How Can I ? (Chapter 2)

 How Can I?

how

Tittle: How Can I? | Rating: 15 | Lenght: Chapter 2- END | Genre: Friendship, Romance, Crack, Angst(?) | Main Cast: Kim Jun Myeon & Park Chan Yeol (EXO), Hwang Jin Ri (OC) | Support Cast: Lee Hye Jin (OC), Bella Aelfwine (OC), etc.

Disclaimer: Maaf kalo kesannya agak curhat dikit(?) dan maaf kalo banyak kata-kata yang ga enak dibaca karena ini FF pertamaku. Jangan jadi silent reader yah^^ [!] Don’t copy-paste, translate, or posting my FF without my permission. Thankyou.

.

.

.

.

-Jin Ri PoV-

Sudah satu bulan ini aku menjauh dari Suho. Lebih tepatnya menjaga jarak dari Suho. Ya, alasanku menjaga jarak darinya adalah Lee Hye Jin. Ya, yeoja itu! Tapi kuakui bahwa dia memang cantik dan manis. Dengan pipi yang tembam itu, hidung yang mancung dan wajah blasteran USA-Koreanya. Bukan karena aku benci padanya, tapi bagaimana bisa seorang Suho berpacaran dengannya? Bahkan sebelumnya Suho belum pernah cerita kepada kami, ya kami. Aku, Chanyeol, Suho, dan Bella.

-Jin Ri PoV end-

  1. . drrt.. drrt.. suara handphone bergetar.

“Aduh, siapa sih?! Tengah malam begini menelfon?!” seringai Jin Ri sambil mengambil handphone-nya. Jin Ri membaca layar handphone-nya, Suho. “Kenapa anak ini menelfon semalam ini…” seringainya lagi lalu menatap handphone-nya, tak berniat mengangkat telfon dari sahabatnya itu. “Kuangkat tidak ya?” gumamnya dalam hati. Dengan ragu Jin Ri melihat layar handphone-nya lagi. “Hhh, iya akan kuangkat.” dengus jin Ri.

“Jin Ri?” ucap Suho di handphone. Jin Ri cuma menjawab apa dengan malas.

“Sedang apa?” tanya Suho gugup. Ck, bodo atau apasih ini orang?! Inikan tengah malam, jelas aku ingin terlelap lah! umpat Jin Ri dalam hati.

“Kau tahu ini tengah malam Jun Myeon?” kata Jin Ri dengan nada yang tidak menyenangkan.

“Tau, maaf jeongmal. Tapi aku mau curhat.” jawab Suho jujur sambil menghempaskan tubuhnya ke ranjang empuk di kamarnya.

Demi apa dia mau curhat tengah malam begini?! batin Jin Ri sambil melirik jam dindingnya. Pukul dua belas lebih lima belas menit, gumamnya sambil duduk di meja belajarnya.

“Jin Ri kau masih disana?” tanya Suho meyakinkan.

“Ah ne, ppali! Kau mau curhat apa sih? Harus ya emang curhatnya jam segini?” jawab Jin Ri dengan ketus. “Ppali! Kalau tidak aku tutup nih!” ulang Jin Ri galak.

“Ya jadi aku mau curhat tentang Hye…..” sambung Suho. Belum selesai Suho melanjutkan kalimat selanjutnya, demi mendengar nama Hye Jin, Jin Ri langsung memotong pembicaraan mereka, “Jangan curhat tentang Hye Jin kepadaku. Aku ga paham tentang cinta-cintaan.” bohongnya pada Suho. Seketika hening, suasana canggung menyelimuti percakapan mereka.

“Suho? Kau masih disitu?” tanya Jin Ri dengan perasaan tak enak.

“Masih. Kau mengantuk ya? Tidur saja kalau begitu.” jawab Suho sambil menerawang langit-langit kamarnya. Ah aku salah topik, batin Suho.

Ani, aku jadi tidak mengantuk. Ayo cepat curhat yang lain.”sergah Jin Ri, entah kenapa matanya jadi tidak mengantuk sama sekali.

“Kau marah padaku, Jin Ri?” tanya Suho diseberang sana.

