Flowers

Flowers

 

Title : Flowers

Author : Tamtam

Cast : Shin Hyuna (OC), Do Kyungsoo (EXO),  Park Chanyeol (EXO)

Length : Drable

Genre : Romance, Fluff, Angst?

 

Hyuna pov

Awal Februari.

Aku hanya bisa menggeleng kepala pelan menyaksikan suasana koridor sekolah. Ayolah,ini masih senin pagi!Bagaimana bisa berbuket-buket bunga terpajang rapih disepanjang jalan koridor utama? Bukan hanya koridor utama, jalan menuju kamar mandi pun dipenuhi dengan tangkai mawar merah. Bukankah keadaan ini lebih terlihat seperti bazar bunga dari pada sebuah sekolah?

“Shin Hyuna…”

Aku mengendus kesal mendengar panggilan itu. Derap langkah terdengar dibelakangku, suara beratnya pun kembali memanggilku.

“Mwo?”

Aku menatapnya yang kini sudah berada didepanku. Ia tersenyum bodoh kepadaku lalu tak lama ia menarikku untuk mengikutinya.

“Ya! Park Chanyeol lepaskan aku!”

Bukannya menuruti perintahku, Park Chanyeol yang hobi tersenyum itu malah terkekeh geli. Membiarkanku berteriak-teriak memintanya melepaskanku.

“Lihat, kau mendapat sebuket mawar lagi!”

Kini aku sudah berada dikelas. Aku hanya meraih mawar itu sejenak, mencari identitas pengirim mawar itu. Tapi nihil! Tidak ada satu pun keterangan dari siapa bunga itu berasal. Aku duduk dikursiku kemudian menyimpan mawar itu kedalam tas.

“Mawarnya indah. Bukankah begitu Hyuna-ya?”

Aku berdecak kesal melihat(lagi) senyuman bodoh seorang Park Chanyeol. Bagaimana bisa selama lima tahun ini aku tahan berteman dengan namja aneh ini?

4 Februari

Aku kira setelah tiga hari berlalu buket-buket itu akan menghilang. Atau setidaknya bunganya akan layu. Tapi? Walaupun hari berlalu bunga-bunga itu masih tetap segar dan jenis bunga itu sudah berganti. Walau mawar merah masih mendominasi rangkaian bunga tersebut.

“Park Chanyeol berhenti mengejekku!”

Ingin rasanya aku meremukkan seluruh tulang Park Chanyeol. Bagaimana tidak, seenaknya ia berteriak dikelas bahwa seorang penggemar kembali memberiku sebuket bunga. Itu memalukan!

“Siapa namja bodoh yang kembali memberi bunga kepada Hyuna?”

Ia tertawa sambil mengelilingi kelasdengan sebuket bunga lili ditangannya. Awas kau Chanyeol, tidak ada bantuan untuk tugas sejarahmu!.

“Bukankah namja bodoh itu kau, Park Chanyeol!”

Aku memutar kepalaku, melihatnya yang sedang tersenyum samar. Do Kyungsoo. Tidakku sangka namja pendiam sepertinya bisa ikut mengolokku.

“Mwo? Aku? Kalau begitu aku harus giat belajar!”

Chanyeol menaruh tangan kanannya didada. Seperti berjanji dengan perkataannya barusan. Seisi kelas kini tertawa. Mati kau Park Chanyeol!

Bel istirahat sudah berbunyi, menyisakanku seorang diri didalam kelas. Aku menatap buket lili ini dengan seksama. Mengapa selalu tidak ada keterangan dari pengirimnya? Saat aku hendak memasukkan kembali bunga ini kedalam tas. Aku melihat sebuah kertas.

‘Semoga kau menyukainya. Tidak sulit untuk mengetahui siapa aku. Karena aku berada disekitarmu.’

Aku tersenyum singkat, setidaknya pengirimnya memberi tahu bahwa aku mengenalnya. Ketika hendak bediri, sesuatu mengenai kepalaku. Aku memalingkan kepalaku, mencari siapa yang berani melemparku. Sebuah kertas berada tidak jauh dari kakiku, aku mengambilnya lalu membukanya.

‘Hanya perlu tutup matamu dan biarkan hatimu menuntunmu kepada pemberi bunga itu’

Aku mengerjapkan mata beberapa kali setelah membaca tulisan itu. Menutup mata? Sepertinya bukan hal yang sulit! Aku menutup mataku perlahan, membayangkan buket-buket bunga yang sudah aku dapatkan. Tidak sampai semenit aku membuka mataku. Namun tak lama, mataku membulat. Mendapati seseorang yang sedang berada didepan kelas. Ia menatapku lekat. Do Kyungsoo. Ia berjalan kearahku kemudian tersenyum singkat. Apa Kyungsoo yang selama ini memberiku bunga-bunga itu? Apa benardia?

