ke kelasku, kelas 2A. Kelas ‘A’ merupakan kelas terbaik di setiap angkatan. Kalau aku masuk ke sana karena kepintaranku, tapi semua orang tidak mengganggapku di kelas. Menurut mereka, tidak pantas orang miskin masuk ke kelas ‘A’ meskipun aku meraih ranking 1 dikelas. Karena itu aku memilih duduk di pojok belakang kelas di dekat jendela. Di saat semua orang mulai menggosip tentangku, aku bisa saja pura-pura tidak peduli dan melihat ke luar jendela. Menurutku ini tempat yang pas untukku.

Tak lama, Jongin masuk ke kelas dan jangan lupakan semua jeritan yeoja sebagai backsound nya. Dia menuju ke meja yang terletak tak jauh dariku. Dia duduknya di serong depan kiriku. Memang tempat duduk kami dekat, tapi aku merasa jarak antara Seoul-Paris terbentang diantara kami berdua. Dia sangat sulit untuk kuraih. Aku mengaguminya sejak dulu, tapi aku hanya bisa melihatnya dari belakang saja. Kau tahu, hidupku memang sangat menyedihkan.

***

(Jongin POV)

Bel istirahat berbunyi, semua murid otomatis berhamburan ke luar kelas. Begitu pula dengan aku, aku dan teman-temanku menuju ke kantin. Sebenarnya aku mempunyai misi rahasia disaat istirahat ini. Misiku: Menyatakan perasaan pada Naeun. Kau tahu, belakangan ini aku selalu memikirkan sang kapten cheerleader itu. Dia memang populer di kalangan namja, karena itu aku tidak mau keduluan oleh namja lain.

Untunglah Naeun dan teman-temannya ada di kantin, langsung saja aku menghampiri mereka. Di kejauhan aku bisa mendengar teman-temanku yang memberi semangat padaku dengan meneriakkan ‘fighting!’.

“Eum, permisi. Bisa aku pinjam Naeun sebentar?” Setelah teman-temannya Naeun mengangguk, aku menarik Naeun ke pojok kantin yang agak sepi. Setelah kusadari, ternyata hampir semua perhatian tertuju pada kami berdua. Oh, ini akan menjadi sulit!

“Jongin? Ada apa?” Tanya Naeun sepertinya heran dengan tindakanku.

“Naeun-ah…” Aku meneguk salivaku sendiri agar tidak terlalu gugup. Lalu aku melanjutkan, “Se-selama ini aku menyukaimu. Maukah kamu menjadi yeojachinguku?” Aku berkata yakin.

Bisa kulihat wajahnya agak terkejut. Tak lama dia pun menjawab, “Maaf Jongin-ah. Aku tidak mau menyakiti perasaanmu, tapi aku menyukai Wooyoung. Aku tak bisa menerimamu. Sekali lagi, maaf.”. Dia pun terdiam saat melihat ekspresi ku menurun. “Ah, sepertinya teman-temanku menungguku disana. Aku pergi dulu.” Ucapnya sebelum dia meninggalkanku.

Jadi aku ditolak? Kalau begini seharusnya dari awal aku tak usah mengatakannya saja kalau ternyata Naeun menyukai Jang Wooyoung, ketua di klub basket. Aku pun berjalan menuju ke meja dimana teman-temanku berada.

“Cewek masih banyak, bung!”

“Hei, masih ada kesempatan lain!”

“Kalau kau terlihat murung, kau tidak terlihat seperti Jongin.”

Melihat ekspresiku yang menurun, teman-temanku mengetahui kalau aku ditolak. Lantas saja mereka menyemangatiku. Aku hanya mengangguk saja.

Di saat mereka tengah asyik menertawakan sesuatu, aku hanya diam. Makanan di depanku juga tak kusentuh sama sekali. Nafsu makanku hilang entah kemana. Aku sedang ingin sendiri saat ini. “Duluan, ya.” Ujarku sebelum beranjak pergi.

***

(Author POV)

Ahreum menuju ke kantin untuk membeli minuman. Bisa dilihat tatapan tidak suka ada dimana-mana. Tapi Ahreum santai saja menyikapinya dan dia tetap berjalan ke kantin.

“Ahjumma, teh hangatnya satu.” Ucapnya pada ahjumma kantin.

