Married by Accident (Chapter 3)

MAIN CAST : Kim Jongin

                      : Kim Hyuna

                      : Krystal Jung

                      : Kim Myungsoo

                     :  Oh Sehun

Genre          : Marriege Life, Romance, Angst.

PG                : 17

Author         : Sexygeek95

Lenghth       : Multichapter  / Chapter 3

WARNING     : Mungkin FF ini berisi Konten NC walaupun ga vulgar Serius, karena mungkin saya akan menggunakan bahasa yang agak kasar dan Serampangan, EYD? Oh maaf masih belum bisa sempurna menggunakannya. FEEL GA DAPET, ALUR NGAWUR, PENULISAN BIKIN SAKIT MATA, PLOT PASARAN.

Disclaimer     : Walaupun tidak memiliki hak cipta mohon untuk tidak mencopy cerita saya, karena cerita ini milik saya sepenuhnya. Sementara Pemain yang saya pakai adalah MILIK TUHAN, Orang Tua dan Agency masing – Masing.

Summary     :

Jongin adalah King Dance di Kampusnya, ia memiliki begitu banyak Pesona di dalam dirinya, Dia kaya, Pintar menari dan Sexy, Sedangkan Kim Hyuna Juga memiliki kedudukan yang sama, dia adalah Queen Dance, dia cantik dan dia Sexy, tentunya dia juga kaya, tetapi bagaimana bila mereka bersama? Akan kah mereka menjadi pasangan sempurna karena mereka memiliki latar belakang yang hampir sama?

“MWOYA”

Kini soojung mengerutkan bibir manisnya itu, dia kesal sangat kesal kepada kekasihnya ini, mengapa kai bisa – bisanya menolaknya, biasanya jongin yang selalu mengajaknya bercinta, ada apa dengan kekasihnya ini. 

“Sudahlah soojung, jangan merajuk terus – menerus” jongin mulai frustasi harus bersikap bagaimana kepada kekasihnya ini.

“….”

“Soojung-aaaaa” kini jongin mulai melihatkan aegyo-nya yang gagal, sangat gagal karena terlihat begitu… aneh

“Kau tidak mencintaiku jongin!” sudah ke 16 kalinya soojung berkata seperti itu.

Jongin memutar kedua bola matanya, ia sebenarnya mulai bosan dengan semua pernyataan yang keluar dari bibir soojung, kalau dia tidak mencintai Krystal mungkin sudah beberapa menit yang lalu dia melemparkan yeoja ini ke sungai dan menenggelamkannya didasarnya agar jongin tidak mendengar semua ocehan Krystal.

“baiklah Noona jung, apa yang kau mau?” kini Krystal menatap jongin antusias.

“hamili aku!” masih sama, permintaan Krystal masih sama seperti 2 jam yang lalu, oh ayolah jika permintaan Krystal adalah berbelanja sampai membuat tagihan kartu kreditnya bengkak dia tidak masalah, tapi ini.. Hamil?

Jongin menarik napasnya panjang, dalam otaknya terus menerus mencari cara supaya gadisnya ini melupakan permintaan konyolnya, oke jongin memang berencana menikahi Krystal dia mencintai Krystal tetapi dia belum siap menyandang predikat seorang ayah, dia masih butuh masa mudanya dan dia sama sekali tidak peduli dengan warisan konyol kakeknya itu.

“Huh, sana pergi” kini Krystalmengambil langkah menjauh dari kekasihnya itu,

Dia menutup pintu kamarnya dengan keras, mari berterimakasih karena jongin tidak mempunyai penyakit jantung atau dia akan mati disana.

“krys” panggil jongin, tetapi Krystal tak merespon apapun.

Perlahan jongin mulai memposisikan dirinya disamping Krystal, memeluknya dari belakang.

“krys, aku mencintaimu…. sangat” dia menghela napasnya perlahan, “tetapi untuk soal hamil, aku fikir aku belum siap, dan apakah kau siap nantinya?”

