Just You My Monster (Chapter 5)

Just You My Monster

just you

 

|Author : Asih_TA|

|Tittle : Just You My Monster (Chapter 5)|

|Story & Art : By Me|

|Main Cast : Baek Lauren (OC/You), Oh Sehun (EXO), Wu Kris (EXO)|

|Other Cast : Park Chanyeol (EXO), Hyorin (SISTAR), Nana (AF), Byun Baekhyun (EXO), Jung Daehyun (BAP), Kai (EXO), Oh Kyuhyun (Suju)|

|Genre            : Romance, Married Life, Little Smut, Tragedy|

|Leght : Multichapter|

|Rated : PG 17+|

|Disclaimer : Anneyong semua, bertemu lagi dengan Author dengan membawa FF kedua, sebelumnya  Author sudah pernah ngepost FF pertama yang berjudul ‘ My Boyfiend is a Wolf ‘ tapi masih berlanjut . Ini FF hasil pemikiran Author sendiri. Selamat membaca 😀 , Oh iya Komentarnya jangan lupa 😀 |

PLAGIATOR!! HATERS AND SIDERS? GO AWAY!

MAAF JIKA ADA KESAMAAN TOKOH DAN ALUR CERITA ITU ADALAH HAL YANG SAYA TIDAK KETAHUI, SAYA MOHON MAAF.

JANGAN LUPA KOMENTARNYA YA

Just You My Monster ( Chapter 5 )

~ Inilah Aku seorang Gangster yang jatuh cinta pada Pesonamu ~

Hari pernikahan tiba. Di sebuah ruangan yang ditata dengan indah. Bunga-bunga yang menempel disetiap sudut ruangan menjadi ruangan itu bagaikan sebuah istana. Setiap hadirin yang datang menampakan wajah bahagia mereka tak sebagian juga menintikan air matanya. Terlihat hadirin yang datang duduk dengan manisnya ditempat yang telah disediakan.

Sehun berdiri diujung altar menunggu Lauren yang berjalan pelan kearahnya. Lauren mengandeng tangan sang Ayah dan mengahampiri di tempat Sehun berdiri. Sehun mengulurkan tangan kanannya dan mendapat respon dari Lauren. Lauren meraih tangan kekar Sehun, mata mereka bertemu dan membuat sebuah ulasan senyum diwajah mereka.

Lauren tampak cantik dengan gaun putihnya, rambutnya yang ikal terjurai bebas menambah kesan elegan dan ditambah lagi dengan mahkota kecil yang menghiasi rambut coklatnya.

Lauren dan Sehun mengandap pastur. Hari ini mereka mengucap janji pernikahan di hadapan Tuhan. Riuh tepuk tangan dari hadirin yang datang menggema di setiap sudut ruangan. Acara sakral tersebut ditutup dengan pemasangan cicin pengantin dan sebuah ciuman simbolis dari sepasang pengantin baru.

Acara berganti dengan permberian ucapan selamat kepada pengantin baru. Sehun dan Lauren berdiri di salah satu spot.

“ Aigo kau cantik sekali Lauren.” Hyorin menghampiri sahabatnya dan memeluknya erat. Hyorin datang bersama Daehyun. Daehyun menghampiri Sehun dan menepuk bahu Sehun pelan. “Chukkae kawan.” Mendengar Ucapan Daehyun Sehun tersenyum senang.

“ YA! Kalian melupakan aku.” Teriak seseorang membuat Sehun dan Daehyun menoleh. “ Baekhyun seharusnya kau tak usah ikut tadi.” Ujar Daehyun dan membuatnya mendapat satu jitakan dari Baekhyun.

Sehun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Entah mengapa melihat sikap kedua sahabatnya tersebut terkadang ada perasaan bahagia dan terhibur juga. Sehun menolehkan kepalanya melihat Lauren sedang asik mengobrol bersama Hyorin.

Mata Sehun menangkap sosok ayahnya yang sedang asik mengobrol dengan salah satu hadirin yang datang. Dengan sigap Sehun menghapiri ayahnya. “ Ayah bisa kita bicara.”

Ayah Sehun menatap anaknya sekilas dan memberikan sebuah hormat kepada seorang hadirin yang sedang berbincang dengannya. “ Maaf saya permisi dulu.”

