CLOISONNE CROWN: TWO FACES

PLEASE READ THESE BEFORE READING THIS STORY

CLOISONNE CROWN: THE FIRST ENDING

CLOISONNE CROWN: THE BEGINNING

CLOISONNE CROWN: THE CROWN OF THE QUEEN

CLOISONNE CROWN: THE EMPEROR

DISCLAIMER:

This is a work of fan fiction using characters from EXO owned by SM ENT., KOREA.

I do not claim any ownership over them or the world of EXO.

The story is my own imagination, and it is not purported to be part of  EXO real life. This story is for entertainment only and I am not profiting financially from the creation and publication of this story.

cloissoncrown-violetkecil


CLOISONNE CROWN: TWO FACES

Pada suatu waktu seseorang pernah bertanya pada Chanyeol, kenapa kau mau berteman dengan orang miskin seperti Sehun. Apa keuntungan bersahabat dengan seseorang yang tidak akan membawa manfaat bagimu. Jawaban Chanyeol saat itu, “Persahabatanku dengan Sehun adalah takdir. Mungkin ia tidak akan membawa manfaat bagiku sekarang tapi suatu saat nanti ia akan menjadi penolongku. “

Orang itu masih penasaran dan mencecar Chanyeol dengan segudang pertanyaan.

“Sehun bukanlah orang yang menghargai persahabatan, ia menghargai uangmu bukan dirimu.”

Chanyeol lagi-lagi menjawab dengan tulus.

“Bagiku dia berbeda. Dia telah memberiku pelajaran bagaimana kita bebas bermimpi dan berusaha keras untuk mewujudkannya. Mungkin benar katamu andaikata suatu saat nanti aku miskin, dia bisa saja menjauhiku.Tapi dia pasti akan kembali menjadi sahabatku.“

Si Pencemooh itu tertegun heran. “Kenapa?”

“Karena hanya aku yang mau berteman dengannya saat dia susah seperti sekarang. Sehun tidak akan pernah melupakan sejarah hidupnya sendiri walau ia sudah menjadi orang besar.”

Orang itu tertawa keras. “Orang besar? Besar kebohongannya mungkin. Pecundang tetaplah pecundang. Orang miskin tetap saja orang miskin. Kau mengkhayal.”

Chanyeol merespon dengan dingin.“Hati-hati dengan mulutmu, kuingatkan jagalah sikap ketika kau bertemu dia. Kita tidak tahu bagaimana takdir ditetapkan untuk Sehun. Jangan sampai kau menyesal karena aku telah memberitahumu sejak dini”

Mungkin peringatan Chanyeol bukanlah hal yang harus dipatuhi. Untuk apa menjaga sikap pada orang miskin yang telah menodai citra kampus mereka yang terkenal ekslusif. Image Universitas Korea yang dulu terkenal karena dihuni mahasiswa-mahasiswa dari keluarga level atas tercoreng karena keputusan Dewan Senat untuk menerima Sehun dan beberapa mahasiswa miskin lainnya. Kepintaran Sehun yang luar biasa saat itu membuat petinggi kampus terketuk untuk memberikan beasiswa.

Tapi keputusan selalu menimbulkan pro dan kontra. Sehari setelah kedatangan Sehun dan mahasiswa penerima beasiswa lainnya ke kampus, ratusan mahasiswa garis keras melakukan demonstrasi menuntut ‘pembersihan kampus’. Mereka tidak rela uang yang mereka sumbangkan pada universitas dipergunakan untuk membiayai orang-orang yang dianggap bukan seperti ‘mereka’. Orang tua mahasiswa yang seharusnya menjadi penengah malah ikut bergerak membantu. Kau bisa menganggapnya seperti tindakan genosida orang kaya atas orang miskin.

Hidup Sehun dan sejawatnya saat itu seperti berada di neraka. Mereka diperlakukan semena-mena dan sayangnya apapun hinaan dan tindakan buruk yang diterima, mereka tidak boleh melawan. Ada beberapa yang mencoba menuntut keadilan, tapi ujung-ujungnya selalu dari pihak mereka yang disalahkan.

Sehun mencoba bertahan sampai kelulusan tiba. Waktu yang lama dan sangat menyakitkan baik fisik maupun mental. Beberapa temannya menyerah dan memilih keluar tapi Sehun terus menguatkan dirinya. Cita-citanya yang tinggi menjaganya dari kata ‘mundur’. Ia harus bisa melewati semua tantangan ini dengan baik.

Akhirnya dalam waktu yang tidak lama, setelah kelulusannya Sehun telah menjadi pengusaha muda yang cukup diperhitungkan. Dengan kemampuannya bernegoisasi, ia pun membeli kepemilikan atas Universitas Korea, almamaternya. Ia mengubah konsep tradisional universitas itu yang ekslusif menjadi inklusif. Semua orang baik kaya atau miskin diijinkan untuk bersekolah di sana, gratis! Asal mereka memiliki konsep berusaha yang jelas, Sehun Corp akan membantu secara finansial usaha bisnis mereka. Atau bagi mahasiswa yang lebih tertarik untuk mendalami aspek keilmuan, Sehun telah menyediakan laboratorium canggih agar mereka dapat melakukan penelitian lebih dalam.

Universitas Korea kini terkenal sebagai tempat praktek para entrepreneur dan peneliti muda. Masa depan mahasiswa di kampus itu telah dirintis sejak mereka masuk di semester pertama bukan pada saat mereka lulus. Dan bagi Chanyeol, hal itu merupakan keberhasilan Sehun yang luar biasa. Ia tidak peduli dengan kesuksesan Sehun lainnya dalam bidang bisnis. Ketertarikan Sehun pada konsep pendidikan di kampus lamanya menunjukan bahwa Sehun masih tetap memiliki hati. Ketika orang lebih mengidentifikasikan sosok Sehun seperti Demon atau Iblis sekalipun, Chanyeol menyangkalnya. Perhatiannya pada orang miskin merupakan bukti bahwa Sehun masih memiliki moral dan kebaikkan.