Aniyo, aku tak pernah marah padamu…” jawab Jin Ri, “Oppa.” sambung Jin Ri lagi.

“Sejak kapan kau mau memanggilku oppa? Hahahaha.” tawa Suho dari handphone Jin Ri terdengar sangat jelas. Jin Ri mengangkat alisnya, memangnya salah ya kalau aku panggil dia oppa? dengus Jin Ri sambil menatap layar handphone-nya.

“Jin Ri? Hallo?” suara berat Suho terdengar lagi dari handphone Jin Ri.

“Eh eh iya hehe mian, lagi apa kamu?” tanya Jin Ri gegelagapan.

“Nonton. Aku mau bertanya lagi satu hal padamu. Boleh?” jawab Suho sekaligus bertanya lagi pada Jin Ri. Sekarang jantung Jin Ri berdegup kencang, mau nanya apa dia? batinnya.

“Tanyakan saja.” jawab Jin Ri sok tenang sambil menelusupkan kepala ke bantal-bantalnya.

“Kau seperti menjauh dariku. Kau sengaja menjauh? Kenapa?” tanya Suho seperti mengintrogasi Jin Ri.

Kok dia bisa tau? Kukira dia tidak peduli. pikir Jin Ri.

“Ah enggak kok, menjauh gimana sih? Kalau menjauh aku ga jawab telfon kamu dong hehe.” sergah Jin Ri sambil nyengir masam, tentu saja Suho tidak mengetahuinya bahwa Jin Ri sedang tersenyum seperti itu diseberang sini.

-Suho PoV-

“Ah enggak kok, menjauh gimana sih? Kalau menjauh aku ga jawab telfon kamu dong hehe.” jawab Jin Ri ragu-ragu dari seberang sana, Aku tahu sepertinya dia sedang tidak jujur kepadaku.

“Kamu jujur kan?” tanyaku lagi, “Jin Ri-ya?” sambungku lagi.

“Ya.. yaiyalah Jun Myeon, ngapain aku bohong sama kamu.” ucapnya lagi dengan gugup.

“Hehe tapi kok hati aku kerasanya kamu lagi bohong ya? Hahahaha.” jawabku jujur dengan tawa paksa. Jin Ri yang sekarang kalau disapa cuma senyum tipis, gak pernah berangkat bareng lagi, pulang bareng apalagi…

Apa ini ada hubungannya sama Hye Jin?

Ga mungkin….

Jin Ri kan sahabat baikku pasti dia mendukungku dengan Hye Jin.

“Jun Myeon-ah?” suara cempreng Jin Ri tiba-tiba membuyarkan lamunanku.

“eh ma.. maaf Jin Ri yang tadi. Lupakan saja. Kalau kau benar tidak menjauhiku, besok kita berangkat bareng.” Aku mengambil jeda. “Seperti dulu.”

“Eh?” Jin Ri menjawab ajakkanku dengan pekikan, jantungku berdebar kencang. “Kau mau kan?” aku mengulangi ajakkanku pada Jin Ri.

“Berangkatnya aja yang bareng? Pulangnya engga?” dia balik bertanya, sekarang aku yang bingung mau menjawab apa. Pulang bareng juga boleh deh, gumamku.

“Ya sekalian lah! hehehe.” jawabku gugup. Bego Suho, kamu bego! batinku.

-Suho PoV end-

 

Jin Ri meletakkan handphonenya di meja belajar sambil tersenyum-senyum sendiri mengingat percakapannya tadi dengan Suho. Selama 7 tahun bersahabat dengan Suho, Ia tidak pernah ber-telfonan dengannya demi membicarkan hal yang tidak penting sekalipun. aku sudah gila. batin Jin Ri.

“Jam berapa ini?” tanyanya pada diri sendiri lalu melirik ke jam dindingnya, “pukul satu! Aku harus tidur!” serunya dan tak lama kemudian Jin Ri menghempaskan tubuhnya ke kasur dan terlelap sangat pulas.

Mata Jin Ri terbuka perlahan, yang pertama Ia lihat adalah boneka Doraemonnya. Boneka yang diberikan Suho setahun lalu, hadiah ulangtahun Jin Ri.

