My Fate (Chapter 1)

My Fate

10530936_670579583030359_7402822019682819658_n

Title : My Fate | Chapter 1
Author : Bee (@Nurul_Hunie)
Cast     :

Oh Sehun (EXO)
Khaza Hanna (OC)
Byun Nami (OC)

Other Cast :

Find by yourself

Genre :

Angst, Sad, Romance, University Life

Rating : PG-17
Lenght : Series/Chaptered
Disclaimer : Ini murni hasil imajinasi aku. Tolong jangan copy paste seenaknya dan jadilah reader yang baik.
My Fate

Summary
Awalnya aku adalah seorang gadis yang sangat beruntung. Tapi semua keberuntunganku hilang, ketika ada seseorang yang dengan keji merampas masa depanku. Dan memperlakukanku seolah aku ini boneka sexnya.

 

Iblis itu sudah mengotoriku dan membuatku menjadi seorang pengkhianat dengan mengkhianati sahabatku sendiri. Sehingga pada akhirnya aku memutuskan untuk menjauhi sahabatku, dan menutupi semua kesalahan yang telah aku perbuat meskipun itu murni bukan kesalahanku seutuhnya. Aku hanya tidak ingin menyakiti hatinya. Itu saja.

Dan dari sinilah penderitaanku dimulai. Dia ada memang karena kesalahan tapi Ia tumbuh di rahimku dan aku akan tetap menjaga dan merawatnya dengan baik sampai ia dewasa nanti. Dengan atau tanpa seorang ayah. Meskipun aku harus menerima cacian, makian, serta tatapan jijik dari orang-orang yang kutemui sebagai gantinya. Itu tidak masalah, aku memang pantas mendapatkannya.

 

My Fate

 

Author POV

Dari kejauhan terlihat seorang gadis yang hendak turun dari bus. Gadis itu terlihat tergesah-gesah dan langsung berlari ketika kakinya sudah berhasil menginjak trotoar. Beberapa kali ia menabrak pejalan kaki lain tapi ia tak menghiraukannya, ia hanya mengucapkan ‘maaf’ lalu kembali berlari tanpa memperdulikan keadaan dan protes yang keluar dari mulut mereka.

 

Gadis itu seperti sedang mengejar waktu yang terus berlari meninggalkannya.
Rasa khawatir dan takut pun terpancar jelas dari air mukanya. Wajah cantiknya kini terlihat berkeringat, dan ia tak perduli itu yang saat ini ada dalam pikirannya hanya satu sampai ke tempat tujuan tanpa ada kata terlambat. Fakultas Kedokteran. Dia harus sampai kesana tepat waktu.

 

Bangunannya sudah terlihat, hanya tinggal beberapa meter lagi ia sampai, tapi sayangnya kelasnya berada di lantai 3. Oh Tuhan bagaimana ini? Gadis itu melirik arloji yang terpasang dipergelangan tangannya. Astaga ia sudah terlambat selama 3 menit dan itu sangat buruk. Dan ia tahu betul siapa yang mengajar pada jam pelajaran pertama di kelasnya hari ini.
Profesor Han, dosen killer yang disegani oleh seluruh mahasiswa di Fakultas Kedokteran, tidak hanya di FK tapi juga dibeberapa fakultas lainnya. Dosen itu terkenal sangat dingin, tegas, dan pelit terhadap nilai, membuat para mahasiswa enggan mencari masalah dengannya. Dan Hanna bisa memastikan ia akan tamat jika Profesor Han sampai terlebih dahulu daripada dia.

 

“Maaf Profesor saya terlambat”
Segera setelah sampai dikelas dan membuka pintu Hanna langsung meminta maaf dan membungkukkan tubuhnya berkali-kali setelah melihat orang yang saat ini ia takuti sudah berdiri di depan para mahasiswa. Siap mengajar.

 

“Anda sudah terlambat selama 6 menit”
Ujar Profesor Han dingin dan hal itu membuat Hanna semakin kikuk.

“Maafkan sa..saya Profesor. Saya mengantar susu terlebih dahulu sebelum berangkat kuliah dan bus yang saya tumpangi ketika berangkat terjebak macet. Maafkan saya Profesor. Saya mohon biarkan saya mengikuti kelas Anda. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi” Jawab Hanna gugup. Ia terus menundukan kepalanya tanpa berani menatap lawan bicaranya.

 

“Duduk” ucap Profesor Han singkat.

 

Mendengar itu, Hanna refleks mengangkat kepalanya dan kemudian ia langsung membungkukan tubuhnya berkali-kali untuk berterimakasih kepada Profesor Han karena sudah mau berbaik hati kepadanya.

Sejujurnya Hanna masih tidak percaya Profesor Han mengijinkannya masuk untuk mengikuti kelasnya. Padahal Hanna tau orang seperti apa Profesor Han itu.
Ya, tentu saja Hanna mengenal baik Profesor Han karena saat ini ia adalah Mahasiswi kedokteran semester 5, dan tentunya ia tidak bodoh untuk tidak memahami semua dosen yang mengajarnya selama ini.

 

Profesor Han juga tidaklah bodoh, ia memang tidak menemukan kebohongan dari pengakuan anak didiknya itu, itu sebabnya ia mengijinkan Hanna untuk mengikuti kelasnya dan lagi Profesor Han memang sudah mengetahui latar belakang gadis itu. Gadis pengantar susu yang beruntung karena mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang ini.

***

Gadis yang sangat mirip dengan boneka dollfie itu terlihat begitu sempurna. Sayangnya tidak dengan takdirnya, ia hanya seorang gadis biasa yang tidak mempunyai apapun untuk dibanggakan. Hanna hanya seorang gadis pengantar susu di pagi buta, mahasiswi di pagi sampai siang hari, guru private di sore hari, dan menjadi pelayan di cafe pada malam hari. Demi cita-citanya dan memenuhi kebutuhan hidupnya di Seoul ia rela bekerja keras setiap harinya tanpa mengenal lelah sedikit pun.

Orang tuanya sendiri berada di Busan, mereka bekerja sebagai buruh ternak sapi untuk keluarga Park. Dan Hanna berjuang seorang diri disini demi cita-citanya untuk menjadi seorang dokter.