Krystal mulai merespon, dan membalikan badannya menatap jongin, “aku siap” ucapnya lantang.

“yakin?”

“eum” disertai anggukan mantap.

“walaupun nantinya perutmu akan membesar, sangat besar sehingga kau tidak dapat menggunakan gaun seksi lagi, kau siap?”

Krystal mulai berfikir. “tentu” Krystal menjawab pertanyaan itu dengan fasih namun jongin bisa mendengar keraguan dalam suaranya.

“walaupun nantinya kakimu akan membengkak. Mudah stress mudah mual, dan….”

“dan apa jongin?” kini Krystal mulai menatap serius pacarnya.

“Dan kau akan terbangun setiap harinya dipertengahan malam ketika anak kita menangis, tidak ada waktu untuk berbelanja karena anak kita rewel, tidak ada waktu untuk bermain ice skating, tidak ada waktu untuk berdandan, dan…”

Jongin belum menyelesaikan kalimatnya, tetapi Krystalmemotongnya.

“kau pasti menakutiku iya ‘kan?”

“tidak, lihat saja digoogle aku telah membacanya, krys apa kau siap nanti melepas semua masa mudamu hanya karena kau akan menjadi ibu muda? Aku tak masalah sih, toh nantinya kau juga akan hamil, dan mempunyai anak tapi belum saatnya krys, kita masih terlalu muda, kau mempunyai ambisi aku juga, apa kita siap melepaskan semua impian kita? Aku mencintaimu, saaangat mencintaimu maka dari itu aku memikirkan bagaimana nanti nasibmu, krys percaya aku ini hanya soal waktu,”

Krystal memeluk jongin, dia membenamkan wajah cantiknya dalam dada bidang jongin, “maafkan aku jongin, terimakasih”

“jongin! Lepaskan tanganmu dari payudaraku errr” kini Krystal mendorong jongin.

“kenapa? Tadi kau yang menggodaku” kini gantian jongin yang merajuk.

“no! Aku tidak punya kondom atau sejenisnya dan aku tidak ingin perutku besar jika kau kelepasan dan membuatku hamil big No!”

Jongin mengacak rambutnya frustasi, seharusnya dia menjelaskan kata – kata nya tadi setelah dia mendapatkan jatahnya malam ini, ugh sial.

—— ——- ————

Sudah pukul 12.00PM  kst namun kakek Woobin masih setia dengan coffenya dan perlahan satu – persatu melihat album kenangan yang kini ada ditangannya,

“aku tidak mengerti mengapa takdir bisa serumit ini, aku kira kimmi dan kai akan bersatu, namun takdir malah membawa kimmi bersama Myungsoo, “

Dia menyeruput coffe miliknya lagi, “Masuklah” ucapnya ketika mendengar ketukan pintu yang ternyata dari putra semata wayangnya, kim Heechul.

“ada apa?” tanyanya kepada Heechul

“ayah, ada yang ingin aku bicarakan ini tentang anak – anakku”

“bicaralah, kau juga berbicara banyak setiap harinya”

“ayah, aku serius”

Untuk pertama kalinya Heechul menatap Woobin penuh keseriusan.

“apa kau serius tentang menikahkan jongin dan Myungsoo dan meminta cucu kecil dari mereka?”

“tentu, aku sangat serius”

“tapi mereka masih sangat muda ayah, bahkan jongin belum bisa bertanggung jawab atas hidupnya sendiri” jelasnya pada sang ayah.

