Moonlight (Chapter 2)

Moonlight 

Cover FF Moonlight

My angel, please don’t leave me~

Title : Moonlight (Part 2)

Author : AutumnGirl (@AND3_Aninda)

Cast : Member EXO

Support Cast : *Kalian akan menemukannya di dalam cerita ._.v*

Length : Chaptered

Genre : Romance, friendship, family [EXO], sad, comedy, brothership,

Rating : PG-14

PS : Semua cast milik Yang Kuasa. Aku hanya meminjam namanya saja.

Halo~ Ini adalah FF pertama yang aku kirim di sini J Ini asli dari otakku. Tolong hargai karyaku dengan tidak plagiat dan tidak copy-paste. Tolong komentari hasil karyaku ya^^ Aku berharap kalian tidak menjadi silent readers. Kalian cuma bilang ‘keep writing’, aku udah seneng J Silakan membaca FFku. Maaf bila terdapat typo atau kurang dapet feelnya ._.v Silakan membaca^^

FF ini pernah dipublish di http://wattpad.com/Aninda_AND3

 

—- Moonlight Part 2 —-

Author POV

 

Angin malam berhembus membawa udara yang dingin. Secercah cahaya menyelimuti ketujuh member. Hanya dengan sekali jentikan tangan, ketujuh member tak lagi di atas rumput. Mereka telah berada di ruangannya sendiri-sendiri. Seorang member yang tidak sengaja melihat kejadian barusan, sangat terkejut.

“Apa itu? Siapa dia?” Dia lantas berlari kembali ke dorm dengan penuh rasa kengerian dan penasaran.

“Apa jangan-jangan itu tadi. . . ” Batinnya.

Keesokan harinya, Junmyeon terbangun. Ia mengucek matanya dan berjalan keluar dari kamar. Membuka knop pintu dan melangkah ke kamar mandi. Setelah melihat cermin, ia baru sadar bahwa ia telah berada di dorm.

“Siapa yang membawaku ke kamar?” Gumam Junmyeon. Setelah membersihkan diri, Junmyeon menuju kamarnya kembali. Ia mengamati seluruh penjuru kamar. Berharap terdapat jejak di dalam kamarnya. Satu titik, di jendela kamarnya terdapat bulu. Junmyeon mengambilnya dan melihat dengan seksama bulu itu.

Hyung, kau thedang apa? Cepatlah, aku ingin mengambil pakaianku.” Suara salah satu member mengagetkan Junmyeon. Ia menyimpan bulu itu di dalam lemari dan segera berpakaian.

Nde, aku sudah selesai. Masuklah.” Seorang namja dengan perawakan tinggi dan fair skin yang ia miliki masuk ke kamar.

“Aku keluar dulu. Ingin menyiapkan sarapan. Kau jangan tidur lagi.” Junmyeon meninggalkan Sehun sendirian di kamar. Junmyeon masih bertanya-tanya. Siapakah yang membawanya ke kamar?

***

Kim Junmyeon POV

 

Ini aneh. Sepertinya tadi malam aku tidur di luar. Mengapa tadi pagi aku sudah berada di kamar? Apa ada yang mengangkatku ke kamar? Lalu kenapa terdapat bulu putih di jendela? Ini sungguh membingungkan.

Hyung? Jangan melamun nanti kesambet lo.” Yixing mengibaskan tangannya di depan mataku. Aku menggelengkan kepalaku mengusir pikiran tadi. Lantas aku tersenyum pada Yixing.

“Yixing, apa kau tahu siapa yang membawaku ke kamar?” Yixing memiringkan kepalanya, mencoba mengingat kejadian tadi malam.

Molla, hyung. Bukannya aku juga tidur di luar? Tapi tadi pagi aku telah berada di kamar.” Aku menepuk dahiku. Aku lupa, Yixing juga tidur di luar. Aku mengacak rambutku kasar.

“Aku juga menemukan ini di kamar.” Yixing merogoh saku celananya dan mengeluarkan bulu yang sama seperti tempatku. Aku mengernyit bingung.

“Eh? Itu bulu yang sama dengan bulu yang berada di kamarku.” Aku mengambil bulu milik Yixing dan merabanya. Sungguh lembut. Lebih lembut dari bulu angsa.