Sehun dan Ayahnya berada diluar ruangan yang cukup sepi. “Baiklah apa yang ingin kau katakan.” Ucap Ayah melihat anaknya. Sehun meperhatikan sekelilingnya. Ia terlihat was-was. “Kenapa Ayah membohongiku.” Ujar Sehun dengan wajah dinginnya.

“ Apa maksudmu?” Tanya sang ayah. Sehun mencoba menyembunyikan rasa kekesalannya sejak kemarin.

“ Ayah kau lah penyebab kematian ibu iyakan?” Jawab Sehun mencoba tetap tenang. Ia tidak boleh terbawa emosi. Seketika raut wajah sang Ayahpun berubah menjadi lebih tajam. “ Dari mana kau mengetahuinya?” Tanya sang Ayah untuk kedua kalinya.

Sehun tersenyum miris. “Kakak yang memberitauku.”

Ayah Sehun berjalan membelakangi tubuh anaknya. Ia sudah tau pasti suatu saat nanti Sehun akan mengetahui tentang ini. Tak heran jika Kyuhyun memberitaunya, Pastinya Khyuhyun tak ingin adiknya terus dibodohi dengan cerita yang ia ceritakan bahwa ibunya meninggal karena kecelakaan.

“ Iya itu betul dan kau ingin protes?” Ucap Ayah tanpa membalikkan tubuhnya. Sehun benar-benar tidak tahan dengan sikap Ayahnya selama ini. Ia benar-benar dalam pucak emosi, rahangnya mengeras. Tangannya terpengkal kuat “ Kenapa kau melakukannya huh?”

Seolah dibentak sang Ayah mencoba untuk beranjak dari tempatnya berdiri menatap anaknya sekilas “ Karena Ayah benar-benar tidak tahan dengan sikap ibumu yang selalu berselingkuh dengan laki-laki lain dan Ayah benar-benar menyesal.” Ucap sang Ayah dengan nada penyesalan.

Sehun menatap ayahnya tajam “Entahlah Ayah aku tidak tau aku bisa memaafkan atau tidak, tapi aku akan mencoba untuk menerima ini semua terutama aib keluarga kita.” Ujar Sehun dengan rasa kekecewaan. Ia beranjak pergi dari hadapan Ayahnya. Meninggalkan sang Ayah yang masih diam terpaku.

(***)

Acarapun telah usai. Seluruh hadirin telah pulang dan menyisahkan beberapa piring kotor yang berserakan di tempat-tempat duduk. Lauren mencoba mencari sosok Sehun yang sedari tadi menghilang.

“ Kau mencariku?” Tanya Sehun dengan suara dinginnya. Lauren menoleh dan menemukan raut wajah Sehun yang kusut.

“ Ada apa dengan wajahmu?” Lauren menghampiri Sehun dan mendapat gelengan dari suaminya. “ Aku tidak apa-apa.” Ujar Sehun mencoba bersikap biasa.

“ Ayo kita harus segera berangkat.” Sehun menarik pergelangan Lauren membuatnya memberikan sebuah tanda tanya besar. “ Kita mau kemana?” Tanya Lauren Polos.

“ Kerumah baru kita.” Jawab Sehun mantap.

“ Mwo! Rumah baru.” Sehun hanya tekekeh pelan mendapati espresi wajah istrinya yang berlebihan. “ Eomma memberikan kita rumah baru sebagai hadiah atas pernikahan kita, sampai aku bisa menjalankan perusahaan Ayah.” Ujar Sehun.

Lauren dan Sehun berjalan beriringan menuju sebuah mobil sedan yang terpakir di depan ruangan pernikahan. Terlihat Eomma Lauren dan Sehun tengah menunggu mereka.

“ Ayo kalian berdua masuklah kedalam. Sudah waktunya kalian pergi.” Ujar Eomma Lauren.

Lauren berpamitan kepada orang tua mereka dan memasuki mobil tersebut bersamaan dengan Sehun. Pengantin baru tersebut duduk di jok belakang karena ada supir yang membawa mereka menuju tempat tinggal baru mereka.

Sekitar 20 menit perjalanan telah berlalu. Mobil hitam itupun berhenti disebuah rumah yang cukup mewah. Rumah yang tampaknya baru saja dibangun tersebut terlihat sederhana tapi benar-benar elegan. Sehun dan Lauren keluar secara bersamaan.