“Ck, minumnya saja teh hangat. Kayak nenekku saja!”

“Bukan. Dia beli teh karena harganya murah!”

Kedua orang yang membicarakan Ahreum tadi tertawa bersama-sama. Sementara Ahreum sendiri, dia hanya memutar bola matanya kesal. Ck, mereka berdua mulai lagi! Batin Ahreum.

Padahal Ahreum membeli teh bukan karena harganya murah. Ahreum saat ini hanya sedang ingin minum teh. Dan Ahreum membeli teh hangat bukan karena seperti nenek-nenek, tapi karena menurutnya air hangat lebih baik bagi tubuh dibandingkan air dingin. Itu saja! Tapi komentar orang-orang entah kenapa saja selalu menghinanya.

Setelah pesanannya datang dan mengucapkan terima kasih, Ahreum pergi kembali ke kelas sambil tetap mengabaikan semua orang yang mulai membicarakannya. Ahreum sudah biasa di perlakukan seperti itu, jadinya dia tidak akan terpengaruh.

“Hei, tumben sekali si culun itu ke kantin!”

“Jinjja?! Dimana dia?”

“Disana, Jaekyung-ah!”

Yeoja yang dipanggil Jaekyung oleh temannya itu pun menoleh ke arah yang tadi ditunjukkan. Jaekyung pun melihat Ahreum dengan tatapan benci. Jaekyung memang benci melihat orang miskin, apalagi yang berada di dekatnya.

Tak sengaja mata Jaekyung menangkap Jongin yang sedang berjalan tidak jauh dari meja yang ditempati Jaekyung dan teman-temannya. Tadinya Jaekyung ingin memanggil Jongin, tapi tidak jadi karena sebuah ide melintas di pikirannya.

“Hei, lihat ini!” Ucap Jaekyung dengan bangganya. Teman-temannya pun penasaran dengan apa yang akan Jaekyung lakukan, dan mereka menunggu dengan antusias.

Ahreum pun berjalan hampir mendekati mejanya Jaekyung. Jongin pun juga berjalan semakin mendekati ke meja Jaekyung, hanya saja dari arah yang berlawanan dengan Ahreum. Jaekyung pun menyelengkat kaki Ahreum saat Ahreum berjalan.

***

Ahreum pun berjalan, tak sengaja ada yang menyandungnya. Ahreum hampir jatuh, hampir. Dia memang tidak terjatuh, tapi teh yang tadi dipegangnya sekarang menjadi tumpah. Dan parahnya, tehnya itu mengenai JONGIN!

“Aw, panas!”

“HAAA! Maaf, maaf!” Seru Ahreum panik. Bisa dirasakan semua orang melirik ke arah mereka berdua dan banyak orang yang mengerubungi mereka.

“Maaf? Maaf?!” Respon Jongin tidak baik terhadap perkataan Ahreum.

“Aku tadi tersandung kaki Jaekyung.” Ahreum mencari pembelaan.

Jongin melirik ke Jaekyung sebentar. Melihat tatapan Jongin yang seolah berkata ‘Benarkah?’ itu, Jaekyung pun menggeleng sebagai tanda kalau dia tidak menyandung Ahreum.

Ahreum tahu kalau yeoja bernama Shin Jaekyung sengaja menyandungnya, bahkan semua orang bisa melihatnya. Hanya saja, orang tua Jaekyung merupakan donator terbesar di Jaeguk, jadi semua orang menjadi agak segan padanya. Pastilah tidak ada yang mau membela Ahreum dan berkata kalau Jaekyung memang sengaja.

Mengabaikan Jaekyung, Ahreum kembali meminta maaf pada Jongin.

“Benar, aku benar-benar tak sengaja! Maafkan aku!”

“Mwo? Tak sengaja?! Kau bilang kau tersandung?! Kurasa tidak, kau saja yang jalannya tak becus! Apa lensa kacamatamu kurang tebal, eoh?!” Ahreum hanya terdiam mendengar perkataan Jongin yang jauh dari kata halus itu.

“Enyahlah dari hadapanku, dasar kau CULUN!” Ucap Jongin setelah itu pergi meninggalkan Ahreum diantara kerumunan banyak orang.