Sebelumnya Hanna sangat senang ketika Ia tau bahwa ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya. Dan sebelum keberangkatannya Hanna sudah berjanji kepada kedua orang tuanya bahwa ia akan pulang dengan membawa gelar Dokter di depan namanya dan juga uang yang banyak untuk mereka nanti. Itulah janji Hanna yang tak akan pernah ia lupakan. Karna baginya kedua orang tuanya lah alasan kenapa ia harus sukses di sini.

 

***

“Woahhh Hanna kau tau, tadi itu kau sangat beruntung…!!!”

Ujar Nami, sahabat Hanna. Hanna hanya tersenyum menanggapi ocehan sahabatnya itu, tangannya sibuk menyibak halaman buku yang sedang Ia baca, dan matanya sibuk menangkap setiap kata yang tercetak didalamnya, sehingga ia hanya mampu menanggapi setiap ocehan yang keluar dari mulut Nami dengan senyuman. Nami sendiri tidak ambil pusing, ia terus berbicara tanpa memperdulikan respon dari lawan bicaranya.

 

Jika dilihat dan diperhatikan, akan terlihat jelas perbedaan yang begitu mencolok dari kedua orang yang berstatus sebagai sahabat itu.

Byun Nami, gadis cantik dan juga pintar, sudah menjadi sahabat Hanna sejak mereka masih di Busan tepatnya saat mereka menginjakan kaki di bangku menengah atas. Nami mempunyai sifat yang bisa dibilang aktif dengan kata lain ia sedikit cerewet berdeda sekali dengan Hanna yang pendiam, tapi Nami mampu membuat Hanna menjadi orang sepertinya dan membuat Hanna tertawa ketika besama dengannya.

Bagi Hanna sendiri Nami sudah seperti happy virus untuknya, Hanna merasa ia sangat beruntung bisa memiliki sahabat seperti Nami. Menurutnya Nami benar-benar sahabat yang sangat baik, tidak hanya baik pada dirinya tapi ia juga sangat baik kepada semua orang. Ditambah Nami adalah orang yang sangat mudah bergaul, ramah dan disenangi oleh banyak orang dan lagi Nami adalah salah satu gadis terpopuler di kampus bukan hanya karna kecantikannya tapi juga karna kebaikannya. Sekali lagi Hanna sangat berungtung karna gadis itu memilihnya untuk menjadi sahabat satu-satunya yang ia miliki.

 

Nami sendiri berpikir Hanna adalah gadis terbaik yang pernah ia temui dan miliki, dan ia tidak pernah berniat untuk menambah daftar orang untuk menjadi sahabatnya. Baginya Hanna lebih dari cukup. Hanya Hanna yang mampu mengertinya, Hanna selalu mendengarkannya walau kadang tak menanggapi setiap ocehannya dan hanya memberikan senyum sebagai jawabannya. Tapi Nami merasa itu lebih dari cukup^^ karna Ia hafal betul watak sahabatnya itu.

Oh ya. Jangan lupakan perbedaan yang paling mencolok dari keduanya. Byun Nami adalah putri dari Byun Hojun, salah satu pengusaha terkaya yang mempunyai pengaruh cukup besar untuk meningkatkan perekonomian Korea Selatan. Sedangkan Hanna hanya putri dari seorang buruh ternak sapi, ia hanya seorang gadis yang berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Beruntung Nami dan keluarganya tidak pernah memandang seseorang dari status sosialnya, sehingga mereka bisa menjadi sahabat seperti sekarang ini. Bahkan orangtua Nami sudah menganggap Hanna seperti anak mereka sendiri.

 

>,<

“Hannaa..??? Bagaimana kau mau tidak…???” Nami terlihat merajuk pada Hanna

“Ne…???” Hanna terlihat bingung dengan arah pembicaraan sahabatnya itu, dan hanya bisa mengerjapkan matanya berkali-kali ketika Nami mengomelinya habis-habisan.

“Astaga. Dari tadi kau tidak mendengarkanku. Oh Tuhan. Sejak kapan sahabatku ini tuli. Kau taruh dimana kupingmu itu, hah? Biar aku ambilkan untukmu, dan aku sendiri yang akan memasangkannya untukmu”

“Kau kenapa Namia?”

Hanna benar-benar tidak tau apa yang membuat sahabatnya itu marah, dan saat ini Nami hanya bisa mengerucutkan bibirnya, kemudian menghela nafas berat mencoba bersabar menghadapi kepolosan dan sedikit kebodohan sahabatnya itu yang sering kali mengacuhkannya dan lebih mementingkan buku dari pada dirinya.

“Begini. Ada seorang Ibu yang mencari guru private untuk anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 5. Dan orang itu adalah sahabat baik eomaku jadi aku meminta eomma untuk merekomendasikanmu padanya, dan eommaku sudah melakukannya. Ia mengatakan kepada orang itu bahwa eomma mengenalmu dan Ibu itu setuju mau menerima mu untuk menjadi guru private anaknya, karena ia percaya pada eommaku. Jadi bagaimana? Orang itu memintamu datang sore ini ke rumahnya, kau mau tidak? Dan sebaiknya aku tidak mendengar jawaban tidak, karena aku tidak mau menanggung malu”

Dan kembali Hanna mengerjapkan matanya berkali-kali

“Apa? Kenapa kau lakukan itu Namia? Aku masih punya janji untuk satu Minggu kedepan dengan anak yang saat ini aku bimbing”

Nami menepuk jidatnya, Ia lupa Hanna sudah mempunyai anak didik.

“Tapi Hanie, Ibu itu benar-benar kaya. Aku rasa dia akan membayarmu dengan bayaran yang cukup tinggi jika kau bisa mengajar anaknya dengan baik. Kau kerumahnya saja dulu, untuk menentukan jadwal les anaknya bersamamu. Agar kau bisa menyesuaikannya dengan anak didikmu yg lain”..