Sehun menarik lembut lengan mungil milik Lauren. Pengantin baru tersebut memasuki rumah baru mereka. Lauren cukup tertegun dengan isi dalam rumah tersebut, benar-benar luas dan terlihat mewah.

“ Sehun bagaimana dengan Apatermenmu?” Tanya Lauren menghampiri Sehun yang sedang duduk disofa ruang tamu.

“ Sudah ku jual.” Jawab Sehun singkat dan ia hanya menganggukan kepalanya mengerti.

“ Hari mulai gelap lebih baik Kita beres-beres dulu terus kita makan.” Ujar Lauren dan tampaknya Sehun benar-benar lelah  untuk hari ini. “ Kau benar.” Ucap Sehun mantap.

Lauren memasuki sebuah kamar yang cukup besar, rumah ini hanya mempunyai 2 buah kamar. ia berjalan menuju lemari yang cukup besar disamping tempat tidur dan membukanya. Ternyata Eomma sudah menyiapkan semuanya, beberapa pakaian sudah berada di lemari ini. Tapi tunggu dulu pakaian apa ini! Lauren mengambil beberapa pakaian yang berada didalamnya. ‘ini bukan pakaianku’ Umpatnya dalam hati. Kenapa semua pakaiannya sama. Pakaian yang menampakan lengkukan tubuh seseorang, tidak salah lagi ini adalah lingerie. ‘Ok tetap tenang Lauren. Cari yang lebih sopan’ Batin Lauren. Akhirnya ia menemukan sebuah pakaian lingerie yang cukup tertutup walaupun tidak semuanya. Masih menampakan sedikit paha mulusnya dan perutnya yang tertutupi kain yang transparan.

(***)

Dengan berat hati Lauren keluar menggunakan salah satu dari pakaian tersebut. Ia menghapiri Sehun yang tengah asik menonton sebuah acara tv yang menayangkan beberapa komedian disana. “ Sehun aku sudah selesai lebih baik kau menganti pakaianmu.”

Mendengar suara Lauren, Sehun menolehkan kepalanya pelan “ Baiklah ta. . “ Belum sempat ia berbicara Sehun menajamkan matanya dan menerjapkan matanya beberapa kali. Mata Sehun melihat lekukan tubuh istrinya. Ia menelan savina nya dengan susah payah.

Merasa di perhatikan Lauren terlihat risih “ Sehun kau melihat apa?”

Pandangan Sehun tak lepas dari tubuh sang istri. Ia benar-benar merasa ada sesuatu gejolak dalam tubuhnya mengalir deras ‘Oh Tuhan kenapa kau berikan seorang malaikat penggoda seperti dia. Aku bisa-bisa hilang kendali’ Batin Sehun.

Merasa pertanyaannya tak kunjung dijawab Lauren lebih memilih untuk segera membuat makan malam untuk mereka. Namun Sehun benar-benar tidak melepas pandangannya hingga Lauren berjalan sampai diambang pintu dapur.

Setelah sosok Lauren pergi Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya kuat, Menyadarkan tatapan laparnya. Dia benar-benar ingin menyerang yeoja yang ada dihadapannya tadi.

(***)

Lauren membuka kulkasnya dan mengambil beberapa bahan makanan yang bisa ia buat untuk malam ini. Ia sungguh lelah untuk hari ini jadi ia memutuskan untuk membuat nasi goreng.

Membuat nasi goreng adalah hal yang termudah untuknya. Beberapa menit berkutat pada dapurnya hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Lauren memasukkan nasi yang telah diaduk oleh sambal tersebut kedalam piring dan meletaknya di atas meja makan.

Lauren memanggil Sehun untuk segera datang “Sehun makanan sudah selesai.” Ujarnya setengah berteriak. Tak menunggu waktu banyak Sehun sudah berjalan menuju meja makan dan kali ini sudah menganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih santai.

Sehun tak lagi menatap Lauren dengan tatapan lapar itu. Ia lebih memilih untuk menahannya. Sebelum benar-benar membuat Lauren berhenti kuliah untuk beberapa bulan. Mereka makan dalam diam dan hanya terdengar suara piring dan sendok yang menjadikan latar belakang suasana mereka. Walaupun keduanya sama-sama merasa gugup satu sama lain.