“apa kau amnesia heecul Kim? Berapa usiamu saat menikah dengan hana? Siapa yang beraninya menghamili gadis SMA kelas 12 hanya dengan alasan takut kehilangannya? Toh buktinya kau bisa membesarkan kedua anakmu dengan benar, yeah walaupun tahun pertama kau sempat menukar Myungsoo dengan bayi singa yang kau anggap lebih lucu ‘sih”

Muka heecul mulai merah padam, oh ayolah dia hanya ingin meluruskan persoalan ini kenapa malah ayahnya membahas kejadian puluhan tahun silam, salahkan saja bayi singa yang menurut Heechul lebih menggemaskan daripada Myungsoo kecil yang sangat cengeng jadi dia menukarnya dengan alasan “singa ini lebih menurutiku daripada anak ku” dan Heechul juga mengingat ketika hana marah besar sampai mengurungnya dikandang monyet milik ayahnya karena tindakan konyolnya tersebut.

“ayah, aku serius”

Heechul mulai frustasi dengan ayahnya sendiri, siapa yang berani – beraninya melahirkan Kim Woobin kedunia ini, seorang pria yang mempunyai sudut pandang aneh dan sangat ekstrim dalam pemikirannya memecahkan masalah.

Siapapun tolong masukan kembali kim Woobin dalam kandungan dan lahirkan ayahnya menjadi manusia yang lebih normal dari ini, batin berbicara.

“jangan campuri urusanku Heechul, mereka cucuku”

“tapi aku ayahnya” Heechul mulai geram,

“dan siapa ayahmu?”

“kau.”

“jackpot, sudah jelas akulah yang memiliki kekuasaan disini, sudah sana aku ingin bernostalgia dengan cucu – cucuku, lebih baik kau temukan cara agar jongin dan Myungsoo cepat menikah dan punya anak jika mereka tetap tidak bisa, aku akan mengajari mereka sendiri”

Kepala heecul mulai pening, dia tidak sanggup lagi beragumen dengan ayahnya.

Pertanyaan terakhir heecul untuk ayahnya.

“Jadi, berikan aku alasanmu kenapa kau memaksa Myungsoo dan jongin cepat – cepat menikah? Aku yakin ini bukan soal warisan, aku tahu kau sudah menyiapkan warisan untuk mereka sama rata, ini konyol tolong jawab aku, dan aku akan menuruti semua yang kau mau”

Woobin membenarkan kacamatanya, dan meletakan cerutunya.

“Aku ingin Myungsoo juga jongin bisa sedikit menghargai hidup, bahwa hidup harus berbagi dan keluarga itu terpenting diatas segala benda berharga didunia ini, maafkan aku yang salah mendidikmu dan kau yang bodoh menggunakan hal yang sama untuk mendidik anak – anakmu dengan memberikan mereka materi berlebihan dan kasih sayang yang sedikit,—“

Woobin menghela napasnya sebelum melanjutkan kalimatnya.

“— kau tau aku mulai lelah dengan sikap arogan jongin yang ingin menang sendiri tanpa memikirkan yang lain, dan aku sudah jenuh dengan sikap Myungsoo yang terkesan acuh kepada keluarganya, mereka itu saudara kandung, setela kejadian belasan tahun yang lalu aku sangat kehilangan kedua cucuku, aku hanya berfikir inilah cara mendidik mereka, siapa tahu saat mereka mempunyai keluarga kecilnya sendiri mereka akan menyadari arti keluarga sesungguhnya, jongin bisa sedkit hormat dengan kakaknya, dan Myungsoo akan sedikit peduli dengan adiknya, kim Heechul aku ini sudah tua, sangat tua aku tidak ingin tuhan nantinya menuntutku karena aku ceroboh membimbingmu dan tidak bisa membimbing kedua cucuku, jadi aku putuskan melakukan hal gila ini, aku hanya ingin melihat keluargaku ini harmonis seperti dulu sebelum akau pergi, jadi bisakah kau mengerti maksudku? Aku ingin jongin dan Myungsoo kembali menjadi dua kakak – beradik yang akur, bukan seperti ini.”

Heechul diam, dia sedang mengagumi sosok ayahnya yang ia kenal sepanjang hidupnya ini, baru kali ini ia melihat ayahnya bijaksana, ayahnya berfikiran jauh sangat jauh untuk kedua anaknya, walaupun caranya ini terlihat gila namun ia mempunyai niat yang sangat mulia.