Hanna terlihat menimang-nimang tawaran sahabatnya itu dan berpikir untuk menerimanya, ia berpikir semakin banyak ia bekerja maka akan semakin banyak pula uang yang ia kumpulkan untuknya bahkan ia bisa memberikannya juga kepada kedua orang tuanya.
Nami memandang lekat wajah Hanna. Ia terlihat gugup akan jawaban yang akan Hanna berikan kepadanya. Hey. tunggu, aku tidak sedang mengungkapkan perasaanku padanya! Pikirnya.

“Hmm… ne. baiklan. Berikan aku alamatnya”

Mata Nami terlihat berbinar ketika Ia mendengar jawaban dari sahabatnya

“Good girl” ucapnya sambil mengacak rambut Hanna, membuat Hanna siap mengeluarkan protes pada sahabatnya yang hyper aktif itu.

“yaa kau…”

Tiba-tiba Hanna menghentikan kalimat protes yang hendak keluar dari mulutnya, saat melihat Nami yang tiba-tiba menjadi pendiam, merasa ada yang aneh akhirnya Hanna mengikuti arah pandang sahabatnya itu sampai berhenti disatu titik. Disana. Ia bisa melihatnya satu objek yang sedang berkumpul bersama teman-temannya berbicang bersama dan sesekali terlihat tersenyum, objek yang begitu mempesona, objek yang sudah membuat hatinya bergetar walau hanya melihatnya dari kejauhan. Dia Oh Sehun. Salah satu Mahasiswa semester akhir jurusan College of Business Administration, di Seoul National Univesity, dia berada di universitas yang sama dengannya namun berbeda fakultas. Dia adalah mahasiswa pindahan dari Harvard University dan semenjak dia menginjakkan kakinya di sini seketika hampir semua mata tertuju padanya, tidak hanya tampan dan pintar dia juga sangat kaya, kenapa? Karna ayahnya merupakan orang terkaya di Korea Selatan.

Dia di gilai oleh hampir seluruh gadis yang ada di Universitas walau berbeda fakultas tapi tidak ada yang tidak mengenalnya ditambah ia bergabung dengan kumpulan anak-anak terpopuler di kampus yang ternyata mereka memang sudah berteman sejak mereka berada dibangku menengah atas dan berpisah saat mulai memasuki perguruan tinggi dan sekarang mereka kembali berkumpul bersama menjadi kelompok mahasiswa terpopuler disini. Tanpa Hanna sadari ia pun ikut mengagumi Sunbaenya itu dan bodohnya Hanna tidak menyadarinya. Ia kembali mengalihkan perhatiannya pada Nami.

 

“Bukankah kau sangat menyukainya! Kenapa tidak katakan langsung saja padanya?”

“ya.. Apa kau gila? Aku ini perempuan! Dimana harga diriku jika aku mengungkapkan perasaanku padanya terlebih dahulu. Dan lagi aku tidak yakin Sehun sunbae mau menerimaku. Lihatlah fansnya disini begitu banyak dan cantik-cantik walaupun dia bukan seorang artis tapi dia begitu populer”

Nada protes keluar begitu saja dari mulut Nami, dan Hanna bisa mendengar sedikit nada kekecewaan terdapat didalamnya.

“Tapi kau sangat cantik Namia. Aku yakin Sehun sunbae mau menerimamu”

Ujar Hanna dengan aksen polosnya membuat Nami hanya menghela nafas dalam.

“Ya Tuhan. Berikan aku kesabaran ekstra untuk menghadapi kebodohan sahabatku ini”

Doa Nami sebelum akhirnya Ia menarik lengan Hanna untuk beranjak dari kursi taman yang sejak tadi mereka duduki

“Melihat Sehun sunbae membuatku lapar. Ayo kekantin, aku akan mentraktirmu”

Seperti biasa Nami tidak ingin medengar penolakan dari Hanna jadi Ia tidak menghiraukan protes yang keluar dari mulut boneka hidup itu.
My Fate

Hanna tertegun. Ia hanya bisa menatap kagum bangunan mewah yang ada di depan matanya itu.
Emm.. Apa benar ini alamatnya? Ya ampun rumahnya besar sekali, bahkan lebih besar dari rumah Nami. Ujar Hanna dalam hati.

“Permisi, apakah benar ini kediaman keluarga Oh?”

Akhirnya Hanna memutuskan untuk menghampiri dan bertanya kepada Ahjussi yang berjaga di depan rumah itu.

“Oh iya benar! Anda siapa? Dan ada perlu apa?” jawab ahjusi itu ramah

“Saya guru private yang diminta untuk datang kemari oleh Nyonya Oh”

Tiba-tiba ahjussi itu membukakan pagar untuknya dan mempersilahkan Hanna masuk kedalamnya

“Nyonya Oh sudah mengataknya kepada saya bahwa anda akan datang. Silahkan masuk, Nyonya Oh sudah menunggu Anda di dalam”

Ujarnya sambil menunjukan eyes smile diwajah tua yang sudah mulai berkriput itu. Hanna membungkukan tubuhnya mengucapkan terimakasih kemudian melangkahkan kakinya untuk masuk kedalama rumah mewah bak istana itu, halamannya sangat luas dengan taman bunga disekelilingnya dan di tengahnya terdapat air mancur yang begitu indah. Menambah daftar kemewahan rumah itu.

Tiba-tiba ada seorang pelayan wanita yang terlihat masih muda menghampiri Hanna dan membungkukan badannya ketika kaki Hanna baru saja menginjak teras rumah itu.

“Nona Hanna, Nyonya Oh sudah menunggu Anda di dalam, mari saya antar”

Woaaahh daebak bahkan nyonya pemilik rumah ini mengenalnya, pikirnya dalam hati dan seketika ia teringat bahwa Nyonya Byun yang merekomendasikannya pada Nyonya Oh, pasti Nyonya Byun sudah menceritakan banyak hal tentangnya pada Nyonya Oh.
Ibu Nami benar-benar baik hati, dia begitu menyayangi Hanna dan bahkan dia seringkali memperlakukan Hanna seperti anak kandungnya sendiri, karna memang dia begitu mengenal sahabat baik anaknya itu. Sekarang Hanna termenung ia berpikir harus bagaimana ia membalas kebaikan hati keluarga sahabatnya itu.

