I’m Sorry, Because I Love You.. (Chapter 4)

“I’m Sorry,Because I Love You..” (Chapter 4)

Author : Park Eunjun (@ParkEunjunWirlwinds)

Main Cast :

  • Kim JongIn/Kai (EXO-K)
  • Park Jihyun/Jihyun (OC)

Other Cast :

  • All Member EXO
  • Jung So Jung/Krystal (F(x))
  • Cho Eunjun/Eunjun (OC)
  • Nam Soora/Soora (OC)

And Other..

Genre : Sad, Romance And Little Comedy(?)

Rating : G

Type : Chaptered

Disclaimer : Para tokoh diatas punya Tuhan dan orang tua mereka masing-masing kecuali OC, DON’T BASHH!! DON’T PLAGIAT!!

N/b : Cerita ini asli 100% dari imajinasiku. Ff ini terispirasi dari pengalaman hidupku beserta imajinasiku yang terlalu melayang tinggi ke angkasa. Okeh dari pada banyak Bacon *PLAKK# -_-‘ Eh salah. Bacot mending Cekidot!.

Warning!! FF ini dapat menyebabkan kebosanan yang luar biasa. Dan maaf banyak Typos *Bow*

?////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////?

Author POV

Ada Satu hal yang membuatnya Gundah. Kai. Namja itu terlihat beberapa kali menatapnya seolah aneh. Beberapa kali setiap pagi ini ia memasuki Kamar Mandi hanya untuk berkaca dan mencuci muka lalu memoles beberapa make up ringan diwajahnya.

“Aigoo, Ada apa dengan Kai itu. Memangnya ada apa dengan wajahku?” Jihyun menatap pantulan wajahnya di cermin itu binggung. 

“Ah, mengapa aku sangat cantik. Terimakasih Tuhan telah memberikan wajah cantik ini padaku, Kekeke.” Jihyun berbangga – bangga memandang wajah Manis dan imut miliknya itu dengan sumringan.

“Cih, Cantik dari mananya?” Genk Krystal yang beranggotakan 4 orang itu yang masing-masing membawa tongkat Bassball. mereka perlahan mendekati Jihyun yang diam terkejut. ‘Perasaan, dari tadi hanya aku yang berada disini’ Begitulah pikir Jihyun dengan Bingungnya. Tapi ia mulai sadar dan mengerti.

“Wow, Mau main keroyokan rupanya.” Jihyun ber-smirk meremehkan.

“Memang begitu.” Krystal mengakhiri ucapannya dan anggotanya mulai mencoba mengeroyoki Jihyun. Sedangkan Jihyun perlahan melepaskan rompi kuningnya lalu ia mencoba menghindar dari pukulan mereka, Sesekali kaki dan tangannya menendang dan meninju wajah lawannya.

Jihyun meringis pelan. Merasakan sudut bibirnya yang terasa asin. Darah. Namun ada beberapa bagian punggung dan kakinya yang membiru terkena pukulan keras dari tongkat Bassball. beberapa Kali pisau lipat yang Krystal bawa tergores mengenai lehernya.

Salah satu siswi yang hendak memasuki Toilet terkejut melihat mereka. Dengan pelan dia berlari memanggil para guru.

Pintu Toilet wanita itu terbuka lebar. Ibu guru dan bapak guru berserta siswa siswi di SOPA menatap mereka panik. Jihyun menggeretakkan giginya geram. Padahal tadi ia ingin membalas dendam pada mereka tentang luka yang ia alami.

Ibu BK datang menghampiri Krystal Genk dan Jihyun . Semua orang terkejut bukan main. Bayangkan Seorang Gadis dengan tangan Kosong melawan 5 Orang yeoja dengan Tongkat BassBall yang lengkap di genggam erat .

“Jihyun-ah!” Eunjun berlari menghampiri Jihyun .

“Seongsaenim, Mereka yang mengeroyoki Jihyun. Lihatlah mereka! Mereka masing – masing memegang Tongkat BassBall ditangannya! Dan Bahkan Krystal membawa pisau lipat!” Eunjun berkata lantang, Sedangkan Genk Krystal menatap Eunjun Geram plus dengan Gemertak gigi mereka.