Lalu bagaimana nasib si pencomooh yang selalu memanasi Chanyeol agar menjauhi Sehun. Ia kini bekerja sebagai office boy, salah satu jenis pekerjaan dengan gaji terendah, di salah satu anak perusahaan Sehun Corp. Orang itu tidak menyelesaikan kuliah karena tabrakan yang membuatnya kehilangan penglihatan. Kebaikan hati Sehun lah yang membuatnya bisa diterima bekerja di sini.

Chanyeol tidak pernah mengatakan pembicaraan masa lalu itu kepada Sehun. Tapi apa yang dialami orang itu telah mengajarkannya banyak hal terutama tentang pasang surut hidup manusia. Hidup kadang tidak selalu di atas, ia bisa saja di bawah. Kehidupan berputar seperti roda, ia seperti misteri dan itulah yang membuat masa depan menjadi menarik.

“Mungkin aku harus menambahkan bahwa aku juga belajar banyak tentang kehidupan darimu dan bagaimana menghadapinya,” desis Chanyeol sambil terus mengetik di atas laptopnya. Sesekali ia menyeka dahinya yang basah terkena cucuran hujan dari atap rumah yang bocor. Sudah beberapa hari ini hujan turun bahkan kadang disertai salju.

Ia sudah memperbaiki atap pagi tadi tapi entahlah, mungkin ada sedikit geseran pada genting sehingga rintik air bisa turun dengan mudah. Mungkin kalian bertanya, jika Chanyeol adalah orang kaya kenapa ia memilih hidup dirumah reyot yang sebentar lagi ambruk.

Jawabannya adalah karena Cloisonne. Gadis itu kerap kemari untuk menenangkan diri. Pilihan tempat yang sangat ganjil tapi sebenarnya kau akan melihat betapa indahnya pemandangan pinggiran kota Seoul dari rumah yang berada di atas bukit ini. Pada saat malam, dari arah barat daya ke timur laut kau akan melihat kerlap kerlip lampu warna warni dan kehidupan metropolis khas ibu kota dari sini. Sedangkan pada siang hari dari arah sebaliknya kau akan disuguhi pemandangan alam, hutan, dan bunga-bunga liar yang eksotis, sungguh indah.

Chanyeol memilih menyepi di tempat ini untuk mengingatkannya pada Cloisonne. Ada rasa rindu di hatinya. Sudah berhari-hari dia menginap di situ. Ia terus saja mengetik apa saja yang ada di pikirannya, seperti tindakan balas dendam karena selama ini hanya diam tak bersuara. Chanyeol seolah-olah meluapkan perasaannya yang terpendam atas perebutan kekuasaan yang dilihatnya dan hubungan dengan garis imajinatif antara dirinya, Cloisonne dan Sehun.

Diingatnya, hampir setahun lalu, saat ia berkunjung ke kantor Sehun Corp di Marcopolo District, area bisnis paling mewah di Korea. Sehun muncul dengan muka sangat marah dan terburu-terburu. Beberapa wakil dan pejabat Sehun Corp lainnya tergopoh-gopoh mengikutinya.

“Kau ikut aku, Chanyeol.”

Chanyeol berdiri dengan pandangan bingung. “Kenapa?”

Sehun tidak menjawab ia masuk ke mobil mewahnya dan Chanyeol mengekorinya dengan kecepatan yang sama. Supir pribadinya dengan sigap membawa mereka ke tempat yang ditunjukkan Sehun.

Sehun menghela nafas panjang, keningnya berkerut tanda ada hal penting yang tengah dipikirkannya.

“Bisa kau ceritakan padaku?”

Sehun menoleh pada Chanyeol dan menerima angsuran minuman bersoda dari tangan sahabatnya itu. Ia meminumnya dalam sekali tegukan,

“Haus?”

“Yah, aku semakin sering berkeringat akhir-akhir ini. Pengaruh musim panas dan juga banyak pikiran. Aku kurang olahraga seminggu ini hanya gara-gara mengurusi Cloisonne. Rasanya lama sekali proses pembelian ini.”

Chanyeol tersenyum memperhatikan mimik Sehun yang tampak lelah. Pemuda yang berdiri di sampingnya itu kini duduk menyender ke bantalan jok mobil dan menutup matanya seperti sedang tidur.

Chanyeol mengambil kaleng soda yang masih dipegang Sehun tapi pria itu menahannya sambil bicara.

“Kau masih ingat Cloisonne Crown Company?”

Ternyata Sehun tidak benar-benar tidur. Chanyeol mengangguk entah Sehun melihat itu atau tidak.

“Mengakuisisi perusahaan itu adalah tantangan terberatku selama ini. Aku telah bernegoisasi dengan hampir pemilik saham perusahaan itu dan mereka sepakat menjualnya. Aku membeli saham itu dengan harga yang sangat tinggi. Intuisiku mengatakan bahwa Cloisonne Company akan berkembang sangat pesat jadi aku tidak terlalu memberikan penawaran yang rendah.”

Pemuda itu masih memejamkan matanya. Tidak ada istilah tidur dalam kamus seorang Oh Sehun. Bahkan ketika sedang beristirahat seperti ini sekalipun, pikirannya terus berkutat pada pekerjaan dan pekerjaan. Chanyeol sudah hafal betul tabiat Sehun dan biasanya ia akan menjadi pendengar yang baik.

“Manajemen Cloisonne sekarang kurang bagus, itu menjelaskan kenapa mereka mengalami penurunan produksi dan juga PHK massal tahun lalu. Padahal perusahaan itu memiliki potensi untuk menyamai merk busana terkenal seperti Zara atau Manggo. Kupikir CEO Park Ji Ho kurang membaca situasi, dia abai terhadap penyelesaian konflik internal perusahaan.”

Sampai saat ini, Chanyeol masih takjub dengan kemampuan ‘membagi konsentrasi’ Sehun. Saat tidur pria itu tetap bisa menjelaskan pemikirannya secara detail.