“baiklah aku mengerti, aku akan pergi dan tidurlah ini sudah sangat larut ayah, “ Heechul beranjak pergi meninggalkan ayahnya,

“Heechul” panggil kakek Woobin saat Heechul baru saja menggenggam pintu kamarnya.

“siapkan tiket untuk ke okinawabesok, aku akan mengajak cucuku berlibur “

“baiklah”

Selepas itu Heechul pergi meninggalkan ruangan ayahnya.

“Semoga caraku berhail minri-ah” ucap Woobin sebelum dia menutup matanya.

======================== ============== ===========

“TIIIN” suara klakson mobil jongin terdengar keras.

“MINGGIR MYUNGSOO” ucapnya dengan menyembulkan sedikit kepalanya dari kaca mobil mewahnya itu.

“jongin, kau buta? Mobil kakek menghalangi mobilku, dan kau menyuruhku menyingkir? Bagaimana caranya?” Myungsoo menyauti pertanyaan adiknya dengan biasa saja tidak seperti jongin yang terus – menerus berteriak.

“MYUNGSOO KAU ITU PINTAR, PIKIRKAN CARANYA CEPAT, AKU AKAN TELAT ISH” jongin masih berteriak – teriak dalam mobilnya.

Kini Myungsoo terpancing emosi karena ulah adiknya, “TURUN” ucapnya didepan kaca mobil jongin, dan dengan angkuhnya jongin membuka pintu mobilnya dan keluar dari sana.

“Jadi, apa masalahmu tuan kim!” ucap jongin.

“kau bisa lihat sendiri tuan Kim! Lihat mobil kakek menghalangi mobilku jadi aku tidak bisa berkutik”

“jadi bangunkan kakekmu Myungsoo dan katakan supaya dia menyingkirkan mobilnya,” ucap jongin lagi sambil menunjuk – nunjuk mobil kakeknya itu.

“eh, enak saja kau menyuruhku kau saja, kau yang perlu ‘kan?” bela Myungsoo

“Kau itu cucunya Myungsoo!’

“LALU BAGAIMANA DENGANMU JONGIN!”

“AH APPO!” kini mereka berteriak dengan kompak saat ibu mereka menjewer kedua telinga anak laki – lakinya itu.

“KALIAN INI PAGI – PAGI SUDAH MEMBUAT KERIBUTAN,” ucap hana yang tidak kalah nyaringnya dengan mereka berdua.

Sementara kakek Woobin yang keluar dari rumah mereka hanya menggelengkan kepalanya karena tingkah cucu – cucunya ini.

“Myungsoo, jongin, masuk mobilku” ucapnya singkat.

“—tidak ada penolakan” ucapnya lagi.

Hana melepas kedua anaknya itu, sesekali hana masih mengawasi anak – anaknya hawatir mereka melakukan tindakan anarkis lagi.

“Kami berangkat” ucap Woobin memasuki mobilnya, dan mobil mewah berwarna hitam itu pun meluncur pergi meninggalkan rumah Kim Heechul.

“jangan dekat – dekat Myungsoo, aku tidak ingin tertular virus muka bodohmu itu huh” ucap jongin kepada Myungsoo yang duduk disebelahnya.

“kau yang seharusnya jangan dekat – dekat, nanti kulit hitammu itu luntur dan menempel dibadanku” jawab Myungsoo.

“YA! JAGA BICARAMU KIM MYUNGSOO”

“KAU YANG JAGA BICARAMU KIM JONGIN”

“KALIAN DIAMLAH,” kini mereka berdua benar – benar diam saat Woobin membentak mereka berdua.

Setelah sampai dihalaman parkir kampus mereka, baik Myungsoo maupun jongin berlomba – lomba keluar dari pintu mobil tersebut, tetapi sayangnya kakek Woobin menguncinya dari tombol kendali didepan sana.