Bagai disambar petir di siang hari yang cerah, seperti itulah perasaan Ahreum saat mendengar perkataan Jongin. Ahreum memang sudah biasa mendengar cacian maki sebelumnya, tapi entah kenapa ucapan Jongin tadi benar-benar menusuk hatinya. Rasanya sakit sekali karena Jongin mengucapkannya tepat di depan wajah Ahreum. Terlebih lagi, Jongin adalah orang yang telah lama disukai oleh Ahreum. Bayangkan saja, orang yang kau sukai mengejekmu dengan hinaan yang sangat menyakitkan! Kau pasti tahu perasaan Ahreum saat ini.

Ahreum hanya membatu di tempatnya. Bisa dirasakan semua orang memandangnya dengan tatapan mengasihani. Meski kasihan, tapi tak ada satupun diantara mereka yang menolong Ahreum. Dengan berbisik-bisik, mereka berkata seperti: ‘Ckckck… Kasihan amat’, ‘Rasakan itu!’, ‘Ternyata Jongin oppa juga membenci Ahreum!’, dan sebagainya. Bahkan, ada yang tertawa senang sambil ber-tos ria. Kalau yang terakhir itu, pastilah Jaekyung dan teman-temannya yang melakukannya.

Mata Ahreum mulai terasa perih, tapi dia tidak mau menangis di depan banyak orang. Dengan sesantai mungkin, Ahreum membuang tempat teh tadi ke tempat sampah lalu berjalan meninggalkan kantin. Orang-orang pun kembali melanjutkan aktivitas makan mereka yang tadi sempat tertunda akibat kejadian tadi.

***

Sendirian, adalah yang diperlukan oleh Ahreum. Sebenarnya Ahreum memang selalu sendiri. Tapi kali ini, dia tak mau ada orang yang melihatnya. Ahreum pun menuju ke taman belakang sekolah yang memang selalu sepi.

Dia duduk di bawah sebuah pohon yang rindang. Hanya disanalah dia bisa mengungkapkan perasaannya. Disaat Ahreum sedih atau senang, entah kenapa pasti dia akan datang dan duduk di bawah pohon itu. Seperti sekarang misalnya.

Air matanya yang sedari tadi dia tahan, sekarang telah terjatuh tanpa Ahreum minta. Ahreum tak bisa lagi menahannya. Dia pun menangis sambil terisak.

“Hiks… Hiks… Hiks…. Tuhan, mengapa hidupku selalu saja seperti ini? Tak bisakah Kau membuat aku lebih menderita lagi?”

To be continued….

***

–Author’s Note –

Haloooo!!!! Perkenalkan, Annabeth imnida, tapi bisa dipanggil Abeth. Ini first fanfict yang kukirim, jadi aku masih amatiran. Gimana chap 1 nya? Jelekkah? Pendekkah? Gajekah? Maaf ya, namanya juga author junior. Kalo misalnya chap ini masih pendek, janji deh chap 2 nya dipanjangin.

Oh iya, jangan bingung kenapa si Jongin jadi galak karena kena teh nya si Ahreum. Kan ceritanya si Jongin ditolak kan sama Naeun, makanya dia jadi emosian. Jadinya pas dia kena tehnya Ahreum, dia langsung ngamuk gara-gara dia badmood gitu, trus dia ga sadar kalo dia ngejek Ahreum. Gitu looo… Ngerti kan? Satu lagi, kan ceritanya Jongin sama Ahreum itu trainee di SM, tapi itu nanti dijelasin di chap selanjutnya.

Jangan lupa comment ya, soalnya komen kalian itu penting buat author. Author pengen banget tahu pendapat kalian pas baca chap ini. Sekian author’s note, maaf kalo ada typo dan kesalahan-kesalahan lainnya. Annyeong!^^

Love,

Annabeth :3

Iklan

126 pemikiran pada “Ugly (Character & Chapter 1)

  1. kasian ahreumnyaaa,,,,jongin tu jahat bgt yaahh,,dasssarrr,,,awas loh tar aku blgin tao biar jongin di pukul pake tongkat wushunya tao hhee *apasih-_-

    lanjuutttt 😀

  2. bary bacaaa ah suka kak :3 apalagi cast nya kai :”) suka banget sm cerita yg tertindas begini awalnyaaa mau baca yg chap selanjutnya :3 udh tamat blom ni?? aku mau baca sampe tamaaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s