(***)

Setelah selesai urusan mengisi perut. Lauren dan Sehun lebih memilih untuk menonton bersama-sama. Acara tv yang menayangkan sebuah cerita drama dan kisah cinta yang dramatis. Lauren terhanyut dalam cerita tersebut tidak lain hal nya dengan seorang Oh Sehun ia benar-benar bosan dengan kisah-kisah seperti itu.

Mata Sehun menangkap Lauren mengerak-gerakkan mulutnya sejak tadi dan membuat Sehun heran “ Kau sedang makan apa?” Tanya Sehun akhirnya.

“ Oh ini aku sedang makan permen.”  Jawab Lauren sambil menunjukkan bibirnya.

“ Ya kau hanya makan sendiri?” cibir Sehun. Lauren yang mengerti perkataan Sehun tersebut langsung mengambil sesuatu dikantongnya dan memberikan sebuah permen kecil berwarna merah.

Bukannya mengambil permen yang diberikan oleh Lauren. Ia lebih memilih melipatkan tangannya didada “ Aku tidak mau.”

“ Wae? Bukankah kau menyuruhku untuk membaginya.” Protes Lauren karena melihat tingkah namja yang dihadapannya sekarang.

“ Aku tidak mau yang itu.” Ucap Sehun seraya menunjuk permen yang berada ditangan kanan Lauren. Kemudian tangan nakal Sehun beranjak dari tangan ke bibir merah Lauren “ Tapi aku mau yang ada di dalam sini.”

Mendengar permintaan Sehun, Lauren membulatkan matanya “Mwo! Kau gila, Kau ingin meminta permen yang ada dimulutku.”

Sehun menaikan sebelah alisnya “ Baiklah bagaimana kalau kita memakannya bersama-sama.”

Seperti diberi sebuah tantangan Lauren menelan air ludahnya “ Kau Nappeun Namja!” . Lauren ingin melancarkan protesnya lagi namun sebuah tangan menariknya, tangan itu dengan lembutnya menarik tekukan tubuhnya semakin mendekatkan dirinya kepada sang pemilik tangan. Tangan itu mendorong leher belakang Lauren hingga menyisahkan beberapa jarak diantara mereka. Perlahan tapi pasti Sehun mencium bibir merah Lauren dan memulai ciuman panas mereka. Dimulai dengan Sehun mencoba membuka bibir Lauren dan berhasil! Kini Sehun dengan bebas menjelajahi rongga mulut Lauren dan menemukan sebuah permen. Sehun merebut permen itu dan memasukkannya kedalam mulutnya mengulumnya sebentar kemudian memasukkannya kembali kedalam mulut Lauren.

Kegiatan mereka seperti membagi-bagi permen tersebut. Walau seperti itu mereka tidak melepas kontak bibir mereka hingga membuat Lauren sulit bernafas. Seperti sedang tidak diberikan oksigen oleh Sehun. Ia mendorong tubuh Sehun kuat hingga membuat Sehun terjungkal kebelakang “ Kau ingin membunuhku.” Protes Lauren.

Sehun hanya terkekeh geli “ Siapa yang menyuruhmu menggodaku dengan pakaianmu anehmu?”

Lauren memalingkan wajahnya “ Ya aku hanya menggunakan pakaian yang eomma berikan dan aku tidak menggodamu.”

“ Tetap saja itu menggoda imanku namanya.”

“ Mwo! Aku tidak melakukan apa-apa.”

Merasa tersiksa Sehun berjalan mendekati Lauren lagi dan kali ini menindihnya. seketika Lauren tercengang melihat kelakuan namja yang berada diatasnya kini. Melihat raut wajah ketakutan Lauren membuat Sehun tersenyum penuh kemenangan.

Sehun mendekatkan bibirnya tepat ditelingga kiri Lauren “Bagaimana kalau kita melakukan first night disini.”

Tersadar jika mereka sedang berada diruang tv. Lauren menatap Sehun tajam tapi Sehun tidak memperdulikan tatapan maut yang telontarkan oleh Lauren. Ia melanjutkan aksinya lagi memulai mencium bibir merahnya beralih ke leher jejang miliknya.

“ Akhh.” Teriak Lauren ketika bibir dan gigi Sehun menghisapnya kuat.