Hyung, itu apa?” Aku dan Yixing menoleh pada asal suara. Jongin mendekatiku dan menyentuh bulu yang aku bawa.

“Lembut. Lebih lembut dari bulu unggas manapun. Apa hyung baru saja bertemu angel?” Angel? Malaikat? Apa maksudnya?

“Malaikat maksudmu?” Jongin mengangguk dan terus mengelus bulu milik Yixing.

“Malaikat?” Yixing menggaruk kepalanya yang menurutku tak gatal. Lalu menatapku dengan penuh tanya. Aku hanya mengedikkan bahu.

“Sarapan siap!” Kyungsoo menata masakannya di meja makan. Aku dan Yixing menyiapkan peralatan makan. Jongin segera menarik kursi dan duduk. Sementara member lain menyusul.

Sarapan kali ini sedikit berbeda. Biasanya ada keributan saat makan. Tapi sekarang suasana sangat hening. Hanya suara garpu dan sendok yang berdenting.

“Akhirnya selesai juga.” Baekhyun membersihkan mulutnya. Ada yang aneh dari Baekhyun hari ini Semoga saja dia akan bercerita pada kami.

Hyung, tadi malam aku melihat sesuatu.” Aku langsung memasang telinga baik-baik untuk mendengarkan ocehan Baekhyun. Baekhyun terlihat sedikit takut.

“Aku melihat sesuatu yang aneh. Cahaya yang sangat terang menyelimuti Minseok hyung, Luhan hyung, Yifan hyung, Junmyeon hyung, Yixing hyung, Jongdae, dan Zitao. Kemudian kalian tiba-tiba menghilang dari sana setelah cahaya itu semakin menyilaukan.” Ke tujuh member termasuk aku langsung membulatkan mata. Cahaya?

“Aku tak mengira kalian akan berada di dorm. Saat itu otakku dipenuhi oleh pikiran yang tidak-tidak. Ternyata cahaya itu membawa kalian ke dorm ya?” Baekhyun memainkan peralatan makannya sambil menunduk. Minseok mengeluarkan sesuatu dari sakunya.

“Aku mendapatkan ini.” Minseok menunjukan bulu yang lagi-lagi sama seperti milikku dan Yixing. Yifan, Luhan, Jongdae, dan Zitao juga mengeluarkan benda yang sama.

“Sudah aku duga itu pasti angel.” Jongin menyela dan terseyum bahagia. Aku mendelik tajam pada Jongin. Masih belum sepenuhnya percaya dengan apa yang Jongin katakan. Itu khayalan.

Angel?” Serentak semua member bertanya kecuali aku, Yixing, dan Jongin.

Angel itu malaikat, kan? Kenapa malaikat kemari dan hanya membawa hyungdeul ke dorm.” Sehun sepertinya mulai membuka kunci pikiranku.

“Hahaha. It’s impossible. Mana mungkin.” Zitao sepertinya tak percaya akan hal itu. Terlihat ia menyanggah perkataan Sehun dengan tawa yang bisa dibilang tawa ledekan. Sehun hanya memijit tengkuknya pelan. Menyadari apa yang baru saja ia katakan bahwa ucapannya memang terdengar weird.

Kini semua terdiam. Bermain dengan pikiran masing-masing tentang kejadian yang baru saja terjadi. Tak ada satupun yang berbicara. Namun mungkin hati yang berkata. Setelah sarapan tadi, juga belum ada perlatan makan yang terbereskan. Sepertinya pagi ini memang pagi yang tidak semestinya. Jujur, aku sedikit tidak nyaman dengan kondisi seperti ini. Aku mulai membereskan peralatan makan. Kyungsoo menatapku dengan tatapan ‘apa yang kau lakukan hyung?’ Aku hanya tersenyum dan menuju tempat cuci piring.

“Lupakan sejenak kejadian tadi malam. Sekarang lakukan aktivitas seperti biasa.” Ucapku sembari mencuci satu persatu peralatan makan. Semua member langsung meninggalkan ruang makan dan sepertinya menuju ruang tengah. Aku lebih suka jika seperti ini. Karena apa. Aku tak ingin mereka mengkhayal tak jelas dan membuat mereka sedikit miring. Aku tak ingin itu terjadi.