Ibu BK membawa Genk Krystal dan Jihyun Keruangannya.

***

“Tak Kusangka Krystal yang katanya berhati lembut itu bisa – bisanya menghajar seorang Jihyun yang merupakan salah satu Idol Wanita yang digilai di sekolah ini.” Komentar beberapa Siswa yang berjalan di sekitar kai.

“Walau hatinya lembut, Belum tentu dalamnya manis. Bisa aja dalamnya busuk.” Kai hanya diam dengan wajah dingin. Namun sedikit sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman tipis.

“Sudahlah, Sekarang aku tidak suka lagi dengan Krystal. Lebih baik aku menjadi fans dari Jihyun Noona saja.” Junior bernama Jeno beserta temannya pergi berjalan dengan santainya, meninggalkan Kai yang berdiri menatap mereka. Namun, Krystal berdiri tepat di dekat tiang. Ia melihat semuanya. Senyuman tipis milik kai, sungguh tidak bisa dipercaya.

&&&

Pulang Sekolah Jihyun dan Krystal baru saja keluar dari ruangan BK. Jihyun tersenyum penuh kemenangan dan Krystal hanya berpura-pura santai.

Mata Krystal menatap Kai yang kini tampak bersandar. ‘Mungkin dia menungguku?’

“Kai Oppa! Apa kau menunggu untuk mengantarku sampai dirumah?” dengan berbangga hati Krystal berlari mendekati Kai. Kai hanya bisa jengah dengan kelakuan Krystal. Tangan Krystal kini hendak menggapai lengan Kai. Namun tangan Kai lebih dulu menahan Krystal. Ia kini menatap Krystal Menusuk. Jihyun yang notabe-nya tengah ada di dekat Krystal tetap berjalan lurus hingga meninggalkan Krystal dan Kai.

“Krystal Kumohon berhentilah. Apa kau tidak lelah? Ah, ya. Apa segitu cemburunya kau melihat aku menatap Jihyun? Terserah dengan apa yang kulakukan. Kau bukan Yeojachingguku, arraseo. Dan kemungkinan besar, jihyun bahkan sudah mengambil keseluruhan hatiku.” Dengan smirk Kai berjalan dengan tangan yang berada disaku celana sampingnya, Krystal menggeretakkan giginya kesal. Hari ini benar-benar hari terburuknya.

?/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////?

“Jihyun-ah!” Eunjun berkacak pinggang melihat Jihyun masih bergumul dengan selimut bercorak doraemon miliknya itu. Eunjun melihat Jam arloji ditangannnya. Sudah jam 3 siang. Hari ini adalah hari ulang tahun Chanyeol.

“Jihyun-ah!! Palli Ireonna!!”

“MWO?!!!” Jihyun melemparkan Jam Wekernya tepat di muka Eunjun, Namun berhasil Eunjun tempik dengan tangan.

“Jihyun-ah, Apa kau tidak ingat besok Chanyeol Oppa ulang tahun?”

Jihyun bangkit masih dengan mata tertutup, tangannya meraba kaca mata bulat besar yang entah kapan Jihyun gunakan. “JINJA!!!” Jihyun bahkan berlari menghampiri Eunjun yang sedang berkacak pinggang.

“Ne. Palli mandilah, Kajja kita cari Kado buat Chanyeol oppa sekaligus mm.. beberapa bahan untuk membuat kue, Sehun dan Baekhyun akan membuat acara di ulangtahun Chanyeol oppa di Caffe.”

“arraseo.”

Jihyun langsung memakai Jaketnya tanpa berdandan lagi.

“Jihyun-ah? Apa kau tidak mandi?” Eunjun berkata dengan sedikit sindiran.

“Ya~! Kau pikir aku belum mandi? Jam 2 Aku sudah mandi tapi.. Aku mau melanjutkan mimpi indahku pagi tadi”

“Jinja? Ah, Arraseo.. Kajja.”

“Hm.” Jihyun dan eunjun pergi keluar dari kamar Jihyun dengan saling bergandengan tangan.