“kalian ini, jangan pergi sebelum aku mengusir kalian” dan kakek Woobin menyerahkan mereka amplop putih.

“itu tiket ke okinawasore ini kalian berangkat bersama pacar kalian masing – masing, aku sudah menyiapkan sebuah rumah kecil untuk kalian, sekedar untuk berlibur saja jangan banyak membantah barang – barang kalian sudah ada dibandara jadi kalian bisa langsung pergi bersama pasangan kalian, dan….. jangan lupa membuatkan ku cucu kecil” ucap Woobin sambil memberi wink kepada cucunya dengan imutnya.

“yatuhan, ampuni dosaku” ucap jongin saat keluar dari mobil kakeknya karena mengingat mimik wajah kakeknya yang mengedipkan mata sambil mengigit bibirnya memberikan kesan,  centil.

Dan mari kita lihat Myungsoo yang memijit kepalanya disebelah jongin.

“jangan dekat – dekat” ucap jongin dan meninggalkan Myungsoo yang masih menatapnya datar.

Kali ini, orang – orang disekitarnya menatap jongin dengan lebih antusias dari biasanya, mereka pasti bertanya – tanya kenapa seorang Myungsoo bisa berada didalam mobil bersamanya.

Sepertinya memang nasib jongin harus selalu berpapasan dengan Hyuna, karena toh buktinya mereka berpapasan lagi tetapi hanya jongin yang melihat Hyuna karena Hyuna membelakanginya.

Seketika jongin mengingat ucapan kakeknya bahwa Hyuna adalah kimmi, jongin hanya ingin memastikan apakah Hyuna itu kimminya dulu.

“jika itu memang dia, aku akan membuktikannya sendiri” lalu jongin mengikuti Hyuna masuk kedalam ruang ganti wanita, tidak bermaksud mengintip sih, hanya saja jongin mencoba meyakinkan dirinya saja.

Hyuna perlahan membuka bajunya, jongin yang berada disalah satu pintu ruang ganti mengintip dari celah yang berada disana, jantungnya berdetak lebih cepat cepat daripada porosnya ketika ia melihat perut ramping Hyuna, walaupun ia hanya melihat dari belakang itu sudah membuat ‘adik kecil’ jongin tegang didalam sana.

“sial” umpatnya, tetapi ia berusaha mati – matian fokus kepada tatto yang berada dipinggang Hyuna.

Entah dia harus bersyukur atau sebaliknya karena dirinya masih bisa membaca kaligrafi jepang dan membaca tulisan “k a i “ pada pinggang Hyuna tersebut.

“jadi, dia benar – benar kimmi?” jongin masih sibuk dengan pikirannya, sampai – sampai dia dengan bodohnya tidak menyadari Hyuna sudah tidak berada disana.

“KYAAAAAAA APA YANG KAU LAKUKAAAN!” teriak shinyeong ketika mendapati jongin yangsedang duduk dengan menopang dagunya didalam kamar ganti wanita.

“DASAR LELAKI MESUM”

“AW, SAKIT BODOH, YAAAK! AKU AAA” ucap jongin random ketika shinyeong mulai memukulnya dengan tas gendongnya.

“hentikan,”

Mari berterimkasih kepada sehun yang datang menebus jongin dengan sedikit menjanjikan makan malam bersama shinyeong.

“aku akan menciummu sehun” ucap jongin dengan mengerucutkan bibirnya kepada sehun.

“pergi sana bodoh, jangan dekat – dekat aku ini normal dan aku masih menyukai Hyuna!” ucapnya menjauhkan diri dari sahabatnya itu.

“Eh?” kini jongin menghentikan kegiatannya menggoda sehun.

“jongin, karena aku menjanjikan makan malam bersama shinyeong kau harus memijamkan kartumu” dan jongin memberikan kartu black limitednya kepada sahabatnya itu.