“Nona, mari saya antar”

Suara pelayan itu membuat Hanna kembali dari alam bawah sadarnya

“ahh.. ne”

 

**^,^**

 

Hanna hanya mampu membisu di depan seorang Ibu yang terlihat begitu cantik dan muda itu. Hanna benar-benar tak habis pikir. Bagaimana bisa wanita itu tidak terlihat seperti seorang Ibu yang telah melahirkan 2 orang anak, wanita itu benar-benar terlihat cantik dan awet muda. Bagaimana Hanna tau jika orang itu sudah mempunyai 2 orang anak? Tentu saja Hanna tau dari mulut wanita itu sendiri. Wanita itu begitu baik, dia menyambut Hanna dengan begitu istimewa seolah ia adalah tamu spesial bahkan ia langsung menceritakan tentang dirinya dan keluarganya pada Hanna.

“Bagaimana Yujoon kau suka dengan guru barumu, hmm?”

“Ne aku sangat menyukainya eomma, sangat-sangat menyukainya! Noona sangat cantik seperti boneka”

Hanna hanya tersenyum kikuk mendengar pujian dari anak kecil itu. Oh Yujoon. Putra bungsu keluarga Oh. Anak yang akan ia bimbing untuk beberapa hari kedepan. Anak itu benar-benar menggemaskan, selain lucu anak kecil itu benar-benar tampan, pikir Hanna.

“Kau juga sangat tampan jagoan” Balas Hanna dengan menunjukan eyes smilenya^^

“Ahh hyung kau pulang?”

Anak kecil itu langsung berlari ketika melihat sosok orang yang sangat dirindukannya pulang. Posisi Hanna yang saat itu duduk membelakangi sosok yang dipanggil hyung oleh Yujoon, segera membalikan badannya ketika Nyonya Oh ikut menyambut kepulangan anak sulungnya itu.

“Sehun sayang kenapa baru mengunjungi eomma lagi?”

“Maaf eomma, aku sibuk dengan urusan kuliahku dan juga perusahaan Appa”

Jawab Sehun sambil berjongkok di depan adik yang sangat Ia sayangi itu. Tak lama Ia melihat gadis yang sangat Ia kenal berdiri dibelakang eommanya, matanya menatap tajam gadis itu, dan bergumam pelan.

“Hanna”

My Fate

Hanna merebahkan dirinya dikasur, melepas semua lelah dari semua aktivitas yang ia lakukan hari ini. Pikirannya masih melayang pada kejadian sore tadi. Dimana dirinya bertemu dengan seseorang yang begitu ia takuti karena pernah membuatnya marah.

 

Flashback On

“Oh ya sayang, kenalkan dia guru baru adikmu. Namanya Khaza Hanna. Dan mulai besok Hanna akan mulai mengajar adikmu disini.
Dan Hanna perkenalkan dia putra sulungku, namanya Oh Sehun. Tadi saat aku menceritakannya aku lupa menyebut namanya”

Nyonya Oh terkekeh pelan mencoba mencairkan suasana yang tiba-tiba terasa beku saat melihat tatapan tajam anaknya pada Hanna. Hanna sendiri langsung membungkukan tubuhnya memberi salam kepada Sehun dan tak mendapat respon apapun darinya.

“Aku lelah eomma, aku ingin istirahat”

Segera setelah mengatakan itu Sehun melenggang pergi begitu saja.

“Hyung aku ikut”

Yujoon langsung berlari mengejar hyungnya yang sudah melangkah lebih dulu meninggalkannya. Dan melupakan guru barunya.

“Maafkan atas ketidak sopanan anakku guru Han”

Sesal Nyonya Oh membuat Hanna merasa tidak enak hati.

“Ah ne gwenchana Nyonya”
Hanna hanya mampu memberikan senyuman kikuknya.

“Ayo duduk lagi”
Perintah Nyonya Oh langsung dituruti Hanna.

“Anakku yang satu itu memang begitu. Dia tipe orang yang sedikit bicara banyak bertindak, tapi sebenarnya dia anak yang sangat baik”

Kembali Hanna mendengarkan cerita Nyonya Oh

“Setelah pulang dari Amerika dia membeli apartemen dan lebih memilih tinggal di apartemennya sendiri dari pada tinggal di sini. Keputusannya itu membuat kami jarang bertemu”

End of Flasback

 

“Sehun sunbae ternyata anaknya nyonya cantik itu” gumamnya pelan dengan akses polos yang begitu kental.

 

My Fate

 

“Haahhh…”

Helaan nafas seseorang terdengar begitu jelas di ruangan itu. Orang itu merebahkan tubuhnya di kasur king size miliknya. Matanya memandang keatas menatap langit-langit kamar apartemennya. Oh Sehun. Pria itu memilih untuk kembali dan tidur di apartemennya. Sejak mengemudikan mobilnya untuk menuju kemari, ia merasa sangat kacau. Ah tidak, tapi sejak ia bertemu kembali dengan gadis itu, gadis yang sudah membuat ia kacau semenjak ia menginjakan kakinya di universitas barunya.

Flasback On

“Aiiisshh apa yang kau lakukan”

Bentak seorang pria pada seorang gadis yang sudah menabraknya dan menumpahkan semua minuman yang dipegang pria itu. Dan buruknya lagi gadis itu juga menginjak kacamata hitam miliknya yang juga ikut terjatuh dari genggamannya.

“Maaf.. Maaf.. Maafkan saya.. Saya tidak sengaja. Sungguh. Maafkan saya. Oh Tuhan”

Gadis itu membungkukan tubuhnya berkali-kali sebelum akhirnya dia menyadari bahwa Ia menginjak sesuatu. Wajah putih pucatnya semakin terlihat pucat setelah melihat kebodohan yang sudah ia perbuat. Astaga bagaimana ini? Ya Tuhan tolong aku. Seharusnya aku lebih berhati-hati saat berlari. Gumamnya dalam hati, gadis itu hanya bisa menundukan kepalanya sambil meremas ujung T-shirt yang ia pakai. Gadis itu Hanna. Ia sangat ketakutan.