Mendengar teriakkan Lauren Sehun menatapnya. Mata mereka bertemu seolah-olah Sehun berkata bahwanya ia menginginkan sesuatu. Tanpa berfikir lama Sehun membuka kaus yang dikenakannya hingga kini hanya menyisahkan pakaian bawahnya saja. Lauren menutup matanya erat ketika ia ingin menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya namun dengan sigap Sehun menahannya dan kembali menatap Lauren dalam “ Kau sudah siap Nyonya Oh?”

Lauren terlihat linglung. Ia seperti berfikir keras. Ketika Sehun ingin melancarkan aksinya kembali ia menahan tubuh Sehun “ Tunggu!” Teriak Lauren membuat Sehun menghentikan aktifitasnya.

“ Wae?” Tanya Sehun mulai terganggu dengan aktifitasnya.

“ Aku tidak bisa Sehun.” Jawab Lauren salah tingkah.

“ Kenapa? Bukankah ini malam pertama kita?”

“ Bukan seperti itu.”

“ Terus aku harus seperti apa Nyonya Oh?”

Lauren bertindak ia mendekatkan bibirnya tepat di telinga kanan Sehun seperti sedang membisikan sesuatu “ Aku sedang datang bulan.”

Mendengar pengakuan Lauren, Sehun menghela nafasnya berat. Ia tak habis fikir bahwa istrinya akan datang bulan disaat-saat terpenting seperti saat ini.

Ekspresi raut wajah Sehun membuat Lauren ingin tertawa tapi ia langsung menahannya. Pasalnya Sehun kini terlihat kecewa dengan pernyataan Lauren dan membuatnya harus menunggu beberapa hari.

.

.

.

.

.

Mentari pagi menampakan sinarnya, kicauan-kicauan burung mulai bernyanyi, suara-suara mobil dan motor mulai terdengar. Sepasang pengantin baru tengah terganggu dalam tidur mereka. Lauren mencoba sadar dari alam bawah sadarnya. Perlahan tapi pasti ia membuka matanya dan mendapati sosok wajah Sehun dihadapannya. Entah mengapa mengingat kejadian tadi malam membuat Lauren ingin tertawa sekaligus menyesal. Namun walaupun seperti itu Sehun dapat mengerti dan menunggunya sampai hari itu tiba.

Jari telunjuk Lauren  menyentuh permukaan dahi Sehun. Dari dahi turun ke hidung dan dari hidung turun ke bibir dan berakhir ketika sebuah tangan menghentikannya.

“ Jangan menyentuhku seperti itu, Aku tau aku tampan.” Percaya diri Sehun bangkit ketika Lauren tertangkap basah tengah menyentuh wajahnya.

“ Mianhae soal yang tadi malam.” Ucap Lauren mengingat kejadian semalam. Sehun langsung menggelengkan kepalanya “Tidak apa-apa aku bisa menunggunya sampai kau benar-benar siap.” Jelas Sehun.

Masih dalam keadaan tertidur Sehun mendekap istrinya dalam pelukkannya. Mereka menikmati kegiatan mereka pagi ini. Ya hanya bermesraan di pagi hari.

Ting Tong. . . .

Bel rumah berbunyi membuat penghuninya tersadar dari keharmonisan yang terjadi didalamnya. Sehun terdiam sesaat dan bergumam  ‘Siapa yang datang pagi-pagi seperti ini’

Lauren yang berada didekapan Sehun langsung membangunkan dirinya “ Ya Sehun ayo lihat siapa yang datang.”

Bukannya segera membuka Sehun malah menatap istrinya sesaat “ Ya aku punya firasat buruk.”

Lauren hanya memutar bola matanya malas “Oh ayolah Oh Sehun, aku ingin mengganti bajuku.” Pinta Lauren seraya berjalan ke dalam kamar mandi.

Dengan langkah gontai sehun meraih ujung tempat tidur sebagai tempat tumpunya untuk berdiri. Dengan rasa malas Sehun berjalan menuju pintu utama dan meraih knop pintunya. Pintu terbuka dan menampakkan dua orang tengah berdiri menunggu sang penghuni membukakan pintunya.

“ Eomma.” Ujar Sehun kaget ketika melihat ibu mertuanya yang tiba-tiba datang sepagi ini.

Tiba-tiba mata Sehun menangkap sosok orang yang sangat ia kenali. Sosok itu berada dibelakang tubuh ibu mertuanya. Sosok yang sempat membuatnya naik pintam.