Kyungsoo pov

Entah mengapa akhir-akhir ini aku merasa Hyuna selalu mengamatiku. Aku selalu mendapatinya tengah memandangku, seakan mencari jawaban untuk sesuatu yang tidakku mengerti. Seperti sekarang, ia kembali memutar kepalanya kebelakang untuk menatapku sekilas. Kemudian tersenyum singkat kepadaku. Itu semua membuatku berfikir bahwa ia terlihat begitu manis. Hei! Apa yang sedang kupikirkan?.

Suasana sekolah kali ini benar-benar membuatku bergidik ngeri. Bagaimana tidak bertangkai-tangkai bunga tertata rapih disudut-sudut sekolah. Gambar-gambar hati pun memenuhi dinding sekolah. Ini semua karena bergantinya jabatan ketua organisasi sekolah. Ketua organisasi kali ini benar-benar gila pada hari valentine.

“Setangkai bunga anggrek yang cantik”

Aku mengamati Hyuna yang tengah menatap bunga anggreknya. Walau hanya dapat melihat punggungnya, aku tahu bahwa ia sedang bahagia. Tak lama ia menatap bunganya karena beberapa detik kemudian ia memasukkannya kedalam tas.

“Kyungsoo-ya dua hari lagi hari valentine bukan? Aku ingin mawar merah saja”

Setelah berkata seperti itu Hyuna tersenyum kemudian meninggalkanku seorang diri didalam kelas. Ada apa ini? Mengapa ia menyuruhku memberinya mawar merah? Dan mengapa pipiku memanas?

 

Author pov

14 Februari

Kyungsoo berjalan menuju kelasnya dengan muka memerah. Akibat permintaan Hyuna beberapa hari yang lalu, ia menjadi tidak bisa tidur. Memang ini bukan pertama kali ia memberikan sebuket bunga pada Hyuna. Namun kali ini berbeda. Karena kini Kyungsoo memberinya langsung kepada Hyuna. Diambang pintu Kyungsoo menghentikan langkahnya untuk sejenak menarik nafas setelah itu kembali melangkahkan kakinya.

“Ini untukmu”

Hyuna yang tengah serius menyalin catatan salah satu temannyatertegun mendengar suara Kyungsoo. Bukan hanya karena suaranya, Hyuna kini membulatkan matanya mendapati Kyungsoo memberinya sebuket mawar. Bukan mawar merah seperti permintaannya. Namun beraneka warna mawar.

“Mian, karena aku tak memberimu sebuket mawar merah. Tapi aku memberimu sebuket mawar dengan berbagai warna”

Kyungsoo menatap mata Hyuna lekat, membiarkan sorak-sorai terdengar dari teman-teman sekelasnya.

“Mawar kuning ini sebagai pertanda maukah kau menjadi sahabatku? Mawar merah ini pertanda maukah kau menjadi cintaku? Dan mawar putih ini menjadi pertanda maukah kau menjadi cinta sejatiku?”

Hyuna mengerjapkan matanya berkali-kali setelah mendengar perkataan Kyungsoo. Sedangkan Kyungsoo merutuki dirinya yang bisa-bisanya berkata se-cheesy itu terhadap Hyuna. Itu sama sekali seperti bukan gayanya!

“Saranghae, Shin Hyuna”

Kyungsoo berkata setelah jeda panjang terjadi diantara mereka. Sebisa mungkin ia menghiraukan suara-suara disekitarnya yang tengah menyorakinya.

“Nado Saranghae, Do Kyungsoo”

Suara tepuk tangan menjadi akhir dari pernyataan cinta seorang Do Kyungsoo. Akhir bahagia menjadi cerita cinta Kyungsoo bersama Hyuna. Namun tidak untuk seseorang, diambang pintu Park Chanyeol harus mengikhlaskan hatinya. Mengubur cinta terpendamnya. Ia mengamati mawar merah yang berada digengamannya. Beberapa hari lalu Kyungsoo bercerita bahwa Hyuna menginginkan sebuket mawar merah pada hari valentine. Maka seperti biasanya Chanyeol akan memberinya bunga, kali ini sesuai dengan keinginan yeoja itu. Dan hari ini Chanyeol mencoba untuk tidak menjadi seorang pengecut, ia mencoba memberikan buket ini secara langsung pada Hyuna. Tanpa menjadikan Kyungsoo sebagai perantara. Walau Kyungsoo pun menaruh setiap buket bunga itu diam-diam. Chanyeol tersenyum singkat pada bunga itu sebelum membuangnya ketempat sampah. Chanyeol menghirup nafas panjang sebelum memasuki kelas.

“Ya! Shin Hyuna kau sudah menjadi kekasihnya? Kyungsoo-ya semoga kau tidak menyesal atas keputusanmu menjadikan Hyuna yeojachingu-mu”

Suara tawa Chanyeol menjadi intrupsi untuk tepuk tangan yang terdengar dan membuat Hyuna melepar buku catatannya asal kearah Park Chanyeol.

 

FIN

Kamsahamnida buat yang rela menyisihkan waktunya untuk membaca FF ini. Sekali lagi, kamsahamnida JJ

Iklan

11 pemikiran pada “Flowers

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s