Saat hendak menata peralatan makan di lemari, tiba-tiba tercium aroma yang sangat harum. Aku mengira itu parfum salah satu member. Jadi, aku tak masalah dengan itu.

“Tao.” Nama bintang jatuh tadi malam melintas di kepalaku. Aku tersenyum setelah menyebutkan nama itu. Setelah selesai menata peralatan makan, aku segera menyusul para member. Aroma wangi itu semakin harum ketika aku berada di ruang tengah.

“Apa diantara kalian ada yang memakai parfum?” Semua member menggeleng. Aku sedikit bergidik. Lantas siapa yang memakai parfum?

“Junmyeon, di sini tak ada wewangian apapun.” Ucap Yifan. “Apa indera penciumanmu sedang bermasalah?” Sambung Yifan. Aku menggaruk kepalaku yang tak gatal. Aku benar-benar bingung.

“Benar, hyung. Di sini tak ada wangi apapun. Yang ada hanya wangi para member yang belum mandi.” Para member yang merasa belum mandi menatap tajam pada Baekhyun. Chanyeol, Jongin, Jongdae, dan Zitao mendekati Baekhyun.

“Apa yang kau katakan barusan, hyung?” Zitao melipat lengan bajunya. Bersiap memberi pelajaran pada Baekhyun. Baekhyun mundur dan memberi tanda ‘peace’ di tangannya. Aku terkekeh melihatnya.

“Sudahlah. Mungkin memang hidungku sedang bermasalah. Jangan bertengkar hanya gara-gara masalah kecil.” Aku mencoba melerai mereka. Kyungsoo kemudian berdiri. Sementara kelompok yang menyerang Baekhyun hanya menjitak kepala Baekhyun setelah mendengarkanku.

“Junmyeon hyung, kau salah. Aku sekarang juga mencium aroma yang sangat harum. Apa kau masih menciumnya?” Aku mengangguk menyetujui perkataan Kyungsoo. Kyungsoo lantas berjalan menuju kamarnya. Aku mengikuti Kyungsoo dari belakang. Namun setelah aku berada di depan pintu kamar Kyungsoo, aku tak mencium aroma yang tadi aku hirup. Malahan aroma yang aku hirup lebih tajam di kamarku sendiri. Member lain hanya menatapku dan Kyungsoo dengan tatapan ’Apa mereka gila? Di sini tak ada apapun.’

HYUNG!” Semua menoleh ke teriakan Kyungsoo. Lantas menuju kamar Kyungsoo.

“Ada apa?” Tanya Yifan. Kyungsoo mengambil sesuatu di bawahnya.

“Tadi di kamarku tak ada benda ini.” Kyungsoo memperlihatkan sebuah berlian bertuliskan Kyungsoo dengan sangat rapih.

“Sejak kapan kau memiliki berlian? Kau tak pernah bercerita kepada kami.” Chanyeol sepertinya sedang tidak connect. Bukannya tadi Kyungsoo bilang bahwa Kyungsoo tiba-tiba menemukan berlian di kamarnya?

Pletakk

Ya! Kenapa hyung menjitakku? Salahku apa?” Chanyeol memegangi kepalanya yang baru saja aku jitak.

“Chanyeolie, Kyungsoo tak punya berlian. Apa tadi kau tak mendengarkan penjelasan Kyungsoo?” Chanyeol hanya menggeleng. Semua terkekeh melihat tingkah Chanyeol. Chanyeol tersenyum memperlihatkan giginya yang rapih.

“Barusan itu apa?” Ucap Jongdae dan Luhan bersamaan. Jongdae dan Luhan menunjuk jendela Kyungsoo dengan ekspresi terkejut. Sedikit terlihat ujung sayap silau saat kami mengalihkan pandangan pada sosok yang Jongdae dan Luhan tunjuk. Semua terheran-heran dan saling menatap satu sama lain. Lalu mengedikkan bahu tanda tak tahu.

 

 

 

TBC

Iklan

11 pemikiran pada “Moonlight (Chapter 2)

  1. Have you ever considered about including a little bit more than just your articles?

    I mean, what you say is important and all. Nevertheless
    think about if you added some great visuals or video clips
    to give your posts more, “pop”! Your content is excellent but
    with images and clips, this website could definitely be one of the very best
    in its field. Fantastic blog!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s