“ Park Chanyeol.” Gumam Sehun kecil tapi dapat didengar jelas oleh ibu mertuanya dan juga Chanyeol.

“ Ayo kita berkumpul ada yang ingin eomma bicarakan.” Terang Eomma.

Sehun mempersilahkan ibu mertuanya dan Chanyeol untuk masuk kedalam. Chanyeol, Sehun dan Ibu metuanya duduk di sebuah meja makan. Tak berapa lama kemudian muncullah Lauren dari balik dinding.

“ Siapa yang datang Sehun?” Tanya Lauren ketika ia telah masuk dan melihat keadaan dimeja makan. Ia tersentak kaget. bukan karena ibu nya yang datang sepagi ini tapi karena kehadiran Chanyeol yang membuat Lauren memberikan tanda tanya besar.

“ Kemarilah Lauren eomma ingin menyampaikan sesuatu.” Kata eomma dengan nada memohon. Tanpa disuruhpun Lauren sudah mendudukkan dirinya di antara Sehun dan Chanyeol.

“ Ada apa eomma?” Tanya Lauren heran.

“ Eomma sudah tau dari Chanyeol bahwa ia sudah memberi tau semua tentang keluarga kita.”

Lauren terdiam. Sudah pasti bahwa eomma akan membalas tentang ia dan Chanyeol. Tapi bukankah itu yang diinginkannya, mengetahui semuanya.

“ Pasti kau ingin tau kenapa kau dan Chanyeol bersaudara.” Ucap eomma penuh dengan keyakinan. Lauren menganggukan kepalanya mantap.

Eomma melihat sekelilingnya, matanya menatap setiap inci ruangan tersebut dan membuatnya rileks sebentar “ Baiklah kau tau alasan mengapa eomma tidak menyetujui kau berpacaran dengan chanyeol?” Tanya Eomma sekali lagi dan kini Lauren menganggukan kepalanya “ Karena aku dan Chanyeol bersaudara.” Jawab Lauren cepat.

Helahan nafas terdengar dari bibir eomma “ Benar dan Eomma akan menceritakannya. . . . “ Eomma memberikan jeda pada pembicaraanya, menghela nafasnya sebentar dan melanjutkannya kembali. “ Jadi adik eomma bernama Park Hee Jin. tidak dikarunia seorang anak hingga beberapa Tahun. Adik eomma frustasi karena sampai saat itu ia tidak mempunyai seorang anak karena eomma kasihan padanya. eomma memberikan Chanyeol ketika ia berumur 1 tahun. Dan mereka merawat Chanyeol dengan baik itu lah mengapa eomma dan appa termasuk adik eomma berserta istrinya melarang kalian berpacaran karena itu merupakan cinta terlarang.” Jelas eomma panjang lebar. Namun mendengar penjelasan Eomma, Lauren belum puas “ Tapi kenapa eomma merahasiakannya?”

Pandangan eomma beralih pada Chanyeol menatapnya sebentar dan menatap Lauren kembali “ Karena eomma tidak ingin kau bersifat egois. Saat kau kecil kau sangat menyayangi Park Chanyeol bahkan sangat mengaguminya. Maka dari itu eomma tidak berani memberitaunya jika eomma memberitaumu pasti kau akan menangis terus karena sang pujaan hatimu adalah kakak kandungmu dan kau tidak bisa memilikinya.”

Seketika Lauren mengingat kenangan dulu ketika ia selalu bersama Chanyeol. Ini bukan rahasia lagi kalau Chanyeol dan Lauren sudah dekat dari mereka kecil. Bahkan Lauren selalu mengatakan ‘aku mencintaimu oppa’.

“ Tapi seraya berjalannya waktu. Eomma dan appamu terkejut mendengar kalian berpacaran. Hingga kami berusaha untuk memisahkan kalian.” Sambung Eomma.

Eomma benar. Semenjak kejadian tersebut Lauren tak pernah memanggil Chanyeol dengan sebutan oppa lagi tapi menjadi orang biasa yang memangilnya dengan panggilan Sunbae.

Lauren memberikannya senyumnya kepada eomma dan matanya beralih menatap Chanyeol yang berada disampingnya “ Sunbae mian karena aku pergi begitu saja tanpa mendengar penjelasanmu.” Ucap Lauren menyesal.