Perlahan Ia berjongkok untuk mengambil kacamata yang sudah hancur akibat ulahnya. Pasti harganya mahal, bagaimana ini? Aku mampu tidak ya menggantinya?

“Untuk apa kau memungutnya? Kacamata itu sudah hancur, kau tau berapa harga kaca mata itu? Aku rasa upahmu mengantar susu setiap hari tidak akan cukup untuk menggatinya. Dasar bodoh”

Seketika ia terlonjat kaget ketika mendengar suara perempuan yang berdiri di samping pria yang tidak sengaja ia tabrak. Perlahan ia mendongakan kepalanya memandang 4 orang manusia yang sedang berdiri menatap aneh kearahnya. Hanna hanya mengenal satu orang diantara mereka.

“Hanna gwenchana, Oppa yang akan menggantinya”

Byun Baekhyun pria tampan dengan senyuman manisnya datang menghampiri Hanna dan ikut berjongkok di depannya.

“Sehun, maafkanlah dia. Lihatlah Ia sudah sangat ketakutan. Aku akan membelikan yang baru untukmu. Dan Daeun tak seharusnya kau merendahkan orang seperti itu”

Baekhyun kembali menatap Hanna dan menarik tangannya untuk berdiri.

“Hey Baek.. Kau mengenalnya?”

Tanya salah seorang dari mereka, dan bodohnya Hanna tidak mengenalnya padahal mereka orang-orang yang cukup populer dikalangan mahasiswa lainnya.

“Dia sahabat baik adikku Nami. Namanya Khaza Hanna”

“Cantik..”
Gumamnya sebelum akhirnya memperkenalkan dirinya.

“Namaku Xi Luhan, kau boleh memanggilku Luhan”

Luhan mengulurkan tangannya yang hanya dibalas dengan tatapan polos gadis itu, karena ketakutan otaknya jadi tidak bekerja dengan baik. Dan di sisi lain Luhan tetap setia menunggu uluran tangannya dengan senyuman yang terlihat begitu manis di mata Hanna.

“Ahh ne.. Namaku Hanna”

“OK. Salam kenal Hanna, semoga kita bisa mengenal lebih Jauh lagi”

Jawab Luhan ramah dengan senyum yang begitu manis menurut Hanna. Hanna terlalu bodoh untuk menyadari ada arti tersembunyi dibalik kata-kata serta senyuman yang ditunjukan kepadanya itu.
Dan pada akhirnya Hanna hanya mampu menanggapinya dengan senyum kikuk andalannya ketika ia sedang gugup.

Di sisi lain, Sehun. Ia masih terpaku mengamati pahatan Tuhan yang terlihat begitu sempurna di matanya itu. Hasrat untuk memilikinya muncul begitu saja saat melihat wajahnya yang tidak lagi menunduk.

“Ayo pergi”

Ujarnya singkat dan terdengar sangat dingin. Perlahan ia melangkahkan kakinya menjauhi teman-temannya dan Hanna.
Tiba-tiba senyum iblis tercetak jelas di wajah tampannya ketika fantasi liarnya bersama Hanna muncul begitu saja di otak pervertnya. Tidak ada yang tau hal apa yang sedang ia pikirkan. Yang pasti jika gadis itu tau, mungkin ia akan langsung lari ketakutan.

“Sudah ya, lupakan saja. Nanti biar oppa yang menggantinya. Oppa pergi dulu ya”

“Tapi Oppa…???”

Sebelum Hanna sempat melanjutkan protesnya Baekhyun sudah pergi terlebih dahulu meninggalkannya untuk menyusul teman-temannya.

Luhan, namja itu sempat berhenti sebentar. Ia menengokkan kepalanya kebelakang dan sebelum kembali melangkahkan kakinya ia tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Hanna. Sedangkan gadis itu hanya membalasnya dengan anggukan kecil.

 

***

Selesai dari toilet, Sehun langsung melangkahkan kakinya menuju kantin, tempat teman-temannya berkumpul saat ini. Sepanjang perjalanan menuju kantin, ia langsung menjadi pusat perhatian. Sehun juga dapat mendengar bisikan beberapa yeoja yang tengah membicarakannya.
Mereka mengaguminya. Dan Sehun sudah terbiasa akan hal itu, Sehun terus berjalan melewati mereka tanpa memperdulikan tatapan kagum yang ditunjukan kepadanya.

“Sehun aku sudah memesankan makanan kesukaanmu. Makanlah..!!”

Ucapan Baekhyun ketika melihat Sehun datang menghampiri mereka. Dan sayangnya perlakuan baik Baekhyun sama sekali tidak mendapat respon yang berarti dari lawan bicaranya. Sehun hanya menganggukan kepalanya dan mendudukan tubuhnya di samping gadis yang bernama Daeun.

Hanya itu saja responmu, haahh dasar namja kulkas. Untung saja aku sudah terbiasa.
Baekhyun hanya bisa membatin.

“Kenapa kau membelanya? Kau taukan aku sangat membencinya”

Daeun membuka percakapan diantara mereka semua. Ia masih sangat kesal dengan kejadian di parkiran tadi.

“Maksudmu Hanna? Kenapa memangnya? Aku rasa kau sangat berlebihan Danie. Kalo boleh aku tau kenapa kau begitu membenci Hanna? Bukankah dia tidak pernah berbuat jahat padamu? Apa karena dia miskin kau jadi membencinya?”

Tanya Baekhyun sarkatis, membuat Daeun mendengus kesal.

“. . .”

“Hanna itu gadis baik-baik Daeun, tidak seharusnya kau membencinya. Oh.. Tunggu Apa karena gadis pengantar susu itu lebih populer daripada kau, makannya kau membencinya?”

Pernyataan Baekhyun membuat Daeun semakin kesal dan akhirnya ia bangkit dari duduknya dan melenggang pergi begitu saja.

“Aku rasa itu artinya Ya”

Ucap Luhan ikut ambil bagian dari perdebatan yang baru saja selesai itu.