Setelah berada di lantai bawah . Jihyun sengaja meninggalkan Eunjun dimeja makan.

Ketika itu Jihyun memasuki Kamar Oppanya, untuk mengambil beberapa lembar uang dari dompet oppanya itu.

Biasanya Oppanya itu akan merasa kesal jika ia seperti itu. Mengambil Uang 200.000 won dalam dompet oppanya secara terang – terangan. Dan ..

Jihyun tau.

Kalau oppanya itu ingin dia mengingat hari ulang tahunnya dan kemudian membuat surprise untuk oppanya itu.. “Cih, dasar”

‘Lihat saja oppa, kau pasti akan selalu mengingat hari ini. Kekekekekeke.’ Tawa geli keluar dari bibir Jihyun.

?//////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////?

Dongdaemun Street memang yang terbaik. Jajanan makanan serta aksesoris yang menggatalkan tangan siapapun yang berjalan dan melihatnya. Tak terkecuali Jihyun dan Eunjun. Eunjun yang merupakan anak pindahan dari Amsterdam, Walau Ia keturunan Korea-China yang pernah tinggal di Vancouver, Canada juga bersekolah di Amsterdam. Oh jangan lupakan, Eunjun juga pernah tinggal dikorea, dan itu ketika masa Taman Kanak – Kanak. Ia sudah lama tidak menginjakkan kaki mungilnya di tempat perbelanjaan ini. Wajar, Waktu luangnya hanya di habiskan didalam rumah dan bermain setiap hari bersama Baekhyun, Chanyeol, Kai, Sehun dan Jihyun.

Eunjun sempat ingin menjelajah setiap sudut kota Korea Selatan ini, Namun bagaimana pun Eunjun belum mengenal betul daerah Seoul ini, terlebih kalau dia mengajak Jihyun yang pasti Yeoja itu akan sangat kelelahan.

“Eunjun-ah.”

“Ah!” Eunjun tersentak kuat, dirinya bahkan hampir terjatuh kalau tangan kekar itu tidak menahan pinggang ramping miliknya.

“Gwenchana?”

“Kris?!” Eunjun shock berat. Mantan kekasihnya ketika di kanada.

“Long Time No See, Min Shi.” Senyum Angelic milik Kris keluar dengan mulus. Ketulusan terpancar jelas didalam matanya. Eunjun tidak mau kembali merasakan hal yang sama ketika bersama Kris.

“A- Du bu qi Yifan.” Eunjun mulai berdiri sendiri, Tangannya melepaskan genggaman erat Kris dari pinggangnya. Setelah menatap Kris mulai memandang sesosok Yeoja (Jihyun) yang hanya diam menatap mereka (Eunjun&Kris).

“Jihyun-ah.” Eunjun kini hendak menggapai tangan Jihyun

“A-h Ne?” Jihyun kembali sadar.

Anyeonghaseyo, Je Ireumune Kris Imnida.” Kris dengan sopan mengulur tangan kekarnya didepan Jihyun lengkap dengan senyuman maut miliknya.

Sedikit tergetar hati Jihyun melihat tampannya karisma seorang Kris, Tangannya mulai menjabat tangan yang kris ulurkan untuk berkenalan bersamanya `Ingat Kai Jihyun’ pikir jihyun dalam hatinya. Kemudian ia mengerenyit bingung, `kenapa ia harus mengingat lelaki menyebalkan itu?’

Setelah beberapa kali berperang dalam batin soal Kai (?). Eunjun yang Jengah menarik Tangan jihyun yang satunya untuk segera pergi dari hadapan Kris. Walau sedikit tidak sopan namun hatinya lebih penting untuk diselamatkan dari pada kesopanan yang harus dijunjung tinggi.

Jihyun yang terkejut menunduk meminta maaf beberapa kali sebelum berbalik menyamai langkahnya dengan Eunjun.

“Ya! Wae?! Jarang – jarang bisa melihat laki – laki tampan dengan kesopanan yang baik, terlebih senyuman manisnya.. Aigoo.” Jihyun tersenyum – senyum gaje (?)