“pakailah, tetapi apa yang kau katakan tadi? Kau menyukai Hyuna? Kim Hyuna maksudmu?” kini kai menatap sehun.

“jangan menatapku seperti itu bodoh, kau terlihat seperti gadis yang meminta pertanggung jawabanku karena menghamilimu huh”

“aku tidak mungkin mau dihamili olehmu oppa” kini kai menggelayut mesra kepada sehun.

“kamjong!!!” pekik sehun mendorong jongin menjauh dari dirinya.

“arra, lalu jelaskan padaku tentang kau menyukai Hyuna” kini jongin terlihat normal didepan sehun.

“aku menyukai Hyuna sejak dulu jongin, tetapi kini aku rasa aku harus membunuh perasaanku, karena,,,—“

“YAK KAU KAMJONG! KENAPA KAU TIDAK PERNAH MENGATAKAN BAHWA MYUNGSOO ADALAH HYUNG KANDUNGMU HAH! KALAU AKU TAHU SEJAK AWAL AKU AKAN MELUPAKAN HYUNA LEBIH AWAL, KARENA TIDAK MUNGKIN AKU BERSAING DENGAN CHAEBOL SEPERTI KALIAN”

“mana aku tahu kau menyukai Hyuna, aku kira kau itu gay sehun jadi—“ ucapan jongin terpotong ketika sehun menatapnya dengan seduktif. Dan mengelus wajah tampan jongin.

“jika aku gay, aku akan membuatmu menjerit dibawahku kim jongin”

“Sehun—–“

“ada apa sayang?”

“JONGIN SEHUN” pekik Krystal dari pintu masuk ruang tari tersebut.

“e-eh? Aku bisa menjelaskan krys, sungguh aku normal dan aku tidak mungkin menyukai kekasihmu sungguh—“ ucap sehun menjelaskan keadaan dia dengan jongin saat ini.

“sst sehun aku mendengarnya, kau menyukai Hyuna kan? Aku akan membantumu mendapatkannya”

“benarkah?”

“iya, aku akan membantumu” ucap Krystal penuh keyakinan dan jongin hanya menatap kekasinya itu datar.

“ayo krys, aku akan menyampaikan sesuatu kepadamu” dan jongin menarik Krystal dari sana.

Dan disinilah mereka, berada dirumah Krystal.

“Ada apa? Kenapa kau mengajakku pulang jongin?” tanya Krystal.

“kakek ku memberikan liburan ke jepang krys, sore ini kita berangkat dan siapkan semua barang – barangmu”

“benarkah? Woaaa Joha kau tahu jongin, 3 hari lagi Sooyeon unni akan mengadakan pembukaan restaurantnya disana bersama donghae oppa, ini kebetulan sekali”

“benarkah?”

“eum” Krystal menggangguk dan mengecup bibir jongin sekilas dan berlari kekamarnya menyiapkan perlengkapannya.

—–=== ========== ====== ==== ===

“eomma, apa sudah semua?” ucap Hyuna manja kepada eommanya.

“sudah sayang, bersenang – senanglah” kini yixing mengusap rambut anaknya,

“Myungsoo” panggil Hyuna dan menghampiri kekasihnya itu, dan Myungsoo tersenyum lembut keada gadisnya.

“apa sudah selesai?”

“sudah” Myungsoo pamit kepada yixing dan meninggalkan rumah Hyuna dengan senyuman yang terus mengenembang diwajahnya.

“Hyuna” kini Myungsoo menatapnya serius,

Sementara Hyuna menatapnya dengan wajah polosnya.

“kau mencintaiku ‘kan?”

Hyuna sedikit bingung dengan pertanyaan Myungsoo, tentu saja jawabannya adalah “ya, sampai kapanpun”

“berjanjilah untuk tidak pernah meninggalkanku, apapun yang kau dengar nanti tentang masalalumu berjanjilah untuk terus bersamaku, aku mohon”

Hyuna tidak langsung menjawab karena dia merasa sakit pada tangannya ketika lagi – lagi Myungsoo menggenggamnya erat.