“Oleh karena itu aku memaksa agar CEO diganti dengan pilihan Sehun Corp. Konsekuensinya aku harus menjadi pemegang saham dominan sehingga memiliki hak suara yang lebih besar. Tapi tiba-tiba pengacara tua itu menghancurkan semua yang sudah kurencanakan dengan baik.”

“Siapa?” tanya Chanyeol sambil mengoogling sesuatu dari layar tabnya. Park Ho Ji adik dari founder Cloisonne Crown. Memiliki kinerja yang mengecewakan karena kebijakannya membuat merk Cloisonne menjadi kurang diminati. Harga terlalu mahal dengan kualitas penjahitan sekelas konveksi biasa. Pada masa kepemimpinannya sudah berkali-kali terjadi demonstrasi buruh juga pemecatan masal karena masalah keuangan.

“Dia adalah pengacara keluarga Park yang dipecat saat Park Ho Ji naik, namanya Jung Wang Hyun. Ia tiba-tiba muncul dan berkoar-koar ke media bahwa kepemilikanku atas Cloisonne adalah ilegal. Ia mengatakan bahwa tampuk pimpinan Cloisonne harusnya diisi oleh ahli waris yang sah. Bisa-bisanya dia berkata seperti itu.” Sehun kini terbangun. Ia tidak bisa beristirahat jika pikirannya begitu penuh.

Chanyeol menyipitkan matanya mencoba menganalisa. “Bukankah ahli warisnya adalah Park Ho Ji itu?”

“Aku juga pikir begitu. Tapi ternyata Park Won Hun memiliki anak.”

“Bagaimana bisa? Maksudku untuk perusahaan sebesar Cloisonne dan mereka tidak tahu bahwa ada pewaris sah di luar sana. Dan bagaimana mungkin Park Ho Ji sebagai adik kandung Park Won Hun tidak tahu hal ini. Bagaimana ia bisa diangkat menjadi CEO sedangkan kakaknya memiliki anak? Aku tidak mengerti, ini terdengar seperti suatu skandal.”

Sehun menggelang sambil meremas-remas tangannya dengan tegang. “Memang janggal, aku masih yakin bahwa Jung Wang Hyun sedang membuat keonaran seperti biasa. Ia adalah penentang penjualan Cloisonne sejak awal. Sekretarisku selalu melaporkan kicauannya di media dan tidak pernah aku tanggapi karena ini sangat tidak masuk akal. Intinya, ia menekanku untuk mundur dari pembelian Cloisonne.”

“Bagaimana dengan Park Ho Ji? Kurasa ia tidak punya kondite yang bagus,” tanya Chanyeol tertarik. Bersahabat dengan Sehun membuatnya mengetahui hal-hal lain di luar kehidupannya yang cenderung datar, monoton, walaupun sangat nyaman.

“Yeah, dia pemimpin yang belum matang. Masih tergila-gila pada keuntungan jangka pendek dan sedikit licik. Tapi akta menunjukkan bahwa kepemilikan saham terbesar dimiliki Park Won Hun yang dialihkan kepada Park Ho Ji setelah dia meninggal. Jadi suka atau tidak suka, aku hanya bisa melakukan perundingan dengannya.”

“Jadi menurutmu, isu pewaris sah itu tidak ada?”

Pemuda itu terdiam, ia memandang Chanyeol dengan senyum tipis. “Sayangnya pewaris sah Cloisonne memang benar-benar ada. Dan hari ini adalah pesta pelantikannya. Beberapa pemilik modal yang tidak menyukai Park Ho Ji dan aku, ternyata telah merencanakan pengalihan kekuasaan ini.”

Ketika mengatakan itu, muka Sehun memerah tanda sedang menahan kemarahannya.

“Bagaimana bisa? Maksudku walaupun benar Park Won Hun memiliki anak tetapi jika hukum membuktikan Park Ho Ji sebagai pemilik yang sah, usaha untuk mengangkat pewaris itu illegal karena di mata Undang-Undang, Park Ho Ji lah pewaris yang sah.”

Pemuda itu terdiam sebentar, ia mengambil sesuatu dalam tasnya. “Bacalah ini.”

Chanyeol mengambil dan membaca semacam copy dari lembaran dokumen penting. Isinya ternyata surat warisan yang dibuat Park Won Hun sebelum kematiannya.

“Jadi seluruh asset bergerak dan tak bergerak, saham, modal, dan property Cloisonne Crown Company akan menjadi milik Cloisonne Park pada saat usianya menginjak dua puluh tiga tahun. Sampai menunggu anaknya dewasa, perusahaan akan dikendalikan oleh Park Ho Ji yang juga selaku wali atas Cloisonne Park. Jadi Cloisonne Park adalah nama anak Park Won Hun. Baiklah aku mengerti sekali pada bagian ini.”

Dengan semangat Chanyeol menganalisa.”Tepat dugaanku bahwa yang jadi biang masalah adalah Park Ho Ji. Tapi yang tidak ku mengerti mengapa orang-orang tidak tahu tentang ini termasuk kau Sehun?”

Dengan kasar Sehun menggosok-gosok kedua pipi dengan telapak tangannya, kentara sekali pemuda itu cukup frustasi dengan masalah yang dihadapinya.

“Surat itu tidak pernah ada sampai pengacara tua gila itu menunjukkannya. Ia menyimpannya karena permintaan Park Won Hun untuk menunggu sampai usia Cloisonne sehari melewati dua puluh tiga tahun.”

“Mungkinkah itu surat palsu?”

Sehun menggelang. “Tidak, itu benar-benar surat yang sah. Semua tenaga ahli telah dikerahkan untuk mengeceknya.”

Chanyeol berhenti bertanya, ia ingin memberikan kesempatan Sehun untuk menenangkan diri. Chanyeol mulai mengerti duduk permasalahannya. Jika memang benar pemilih sah Cloisonne Company adalah anak Park Won Hun bukan Park Ho Ji berarti semua persetujuan bisnis yang telah dilakukan Park Ho Ji selaku CEO perusahaan itu tidak akan sah secara hukum. Otomatis persetujuan pembelian saham Cloisonne yang dilakukan Sehun pun batal dengan sendirinya. Ia memahami kemarahan Sehun, pria itu telah menghabiskan uang dan waktu yang tidak terhitung banyaknya untuk pembelian ini.