“Ahh tungguu, kau bilang tadi lebih populer daripada Danie?” tanya Luhan sadar akan sesuatu

“Hemm Ya begitulah, dulu saat Hanna pertama kali menginjakan kakinya disini. Ia langsung menjadi gadis yang sangat populer karena ia cantik dan terlihat begitu sempurna bak boneka dollfie. Apalagi ia termasuk mahasiswi yang cerdas disini, karena ia berhasil mendapatkan beasiswa penuh untuk kuliah kedokterannya. Sayangnya banyak yeoja lain yang iri padanya, sehingga pada akhirnya beberapa dari mereka mencari tahu siapa Hanna sebenarnya. Dan setelah mereka menemukan apa yang ingin mereka ketahui, Hanna menjadi objek yang sering dibully oleh mereka. Mereka tahu Hanna hanya seorang gadis biasa. Hanna hanya seorang gadis yang berasal dari desa yang mengadukan nasibnya di Seoul dengan bekerja sambilan mengantar susu dipagi hari, kemudian dilanjutkan kuliah disiang hari dan disore hari ia menjadi guru private untuk anak-anak, dan malamnya ia menjadi seorang pelayan di cafe. Dan Hanna, ia seolah tidak perduli dengan semua ejekan dan tatapan merendahkan yang mereka tunjukan kepadanya, ia hanya fokus pada sesuatu yang menjadi tujuannya dan menganggap semua itu hanya seperti angin lalu untuknya”

 

“Kau sangat tau tentang dia? Andai aku bukan mahasiswa pindahan, aku rasa aku akan menjadi orang pertama yang akan selalu membelanya”

Ya Luhan adalah mahasiswa pindahan dari Beijing yang kebetulan adalah sepupu Baekhyun, ia baru tiga bulan berada di Universitas itu, jadi ia tidak tau menahu soal itu.

“Hahaha kau menyukainya? Aku rasa tidak perlu, karena ada adikku yang akan selalu membela Hanna dan siap menghajar siapapun yang berani menyakiti sahabat terbaiknya itu. Lagi pula aku sudah terlebih dahulu menyukainya, cepat atau lambat dia akan menjadi milikku. Itu pasti”

Ujar Baekhyun percaya diri dan seketika mendapat hadiah pukulan yang cukup keras dikepalanya dari Luhan

“Aaauu sakit” Rengek Baekhyun

“Mengenalnya lebih dulu bukan berarti kau bisa memilikinya. Kita lihat saja nanti”

 

Sehun dari tadi hanya diam mendengarkan perdebatan kecil antara sahabatnya itu. Smirk kembali terlihat di wajahnya.

Maafkan aku tapi gadis itu hanya akan menjadi milikku hyung.

End Of Flasback

 

“Kau milikku Hanna, kau hanya akan menjadi milikku”

 

My Fate

“Terimakasih. Datang kembali” Hanna membungkukan sedikit badannya pada pengunjung Cafe tempat Ia bekerja. Setelah mengantar pengunjung itu sampai pintu keluar, Hanna kembali melayani pengunjung yang lain.
Malam ini cafe terlihat lebih ramai dari malam-malam sebelumnya, mungkin karena esok hari libur.

“Selamat datang kembali” ucap Hanna sambil sedikit membungkuk setelah membuka pintu cafe dan mempersilahkan pengunjung itu masuk. Betapa terkejutnya Hanna ketika mendongakan kepalanya untuk memberikan sedikit senyuman kepada pengunjung yang baru saja datang itu.

 

Sehun sunbae.

 

Disisi lain Sehun juga sedikit terkejut ketika melihat pelayan yang menyambutnya, sayangnya ekspresi itu sama sekali tidak terlihat kontras karena tertutupi wajah dinginnya.

“Sayang ayo..” seketika Hanna sadar bahwa Sehun tidak sendirian, ia menggandeng seorang wanita yang terlihat begitu cantik di mata Hanna dan Hanna tidak mengenal siapa wanita itu. Apa mungkin wanita itu kekasihnya? Tiba-tiba Hanna teringat Nami, pasti Nami akan sangat sedih jika mengetahui ini, Sehun sunbae sudah memiliki kekasih.

Oh dan apalagi ini, kenapa hatinya ikut merasa sesak melihat pemandangan yang ada di depan matanya ini. Hahh Hanna kau Bodoh. Ya kau sangat bodoh Hanna, karena kau tidak tahu perasaan apa itu.

Mungkin perasaan itu hanya perasaan simpatik pada sahabatnya atas kenyataan yang baru saja ia ketahui.

Tapi kenapa Hanna semakin merasa sesak ketika mengantarkan sepasang kekasih itu untuk mencari bangku yang masih kosong untuk mereka tempati, sebelum akhirnya Hanna mempersilahkan mereka duduk disana dan meninggalkan mereka.

 

***

Hanna POV

Senin Pagi^^

Ada apa denganku? Kenapa hatiku terus merasa tidak tenang, kenapa aku terus mengingat Sehun sunbae dan kekasihnya itu.

“haaahhh.. Lupakan saja. Aku akan memberi tahu Nami nanti”

*Chiiittttt

Suara gesekan ban sepedaku dengan aspal terdengar begitu jelas, aku terpaksa mengerem sepedaku mendadak. Karena melamun memikirkan Sehun sunbae aku melewatkan rumah keluarga Lee. Dan akhirnya aku harus memutar balik sepedaku.

Huuuuhh aku ini bodoh sekali sih, seharusnya aku tidak melamun.

 

*

 

Selesai mengantar susu aku langsung mengayuh sepedaku ke halte bus terdekat, aku takut ketinggalan lagi bus pertama yang biasa aku tumpangi untuk menuju kampus. Aku tidak mau kejadian beberapa hari yang lalu kembali terulang, saat aku hampir tidak bisa masuk kelas pertama Profesor Han.

*

“Nami” panggilku saat aku melihat sosoknya yang baru saja turun dari mobil Oppanya. Aku baru saja sampai dan sepertinya Nami juga begitu

“Hannie” balas Nami sambil melambaikan tangannya. Aku hanya tersenyum sambil melangkahkan kakiku untuk menghampirinya, bisa kulihat Baekhyun Oppa baru saja turun dari mobilnya, Baekhyun Oppa menyadari kehadiranku yang hendak menghampiri mereka kemudian aku melihatnya tersenyum hangat padaku.