“berjanjilah padaku kimm—“

“ssakit myung…”

“kau milikku berjanjilah selamanya akan selalu seperti itu, aku mohon” kini Hyuna bisa merasakan pelukan posesif dari Myungsoo.

Hyuna tidak mengatakan apapun, ia hanya mengelus punggung Myungsoo dengan lembut. Dia hanya merasa aneh dengan Myungsoo belakangan ini, dengan sikapnya yang tiba – tiba berubah menjadi lebih protektif dan tiba – tiba melamarnya, selalu mengatakan bahwa Hyuna tidak boleh meninggalkan.

Hanya orang gila yang meninggalkan lelaki sebaikmu myung. Batin Hyuna bicara sementara tubuhnya masih mendekap erat kekasihnya.

“you are mine, and always be” Myungsoo mengecup bibir pink Hyuna, mari kita abaikan tatapan dari banyak mata dibandara saat itu menyaksikan adegan romantis mereka.

“berhenti melakukan tindakan menjijikan didepan ku Myungsoo”

Entah kapan, tiba – tiba saja jongin dan Krystal sudah berada disamping mereka menyaksikan mereka dengan tatapan tidak suka, apalagi dengan jongin yang kini ingin sekali mencakar bibir Hyunanya sendiri.

Dan mereka jalan dengan pasangan masing – masing menuju tempat pemeriksaan pasport.

Myungsoo menarik jongin yang sedang berjalan dengan Krystal, memberikan jarak dari kedua wanita mereka sebentar “jangan pernah berfikir untuk mengingatkan apapun tentang masalalu kimmi, kimmi, kai dan L sudah berakhir belasan tahun lalu, kini yang ada Hyuna dan Myungsoo, aku tidak peduli siapapun gadismu tapi Hyuna milikku,”

“lepaskan aku,” ucap jongin.

Jongin POV

Kenapa Myungsoo takut sekali aku mengingatkan kepada Hyuna tentang masalalu kami, lagi pula aku hanya ingin memastikan kimmi itu Hyuna, tidak ada maksud untuk bersamanya.

Tatapan jongin tertuju pada yeoja disamping Myungsoo yang kini sedang mengigiti jari – jari lentiknya “kimmi selalu melakukannya ketika ia akan berada ditempat tinggi, dan kebiasaannya belum berubah semenjak beberapa tahun lalu” ucapku lirih, sampai hanya aku sendirilah yang dapat mendengar perkataanku tersebut.

Entah setan pada yang mendorongku mendekati Hyuna yang sendiri karena Myungsoo pergi ketoilet, “jangan mengigiti jarimu seperti itu, kasian kukumu” dan jongin memberikan Hyuna permen lolipop yang berada disaku celanaku

“ini lebih baik, dan bawalah lolipop kemanapun kau akan berpergian menggunakan pesawat noona” dan aku meninggalkannya disana.

TBC….

Aku sengaja bikin partnya dikit, alurnya gak kecepetan donk yaah sengaja ini satu shoot. Dan buat kalian yang penasaran, dipart berikutnya akan dijelasin siapa kimmi, kai dan L. So guys jangan lupa komentnya yah 🙂 semakin banyak yang koment semakin aku cepetin nyelesein part – partnya kkkk. Maaf kalo ffnya jadi genre random kk…

Salam ganteng dari pacar kyungsooooooo.

45 pemikiran pada “Married by Accident (Chapter 3)

  1. makasiih thor buat cerita’a 😀
    cerita’a maaakiiin seruu 😀 bwaahhaa ternyata ayah’a Jongin ngehamilin ibu’a pas masiih klas 12 cma karna takut khilangan, brarti ayah’a joongin sayang bgt sma ibunya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s