“Kau bisa melakukan legal suit pada Park Ho Ji. Kupikir dia sumber masalahnya. Ia pasti tahu soal ini.”

Pemuda itu menggelang. “Bisa saja tapi dalam hal ini orang melihatku berada di kubu Park Ho Ji. Jika aku menuntutnya sekarang, itu benar-benar tidak akan menghasilkan apa-apa. Untuk apa menuntut orang yang sudah lemah seperti dia. Yang ada waktuku semakin habis terbuang untuk mengurusi hal yang tak berguna. Yang penting sekarang ini adalah aku harus bekerjasama dengannya agar aku bisa mendekati pewaris misterius itu. Aku akan membujuknya untuk menjual saham, persis seperti kesepakatan terdahuluku dengan Park Ho Ji.”

Chanyeol mengangguk-angguk, tangannya kini mengetik nama Jung Wang Hyun di atas layar tabletnya. Ia adalah pengacara keluarga Park selama hampir dua puluh tahun. Bertemperamen tinggi dan cenderung radikal. Hiatus cukup lama sebagai pengacara karena penyakit mental bipolar. Sudah dinyatakan sembuh tapi belum diijinkan untuk melakukan aktivitasnya sebagai pengacara.

Sudah dua orang dari pihak Cloisonne yang kini dikenalnya. Dua-duanya aneh menurut Chanyeol. Ia kemudian mengetik nama Park Won Hun dan menambahkan kata anak kandung. Sayangnya ia tidak bisa menemukan apa-apa. Tidak ada satu informasipun yang mengarah kepada sosok pewaris misterius itu. Ia mencoba mengetik nama Cloisonne Park, muncul sekitar satu dua informasi itu juga dalam bahasa Prancis.

Terasa ganjil, tapi Chanyeol sulit mengungkapkan keanehan yang didapatkannya dari hasil browsing singkat itu. Apakah anak itu adalah anak di luar pernikahan resmi Park Won Hun ataukah keberadaannya memang sengaja disembunyikan selama ini. Mengingat Cloisonne Company yang sangat terkenal dan tragedi kematian Park Won Hun yang menyedihkan, pastilah akan muncul berita mengenai anak kandungnya.

Baginya, Park Ho Ji adalah kunci untuk mengetahui semuanya. But nothing such a free lunch, tidak ada yang gratis di dunia ini. Orang tamak itu pasti meminta imbalan besar atas pengetahuan yang dimilikinya.

Tampaknya Sehun cukup mengerti mengenai watak Park Ho Ji. Sayang sekali walaupun ia dalam posisi bersebrangan tapi publik melihat justru mereka bersekutu. Memang tidak ada jalan lain selain bekerjasama dengan orang itu untuk mendapatkan hak Sehun. Chanyeol hanya berharap Sehun tidak lengah karena tampaknya ia akan berhadapan dengan orang-orang ‘kuat’ dengan kepentingan yang saling bertolak belakang.

“Aku benar-benar ingin memiliki perusahaan itu. Ini bukan masalah nafsu bisnis semata tapi selalu ada sisi idealis dari setiap langkah bisnisku. Selama ini merk baju terkenal selalui dikuasai Amerika dan Eropa, Asia hanya selalu menjadi nomor kesekian. Ini adalah kesempatan untuk memajukan brand negeri sendiri, bahkan aku mengharapkan Cloisonne tidak lagi milik Korea atau Asia tapi seluruh dunia.”

Sehun menatap ke depan dengan mimik yang serius. Sopir mobilnya kini mengarahkan mobil ke suatu area dimana gedung Cloisonne Crown Company berdiri.

“Ya, ya, aku percaya kau bisa melakukannya,” ujar Chanyeol pelan.

“Apakah kau akan mendukungku?” tiba-tiba Sehun berbalik menatap Chanyeol tajam.

Pemuda yang ditanya tertawa. “Tentu saja aku selalu mendukungmu tapi kadang kau harus selalu diawasi. Jika tidak, mungkin seluruh perusahaan di Korea ini akan kau miliki semuanya. Aku tidak akan bosan menasehatimu untuk hal itu termasuk gaya hidupmu yang terlalu bebas.”

Gantian Sehun tertawa, ia menyeringai aneh. “Kadang-kadang kau begitu cerewet melebihi wanita jika sedang menasehatiku.”

“Hey, masa kau samakan aku dengan wanita. Tapi kadang kau tidak terkontrol Sehun, akuilah.”

“Begitu?”

“Maafkan aku tapi kau seperti balas dendam atas kehidupan lamamu. Bagaimana ya aku mengatakannya tapi aku melihat kadang-kadang kau diperbudak oleh pekerjaan dan ambisimu. Kau juga butuh waktu untuk dirimu sendiri, kau perlu beristirahat, bersantai, seperti itulah. Dan hubunganmu dengan wanita-wanita itu, bisakah kau pilih satu saja? Rasanya jengah melihat wanita berbeda keluar dari kamarmu setiap aku ke sana. “

Sehun termenung. “Mungkin benar.”

“Kau setuju dengan pendapatku?”

“Yeah, aku setuju bahwa kau kini seperti wanita paruh baya yang cerewet dan membosankan dengan ceramah-ceramah mengenai bagaimana menjalani hidup dengan baik.”

Mata Chanyeol membelalak, Sehun tertawa terbahak-bahak ketika mengatakannya. Kadang Chanyeol memang merasa seperti Ibu-Ibu yang harus menasehati anak laki-lakinya yang bandel dan susah diatur jika berhadapan dengan Sehun. Tapi orang itu memang layak diperlakukan demikian.