Chanyeol hanya tersenyum renyah “ Tak apa. . . tapi kau harus mengganti kerugian karena aku ditatap oleh orang-orang dikafe sebagai laki-laki terkejam karena membuat seorang wanita menangis.”

Lauren dan Chanyeol saling bertatap muka dan kemudian tertawa bebas bersamaan. Sudah lama mereka tak bergurau bersama. Eomma yang melihatnya hanya tersenyum manis berbeda dengan seseorang yang berada di samping Lauren ‘Oh Sehun’. Ia hanya memasang wajah datar dan dingin. Mata dingin nan menusuk kini beralih menatap Lauren dan Chanyeol yang sedang tertawa bebas ‘Mendengar penjelasan? Orang-orang di kafe? Wanita menangis? Apa maksudnya’ Batin Sehun.

(***)

Hari ini Eomma dan Chanyeol datang di kediaman keluarga Oh tersebut untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi antara Lauren dan Chanyeol dan tentu saja eomma membawa Chanyeol untuk menginap beberapa hari di rumah baru mereka. Lauren dan Sehun tidak keberatan. Mereka seperti seorang pemilik hotel yang melayani tamu yang datang.

Lauren memasak untuk makan siang mereka. Ia membuatnya sangat banyak karena penambahan jumlah anggota di rumah baru mereka. Kini Lauren dapat tenang karena hubungan ia dan Chanyeol sudah membaik. Walau kenyataan mereka adalah kakak adik yang yang sempat terpisahkan.

Sejak tadi Lauren hanya melihat Sehun selalu terdiam. Entah apa yang membuat Namja itu selalu berubah moodnya.

Drtt. . . Drtt. . .Drrt. . .

Sebuah getaran handpone berbunyi. Lauren meraih saku celananya dan menatap layar handponenya, tidak ada nama. Dengan sedikit keraguan Lauren menekan tombol hijau.

“ Yeobseo.” Sapa seseorang dari seberang sana.

“ Ne Yeobseo.”

“ Bisa bicara dengan Lauren.”

“ Ne saya sendiri, Maaf anda siapa?”

“ Ini aku Kris.”

“ Kris? dari mana kau dapat nomorku?”

“ Dari Kai teman SMA mu.”

Lauren terdiam mencoba mencerna percakapan mereka. Kemudian melanjutkannya kembali.

“ Ada keperluan apa anda menelepon saya?”

“ Bisakah kita bertemu ada yang ingin kubicarakan.”

“ Mwo! Ada apa.”

“ Tenang saja aku akan meneraktirmu.”

“ Maaf bukannya saya menolak tapi saya tidak bisa.”

Ketika Lauren ingin mematikan handponenya. Kris melanjutkan kalimatnya

“ Bagaimana jika permintaan ini atas permohonan maaf mu ketika kau menabrak tubuhku waktu itu.”

Lauren berfikir keras. Ia telihat bingung. Ia bingung harus menjawab apa sedangkan ia dalam tahap memperbaiki hubungannya dengan Sehun agar tidak ada kejadian lagi seperti kemarin yang dialami oleh Chanyeol.

“ Baiklah jika kau bingung dan Jika kau berubah pikiran. Temui aku di restoran  Zuanghai jam 4 Sore.”

Saluran sambungan terputus ketika Kris mengucapkan alamat yang harus ia tuju. Lauren menaikkan sebelah alisnya ‘ada apa dengan Namja ini’ Gumamnya dalam hati.

Setelah menerima telepon dari Kris. ia melanjutkan aktifitasnya memasaknya. Sebuah derap langkah seseorang mendekatinya. Menompangkan dagunya di bahu kecil miliknya, Melingkarkan tangannya dipinggang rampingnya, menenggelamkan kepalanya di setiap geraian rambut coklatnya dan menghirupnya seperti orang yang kekurangan oksigen. Tanpa melihat siapa pelakunya ia sudah tau bahwa dia adalah Oh Sehun.

“ Ya ada apa denganmu? Kenapa moodmu selalu berubah.” Ujar Lauren yang masih terfokus pada bahan-bahan makanannya.

“ Anni . . Aku sedang berfikir tadi.”

“ Berfikir tentang apa?”

“ Tentang pembicaraanmu bersama Chanyeol.”

Lauren terdiam. Mencerna perkataan Sehun “ Oh maksudmu tentang aku dan Chanyeol saudara.”