“Ya! Apa kau tidak mengingat Kai.”

“Ada masalah apa aku harus mengingat Namja Menyebalkan itu.”  Mendadak muka Jihyun menjadi Masam, bibirnya bahkan ia kerucutkan menambah keimutan di wajah proposial miliknya.

“Jinja? Apa kau sudah melupakan Kai?” Mata Eunjun mengerling Menggoda. Smirk Jahil miliknya tampaknya tengah kambuh.

“A- a.. Sudah! Untuk apa aku mengingat namja menyebalkan seperti Kai itu, Lebih baik aku mengingat Kris tadi.” Jihyun senyam – senyum kembali.

“Ya, sudah.” Eunjun mempecepat langkah berjalannya. Jihyun berteriak kesal padanya. Beginilah Eunjun jika sudah mengingat hal yang berkaitan tentang Kris. Pria yang sempat memadukan Cinta bersamanya walau hanya beberapa Tahun. Semua hancur karena Orang ketiga yang muncul memporak – porandakan hati Eunjun.

?/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////?

CKLEK

eunjun menutup pintu rumahnya pelan. Acara ulang tahun Chanyeol oppa akan dimulai 4 jam yang akan datang. Masih lama untuk mandi, makan lalu berhias, bermain beberapa saat lalu menonton Spongebob Squarepant. Oh Jangan lupakan, Kyungsoo anak dari Paman Kyuhyun, yang tinggal disebelah rumahnya. Eunjun keluar dari rumahnya berlari dengan cepat menuju rumah pamannya itu.

CKLEK

“Ahjussi!”

“Hm..” Kyuhyun berdehem .

“Wae?”

“Ahjussi, Dimana Eonni?” Eunjun memutar matanya mencoba mencari sesosok yeoja yang ia panggil eonni itu.

“Eonni di kamar bersama Kyungsoo.”

“JINJAA??!!! AA!!! Kyungsoo-ya!! Noona Datang.” Dengan ceria Eunjun berlari memasuki kamar Pamannya. Dengan secepat kilat ia telah masuk kedalam kamar. Kyuhyun hanya bergeleng – geleng kepala melihat keponakannya itu.

?//////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////?

“Apa kau sudah menemuinya?” Seseorang dengan pakaian jas lengkapnya duduk sambil menyeruput kopi panasnya. Ia memutar kursi kehadapan sang Namja yang hanya meng`iya’kannya.

“Aku ingin kau menjaga nya. Kau satu-satunya yang bisa kupercayai. Ia seorang yeoja yang polos juga rapuh. Jika ada yang menyakitinya lapor kepadaku.” Dengan suara berat pria yang sudah berumur paruh baya itu. Sang Namja yang dipercaya hanya mengangguk sopan. Kemudian ia mengucapkan kata `permisi’ lalu berlalu meninggalkan ruangan Bos nya.

&&&

BRUK..

Setibanya dikamar, Jihyun mendapati sebuah buku pelajarannya jatuh begitu saja. Buku itu ia punggut. Lalu tak lama dia mendapati sebuah foto masa kecilnya.

Bersama Kai, Luhan, Chanyeol Oppa, Baekhyun Oppa, Eunjun. Itu ketika mereka masih kecil. Kai di dalam foto mencium pipi Jihyun dan Jihyun hanya bisa merengek malu didepan chanyeol, baekhyun dan Luhan tentunya, sedangkan Eunjun kini tertawa sambil merangkul Jihyun. Benar-benar masa yang menyenangkan.

Jihyun tersenyum kecil melihatnya.

“Apa kabarmu Luhan Oppa?”

&&&

Malam sudah menjelang, hampir menunjukkan jam 12 malam.

“Aish, Jinja! Dimana Bocah – bocah itu?” Chanyeol dengan Senter butut dari iPhonenya itu berjalan menerangi seluk beluk caffe.

“Kan.. Lihatlah. Dari tadi perasaanku memang tidak baik. Menurut dengan ucapan bocah-bocah tengil itu benar-benar bodoh. Pasti mereka sedang tidur pulas dalam  selimut nan hangat.” Chanyeol mengeluarkan semua unek-unek(?) miliknya.