Pria di sampingnya kini tiba-tiba diam. Ia menoleh ke arah Chanyeol dengan serius. “Kau adalah sahabat terbaikku Chanyeol. Aku selalu percaya padamu, bahkan semua rahasiaku kau pun tahu. Tapi entahlah naluriku mengatakan bahwa kau akan sangat menyebalkan selama perebutan Cloisonne Company nantinya. Mungkinkah kau akan berpihak pada mereka?”

“Siapa itu mereka? Sudahlah kau tidak berbakat menjadi peramal jadi hentikan omong kosong itu atau aku akan memanggilmu banci karena kau bersikap seperti wanita pencemburu.”

Mereka berdua tertawa lama dan lepas sehingga mata Sehun sampai berakhir karenanya. Ia tidak tahu bahwa mungkin pembicaraan dan humor hangat seperti ini menjadi hal terakhir yang akan mereka nikmati sebagai seorang sahabat.

Mobil Limousine itu berhenti tepat di depan pintu lobi Closionne Crown Company. Gedungnya beraksitektur unik, seperti istana pada zaman Barok yang penuh dengan ornamen dan lekukan artistik.

“Aku tidak memaksamu ikut ke dalam jika kau tak mau,” ujar Sehun sambil merapikan dasi dan jasnya. Seperti biasa ia selalu terlihat rapi sedangkan Chanyeol hanya memakai jeans belel dan kemeja tangan pendek yang sama lusuhnya. Sangat kontras dengan penampilan Sehun tapi memang pekerjaannya tidak menuntut Chanyeol untuk terlalu perlente dan ia sangat nyaman dengan itu apalagi sekarang sedang musim panas.

“Aku menunggumu di café seberang sana saja bagaimana? Penampilanku hari ini tidak sesuai dengan acara pentingmu.”

“Kau yakin? Aku senang jika kau hadir sebenarnya.”

“Aku tidak mau disangka pembantumu jika aku ikut.”

Chanyeol tersenyum lebar, sebenarnya ia memang tidak terlalu tertarik dengan segala perdebatan bisnis membosankan yang akan dihadapi Sehun sebentar lagi.

Sehun mengangguk pelan. “Baiklah lakukan apa yang kau mau. Doakan aku mendapatkan kembali perusahaan ini okey.”

”Aku selalu mendoakan yang terbaik dan mudah-mudahan Cloisonne memang untukmu. Jika tidak, percayalah itu berarti bukan yang terbaik.”

Mata Sehun menyipit seolah ada yang dipikirkannya setelah mendengar pernyataan Chanyeol. Sehun berbalik dan bersama dengan petinggi Sehun Corp lainnya, mereka memasuki lobi Cloisonne Company. Chanyeol memandang ke dalam sampai sosok mereka tidak terlihat lagi. Ia merasa Sehun akan mengalami hari yang berat dan ia akan menunggu sampai pertemuannya dengan Dewan Direksi Cloisonne itu selesai. Mungkin Sehun akan membutuhkannya nanti.

Pria tinggi itu berbalik menjauhi gedung Cloisonne Company dan mendekati sebuah café diseberangnya. Suasana café itu sangatlah ramai karena mungkin bertepatan dengan jam makan siang. Ia sendiri kesulitan mencari tempat duduk. Dilihatnya kursi yang kosong, Chanyeol berjalan menuju kursi itu.

“Bolehkah saya duduk di sini?”

Chanyeol bertanya pada wanita yang sedang menyeruput minumannya. Sayangnya ia harus bergabung dengan satu orang yang kini duduk di depannya. Kurang nyaman karena kurang privasi tapi tidak ada pilihan.

Wanita itu tidak menjawab ia menunduk sambil terus menyeruput jus jeruk dengan sedotan. Sepertinya ia tidak terlalu berkonsentrasi dengan minumannya karena air dalam gelas itu sama sekali tidak berkurang. Chanyeol memperhatikan apa yang tengah dibaca wanita itu. The History of Cloisonne Crown Company, cukup menarik.

“Kau bekerja di sana ya?”

Chanyeol memberanikan diri untuk bertanya. Dalam hati, ia mengutuk dirinya sendiri. Tidak seperti Sehun, Chanyeol memiliki masalah berbicara dengan wanita.

Wanita itu mendongak dengan pertanyaan Chanyeol. Ia berbalik ke belakang sehingga gedung Cloisonne terlihat jelas dari pandangannya. Kentara sekali mimiknya menunjukkan kebingungan. Apakah pemuda yang berada di depannya itu sedang bertanya pada dirinya, bicara pada diri sendiri atau ada seseorang di belakangnya yang sedang diajak bertanya.

Dipikirnya, orang itu mungkin sedang bertanya pada diri sendiri bukan pada dirinya. Jadi ia menunduk melanjutkan kegiatannya, menyeruput minuman sambil membaca. Dengan kata lain mengabaikan pertanyaan Chanyeol.

Chanyeol agak sedikit malu dengan respon yang didapatnya. Maksud hati berbasa basi malah terperangkap dalam situasi hening yang memalukan. Tapi entah mengapa, hari itu Tuhan memberikannya sedikit keberanian.

“Buku yang kau baca itu sangat menarik. Cloisonne Crown Company, perusahaan dengan nama yang indah juga kuat.”

Lagi-lagi gadis itu mendongak dan kini memandang Chanyeol. Baiklah ia mengerti rupanya pemuda itu sedang mencoba mengajaknya bicara.

“Ya begitulah,” jawabnya pendek dan wanita itu kembali meneruskan kegiatannya.

Chanyeol meringis, ia menyeruput minumannya mencari tenaga untuk menambah keberanian. “Cloisonne mencerminkan keindahan, kekuatan, keuletan, ketelatenan, dan kerja keras. Aku pernah mengunjungi beberapa galeri yang khusus memajang produk Cloisonne. Bentuknya, warnanya, teknik enamelnya benar-benar menunjukkan tingkat seni, sejarah, dan filosofis yang tinggi.”

Wanita itu kini memperhatikannya. “Apa yang kau tahu soal Cloisonne?”