“Selamat pagi Hannie” ujarnya ramah

“pagi juga Oppa”
aku membalas salamnya sambil tersenyum kearahnya. Kembali aku mengalihkan perhatianku pada Nami.

“Kekelas bersama?” tawarku langsung dibalas dengan tangannya yang langsung menggenggam tanganku untuk berjalan disampingnya.

“Oppa kami duluan, Annyeong”
ujar Nami dan langsung menyeret aku pergi dari tempat itu

“Ne annyeong” aku hanya bisa kembali tersenyum kepada Baekhyun Oppa sebelum benar-benar meninggalkannya.

 

*

 

Jam istirahat.
Aku dan Nami seperti biasa menghabiskan waktu kosong bersama di tempat favorite kami berdua. Duduk di bangku taman di bawah pohon maple sambil membaca buku.

“Namia…???”

“Ne.. Wae???”

“Ada yang ingin aku bicarakan”

“Mwo”

tiba-tiba Nami menoleh kearahku dan menatapku, membuatku menjadi semakin kikuk. Aku takut melihat Nami sedih jika aku mengatakan ini.

“Ada apa Hanna? Kenapa malah diam? Kau sakit? Kenapa wajahmu pucat sekali”

“Ahh… Ani Namia, aku baik-baik saja, aku hanya takut untuk mengatakannya”

“Kau tau kau sangat menyebalkan, katakan saja kenapa mesti takut aku ini sahabatmu. Memangnya apa yang kau takutkan, haahhh…???”

“Aku hanya takut melihat wajah sedihmu Nami”                                      Aku hanya bisa mempoutkan bibirku melihat respon Nami.
“Mwo? Hahahaa kau lucu sekali Hannie. Katakan saja, aku akan baik-baik saja, Sungguh..!! Memang apa yang ingin kau bicarakan?” see, sekarang Nami mengelus sayang kepalaku. Dan aku hanya bisa menghela nafas pelan atas perubahan sikapnya.

“Emm.. Ini tentang Sehun sunbae Namia”

“Sehun sunbae? Ada apa dengannya? Apa yang ingin kau ceritakan padaku? Ayo katakan Hanie!”

“Emmm itu Namia… Ahh ani…!!!” Aku menggelengkan kepalaku memutuskan untuk tidak menceritakannya sekarang. Ya setidaknya tidak untuk sekarang tapi nanti.

Bisa kulihat raut wajah kesal Nami, sekarang aku harus siap menghadapi amukannya.

“Kau bukan sahabatu lagi jika kau tidak mau mengatakannya Hanna”

“Mwo? Apa yang kau katakan? Baiklah-baiklah aku akan mengatakannya…”

Aku menarik nafasku dalam, Nami masih belum berubah, ia masih kekanak-kanakan.

“Hannaaa…”
suara melengking Nami membuatku terlonjat kaget.

“Ohh asataga Nami kau membuatku kaget..!!”

“Kenapa kau malah melamun sih?”

“Mianhae..
Nami.. aku mengajar adiknya Sehun sunbae. Ternyata Ibu mu merekomendasikan aku kepada keluarganya Sehun sunbae. Kau tau Nami adiknya sangat manis dan tampan dia sangat aktif dan cara bicaranya juga sangat lucu berbeda sekali dengan Sehun sunbae yang terkesan pendiam. Dan kau tau Nami? Sehun sunbae ternyata tidak tinggal di rumahnya, Ia membeli sebuah apartemen untuk dia singgahi sendiri dan keputusannya itu membuat Yujoon adiknya sedih”

aku menarik nafas sebentar sebelum kembali melanjutkan kamuflaseku

“Selama aku mengajar Yujoon, dia selalu mengatakan bahwa dia sangat merindukan kakaknya dia bilang semenjak Sehun sunbae pulang dari Amerika sikapnya berubah. Hampir 1 Minggu aku mengajar Yujoon, tapi hanya sekali aku melihat Sehun sunbae pulang kerumahnya. Hal itu membuatku ikut merasakan kesedihan Yujoon”

Apa kamuflaseku berhasil? Apa Nami percaya bahwa hanya itu yang ingin aku katakan

“Wahh benarkah.. Seharusnya aku yang menjadi guru privatenya, dan kenapa eomma tidak bilang padaku bahwa Ny. Oh itu ibunya Sehun sunbae, aaaiisssh eomma menyebalkan!”

“Memangnya Ibumu tau kau menyukai Sehun sunbae?”

“Ahh… hehehee Ani…!!!”

“Haaahhh Kau ini”

“Hanna ini bukanlah kabar buruk yang akan membuatku sedih, justru ini kabar menggembirakan, seharusnya kau tau itu. Tadinya aku sempat takut kau akan mengatakan bahwa kau melihat Sehun sunbae berjalan dengan seorang gadis”

Mianhae Nami, aku memutuskan untuk tidak mengatakan itu

 

My Fate

Author POV

Dentuman suara musik yang dimainkan oleh seorang DJ wanita terdengar begitu memekakan telinga, tapi orang-orang yang tengah berpesta di sana sama sekali tidak perduli, mereka justru sangat menikmatinya. Tubuh mereka ikut bergoyang menikmati alunan music yang disajikan oleh DJ itu. Pemandangan yang sangat memalukan juga terlihat jelas dibeberapa sudut tempat itu, ada yang sedang bercumbu, berpesta minuman keras, dan pemandangan lainnya yang sudah biasa dijumpai di tempat seperti ini.

Seorang pria dengan santai meneguk vodca ditangannya, setelah itu Ia kembali mengecup bibir seorang gadis yang berada di sampingnya. Saat ini ia berada di sebuah pub yang biasa ia kunjungi ketika ia sedang merasa penat, kebiasaan ini muncul semenjak ia tinggal di Amerika bahkan kebiasaan buruk itu tetap berlanjut ketika ia kembali ke Seoul. Tidak hanya sekedar minum, pria itu, Oh Sehun juga sangat sering bermain dengan gadis-gadis yang berada di sana. Gadis-gadis bodoh yang dengan senang hati mau menyerahkan tubuh mereka kepada Iblis tampan itu tanpa meminta bayaran seperpun.