“Aduh masih jam setengah enam.” lenguhnya setelah melihat jam dari handphone-nya. Jin Ri memejamkan matanya lagi. Oiya, janji berangkat bareng sama Suho. gumam Jin Ri. Matanya separuh terbuka, Jin Ri menguap sambil duduk di kasurnya. Beberapa detik kemudian mengucak matanya. Dengan malas Jin Ri bangkit dari kasur, menyambar handuknya lalu masuk ke kamar mandi.

Eomma aku berangkat!” pamit Jin Ri sambil mengunyah roti isi selai coklat yang sudah disiapkan oleh eomma-nya.

“Hati-hati! Jun Myeon, kalau Jin Ri nakal pukul saja kepalanya!” balas eomma Jin Ri sambil mengepalkan tangannya dengan gemas, lalu disambung oleh tawa mereka.

Ya Jin Ri-ah apakah eomma-mu masih menganggap kita pacaran?” tanya Jun Myeon tiba-tiba sambil menatap lurus jalanan. Bermaksud tidak benar-benar bertanya. Jin Ri yang masih mengunyah rotinya langsung tersedak seketika.

“Jin Ri are you ok?” Suho memberikan air minumnya pada Jin Ri, Ia tahu Ia salah besar. Ia sudah bertanya hal yang seharusnya tidak Ia tanyakan pada Jin Ri(?) “Ah ah ani, aku tidak papa.” jawab Jin Ri sambil membersihkan mulutnya menggunakan tissue. “Kalau iya, kenapa?” sambung Jin Ri lagi sekaligus bertanya.

Ya, Hwang Jin Ri dan Kim Jun Myeon. Persahabatan mereka yang sudah sangat lama dan sangat susah dipisahkan membuat eomma Jin Ri curiga akan persahabatan mereka dan akhirnya menyimpulkan bahwa mereka adalah sepasang kekasih. Padahal bagaimana bisa Jin Ri berpacaran dengan Suho sedangkan Suho memilik kekasih bernama Hye Jin?

“Baguslah.” jawab Suho singkat sambil menyunggingkan senyumnya. Apanya yang bagus? desis Jin Ri dalam hati.

“Memang kenapa?” tanya Jin Ri penuh selidik. “Ohya, kalau Hye Jin tahu tentang ini….”  Jin Ri melirik Suho, “Mati Kau, Jun Myeon.” sambung Jin Ri lagi. Suho memberi tatapan ganasnya pada Jin Ri, alisnya terangkat. “Jangan coba-coba….” ancam Suho sambil mengalungkan lengannya ke pundak Jin Ri. Sementara itu Jin Ri melepaskan lengan Suho dari pundaknya. “Kau ini gila atau apa sih Jun Myeon? Mana mungkin aku melaporkannya pada Hye Jin! Kalau aku bilang padanya juga sama saja aku nyari mati!” ketus Jin Ri sambil melipat kedua tangannya. Dasar bodoh! umpat Jin Ri dalam hati.

“Oh iyaya?” jawab Suho linglung sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Jadi siapa yang bodoh?” sindir Jin Ri sambil menatap Suho. Suho mengangkat alisnya lagi.

“Ya Jin Ri-ah!!” teriak Suho sambil mengejar Jin Ri yang beberapa meter sudah berlari menjauh darinya.

“Apaa? Aku tidak menjauh darimu kan Suho??!!” ucap Jin Ri sambil menghentikan larinya. Suho membalasnya dengan senyuman, bukan senyuman paksa lagi. Itu senyum Suho.

 

tbc

Gimana? Maaf ya disini cuma dimunculin Suho sama Jin Ri-nya aja hehe! Dan belum terlalu muncul konfliknya, ohya where’s Chanyeol?? Mungkin dia nanti munculnya di chapter 7(?) hahaha, jangan jadi silent reader yap!

5 pemikiran pada “How Can I ? (Chapter 2)

  1. Lah tulisannya end tp gak end???
    ih suho itu aneh deh …
    dy udah punya cewek tp koq nempel banget sam jinri???
    ditunggu next chapternya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s