“Pajangan, dekorasi dari logam semacam itulah. Menjadi simbol prestise keluarga kerajaan jaman lampau. Teknik pembuatannya membuat Cloisonne memiliki nilai jual yang tinggi karena cukup sulit dan ekstra hati-hati. Desainnya indah dan umumnya selalu memiliki makna. Di Asia, Cloisonne antik dan langka dapat ditemukan di China dan Jepang. Karakter dan desainnya sedikit berbeda tapi semuanya menakjubkan. ”

Wanita itu menutup bukunya dan memandang Chanyeol dengan pandangan terkesan.

“Sepertinya kau tahu banyak tentang Cloisonne. Aku suka dengan filosofimu tentang Cloisonne itu. Oh ya maaf aku tidak menjawab pertanyaan pertamamu. Aku memang bekerja di Cloisonne Crown Company, jadi aku harus banyak belajar tentang tempat itu.”

Ia memperlihatkan buku yang baru saja dibacanya.

“Pegawai baru?” Chanyeol memberanikan diri bertanya. Ia menyeruput kopi yang baru diseduhnya.

Wanita itu mengangguk dan tersenyum sehingga lesung pipit di kedua pipinya terlihat jelas.

“Designer?”

Dari gaya busana formal yang dipakainya, Chanyeol bertaruh bahwa wanita itu dipekerjakan dalam posisi yang cukup tinggi, mungkin perancang busana. Walaupun wajahnya terlihat seperti remaja SMP tapi make up, tatanan rambut, dan busana yang dikenakannya menunjukan kematangan umurnya. Chanyeol mengagumi pilihan busana dan dandanannya, benar-benar classy dan elegan. Pantas saja dia bekerja di perusahaan garmen sekelas Cloisonne. Seleranya lumayan.

“Bukan, aku lebih tepatnya sebagai planner, executor, controlling, dan sesekali menjadi korban jika diminta pertanggungjawaban.”

Chanyeol menyipitkan matanya. “Jangan katakan bahwa kau adalah direkturnya. Empat pekerjaan itu biasanya dilakukan seorang pemimpin perusahaan.”

Wanita itu tertawa. “Apa menurutmu aku mungkin menjadi direktur di perusahaan itu? Tentu saja tidak. Aku masih terlalu muda untuk pekerjaan seberat itu.”

“Mungkin saja. Temanku sudah menjadi CEO perusahaan besar pada umur 23 tahun. Ia merintisnya dari nol. Kau percaya itu?”

“Benarkah?” Muka wanita itu tampak takjub.

Chanyeol mengangguk, diingatnya sepak terjak Sehun dalam dunia bisnis. Empat tahun telah berlalu semenjak pengangkatan Sehun menjadi CEO Sehun Corp. Kini usia mereka sudah 28 tahun, tak disangka sudah hampir sepuluh tahun mereka menjalin persahabatan dan selama itu pulalah mereka saling mendukung satu sama lain untuk menjadi sukses seperti sekarang. Chanyeol dengan pekerjaan idamannya yang tidak terikat waktu serta Sehun dengan ambisi pada perluasan bisnisnya. Hampir tidak ada riak yang berarti dalam hubungan mereka walau sikap dan pandangan kedua orang itu saling bertolak belakang.

Suasana hening sejenak. Masing-masing sibuk berkutat dengan pikirannya sampai wanita itu tiba-tiba mengajukan pertanyaan yang sangat serius.

“Mungkinkah filosofi yang kau katakan itu bisa diterapkan dalam dunia bisnis. Misalnya untuk tempat aku bekerja?”

“Tentu saja. Dalam benakku ketika mendengar nama perusahaan itu, aku langsung membayangkan sebuah produk yang dibuat dengan detil, rapi, dengan desain yang tidak pasaran tapi tetap bergaya dan up to date. Bahannya berkualitas tinggi karena aslinya Cloisonne diperuntukkan untuk keluarga kerajaan. Mungkin seperti gabungan karya Versace dan Armani. Berwarna, desain berani tapi elegan, anggun, klasik, dan mewah.”

Chanyeol sedikit mengutip perkataan Sehun tentang Cloisonne. Sesungguhnya ia tidak tahu banyak tentang industri ini. Terimakasih Sehun atas pengetahuanmu, ujarnya dalam hati.

Wanita di depannya mengangguk-angguk dengan seksama.

“Baiklah itu tentang produknya, bagaimana filosofi Cloisonne jika dikaitkan dengan kinerja perusahaan dan manajemen. Bisakah ditarik garis perhubungannya?”

“Kerja keras, ketekunan mungkin bisa.”

Pemuda itu mencoba berpikir keras. “Evaluasi diri karena membuat Cloisonne sama dengan kita mengulik sejarah. Masa depan dan kesuksesan yang panjang karena bahan dasar dan pembuatannya membuat Cloisonne tahan lama. Bersifat global, karena Cloisonne adalah karya seni milik dunia. Di Eropa juga kita bisa menemukan produk itu dengan desain yang berbeda. Kemudian kerja sama, karena membuat Cloisonne harus mengikuti banyak tahapan yang rumit juga menggabungkan material yang sulit.”

“Bagaimana pendapatmu tentang desain baju merk Cloisonne?”

Chanyeol mengingat-ingat lagi ucapan Sehun. “Terlalu mengikuti pasar jadi kurang unik. Seperti takut-takut jika ingin memperkenalkan mode yang kurang mainstream. Kualitas jahitan seperti halnya konveksi biasa, seperti kurang sentuhan personal. Maaf jika menyinggungmu.”

Wanita itu tersenyum lebar. “Tidak masalah. Kau benar-benar membuatku terkesan. Maksudku biasanya pria sulit diajak bicara mengenai fashion kecuali pria feminin kau tahu itu kan, tapi kau bisa. Menarik.”

“Aku bukan gay.”