Buk

Pintu Caffe tertutup rapat. Bulu kuduk Chanyeol mulai berdiri tegang. Keringat dinginnya keluar silih berganti dari pori-pori dahinya. Ia teringat dengan film horor yang ia tonton Apartement, Death Bell, Whispering Corridors, dan ya Tuhan jangan lupakan bagian ini.. THE CONJURING!!!

“Ya Tuhan selamatkan lah Aku.” Chanyeol bahkan bersujud – sujud di gelapnya ruang Caffe ini.

Klik

Lampu Caffe hidup terang benderang. Suara musik mulai terdengar

“Hana, Dul, Set!”

“Saengil Chukkae Hamnida! Saengil Chukkae Hamnida! Saengil Chukkae Park Chanyeol.. Saengil Chukkae Hamnida!~

Prok – prok!

Tepuk tangan dari 4 orang ini membuat Chanyeol semakin termelongo, lihatlah! Dari sudut bibirnya hampir saja keluar air liur yang menjijikkan itu.  Tapi tangan Jihyun menampar pipi Chanyeol keras agar ia menarik kembali air liurnya yang yang hampir menetes itu.

“Hiks.. Hikss.. Akhirnya ada juga yang mengingat hari ulang tahunku.. Hiks..”Sehun dan Baekhyun melihat Chanyeol Jijay.

“Channie, Jangan menangis lagi.. Wajahmu bahkan tidak cocok untuk sekedar menangis.” Baekhyun jijik Chanyeol. Yang dinistakan hanya semakin merengek – rengek -_-a.

“Ya! Sudahlah, lebih baik oppa meniup lilin ini, “

“Arraseo.”

HUFT~~

?/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////?

“Eunghhh.” Eunjun menguap lebar. Matanya masih menyipit melihat sinar terang dari cahaya berebut masuk ke dalam pupil matanya.

“Eunjun-ah! Palli.. Ireonaseo.”

“Aku sudah bangun Eomma.” Sepoyong eunjun berjalan menuju Kamar mandinya.

“Aku bukan Eommamu Eunjun.”

Eunjun membelakkan mata sipitnya. Pria tinggi berkulit putih baknya marmer, bersandar di depan Eunjun.

“Aishh!! Ya! Bagaimana kau bisa masuk?!” Eunjun sewot melihat pria didepannya. Siapa lagi kalau bukan Kris. Mantan kekasihnya ketika di Kanada.

Pria dengan proposial tubuh yang tunjang di lengkapi wajah nan tampan membuat hati Eunjun sempat terlena dengan namanya Cinta. Cinta palsu yang sengaja kris berikan pada eunjun. Bagaimana tidak? Di beberapa bulan bahagia, hancur nya dirinya lebih mengerikan. Kris dengan begitu tenangnya mengucapkan kata ‘Putus’ dan beberapa kata lagi yang meyebutkan ‘Taruhan’. Eunjun sempat di vonis terkena penyakit Skizofernia. Namun untunglah..ia masih mengingat keluarganya.

“Aku tetanggamu bodoh!” Toyoran dari tangan Kris membuat Eunjun menggetakkan giginya kesal. “Ya! Mwo?! Bagaimana bisa kau berhak masuk kedalam Kamarku?!”

CKLEK

“Ah.. Eunjun-ah. Appa Eomma Halkae. Perusahaan di Paris sedang ada masalah, Eomma menyuruh Kris untuk menjagamu dirumah.. Oh ya Kris, Kalau ada apa-apa telepon Eomma.. Arraseo.”

“Ne, Arraseo Eommonim.”

“Tid-“

“Sudahlah.. Eomma hanya pergi untuk 2 bulan saja.” Eomma Eunjun berkedip nakal pada Eunjun. Yang di beri kedipan hanya mengembungkan pipi Cubbynya.

“Eomma Pergi, Baik-baik eudeul-ah!”

Eunjun memandang wajah Kris dengan raut masam. Sedngkan yang dipandang hanya menggidikkan bahunya tidak peduli. Hanya bisa memutar mata kesal Eunjun berjalan masuk kedalam kamar mandi sedangkan Kris keluar menonton TV diruang tamu.