“ Anni. Jika masalah itu aku sudah mengetahuinya sejak lama.” Kata Sehun cepat.

Lauren menghentikan aktifitas memasaknya. Membalikkan tubuhnya menghadap laki-laki yang mendekapnya sedari tadi “ Jadi kau sudah mengetahuinya Oh Sehun.”

Aura dingin Sehun muncul lagi membuat siapa saja pasti akan merasakannya. “ Tentu saja mana mungkin aku membiarkan ia hidup Lauren, Jika dia bukan saudaramu aku pasti sudah menghabisinya seperti adik kesayanganmu.

Sehun sedikit menekan nada bicaranya di ujung perkataanya. Lauren tercengkal ia tak habis pikir bagaimana ia bisa menghilangkan sifat asli Oh Sehun yang terkenal Dingin, kejam dan berambisi tinggi.

Tangan Sehun menarik Lauren lebih dekat dengannya “ Ini bukan masalah kau bersaudara dengannya tapi. .” Sehun sengaja mengantungkan perkataanya sebelum ia mendekatkan wajahnya hingga beberapa centi dari Lauren “ Sejak kapan kau bertemu dengannya di kafe tanpa sepengetahuanku?”

Wajah pucat Lauren muncul. Ia seperti seorang pencuri yang tertangkap basah oleh polisi dan menginterogasinya. Melihat raut wajah Lauren yang berlebihan Sehun tersenyum evil “Kau ingin menerima hukumanmu Nyonya Oh?”

“ Mwo! Yak apa yang kau inginkan Oh Sehun menjauhlah dariku.” Teriak Lauren ketika Sehun memainkan jemarinya di perut rampingnya“ Yak Sehun hentikan . .  haha ini tidak lucu . . . “

Dengan sigap Lauren meraih tepung yang berada di samping meja makan dan mencoleknya di pipi kanan Sehun “ Ya kau ingin bermain-main ternyata.” Ujar Sehun mengambil tepung tersebut tak mau kalah.

(***)

“ Kris Kau sudah menghubunginya?” Tanya seorang laki-laki sambil mengutak-atik laptopnya.

“ Ne.” Kata laki-laki bernama kris tersebut singkat. Ia menghampiri sahabatnya yang sedari tadi memainkan laptopnya.

“ Kau sedang melihat apa Kai?” Tanya Kris pada sahabatnya yang bernama Kai tersebut.

“ Mencari tempat yang pas untuk mengambil barang pesanan kita.” Jawab kai yang memperhatikan denah tempat daerah-daerah yang berada di kota seoul.

“ Baguslah. Cari tempat yang aman jangan sampai ketahuan polisi.” Ucap Kris dan Kai tersenyum mengerti.

Kris menyandarkan tubuhnya di badan kursi. Kakinya dinaikkan diatas meja seolah-olah ia adalah seorang bos yang berkuasa sekarang. Tangannya meraih sebuah foto yang sudah dibingkai berada tepat disamping tubuhnya. Memperhatikan yeoja cantik yang berada di dalamnya. Yeoja itu tersenyum membuat siapa saja yang melihatnya akan menampakan raut wajah bahagia termasuk laki-laki yang melihat foto itu.

‘Aku akan membalaskannya untukmu Eun Ji’ Batin Kris.

 

~TBC~

 

Yeah akhirnya selesai juga ni Chapter 5 nya. . . .

Apakah ceritanya semakin jelek atau tidak menarik? Author sempat down melihat banyak benget cerita yang keren-keren.

Author Note : Di chapter selanjutnya kemungkinan akan Author kasih password. Tapi ini masih kemungkinan kalau Author bisa menghubungi Adminnya. Untuk Chapter selanjutnya akan Author usahakan secepatnya dikirim. . .

Untuk Chapter 4 nya kemarin Author minta maaf sebesar-besarnya karena Author ngepost hampir 1 bulan . . . L

Author mohon banget komentarnya 😀 Sebuah kalimat yang readers tulis sangat berguna untuk Author 😀

Di tunggu kelanjutannya ya 😀 Gomawo ~ ❤ ❤ ❤

 

 

Iklan

132 pemikiran pada “Just You My Monster (Chapter 5)

  1. Akhirx sehun laurent nikah😂😂😂 cukkae😊..
    Tp st pnasaran hub,sehun kris sm eunji? Apa mrk mnyukai wanita yg sama atw apa??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s