Jawaban Chanyeol yang polos membuat wanita itu tertawa tapi ia menahannya.“Jangan salah sangka, aku tidak menuduhmu begitu. Pembicaraan ini jadi menarik karena aku bisa tahu pandangan tentang fashion dari sudut pandang pria. Terima kasih, kau sangat menginspirasiku. Kau belajar tentang fashion jugakah?”

“Tidak, aku hanya membaca selintas saja, ” jawab Chanyeol bingung. Sejujurnya ia tidak pernah membaca apapun yang terkait dengan dunia fashiom.

“Tapi menarik kau mengetahui perbedaan dasar desain Versace dan Armani.”

Terima kasih untuk Sehun dan kepintarannya, guman Chanyeol. “Hanya kebetulan saja, bagaimana denganmu. Kau belajar khusus tentang fashion?”

Gadis itu menggelang. ”Sejujurnya aku tidak tahu apa-apa tentang mode dan bisnisnya. Nama desainer terkenal saja aku tidak tahu. Entahlah kenapa aku bisa diterima bekerja di situ.”

“Kau pernah bekerja di tempat lain sebelumnya atau mungkin kau memiliki pengalaman khusus?”

Chanyeol berpikir seperti itu karena pasti ada sesuatu yang membuat perusahaan sekelas Cloisonne Company menerimanya.

“Hanya freelance untuk penerjemahan bahasa. Aku sedikit mengerti bahasa Inggris dan Prancis. Selebihnya hanya kuliah dan menjalani hidup layaknya mahasiswa. Terlalu biasa dan tidak ada yang menonjol.”

Bagi Chanyeol, ucapan gadis itu seperti sedang merendah. “Kulihat kau sangat bersemangat dengan pekerjaanmu.”

“Tidak begitu juga, pekerjaanku penuh dengan intrik dan masalah.”

“Masalah adalah hal biasa dalam pekerjaan.”

Gadis itu tersenyum pendek. “Sudahlah jangan bicara tentang pekerjaanku, tidak menarik. Bagaimana denganmu? Apa pekerjaanmu? Bergerak di bidang seni?”

“Aku hmm aku seorang analis…,” pembicaraan Chanyeol tiba-tiba terpotong ketika sebuah panggilan di handphone menyadarkan wanita itu karena ia tiba-tiba berdiri sambil mengambil tas jinjingnya.

“Aku sangat senang berbicara denganmu, sekali lagi aku berterimakasih atas masukanmu yang berharga. Hal itu membuatku sedikit bersemangat.”

Ia membungkuk pelan, berdiri kemudian menjulurkan tangannya, mereka kini bersalaman.

Ia mengangsurkan kartu namanya.

“Ini kartu namaku, kapan-kapan mungkin kita bisa berbicara mengenai mode atau topik yang lain. Maaf aku harus pergi, duty call seperti biasa. Semoga kita bisa bertemu lagi, senang berbicara denganmu.”

Wanita itu beranjak pergi dengan terburu-buru tanpa memberikan kesempatan Chanyeol berbicara atau bahkan mengenalkan diri. Ia sudah sangat terlambat pada pertemuan penting ini tapi tidak bisa dipungkiri obrolan di café bersama pemuda itu telah berhasil membangkitkan motivasinya. Gadis itu tiba-tiba memaki diri sendiri, kenapa aku lupa menanyakan namanya, sungguh tidak sopan, mengobrol lama tanpa tahu siapa nama yang kuajak bicara. Kebiasaan yang buruk!

Chanyeol memandang sosok wanita itu dari balik pintu kaca café. Baru kali ini selama hidupnya ia bisa berbicara begitu lancar dengan seorang wanita. Terimakasih sekali lagi untuk Oh Sehun.

Ia jarang berkencan karena kesulitan dalam berbasa basi. Padahal banyak wanita yang menyukainya tapi ditolaknya dengan halus hingga kedua orangtuanya kesal. Mereka selalu mengatakan ia terlalu pilih-pilih. Sebetulnya tidak seperti itu, masalah cinta adalah persoalan hati. Chanyeol hanya belum menemukannya saja.

Dan hari ini tiba-tiba ia merasa desiran aneh muncul dalam hatinya. Ia mendapatkan rasa nyaman ketika berbicara dengan wanita itu. Mungkinkah ia menyukainya? Hanya dalam pertemuan pertama? Chanyeol menggelangkan kepala, ia merutuk imajinasinya yang terlalu liar. Lebih baik ia mengenyahkan kemungkinan itu toh mereka tidak akan bertemu kembali. Walaupun gadis itu telah memberikan kartu namanya, bukan berarti Chanyeol memiliki keberanian bahkan untuk sekedar menyapa lewat SMS.

Dibacanya nama yang tertera dalam kartu nama itu. Ada logo Cloisonne Crown Company di ujung kanan atas. Chanyeol mengejak-ngejapkan matanya tidak percaya. Hatinya berdebar tidak keruan. Apa ia tidak salah baca.

Tertulis dalam kartu nama itu, Cloisonne Park, CEO

Cloisonne Park, pewaris tunggal dan sah dari Cloisonne Crown Company. Oh Tuhan, jadi ia baru saja berbicara dengan orang yang menyebabkan Sehun kehilangan hak atas perusahaan itu. Chanyeol terhenyak dan dengan tidak sabar ia menunggu Sehun menyelesaikan pertemuannya.

To Be Continued

Author’s Note

This story is about the friendship between Sehun & Chanyeol, and the first meeting Chanyeol & Cloisonne. You can see deeply the character among casts. I make all characters in grey area,   no pure black and white. Happy reading.

Eh kelupaan, sebelumnya mohon maaf buat readers yang setia ngasih komen tapi belum sempet dibales. Maklum kesibukan, tapi aku baca kok sampe berulang-ulang malah. Kalo lagi stuck, komennya bikin aku semangat nulis. Soalnya karena waktuku agak pendek, aku jadi fokus dulu ke nulis kelanjutan Cloisonne Crown ini.

Komennya beragam jadi aku balas di sini ya.

