Fate Of The Witches (Chapter 1)

Fate Of  The Witches

PicsArt_1403447737780[1]

 

=Song Haneul POV

Silau, itulah satu-satunya kutahu tentang tempat ini. Entahlah, tiba-tiba aku terbangun di tempat antah-berantah bernuansa putih dan sekarang muncul cahaya yang menyilaukan entah darimana

Ini dimana?

Tanganku kugunakan untuk menghalang cahaya yang menyilaukan mataku dan pikiranku? Pikiranku masih bertanya-tanya ‘Ini dimana?’

“Apa kau penasaran ini dimana?” Mendengar suara lembut dari belakangku kubalikkan badanku ke belakang. Dan bingo! Ada seorang wanita cantik di sana, sangat cantik dan anggun, apalagi dengan gaun putih bersih yang dipakainya

Apa dia bidadari?

Ayolah, pikiranku memang konyol. Tapi bukan berarti tidak mungkin kan? Kalau penyihir saja ada, kenapa bidadari tidak ada?

“Ini dimana? Dan anda siapa?”

“Ini di dalam mimpimu. Dan mungkin kau tak percaya jika aku mengatakan ini. Tapi aku seorang bidadari dan aku- Ibumu” Mendengar penjelasan wanita di hadapanku ini sontak mataku membulat. Dia bilang Ibu? Aku tak salah dengarkan?

“Haneul-ah waktu Ibu tidak banyak. Ibu tidak memaksamu mempercayainya, tapi Ibu ingin mengatakan sesuatu padamu”

“Hal yang besar menantimu, Haneul-ah. Dan hal itu mungkin akan sulit untukmu, tapi kau harus kuat menghadapinya. Ibu akan selalu ada untukmu di sini”  Wanita itu memegang lembut dadaku, matanya penuh kelembutan dan kasih sayang. Tapi- hati kan tempatnya bukan di situ?

Itu perumpamaan Song Haneul. Dasar bodoh!

“Ingatlah sayang. Harta, kekuasaan, kekuatan, bukan hal yang terkuat di dunia, tapi banyak orang yang tergila-gila pada mereka. Hal yang terkuat di dunia adalah hati yang baik dan tulus. Dan Ibu yakin kau memilikinya”

“Kenapa Ibu mengatakan hal seperti itu? Bukankah Ibu akan tinggal bersamaku dan Kakek?”

“Tidak, sayang. Kan sudah Ibu bilang, ini hanya mimpimu, imajinasimu. Ini, simpanlah” Wanita itu memasangkan sebuah kalung indah di leherku. Kalung dengan liontin berbentuk seperti plastik yang diikat, lalu ada sebuah cahaya putih di dalamnya. Entahlah, sulit mendeskripsikannya. Tapi kalung ini benar-benar indah

“I believe in you. So, make me proud dear. I trust you” Dan bersamaan dengan berakhirnya kalimat Ibu, semuanya lenyap begitu saja. Digantikan suasana gelap yang mengerikan. Dan aku tidak suka gelap, sangat tidak suka!

“Hei, bangun! Ini sudah siang!”

“Eung. Hanya mimpi ya?” Ku edarkan pandanganku ke sekitarku dan benar saja, ini adalah kamarku. Jadi semuanya hanya mimpi ya? Tentu saja itu hanya mimpi Haneul bodoh!

“Kau mimpi apa?”

“Bukan apa-apa Kek! Seperti biasa, a weird dream” Jawabku se-santai mungkin pada Kakek yang entah sejak kapan sudah berada di kamarku

Ah, ya! Aku harus sekolah! Mati kau, Song Haneul! Kau bisa dibunuh Kim Seosangnim

“Kalau kau berpikir bahwa sudah telat sekolah. Maka akan kuingatkan bahwa kau sudah lulus seminggu yang lalu, Nona” Bagai disambar petir aku mendengar perkataan Kakek. Memalukan, sangat memalukan. Bagaimana aku bisa lupa kalau aku sudah lulus seminggu yang lalu?!

 

13 pemikiran pada “Fate Of The Witches (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s