?//////////?

“Gamsamitha Noona.”

“Ne, Sayang.”

Jihyun kini sedang membagi – bagikan barang – barang bekas miliknya dulu yang bahkan tidak pernah ia mainkan atau dipakai. Eommanya terlalu banyak membelikannya barang – barang yang sekarang terbengkalai tanpa digunakan sama sekali. Oppanya berkata kalau barang itu lebih baik di berikan pada yang memerlukannya seperti menyumbangkannya kepada Panti Asuhan .

“Gamsamitha Nona Jihyun. Kami sangat berterimakasih telah menyumbangkan beberapa barang untuk anak –anak disini.” Bibi yang bernama Han Jae Reum ini menunduk beberapa kali. Kawasan jauh dari perkotaan seoul ini jarang didatangi oleh para dermawan. Karena letaknya jauh dari kota membuat Panti asuhan ini lebih sederhana dari yang berada di Kota .

“Ne, Cheonmanneyo. Ah, ya.. Aku pulang dulu bibi, Hari sudah Senja. Gamsamitha sudah menerimaku dengan baik disini, Sekali lagi Gamsamitha.. “ Jihyun menunduk beberapa kali dan tersenyum manis dengan tulus dari hati. Senyum arrogan yang biasa ia tunjukkan kini hilang baknya Topeng asli dari tulusnya  hati murni Jihyun.

Langit Jingga dengan mataforgana bahwa Matahari terbenam di bawah gunung yang menjulang tinggi disekitar desa terpencil Seoul ini membuat Jihyun mau tidak mau menarik 2 ujung bibirnya untuk naik membentuk senyuman tulus. Mobil ferrari berwarna Black and White itu berjalan dengan kecepatan Sedang membelah senjanya sore hari di Desa kecil di Seoul ini menuju kota Seoul yang hanya membutuhkan waktu 25 menit untuk sampai.

?/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////?

“Oppa! Chakkammanyo!” Krystal terengah – engah mengejar Kai yang berjalan lebih dulu meninggalkannya. Ramainya pusat perbelanjaan membuat Kai bosan. ‘Urusan wanita memang rumit’ pikir kai.

“Ya! Oppa, Waeire?”

“Wae? Aku lelah hanya untuk menemanimu hingga sesore ini. Apa kau tidak puas 3 hari yang lalu di Pedicure, Spa, rias rambut, dan Bla.. bla .. bla.. Kau pikir badanku ini baja. Sudahlah, Lebih baik kau minta ditemani oleh yang lain  saja.” Kai pergi berjalan meninggalakan Krystal. Yang ditinggal hanya menghentakkan kakinya kesal.

“Oppa.”

Bruk

Kai berhenti mendadak.. Pupil matanya hanya mengarah pada seseorang yang tengah berdiri didepannya. Matanya tidak lepas dari seorang yeoja dengan sesosok bocah yang tangannya tengah yeoja itu genggam, Seorang anak laki – laki yang terus berjalan mengelilingi pameran dilantai bawah Mall. Hingga mata mereka bertemu..

TBC/To Be Continue..

Okeh.. Sekian dan Please Comment Readers.. 🙂 ^^ Kalau bisa Beri ide buatku, keinginan kalian dengan kelanjutan ff ku ini, ideku mentok banget. trus bentar lagi aku bakalan ujian jadi kemungkinan besar akan terlambat ngirim ff selanjutnya, yang pasti ini ff terpanjang yang pernah aku buat, jd puas gak? . Aku mungkin akan fokus kepelajaran setelah ini. Terimakasih sudah membaca ^^ komentar kalian selalu ku lihat dan ku nanti tentunya. 🙂

Iklan

8 pemikiran pada “I’m Sorry, Because I Love You.. (Chapter 4)

  1. siapa ya itu?? luhan kah ???
    wah penasaran ….
    ya ampun gee kejem banget ya jadiin taruhan cewknya
    jangan-jangan sekarang kena karma lagi XD

Tinggalkan Balasan ke Aan komalasari Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s