“Ceritanya panjangin dong?” Ini udah dipanjangin. Cuma konsekuensinya kalo panjang banget nanti bisa lama uploadnya hehe. Gimana menurut kamu?

“Aku masih bingung sama ceritanya.” Iya sih, ini cerita dengan plot twist maju mundur maju mundur dengan point of view bergantian antara 3 cast walau nantinya bakal banyakan Sehun sama Cloi. Jadi saranku baca dari awal lagi aja biar ngeh 🙂

“Aku pengennya Cloi sama Sehun atau sad ending.” Kalo itu author jawabnya nanti di akhir cerita ya *dijitak my lovely readers.

“FF nya lain daripada yang lain.” Memang hehe, udah bosen sama tipikal FF yang umum, pengen sesuatu yang beda aja.

“Kok ga ada list, cast, genre, rating, dll authornim?” Itu disengaja, aku pengennya readers dapat menikmati cerita dengan siapapun cast yang aku pilih. Biasanya kan kalo udah ngebias si A, jadi malas kalo baca cast si B. Tujuan kedua, biar misterius aja sih, kalo di awal sudah ditulis ntar ketauan dong garis besar ceritanya 🙂

“Aku suka sama cerita ini, alurnya unik, ceritanya bagus,  tata bahasanya juga.” Makasih banget ya, tau aja bikin author jadi semangat nulisnya.

Tapi aku ga masalah loh ada komentar yang nadanya laen, asal ga bashing cast dan memang tujuannya bikin ceritanya ini jadi bagus banget.

“Next, Lanjut Thor.” Iya tentu saja, yang penting rajin komen ya. Kalo perlu bantu promosi ke temen-temen biar pada baca  *author butuh perhatian hahaha.

“Pengen ngobrol sama authornya.” Sebetulnya belum ada yang nulis komen ini sih. Ini sih dibikin-bikin author aja biar rame. Kalo mo ngobrol bisa di WP hyeahkim.wordpress.com sama twitter kimhyeah22.

Segitu aja, jangan kebanyakan ntar kepanjangan curcol daripada ceritanya hehe. See ya

28 thoughts on “CLOISONNE CROWN: TWO FACES

  1. Aku ngerti ngerti bingung sama fic ini, Author-nim… Percakapan antara Chanyeol dan Sehun tentang perusahaan dan bagian-bagiannya itu terlalu rumit untukku… Bisa disederhanain sedikit nggak, Author-nim?

  2. Hanya dengan satu kata, ‘Cloissone’, bisa dikembangin jadi cerita yang punya alir unik dan penjabaran yang menarik. Nice job, author-nim! ^^

  3. aku mulai nyambung.. Ini flashback lagi.. Sehun cerdas ya :3 sampe punyeng aku bacanya karna bahas soal bisnis2 gitu u.uv mianh thor.. Tapi aku terlanjur penasaran sama jalan ceritanya.. Ditunggu banget next chapternya ^^
    Satu lagi thor, emng author gak bingung nulis tntang bisnis2 begini?? Hwaiting ya thor ^^

  4. Aku suka bgt^^. Ceritanya misterius, susah bgt ditebak. Bahasanya rapi terus alurnya maju-mundur bikin aku gregetan masa~
    author belajar bisnis ya? kok paham bgt sama kata2 bisnis begitu, keke
    Ditunggu next chapternya..

  5. aduuuh udh tbc lg ini…
    stelh ini mh belum ada chap terbaru yg udh dipost lg ya ??? yaaah terpaksa harus nunggu dc…
    tp g p2… aq tunggu kq, asal jgn lama2 z ya authornim, aq tkut kburu lupa sma crtanya klo lama2…😀

    yuupz, chap terakhir ini mh udah lumayan lbh pnjang drpda chap2 sblumnya…n aq sukaaaaa…

    mskipun author g nyantumin siapa cast nya…tp pas aq liat posternya ada foto Oh Sehun, aq lngsung tertarik… coz dia slah 1 bias q d exo…
    kbtulan cast lainnya (Park Chan Yeol) jg bias aq… hehe
    sbnernya ch lbih dr 1/2 dr total member nya adalh bias q /lahkoq knp mlh jd curhat ini??!/😀

    tp sbnernya, yg mmbuat aq suka pda sbuah ff adalh ff itu nya sndri, crtanya, alurnya, gaya bhasa penulisnya, gaya penulisannya, & feelnya…
    mnurut q, penulis yg berhasil itu adlh pnulis yg mmpu mnyampaikn perasaannya n perasaan para castnya pada pmbaca mlalui caranya mnulis…
    dan Selamat yaa… aq rasa author trmasuk slah 1 nya.. yeaaayyyy~ chukkae…🙂

    mian lho, aq g brmksud memuji atau sbg nya…
    ap yg aq utarakn adlah ap yg aq rasa…
    klo suka aq blang suka, klo g ya ga…
    aq emg g pya pnglaman sma skli soal mnulis #intinya aq g bsa nulis/…, tp aq udh sering bgt bca ff, jd sdkit byak aq tau ff yg bgus itu sperti apa…

    okelah, kya nya cukup sgtu z koar2 geje nya…
    Intinya aq suka ff mu & aq tunggu bgt lnjutannya…
    jgn lama lamaaaaa😀
    oia, kita blum knalan ya…
    knalin aq Tri line 92 /kgk nanya -_-/.. Author ?

  6. aku baru nemu ff ini dan seneng bgt ternyata castnya sehun. Untuk ide ceritanya menarik, gak mainstream, bikin kita mikir, tata bahasanya rapi, dan cara penulisannya juga rapi. Cuma ya kadang susah memahaminya soalnya harus mikir haha thor bikin sedikit adegan ‘dewasa’nya dong banyak juga gapapa hehe. Thor cepetan bikin next chapternya ya🙂 i’ll wait.

  7. WOW……udah gk tau lagi deh harus ngmong apa buat ff ini…ceritanya seru..selaku bikin penasaran..dan sela kok u au tnggu klanjutanya…semangat kak author…😊(senyum termanis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s