Sayangnya Sehun tidaklah bodoh, dia akan selalu meninggalkan uang setelah ia selesai dengan permainannya karena ia tidak mau jika suatu saat nanti mereka akan meminta hal yang lebih kepadanya. Untuk menikahinya, misalnya.

Sebenarnya Sehun tidak pernah datang sendirian kesana, ia selalu datang bersama teman-temannya dan bersenang-senang bersama di sana, mempermainkan gadis sesuka hati mereka. Seperti saat ini.

“Baek kapan kau akan mengatakan perasaanmu pada gadis pengantar susu itu? Jika kau tidak cepat aku akan segera merebutnya darimu” ujar Luhan. Bau alkohol menguar dari dalam mulutnya, dia sudah terlalu banyak minum malam ini dan hebatnya jumlah itu belum mampu melumpuhkan kesadarannya.

“Tutup mulutmu Luhan! Dia hanya akan menjadi milikku, aku hanya sedang menunggu waktu yang tepat”

“Hey siapa gadis yang sedang kalian debatkan itu, haahh…???”
setelah menyelesaikan ciuman panasnya dengan seorang gadis, pria yang duduk di kursi panjang paling ujung itu ikut ambil bagian dalam perdebatan kecil yang terjadi antar sahabatnya itu.

“Kau tidak perlu tau Kai, Jika kau tau kau juga akan menginginkannya. Aku tidak mau mempunyai banyak pesaing”

“Memangnya seseksi apa gadis itu sehingga kau takut aku akan menjadi pesaingmu baek?! Seleraku ini sangat tinggi, kau tau itu”

“Hanna. Gadis pengantar susu dari Fakultas kedokteran”

Mendengar nama yang disebut Luhan, membuat Sehun kembali menghentikan aktifitasnya, hal itu membuat gadis yang tadi Ia cumbu kesal dengan perubahannya. Sehun hanya ingin fokus dengan apa yang akan ia dengarkan selanjutnya.

“Ahh… gadis itu. Aku mengenalnya dan aku rasa dia terlalu baik untuk orang-orang seperti kalian. Tenang saja aku tidak akan mengambilnya darimu baek!
Aku lebih tertarik dengan gadis yang selalu bersamanya, Byun Nami, adikmu”
seringai muncul dibibir Kai, membuat Baekhyun mendelik kesal ke arahnya

“Jangan sekali-kali kau sentuh adikku” ujar Baekhyun tajam

“Sudahlah kalian seperti anak kecil” akhirnya Sehun ikut ambil bicara. Sebelum Kai kembali menggoda Baekhyun.

“Sayang kau mau kemana” tanya seorang gadis ketika pasangannya berdiri dan hendak pergi meninggalkannya

“Aku ingin pulang. Dan jangan ikuti aku! Aku sedang tidak ingin bercinta malam ini”

Ucapan Sehun yang terkesan dingin membuat gadis itu tidak berani mengeluarkan protes untuk menahannya agar tetap tinggal.

“Ada apa dengan bocah itu?”
Tanya Kai sedikit bingung dengan sikap Sehun. Sayangnya pertanyaannya hanya mendapatkan gelengan kepala dari teman-temannya.

“Kau seperti tidak mengenalnya saja” ucap Luhan, membuat Kai hanya bisa menghela nafas dalam

‘Hanya mendengar namanya saja sudah membuatmu kacau Sehun. Haahh Gadis itu benar-benar hebat’ Kai membatin sambil terus menatap punggung Sehun yang menghilang di balik pintu keluar.

 

***

Sehun POV

Sial. Aku hanya bisa mengumpat dan mengacak rambutku gusar.

“Hanna aku akan menjadikanmu milikku. Cepat atau lambat, dan aku tidak akan membiarkan orang lain mendekatimu, karena hanya aku yang boleh menikmati tubuhmu”

Sekarang aku hanya bisa memperhatikanmu dari balik kaca mobilku dan membiarkanmu tersenyum kepada pria lain. Walaupun aku tau mereka hanya pengunjung cafe tempatmu bekerja, tapi tetap saja aku tidak suka apalagi melihat cara mereka memandangmu.

Sudah cukup, aku tidak akan menunggu lama lagi. Aku akan segera menjadikanmu milikku Hanna.

.

TBC

Gimana kalian suka sama ceritanya? Ga ya? Ydh deh *pundung*

Tapi buat yang penasaran sama next chapter(?)
comment ya…!!! Aku tunggu respon dari kalian, jelek bagusnya cerita ini cuma kalian yang tau.
^^
Dan silahkan kasih aku kritik dan saran kalian, karena aku sangat membutuhkan itu untuk perkembangan ceritanya. Karena sesungguhnya aku cuma seorang Author yang butuh kasih sayang dan perhatian dari readernya.

Oh ya Next chapter di protect ya soalnya ada adegan yang ga boleh di baca sama anak di bawah umur. Dan kalian bisa minta passwordnya lewat twitter, facebook, ataupun email aku dengan menyertakan ID comment kalian

Twitter : @Nurul_Hunie

Facebook : Nurul Fadillah (email facebook Nurulfadillah69@ymail.com) *karena banyak yang namanya Nurul, carinya lewat email aja*

Atau bisa juga lewat email aku
Nurulfadillah43@gmail.com
dengan subjeck “PW My Fate”

 

Iklan

392 pemikiran pada “My Fate (Chapter 1)

  1. Kyaaaa… akhirnya nemu ff keren lagi. Suka suka suka. Disini karakter sehun kuat banget. Cool, tampan, dan brengsek wkwk. Aduh kasian si Hanna nya. Gak rela kalau Sehun nyakitin Hanna.
    Ditunggu kelanjutannya thor😊 fighting!

  2. Alur ceritanya bgs thor.. Jd penasaran sama hanna slnjutnya gimana, hahh si sehun emg dkit bicara byk brtindak. BENAR itu thorr… sehun hanna couple tp kerenn wkwkwk 👍👍👍

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s